Sejarah Islam

Manusia bijak adalah manusia yang mengetahui & belajar dari sejarah

Perbudakan dalam Islam [Quran & Hadis]

Perbudakan dalam Islam
oleh Silas

Garis besar

Islam membudayakan perbudakan. Muhammad mulai mengambil budak2 ketika dia pindah ke Medina dan punya kekuasaan. Budak2 biasanya diambil dari penyerangan2 ke suku2 Arab di sekitar daerah, atau dalam perang, baik tindakan menyerang atau bela diri. Islam mengijinkan untuk mengambil budah sebagai “jarahan perang” atau upah berperang. Ini mengakibatkan terjadinya banyak perang2 “jihad” yang dilakukan negara2 dan suku2 Islam untuk menyerang kelompok2 non-Muslim dan menjadikan mereka budak2. Hukum Islam menjelaskan peraturan untuk memperlakukan para budak. Akan tetapi penindasan terus terjadi sepanjang sejarah.

Prakata

Orang2 Barat tahu benar sejarah perbudakan di Amerika. Ini dianggap penuh dosa dan sangat tercela, dan terjadi selama beberapa ratus tahun. Perbudakan terutama dihapuskan oleh usaha2 Kristiani di Inggris (Wilberforce, Clarkson) dan Amerika (kaum Abolitionists, terutama Protestant).

Akan tetapi, hanya segelintir orang Barat tahu tentang Islam dan perbudakan. Kebanyakan dari mereka akan kaget kalau tahu bahwa pemerintah2 Islam mengambil budak2 sebagai jarahan perang. Di hari pertama Muhammad menghunuskan pedangnya untuk merampok dan menaklukkan para non-Muslim sampai pada detik ini, orang2 Muslim terus mengambil para non-Muslim dan bahkan yang bukan berkulit hitam Muslim, sebagai budak2 mereka.

Orang2 Muslim telah memperbudak orang2 Afrika sejak lama sebelum kapal2 budak berlayar ke Amerika Utara. Para Muslim mengambil dan memaksakan perbudakan di seluruh tanah2 jajahan mereka. Di kemudian hari, ketika kapal2 budak dipenuhi oleh budak2 kulit hitam, seringkali agen budak Muslim sudah mempersiapkan kendaraan untuk memuat budak manusia itu untuk dibawa ke tempat tujuan. Orang2 kulit putih di Afrika Selatan jarang untuk harus pergi ke daerah tengah Afrika untuk mendapatkan budak2 karena para budak sudah tersedia di daerah mereka, milik para penguasa Muslim dan/atau agen budak! Di banyak kasus, jika budak2 kulit hitam tidak dikirim ke Amerika Utara, mereka dikirim ke Timur Tengah untuk diperbudak orang2 Arab, atau oleh orang2 Muslim kulit hitam lainnya.

MUHAMMAD, MUSLIM, QUR’AN, DAN PERBUDAKAN

Untuk mulainya, Qur’an mengesahkan perbudakan, dan seringkali menyebut budak2. Ini beberapa ayatnya:
Q 33:50
Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu isteri-isterimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba2 wanita yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu.

Ayat ini jelas menunjukkan para Muslim percaya bahwa mengambil budak2 dalam perang adalah hak yang diberikan Tuhan bagi mereka. Budak2 ini dianggap sebagai “jarahan perang”. Seperti yang umum dikatakan: yang menang berhak memiliki barang2 jarahan.

Q 23:5
kecuali terhadap isteri2 dan budak2 wanita yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.
Konteks kalimat ini (yang tidak dikutip sepenuhnya) menjelaskan secara detail bahwa para pria Muslim diperbolehkan untuk melakukan hubungan seksual dengan para istri dan budak2 wanita. Dari ayat ini dimengerti bahwa pria2 Muslim punya gundik2. Q 70:30 pada dasarnya mengulangi Q 23:5. Tulisan Ibn Sa’d “Tabaqat” menceritakan dengan jelas bahwa Muhammad punya “hubungan” dengan setidaknya salah satu budak2 wanitanya. Muhammad punya hubungan seksual dengan Mariyah, budak Koptiknya. Mariyah dan saudara wanitanya yang bernama Sirin adalah budak2 yang diberikan sebagai hadiah bagi Muhammad. Muhammad memberikan Sirin pada seorang penyair bernama Hasan Thabit. Ibn Sa’d berkata bahwa Muhammad “suka akan Mariyah, yang berkulit putih, berambut ikal dan cantik.” [Diambil dari tulisan Ibn Sa’d “Kitab al-Tabaqat al-Kabir” (Book of the Major Classes), p164].

Ibn Sa’d juga menulis bahwa Mariyah melahirkan anak laki Muhammad yang bernama Ibrahim. Anak ini mati 18 bulan kemudian. Sa’d menulis: “Jika dia hidup, tidak ada paman2 kandungnya yang tetap jadi budak”, hal. 164. Kalimat ini menerangkan bahwa ada budak2 Koptik lain yang dimiliki orang2 Muslim.

Qur’an juga memerintahkan Muslim untuk TIDAK memaksa budak2 wanita mereka melakukan pelacuran (Q 24:33), dan bahkan mengijinkan Muslim untuk menikahi budak2 itu jika mereka ingin (Q 4:24), dan untuk membebaskan mereka sebagai hukuman tindakan kriminal atau dosa (Q 4:92, 5:89, 58:3) dan bahkan mengijinkan budak2 untuk membeli kemerdekaan mereka, jika mereka memenuhi persyaratan dari majikan mereka (Q 24:33). [Q 90:10 ‘membebaskan orang yang terikat’ menunjuk pada orang2 Muslim yang menebus Muslim lain yang dijadikan budak2 oleh orang2 non-Muslim.]

Q 24:33
Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan budak-budak yang kamu miliki yang menginginkan perjanjian, hendaklah kamu buat perjanjian dengan mereka, jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka sebahagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu. Dan janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri mengingini kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan duniawi. Dan barangsiapa yang memaksa mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (kepada mereka) sesudah mereka dipaksa itu.

Meskipun kupikir memang suatu tindakan yang baik untuk mengijinkan seorang budak mendapatkan kembali kemerdekaannya (berdasarkan kebijaksanaan majikannya), tapi sungguh yang tragis bahwa pada mulanya Islam sendiri telah mengijinkan mereka untuk diperbudak. Ini seperti merampok bank dan memberikan sebagian uang yang dicuri kepada bank itu, dan mengira bahwa ini adalah perbuatan yang baik!

Ayat2 di atas menunjukkan bahwa mengambil budak diijinkan oleh Allah, dan majikan2 pria Muslim diperbolehkan berhubungan seks dengan budak2 wanitanya. Ini juga menunjukkan bahwa budak2 merupakan harta milik yang berharga bagi para Muslim. Kalau tidak, Allah tidak akan mewajibkan hukuman dengan memerdekakan seorang budak sebagai bayaran perbuatan kriminal.

HADIS BUKHARI DAN PERBUDAKAN

Terdapat beratus-ratus Hadis yang berhubungan dengan perbudakan. Semua bagian Hadis ditulis untuk mengatur perpajakan, perlakuan, penjualan dan hukum bagi para budak. Selain ini, banyak Hadis yang menyebutkan budak2, dan hubungan mereka dengan majikan Muslimnya. Ini adalah kumpulan Hadis2 Sahih Bukhari tentang budak2:

Hadis2 Sahih Bukhari Vol. 7-#137
Dikisahkan oleh Abu al-Khudri:
“Kami mendapatkan tawanan2 wanita dari penjarahan perang dan kami melakukan coitus interruptus (pengeluaran sperma di luar tubuh wanita) dengan mereka. Maka kami menanyakan pada Rasul Allah tentang hal itu dan dia berkata,”Apakah kalian benar2 melakukan itu?” dan mengulangi pertanyaan ini tiga kali, “ Jika jiwa ditakdirkan untuk tidak ada, maka jiwa ini tidak akan menjelma menjadi ada, sampai di Hari Kebangkitan.’”

Di sini orang2 Muslim telah mengambil beberapa budak wanita, dan melakukan hubungan seks dengan mereka. Muhammad memperbolehkan ini. Dia hanya menganjurkan mereka untuk tidak melakukan coitus interruptus.

Hadis Sahih Bukhari Vol. 5-#459 [Hadis ini serupa dengan Hadis di atas, tapi keterangannya lebih lengkap].
Dikisahkan oleh Ibn Muhairiz:
Aku masuk ke dalam mesjid dan melihat Abu Khudri dan lalu duduk di sebelahnya dan bertanya padanya tentang coitus interruptus. Abu berkata, “Kami pergi bersama Rasul Allah untuk Ghazwa (penyerangan terhadap) Banu Mustaliq dan kami menerima tawanan2 perang diantara para tawanan perang dan kami berhasrat terhadap para wanita itu dan sukar untuk tidak melakukan hubungan seksual dan kami suka melakukan coitus interruptus. Maka ketika kami bermaksud melakukan coitus interruptus kami berkata: “Bagaimana kami dapat melakukan coitus interruptus tanpa menanyakan Rasul Allah yang ada diantara kita?” Kami bertanya padanya tentang hal ini dan dia berkata: “Lebih baik kalian tidak melakukan itu, karena jika jiwa (dalam hal ini jiwa bayi) manapun (sampai hari Kebangkitan) memang ditentukan untuk menjadi ada, maka jiwa itu pun akan ada.’”

Di Hadis ini diceritakan bahwa para Muslim menyerang Banu Mustaliq dan mendapat budak2. Budak2 wanita dibagi-bagikan sebagai jarahan perang kepada para tentara Muslim. Karena jauh dari tempat tinggalnya (istri2nya), para prajurit itu merasa terangsang dan ingin berhubungan seks dengan budak2 wanita yang baru saja ditangkap. Mereka pergi ke Muhammad dan menanyakan tentang coitus interruptus. Tapi dia mengatakan pada mereka untuk tidak melakukan coitus interruptus itu, tapi memperbolehkan melakukan hubungan seks penuh dengan para budak itu. Hadis lain menerangkan bahwa para prajurit Muslim tidak ingin membuat para budak wanita hamil karena mereka ingin bisa menjual mereka lagi di lain waktu. Di bawah hukum Islam, Muslim tidak boleh menjual budak2 wanita yang sedang hamil.

Efek dari Hadis ini adalah Muhammad memperbolehkan perkosaan atas tawanan2 perang wanita.

Hadis Sahih Bukhari, Vol. 3-#765
Dikisahkan oleh Kuraib: budak Ibn ‘Abbas yang dibebaskan
Maimuna bint Al-Harith mengatakan padanya (Kutaib) bahwa dia telah membebaskan seorang budak wanita tanpa meminta ijin kepada sang Nabi. Suatu hari ketika datang gilirannya untuk bersama sang Nabi, dia berkata, “Tahukah kau, O Rasul Allah, bahwa aku telah membebaskan budak wanitaku?” Dia berkata,”Benarkah itu?” Dia mengiakannya. Dia berkata,”Kau seharusnya bisa dapat anugrah lebih banyak jika kau berikan dia (budak wanita itu) kepada salah satu paman2mu.”

Di sini seorang budak wanita dimerdekakan, tapi Muhammad berkata bahwa dia (Maimuna) seharusnya bisa dapat lebih banyak anugrah jika dia memberikan budak itu kepada salah satu pamannya, dan ini berarti tidak memerdekakan budak itu.

Vol. 7-#734 “….Seorang budak berdiri di dekat pintu kamar (Muhammad) dan aku datang padanya dan berkata,”Ijinkan aku masuk kamar” ….
Hadisnya panjang, tapi kutipan di atas menunjukkan bahwa Muhammad punya budak yang bekerja di rumahnya.

Hadis Sahih Bukhari, Vol. 7-#344
Dikisahkan oleh Anas: “Rasul Allah pergi ke rumah budaknya yang adalah seorang penjahit, dan dia ditawarkan sepiring labu manis yang lalu dimakannya. Aku jadi sangat suka labu manis sejak aku melihat Rasul Allah memakannya.”
Hadis ini menunjukkan budak lain milik Muhammad yang bekerja sebagai penjahit. #346 menambahkan keterangan yang lebih detail.

Hadis Sahih Bukhari, Vol. 5-#54
Dikisahkan oleh Abu Huraira:
Ketika kami menaklukkan Khaibar, kami tidak mendapatkan emas atau perak sebagai barang jarahan, tapi kami mendapatkan sapi2, unta2, harta benda dan perkebunan. Dan kami lalu pergi bersama Rasul Allah ke lembah Al-Qira, dan pada saat itu Rasul Allah punya seorang budak bernama Midarn yang diberikan kepadanya dari seorang Banu Ad-Dibbab. Ketika budak ini sedang memasang pelana Rasul Allah, sebuah panah yang entah diluncurkan siapa, melesat dan menusuknya ….

Hadis ini menunjukkan bahwa Muhammad mempunyai seorang budak, yang tertusuk panah.

Hadis Sahih Bukhari, Vol. 5-#637
Dikisahkan oleh Buraida:
Sang Nabi mengirim Ali kepada Khalid untuk membawa Khumus (seperlima jarahan perang) dan aku benci Ali dan Ali baru saja mandi (setelah melakukan hubungan seks dengan seorang budak wanita dari Khumus). Aku berkata kepada Khalid, “Tidakkah kau lihat dia (Ali)?” Ketika kami bertemu sang Nabi, aku menceritakan itu padanya. Dia berkata,”O, Buraida! Apakah kau membenci Ali?” Aku berkata, “Ya.” Dia berkata, “Apakah kamu membencinya karena dia berhak mendapatkan lebih daripada apa yang dia dapatkan dari Khumus?”

Hadis ini mengungkapkan bahwa “Buraida membenci Ali karena dia mengambil seorang budak wanita dari jarahan perang dan menganggap itu sebagai hal yang tidak baik.” Ali mengambil seorang budak wanita baru dan berhubungan seks dengannya. Ketika Muhammad diberitahu akan hal ini, dia tidak melarangnya. Ingatlah bahwa budak2 dianggap sebagai jarahan perang, dan dianggap sebagai kepunyaan para pria, dan para pria diperkenankan melakukan hubungan seks, memperkosa budak2 wanita itu.

Hadis Sahih Bukhari, Vol. 5-#512
Dikisahkan oleh Anas: “…..
Sang Nabi memerintahkan pembunuhan para tentara, dan anak2 dan istri2 mereka dijadikan tawanan perang …”

Hadis ini mengisahkan penyerangan terhadap orang Yahudi di Khaibar. Sekali lagi, banyak wanita dan anak2 yang ditangkap dan dijadikan budak2.

Hadis Sahih Bukhari, Vol. 5-bab 67
Dikisahkan oleh Ibn Ishaq:
Dikisahkan oleh Ibn Ishaq: Ghazwa (penyerangan) yang dilakukan Uyaina bin Hisn terhadap Banu Al-Anbar, salah satu anak suku Banu Tamim. Sang Nabi mengirim Uyaina untuk menyerang mereka. Dia membunuh mereka, membunuh beberapa orang dari mereka dan menangkap lainnya sebagai tawanan2.

Di sini Muhammad mengirim tentaranya untuk menyerang suku lain. Mereka membunuh sebagian dari mereka dan menawan yang lain. Sekali lagi, para Muslim menyerang suku tetangga.

Hadis Sahih Bukhari, Vol. 5-#182
Dikisahkan Aisha:
“Abu Bakr punya seorang budak yang biasa memberikannya sebagian dari pendapatannya.”

Hadis Sahih Bukhari, Vol. 5-#50
Dikisahkan Amr Maimun: “….Budak milik Al-Mughira…”
[seorang Muslim lagi yang punya budak yang membunuh Umar.]
….Al-Abbas punya paling banyak budak2….
[Al-Abbas, yang nantinya jadi pemimpin Muslim punya banyak budak].

Hadis Sahih Bukhari, Vol. 9-#462
Dikisahkan oleh Aisha: “…Untuk selanjutknya kau boleh tanya budak perempuanku yang akan mengatakan padamu yang sebenarnya”. Maka sang Nabi menanyakan Banra (budak perempuanku) …Aisha juga punya budak.

Juga di sini: Hadish Sahih Bukhari volume 7-#s 845, 341, 352, 371, 410, 413, 654, ch. 22, ch. 23, and
volume 1-#s 29, 439, 661,
volume 9-#s ch. 23, ch. 32, #293, 296, 277, 100, 80.
Semua hadis2 ini menceritakan dengan rinci bahwa banyak Muslim yang punya budak2.

MUHAMMAD, HADIS ABU DAWUD, DAN PERBUDAKAN

Hadis Abu Dawud, vol. 2, bab 597 – “Tentang orang yang memukuli budaknya sewaktu dia mengenakan Ihram (dalam keadaan suci)”

Hadis Abu Daud, #1814- “(Abu Bakr) yang mulia memukuli budaknya dan sang Rasul Allah tersenyum dan berkata: “Lihatlah orang ini yang sedang dalam keadaan suci, apakah yang dilakukannya?” (pesan bagi Hadis ini mengatakan “Abu Bakr memukuli budaknya untuk mengajarnya rasa tanggungjawab.”)

Abu Dawud, vol. 2, bab 683“Tentang perkawinan seorang budak tanpa persetujuan majikannya.”

#2074“Ibn Umar menceritakan sang Nabi berkata: “Jika seorang budak menikah tanpa restu dari majikannya, maka perkawinannya tidak sah dan batal.”

Abu Dawud, vol. 2, bab 1317“Kewajiban kontrak seorang budak.”
#3499, 3500“Kewajiban berdasarkan kontrak untuk budak berlangsung selama tiga hari. Jika majikan menemukan suatu cacat pada budak itu dalam waktu tiga hari, majikan dapat mengembalikannya tanpa bukti; jika dia menemukan cacat setelah tiga hari, maka dia harus menunjukkan bukti bahwa budak itu cacat saat dia membelinya.”

MUHAMMAD, MUWATTA IMAM MALIK, DAN PERBUDAKAN

Bagian2 yang disebutkan di bawah menunjukkan hakiki perbudakan dalam hidup Muhammad, dan kehidupan para Kalifah. Muwatta adalah buku hukum Islam yang isinya penuh dengan peraturan bagaimana berhubungan dengan para budak. Budak2 digunakan terus-menerus di seluruh dunia Islam. Dengan melihat banyaknya Hadis2 di sini, bisa dimengerti bahwa banyak orang Muslim yang punya budak2.

Bagian 368 – “Siapa yang memiliki harta milik seorang budak jika budak itu diberi kemerdekaan.”
Bagian 371 – “Budak2 tidak dapat dimerdekakan sebagai Kewajiban dalam membebaskan seorang budak”
Bagian 383 – “Hidup bersama sebagai pasangan seksual dengan seorang budak wanita setelah mengumumkan Mudabbir-nya (Mudabbir = bebas setelah majikannya mati)
Bagian 387 – “Siapa yang berhak atas harta milik seorang budak atau budak gadis remaja pada saat budak dijual.”
Bagian 388 – “Batasan tanggung jawab bagi pihak penjual dalam penjualan seorang budak atau budak gadis remaja.”
Bagian 390 – “Aturan penjualan seorang budak gadis remaja.”
Ada bagian2 tambahan yang berhubungan dengan budak2. Daftar di atas sudah cukup untuk menunjukkan bahwa sangat banyak hubungan dengan para budak selama dan sesudah jaman Muhammad.

TULISAN2 ISLAM LAIN TENTANG PARA MUSLIM YANG MEMILIKI BUDAK2

Ada tulisan2 Islami lain yang menulis bagaimana Muhammad membeli, menjual dan membebaskan budak2. Kutipan2 berikut adalah dari “Behind the Veil” (Dari Belakang Kerudung):

Ibn Qayyim al-Jawziyya, seorang ilmuwan dan ahli sejarah Islam yang ternama mengatakan di bukunya “Zad al-Ma’ad”, bagian 1, hal. 160:
“Muhammad punya banyak budak2 pria dan wanita. Dia biasa membeli dan menjual mereka, tapi dia membeli lebih banyak budak daripada menjualnya. Suatu waktu dia menjual seorang budak kulit hitam untuk mendapatkan dua budak. Dia membeli budak2 lebih banyak daripada dia menjualnya.”

“Muhammad punya beberapa budak2 kulit hitam. Satu diantaranya bernama ‘Mahran’. Muhammad memaksa dia untuk bekerja lebih berat daripada orang biasa. Jika Muhammad pergi ke suatu tempat dan dia, atau orang2nya, jadi lelah karena membawa barang2 mereka, dia menyuruh Mahran membawanya. Mahran berkata: “Bahkan jika aku telah membawa barang2 untuk 6 atau 7 keledai ketika kami dalam sebuah perjalanan, siapapun yang merasa lelah akan melemparkan baju2 atau perisai atau pedangnya padaku sehingga aku harus memanggul semua beban berat itu”. Tabari dan Jawziyya juga menulis akan hal ini, jadi Islam menerima ini sebagai hal yang benar.
Ali, yaitu menantu Muhammad, memecuti budak Aisha di depan Muhammad untuk membuatnya bicara tentang tuduhan2 perzinahan terhadap Aisha. Muhammad tidak mengatakan sepatah kata pun pada Ali tentang penyiksaan terhadap budak wanita itu. [Dari Sirat Rasulallah, halaman 496.]

Di Sirat Rasulallah, Muhammad membunuh 800 pria dan mengambil kaum wanita dan anak2nya untuk dijadikan budak. Dia mengambil setidaknya satu budak wanita Yahudi yang bernama Rayhana sebagai gundiknya, dan kemudian menyerahkan seluruh wanita pada tentara2 Muslim. Sirat-nya mengatakan (hal. 466): “Lalu sang Nabi membagi-bagikan harta benda, istri2 dan anak2 Banu Qurayza kepada orang2 Muslim …
dan
“Lalu sang Nabi mengirim Sa’d Zayd saudara laki Ashhal bersama beberapa tawanan wanita Banu Qurayza ke Najd dan dia menjual mereka untuk mendapat kuda dan persejataan.”

Satu hal sudah pasti: MUHAMMAD ADALAH PEMILIK BUDAK. Nama2 budak Muhammad yang banyak ditulis dengan penuh rinci di tulisan2 Muslim dan mereka semua dapat dibaca di buku “Behind the Veil”.

Sebagian Muslim berkata bahwa budak2 di bawah Islam diperlakukan dengan adil dan baik, dan budak2 di negara Barat selalu diperlakukan seperti barang hidup. Kenyataannya adalah perlakuan terhadap para budak di negara Barat dan di bawah Islam bervariasi. Beberapa budak diperlakukan baik, yang lain diperlakukan secara brutal. Baik Qur’an dan Alkitab memerintahkan para majikan untuk memperlakukan para budak dengan adil. Bandingkan Efesus 6:9 dan Sura 4:36. Keduanya serupa. Akan tetapi, Perjanjian Baru mengutuk perdagangan budak di 1 Timotius 1:10 (penculik orang sama artinya dengan pedagang budak), dan Qur’an memperbolehkan, bahkan menganjurkan perbudakan.

HAK2 PARA BUDAK DI BAWAH ISLAM

Menurut Kamus Islam Hughes, para budak hanya punya sedikit hal sipil. Contohnya: pria2 Muslim boleh melakukan seks kapanpun juga dengan budak2 wanitanya – – Sura 4:3, 4:29, 33:49.

Para budak tidak berdaya di hadapan majikan2 mereka seperti patung2 berhala di hadapan Tuhan – Sura 16:77. Menurut tradisi Islam, orang2 yang jadi tawanan perang punya dua nasib: dibunuh atau diperbudak. Ini menunjukkan bahwa para budak berderajat paling rendah sejak awal.

Berdasarkan hukum Islam, para budak adalah barang milik. Penjualan budak2 sama dengan penjualan binatang2. Muhammad memerintahkan beberapa budak yang dimerdekakan oleh para majikannya untuk DIPERBUDAK LAGI!

Hukum Islam mengijinkan pencambukkan terhadap budak2. Menurut Islam, seorang Muslim tidak dapat dihukum mati karena membunuh seorang budak.
Ref. 2:178 dan Jalalayn menegaskan hal ini.
Menurut Islam, kesaksian para budak tidak dapat diterima dalam penghakiman. Ibn Timiyya and Bukhari menyatakan hal ini.
Menurut hukum Islam, para budak tidak diperkenankan memilih pasangan kawinnya sendiri – Ibn Hazm, vol. 6, part 9.
Menurut hukum Islam, para budak dapat dipaksa untuk menikah dengan orang pilihan majikannya – Malik ibn Anas, vol. 2, hal. 155.
Perbudakan terus berlangsung di negara2 Islam dari jaman Muhammad sampai hari ini. Penguasa2 Muslim selalu dapat dukungan dari Qur’an untuk mengadakan ‘jihad’, sebagian untuk jarahan perang, sebagian lagi untuk mengambil budak2. Sejak kekaisaran Islam terpecah-pecah jadi negara2 kecil, setiap pemimpin kerajaan dapat menentukan apa arti sebenarnya dari theologia Islam. Pada umumnya, dia selalu menemukan ayat yang mendukung apa yang dikehendakinya. Tujuan mereka berjihad melawan negara tetangga digunakan untuk mengambil budak2 bagi Islam. Qur’and dan hukum Islam mendukung perbudakan, jadi para pemimpin Muslim ini hanya mengikuti Qur’an jika mereka membutuhkan budak2.

SIAPAKAH YANG DAPAT DIPERBUDAK DI BAWAH ISLAM?

Islam mengijinkan Muslim untuk memperbudak siapa saja yang ditangkap dalam perang. Islam mengijinkan anak2 para budak untuk dibesarkan sebagai budak2.

Seperti di atas, Islam mengijinkan orang2 Kristen dan Yahudi untuk diperbudak jika mereka tertangkap dalam perang. Setelah tentara Muslim menyerang dan menaklukkan Spanyol, mereka mengambil ribuan budak dan dibawa ke Damaskus. Harga yang paling mahal saat itu adalah 1000 perawan yang dijadikan budak2. Mereka dipaksa pergi sampai ke Damaskus.

Orang2 Kristen dan Yahudi yang membuat perjanjian dengan pemimpin2 Muslim dapat dijadikan budak2 jika mereka tidak membayar Jizyah (pajak keamanan) sama seperti membayar Mafia yang melakukan pungutan liar! Dengan ini, para pemimpin Muslim diperbolehkan mengambil uang dari orang2 non-Muslim.

PERBUDAKAN SETELAH JAMAN MUHAMMAD
DARIMANAKAH DATANGNYA BUDAK2 MUSLIM YANG BANYAK ITU?

Meskipun orang2 Muslim mengambil budak dari seluruh daerah yang mereka kalahkan, banyak budaknya yang berkulit hitam dari Afrika. Mereka dipaksa harus melakukan pekerjaan2 terberat.

Terjadi pemberontakan terkenal yang dilakukan ribuan budak kulit hitam dan mereka membunuh ribuan orang Arab di Basrah. Para budak ini dipaksa untuk bekerja di tambang2 batu garam yang besar milik Muslim. Pada waktu pemberontakan, mereka menguasai kota Basrah di Irak. Mereka mengalahkan kota demi kota dan mereka tidak dapat dihentikan. Pemberontakan dan kemerdekaan mereka bertahan selama 11 tahun. [“Sejarah Islam”, Robert Payne, hal.185.]

Sewaktu tentara2 Muslim terus melakukan penaklukan daerah2 lain, mereka pun mendapatkan banyak budak. Bernard Lewis di “The Arabs in History” menulis: “penganut agama banyak dewa dan penyembah berhala dianggap sebagai sasaran2 utama untuk dijadikan budak2.”

Di awal tahun2 pertama penaklukkan Arab, budak2 dalam jumlah sangat besar didapat dari tawanan2 perang. C.E. Bosworth dalam “The Islamic Dynasties” menulis: “penggunakan tenaga budak ini membuat orang2 Arab dapat hidup di tanah jajahan sebagai majikan dan menikmati potensi kekayaan ekonomi di tempat yang kaya raya itu.”

Ibn Warraq di bukunya “Why I am Not a Muslim” menulis: “Orang2 Arab sangat terlibat dalam jaring perdagangan budak yang sangat luas – mereka menjelajahi pasar2 budak di China, India, dan Asia Tenggara. Ada budak2 Turki dari Asia Tengah, budak2 dari Kekaisaran Byzantine, budak2 kulit putih dari Eropa Tengah dan Timur, dan budak2 kulit hitam dari Afrika Barat dan Timur. Setiap kota di dunia Muslim punya pasar budak milik kota itu sendiri.”

PENINDASAN TERHADAP PARA BUDAK DI JAMAN ISLAM MODERN SAAT INI

Muhammad memang bilang bahwa para budak harus diperlakukan dengan adil. Meskipun begitu, mereka tetap saja dianggap barang milik orang Muslim. Sama seperti penindasan pernah terjadi di bawah agama Kristen, begitu juga penindasan pernah dan masih terjadi di bawah Islam. Beda antara keduanya adlaah Islam mendorong perbudakan dalam perang, dan ini menghidupkan perbudakan terus-menerus. Sedangkan Kristen tidak begitu. Dalam perbudakan abadi yang masih terjadi, Islam telah melakukan banyak penindasan terhadap para budak.

Setiap orang tahu tentang penindasan terhadap budak2 di Amerika Serikat tahun 1800-an. Apa yang kau ketahui tentang penindasan para budak di bawah Islam? Aku temukan dua buah buku yang sangat bagus tentang perbudakan dan Islam:
“Slavery and Muslim Society in Africa”, by Allan Fisher, pub in 1971, dan
“The Slave Trade Today” by Sean O’Callaghan, pub in 1961.

Kedua buku ini benar2 membuka mataku betapa parahnya perbudakan di bawah Islam. Sudah jelas benar bahwa penindasan ini masih berlangsung sampai hari ini.

Aku juga punya referensi lain tentang perbudakan dalam Islam. Penelaahan umum didapat dari Kamus Islam Hughes. Buku ini menyatakan beberapa hal dasar:
Budak2 tidak punya kebebasan sipil, dan mereka berada di bawah kekuasaan majikannya sepenuhnya.
Perbudakan sangat sesuai dengan sifat Islam. Islam memang membuat hidup lebih baik bagi para budak umumnya, tapi Muhammad bermaksud agar perbudakan tetap ada.
Hughes juga mengatakan bahwa dianggap tindakan yang arif untuk memerdekakan seorang budak. Aku sangat sukar mengerti bahwa tuhan yang menyuruh Muhammad mengambil budak2 lalu kemudian mengatakan memerdekakan mereka adalah tindakan yang arif?

Dalam ‘The Slave Trade Today’, Sean O’Callaghan menjelajahi daerah2 Timur Tengah dan Afrika dan dengan sembunyi2 mengunjungi banyak pasar2 budak. Karena Islam mengijinkan perbudakan dan perdagangan budak, dia bisa melihat banyak tentang dunia perbudakan Islam yang nyata. Ingatlah bahwa O’Callaghan melihat ini kurang dari 40 tahun yang lalu. Perbudakan ini masih terjadi sampai hari ini, meskipun lebih dirahasiakan.

Di Djibouti, Sean O’Callaghan menulis:
“Sepuluh anak2 laki dijejerkan membentuk lingkaran dalam dais (biasa digunakan untuk mempertontonkan para budak), pantat2 mereka menghadap kepada kami. Semuanya telanjang, dan aku melihat dengan penuh rasa ngeri bahwa lima diantara anak2 itu telah dikebiri. Pedagang budak mengatakan biasanya 10% dari anak2 laki itu dikebiri dan dijual bagi homoseks dari Saudi atau orang2 Yemen yang punya gundik2 sebagai penjaga2” hal. 75.

“Mengapa para anak2 gadis (budak2 perempuan yang baru saja dijual) menerima nasih mereka tanpa mengeluh sedangkan para anak2 laki meraung dan menangis?” “Sederhana saja” kata pedagang budak orang Somali ini, “Kami memberitahu anak2 gadis itu bahwa sejak usia 7 atau 8 tahun mereka digunakan untuk seks, usia 9 kita perbolehkan mereka mempraktekan seks dengan satu sama lain, dan setahun kemudian dengan anak2 laki”.

Di Aden dia menulis:
“Orang Yemeni mengatakan padaku bahwa gadis (budak2 gadis yang digunakan sebagai pelacur2) didorong untuk punya anak2, terutama dengan orang2 kulit putih. Karena jika seorang budak wanita punya anak kulit putih, dia akan diberi bonus 20 poun ketika anaknya diambil darinya”. Seperti yang kau baca, anak seorang budak tetaplah jadi budak, dan majikannya dapat menjual anak itu dan mengambil uangnya. Penjualan ini diperbolehkan di bawah hukum Islam.

“Hanya satu pelanggaran yang dihukum sangat berat, yakni berusaha melarikan diri dari harem … Gadis malang itu ditelanjangi dan direntangkan diikat di lapangan tengah … hukuman dilaksanakan oleh seorang kasim Negro yang besar dan kuat yang tampaknya menikmati tugasnya memecuti gadis itu 70 kali.”

“Karena ini, orang kasim biasanya penis dan buah pelirnya dibuang”! Ini pun sah di bawah hukum Islam, karena ini termasuk persiapan budak untuk melayani majikan.

Di Saudi Arabia dia menulis:
‘Populasi budak diperkirakan berjumlah 450.000 orang”! … Penjualan budak2 tidak lagi dilakukan rutin, tapi hanya di gang2 di Mekah.”
‘Aku terbangun oleh teriakan2 dan jeritan2 yang datang dari lapangan tengah. Aku cepat2 pergi ke jendela dan melihat ke bawah di mana ada selusin budak2 digiring melalui pintu di bagian belakang lapangan. Mereka digiring bagaikan sapi2 ternak oleh tiga penjaga2 bersenjata yang kekar dengan memegang cambuk panjang. Waktu itu aku melihat seorang wanita yakni gadis Sudan dengan dada besar menerima cambukan keras di pantatnya yang telanjang dan dia menjerit kesakitan.’

‘Ketika budak berikutnya dibawa masuk, terdengar gumaman penuh rasa senang dari para calon pembeli yang berkumpul di sekeliling podium. Budak ini adalah anak laki ramping berusia 12 tahun dan berpenampilan fisik Arab sangat baik. Meskipun banyak hal telah ditulis tentang persaudaraan dan solidaritas antara orang2 Arab, aku tahu orang2 Arab tidak ragu untuk memperbudak rekan2 Arabnya jika mereka jatuh ke tangannya.

Anak laki itu telanjang dan berusaha menutupi kemaluannya dengan tangan2nya yang kecil dan dia berlari naik tangga ke atas podium … ada pepatah tua Bedouin yang mengatakan: “Kambing untuk digunakan, gadis untuk kenikmatan, tapi anak laki untuk ekstasi (kepuasan yang luar biasa)”. Anak laki ini lalu dibeli oleh seorang Arab tinggi berjanggut yang tangannya melingkari pinggang anak itu menuntun turun dari podium.”

Ini hanyalah sebagian kecil yang dilihat O’Callaghan. Ini terjadi karena Islam mengesahkan perbudakan. Memang penindasan budak bertentangan dengan Islam, tapi karena Islam mengabadikan perbudakan, maka penindasan akan terjadi.

Juga perlu diperhatikan bahwa jika budak2 itu jadi terlalu tua untuk melayani atau memuaskan nafsu berahi majikannya, para majikan akan membebaskan mereka. Sekarang para budak yang sudah tua dan tampak tak menarik lagi ini dilepaskan di jalanan untuk mengurus hidupnya sendiri. Para bekas budak ini dibiarkan sendiri untuk menghidupi dirinya. Para bekas majikannya telah melakukan tindakan yang arif dan bijaksana dengan membebaskan budak ini! Dia tidak usah repot2 lagi mengurus budak tua yang tak menarik lagi dan dia pun dapat bonus di surga karena melakukan tindakan arif ini. Sungguh suatu agama yang luar biasa!

Di bukunya, Fisher menulis tentang penelitian lain:
Di Mekah:
“Kami melihat 20 orang Negro memakai turban berjalan dekat Kaaba. Mereka adalah budak2 kasim dan bekerja sebagai polisi di Mesjid besar. Jumlah mereka semua adalah 50 orang.”

“Jalanan2 penuh dengan budak2 … kami melihat beberapa budak2 wanita tua. Mereka dapat dikenali dari pakaian mereka yang buruk … tapi kami tidak melihat budak2 wanita muda karena mereka dikurung di dalam rumah2 di kota ini.”

“Sewaktu kami terus berjalan, kami melihat dua atau tiga pria dan wanita yang sangat tua dan tampak seperti tengkorak hitam. Jika kami pergi ke mesjid waktu matahari terbit, kami melihat mereka di sana, jika kami pergi pada waktu matahari terbenam, mereka pun masih ada di sana, dan jika kami lewat waktu malam hari, mereka juga masih ada di sana… Mereka tidur di atas batu2 dengan baju mereka yang kumuh. Mereka tidak punya rumah dan makanan sehingga harus mengemis; mereka adalah para budak yang dimerdekakan majikannya dan mencari perlindungan dari Allah, begitu biasanya yang dikatakan para bekas majikan mereka.”

Sekarang bagaimana orang2 Saudi bisa mendapatkan begitu banyak budak2 kulit hitam? “Mereka (pedagang budak) datang sebagai penyebar agama Islam ke negara2 Afrika dan menjanjikan untuk menuntun orang2 Negro Afrika Muslim untuk pergi ke tempat2 suci Islam, naik haji, dan diajar membaca Qur’an dalam bahasa Arab.” Begitu mereka berangkat, mereka langsung dijadikan budak2. “Dengan partisipasi Pemerintah Saudi perdagangan budak di Afrika terus berlangsung di jaman kita saat ini meskipun ada peraturan interanasional yang melarangnya”.

Fisher juga menulis bahwa budak2 kulit putih berharga paling mahal.

Komentar lain yang menarik untuk disimak adalah para penyebar agama Islam tidak mau pergi ke beberapa bagian di Afrika. Alasannya adalah karena jika orang2 kulit hitam ini jadi Muslim, maka mereka tidak boleh diperbudak. Jadi para Muslim melarang penyebaran agama Islam diantara beberapa suku kulit hitam. Dari suku2 inilah pemimpin2 Muslim lokal mengambil budak2 dan menjualnya ke dunia Islam.

Dari waktu ke waktu, penindasan terjadi dalam perbudakan di bawah Islam. Negara Barat sudah bebas dari perbudakan, Islam tetap melanjutkannya, dan dengan itu pula penindasan terus berlangsung.

Ada sebuah artikel tentang perbudakan di Sudan yang ditulis di majalah Newsweek tanggal 12 Oktober 1992. Sejak saat itu, banyak ditulis artikel2 lain oleh berbagai media tentang perbudakan Islam di Sudan. Yang terjadi adalah orang2 di bagian selatan Sudah yang bukan Muslim, diserang, dikepung dan lalu dijual sebagai budak. Siapapun yang ingin membaca artikel2 ini hal ini dengan mudah bisa melakukannya lewat perpustakaan.

Akhir kata, aku ingat saat aku menonton pertunjukan Tony Brown’s Journal. Pada waktu itu temanya adalah perdagangan budak yang masih ada di negara2 Muslim saat ini, penyiksaan para budak, anak2 laki yang berjalan timpang karena pergelangan kakinya patah, perampasan tanah2 Negro oleh orang2 Arab, dll. Siapapun bisa melihat ulang siaran Journal ini dengan memesan rekamannya. Seorang Negro Muslim dari Mauritania ada dalam siaran Journal ini. Dia menceritakan apa yang dilakukan orang2 Arab di Mauritania terhadap para Negro (semua Muslim) di sana. Berita hak2 azasi manusia baru2 ini juga melaporkan bahwa kejadian yang sama juga berlangsung di Mali. Para Muslim Arab dengan paksa merampas tanah orang Muslim Negro dan memperbudak mereka di sana.

Baru2 ini, sekelompok pastor2 Negro dari A.S., membentuk kelompok untuk menentang perbudakan Islam diantara orang2 kulit hitam, baik Muslim maupun non-Muslim di Afrika. Keterangan tentang hal ini dapat dibaca di majalah Charisma bulan Agustus 1997, dan pada tanggal 17 November 1997. Kelompok ini dinamakan “Harambee” dan berhubungan dengan Loveland Church di Los Angeles, CA.

Hadis Sahih Bukhari, Vol 2, Book 15, Number 103
‘Aisha kemudian berkata, “Suatu saat sang Nabi memasang cadar wajahku dan aku melihat budak2 kulit hitam berjajar di mesjid dan (‘Umar) membentak mereka.

http://www.truthandgrace.com/muslimslavery.htm
Adadeh vs Malcolm X: Islam & Perbudakan
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … sc&start=0

Tidak tahukah Malcom X bahwa Muhammad punya banyak budak2 negro?

Sahih Bukhari, Volume 2, Book 15, Number 103:
Dikisahkan oleh ‘Urwa atas izin dari ‘Aisha:

Di hari2 Mina, (11th, 12th, and 13th of Dhul-Hijjah) Abu Bakr datang pada Aisha pada waktu dua orang gadis muda memukul tambur dan sang Nabi sedang berbaring ditutupi pakaiannya. Abu Bakar membentak mereka dan sang Nabi membuka penutup wajahnya dan berkata pada Abu Bakr, “Biarkan mereka, karena inilah hari2 ‘Id dan hari2 Mina.” ‘Aisha lalu berkata, “Suatu waktu sang Nabi mencadari mukaku dan aku melihat barisan budak2 hitam di Mesjid dan (‘Umar) membentak mereka. San Nabi berkata, ‘Biarkan mereka. O Bani Arfida! (teruskan), kau selamat (dilindungi)’.”

Sahih Bukhari, Volume 8, Book 73, Number 182:
Narrated Anas bin Malik:
Allah’s Apostle was on a journey and he had a black slave called Anjasha, and he was driving the camels (very fast, and there were women riding on those camels). Allah’s Apostle said, “Waihaka (May Allah be merciful to you), O Anjasha! Drive slowly (the camels) with the glass vessels (women)!”

Sahih Bukhari, Volume 9, Book 91, Number 368:
Narrated ‘Umar:
I came and behold, Allah’s Apostle was staying on a Mashroba (attic room) and a black slave of Allah’s Apostle was at the top if its stairs. I said to him, “(Tell the Prophet) that here is ‘Umar bin Al-Khattab (asking for permission to enter).” Then he admitted me. … (cf. Bukhari 3.648, 6.435, 7.119)

Malik’s Muwatta, Book 21, Number 21.13.25:
Yahya related to me from Malik from Thawr ibn Zayd ad-Dili from Abu’l-Ghayth Salim, the mawla of ibn Muti that Abu Hurayra said, “We went out with the Messenger of Allah, may Allah bless him and grant him peace, in the year of Khaybar. We did not capture any gold or silver except for personal effects, clothes, and baggage. Rifaa ibn Zayd presented a black slave boy to the Messenger of Allah, may Allah bless him and grant him peace, whose name was Midam….

Q 2:92 yang lengkap berbunyi:

Dan tidak layak bagi seorang mukmin membunuh seorang mukmin (yang lain), kecuali karena tersalah (tidak sengaja), dan barang siapa membunuh seorang mukmin karena tersalah (hendaklah) ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) bersedekah. Jika ia (si terbunuh) dari kaum yang memusuhimu, padahal ia mukmin, maka (hendaklah si pembunuh) memerdekakan hamba-sahaya yang mukmin. Dan jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang mukmin. Barang siapa yang tidak memperolehnya, maka hendaklah ia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut sebagai cara tobat kepada Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Apa kau tidak merasa hal yang janggal dari aturan Allah SWT ini? Mengapa musti menunggu sampai ada kejadian Muslim bunuh Muslim terlebih dahulu agar bisa membebaskan budak? Dalam ayat ini budak dianggap sebagai keping2 uang penghapus dosa yang harus dibayar pada Allah. Aneh sekali, bukan? Kalau memang niatnya adalah untuk menghapus perbudakan, ya jangan menyerang suku kafir dan memperbudak tawanan perang, dong. Kan sebenarnya mudah kalau memang punya niat baik untuk menerapkan penghapusan perbudakan?

Pintu perbudakan dalam Islam tidak akan pernah tertutup selama ayat2 ini masih berlaku:
Q 33:50
Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu isteri-isterimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba2 wanita yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu.

Q 23:5,6
dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak2 wanita yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.

Ibn Kathir, Tabari, dan Bukhari semuanya menyatakan Muhammad punya budak2 seks, Muhammad memberi budak seks pada Ali, Abu Bakr, dan sahabat2nya yang lain.

Keterangan ini pun sudah seringkali saya kutip di FFI: Muhammad Ala-ud-din Haskafi, “The Durr-ul-Mukhtar” (Al-Durr al-Mukhtar), halaman 24

kutipan:
Seorang pria hanya boleh mengawini tidak lebih dari EMPAT wanita bebas dan budak wanita. Tapi lalu pria itu boleh ambil gundik sebanyak-banyaknya yang dia mau. Jika seorang lelaki memiliki 4 istri (dari bukan budak) dan 1000 gundik dan ingin membeli satu gudnik lagi, maka jika ada Muslim lain yang menegurnya akan hal ini, maka pria yang menegur itu berlaku seperti kafir/murtad. Dan kalau isterinya mengatakan, “Saya akan bunuh diri, sang suami tidak dilarang utk melakukannya, karena ini sebuah tindakan sah, namun kalau ia tidak melakukannya karena tidak ingin menyakiti isterinya, ia akan diberi penghargaan, karena dlm hadis dikatakan : ‘Siapapun yg simpati kpd masy saya, Allah akan bersimpati padanya.'”

Silakan periksa sendiri bukunya. Imam Muhammad Ala-ud-din Haskafi sudah menjelaskan Muslim memang halal memiliki gundik atau budak seks sebanyak-banyaknya tanpa perlu dinikahi. Muhammad sendiri juga sudah melakukan itu.
http://www.thereligionofpeace.com/Quran/015-slavery.htm
Martir dapat 80.000 budak & 72 perawan di surga
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … hp?t=18845

Mohammed said: “The least reward for the people of paradise is 80,000 servants and 72 wives” – Al-Tirmidhi 2562, 2687.
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … c&start=20
http://www.youtube.com/watch?v=5U2phq6V … re=related

Mohammed menyebut orang2 Hitam sbg KISMIS. (Sahih Al Bukhary vol. 1, no. 662 and vol. 9, no. 256).

Mohammed dikutip sbg mengatakan bahwa Orang2 HItam adalah “budak2 berhidung lebar”. (Sahih Moslem vol. 9 pages 46 and 47).

Hadith; vol.9:162,163: Muhammad memperingatkan bahwa mimpi ttg wanita2 hitam berarti datangnya penyakit.
merge post dari AlhamdbukanMuslim

ISLAM, RAS DAN PERBUDAKAN
Oleh: Saya lagi

Beberapa muslim tertentu, seperti Malcolm X, Louis Farrakhan dan organisasi Nations of Islam kerap mencoba menarik minat kaum kulit hitam dengan mengklaim bahwa Islam adalah agama asli kulit hitam dan Muhammad menentang perbudakan (Prophet of Freedom and Equality???)..

Kenyataan menunjukkan fakta-fakta bahwa ajaran Islam mengandung rasisme dan Muhammad mengekalkan perbudakan.

Muhammad mempunyai budak, dan bahkan memperdagangkan budak!
Kalau pasukan Islam menjarah, tahanan nya boleh memilih: dibunuh atau dijadikan budak. Sarjana Universitas Al-Azhar Mesir, ‘Abdul-Latif Mushtahari:

Islam TIDAK MELARANG PERBUDAKAN namun mengijinkannya karena dua alasan. Yg pertama adalah perang (entah perang sipil atau [perang dgn pihak asing dimana tahanan dibunuh atau diperbudak) ASALKAN perang itu bukan perang ANTAR Muslim. Tidak diijinkan utk memperbudak para pelanggar, atau para penjahat, JIKA MEREKA MUSLIM. Hanya tawanan non-Muslim yg boleh diperbudak atau dibunuh. Alasan kedua adalah bagi penambahan dgn cara seksual jumlah budak
bagi pemiliknya.”
(“You Ask and Islam Answers”, hal. 51-52)

“Inilah nama2 budak2 lelaki Muhamad: Yakan Abu Sharh, Aflah, ‘Ubayd, Dhakwan, Tahman, Mirwan, Hunayn, Sanad, Fadala Yamamin, Anjasha al-Hadi, Mad’am, Karkara, Abu Rafi’, Thawban, Ab Kabsha, Salih, Rabah, Yara Nubyan, Fadila, Waqid, Mabur, Abu Waqid, Kasam, Abu ‘Ayb, Abu Muwayhiba, Zayd Ibn Haritha, and also a black slave called Mahran, who was re-named (by Muhammad) Safina (`ship’). (Ibn Qayyim al-Jawziyya, “Zad al-Ma’ad”, Bagian 1, hal. 114-116)

“Muhammad memiliki banyak budak lelaki dan perempuan. Ia sering terlibat jual-beli budak, tetapi ia lebih banyak membeli ketimbang menjual, khususunya setelah Allah memperkiatnya dgn pesanNya, dan juga saat setelah hijrah dari Mekah. Ia (pernah) menjual seorang budak hitam bagi dua. Namanya adalah Jacob al-Mudbir. Ia (nabi) lebih sering menyewa dan mempersewakan budak2 ke pihak lain, namun ia lebih banyak menyewa budak ketimbang mempersewakannya(Ibn Qayyim, “Zad al-Ma’ad”, Vol. 1, hal. 160)

Fikih Islam memungkinkan tradisi perbudakan diteruskan.
Islam menganjurkan muslim untuk memelihara budak dan tidak diwajibkan untuk membebaskannya.

“Siapapun yg berikrar, `Saya akan membebaskan setiap budak yg
saya miliki’, ini tidak diwajibkan utk mematuhi sumpahnya dan ia bisa menebus sumpahnya dgn cara apapun dan tetap memiliki budak2nya. (Ia bisa melakukannya) dgn puasa selama beberapa hari atau memberi makan orang2 lapar.”
(Ibn Timiyya Vol. 33, hal. 61)

Budak boleh dipukul, dan tidak perlu ada hukuman sekalipun ia meninggal karenanya. Anas bin Malik:

“Apa hukuman seorang majikan yg memukuli budaknya sampai mati ?” Jawabnya: “Tidak ada !” (Vol. 6, Part 15, p 164).

Imam Syafi’i:

“Ayat Qur’an; `Nikahilah wanita2 yg nampak baik dimatamu, dua atau tiga atau empat’ dimaksudkan bagi mereka yg bebas (bukan budak) dan bukan bagi budak, karena yg dimaksudkan dgn ‘lelaki yg bertindak adil’ adalah orang yg memiliki uang, dan budak tidak memiliki uang.”‘ (“The Ordinances of the Qur’an”, Vol. 1, hal. 180)

Perbudakan adalah realita sejarah. Tetapi alih-alih membebaskannya, Islam justru mengekalkannya. Quran surat al-Mu’minuun 23:1-7:

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam salatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barang siapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.

(Perhatikan ayat tersebut, budak dibedakan dari istri. Jadi budak boleh disetubuhi kapan saja tanpa dinikahi!).

Beberapa negara Islam seperti Sudan memelihara tradisi perbudakan dengan gigih (http://www.hrw.org/backgrounder/africa/sudanupdate.htm, http://en.wikipedia.org/wiki/Slavery_in_Sudan).

Beberapa budak Muhammad berkulit hitam.

Sahih Muslim, Book 10, Number 3901:
Narrated Jabir ibn Abdullah:
Datanglah seorang budak dan berjanji setia kpd nabi (saw) saat hijrah; ia (nabi) tidak tahu bahwa ia seorang budak. Lalu datanglah pemiliknya dan menuntutnya kembali. Nabi (saw) mengatakan, Jual dia kpd saya. Dan ia membeli dua budak hitam, dan sejak itu ia (nabi) tidak mengambil sumpah setia dari siapapun, sebelum ia tanya apakah ia seorang budak (atau orang bebas).

Muwatta Imam Malik, Vol. 21, No. 21.13.25:
Yahya related to me from Malik from Thawr ibn Zayd ad-Dili from Abu’l-Ghayth Salim, the mawla of ibn Muti that Abu Hurayra said, “We went out with the Messenger of Allah, may Allah bless him and grant him peace, in the yearof Khaybar. We did not capture any gold or silver except for personal effects, clothes, and baggage. Rifaa ibn Zayd presented a black slave boy to the Messenger of Allah, may Allah bless him and grant him peace, whose name was Midam. The Messenger of Allah, made for Wadi’l-Qura, and when he arrived there, Midam was unsaddling the camel of the Messenger of Allah, when a stray arrow struck and killed him.

The people said, ‘Good luck to him! The Garden!’ The Messenger of Allah said, ‘No! By He in whose hand my self is! The cloak which he took from the spoils on the Day of Khaybar before they were distributed will blaze with fire on him.’ When the people heard that, a man brought a sandal-strap or two sandal-straps to the Messenger of Allah. The Messenger of Allah, said, ‘A sandal-strap or two sandal-straps of fire!'”
???

Orang yang kafir akan berwajah hitam.

Pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram. Adapun orang-orang yang hitam muram mukanya (kepada mereka dikatakan): “Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman? Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu” (surat Ali Imran 3:106)

Dan pada hari kiamat kamu akan melihat orang-orang yang berbuat dusta terhadap Allah, mukanya menjadi hitam. Bukankah dalam neraka Jahanam itu ada tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri? (surat az-Zumar 39:60)

Keturunan kulit hitam diperuntukkan bagi neraka.

Abu Darda’ reported God’s messenger as saying, “God created Adam when He created him and struck his right shoulder and brought forth his offspring white like small ants. And he struck his left shoulder and brought forth his offspring BLACK as though they were charcoal. Then He said to the party on his right said, ‘To paradise, and I do not care’, and He said to the party in his left shoulder ‘To hell, and I do not care‘.” Ahmad transmitted it.

(Mishkat Al Masabih, English translation with explanatory notes by Dr. James Robson [Sh. Muhammad Ahsraf Publishers, Booksellers & Exporters, Lahore-Pakistan, Reprint 1990], Volume I, Chapter IV, Book I.- Faith, pp. 31-32)

Narrated AbudDarda’
Allah’s Messenger (peace be upon him) said: Allah created Adam when He had to create him and He struck his right shoulder and there emitted from it white offspring as if they were white ants. He struck his left shoulder and there emitted from it THE BLACK OFFSPRINGS as if they were charcoal. He then said (to those who had been emitted) from the right (shoulder): For Paradise and I do not mind. Then He said to those (who had been emitted) from his left shoulder: They are for Hell and I do not mind.
Transmitted by Ahmad. (Al-Tirmidhi Hadith, Number 38)

Read More

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: