Sejarah Islam

Manusia bijak adalah manusia yang mengetahui & belajar dari sejarah

Menteri Kesehatan mengesahkan mutilasi genital pada perempuan

Diterjemahkan dari : JihadWacth.org

Indonesia: Ministry of health approves “guidelines” for female genital mutilation Dibawah tekanan Organisasi Islam, dan semua orang mengetahui bahwa praktik ini tidak ada hubungannya dengan islam, benarkah? Para penipu telah lupa bercerita kepada muslim tentang “Ketakutan perempuan Indonesia akan praktik sunat pada wanita” – dari Jakarta Globe, September 2, 2011 (thanks to Religion of Peace)

Jawa Barat, Petunjuk bagaimana melakukan sunat atau pemotongan bagian genital pada perempuan yang dikeluarkan oleh Menteri Kesehatan RI telah meningkatkan ketakutan di kalangan praktisi, ahli kesehatan dan kelompoak hak asasi manusia.
“Petunjuk ini akan memberikan motivasi kepada dokter untuk melakukan sirkumsisi (pada perempuan) sebab mereka akan berkata bahwa hal tersebut telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan, dan juga MUI telah mengesahkannya” Ucap Jurnalis Uddin, seorang dokter dan pengajar pada Universitas Yarsi di Jakarta.

Walaupun FGM/C (Female Genital Mutilation)/Circumcision telah dilarang di Indonesia sejak tahun 2006, Dua dari organisasi Muslim Indonesia, termasuk NU yang dikenal luas sebagai organisasi islam moderat, membenarkan praktik tersebut dengan menyarankan untuk “tidak memotong terlalu banyak”, dan sebagai hasilnya, banyak pihak yang melanjutkan FGM/C sebagaimana tercantum dalam petunjuk tersebut. Dengan mengarahkan petugas medis untuk tidak memotong bagian genital perempuan tetapi “menggores bagian kulit yang menutupi clitoris, tanpa melukai klitoris”.
Petunjuk Menkes ini yang dikeluarkan pada juni kemarin, sebagai petunjuk pelaksanaan FGM/C menunjukkan usaha yang dipayungi oleh hokum untuk melindungi perempuan dari praktik legal. Namun baru-baru ini muncul kegemparan yang mempertanyakan alas an ini. Pihak lain prihatin bahwa petunjuk ini akan disalahartikan sebagai dukungan terhadap prosedur, yang dikombinasikan dengan keiniginan dari para dokter untuk melakukan hal tersebut, ucap Udin.

Udin mengatakan bahwa, “Saya pikir para dokter akan menggunakan petunjuk ini untuk menghasilkan uang dari praktik sirkumsisi”, sambil menambahkan bagi praktisi medis di Indonesia sering melihat bahwa Pengobatan merupakan suatu peluang bisnis. FGM/C biasanya dilakukan saat kelahiran atau sebelum perempuan tersebut menginjak usia 5 tahun, dahulu kala dilakukan oleh dukun beranak. secara tradisional, FGM/C, umumnya secara simbolik, dengan memotong sedikit bagian dari clitoris, atau menggosok klitoris dengan akar kunyit. Cara ini sedikit lebih baik dibandingkan dengan cara-cara lain dalam prosedur FGM/C Udin mengatakan lagi bahwa sejak tahun 2009, dia menemukan trend bahwa tenaga medis dalam pelaksanaan FGM/C sekarang lebih banyak memotong bagian dari klitoris.

Kemarahan Publik :

Puluhan kelompok masyarakat Indonesia melakukan aksi yang menuntut supaya Menteri Kesehatan menarik kembali Petunjuk ini. “Petunjuk ini memberikan pembenaran kepada tenaga medis untuk merusak tubuh wanita” ucap Frenia Nababan, juru bicara Asosiasi Keluarga Berencana Indonesia. Dia menambahkan, “Kami mencemaskan hal itu akan meningkatkan control terhadap tubuh perempuan oleh kelompok agama dan Negara.” Badan Dunia Amnesty Internasional, yang membubuhkan tandatangan pada surat penolakan tersebut mengatakan bahwa petunjuk tersebut harus ditarik kembali atas nama Hukum Perlindungan Anak Indonesia, karena pemerintah Indonesia sudah berkomitment dan menandatangani Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination against Women (CEDAW) – [Konvensi penghapusan terhadap segala bentuk diskrimasi terhadap perempuan], pada tahun 1984.

Para ahli mengatakan bahwa dukungan terhadap praktik sunat pada perempuan mengalami kenaikan setelah kejatuhan presiden Suharto tahun 1998, pada era yang menghasilkan kebebasan beragama dan politis secara luas, yang dikenal dengan Reformasi. “Sebelum Reformasi [FGM/C] banyak dilakukan oleh individu-individu, tetapi setelah reformasi, hal itu dilakukan dalam peristiwa massal (penerj- macam sunatan massal)” kata Siti Musda Mulia, seorang akademi dalam Studi Islam, yang sudah melakukan penelitian sejak era Suharto masih berkuasa dan dilanjutkan setelah tahun 1998.

Uddin menemukan fakta bahwa penyebaran FGM/C di Indonesia tidak mengalami peningkatan berarti sejak jaman suharta, walaupun di beberapa daerah, seperti Bandung, Jawa Barat, ada kenaikan dalam pelaksanaan sunat perempuan, walaupun itu di kalangan Muslim Moderat. Di seluruh Indonesia diperkirakan 12 persen dari bayi yang lahir di rumah sakit, klinik bersalin atau kelahiran yang dibantu oleh bidan telah mengalami sirkumsisi (sunat), ujar Udin. FGM/C masih menimbulkan kontroversi, khususnya mengenai asal usul dari praktik ini.

Sebagian pakar agama islam mengatakan bahwa praktis FGM/C merupakan praktik dari budaya asing yang tidak merujuk pada ajaran islam textual (Quran).. Padahal Muhammad sendiri sudah memberi ijin tentang pelaksanaan FGM/C yang berkata,

“A woman used to perform circumcision in Medina. The Prophet (peace_be_upon_him) said to her: Do not cut severely as that is better for a woman and more desirable for a husband.” – Sunan Abu Dawud 41.5251

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: