Sejarah Islam

Manusia bijak adalah manusia yang mengetahui & belajar dari sejarah

Negara Palestina menolak memberi kewarganegaraan terhadap pengungsi Palestina

Negara Palestina yang akan berdiri tidak akan memberi kewarganegaraan terhadap pengungsi Palestina


 Dalam op-ed nya untuk The New York Times pada tanggal 16 Mei, Presiden Otorita Palestina Mahmoud Abbas mengatakan dengan tegas kepada dunia bahwa berdirinya negara Palestina dan pengakuan dari PBB tidak akan mengakhiri konflik antara palestina dengan israel:

Masuknya Palestina ke dalam organisasi PBB akan membuka jalan bagi internasionalisasi konflik sebagai masalah hukum, dan bukan hanya masalah politik semata. Hal ini juga akan membuka jalan bagi kita untuk mengejar klaim terhadap Israel di PBB, badan-badan perjanjian hak asasi manusia dan Mahkamah Internasional.

Tapi tidak seorangpun yang tampaknya melihat bahwa pengakuan ini bertentangan dengan argumen inti untuk berdirinya negara Palestina:
Orang-orang Palestina yang berjuang untuk negara mereka, yang berteriak kepada dunia untuk politik penentuan nasib mereka sendiri dan realisasi-diri nasional mereka, sehingga penciptaan sebuah negara Palestina adalah cara untuk mengakhiri konflik.

Sekarang kita memiliki pengulangan baru dari kontradiksi yang agak aneh dalam kata-kata duta besar Otoritas Palestina di Lebanon dalam wawancara dengan surat kabar berbahasa Lebanon Inggris, Daily Star:

Ketika kami memiliki sebuah negara yang diterima sebagai anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa, ini bukanlah akhir dari konflik. Ini bukan solusi untuk konflik. Ini hanya sebuah kerangka kerja baru yang akan mengubah aturan permainan.

Dan masih tak seorang pun tampaknya menyadari kontradiksi di sini. Tapi selain mengatakan kepada dunia bahwa bahkan setelah apa yang disebut orang Palestina memiliki negara mereka, mereka akan terus berkonflik, Duta Besar Abdullah Abdullah melanjutkan dengan mengatakan bahwa:

… Pengungsi berkebangsaan Palestina tidak akan menjadi warga negara Palestina yang diakui oleh PBB , sebuah isu yang telah banyak dibahas. “Mereka adalah orang Palestina, itu identitas mereka,” katanya. “Tapi … mereka tidak secara otomatis menjadi warga negara Palestina.”

Hal ini tidak hanya berlaku bagi para pengungsi palestina di negara-negara seperti Libanon, Mesir, Suriah dan Yordania atau 132 negara-negara lain di mana para pengungsi Palestina berada. Abdullah mengatakan bahwa “bahkan pengungsi Palestina yang tinggal di [kamp-kamp pengungsi] di dalam negara [Palestina], mereka masih berstatus sebagai pengungsi. Mereka tidak akan dianggap warga negara Palestina. “

Organisasi Pembebasan Palestina akan tetap bertanggung jawab untuk mengurusi pengungsi, dan Abdullah mengatakan bahwa UNRWA akan terus bekerja seperti biasa.

Ini merupakan ironi yang sangat luar biasa. Selama bertahun-tahun, dunia telah mendukung konsep negara Palestina, dan memaafkan terorisme Palestina tak kunjung henti, dengan alasan bahwa Palestina adalah orang-orang tanpa kewarganegaraan yang berhak memiliki negara mereka sendiri. “. Palestina” – dan sekarang, seorang pejabat senior Palestina telah mengumumkan bahwa sekali mereka menerima pengakuan sebagai sebuah negara, sebagian besar warga Palestina masih akan stateless (tidak berkewarnegaraan) bahkan mereka yang benar-benar tinggal di wilayah Negera Palestina tersebut. Selain itu, negara baru baru tersebut tidak akan menyediakan pelayanan terhadap para pengungsi palestina yang berada di wilayah palestina: mereka mengharapkan UNRWA – atau, lebih akurat, para pembayar pajak Amerika dan Eropa, yang menyediakan sebagian besar pendanaan bagi organisasi – untuk terus menyediakan sekolah mereka, kesehatan, tunjangan kesejahteraan, dll
Jadi hampir setengah dari warga bangsa Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza tidak akan menjadi warga negara, dimana mereka sama-sama berjuang untuk mendirikannya..

Pernyataan ini sungguh luar biasa, yang diungkapkan oleh salah seorang pejabat senior Otoritas Palestina, yang merasa bebas saja mengungkapkan isi pikirannya yang bermuatan kemunafikan. Para pemimpin Otoritas Palestina telah membatalkan “hak suci mereka” (haq el-auwda), sebuah permintaan yang tidak dikompromisasikan sejak tahun 1949 yaitu pendirian sebuah negara, untuk mengakhiri kondisi bangsa palestina yang tidak memiliki negara.

Pendirian negara palestina yang telah mereka minta selam 60 tahun sebagai konsensi yang tidak bisa dinegosiasikan dari israel, saat ini mereka abaikan, dan tanpa penjelasan, menolak untuk memberi kewarnegaraan terhadap sebagian besar bangsa palestina.

Bahkan bagi pihak yang buta terhadap kenyataan sebenarnya dari keberadaan konflik palestina-israel, dan keinginan Otoritas Palestina tidak akan bisa menutup mata terhadap pernyataan penolakan bersifat machiavellian ini.


Penulis:

About David Meir-Levi

David Meir-Levi writes and lectures on Middle East topics, until recently in the History Department of San Jose State University.

4 responses to “Negara Palestina menolak memberi kewarganegaraan terhadap pengungsi Palestina

  1. Mr.Nunusaku April 30, 2014 pukul 12:39 am

    Sampai dunia ini akan kiamat dan perundingan tetap berjalan sebaagai sandiwara politik, Palistina hanya sebuaah nama tetapi mereka tidak mempunya pasport negara Palistina.

  2. Anonim September 1, 2013 pukul 7:13 am

    oooo ini propaganda utk menje;akan palestina yg sudah lama dijajah israel yg mencuri tanah orang orang palestina,,,, enak saja yahudi yg lahir di antah barantah bisa tinggal di tanah palestina,sedangkan penduduk asli yg lahir di sana harus diusir digusur lalu ditempati oleh zionist..KLAIM YANG ANEH OLEH ORANG YAHUDI,,,>INGAT LAH PERJANJIAN KALIAN DG TUHAN DI DALAM IMAMAT ,KELUARAN DAN ULANGAN.SEMUA TELAH DILANGGAR

  3. Anonim Juli 29, 2012 pukul 6:15 pm

    Dunia berkasihan jeoada pakestuna. Dunia memberikan bantuan kemanusiaqn kepada mereka, karena melihat penderitaan mereka. Kalau mereka tidak menderita, maka tiidakmmungkin terjadi bantuan dunia kepada mereka.
    Ketika gencatan senjata tiba, bantuan dunia datang, maka tangan tangan pejabat dan teroris menadah dan menerima bwntuan tersebut. Kemudian bantuan. Tersebut mereka bawa lari keluar negeri untuk mereka sendiri. Mereka mermpas bantuan tersebut dan tidak menggunakan untuk membangunpalestina.
    Jika dihitung hitung, jumlah bantuan yang datang sudah sangat cukup unttuk mendirikan pabrik pabrik ditempT pemukiman mereka, tetapi kara dibawa lari oleh hamas, maka bantuan tersut sia sia.
    Ketika uang tersebut sudah mulai menipis, diluar negri, maka orang orang hamas dan pejabat jahat itu datang lagi ke Palestina, untuk mulai membom Israel. Lalu israel membalas dengan rentetan boom yangndahyat. Pada saat itu pejabat hamas segera melarikan diri keluar, meuinggalkan rakyat palestina menghadapu boom israel.mereka sangat menderita.
    Lalu bantuan dunia, orang berhati nurani, datang lagi. Kembalilah si hamas dan penjahat tadi untuk merampas bantuan tersebut. Dan prosedur berulang.
    Kasihan orang rakyat palestina…….. Kasihan……

    Apakah orang orng aplestina itu beragama islam?
    Coba hitung jumlah bantuan, dari mana saja bantuan itu?
    Apkahndwri negara kaya arab?
    Oh tidak, bantuan itu datang dari negara negara cinta damai. Dari negara arab hanyalah formalitas. Mreka sangat pelit dan egois, jangan harap irak, iran, afganisan, kuwait, saudi arabia, qatar, mesir akan membantu dng benar. Formalitas.
    Dan bantuan itu akan masuk ke mereka, ketempat para pejabat hamas dan para penjahat melarikan iri. Itulah sebabnya pejabat Palestina berucap, tidak ada damai, karena damai menutup pundi pundi usng mereka.
    Sekarang mengerti kan?.

  4. Ario Damar April 8, 2012 pukul 2:02 am

    Mantab…..sampai kiamat pun tidak akan pernah damai. Karena itu takdir mereka. Pada akhirnya mereka itu pengikut Dajjal yang menghancurkan sebagian umat manusia dibumi ini karena ulahnya. Separoh bumi musnah tanpa kehidupan, bahkan bakteripun enggan tinggal di wilayah yang tercemar oleh jangka radius mereka. Apalagi bangsa kita yg selalu korupsi Dan korupsi korupsi teruuuus, siap siap aja generasi kita akan jalan ditempat Dan menjadi budak mereka budak Dajjal. Kalau tidak dari sekarang mengantisipasi Dan siap membuat pertahanan untuk menghalau serangan biologis Dan kimia dari ulah mereka.

Tinggalkan Pesan Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: