Sejarah Islam

Manusia bijak adalah manusia yang mengetahui & belajar dari sejarah

Q 2:54 Bunuh Diri Halal dalam Ajaran Islam

Postby ICU » Mon Sep 06, 2010 2:01 am

Qur’an, Sura Al Baqarah (2), ayat 54:

Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: “Hai kaumku, sesungguhnya kamu telah menganiaya dirimu sendiri karena kamu telah menjadikan anak lembu (sembahanmu), maka bertaubatlah kepada Tuhan yang menjadikan kamu dan bunuhlah dirimu. Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yang menjadikan kamu; maka Allah akan menerima taubatmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

Syafa bilang bunuh diri itu haram dalam Islam? Allah SWT sendiri menyuruh umatnya bunuh diri, saling bunuh antar bapak dan anak, demi mendapatkan pengampunan darinya. Yang mati bunuh diri bahkan disebutnya sebagai syahid. Jika tak percaya, maka silakan periksa tafsir Ath-Thabari berikut:

Image
Image
Image
Image
Image
Image
Image

Allah SWT/Muhammad tidak pernah melarang Muslim bunuh diri sebagai usaha mati syahid dan menghindari api neraka. Para Muslim yang mati bunuh diri di Q 2:54 dianggap Muhammad sebagai syahid, dan itu sudah tertera hitam di atas putih pada tafsir Thabari. Di tafsir Ibnu Kasir Q 4:66, hal itu diulangi lagi, dengan menghubungkan perintah bunuh diri dengan mati syahid, sebagai tanda takwa pada Allah SWT, dengan pahala SURGA.

Image
Qur’an, An-Nisaa, ayat 66-69:

Dan sesungguhnya kalau Kami perintahkan kepada mereka: “Bunuhlah dirimu atau keluarlah kamu dari kampungmu”, niscaya mereka tidak akan melakukannya, kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka),
Dan barang siapa yang menaati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya

.
Masih dari perdebatan yang sama dengan Muslim eddie1984id:

q-2-54-bunuh-diri-halal-dalam-islam-t43097/page80.html

eddie1984id wrote:Allah tidak menyukai (melarang) bunuh diri (yang ditafsirkan sama dengan membunuh sesama muslim), karena itu barang siapa baik yang membunuh diri maupun membunuh sesama muslim, akan masuk neraka, i

Kamu ngotot mengatakan demikian karena belum baca berbagai Sira dan Hadis yang memberikan banyak contoh Muslim bunuh diri demi keuntungan Allah SWT/Muhammad, sedangkan saya sudah membacanya. Para pembom bunuh diri sedunia pun sudah membacanya, dan mereka mengambil kesimpulan yang sama. Usaha bunuh diri demi Islam sudah berlangsung sejak jaman Nabi, tapi tentunya tidak pake bom sebab bom (ciptaan kafir) belum dikenal Muslim saat itu. Allah SWT/Muhammad mengijinkan Muslim membunuh diri sendiri untuk kepentingan Islam dan Mujahidin. Hal ini susah untuk diperdebatkan tanpa bukti. Untungnya, buktinya banyak di Qur’an + tafsirnya, hadis, dan Sira. Hadis berikut adalah salah satu contohnya, bersangkutan dengan kekalahan tentara Muslim di Uhud:

Hadis Bukhari Sahih (36, nomer 7226)
Demi Allah yang tangannya memegang jiwaku! Aku sangat berharap untuk dibunuh di Jalan Allah, lalu dihidupkan kembali, lalu dibunuh lagi, lalu dihidupkan lagi, lalu dibunuh lagi!”
Hadis ini dinyatakan sahih oleh Ibn ‘Abdil-Barr di at-Tamhid (18.340) dan al-Albani di Sahih al-Jami’ (1491, 7075), Sahih an-Nasa’I (2902), dan dinyatakan Hasan oleh al-Wadi’I di al-Jami’ as-Sahih (2/319, 3/171, 6/269) dan juga di as-Sahih al-Musnad (1053).

Jadi jelas bahwa Allah SWT/Muhammad mendukung penuh Muslim yang berharap mati, dan dia malah mendorong Muslim2 lainnya untuk cari mati pula, tapi MATI DEMI KEUNTUNGAN ALLAH SWT/MUHAMMAD.

Contoh lain halalnya Muslim cari mati demi dapet surga:
Hadis Muslim Sahih (1889), Majah Sahih (3212), at-Targhib Sahih (1226, 2736), dan al-Jami Sahih (5915)
“Among the best people, is a man who clasps the reins of his horse in the Path of Allah, flying on its back; whenever he hears a call (for battle) or advancement towards the enemy – he flies to it, seeking death and being slain with eagerness …”
Terjemahan:
“Diantara Muslim terbaik adalah orang yang menggenggam kekang kudanya di Jalan Allah, memacu kudanya; di manapun dia mendengar panggilan perang atau melaju menyongsong musuh – dia melaju menghadapinya, mencari kematian dan berhasrat dibunuh …”

Hadis di atas menjelaskan bahwa Muslim boleh berniat mati menyerbu musuh, dan malah mengharapkan kematian, asalkan niatnya untuk menguntungkan Allah SWT/Muhammad. Contohnya, Muslim boleh jadi tameng untuk mati demi melindungi Muhammad. Hal ini terjadi di perang Uhud pada diri Abu Talhah, dan tercatat di berbagai Sira. Abu Talhah berdiri di depan Muhammad untuk menyambut terjangan anak2 panah di dada dan lehernya demi melindungi Nabi.
(Hadis al-Mawarid Sahih (1896), al-Bukhari (3811, 4064), Muslim (1811)
Abu Talhah berkata, “Seperti ini wahai Nabi Allah! Semoga Allah mengorbankan diriku bagimu! Leherku, dan bukan lehermu.”

Contoh lain juga ada di hadis Al-Musnad (4/295, #2,822) tentang tukang rambut putri Faraoh yang membunuh dirinya dan anak2nya dengan jalan terjun ke dalam tungku api demi menunjukkan imannya pada Allah SWT.
Di Hadis ini Allah SWT membuat bayi ibu (tukang rambut) bicara untuk memberi perintah pada ibunya untuk terjun ke dalam tungku api. Kisah bayi ini juga serupa dengan Hadis tentang Perang Parit (Khandaq). Muhammad memuji perbuatan2 bunuh diri para Muslim tersebut, karena mereka mati demi keuntungan Allah SWT/Muhammad.

Contoh tindakan bunuh diri lain juga ditulis di Hadis As-Sunan Al-Kubra oleh Al-Bayhaqi (9/100):
Al Bayhaqi bercerita, “Ash-Shafi’i berkata, “Salah seorang Ansar terlambat datang ketika terjadi pembantaian para sahabat dekat sumur Ma’unah. Di saat dia tiba, burung2 nasar sudah memakani bangkai teman2 Muslimnya. Dia berkata pada ‘Amr ibn Umayyah: “Aku akan maju menyerbu para musuh, agar mereka membunuhku. Aku tak mau ditinggal hidup sedangkan sahabat2 kita terbunuh.” Dia lalu melakukan apa yang dikatakannya, dan dia pun mati. Ketika ‘Amr ibn Umayyah (satu2nya yang masih hidup) menyampaikan pada Nabi Allah kejadian tersebut, Nabi Allah memuji perbuatan orang Ansar tersebut dan lalu bertanya pada ‘Amr ibn Umayyah: “Dan mengapa kamu tidak ikut menyerbu musuh bersamanya?”

Perhatikan bahwa Muhammad memuji sikap orang Ansar itu yang memang berniat mati bunuh diri dengan menerjang musuh, dan berusaha membunuh musuh sebanyaknya. Niatnya memang untuk mati, mengikuti jejak teman2 Muslimnya yang sudah mati pula.
Tambahan ayat2 Qur’an lainnya yang menghalalkan bunuh diri dalam Islam, asalkan sesuai dengan tujuan membela din/agama Allah SWT/Muhammad.
————————————-
q-2-54-bunuh-diri-halal-dalam-islam-t43097/page80.html#p731179

eddie1984id wrote:@mas ICU
oh ya pertanyaan saya belum dijawab, udah tahu kan kalau ada ayat larangan bunuh diri dalam AQ yang menggagalkan ayat seruan bunuh diri untuk muslim Nabi Musa? jawab Itu dulu pertama, [baru saya balas pernyataan anda selanjutnya,]

Mbah eddie, harus berapa kali saya jelaskan bahwa ada pengharaman dan penghalalan bunuh diri, tergantung APA NIATNYA. Jadi untuk pertanyaanmu di atas, jawaban saya adalah TIDAK ADA LARANGAN BUNUH DIRI DALAM AQ selama niatnya adalah untuk keuntungan agama Allah SWT/Muhammad. Ibnu Kasir, Thabari, dan berbagai ahli Islam mana pun tidak pernah mengatakan Q 4:29 membatalkan Q 2:54. Ini keterangan dari Ibn Abbas tentang Q 4 ayat 29:

http://altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo … nguageId=2
————————————
* تفسير Tanwîr al-Miqbâs min Tafsîr Ibn ‘Abbâs

{ يَٰأَيُّهَا ٱلَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَأْكُلُوۤاْ أَمْوَٰلَكُمْ بَيْنَكُمْ بِٱلْبَٰطِلِ إِلاَّ أَن تَكُونَ تِجَٰرَةً عَن تَرَاضٍ مِّنْكُمْ وَلاَ تَقْتُلُوۤاْ أَنْفُسَكُمْ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيماً }

(O ye who believe! Squander not your wealth among yourselves in vanity) through transgression, usurpation, false testimony, lying in oath or through other unlawful means, (except it be a trade by mutual consent) except if there is mutual agreement between you in the course of buying and selling or in abating the price in selling (Muhabat), (and kill not one another) without justified right. (Lo! Allah is ever Merciful unto you) when He forbade you to kill one another without such a justification.

terjemahan:
(Wahai Muslim! Jangan berantem tentang harta dengan sesama secara sia2) melalui pelanggaran, perebutan, saksi dusta, bohong dalam bersumpah atau berbagai tindakan jahat, (kecuali jika ada perjanjian bersama) kecuali jika ada perjanjian bersama antara kalian untuk perkara beli dan jual atau menentukan harga jua (Muhabat), (dan jangan bunuh satu sama lain) tanpa alasan yang benar. (Lihat! Allah maha pengasih bagimu) saat Dia melarang kamu membunuh satu sama lain tanpa alasan yang benar.
————————————

Tak ada satu pun penjelasan Ibn Abbas di atas bahwa Q 4:29 membatalkan Q 2:54. Tak ada itu, mbah eddie. Jangan sok memaksakan kehendak sendiri jika tidak punya landasan literatur yang tepat.

q-2-54-bunuh-diri-halal-dalam-islam-t43097/page60.html#p730926

itu adalah ijtihad dari ulama, untuk membolehkan bunuh diri jika …dst, sesuai yang anda jelaskan, tetapi sudahkah anda fahami secara luas jika untuk umat muslim larangan dasarnya untuk bunuh diri adalah haram?

Ulama mana pun tak akan ada yang berani main2 dengan hukum Islam yang bersangkutan dengan NYAWA MUSLIM. Jika tak ada contoh ayat Qur’an, Hadis, dan Sira yang menegaskan perintah/anjuran bunuh diri demi din Allah SWT, maka tidak akan ada satu pun ulama yang berani menyampaikan pesan seperti itu. Untungnya, contohnya banyak banget. Mari simak Qur’an, Sura Al-Baqarah:207 dan At-Taubah:111.

Qur’an, Sura Al-Baqarah:207
Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.

Qur’a, Sura At-Taubah:111
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.

Ini tafsir Ibnu Kasir tentang kedua ayat di atas:
Image
Gw kutip lagi agar yang tidak bisa baca gambar di atas lebih mengerti.

Menurut kebanyakan mufassirin, ayat Q 2:207 diturunkan berkenaan dengan semua mujahid yang berjuang di jalan Allah. Seperti pengertian yang terkandung dalam firmanNya: Q 9:111.

Ketika Hisyam ibnu Amir maju menerjang kedua sayap barisan musuh, sebagian orang memprotes perbuatannya itu (dengan mengatakan ia menjatuhkan dirinya ke dalam kebinasaan (alias BUNUH DIRI). Maka Umar ibnul Khattab dan Abu Hurairah serta selain keduanya membantah protes tersebut, lalu mereka membacakan ayat ini: Q 2:207.

Lihatlah bahwa Muhammad dan Umar ibn al-Khattab tidak mengecam dan malah memuji Muslim yang menerjang musuh dengan niat mengorbankan nyawa, mencari kebinasaan demi din Allah SWT/Muhammad. Hal ini pun sesuai dengan berbagai hadis sahih yang sudah saya tulis di posting sebelumnya.

Read More


Forum Berdiskusi

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: