Sejarah Islam

Manusia bijak adalah manusia yang mengetahui & belajar dari sejarah

Buku Islam : Aisyah di gauli ketika berumur 9 tahun

LIHAT JUGA : buku-islam-aisyah-digauli-umur-9-tahun-t9483/

AISYAH AISHA ISTRI NABI ISLAMI AKHLAK PEDHOPILIA ANAK KECIL AISYA POLIGAMI NABI SAW

Judul : Mengapa Nabi SAW berpoligami
Diterjemahkan dari JUDUL asli : women in the eyes and heart of muhamad
Karya : Dr.Ali Syariati
Terbitan school Publication ,Teheran
Penerbit di Indonesia : PENERBIT MISBAH
Email : Pantera@cbn.net.id

Image

Buku ini TANPA MALU-MALU mengakui AISYAH itu UMURNYA 7 TAHUN waktu di nikahi oleh MUHAMAD.

Dari mana Penulis itu mendapatkan umur 7 tahun? Tentu dari hadits seperti berikut ini :

Sahih Muslim Book 008, Number 3311
‘A’isha (Allah berkenan padanya) mengatakan bahwa Rasulullah (saw) menikahi dia ketika dia berusia tujuh tahun, dan dia dibawa ke rumah Nabi sebagai pengantin ketika berusia sembilan tahun, dan boneka2nya ikut bersamanya; dan dia (sang Nabi) mati ketika ‘A’isha berusia delapan belas tahun.

Sunan Abu-Dawud Book 41, Number 4915, also Number 4916 and Number 4917
Dinyatakan Aisha, Ummul Mu’minin:
Sang Rasul Allah menikahiku ketika aku berusia tujuh atau enam tahun. Ketika kami tiba di Medina, beberapa wanita datang, menurut versi Bishr:Umm Ruman datang padaku ketika saya sedang bermain ayunan. Mereka memandangku, mempersiapkanku, dan mendandaniku. Kemudian aku dibawa ke Rasul Allah, dan ia hidup bersamaku sebagai suami istri ketika aku berusia sembilan tahun. Ia (Umm Ruman) menghentikanku di pintu, dan aku meledak tertawa.

[Anda mau setuju atau tidak setuju,itu bukan urusan saya.Yang JELAS Hadits2 yang kami kutip tentang UMUR aisyah 6 dan 7 tahun itu BENAR adanya,BUKAN HADITS PALSU atau hadits yang DITAMBAH2in,terbukti dengan adanya pihak MUSLIM yang menyebut umur aisyah 7 tahun waktu dinikahin NABI.dan penulis juga mempercayai umur 7 tahun pada waktu dulu belumlah dewasa,tetapi masih anak2,ini sekaligus juga untuk membantah muslimers yang berargumen ‘jaman dulu itu walau umur 7 tahun,tapi sdh dewasa loh ‘. Seperti biasa, Kalau keberatan, Proteslah ke email tsb )

Baik, langsung saja saya kutipkan cerita dari buku tsb dari Halaman 78

Di sisi lain, Aisyah, anak perempuan Abu Bakar, adalah gadis pertama yang lahir dalam keadaan Islam. Kualitas inilah yang membuatnya mempunyai keistimewaan tersendiri dibanding-kan selainnya, dan telah memotivasi para sahabat dan teman-teman seperjuangan Rasulullah untuk menjadikannya sebagai istri Rasulullah. Hanya kelembutan hati nurani (dan bukan akal ataupun logika) yang mampu memahami keluruhan usulan itu. Manakala bunga pertama mekar di taman, manakala buah pertama matang di kebun, maka semua itu merupakan hasil usaha keras si tukang kebun. Hati manusia akan menyadari bahwa bunga atau buah pertama itu murni milik si tukang kebun dan kekayaan yang hanya layak dimiliknya.

Abu Bakar adalah figur manusia yang penuh kelembutan, kesetiaan dan kecintaan yang meluap kepada Rasulullah. Dia sangat mengharapkan Rasulullah untuk mengawini anak perempuan-nya itu. Tetapi, waktu itu Aisyah baru berusia 7 tahun, sedangkan Muhammad saw telah berusia di atas 50 tahun. Di rumah beliau ada Fatimah yang masih membutuhkan kasih sayangnya. Di luar rumahnya musuh-musuh berkeliaran, seperti Abu Jahal, sementara kehidupan beliau masih terkungkung dengan kepahitan, kekerasan dan penderitaan. Yang paling beliau butuhkan pada situasi semacam itu adalah pasangan jiwa (soulmate) untuk berbagi suka dan duka. Dan beliau merasa bahwa putri Abu Bakar yang baru berusia 7 tahun itu kurang cocok untuk situasi yang demikian.

Akan tetapi, dengan berbagai pertimbangan, Muhammad saw pada akhirnya meminangnya (dan baru dua tahun kemudian mereka hidup bersama). Maka, anak perempuan pertama yang lahir dalam keadaan memeluk Islam dan merupakan barisan pertama generasi Islam itu menjadi istri Rasulullah. Dengan perkawinan tersebut, Muhammad dan Abu Bakar telah menjalin ikatan kekerabatan. Sosiologi Baduwi dan kesukuan mengakui bahwa ikatan kekerabatan pada zaman dan situasi waktu itu merupakan bentuk ikatan yang paling kuat untuk menyatukan dua manusia.

Aisyah merupakan satu-satunya istri Rasulullah yang masih gadis ketika dinikahi, dan satu-satunya yang kecantikan dan kefemininannya menarik hati Nabi Muhammad. note : Kecantikan opo? wong masih ingusan..kekekeke

Meski demikian, kecantikannya itu bukan merupakan alasan utama kebersamaan mereka, karena bagaimana mung-kin kecantikan seorang gadis kecil berusia 7 tahun mampu membangkitkan perasaan sese-orang yang telah berusia 50 tahun.

Perkawinan mereka lebih merupakan per-paduan simbolis yang dikaitkan dengan kela-yakan yang bisa diterima akal. Tidak tepat menganggap hasrat dan cinta sebagai alasan perkawinan itu. Baru dua tahun kemudian ketika berada di Madinah mereka memulai hidup ber-sama.
Kita mesti menyadari bahwa cinta Muhammad saw terhadap Aisyah tepat seperti apa yang diungkapkan oleh penulis kontemporer Mesir, Muhammad Husayn Haykal: “…Berkembang setelah perkawinannya dan bukan sebelumnya. Sulit dipercaya Muhamad jatuh cinta pada gadis kecil berusia 7 tahun. Jadi tak bisa dinyatakan bahwa perkawinan itu hanya karena cinta semata.”

Dengan kata lain, perkawinannya dengan perempuan yang paling muda dan paling cantik di antara istri-istri Muhammad adalah demi kepentingan sosial dan politis semata …

SIRAH NABAWIYAH IBNU HISYAM JILID 2
Penulis: Abu Muhammad Abdul Malik bin Hisyam Al-Muafiri,
Penerjemah: Fadhli Bahri, Lc.;
Cetakan V, Darul Falah Jakarta, 2006
704 him; 15,5×24 cm.
Judul Asli: As-Sirah An-Nabawiyah li Ibni Hisyam
Penerbit: Darul Fikr, Beirut 1415 H/l994 M
ISBN 979-3036-17-6

Image

632 —Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam-Il

Aisyah binti Abu Bakar Radhiyallahu Anhuma

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa SaJ/am menikahi Aisyah binti Abu Bakar Ash-Shiddiq di Makkah ketika Aisyah berumur tujuh tahun dan menggaulinya di Madinah ketika ia berusia sembilan atau sepuluh tahun. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sal/am tidak menikahi wanita gadis selain Aisyah binti Abu Bakar. Beliau dinikahkan dengan Aisyah oleh Abu Bakar dengan mahar empat ratus dirham.

saudah binti zam’ah Radhiyallahu Anha

Shallallahu Alaihi wa Sal/am menikah dengan Saudah binti Qais bin Abdu Syams bin Abdu Wudd bin Nashr bin Malik bin Hisl bin Amir bin Luai dan orang yang menikahkan beliau dengannya ialah Salith bin Amr dengan mahar empat ratus dirham. Ada yang mengatakan bahwa orang yang menikah­kan beliau dengannya ialah Abu Hathib bin Amr bin Abdu Syams bin Abdu Wudd bin Nashr bin Malik bin Hisl.”
Ibnu Hisyam berkata, “Ibnu Ishaq kontradiksi dalam hadits ini, padahal ia pemah menyebutkan bahwa Salith bin Amr dan Abu Hathib bin Amr berada di daerah Habasyah ketika pernikahan tersebut terjadi.”
Ibnu Ishaq berkata, “Sebelum diperistri Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sal/am, Saudah binti Zam’ah diperistri As-Sakran bin Amr bin Abdu Syams bin Abdu Wudd bin Nashr bin Malik bin Hisl.
zainab binti Jahsy Radhiyallahu Anha
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menikah dengan Zainab binti Jahys dan orang yang menikahkan beliau dengannya ialah saudara Zainab binti Jahsy, Abu Ahmad bin Jahsy, dengan mahar empat ratus dirham. Sebelum itu, Zainab binti Jahsy diperistri Zaid bin Haritsah, mantan budak Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Tentang Zainab binti Jahsy, Allah Tabaraka wa Ta’ala menurunkan ayat berikut,
http://www.faithfreedom.org/forum/viewt … sc&start=0

3. Muhamad mengaku melihat Aisya kecil dlm mimpi (basah)nya.

Volume 9, Book 87, Number 140:
Diriwayahkan ‘Aisha:
Rasulullah mengatakan kpd saya, “Kau ditunjukkan dua kali kpd saya (dlm mimpi (basah)) sebelum saya menikahimu. Saya melihat malaikat menggendongmu dalam kain sutera, dan saya mengatakan padanya,
‘Tunjukkan,’ dan lihatlah, ternyata kau (yg digendong malaikat). Saya mengatakan (kpd diri sendiri), ‘Ini dari Allah, maka terjadilah.’

Sahih Bukhari Volume 8, Buku 73, Nomer 151
Dinyatakan ‘Aisha:
Aku biasa bermain dengan boneka2 di depan sang Nabi, dan kawan2 perempuanku juga biasa bermain bersamaku. Kalau Rasul Allah biasanya masuk ke dalam (tempat tinggalku) mereka lalu bersembunyi, tapi sang Nabi lalu memanggil mereka untuk bergabung dan bermain bersamaku.
(Bermain dengan boneka2 atau bentuk2 yang serupa itu dilarang, tapi dalam kasus ini diizinkan sebab Aisha saat itu masih anak kecil, belum mencapai usia pubertas) (Fateh-al-Bari halaman 143, Vol.13)

sumber :
Image

Judul Asli:
‘Atsyah Qudwatun Nisaa’ul Mu’minin wa Habiibatu Rasuulu Rabbul ‘Aalamiin
Penulis:
Khalld Abu Shaleh >| Edisi Indonesia:

UMMUL MU’MININ ‘
Penerjemah: Wafi’ Zaanuddin Lc,
Editor; Team At-Tibyan
Desain Sampul: Team At-Tibyan Layoiil Team At-Tibyar;
Penerbil
At-Tibyan – Sola Jl. KyaJ Mojo 5B, Solo, 57117
telp./Fax (0271| 652540
email: pustaka@at-tibyan.com
http://www.at-tibyan.com

Pernikahan dengan nabi

halaman : 13
Rasulullah menikahi Aisyah saat dia berusia 6 atau 7 tahun. Beliau mengumpuli , nya saat usianya 9 tahun. Dan Rsulullah wafat saat ‘Aisyah berusia I5 tahun. (HR. Riwayat Muslim).

Image

“Aisyah berkata. ” Rasulullah menikahiku saat aku berumur 6 (enam)tahun dan mengumpuliku saat aku berusia 9(sembilan) tahun.”Dia berkata.” Kami dan datang ke Madinah,dan kau sakit panas.1. selama satu bulan,kemudian rambutku telah tumbuh kembali hingga kedua telingaku..Ummu Ruman mendatangiku di saat aku berada di ayunan bersama teman-temanku. Dia berteriak memanggilku, aku pun datang, tak tahu apa yangt diinginkan dariku. Maka dia menghentikanku di depan pintu. maka aku berkata, ” hah hah, hingga nafaskn habis.” Kemudian dia memasukkanku ke dalam sebuah rumah yang ternyata, di dalamnya banyak kaitm wanita dari anshar. Mereka berkata, “Semoga senantsasa dalam kebaikan penuh barakah dan dikaruniai nasib yang baik.” Maka aku diserahkan kepada mereka, kemudian mereka memandikan kcpalaku dan menghiasiku, tidak pernah aku dikejutkan atas kedatangan seseorang dengan tiba-tiba kecuali saat kedatsngan Rasulullah diwaktu dhuha, kemudian mereka menyerahkanku kepada-nya.” (Mutafaqun ‘alaihi).

[tambahan saya]
Hadits diatas tersebur KOMPATIBLE dgn hadits :
Sahih Bukhari Volume 7, Buku 62, Nomer 64
Dikisahkan oleh ‘Aisha:
Bahwa sang Nabi menikahinya ketika ia berusia enam tahun dan sang Nabi menyetubuhinya ketika dia berusia sembilan tahun, dan dia terus bersama sang Nabi selama sembilan tahun (sampai Nabi mati).

Sahih Muslim Buku 008, Nomer 3310:
‘A’isha (Allah berkenan padanya) melaporkan: Rasulullah (saw) menikahiku ketika aku berusia enam tahun, dan aku diterima di rumahnya pada waktu aku berusia sembilan tahun.

Sahih Bukhari Volume 7, Buku 62, Nomer 88
Dikisahkan oleh ‘Ursa:
Sang Nabi menulis (kontrak kawin) dengan ‘Aisha ketika dia berusia enam tahun dan menyetubuhinya ketiak dia berusia sembilan tahun dan dia tinggal bersama sang Nabi selama sembilan tahun (sampai Nabi mati).

Sahih Bukhari 5.234
Dikisahkan oleh Aisha:
Sang Nabi bertunangan denganku ketika aku masih seorang gadis kecil berusia enam (tahun). Kami pergi ke Medina dan tinggal di rumah Bani-al-Harith bin Khazraj. Lalu aku sakit dan rambutku rontok. Tak lama kemudian rambutku tumbuh (lagi) dan ibuku, Um Ruman, datang padaku ketika aku bermain ayunan bersama beberapa dari kawan perempuanku. Ibu memanggilku, aku pergi menghadapnya, tidak tahu apa yang dia inginkan dariku. Ibu memegang tanganku dan membawaku berdiri di depan pintu rumah. Aku tak bisa bernafas, dan ketika aku bisa bernafas lagi, dia (Ibu) mengambil air dan membilas wajah dan kepalaku. Lalu dia membawaku masuk ke dalam rumah. Di dalam rumah kulihat wanita2 Ansari yang berkata, “Salam sejahtera dan Berkat Allah dan semoga selamat.” Lalu dia (Ibu) menyerahkanku kepada mereka dan mereka mempersiapkanku (untuk perkawinan). Secara tak terduga, Rasul Allah datang padaku di pagi hari dan ibuku menyerahkanku kepadanya, dan pada saat itu aku adalah seorang gadis berusia sembilan tahun.

Sahih Bukhari Volume 7, Book 62, Number 90
Dinyatakan Aisha:
Ketika sang Nabi menikahiku, ibu datang padaku dan membawaku ke dalam rumah (sang Nabi) dan TIDAK ADA YANG LEBIH MENGAGETKANKU SELAIN KEDATANGAN SANG NABI ALLAH PADAKU DI PAGI HARI.
[end of tambahan]

Read More

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: