Sejarah Islam

Manusia bijak adalah manusia yang mengetahui & belajar dari sejarah

Zakaria Boutros: Kebiasaan Sex Menyimpang sang Nabi

by pod-rock» Sat Apr 25, 2009 6:22 am

Tayangan Life TV : Father Zakaria Botros mengenai:

Kebiasaan Seks Menyimpang sang Nabi

http://www.jihadwatch.org/

Baru-baru ini Father Zakaria Botros menyiarkan sebuah tayangan TV yang didedikasikan utk mendiskusikan moralitas dan bagaimana seharusnya hal itu menjadi salah satu pilar penunjang dari “KENABIAN”.

Awalnya, dia mengajukan pertanyaan : “Apakah Muhammad sang nabi adalah manusia bermoral – manusia paling lurus, pantas utk ditiru oleh seluruh dunia?”

Dia membuka tayangan TV ini dengan mengutip Ibn Taymiyaa, yang menyebutkan pertanda dari kenabian. Taymiyya mengungkapkan bahwa banyak terdapat nabi-nabi palsu, seperti Musailima “si pembohong”, yang sejaman dengan Muhammad. Taymiyya menyebutkan pula bahwa mereka yang mengaku nabi2 itu, pada kenyataannya, ‘kerasukan’ belaka, dan satu-satunya cara utk menentukan keaslian nabi adalah dengan memeriksa/meneliti biografinya (sira-nya) dan perbuatan2 baiknya, dan amatilah apakah orang itu pantas menyandang gelar nabi atau tidak.

Karena ini adalah satu dari beberapa episode yang ditujukan utk menelaah konsep moral dan kenabian (dengan pemikiran bahwa yg pertama (moral) memperkuat yang kedua (kenabian)), tema utk episode ini adalah ‘kesucian’ (tahara): “Apakah Muhammad adalah manusia ‘suci’?” – dalam konteks ini, sebuah pertanyaan mengenai kebiasaan2 seksualnya mencuat.

Setelah pendahuluan tsb, Botros menatap kamera tajam2 dan memberikan peringatan:

“Episode ini untuk orang dewasa! Saya akan mendiskusikan banyak hal yang akan membuat saya sendiri malu, jadi, please! Wanita dan anak2 dipersilahkan keluar.”

Lalu dia meminta para muslim yg menonton utk terus bertanya dalam hati “Inikah nabi yang kuikuti?” ketika pada mereka ditampilkan kebiasaan2 seksual muhammad.

Pertama, dari Quran, Botros membaca ayat2 yang tak pelak lagi menyatakan bahwa Muhammad adalah “Suri Tauladan yang sempurna dalam hal kebaikan dan moral. “[68.4] Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” Lalu dia mengutip dari para Ulama, seperti Ibn Kathir, yang berkeras bahwa Muhammad adalah “termulia diantara para manusia dan terbesar diantara para nabi.”

Botros dan seorang presenter TV – Father Botros berkeras meminta presenter tsb seorang pria, khusus utk acara ini saja, dia takut lebih malu lagi menceritakan kebiasaan2 seks yg menyimpang dari Muhammad jika sang presenter itu adalah wanita – lalu mendiskusikan ayat Quran 4.3, yang ‘membatasi’ jumlah istri muslim hingga Empat Orang, plus ‘apa yang tangan kananmu miliki,’ yaitu para budak wanita.

Tapi ternyata itu saja tidak cukup bagi Muhammad, tegas Botros; seluruh isi ayat itu ‘harus diturunkan’ hanya utk membenarkan dan/atau mengesahkan lebih banyak lagi wanita untuknya (Quran 33.50 Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu istri-istrimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu, dan (demikian pula) anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu dan anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu yang turut hijrah bersama kamu dan perempuan mukmin yang menyerahkan dirinya kepada Nabi kalau Nabi mau mengawininya, sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang mukmin. Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang Kami wajibkan kepada mereka tentang istri-istri mereka dan hamba sahaya yang mereka miliki supaya tidak menjadi kesempitan bagimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang). Malah, Father Botros telah dengan cermat menyusun seluruh wanita – semuanya ada 66 orang – yang tercatat pernah punya hubungan seks dengan Muhammad.

Botros bilang itu adalah normal; menurut Sirat al-Halabi, Muhammad bisa mendapatkan wanita manapun juga, bahkan jika si wanita itu tidak mau sekalipun; dan jika Muhammad kepingin wanita istri orang lain, sang suami harus menceraikannya. Menurut Ibn Sa’ad, yang menulis biografi resmi lain tentang Muhammad, “Sang Nabi tidak akan mati hingga semua wanita membolehkan dia” (lihat Kitab Al-Tabaqat Al-Kubra, v.8, hal 194).

Sang Presenter TV, dg tiba-tiba, menginterupsi – “Bagaimana dengan gosip tentang Muhammad memperlihatkan kecenderungan homoseksual?”

Botros menjatuhkan wajahnya ketangan dan bergumam, “So, kau masih berkeras ingin kita membicarakan itu?” sang Presenter memaksa sambil berkata bahwa ini demi kebaikan para muslim sendiri yang patut mengetahui segalanya.

Dg demikian Botros, setelah berkali-kali meminta maaf pada para pemirsa muslimnya, sambil mengatakan betapa hal ini sangat memalukan baginya berkata: “Look! Kami cuma pembaca doang disini, membacakan apa yang kami dapat sendiri dari buku-buku islam! Jika para muslim tidak suka, mereka harus membakar buku2 islam itu langsung, jangan membakar orang yang membacanya.”

Anekdot pertama yang dibicarakan sang Father berputar sekitar sebuah hadis yang, oleh sementara Ulama disebut ‘lemah’, tapi meski demikian, menurut Botros telah muncul dalam 44 buah buku2 islam dunia – termasuk beberapa koleksi yang sangat dihormati seperti Hadis Sunan Bayhaqi dan Al-Halabi.

Menurut Hadis ini, seseorang bernama Zahir, yang selalu mengatakan pada setiap orang bahwa “sang nabi mencintaiku,” berkata bahwa satu hari Muhammad mengendap-endap dibelakangnya dan memeluk dia dengan ketat. Zahir, yang kaget, berteriak sambil meronta utk melepaskan diri, “Lepaskan aku!” setelah berpaling dia melihat bahwa yang memeluknya adalah Muhammad, dia berhenti meronta dan langsung “menyandarkan punggungnya pada dada Muhammad – doa2 dan berkah untuknya.”

Hadis ‘nyeleneh’ lainnya ada dalam Sunan Bayhaqi dan bisa dilacak hingga ke Hadis Sunan Abu Dawud (satu dari enam koleksi Hadis tersahih), yang menyatakan bahwa Muhammad mengangkat baju depannya bagi seorang pria yang mana pria itu langsung menciumi seluruh tubuhnya, “dari pusar hingga ke ketiak.”

Botros menatap kamera dengan muka yang ‘aneh’ sambil berkata, “bayangkan jika Sheikh Al Azhar (Persamaan paling dekat bagi para muslim untuk Sang Pausnya kaum Katolik) berkeliling mengangkat-angkat bajunya agar para pria bisa menciumi tubuh itu” (sang Father Botros lalu membuat bunyi-bunyian seperti ciuman, utk menambah efek perkataannya).

Sang Presenter berkata: “Pastinya masih ada yang lain lagi?”

Botros: “Tentu saja ada. Tidak kurang dari 20 buku Islam – seperti hadisnya Ahmad Bin Hanbal – menyatakan bahwa Muhammad suka mengisap lidah2 anak lelaki dan anak perempuan”…

Bersambung ke bagian II….

Bagian II

Botros lalu membacakan keras2 hadis2 tsb dari beberapa sumber, seperti hadis yang diriwayatkan oleh Abu Huraira (orang yang dianggap paling diandalkan sebagai periwayat hadis), dimana Muhammad mengisap lidah dua anak Ali (calon Kalifah masa depan), Hasan dan Hussein.

Lalu dia membacakan sebuah hadis dimana Muhammad mengisap lidah anak perempuannya sendiri, Fatima. Father Botros juga menambahkan bahwa kata Arab utk ‘mengisap” (muss) tidak bisa, seperti yang disebutkan oleh para pembela islam, berarti lain selain dari ‘mengisap.’ Lagipula, tambahnya, “ini adalah kata yang persis dipakai ketika membicarakan ‘kegiatan’ Muhammad bersama istri-istrinya, khususnya dengan ‘istri bocah’ kesayangannya, Aisha.”

Dengan tampang yang sepertinya jijik, Botros berpaling pada kamera dan berkata: “Wahai para wanita, bayangkan sejenak, anda pulang kerumah lalu mendapatkan suamimu mengisap lidah anak perempuanmu? Apa yang akan kau lakukan? Lebih gila lagi: Nabimu sendiri – orang yang katanya “PALING BERMORAL SEDUNIA”, orang yang katanya, harus diikuti suri tauladannya oleh dunia! Orang yang ada tercatat dalam hadis, mengisapi lidah istri-istrinya, anak perempuannya, dan anak2 lelaki: Apakah kegiatan2 orang ini dijelaskan oleh Quran sebagai puncak dari KESEMPURNAAN MORAL?”

Presenter: “Lanjutkan!”

“Muhammad tidak akan tidur sebelum dia mencium anak perempuannya Fatima dan menggesekkan kepalanya pada dada sang anak (Father memberikan sumber2 sahihnya). Dear Lady! Kalian mau berkata apa jika suamimu tidur dengan muka didada anak perempuanmu? Apakah ini moral tinggi?!”

Lalu Father Botros, menunduk, dan meminta maaf berkali-kali, katanya: dia bisa membayangkan bagaimana semua ini pasti menyusahkan orang2 muslim, yang mana lalu sang presenter menenangkan dia: “bukan salahmu Father, tapi lebih dari kesalahan para muslim yang mencatat semua kejadian2 ini. Tapi bagaimanapun para muslim harus mengetahui ini. Silahkan lanjutkan.”

Botros melanjutkan membaca hadis2 selanjutnya, termasuk satu dari Musnad Ahmad bin Hanbal, yang mencatat bahwa Muhammad melihat anak perempuan berumur 2-3 tahun digendong ibunya. Muhammad begitu ‘tertarik’ oleh anak itu hingga berkata, “Demi Allah, jika anak ini mencapai umur cukup utk dinikahi dan aku masih hidup, aku pasti akan menikahi dia.”

Hadis lain mengatakan bahwa Muhammad ternyata telah meninggal sebelum anak perempuan yang disebutkan hadis diatas cukup umur, sang Father pada saat ini tak tahan utk tidak berkata (sambil bertampang sedih), “Awwwwww! Nabi yang malang! Lolos deh satu tuh!”

Botros lalu mengatakan pada pemirsa utk mengingat hadis terakhir itu, karena utk ‘konteksnya’ kemudian nanti, seraya dia membaca hadis lain dari Sunan Bin Said, yang mencatat bahwa Muhammad berkata “Kupeluk sianu dan sianu ketika dia (perempuan) masih anak-anak dan kurasakan aku sangat terangsang oleh anak itu.”
“Nabi apa yg kalian ikuti ini?!” Teriak pendeta Koptik ini. “Mana moralitasnya? Inikah manusia yang jadi tauladan muslim dg mati-matian? Pake otak!”

Hari sudah malam, tapi Fr. Botros belum selesai mengkatalogiskan temuan2nya mengenai kebiasaan menyimpang sang nabi (tayangan TV ini selama 1,5 jam).

Dia membaca sebuah hadis yang menyatakan bahwa Muhammad berbaring disebelah perempuan yang meninggal dikuburannya, juga menunjuk sebuah hadis yang menyatakan tentang “seks dengan mayat wanita,”, dll.

Saya matikan TV dan mulai membuat catatan yang lebih lengkap dari coretan2 saya ketika menonton tadi utk menyiapkan laporan ini

Bersambung ke bagian III

Bagian III

Pada episode ini, dia mulai dengan kecenderungan ‘banci’ sang nabi. Dia membaca dari beberapa hadis, termasuk Sahih Bukhari – Father Botros klaim bahwa ada tidak kurang dari 32 referensi berbeda mengenai fenomena ‘kebanci-bancian’ ini dalam buku2 islam – dimana Muhammad sering tidur diranjang memakai pakaian wanita, khususnya pakaian sang istri bocah, Aisha.

Father Botros: “mungkin para muslim pikir bahwa dia hanya memakai pakaian Aisha saja? Karena bocah perempuan itu ‘favorit’nya, mungkin setelah berhubungan intim dengannya, dia Cuma berbaring memakai pakaiannya?” (disini sang father menutupi mukanya dengan tangan, menandakan bahwa dia terpaksa menceritakan hal memalukan ini).

Lalu dia memberikan sebuah hadis yang menarik, dari Sahih Bukhari (2/911), yang mencatat bahwa Muhammad berkata, “Wahyu (Quran) tidak pernah datang padaku jika aku memakai pakaian wanita – kecuali pakaiannya Aisha.” Ini menandakan kebiasaan sang Nabi utk memakai pakaian wanita.

Father Botros lalu melanjutkan pada beberapa komentar dalam Tafsir al-Qurtubi – sebuah tafsir resmi dalam islam. Dia baca sebuah kisah dimana Aisha mengatakan bahwa, satu hari, ketika Muhammad telanjang di ranjang, Zaid mengetuk; Muhammad, tanpa memakai baju, membuka pindu dan ‘memeluk serta menciumnya’ – sambil telanjang. Ditempat lain lagi, Qurtubi menyimpulkan bahwa, ‘sang nabi pbuh – terus menerus disibukkan dengan wanita-wanita.

Father Botros berkata pada para muslim: “Jadi inikah nabi kalian – yg bermoral paling tinggi? Bukannya disibukkan dengan, misal doa atau perbuatan baik, dia malah disibukkan dengan wanita2?”

Lalu dia membaca dari Faid al-Qabir (3/371), dimana Muhammad tercatat berkata, “Kesukaanku terbesar adalah wanita dan parfum: rasa lapar terpuaskan dari makan dan minum – tapi bukan dari wanita.” Setelah membaca hadis ini, Father Botros Cuma menatap kamera tanpa berkata apa-apa, lalu menggeleng-gelengkan kepalanya.

Lalu dia membaca sebuah riwayat yg menarik (ada dalam Umdat al-Qari dan Faid al-Qabir). Diriwayatkan, Allah mengirim Jibril dengan semacam makanan surga (disebut al-kofid) pada Muhammad, lalu memerintahkan Muhammad utk “Makan!” – mirip ketika jibril mendatangi Muhammad dengan menyuruh “Baca!” (iqra, kata dari Quran). Riwayat ini terus mengutip perkataan Muhammad yang berkata bahwa makanan yg diberikan padanya “memberikan potensi seksual sama dengan 40 lelaki surga.” Father Botros lalu membaca dari sunan al-Tirmidhi, dimana dikatakan bahwa ‘lelaki surga’ itu punya potensi seks 100 lelaki dunia.

Sang Father bertanya-tanya: “Jadi, pake hitungan matematika, 40×100, kita bisa memastikan bahwa Muhammad, setiap memakan makanan perangsang ala surganya, punya kekuatan seks 4000 lelaki? Reaaaalllyy, O Ummat, inikah pengakuan nabi terkenal kalian – bahwa dia adalah seorang seks maniak?” Lalu, dengan becanda, “bayangkan kekagetan orang bule, bahwa Muhammadlah yang pertama-tama menemukan VIAGRA!”

Zakaria Botros melanjutkan membaca dari sumber2 lain lagi, seperti Sunan al-Nisa’I, dimana Muhammad dalam satu malam suka ‘mengunjungi’ semua wanita2nya, tanpa membasuh diri. Sang Father bertanya: “Ngapain lagi mencatat hal2 yang menjijikan dan memalukan seperti ini?”

Mungkin yg paling menarik, Father Botros menganalisa sebuah riwayat yg dicatat dalam karya Ibn Kathir, al-Bidaya we al-Nihaya. Berikut adalah terjemahan dari riwayat yg panjang tsb:

Setelah menaklukan yahudi Khaybar dan menjarah harta mereka, diantaranya ada sebuah keledai yang menjadi harta jarahan jatah sang nabi, sang nabi lalu bertanya pada sang keledai: “Siapa namamu?”

Sang Keledai menjawab, “Yazid Ibn Shihab. Allah telah membuatku dari 60 keturunan keledai, keledai2 yang hanya dikendarai oleh nabi2 saja. Tak satupun yang tersisa dari keturunan2 itu kecuali aku, dan tak seorangpun nabi tersisa kecuali anda dan aku harapkan anda mengendaraiku. Sebelum anda, aku adalah milik orang yahudi, yang kujatuhkan sebegitu seringnya hingga dia suka menendang perut dan memukul punggungku.”

Sampai disini, sang Father yang menahan ketawanya menambahkan, “seekor keledai ahli taqiya!” dia melanjutkan membaca, “Sang Nabi –mpbuh – berkata padanya, ‘Aku akan memanggilmu Ya’foor. O Ya’foor!’ Ya’foor menjawab, ‘Aku patuh.’ Sang Nabi bertanya, ‘Apa kau birahi pada betina?” Sang Keledai menjawab, ‘No!”

Sang Father berkata: “Bahkan keledai sekalipun merasa malu ditanya tentang seks oleh sang Nabi kelebihan seks ini! Disini ‘harusnya’ adalah sebuah mukjijat – keledai yg bisa bicara; dan dari semua benda yang berkomunikasi dengan binatang ini, pertanyaan yang paling penting yg ditanyakan nabimu adalah apakah sang keledai birahi pada betina?”

Berikut, membaca dari Sahih Bukhari (5/2012), Father Botros menceritakan sebuah riwayat dimana Muhammad mendatangi rumah seorang wanita muda bernama Umaima Bint Nua’m dan memerintahkan wanita itu utk “berikan tubuhmu padaku!” sang wanita menjawab, “mungkinkah seorang ratu memberikan dirinya pada rakyat jelata?” sambil mengangkat tangannya, Muhammad mengancam dia, dan mengirim dia pada orang tuanya.

Zakaria Botros: “You see, teman2, bahkan zaman dulu seklipun, yg katanya jaman kegelapan, masih ada orang yg berpinsip, yang tidak menyerah pada ancaman dan paksaan. Tapi, pertanyaan yg sebenarnya adalah, kenapa Muhammad menentang perintah dari Qurannya sendiri – “perempuan mukmin yang menyerahkan dirinya kepada Nabi” (33.50) – mencoba memaksa wanita muda ini?”

Terakhir, dengan tampang jijik, sang Father membaca dari sebuah hadis al-Siyuti (6.395), dimana Muhammad menyatakan bahwa, “Di surga, Maria ibunya Yesus, akan menjadi salah satu istriku.”

“Please, O Nabi,” kata sang Pendeta Koptik Ortodoks, “jangan bawa-bawa orang2 suci kami kedalam praktek2 menjijikanmu…”

Bersambung …

Tunggu sambungannya……bagaimana Muhammad memuaskan dirinya, ketika para wanitanya sedang berhalangan….


by pod-rock » Tue Apr 28, 2009 6:38 am

Bagian IV

Sekali lagi, pada awal acara, Father Botros membaca hadis terkenal Ibn Taymiyya mengenai bagaimana caranya membedakan nabi sejati dan palsu. Taymiyya menyatakan bahwa banyak nabi palsu, seperti Musailima “si Pembohong,” bahwa banyak dari mereka yang mengaku nabi, tapi sebenarnya hanya ‘kerasukan’, dan bahwa satu-satunya cara utk menentukan keaslian nabi adalah dengan mempelajari biografinya (sira) dan perbuatan2 baiknya, dan cermatilah apakah dia pantas utk diberi gelar nabi.

Setelah membaca riwayat yg panjang ini, Father Botros nyeletuk “Bagus,Ibn Taymiyya! Setidaknya kau tahu itu.”

Para pemirsa seperti biasa diberi peringatan : “Episode ini untuk orang dewasa! Saya akan mendiskusikan banyak hal yang akan membuat saya sendiri malu, jadi, please! Wanita dan anak2 dipersilahkan keluar.”

Lalu dia meminta para muslim yg menonton utk terus bertanya dalam hati “Inikah nabi yang kuikuti? Camkan ini dalam benakmu, O para Muslim!”

Father Botros meratap, betapa selama 1400 tahun penghalang2 telah dibentuk utk melindungi Muhammad sehingga tak seorangpun – baik muslim maupun kafir – bisa mengkritik kehidupannya: “Tapi waktunya telah tiba, teman; penghalang itu telah hancur!”

Berikut dia membacakan tiga episode mengenai kebiasaan seks menyimpang Muhammad – termasuk mengisap lidah2 anak lelaki dan perempuan, menciumi dada anaknya Fatima, ‘birahi’ pada bocah perempuan umur 2-3 tahun, berbaring bersama dengan mayat wanita, kecenderungan homoseksual, menerima wahyu2 ketika memakai pakaian wanita, seks dengan sembilan orang wanita tanpa mencuci anunya (dan malah berbangga diri karenanya), menyalami orang lain sambil telanjang, dan mengaku melakukan seks dengan Maria ibunya Yesus di surga. (utk yang terakhir ini, sang pendeta dengan wajah jijik berkata “Come on, Guy! Get Real!.”)

Dia memulai episode ini dengan mengatakan bahwa tidak kurang dari 34 buku islam, termasuk Tafsir al-Qurtubi dan Sahih Muslim mencatat bahwa Muhammad suka ‘meraba-raba” – Wajah sang Father menampakkan wajah marah – “mencium” dan “melakukan seks” ketika berpuasa (dibulan puasa), meski dia melarang orang lain melakukan hal yg sama.”

Kata sang presenter: “menarik. Tapi kita tahu bahwa sang Nabi punya dispensasi khusus: Punya yang lebih jelas lagi ngga?”

Father Botros: “Fine. Gimana kalu ini: Sang nabi suka mengunjungi (berseks ria) dengan wanita2nya ketika mereka menstruasi – so sorri utk topik menjijikan ini! Maaf! Maaf! Dan sekali lagi maaf para pemirsa!”

Lalu dia menunjukkan masalah utama dalam hal ini adalah bahwa dalam Quran (2:222) – “Dari mulut muhammad sendiri,” dia – melarang muslim mendekati wanita mens.

([2.222] Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah: “Haid itu adalah kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang tobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.)

Lalu dia mengutip dari sejumlah Hadis yang memastikan bahwa Muhammad bebas berseks ria dengan wanita yg mens, termasuk dari Sahih Bukhari (v5, hal 350), yang berkata bahwa Jika Muhammad mengingini (birahi) pada wanita mens, dia menaruh kain disekeliling wanita itu dan melakukan seks dengannya, disini sang Father berteriak:

“Come on man!!! Apa ngga bisa lu cari seorang dari 66 orang wanita itu? Apa mesti pake yang lagi mens????”

Lalu, dengan tampang serius ke kamera: “Tapi serius nih, para pemirsa: malukah anda dengan semua hal ini? Saya sih malu – membacakannya saja. Dan ini adalah ‘NABIMU” – orang yang harus menjadi SURI TAULADAN!”

Lalu dia membaca dari sebuah hadis, diriwayatkan oleh Aisha, dan ditempatkan pada enam buku hadis utama, dimana sang istri bocah ini menceritakan bagaimana, ketika dia mens, jika sang nabi ‘menginginkan dia,’ sang nabi suka ‘memerintahkan’ dia utk seks dengannya.

Disini sang Father berkata – “MEMERINTAHKAN! INI PERKOSAAN NAMANYA! Manusia seperti apa yang kalian ikuti ini?”

Dia baca dari sejumlah hadis lain, semuanya menunjukkan kecenderungan seks Muhammad terhadap wanita yang sedang mens – yang oleh Quran dilarang – dan sang Father menambahkan, “Teman2, jika ini caranya ‘NABI TUHAN” bertingkah laku, lalu bagaimana kira-kira tingkah laku manusia biasa??”

Sang presenter bertanya: “Well, bisa ngga manusia biasa lain bertingkah seperti ini?”

Father Botros: “Pasti, sang nabi selalu bermurah hati pada para pengikutnya, selalu memberi mereka jalan keluar. Menurut delapan buku Hadis, Ibn Abbas meriwayatkan bahwa Muhammad berkata jika seorang lelaki tidak tahan lagi dan berseks dengan istrinya yg mens, cukup membayar SATU DINAR sebagai tanda pertobatan; jika dia melakukan seks dengan istrinya ketika istrinya berada diakhir masa mensnya, ketika darahnya tidak begitu banyak lagi, dia cukup membayar SETENGAH DINAR, dapat DISKON!! Dia mengatakan diskon dalam bahasa inggris, dan lalu sang Father tertawa.

Sang presenter: “karena Muhammad punya banyak wanita, kenapa dia pingin seks dengan yang sedang mens?”

Father Botros: “Ahhhh. Anda pintar sekali meraba situasi. Alasannya sederhana, teman, yaitu bahwa Muhammad suka baunya, dia suka mencium baunya” – disini dia lalu menggerak-gerakkan hidung dan berbunyi seperti orang mencium bau – ‘bau darah menstruasi’.” Lalu dia mengutip dari al-Siyuti, dimana Aisha meriwayatkan bahwa Muhammad berkata padanya “Kesinilah,” yg dijawabnya, “Tapi aku lagi mens, O Rasulallah!.” Sang Rasul Berkata “Buka pahamu”; dia melakukannya dan “dia lalu menempelkan pipi dan dadanya dipahaku.”

Father Botros: “Help me People! Gimana bisa tingkah laku menyimpang seperti ini muncul dari seorang nabi – yang menjadi SURI TAULADAN?”

Dia membaca sebuah Hadis Sahih Bukhari (v.6, hal 2744), diriwayatkan oleh Aisha dimana aisha berkata bahwa, ketika mens, sang nabi biasa menempelkan kepalanya dipaha dia dan melantunkan Quran.

Fr. Botros: “SAMBIL MEMBACA QURAN!!!!”

Lalu dia baca dari Ahkam al-Koran (V.3, hal 444) dimana seorang wanita menyatakan bahwa dia biasa mengambil air dari sebuah sumur yang bukan saja tercemar darah menstruasi, tapi juga daging anjing mati dan segala macam kotoran2, dan diberikan pada Muhammad utk diminumnya.

Fr. Botros: “Lalu untuk apa ayat Q2.222?! Kalau “Nabi penutup” saja bisa meminum air najis seperti itu?”

Lalu, sambil menundukkan kepalanya dg mata agak terpejam dia berkata: “O Muhammad, Muhammad, Muhammad…..”

Bersambung ke bagian V, Pengkhianatan seks Muhammad atas istri-istrinya…… dan omongan2 joroknya


by pod-rock » Mon May 04, 2009 6:30 am

Bagian V

Ini adalah kelanjutan dari penelaahan Father Zakaria Botros tentang Moralitas Seksual Muhammad.

Link sumber aslinya:
Part I
Part II
Part III
Part IV

Terakhir sang pendeta Koptik tengah mendiskusikan kegemaran Sang Nabi dengan wanita yg sedang mens – meski Quran sendiri (sang Father menyebutnya “Perkataan Muhammad sendiri”) melarang lelaki mendekati wanita mens.

Father ZB sekarang mendiskusikan ketidak-setiaan Muhammad terhadap istri-istrinya (Padahal dengan menyebut istri2 bukannya satu istri saja sudah pertanda akan ketidak setiaan sang nabi ini), kelakuannya yang mengeksploitasi seks, dan kesukaannya berbicara jorok.

Pertama-tama, FZB menghabiskan cukup banyak waktu utk menceritakan kisah yang terkenal, dimana sang Nabi mengkhianati istrinya Hafsa untuk seorang Budak Wanita (Sayangnya saya tidak bisa mengungkapkan bagaimana ‘ramai’nya FZB dan bagaimana dengan gaya ‘ramai’ pula sang Father ini menceritakan kisah tsb).

Pendeknya, setelah mengirim Hafsa utk mengunjungi ayahnya, Hafsa ditengah jalan sadar bahwa malam itu adalah ‘malam gilirannya’ – Waktu dia segera kembali (FZB menambahkan “Hafsa kenal baik Muhammad; jika dia tidak hadir dirumah saat malam gilirannya, sang Nabi akan gila birahi dan mungkin akan menerkam wanita pertama yang lewat depan rumahnya!”).

Terbukti, Hafsa memergoki Muhammad sedang diranjang dengan budak wanitanya. Muhammad ‘cabut’ dan mengusir budak wanita itu dan bilang pada Hafsa bahwa jika Hafsa tidak bilang siapa-siapa, dia tidak akan lagi menyentuh budak wanita itu.

Sial: Hafsa nyanyi dan segera semua istri2 Muhammad demo akan keliaran birahi sang nabi; seperti kata FZB, “Ketika kondisi menjadi sangat kritis, Muhammad segera memutuskan utk ‘menurunkan’ wahyu baru pada mereka; jadi dia mengeluarkan surah Al-Tahrim (66.1-11) pada mereka, dimana katanya Allah menghukum Muhammad karena mencoba menyenangkan istri2nya dengan berjanji tidak akan serong lagi, dan Allah mengancam istri2 sang Nabi agar menurut kalau tidak sang nabi akan menceraikan mereka – tentunya, untuk ini mereka semua akan masuk neraka.”

([66.1] Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah menghalalkannya bagimu; kamu mencari kesenangan hati istri-istrimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
[66.2] Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepada kamu sekalian membebaskan diri dari sumpahmu; dan Allah adalah Pelindungmu dan Dia Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
[66.3] Dan ingatlah ketika Nabi membicarakan secara rahasia kepada salah seorang dari istri-istrinya (Hafshah) suatu peristiwa. Maka tatkala (Hafshah) menceritakan peristiwa itu (kepada Aisyah) dan Allah memberitahukan hal itu (semua pembicaraan antara Hafshah dengan Aisyah) kepada Muhammad lalu Muhammad memberitahukan sebagian (yang diberitakan Allah kepadanya) dan menyembunyikan sebagian yang lain (kepada Hafshah). Maka tatkala (Muhammad) memberitahukan pembicaraan (antara Hafshah dan Aisyah) lalu Hafshah bertanya: “Siapakah yang telah memberitahukan hal ini kepadamu?” Nabi menjawab: “Telah diberitahukan kepadaku oleh Allah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”.
[66.4] Jika kamu berdua bertobat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu berdua telah condong (untuk menerima kebaikan); dan jika kamu berdua bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka sesungguhnya Allah adalah Pelindungnya dan (begitu pula) Jibril dan orang-orang mukmin yang baik; dan selain dari itu malaikat-malaikat adalah penolongnya pula.
[66.5] Jika Nabi menceraikan kamu, boleh jadi Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan istri-istri yang lebih baik daripada kamu, yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertobat, yang mengerjakan ibadah, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan.
[66.6] Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
[66.7] Hai orang-orang kafir, janganlah kamu mengemukakan uzur pada hari ini. Sesungguhnya kamu hanya diberi balasan menurut apa yang kamu kerjakan.
[66.8] Hai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”.
[66.9] Hai Nabi, perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah neraka Jahanam dan itu adalah seburuk-buruk tempat kembali.
[66.10] Allah membuat istri Nuh dan istri Lut perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya); “Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka)”.
[66.11] Dan Allah membuat istri Firaun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: “Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang lalim”)

Lalu, FZB menatap kamera dan bertanya, “bayangkan, wahai kaum perempuan, jika suamimu menipu kamu agar keluar rumah dan ketika kamu kembali sebelum waktunya menemukan suamimu menindih wanita lain? Lelaki bagaimana suami seperti itu dimatamu? Ini lebih parah lagi – SEORANG NABI, yang kalian semua anggap MANUSIA PALING SEMPURNA, SURI TAULADAN SEPENUHNYA!!

Lalu dia menunjukkan bahwa “Bocah Aisha yg pintar kenal baik Muhammad”: ketika ‘wahyu2’ demikian turun menyelamatkan Muhammad, Aisha yg pintar sering mengamati dan berkata bahwa “Sungguh, Allahmu cepat sekali memenuhi kehendak dan birahimu” (al-Siyuti v6, hal 629)

Berikut, sang Father menceritakan sebuah kisah yg menggambarkan bagaimana sang Nabi mengeksplotasi secara seksual seorang ‘wanita idiot/retard’. Menurut 23 sumber buku islam (salah satunya Sahih Muslim vol.4, hal 1812) seorang wanita yg lemah pikiran menemui Muhammad dan berkata, “O Rasulallah! Aku punya sesuatu utkmu.” Sang Nabi secara sembunyi2 bertemu wanita itu dibelakang dan mengambil ‘sesuatu’ itu darinya.

Father Botros berkata: “Saya takut akan banyak muslim melakukan Sunnah Nabi berikut ini – JANGAN, ini hanya utk menggambarkan saja… Dengarkan kalian para muslim: jangan membenci saya karena saya mengungkapkan semua ini padamu; jangan menunggu disatu tempat utk membunuh saya. Saya Cuma membacakan buku2 islam kalian. Dan, seperti biasanya, kami dengan sabar menunggu para Sheikh dan Ulama2 besar utk menjawab isu2 ini dan menunjukkan pada kami apa yang salah.”

Lalu, FZB menceritakan bagaimana Muhammad suka bicara kotor – “SURI TAULADAN DALAM BICARA JOROK” – “Sorry, SO SORRY karena mengungkapkan pada anda sekalian bagaimana bahasa yang dipakai Muhammad itu – bahasa yang saya sendiri tidak berani mengucapkannya. Malah, nabi kalian mengatakan kata arab yg jorok – yg setara dengan ‘f-word’ (f#ck)” [Disini dia menyebutkan f-word, dan menganjurkan para pemirsa arabnya utk meng-google ‘f-word’ utk mengerti apa yang dia maksudkan.

FZB menolak mengucapkan atau mengeja kata2 jorok berikut, (dia meminta editor TV utk menampilkan dibawah layar dengan sensor huruf2 tertentu. Kata2 yang muncul dalam 67 buah buku Islam, termasuk Sahih Bukhari, riwayat yang berisi kata “inkatha’ – atau dalam konteksnya, Muhammad bertanya pada seorang pria mengenai seorang wanita, apakah dia sudah ‘f****** her” – (tulisan f****** her muncul dilayar)

Lalu FZB berteriak! “Cepat! Hapus tulisan itu! Utk kalian para muslim, apa yang akan kalian lakukan jika seorang Ulama Al-Azhar kemana-mana berkata memakai kata jorok tsb? Ini lebih parah lagi – NABIMU SENDIRI, CIPTAAN PALING SEMPURNA.”

Sang presenter bertanya apakah Muhammad mengatakan kata jorok lainnya, sang FZB langsung menjawab, “Oh boy, did he ever; sayangnya program ini terlalu pendek utk menyebutkan semuanya.”

Menurut Qaid al-Qadir (v.1, hal.381), Muhammad memerintahkan para muslim utk membalas pada kafir2 yg sombong dengan perkataan yang – lagi-lagi FZB tidak mengucapkannya, tapi muncul tulisan pada layar – “Go bite on your mother’s clitoris!” atau menurut Zad al-Mi’ad (v.3 hal 305), “Go bite on your dad’s penis!

Lalu, sambil menggeleng-gelengkan kepalanya FZB berkata penuh kecewa “O rasulallah …. Rasulallah… kalau saja kau mendengar perkataan Yesus : “Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.” (Lukas 6:45)


by Adadeh » Tue May 05, 2009 4:29 am

Kata2 kotor yang diucapkan Muhammad dan para Sahabatnya:

Abu Bakar adalah sahabat terkarib Muhammad; dia nantinya jadi Kalifah pertama Islam. Kejadian berikut terjadi ketika Muhammad bersama 10.000 tentaranya berkumpul di luar Mekah dan siap menaklukan kota itu. Urwa Ibn Masoud yang adalah salahsatu ketua suku Quraish (suku asal Muhammad), pergi menghadap Muhammad di luar Mekah untuk membujuknya agar tidak menyerang kota dan suku asalnya sendiri. Urwa berbicara untuk mengingatkan Muhammad bahwa Muhammad sendiri merupakan bagian masyarakat Quraish, sedangkan para pengikutnya (Muslim) sendiri kadang2 meninggalkannya. Abu Bakr mendengar hal ini dan tidak suka. Dia berkata pada Uwa, “Kami meninggalkan dia? Pergi dan hisap klitoris Al-Lat” (dewi bangsa Quraish).
[Sumber: The Sira Alnabawya by Ibn Hisham, Almaghazi by AlWakidi]

Uthman Ibn Affan, Kalifah ketiga, suatu kali berkata pada Ammar Ibn Yasser, “Kaulah orang yang suka menggigit penis ayah sendiri”
[Sumber: Ansab Al-Ashraf by Al Balathri, Attabakat Alkubra by Ibn S’ad]

Ibn Masoud mendengar orang mencari sesuatu di dalam mesjid, dia meneriaki orang itu dengan kata2 kotor, orang lain menegur Ibn Masoud yang mengucapkan kata2 kotor itu, dan Ibn Masoud menjawab:
“Kami diperintah (oleh Muhammad) untuk melakukan itu!”
[Sumber: Reported by Al Albani from Sahih Ibn Khuzayma]

Seorang pria bernama Ajrad Al Tamimi bertengkar dengan Ubayy Ibn Ka’ab, Ajrad berkata (dengan pongah) ‘Wahai suku Tamim’, Ubayy menjawabnya semoga Allah menggigit penis ayahmu. Orang2 berkata pada Ubayy, ‘kami tidak tahu kau begitu kasar’ dia berkata ‘sang nabi sendiri yang menyuruh kami berkata seperti itu, tiada kata lain, pada orang2 yang berkelakuan seperti orang2 Jahiliyah.”
[Dilaporkan oleh Ibn Asaker in History of Damascus]

Sahih Al-Bukhari, number 6324( in the Arabic book)
When Ma’ez came to the prophet pbuh, he (the prophet) asked him ‘ perhaps you kissed or touched or looked at her.’ He (Ma’ez) said ‘no, messenger of Allah’. He (the prophet) said ‘ aniktaha?‘ (Did you f*** her) and used no other word, he (Ma’ez) said yes, he (the prophet) said ‘until that from you disappeared inside that from her?’ He (Ma’ez) said yes, and then he ordered him to be stoned (to death).
terjemahan:
Saat Maex datang menghadap sang Nabi, dia (sang Nabi) bertanya padanya, ‘Mungkin kau mencium atau menyentuh atau memandangnya.’ Ma’ez menjawab, ‘Tidak, Rasul Allâh.’ Dia (sang Nabi) bertanya, ‘aniktaha?’ (أنكتها → apakah kau n g e n t o t dengannya?) dan tidak menggunakan kata lain. Dia (Ma’ez) menjawab, ‘Iya.’ Dia (sang Nabi) berkata, ‘Sampai alatmu hilang masuk ke dalam alat wanita itu?’ Dia (Ma’ez) menjawab, ‘Ya.’ Lalu sang Nabi memerintahkan agar Ma’ez dirajam sampai mati.

Suka ngomong jorox, suka membaui aroma darah datang bulan sambil baca Qur’an, suka minum air comberan, suka pake baju istri agar menerima wahyu illahi, suka menjilati ketek Muslim, suka tidur sama mayat, suka ngeseks sama istri yang lagi datang bulan, dll. Hmmm… komplet dah kexintingan sang Nabi Islam. Pantesan umatnya pun seringkali kehilangan akal sehat dalam membela kexintingan Muhammad dan Islam.


by Adadeh » Sat May 16, 2009 9:37 am

pod-rock wrote:Lalu dia baca dari Ahkam al-Koran (V.3, hal 444) dimana seorang wanita menyatakan bahwa dia biasa mengambil air dari sebuah sumur yang bukan saja tercemar darah menstruasi, tapi juga daging anjing mati dan segala macam kotoran2, dan diberikan pada Muhammad utk diminumnya.

Fr. Botros: “Lalu untuk apa ayat Q2.222?! Kalau “Nabi penutup” saja bisa meminum air najis seperti itu?”

Ini benar tercantum dalam hadis sahih:
Sunaan Abu Dawud, Buku 1, Nomer 0067:
Dikisahkan oleh Abu Sa’id al-Khudri:
Aku mendengar bahwa orang2 bertanya pada Rasul Allah (semoga damai menyertainya): Air yang dibawa padamu berasal dari sumur Buda’ah. Itu adalah sumur di mana bangkai2 anjing, baju2 bekas datang bulan, dan tinja manusia dibuang. Sang Rasul Allah (semoga damai menyertainya) menjawab: Sudah jelas air ini murni dan tidak cemar oleh apapun.

Juga yang ini tak kalah joroknya:
Sahih Bukhari, Volume 1, Buku 5, Nomer 260:
Dikisahkan oleh Maimuna:
Sang Nabi melakukan mandi Janaba (setelah berhubungan seks atau mimpi basah). Pertama-tama dia membersihkan kemaluannya dengan tangannya, dan lalu menggosokkan tangan itu ke tembok dan mencucinya. Lalu dia melakukan wudhu dengan cara yang sama untuk sholat, dan setelah mandi dia lalu membersihkan kakinya.

Spermanya dileletin gitu aja ke tembok!! Hiiiyyy…. ajegile…

Ini contoh2 lain ahadis tentang kesehatan Islam:
* Jika kau tutupi kaki2mu dengan debu demi Allah, maka Allah akan menyelamatkanmu dari api neraka … (Sahih Bukhari, 2.13.30)
* Jika kau mimpi buruk, maka ludahilah kakimu dan berlindunglah pada Allah
* Dua orang memakai tusuk gigi yang sama … (Sahih Bukhari, 9.87.133)
* Jika kau menyentuh bangkai, tak perlu kau cuci tanganmu … (Sunaan Abu Dawud, 1.0186)
* Kau boleh memakai air tercemar untuk wudhu … (Sunaan Abu Dawud, 1.0066)

Keringat Muhammad adalah Parfum

Ash Shifa (hal. 35) menyatakan bahwa para wanita mengumpulkan keringat Muhammad karena keringatnya seharum parfum. Ash Shifa melanjutkan:
Sang Rasul Allah tidur di atas permadani di rumah Anas dan dia berkeringat. Ibu Anas membawa botol berleher panjang untuk menampung keringatnya. Rasul Allah menanyakan padanya tentang hal ini, dan dia menjawab, “Kami masukkan keringat itu ke dalam parfum kami dan itu jadi parfum yang terharum.”
Hahaha… minyak wangi campur keringat nabi. Gak sekalian campur pipis dan pupnya sekalian tuh? Tanggung nih.

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: