Sejarah Islam

Manusia bijak adalah manusia yang mengetahui & belajar dari sejarah

Muhammad Budak Uang dan Harta

Muhammad Budak Uang dan Harta
Menyerang dan Merampok

Ketika Muhammad bersama ribuan tentara Muslim menyerang kota “Dumat Al-Jandal,” dia menyerang para masyarakat pagan yang sedang menggembelakan ternak mereka, menangkap sebagian dari mereka, dan sisanya melarikan diri. Kabar ini terdengar oleh masyarakat Domat Al-Jandal sehingga mereka lari ketakutan meninggalkan kota mereka. Rasul Allâh masuk ke dalam kota mereka dan tidak menemukan siapapun, lalu dia tinggal di sana selama beberapa hari, lalu membagi dan mengirim pasukan untuk menangkap kafir, tapi tidak menemukan siapapun. [al-Tabari vol. 8, hal. 4]

Penulis biografi Muhammad yakni Ibn Hisham menulis bahwa Muhammad memimpin 27 Ghazwa (serangan tentara Muslim yang dipimpin Muhammad), dan mengirim tentara Muslim melakukan 38 kali Sariya (serangan tentara Muslim tanpa dipimpin oleh Muhammad) terhadap kafir. Muhammad mengobarkan semua peperangan ini dalam jangka waktu 10 tahun, dan ini berarti dia berperang atau memerintahkan penyerangan sekali setiap dua bulan, dan mengambil segala harta kafir sebanyak mungkin. Dalam penyerangan ini, dia tidak segan² melakukan pembantaian massal. Muhammad memancung 700-900 pria Yahudi Qurayzah yang sudah tumbuh bulu kemaluannya (11 tahun ke atas)dalam waktu sehari saja [Tabari, vol 8, hal.35-36].

Muslim² yang malu atas cara Muhammad mencari mata pencaharian selalu muter² dengan berbagai teori dan sejarah karangannya sendiri untuk menghalalkan/ membenarkan tindakan Muhammad membantai dan merampok kafir. Tiada yang bisa dilakukan bagi mereka yang memang telah bertekad bulat untuk membutakan matahati dan nurani. Mereka tahu, memang begitulah yang harus dilakukan untuk bisa tetap mempertahankan iman Islam.

Berikut adalah keterangan dari literatur Islam tentang bagaimana sang Nabi suci bagi² harta jarahan/rampasan sebagai usaha cari nafkah:

Hadis Sahih Muslim nomer 3295:

… ‘Umar bin Al-Khattab berkata, “Apa yang terjadi dengan orang² (yang mundur)? Aku berkata: Itu sudah jadi ketetapan Allâh. Lalu orang² kembali. (Perang selesai dan dimenangkan para Muslim).
Rasul Allâh SAW lalu duduk (untuk membagi-bagi jarahan perang). Dia berkata: Siapa saja yang telah membunuh musuh dan dapat menunjukkan bukti, maka dia bisa memiliki harta korban..”

Allâh pun tentunya tak lupa menghalalkan segala usaha penggarongan demi cari nafkah:

Qur’an, Al-Ahzab (33), ayat 27
Dan Dia mewariskan kepada kamu tanah-tanah, rumah-rumah dan harta benda mereka, dan (begitu pula) tanah yang belum kamu injak. Dan adalah Allah Maha Kuasa terhadap segala sesuatu.

Siapa yang masih ragu bahwa Allâh itu sebenarnya adalah Dewa para perampok?

Dari Jembel jadi Orang Kaya Raya

Dulu sewaktu baru hijrah dari Mekah ke Medinah, Muhammad dan umat Muslim sangat amat miskin dan kelaparan. Tapi lalu dengan cepat mereka jadi kayaraya dan banyak harta, makanan, dll. Apakah rahasianya? Jawabannya mudah, sodara², sebab semua rahasia itu sudah tertulis jelas dalam literatur Islam sendiri. Klik (pakai mouse) judul hadis untuk memeriksa sumbernya.
Hadis Sahih Bukhari, Volume 4, Book 53, Number 386:

Disampaikan oleh Jubair bin Haiya:
… Al-Mughira menjawab, “Kami adalah beberapa orang dari bangsa Arab; hidup kami dulu susah, sengsara, dan penuh malapetaka: kami dulu sering menyedot kulit binatang dan biji kurma karena kelaparan; kami dulu pakei baju yang terbuat dari bulu unta dan kambing…

Hadis Sahih Bukhari, Volume 2, Book 24, Number 499:

Dikisahkan oleh Aisha: Seorang wanita dan dua orang anak perempuannya datang padaku (untuk minta sedekah), tapi dia tidak dapat apa² dariku kecuali sebuah kurma yang kuberikan padanya dan dia membagi kurma itu untuk kedua anaknya, sedangkan dia sendiri tidak makan apa², dan lalu dia bangkit dan pergi…

Hadis Sahih Bukhari, Volume 2, Book 24, Number 499:

Dikisahkan oleh Abu Masud Al-Ansar: Setiap saat Rasul Allâh SAW menyuruh kami memberi sedekah, kami pergi ke pasar dan bekerja sebagai buruh kasar dan mendapat sebuah Mudd (ukuran untuk menakar sedikit gandum/bebijian) dan lalu memberikan itu sebagai sedekah. (Itu dulu di jaman kami masih miskin) dan sekarang sebagian dari kami memiliki seratus ribu.

Hadis Sahih Bukhari, Volume 4, Book 53, Number 390:

Dikisahkan oleh Jabir bin ‘Abdullah:
Rasul Allâh suatu kali berkata padaku: “Jika harta Bahrain datang, aku akan memberikan padamu segini banyaknya.” Setelah Rasul Allâh mati, harta Bahrain datang juga, dan Abu Bakr mengumumkan, “Siapa yang telah diberi janji oleh Rasul Allâh, silakan datang padaku.” Maka aku pun datang menemui Abu Bakr dan berkata, “Rasul Allâh berkata padaku, Jika harta Bahrain datang, aku akan memberikan padamu segini banyaknya.’” Mendengar itu Abu Bakr berkata padaku, “Rauplah (uang) dengan kedua tanganmu.” Aku meraup uang dengan kedua tanganku dan Abu Bakr memintaku untuk menghitungnya. Aku menghitung dan jumlahnya adalah 500 (keping emas). Jumlah total yang dia berikan padaku adalah seribu lima ratus keping emas.

Coba pikir: Gimana yaaa caranya para Muslim bisa mendapatkan harta Bahrain yang begitu banyak? Haah? Menabungkah? Berdagangkah? Syafa yang tak mau jadi Muslim dengan iming² harta rampokan sebanyak itu? 

Dikisahkan oleh Anas:
Uang dari Bahrain dibawa pada sang Rasul. Dia berkata,”Tebarkan uang ini di dalam Mesjid.” Ini adalah jumlah uang terbesar yang pernah dibawa kepada Rasul Allâh. Di saat itu Al-‘Abbas datang padanya dan berkata, “Wahai Rasul Allâh! Berikan uang padaku, karena aku menyerahkan uang milikku dan Aqil.” San Nabi berkata (padanya), “Ambillah.” Dia lalu meraup uang dengan kedua tangannya dan menuangkannya pada bajunya dan dia berusaha mengangkut bajunya, tapi tak sanggup dan dia meminta pada sang Rasul, “Maukah kau memerintah seseorang untuk membantuku mengangkut uang ini?” Sang Nabi menjawab, “Tidak.” Lalu Al-‘Abbas berkata, “Kalau gitu, maukah kau menolongku mengangkut uang ini?” Sang Nabi menjawab, “Tidak.” Maka Al-‘Abbas menyingkirkan sebagian uang dari bajunya, tapi dia tetap tidak bisa mengangkutnya, dan dia pun lalu minta tolong pada sang Nabi, “Maukah kau memerintah seseorang untuk membantuku mengangkut uang ini?” Sang Nabi menjawab, “Tidak.” Lalu Al-‘Abbas berkata, “Kalau gitu, maukah kau menolongku mengangkut uang ini?” Sang Nabi menjawab, “Tidak.” Maka Al-‘Abbas menyingkirkan sebagai uang lagi dan lalu memanggul uang di pundaknya dan pergi. Sang Nabi tetap melihatnya dengan rasa heran akan keserakahannya sampai dia berlalu dari pandangannya. Rasul Allâh tidak berdiri dari tempat itu sampai tiada satu Dirham pun tersisa dari uang tersebut.

Dari manakah Muhammad memiliki uang sebanyak itu?
Tiada ajaran akhlak apapun yang ingin disampaikan Muhammad dalam hadis di atas kecuali Muslim halal rampok kafir sebagai cara cari nafkah.

>Hadis Sahih Bukhari, Volume 4, Book 53, Number 388:

Dikisahkan oleh Juwairiya bin Qudama At-Tamimi:
Kami berkata pada ‘Umar bin Al-Khattab, “Wahai ketua umat Muslim! Nasehati kami.” Dia berkata, “Aku menasehati kalian untuk memenuhi Aturan Allâh (yang dibuat untuk para Dhimmi (warga kafir Kristen dan Yahudi yang menolak memeluk Islam), karena itulah aturan Nabimu dan sumber mata pencaharianmu (yakni Jiyza (uang yang dipungut Muslim) dari para Dhimmi).”

Sahih Bukhari, Volume 4, Book 53, Number 386:

Dikisahkan oleh Jubair bin Haiya:
‘Umar mengirim para Muslim ke negara² besar untuk memerangi para kafir. Ketika Al-Hurmuzan berkata, “Ya, contoh dari negara² ini dan masyarakatnya yang adalah musuh Islam bagaikan burung dengan kepala, dua sayap, dan dua kaki. Jika satu dari sayapnya putus, maka burung itu akan berjalan dengan dua kakinya, dengan satu sayap dan satu kaki; dan jika sayap satunya lagi putus, maka dia masih bisa bangkit dengan dua kaki dan satu kepala, tapi jika kepalanya dihancurkan, maka dua kaki, dua sayap, dan kepala itu tidak akan berguna lagi. Kepalanya ini adalah Khosrau, dan satu sayapnya adalah Caesar dan satu sayap lagi adalah Faris. Jadi, perintahlah para Muslim untuk menyerang Khosrau.”

Maka Umar mengirim kami (kepada Khosrau) dan menunjuk An-Numan bin Muqrin sebagai komandan kami. Ketika kami mencapai tanah musuh, wakil Khosrau datang dengan 40.000 tentara, dan seorang penerjemah datang dan berkata, “Silakan salah seorang dari kalian bicara denganku!” Al-Mughira menjawab, “Tanya sesukamu.” Orang itu bertanya, “Siapakah kalian?” Al-Mughira menjawab, “Kami adalah orang² Arab; hidup kami dulu susah, sengsara, penuh derita: kami biasa menghisap kulit dan biji kurma karena kelaparan; kami dulu pakai baju yang terbuat dari bulu unta dan kambing, dan menyembah pohon² dan batu². Sewaktu kami masih dalam keadaan seperti ini, Tuhan Surga dan Bumi, ditinggikan kemuliaanNya dan kebesaranNya, mengirim bagi kami seorang Nabi yang kami kenal ibu dan bapaknya. Nabi kami, Rasul Allâh, telah memerintahkan kami untuk memerangi kalian sampai kalian menyembah Allâh saja atau bayar Jizya; dan Nabi kami telah memberitahu kami bahwa Allâh kami berkata: “Barangsiapa diantara Muslim terbunuh syahid, maka dia akan masuk Surga untuk menikmati kemewahan hidup yang tidak pernah dia saksikan sebelumnya, dan barangsiapa diantara kami tetap hidup, maka mereka akan jadi majikanmu.”

Hadis di atas sudah dengan jelas sekali menjelaskan bahwa cara pikir Muslim ternyata sama persis dengan cara pikir Muhammad. Mereka memang ingin menyerang Persia sebagai cara cari nafkah, sedangkan bangsa Persia sendiri bahkan tidak mengenal mereka. Tiada alasan apapun bagi Muslim untuk menyerang Persia selain untuk mewujudkan iming² harta jarahan, kekuasaan dan tanah kafir. Muhammad mengajarkan Muslim untuk menjungkirbalikkan tindakan jahat kriminal menjadi tindakan halal sesuai firman Allâh.

Read More

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: