Sejarah Islam

Manusia bijak adalah manusia yang mengetahui & belajar dari sejarah

Tidak Ada Paksaan Dalam Islam

MITOS TENTANG TIDAK ADANYA PAKSAAN UNTUK MASUK ISLAM

Seringkali para muslimin membanggakan islam sebagai agama damai dan penuh toleransi dimana tidak ada paksaan untuk masuk islam. Akan tetapi ini sumua hanyalah propaganda belaka muslim tanpa ada dasar yang kuat dan umumnya dilakukan ketika islam berada pada posisi minoritas. Ketika islam berada pada posisi mayoritas, maka kenyataan akan berubah 360 derajad. Daftar isi [sembunyikan]

  1. Paksaan dari muhammad untuk masuk Islam
  2. PRAKTEK DHIMMI DAN JIZYAH DAN PAKSAAN MASUK ISLAM
  3. Masuk Islamnya Abu Sufyan bin Harb
  4. MASUK ISLAMNYA BANI AL-HARITS BIN KA’AB
  5. Pemaksaan Suku Jadhima Untuk Masuk Islam

Paksaan dari muhammad untuk masuk Islam

SURAT NABI KEPADA RAKYAT OMAN

Inilah teks pesan nabi Mohamad kpd keluarga Julanda lewat utusan2nya, Amr bin al-‘As al-Sahmi dan Abu Zaid al-Ansari.

http://www.answering-islam.org/Muhammad/oman.htm
“Peace be upon the one who follows the right path! I call you to Islam. Accept my call, and you
shall be unharmed. I am God’s Messenger to mankind, and the word shall be carried out upon the
miscreants. If, therefore, you recognize Islam, I shall bestow power upon you. But if you
refuse to accept Islam, your power shall vanish, my horses shall camp on the expanse of your
territory and my prophecy shall prevail in your kingdom.”

TERJEMAHAN: “Damai beserta mereka yg mengikuti jalan yg benar ! Saya mengundang anda kpd Islam. Terimalah undangan saya dan anda tidak akan dilukai. Saya Rasulullah bagi seluruh umat manusia dan janji ini akan berlaku bagi mereka yg membantah. Jika, oleh karena itu, anda mengakui Islam, saya akan memberi anda kekuasaan. Tapi jika anda menolak utk menerima Islam, kekuasaan kalian akan hilang, kuda² saya akan bermarkas atas wilayah kalian dan ramalan saya akan berlaku atas kerajaan anda.

[Foto surat asli dlm bahasa Arab (ukuran 27K atau 772K) dan teks Inggris (31K) spt yg dipamerkan di Fort Sohar, Kesultanan Oman.]

Sejarawan al-Baladhuri, menulis 2 1/2 abad setelah datangnya para utusan nabi ke Sohar (Oman), mengenai kejadian itu sbb :
“Ketika rakyat Oman menanggapi bukti kebenaran dan menjanjikan ketaatan kpd Allah dan rasulnya, maka Amr, amir mereka, dan Abu Zayid akan dibuat bertanggung jawab atas solat, bagi penyampaian Islam kpd rakyat dan mengajarkan Quran dan prinsip2 agama (Islam).”

Hadis Sahih Bukhari, Volume 1, Book 2, Number 24:

Dikisahkan oleh Ibn ‘Umar:

Rasul Allah berkata, “Aku telah diperintahkan (oleh Allah) untuk memerangi orang2 sampai
mereka mengaku bahwa tidak ada yang patut disembah selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah,
dan melakukan solat dan membayar zakat, sehingga jika mereka melakukan hal itu, maka selamatlah
nyawa dan harta mereka dariku kecuali dari hukum2 Islam dan amal mereka akan dihitung oleh Allah.”

Hadith Sahih Bukhari, Volume 2, Book 24, Number 573:

Dikisahkan oleh Abu Ma’bad,:

(Budak milik Ibn Abbas) Rasul Allah berkata kepada Muadh ketika dia mengirimnya ke Yemen,
“Pergilah kau kepada orang2 Kitab. Ketika kau tiba disana, ajaklah mereka untuk bersaksi
bahwa tiada yang layak disembah kecuali Allah, dan bahwa Muhammad adalah RasulNya. Dan jika mereka
menaatimu, katakan kepada mereka bahwa Allah memerintahkan mereka melakukan sembahyang 5 kali di
waktu siang dan malam. Dan jika mereka menaatimu untuk melakukan itu, katakan bahwa Allah
mewajibkan mereka untuk bayar Zakat yang akan diambil dari orang2 yang mampu diantara mereka untuk
diberikan kepada orang2 miskin diantara mereka. Jika mereka menaatimu untuk melakukan hal itu,
maka janganlah mengambil barang2 terbaik milik mereka, dan takutlah akan kutukan orang yang
tertindas karena tidak ada sekat antara doanya dan Allah.”

PRAKTEK DHIMMI DAN JIZYAH DAN PAKSAAN MASUK ISLAM

Dalam proses penaklukan arab (muslim) terhadap negara² tetangganya, seringkali terjadi pemaksaan untuk masuk agama islam. Contohnya saja paksaan Umar kepada raja Persia. Dan apabila menolak ajakan masuk islam, maka masyarakat/negara tersebut akan diserang dan dihancurkan. Penduduknya diberi pilihan masuk islam atau menghadapi hukuman mati. perilaku ini tentu saja mencontoh perilaku junjungannya si muhammad.

Itu berlaku bagi para kaum yang dianggap bukan ahli kitab. Bagi para ahli kitab (yahudi,kristen, dan terkadang zoroastrian) mereka diberi pilihan ketiga. Yaitu menjadi Dhimmi dan diharuskan untuk membayar Jizyah. Terkesan ini adalah contoh toleransi, namun pada kenyataan prakteknya adalah bahwa Dhimmi ini tidak lebih dari sapi perahan atau budak yang berharga jika hanya membayar dan hak-haknya banyak yang dirampas. Singkatnya, kehidupan Dhimmi tidak lebih baik dari mati.
sumber : sirah nabawiyah jilid 2 halaman : 374

Masuk Islamnya Abu Sufyan bin Harb

Al-Abbas bin Abdul Muththalib berkata, “Aku membawa pergi Abu Sufyan bin Harb ke tempat istirahatku dan ia menginap di tempatku. Esok paginya, aku membawa Abu Sufyan bin Harb ke tempat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.

Ketika beliau melihat Abu Sufyan bin Harb, beliau bersabda, ‘Celakalah engkau wahai Abu Sufyan, apakah belum tiba waktu bagimu untuk mengetahui bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah?’

Abu Sufyan bin Harb berkata, ‘Ayah-ibuku menjadi tebusan bagimu, engkau amat lembut, mulia, dan menyambung hubungan kekerabatan. Demi Allah, sungguh aku telah meyakini seandainya ada Tuhan lain selain Allah, maka Tuhan tersebut pasti mencukupiku dengan sesuatu.’

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Celakalah engkau hai Abu Sufyan, apakah belum tiba waktu bagimu untuk mengetahui bahwa aku adalah utusan Allah?’

Abu Sufyan bin Harb berkata, ‘Ayah-ibuku menjadi tebusan bagimu, engkau amat lembut, mulia, dan menyambung hubungan kekerabatan. Adapun hai ini, demi Allah, di hatiku masih terdapat ganjalan hingga sekarang ini.’

Al-Abbas bin Abdul Muththalib berkata kepada Abu Sufyan bin Harb,

Celakalah engkau, hai Abu Sufyan, masuk Islamlah. Bersaksilah bahwa tidak ada Tuhan yang berhak
disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah sebelum aku memenggal lehermu.

Abu Sufyan bin Harb pun bersaksi dengan syahadat yang benar dan masuk Islam.

MASUK ISLAMNYA BANI AL-HARITS BIN KA’AB

Bani Al-Harits bin Ka’ab masuk Islam di depan Khalid bin Walid ketika ia pergi ketempat mereka.
BAB: 214 JILID 2 halaman 527-528, SIRAH NABAWIYAH IBNU HISYAM

Ibnu Ishaq berkata, “Pada bulan Rabiul Awal atau Jumadil Ula tahun kesepuluh Hijriyah, Rasulullah SAW mengirim Khalid bin Wahd RA kepada Bani Al-Harits bin Ka’ab dl Najran dan memerintahkannya mengajak mereka kepada Islam selama tlga harl sebeum memerangi mereka. Jika mereka memenuhi ajakannya untuk masuk Islam, kelslaman mereka diterima. Jika mereka menolak masuk Islam, mereka diperangi.

Khalid bin Walid pun berangkat hingga tiba di tempat Bani Al’Harits bin Ka’ab. Setibanya di sana, Khalid bin Walid menyuruh beberapa orang dari anak buahnya pergi ke segala tempat guna menga|ak mariusia kepada Islam sambll berkata, ‘Hal manusia, masuk Islamlah kalian, niscaya kalian selamat.‘ Orang-orang Bani Al-Harits bin Ka’ab masuk Islam, kemudian Khalid bin Walid menetap ditempat mereka guna mengajarkan Islam, Kltabullah dan Sunnah Rasulullah Saw kepada mereka Itulah yang diperintahkan Rasullulah Saw kepada Khalid bin Walid, jika orang-orang Bani Al-Harits bin Ka’ab masuk Islam dan tidak menantang perang.”

Surat Khalid bin Walld RA kepada Rasululiah SAW

Ibnu Ishaq berkata, “Kemudian Khalid bin Walid RA mengirim surat kepada Rasulullah Saw yang isinya :

Dari Khalid bin Walid untuk Nabi Muhammad utusan Allah saw. As-salamu alaika wa rahmatullahi wa barakaatuhu. Wahai Rasullulah, aku memuji Allah yang tidak ada Tuhan lain yang berhak disembah kecuali Dia.

Amma ba ‘du.

Wahai Rasulullah, semoga shalawat dan salam tetap tercurah kepadamu, sesungguhnya engkau mengirimku kepada Bani Al-Harits bin Ka`ab dan menyuruhku jika aku telah tiba di tempat mereka agar aku tidak memerangi mereka selama tiga hari dan engkau juga memerintahkanku mengajak mereka kepada Islam. Jika mereka masuk Islam, aku harus menetap ditempat mereka, menerima keislaman mereka, mengajarkan ajaran-ajaran Islam, Kitabullah dan SunnahNabi-Nya. Jika mereka menolak masuk Islam, aku harus memerangi mereka.’ Sungguh aku telah tiba di tempat mereka, kemudian aku ajak mereka kepada Islam seLama tiga hari seperti diperintahkan Rasulullah Saw kepadaku dan aku telah mengutus beberapa orang dari anak buahku untuk berkata kepada mereka, ‘Hai Bani Al-Haris bin Ka’ab, masuk lslamlah kalian, nicaya kalian selamat.

Ternyata mereka masuk Islam dan tidak menantang mereka. Untuk itu, aku menetap di tengah-tengah mereka guna memerintahkan mereka kepada apa saja yang diperintahkan Allah kepada mereka, melarang mereka dari apa saja yang dilarang Allah untuk mereka, mengajarkan ajaran-ajaran Islam dan Sunnah Rasulullah SAW kepada mereka hingga saat aku menulis surat ini kepada Rasulullah Saw. Wahat Rasulullah, As-salamu alaika wa rahmatullahi wa barakaatuhu. “

Surat Balasan Rasulullah SAW kepada Khalid bin Walid RA

Ibnu Ishak berkata, “Rasuhillah Saw kepada Khalid bin Walid yang isinya:

Bismillahirahmaanirrahim, dari Nabi Muhammad utusan Allah kepada Khalid bin Walid, salam alaikum. Aku memuji Allah yang tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Dia.

Amma ba`du.

Sesungguhnya suratmu telah aku terima bersama utusanmu. Dalam suratmu, engkau menjelaskan bahwa Bani Ak-Karils bin Ka’ab telah masuk Islam sebelum engkau memerangi mereka, mereka memenuhi ajakanmu untuk masuk Islam, bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, mereka juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan utusannya, serta Allah telah memberi mereka petunjuk dengan petunjuk-Nya, oleh karena itu, berilah khabar gembira dan peringatan kepada mereka dan pulanglah engkau bersama delegasi mereka kepadaku. Akhirnya As-salamu alaika wa rahmatullahi wa barakaatuhu”

Pemaksaan Suku Jadhima Untuk Masuk Islam

Hadis Sahih Bukhari, Volume 5, Book 59, Number 628:

Dikisahkan oleh ayah Salim:
“Sang Nabi mengirim Khalid bin Al-Walid ke suku Jadhima dan Khalid mengundang mereka untuk memeluk Islam tapi mereka tidak sanggup mengatakan, “Aslamna (yakni kami memeluk Islam),” dan mereka mulai berkata, “Saba’na! Saba’na (yakni kami telah meninggalkan agama lama dan memeluk agama baru).” Khalid terus-menerus membunuh (beberapa dari mereka) dan menahan sebagian dari mereka dan menyerahkan setiap tawanan kepada kami. Ketika suatu hari Khalid memerintah setiap orang (tentara Muslim) untuk membunuh tawanan2 itu, aku berkata, “Demi Allah, aku tidak akan membunuh tawananku, dan tiada kawan2ku yang mau membunuh tawanan2 mereka pula.” Ketika kami datang kepada Nabi, kami menyampaikan seluruh cerita. Mendengar itu, Muhammad mengangkat kedua tangannya dan berkata dua kali,”O Allah! Aku bebas dari apa yang telah dilakukan Khalid.” “

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: