Sejarah Islam

Manusia bijak adalah manusia yang mengetahui & belajar dari sejarah

Daftar Istri² dan Gundik² Nabi Muhammad

Daftar Istri² dan Gundik² Nabi Muhammad

Dari Faithfreedompedia

Sumber:  Faith Freedom Indonesia

33. 51. Kamu boleh menangguhkan menggauli siapa yang kamu kehendaki di antara mereka (istri-
istrimu) dan (boleh pula) menggauli siapa yang kamu kehendaki. Dan siapa-siapa yang kamu
ingini untuk menggaulinya kembali dari perempuan yang telah kamu cerai, maka tidak ada dosa
bagimu…

Muhammad telah mengawini 21 istri

Daftar ini diambil dari buku tulisan Tabari (vol. ix, pp.120-141). Daftar ini disusun dalam kronologi/urutan yang tepat.

Istri-istri Nabi Muhammad

  1. Khadijah bt.Khuwaylid (Ketika menikah, Khadijah berusia 40 thn, sementara Muhammad 24 thn)
  2. Sawdah bt. Jamah (Muhammad berusia diatas 50 thn)
  3. Aisha bt. Abu Bakr (disunting pada usia 6 thn sementara Muhamad berusia 50 thn, Muhammad menidurinya ketika Aisya berusia 9 thn & Muhammad 53 thn))
  4. Hafsah bt. Umar (Muhammad berusia 55 thn. Hafsah mendapati Muhammad dgn budaknya, Mariyah, di ranjang Hafsah dan Hafsah jadi histeris (lihat catatan kaki 884).
  5. Umm Salamah
  6. Zaynab bt Jahsh (sepupu Muhammad & bekas istri anak angkatnya, Zaid. Muhammad berusia 57 thn, Zaynab tidak jelas)
  7. Juwayriyyah/Juwairiyah(tawanan perang)– Lihat [[1]], [[2]], Muhammad berusia 58 thn sementara Juwayriyyah 20 thn. Ada yg mengatakan 18-19thn.
  8. Umm Habibah bt. Abu Sufyan (Muhammad berusia 59 thn & Habibah 23 thn lebih muda, dan pada tahun yg sama menikahi Safiyyah & Maymunah
  9. Safiyyah bt. Huyayy(tawanan perang, 17 thn)
  10. Maymunah bt. Al-Harith (Maymunah 30 thn ketika dinikahi Muhammad)
  11. Sana bt. Asma or Saba bt. Asma. Sana mati sebelum Muhammad sempat menyetubuhinya.
  12. Al-Shama bt. Amr al-Ghifariyaah. Muhammad menceraikannya (ditendang dari ranjang) karena meragukan kenabian Muhammad. (Tabari, vol 9, page 136)
  13. Ghaziyyah bt. Jabir or Umm Sharik. Dia sebelumnya pernah menikah dan punya anak laki bernama Sharik. Dia cantik tapi tidak mau berhubungan seks dalam pernikahan. Muhammad menganggapnya tua (hal. 139); jadi dia mengembalikan Ghaziyyah kembali kpd kaumnya.
  14. Amrah bt. Yazid or Umm Sharik. Dikatakan dia memberikan dirinya sendiri pada Muhammad (33:50). Perkawinan tidak diikuti dengan persetubuhan.
  15. Asma bt. Al-Numan. Dia menderita penyakit kusta, sehingga Muhammad menceraikannya dan memberinya uang ganti rugi.
  16. Zaynab bt. Khuzaymah — juga dikenal sebagai Umm al-Masakin (ibu bagi yang miskin)
  17. Al-Aliyaah bt. Zabyan. Dikisahkan bahwa dia mengintip melalui pintunya untuk melihat orang-orang di mesjid. Maka Muhammad menceraikannya setelah membayarnya uang ganti rugi (lihat catatan kaki 919)
  18. Qutaylah bt. Qays — tapi Muhammad keburu mati sebelum berhasil menyetubuhinya. Qutaylah dan saudara lakinya lalu murtad dari Islam.
  19. Fatimah bt. Shurayh (Sara)
  20. Kawlah bt. Hudhayl
  21. Layla bt. Al-Khatim. Dia menawarkan dirinya pada Muhammad dan Muhammad mengambilnya sebagai istri. Ketika orang banyak mencelanya karena kawin dengan Muhammad, dia lalu minta cerai dan dikabulkan Muhammad. Orang2 pada umumnya mengatakan bahwa Muhammad itu mata keranjang (Tabari, vol.ix, hal.139).

http://www.faithfreedom.frihost.net/wiki/Penaklukan_Mekah_-_Januari_630M
Sewaktu dia tiba di Medinah, Abu Sufyan pertama-tama mengunjungi anak wanitanya yang bernama Umm Habibah bt. Abu Sufyan. Ketika Umm Habibah kembali dari Ethiopia, dia dijadikan istri Muhammad yang ke-9 setelah suaminya mati di Ethiopia.

Ketika Abu Sufyan masuk ke kamar anaknya dan hendak duduk di ranjang Muhammad, Umm Habibah melarangnya untuk duduk di situ. [Dia memaki Abu Sufyan dan mengatakan bahwa ayahnya sebagai seorang pagan adalah orang najis (kotor) dan tidak pantas untuk duduk di ranjang Muhammad yang suci.] Abu Sufyan sangat gusar akan sikap anaknya yang kurang ajar itu dan dia berkata pada Umm Habibah bahwa setan jahat telah merasukinya sejak dia meninggalkan Abu Sufyan dan memeluk Islam.

Daftar para wanita yang dilamar Muhammad tapi tidak dikawini
  1. Umm Hani bt. Abi Talid — dia punya anak kecil
  2. Dubbah bt. Amir — terlalu tua
  3. Safiyyah bt. Bashshamah
  4. Umm Habiba bt al-Abbas — yatim piatu
  5. Jamrah bt. Al-Harith — menderita kusta
  6. Khawlah bt. Hakim (tantenya Muhammad)
  7. Amamah bt. Hamzah
Gundik-gundik Muhammad:

Mariyah bt. Shamun (Maria)

Astaga !! Muhammad menghamili Mariyah (budak Hafsah) tanpa menikahinya !!!

Lengkapnya baca: Allah Mencela Jika Budak Wanita Tidak Disetubuhi

Sumber: media.isnet.org

Akan tetapi tidak lama ia mengalami kesedihan itu, dengan melalui Maria orang Koptik, Allah telah memberi karunia seorang anak laki-laki yang diberi nama Ibrahim, nama yang diambil dari Ibrahim leluhur para nabi, para hanif yang patuh kepada Tuhan. Sejak Maria diberikan oleh Muqauqis kepada Nabi sampai pada waktu itu masih berstatus hamba (budak) sahaja. Oleh karena itu tempatnya tidak disamping mesjid seperti isteri-isteri Nabi Umm’l-Mukminin yang lain. Oleh Muhammad ia ditempatkan di ‘Alia, di bagian luar kota Medinah, di tempat yang sekarang diberi nama Masyraba Umm Ibrahim, dalam sebuah rumah di tengah-tengah kebun anggur.

Muhammad menghamili alias berzinah dgn Maria tanpa menikahinya, dan status Maria pada saat hidup bersama Muhammad adalah budak. Bisa dilihat juga disini: www.islamqa.com

Maria bukan istri Muhammad, melainkan hanya seorang gundik. Al-Isti’aab, 4/ 1912 : Mariyah (may Allaah be pleased with her) was one of the Prophet’s concubines, NOT one of his wives. The Mothers of the Believers are the wives of the Prophet (peace and blessings of Allaah be upon him).

Muliakah tingkah laku Muhammad yg berzinah dg Maria tsb? Begitukah moral nabi Allah SWT? Bukankah
Islam Melarang Majikan Menzinahi Budaknya ? Faithfreedom Indonesia

Rayhanah bt. Zayd al-Quraziyaah (tawanan perang)

Lengkapnya baca : Sejarah: Pemerkosaan terhadap wanita tahanan perang

Pernikahan tanpa hubungan seksual

Mulaykah bt. Kab al-Laythi — Ia meninggalkan Muhammad

Muhammad lalu menikahi Mulaykah bt Dawud al-Laythiyaah. Sebelum mengawini Mulaykah, [Muhammad membunuh ayahnya], di hari dia menaklukkan  Mekah. Ini diceritakan padanya oleh istri2 Muhammad. Salah satu istri Muhammad datang kepada Mulaykah dan berkata padanya, “Apakah kau tidak malu menikahi pria yang membunuh ayahmu?” [256] Karena itu Mulaykah yang muda dan cantik meninggalkan Muhammad.

Bint Jundub

Sumber lain: Muslimhope.com

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: