Sejarah Islam

Manusia bijak adalah manusia yang mengetahui & belajar dari sejarah

Contoh Al-Taqqiya

Contoh Al-Taqiya oleh Islam

Dikutip dari :indonesia faithfreedom


Raja Saudi, Abdullah

Seruan Saudi bagi Dialog Antar Agama sama saja dengan kaum NAZI menyerukan bagi Dialog dengan Yahudi setelah Holocaust : Dalam konferensi tanggal 16 Juli 2008 di Madrid/Spanyol yang disponsori Saudi, raja Abdullah (foto atas) menyerukan agar agama-agama utama dunia “meninggalkan ekstrimisme dan mencari rekonsiliasi”. Faithfreedom]

Kata Raja Abdullah :

“Saya membawa pesan dari Arab Saudi, negara dua mesjid suci. Pesan ini menyatakan Islam sebagaiAGAMA MODERAT DAN TOLERANSI, pesan yg menyerukan bagi adanya dialog konstruktif diantara pengikut semua agama, pesan yg menjanjikan dibukanya halaman baru bagi kemanusian, dimana–insya Allah–pengertian akan menggantikan konflik.”

Ini sebuah lelucon dan sebuah taqqiya yang sama sekali tidak lucu. Bukannya negara Abdullah sendiri yang berada di garis depan mempromosikan ekstrimisme dan intoleransi ? Sampai detik ini, buku-buku sekolah, media dan mesjid Saudi mengkotbahkan kebencian dan kekerasan terhadap pengikut agama lain. Contoh: Lorenzo, seorang buruh Filipina di Saudi, karena mengenakan kalung salib di lehernya DIPENJARA DAN DISIKSA SELAMA ENAM TAHUN. Bulan lalu (Juli 2008) ia dideportasi.

DAN satu bulan kemudian setelah pernyataan raja Saudi itu, lihatlah apa yang terjadi dalam negaranya sendiri. 4 Agustus 2008, Saudi : 15 Kristen yang dituduh beribadah dalam rumah-rumah mereka di kota Taif, dideportasi. Bulan April, rumah mereka dibobrak oleh polisi yang menodong mereka dengan pestol di kepala sambil menuntut melihat paspor mereka. [WorldNetDaily]

Jeff King, presiden International Christian Concern mengatakan,

“Mendeportasi Kristen hanya karena mereka beribadah di rumah-rumah mereka menunjukkan bahwa pidato Abdullah hanya bersifat retorika belaka dan negaranya MEMBOHONGI dunia internasional akan keinginan Saudi bagi perubahan dan rekonsiliasi.

Professor Redondo mengatakan kepada surat kabar Spanyol bahwa ia meragukan pernyataan raja Saudi ini :

Dan tidak lama juga setelah pernyataan raja Abdullah, pada tanggal 1 Agustus 2008, Saleh Bin Humaid, mufti agung Mekah mengatakan setelah solat siang yang disiarkan TV Saudi:

“Para pengikut agama-agama lain akan dikirim ke neraka. Hanya kami, Muslim, diijinkan masuk surga. Saya anjurkan kepada mereka, bergabunglah dengan Islam sebelum terlambat.”

Wanita juga sama sekali dikecualikan dari konferensi tsb. Fatema Mernissi, seorang sosiolog Maroko, berkomentar, “Bagi Saudi, wanita adalah sebab musabab semua dosa dalam masyarakat. Mereka cum obyek sex belaka.” Ia mengutip Quran, “Wanita [Istri-istrimu] adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok-tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki.(Q 2:223). “Wanita diatur secara hirarkis dan patriarkis. Mereka tidak punya suara dalam urusan agama. Tidak heran mereka tidak diundang dalam konferensi ini.” jelas Mernissi.


Tariq Ramadan

Muslim Swiss paling mengesankan Eropa sekarang adalah Tariq Ramadan. Ia menampilkan diri sebagai ‘Muslim moderat.’ TAPI kakeknya adalah Hassan al Banna, pendiri Muslim Brotherhood [al-ikhwān al-muslimūn] di Mesir dan ayahnya, Said, adalah salah seorang pemimpin MB, yg pandangannya begitu ekstrim sampai Presiden Nasser memenjarakannya. MB adalah pendukung spiritual al-Qa’eda dan Hamas yang bertujuan mengIslamkan seluruh dunia. [[1]][2fb1fbc4e3feb1bf4be133855f8d7f15]

Ramadan dilarang masuk Amerika Serikat karena hubungannya dengan sejumlah kelompok ekstrimis. Kantornya, The Geneva Islamic Centre, memiliki hubungan dengan kelompok teroris Aljazair, FIS (Islamic Salvation Front) dan GIA (Armed Islamic Group). Polisi Spanyol menyebut bahwa Ahmed Brahim, pemimpin al-Qa’eda yang dipenjara di Spanyol sering mengadakan kontak dengan Ramadan, hal yang dibantahnya. TAPI dilain pihak, Ramadan diijinkan bercokol di Inggris, di St Anthony’s College, Oxford, sebagai dosen periset yang sering tampil dlm seminar2 Islam dan bahkan menjadi penasehat pemerintah Inggris untuk menangani ekstrimisme Islam. Ramadan menyampaikan sebuah Islam yang bisa ‘mengakomodasi modernitas dan dunia Barat.’ Caranya begitu karismatik dan trendy, dgn logat Perancis, sampai banyak orang keblinger mendengarnya. Tetapi perhatikanlah baik-baik apa yang TIDAK dikatakannya dan anda akan melihat bahwa ia serigala yang menyamar sebagi domba. Pengakuan dan reputasinya sebagai ‘Muslim reforman’ hanyalah sebuah manipulasi belaka.

Penulis Caroline Fourest menganalisa Tariq dalam bukunya, Brother Tariq: the Doublespeak of Tariq Ramadan. Buku ini menunjukkan bahwa tokoh eksotik berwajah simpatik ini merupakan alat sophisticated utk mempromosikan jihad global [dan yang dimaksudkan BUKAN jihad SPIRITUAL]. Ramadan mengaku “tidak memiliki hubungan fungsional” dgn Muslim Brotherhood. TAPI ia dilatih oleh Yayasan Islam di Leicester, England, institusi kontroversial yang menyebarkan ideologi2 Maulana Maududi dan Syed Qutb yang bertujuan mempromosikan sebuah “ORDE SOSIAL ISLAM di UK”. Ramadan juga berulang-ulang mengatakan bahwa pandangan kakeknya telah “MENGINSPIRASI”nya dan “TIDAK ADA SATUPUN DALAM PANDANGANNYA YANG SAYA TOLAK”.

Nah, apa sih pandangan si kakek, Hassan al-Banna? Ternyata ia tidak saja mempromosikan sebuah Islam yg sangat reaksioner dan opresif. Ia malah merencanakan strategi “penjajahan gradual” – oleh Muslim Brotherhood diseluruh dunia – dan bukan saja atas negara2 yang dulunya pernah menjadi bagian dari kalifat Islam, tetapi bahkan negara-negara MuslimPUN harus diISLAMISASI secara gradual dan diambil alih oleh sebuah pemerintah berdasarkan Syariah. Inilah “pandangan kakeknya yang sama sekali tidak ditolak” Ramadan ? Beda si cucu dengan si kakek hanyalah bahwa si cucu mengembangkan strategi halus dan lebih jitu merayu Barat untuk menerima pola pikir Islamis tanpa menyadari bahaya terselubung yang ada dalam selimut.

Tentang masalah TEROR, ia khususnya sangat licin. Ia mengaku menentang terorisme, ia membantah bahwa kakeknya berkecimpung dalam jihad dengan kekerasan, walau al-Banna secara explisit mendukung jihad bersenjata yg dianggapnya sbg “bentuk perang suci yg paling tinggi dan paling suci.” Ramadan mengatakan bahwa kakeknya membatasi jihadnya pada “pembelaan sah” atau “perlawanan menghadapi ketidakadilan” saja. TAPI disinilah formulasi liciknya ! Ternyata “perlawanan” ini juga mencakup aksi-aksi para suicide bomber di Israel dan Iraq.

Dibelakang bahasanya yang berbunga-bunga ttg reformasi dan toleransi, Ramadan secara konsisten menyebarkan pengaruh intoleransi, kebencian dan kekerasan. Asosiasi pertama yang didirikannya pada tahun 1994, the Muslim Men and Women of Switzerland, mempromosikan konfrontasi dan menimbulkan ketegangan. Ia menulis pendahulan bagi fatwa-fatwa yang dikeluarkan Dewan Eropa bagi Fatwa, yg diketuai Sheik Yusuf al-Qaradawi, yg mengatakan bahwa operasi BOM MANUSIA di Israel dan Iraq adalah sebuah kewajiban agama.

Lewat organisasi ‘the Union of Young Muslims’ di Lyon, ia meradikalisasi ribuan pemuda Muslim Perancis. Th 1993, ia terlibat dalam upaya utk menyensor/menghentikan penampilan sebuah teater Voltaire di Jenewa karena dianggap menghina Islam. Dan yang paling kelihatan adalah ketika ia MENOLAK untuk MENGUTUK HUKUMAN RAJAM BAGI PEZINAH dan hanya menyerukan bagi sebuah moratorium (penundaan sementara) atas praktek barbar ini (di Barat). Siapapun yg menentangnya dikutuknya sbg Islamophobe, Yahudi atau Zionis.

Bukannya menawarkan jalan utk memodernisasi Islam, ia justru mengusulkan utk mengISLAMISASI modernitas. Strategi fundamental Muslim Brotherhood bagi infiltrasi budaya, permusuhan, demoralisasi dan penjajahan, merupakan strategi terorisme. Seperti ditulis Fourest, strategi Ramadan adalah GLOBALISASI ISLAM.

Mei 2003, Pengadilan Banding Lyon memutuskan bahwa bahasa yg dipakai khotib-khotib seperti Ramadan “bisa mempengaruhi Muslim2 muda dan bisa menjadi faktor pembangkit rasa permusuhan dan mengakibatkan mereka melakukan tindakan2 kekerasan”. Dimanapun ia pergi, fan clubnya semakin bertambah dengan jihadi2 muda yang dengan senang hati masuk kedalam jerat-jeratnya. SO, inikah sosok yg di-elu-elukan sebagai ‘Muslim reformis’ ??


Jihadis membeli buku quran

BELANDA/BELGIA: penyebaran Quran palsu [Faithfreedom]

Betapa bodohnya orang-orang Belanda dan Belgia sampai-sampai bisa tertipu dengan penjualan Quran palsu dimana semua bagian yang “menyakitkan” kafir telah diplintir atau dihapus.

“Terjemahan” Quran oleh Kader Abdulah ini mencapai sukses penjualan yang sangat besar. Sejak buku ini terbit 4 minggu yang lalu, penerbit De Geus telah menjual 60.000 eksemplar dari cetakan pertama 75.000 eksemplar. “Cetakan kedua sebanyak 60.000 eksemplar sedang dipersiapkan.” Demikian keterangan pegawai percetak

an hari Selasa yang lalu.

Abdulah mempersembahkan satu eksemplar bukunya (yang dia garap selama lebih dari dua tahun) kepada Ratu Multikultural kita, Beatrix “untuk lebih mempererat hubungan dengan kerajaan”. Terjemahan ini bersama dengan Hadis, dijilid jadi satu dalam penerbitannya. Minggu lalu Qurannya berdiri dalam jajaran teratas penjualan buku terlaris “Top 10”.

Setiap anggota Polisi dari Korps Amsterdam-Amstelland diwajibkan untuk membeli buku ini dan mendapat korting 50% dari pemerintah (baca: dari pembayar pajak). Kepala Polisi berharap dengan dibacanya Quran ini semua anak buahnya mempunyai “pandangan yang lebih dalam” terhadap Islam dan pemeluknya.

Tinggalkan Pesan Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: