Sejarah Islam

Manusia bijak adalah manusia yang mengetahui & belajar dari sejarah

Islam: Gembel Pemarah pada Jamuan Makan

http://sultanknish.blogspot.com/2007/12 … feast.html
December 13, 2007

Islam: Gembel Pemarah pada Jamuan Makan
Islam, the angry beggar at the feast

Baru2 ini saya menghadiri sebuah jamuan makan sebuah yayasan dan duduk disebelah seorang gembel yg biasanya keluyuran sambil merentangkan tangannya utk meminta2 uang recehan dari setiap orang yg lalu lalang di kawasan ini.

Makanan pada jamuan itu memang tidak istimewa dan tidak terlalu memuaskan, tapi kebanyakan hadirin tidak ambil pusing. Tapi si pak gembel itu mulai menunjukkan kemarahannya dan berteriak2 bahwa minumannya mengandung racun, makanannya menjijikkan dan makanan pesanannya tidak disediakan. Namun ia tetap melahap makanannya itu dan setelah selesai, ia angkat kaki sambil masih juga bersungut2.

Image
Pemimpin2 negara2 Barat, baru2 ini berkumpul utk menyetujui dana sebesar US$7.4 milyar bagi penggembel abadi, Mahmud Abas, kepala Otoritas Palestina yg tidak pernah habis2nya mengutuk mereka (dibelakang punggung mereka, of course). read more

Dlm perbandingan peradaban dunia, Islam adalah si gembel pemarah pada jamuan makan itu. Dunia modern melahirkan tingkat teknologi yg mencengangkan, kemakmuran ekonomi yg aduhai dgn hak azasi manusia dan berbagai macam kebebasan yg dijunjung tinggi. Pengetahuan dan komunikasi berkembang sedemikian rupa sampai tidak ada satu pelosok alam semestapun yg belum disentuh manusia, mulai dari permukaan bulan sampai permukaan planet Mars.

Dogma liberal ini dikatakan sbg sebuah ‘jamuan’ yg mengecualikan negara2 berkembang dan merayakan jamuan itu diatas keringat orang2 miskin. Tapi ini omong kosong. Israel dan Singapura adalah negara2 yg sangat berbeda namun sanggup membuktikan bahwa negara kecilpun bisa menjadi pemeran dlm kancah teknologi dan bisnis dunia. Jepang jaya sbg superpower teknologi dan ekonomi padahal 50 thn sebelumnya mereka dihancurkan oleh —bukan satu melainkan DUA bom atom– Perang Dunia II. Di thn 50-an, negara2 itu masih tergolong miskin dan terkeok, tapi dlm 20 thn saja mereka bisa mendirikan universitas2 yg memiliki supercomputer.

Siapapun bisa menghadiri jamuan makan dlm pesta peradaban dunia. Syaratnya juga sangat mudah. Mereka harus :

1. mendidik warga2 mereka.

2. mengakibatkan kemajuan, bukan hanya dlm segi gedung2 megah spt di Dubai atau di Malaysia, tetapi juga dlm bidang filsafat & humanisme.

Syarat2 inilah yg tidak mungkin dipenuhi negara2 Muslim. Kenapa ? Karena ini spt memberi senjata kpd rakyat utk tidak lagi mematuhi negara/agama.

Dgn semakin majunya dunia dlm abad 21, tanggapan dunia Muslim juga semakin brutal. Ini dilambangkan dlm 9/11, sebuah target yg khususnya melambangkan kemakmuran ekonomi Barat. Sejak itu, Islam mengakibatkan arus terorisme diseluruh dunia mulai dari Bali sampai ke Bagdad. TAPI serangan2 berdarah ini, yg dimaksudkan utk membangunkan kembali Kalifat Islam, malah menunjukkan kpd dunia Barat bahwa Islam TIDAK kompatibel dgn peradaban abad 21.

Kenapa sih seorang gembel marah2 pada jamuan makan ? Apakah karena ia tidak puas, atau karena ia MEMILIH utk tidak pernah puas ? Banyak gembel akan dgn senang hati diundang ke jamuan makan, namun seorang gembel profesional memang termasuk kategori tersendiri. Ketidakpuasannya dan ketidakmampuannya utk merubah keadaannya adalah identitasnya. Inilah sifat Islam.

Identitas Islam ini menjadikan kekurangan dunia Muslim ini sbg sebuah kelebihan.

Lelaki Muslim tidak dapat melihat wanita tanpa dirasuki keinginan utk memperkosanya, imam2 mereka malah menganggap ini sbg hal mulia dan sebuah refleksi dari ‘para wanita bejat’. Muslim gerah dgn Non-Muslim. Ini bukti Muslim ditekan non-Muslim, kata sang imam. Muslim menunjukkan intoleransi mereka terhdp apa saja, mulai dari anggur sampai ke Teddy Bear bernama Muhamad dan imam2 mereka menganggap ini sbg tidak hormatnya non-Muslim terhdp Muslim—bukan sebaliknya.

Tirani2 Muslim di abad 21 ini gagal memajukan negara2 mereka dan frustrasi mereka ini diwujudkan dlm aksi2 teror yg menargetkan AS dan Israel. Belum lagi semuaaaa kegagalan mereka disalahkan kpd Yahudi atau Cina atau kafir, atau jin, atau Allah yg murka dsb dsb. Si gembel ternyata tidak pernah capek menghadiri jamuan makan dan melulu menggerutu.

The Marshall Plan yg dibentuk oleh AS dan PBB setelah PD2, membantu negara2 spt Jerman, Austria serta Jepang utk membangun negara mereka kembali. Dan mereka akhirnya berhasil. Bandingkan dgn ratusan milyar dolar dana Barat yg dipompa kedlm ekonomi2 Muslim setiap tahun, namun negara2 itu tetap memilih utk tinggal di abad 7. [Belum lagi korban nyawa tentara, wartawan dan petugas2 pelayanan kesehatan Barat]

Apapun makanan yg kau suguhkan kpd si gembel, ia akan tetap marah. Kenapa ? Karena kemarahan itulah IDENTITASNYA ! Pada akhirnya, menjadi gembel –walaupun secara suka rela– sangat menghina dan merendahkan. Dan penghinaan itu mengakibatkan kemarahan. Dan kemarahan itu paling senang membara dan ditargetkan keluar.

Image
Kemarahan adalah identitas Islam

Islam memiliih utk menjadi gembel millennium baru ini dan lebih suka melibatkan diri dlm orgy kekerasan demi terbentuknya sebuah kalifat yg didasarkan atas kebodohan diatas puing2 dunia beradab.
Kata Muslim : Negara Islam paling KORUP/miskin/bodoh
read more

Read More

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: