Sejarah Islam

Manusia bijak adalah manusia yang mengetahui & belajar dari sejarah

LAPORAN PBB : Muslim rendah prestasi

Postby ali5196 » Fri Nov 25, 2005 4:01 pm

http://www.faithfreedom.org/oped/Thierr … o51125.htm
Why do Moslems Underachieve? Mengapa Muslim rendah prestasi ?
Thierry Gattuso
2005/11/24

Jumlah Muslim sedunia mencapai 22% jumlah penduduk dunia, tapi menurut United Nations’ Arab Human Development Report (Laporan Perkembangan Arab PBB):

“Setengah jumlah wanita Arab BUTA HURUF;
satu dari 5 Arab hidup dibawah US$2 per hari;
hanya 1% penduduk Arab memiliki komputer pribadi,
dan setengah dari 1% menggunakan internet;
15% penduduk usia kerja Arab menganggur;
60% Muslim BUTA HURUF”.

Image
http://middle-east-info.org/gateway/womenchildabuse/

Hanya 2 muslim pernah memenangkan hadiah Nobel di bidang sains:
Dr. Abdus Salam th 1979 utk fisika dan Dr. Ahmed Zewail th 1992 utk Kimia. Dr Salam adalah pengikut Ahmadiyah asal Pakistan, shg tidak dianggap sbg Muslim dinegaranya.

Hanya 600 universitas melayani penduduk Muslim sebanyak 1.2 milyar di 57 negara. Setengahnya hanya terfokus pada pengajaran pendidikan dan sains Islam.

India saja memiliki 8.407 universitas bagi ke- 1 milyar penduduknya
dan AS 5.758 univ bagi 280 juta penduduknya.

Jumlah total GDP (Pendapatan Kotor Domestik) tahunan dari ke-57
negara Muslim berada dibawah $2 trillion.
AS memproduksi barang dan jasa senilai $10.4 trillion;
Cina $5.7 trillion
Japan $3.5 trillion
India $3 trillion
Jerman $2.1 trillion

Sementara negara2 kaya minyak, Saudi, Arab Emirat , Kuwait dan Qatar
secara keseluruhan memproduksi barang dan jasa sebanyak
$430 billion (milyar?) . Thailand saja memproduksi barang dan jasa senilai $429 billion.

Rendahnya prestasi Muslim ini akut di ke 57 negara2 Islam. Muslim mengatakan sedang merampungkan diri setelah periode lama kolonisasi dan de-kolonisasi dan efek2 pemindahan orang2 Palestina dari tanah
Arab. Tapi bagaimana dengan prestasi Muslim yagn tinggal dan bekerja di barat ? Faktanya, mereka juga tidak lebih baik dari saudara2 mereka di negara2 Muslim.

Di UK, sensus th 2001 utk pertama kalinya melihat latar belakang agama negara itu. Menurut sensus, Muslim berjumlah 2.8% dari penduduk total UK, Hindu 1%, Sikhs 0.6, Buddhists dan Yahudi cuma 0.5%.

Tapi : 31% Muslim usia kerja tidak memiliki kualifikasi, ini angka tertinggi dari semua kelompok agama lainnya. Spt di di banyak negara, memiliki rumah sendiri adalah prestasi besar dan tanggung jawab finansial.
82% Sikh diikuti oleh 78% of Yahudi memiliki rumah sendiri di UK. Hanya 52% Muslim memiliki rumah sendiri, yang terendah dari semua kelompok agama lainnya. 14% Muslim menganggur, dibanding dgn 8% Sikh dan 6% Hindu.

Rendahnya prestasi Muslim lebih parah melihat asal usul para pendatang Muslim, Hindu, Sikh dan Buddhist di UK. 75% Muslim, 97% Hindu, 98 % Sikh dan 69% Buddis berada di UK, datang dari atau memiliki hubungan dengan Asia Selatan. Oleh karena itu faktor2 budaya bisa dihapus saat membedakan prestasi kelompok2 agama ini.

TAPI hanya Muslimlah yg mengeluh :cry: bahwa mereka harus menghadapi halangan bahasa dan menghadapi diskriminasi di UK dan menganggap ini sgb faktor rendahnya prestasi. Kaum Buddhis, Hindu dan Sikh juga menghadapi halangan yang persis sama TAPI prestasi mereka jauh lebih baik dari Muslim. :P

Rendahnya prestasi ini tidak mengherankan bagi mereka yang mengenal sifat Islam sebenarnya. Semua yang perlu diketahui Muslim ada dalam Quran, Hadis atau Sunnah. Muslim tidak didorong untuk mencari pengetahuan dan memperbaiki diri sendiri. Muslim adalah anti kemajuan, modernitas dan sains. Mereka yang mengontrol Islam tidak ingin melihat Muslim terdidik karena muslim terdidik akan menerapkan logika dan jalur pikir terhadap Quran dan melihat dgn mata kepala sendiri bahwa isinya cuma koleksi cerita2 rancu dari Taurat & Injil dan jalan pikir seorang Bedouin bandit abad ke 7.//

http://www.faithfreedom.org/oped/sina51126.htm
Will Muslims Ever wake up? Kapan Muslim mau bangun ?
By Ali Sina
2005/11/26

Dalam artikel berjudul “What went wrong?” (Apa yang salah ?) Dr Farrukh Saleem, penulis freelance dari Islamabad memberikan gambaran dunia Islam yg mengenaskan dgn menunjukkan bahwa negara2 Muslim adalah yang paling miskin, paling buta huruf dan paling terbelakang di dunia. Ditulisnya:

Total GDP/tahun dari 57 negara2 Muslim masih dibawah US$2 trillion.

AS sendiri memproduksi barang dan jasa senilai $10.4 trillion;
China $5.7 trillion
Japan $3.5 trillion
Jerman $2.1 trillion.
Bahkan GDP India saja diperkirakan lebih dari $3 trillion.

Negara2 kaya seperti Saudi Arabia, UAE, Kuwait dan Qatar secara kolektif memproduksi barang & jasa (minyak) senilai $430 billion; BELANDA saja masih memiliki GDP tahunan yang lebih besar, sementara Thailand memproduksi barang dan jasa senilai $429 billion.

Muslim bertotal 22 % dari penduduk dunia tapi memproduksi kurang dari 5% dari GDP dunia. Yang lebih menyedihkan adalah bahwa GDP negara2 muslim sedara menyeluruh semakin menurun. Orang Arab, khususnya, yang paling menyedihkan.

Menurut Arab Development Report PBB:

“Setengah jumlah wanita Arab buta huruf;
satu dari 5 Arab menerima kurang dari $2/hari;
hanya 1% dari penduduk Arab memiliki computer;
dan hanya 1% yang memiliki komputer memiliki akses Internet;
15% usia kerja Arab menganggur dan jumlah ini bis berlipat ganda pada tahun 2010;
pertumbuhan rata2 penghasilan per capita dalam 20 tahun terakhir dunia Arab hanya 1/2 % per annum, lebih buruk dari negara di sub-Sahara Africa.”

Negara2 paling miskin di planet ini adalah Ethiopia, Sierra Leone, Afghanistan, Cambodia, Somalia, Sudan, Nigeria, Pakistan & Mozambik. (Jangan lupa ALBANIA = mayoritas Muslim ! red) Paling sedikitnya 7 dari negara paling miskin itu adalah negara2 dengan mayoritas muslim.

Kesimpulan: Muslim adalah yang paling miskin dari jajaran negara miskin.

57 negara mayoritas muslim masing2 hanya memiliki rata2 10 universitas dari jumlah total kurang dari 600 universitas bagi
1.4 milyar Muslim; India saja memiliki 8.407 universitas, AS 5.758.

Dari 1.4 milyar Muslim hanya 2 orang : Abdus Salam dan Ahmed Zewail yang menang hadiah Nobel Prize dlm Kimia dan Fisika. Salam melakukan penelitiannya di ITALIA DAN UK, sementara Zewail di California Institute of Technology. Dr Salam bahkan di negaranya tidak dianggap muslim.

Selama 105 tahun, 1.4 milyar Muslim hanya mampu menghasilkan 8 Nobel Laureat, sementara 14 JUTA YAHUDI menghasilkan 167 Nobel Laureat. Dari ke 1.4 milyar Muslim, kurang dari 300.000 dikualifikasikan sebagai ‘ilmuwan’, dan itu dikonversi ke dalam rasio 230 ilmuwan utk setiap 1 juta Muslim. AS memiliki 1.1 juta ilmuwan (4.099 ilmuwan per 1 juta orang); Jepang memiliki 700.000 (5.095 ilmuwan per 1 juta orang).

Fakta : dari 1.4 milyar Muslim 800 juta buta huruf (6 dari 10 Muslim tidak dapat membaca). Di negara2 Kristen, tingkat melek huruf adalah 78 %.

Muslim dgn 22% total penduduk dunia, hanya 1% dari mereka berhasil memenangkan hadiah Nobel. Sementara Yahudi hanya berjumlah
0.23% dari penduduk dunia, tapi 22 % dari mereka mendapatkan Hadiah Nobel.

Apa yang salah ? Muslims miskin, buta huruf dan lemah. Mengapa bisa ?
Penting mencapai diagnosis yagn tepat guna mendapatkan obat yang tepat.

Jadi, apa diagnosis Dr. Salim ?

Diagnosis 1: Muslim miskin, buta huruf dan lemah karena mereka telah
“meninggalkan warisan ilahi Islam’. Obat: Kami harus kembali ke masa lalu kita.

Diagnosis 2: Muslim miskin, buta huruf dan lemah karena kami menolak maju sesuai jaman.

Yah, silahkan, maju sesuai jaman — sesuai Quran. //
http://www.economist.com/displaystory.c … id=1213392
Arab development : Self-doomed to failure (Perkembangan Arab : Mengutuk diri sendiri kedlm Kegagalan)
Jul 4th 2002
The Economist

Satu lagi laporan dari para pakar Arab menjelaskan mengapa kawasan mereka begitu terbelakang !

APA sih yg tidak beres dgn dunia Arab ? Mengapa mereka begitu ketinggalan jaman ? Mereka punya minyak yang bisa membuat kawasan itu kaya raya, maju dan makmur. Tapi nyatanya ?

Pemerintahan mereka otokratik, pemilu mereka sebuah lelucon besar, setengah penduduknya BUTA HURUF, pengangguran, kebodohan dan ajaran konservatif picik merajalela. Malah kebanyakan anak muda Timur Tengah memiliki impian utk satu hari bisa dapat visa tinggal di Barat. Kenapa oh kenapa ??

Dimeja makan dari Maroko sampai ke Mesir, tidak henti2nya para pakar Arab saling bertanya, mengapa oh mengapa kita jadi begini ??? Mereka akhirnya menerbitkan diagnose mereka dalam “The Arab Human Development Report 2002”, yg diterbitkan minggu ini oleh UNDP.

Dunia Arab mencakup ke 22 anggota Liga Arab, yg mewakili 280 juta orang, hampir sama dgn penduduk Amerika Serikat. Dari 68 juta orang di Mesir, sampai 565.000 orang di Qatar. Kawasan itu memiliki proporsi anak muda yg paling tinggi didunia—38% orang Arab berada dibawah usia 14—dan diperkirakan, jumlah penduduk akan meningkat sampai 400 juta dlm 20 thn mendatang.

Jadi betapa anehnya bahwa total GDP seluruh dunia Arab adalah US$531 billion yg berada DIBAWAH SPANYOL.

Satu dari 5 Arab hidup dgn $2/hari. Dlm 20 thn belakangan ini, pertumbuhan pemasukan per kepala per tahun adalah 0.5%. Ini adalah angka yg paling rendah didunia, dan hanya bisa disejajarkan dgn Afrika sub-Sahara. Dgn tingkat rata2 ini, kata laporan itu, diperlukan 140 tahun bagi rata2 orang Arab utk melipatgandakan pemasukannya, sementara di bagian dunia lain, ini bisa dicapai dlm 10 thn.

Pertumbuhan stagnan, bersamaan dgn populasi yg meningkat pesat berarti hilangnya kesempatan kerja. Sekitar 12juta orang, atau 15% dari jumlah buruh sudah menganggur, dan dgn trend spt sekarang ini, angka pengangguran bisa meningkat menjadi 25 juta di thn 2010.

Halangan bagi prestasi, menurut laporan ini, bukan kekurangan sumber, melainkan tiga esensi : kebebasan, pengetahun dan tenaga wanita. Jika “defisit2” ini tidak diberi kesempatan utk mencapai potensi mereka, maka akan timbul kombinasi membahayakan antara kekayaan dan kepicikan !

Kebebasan.
Defisit ini, menurut interpretasi UNDP, adalah AKAR dari segala mala petaka dlm dunia Arab : kelanjutan otokrasi2 absolut; pemilu2 yg curang; percampuran antara bidang eksekutif dan legislatif (karena dlm bahasa Arab keduanya memiliki kata serupa); tekanan atas media dan masyarakat; serta sebuah patriarkhi yg tidak toleran dan kadang suasana sosial yg menyesakkan.

Kawasan ini penuh dgn penampilan luar sebuah ‘demokrasi.’ Pemilu sering dilakukan dan bahkan konvensi2 hak azasi manusia ditandatangani. Namun, arus besar demokratisasi yg menyapu bagian2 dunia lain rupanya tidak menyentuh orang Arab sedikitpun. Demokrasi hanyalah ditawarkan sbg konsesi, bukan sbg hak.

“Peralihan kekuasaan lewat kotak pemilu bukan sebuah fenomena lazim dlm dunia Arab,” kata laporan itu. Lebih lagi, para pejabat, mulai dari menteri kebawah, ditunjuk HANYA karena koneksi. Ini mengakibatkan otoritas yg tidak responsif dan jajaran administrasi negara yg tidak kompeten.

Kebebasan berekspresi dan berserikat juga sangat dibatasi dgn tajam. Tidak ada negara Arab yg memiliki pers bebas, dan hanya tiga negara memiliki pers yg ‘sebagian bebas.’ Selebihnya hanyalah moncong suara pemerintah.

Pengetahuan.
Orang Arab menghabiskan persentase lebih tinggi dari GDP pada bidang pendidikan ketimbang kawasan berkembang lainnya. TAPI ini nampaknya percuma saja. Kualitas pendidikan sangat merosot dan ada petimpangan antara lapangan pekerjaan dgn sistim pendidikan. 65 juta orang dewasa= buta huruf, 2/3 adalah wanita. 10 juta anak2 tidak pernah merasakan bangku sekolah sama sekali.

Dunia Arab semakin terbelakang dlm riset sains dan information technology. Investasi dlm riset & pembangunan = kurang dari 1/7 rata2 dunia. Hanya 0.6% penduduk menggunakan Internet dan 1.2% memiliki computer.

Kreativitas mati total. Dlm 1000 thn sejak berkuasanya Kalif Mamoun, kata laporan ini, dunia Arab menerjemahkan buku sebanyak buku yg diterjemahkan Spanyol dlm 10 thn !

•Status Wanita.
Islam menghormati wanita ? Think again ! Laporan ini mengkonfirmasikan apa yg selalu dikatakan kafir : dunia Arab tidak memperlakukan wanita mereka sbg warga penuh dgn hak2 yg jauh lebih sedikit ketimbang lelaki. Hanya satu dari dua wanita Arab buta huruf total. Partisipasi mereka dlm kehidupan ekonomi dan politik negara mereka adalah YG PALING RENDAH DI DUNIA.

Menurut ukuran “gender-empowerment measure” UNDP, Arab menduduki tingkat terendah, sedikit diatas Africa sub Sahara.

Jangan tanya !

Laporan ini ditulis oleh orang Arab sendiri shg mereka dgn jitu menghindari topik PERAN ISLAM !

Memang dari usia sekolah, orang Arab sudah dijejali ancaman agar jangan sekali2 membantah tradisi, otoritas dan Quran. Phobia mereka akan fawda (chaos) dan fitnah berakar kuat. “Peran pemikiran”, tulis seorang ilmuwan Syria “adalah utk menjelaskan dan mentransmisi… dan bukan utk mencari dan bertanya !”

Jadi kini dgn barisan Arab2 muda yg menganggur, tanpa keahlian dan penuh kebencian terhdp masy mereka sendiri, paling tidak mereka menemukan sedikit harga diri dlm Islam. Dgn semua pintu tertutup, beberapa dari mereka mengarahkan kemarahan bahaya mereka itu kpd dunia Barat. :twisted:
Tragedi dunia ARAB
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … highlight=

Sudah menikmati cipratan rejeki dari minyak (yg notabene perlu bantuan kafir utk menggali, memproses, mendistribusi, menjual & membeli :lol: :lol: ), keadaan dunia tetap saja dibawah rata2 !

* Tidak ada satupun produk buatan Arab yg memiliki kualitas tinggi utk dijual di pasaran dunia. Karpet Iran ? Ingat Iran BUKAN Arab !

* Produktivitas Arab adalah yg paling rendah di dunia.

* Tidak ada satupun universitas kelas dunia.

* Tradisi ‘sains’ Arab (itu juga contek sains Yunani) hanya menampilkan sejumlah kecil program riset dlm bidang perang kimia dan biologis.

* Tidak ada negara Arab yg merupakan demokrasi tulen.

* Tidak ada negara Arab yg menghormati HAM.

* Tidak ada negara Arab yg memiliki media independen.

* Tidak ada satupun masy Arab yg menghormati hak2 wanita dan minoritas secara penuh.

* Tidak ada satupun pemerintah Arab yg pernah menerima tanggung jawab atas kegagalannya sendiri.
Muslim = Terbelakang. KENAPA ???
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … .php?t=855
Mari kita bandingkan orang2 terkaya didunia di th 2007 (yg kaya karena kerja keras, bukan karena warisan orang tua) :

http://www.quickonlinetips.com/archives … the-world/
Image
Mukesh Ambani (HINDU INDIA) kini orang terkaya didunia. Lebih kaya dari Bill Gates ! Kekayaan bersihnya : $63.2 billion

Image
Bill Gates, YAHUDI AS, computer giant, jumlah kekayaan : US$ 62,29 billion

Image
Pangeran Alwalid Bin Talal Alsaud, Saudi, teman baik Michael Jackson ! Jumlah kekayaan CUMA : US$ 20 bil KASIMAaaaannnnn …
http://www.forbes.com/lists/2006/10/0RD0.html

Image
Sheikh mohammed bin rashid al maktoum, kaya minyak dan real estate Dubai, jumlah kekayaan ; US$ 14 milyar ! http://en.wikipedia.org/wiki/Mohammed_b … al-Maktoum

Nah, bedakan saja ! Udah punya minyak, orang tua kaya raya, ternyata si Sheikh masih juga lebih miskin dari Hindu musyrikun dan Yahudi yg kesemuanya datang dari keluarga kafir pas2an.

Lihat sendiri daftar orang paling kaya didunia dari daftar Forbes 2006, dan hitung, berapa dari mereka dari negara Muslim ! :lol: :lol:
http://www.forbes.com/home/lists/2006/0 … _land.html

TOP TEN 2006 :
William Gates
Warren Buffett
Carlos Slim Helú
Ingvar Kamprad
Lakshmi Mittal
Paul Allen
Bernard Arnault
Prince Alwalid
Kenneth Thomson
Li Ka-shing

Lihatlah orang2 lain dari keluarga pas2an yg sukses di negara2 Barat :

Image
JK Rowling, wanita Inggris, 38 thn, penulis buku2 Harry Potter.
Jumlah kekayaan : US$ 1 milyar. Ia merupakan satu2nya milyarder yg kaya karena menulis buku anak2.

Image
Oprah Winfrey, wanita AS, wanita serba bisa.
Jumlah kekayaan : US$ 1.1 milyar.

Mungkinkah perempuan2 ini mampu mendapatkan prestasi ini kalau mereka dilahirkan di negara Arab ? I don’t think so ! :wink:

Ya Aulooooohhhh … mana kemakmuran yg Kau janjikan itu … ya aullooooohhhhh …. dimana kau Aulooooooooooccchhhhhhhhh … kok pemuja berhala dan kafir sesat bisa lebih kaya ya Aulooooooooooooooooooooooooooo …. :prayer: :prayer:
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … .php?t=855

Laporan Nature baru-baru ini cukup menyentak. Jurnal ilmiah sangat bergengsi di dunia itu memuat ulasan tentang prestasi ilmiah negara-negara Islam yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI). Laporan itu menunjukkan bahwa performa ilmiah negara-negara OKI di tingkat dunia masih sangat jauh terbelakang.

Salah satu indikator utama yang sering dijadikan penilaian terhadap kualitas sains di suatu negara adalah jumlah artikel ilmiah yang dipublikasikan di jurnal-jurnal internasional.

Science Citation Index dan Social Sciences Citation Index terbaru mencatat jumlah rata-rata publikasi ilmiah 47 negara-negara OKI yang disurvei hanya 13 per satu juta penduduk. Rata-rata dunia untuk indeks ini ialah 137. Bahkan, tak satupun dari 47 negara tersebut yang angkanya mencapai 107. Seakan lebih memperparah keadaan, dari 28 negara dengan produktivitas artikel ilmiah terendah, separuhnya adalah negara-negara OKI.
ya ambonnn!!! sebegitukah muslim dan islam??
SURGA ISLAM Hanya bagi Mslm Buta Huruf, Miskin, Terbelakang
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … hp?t=27156

PRESTASI MUSLIM

GDP total semua negara Arab thn 1999 hanya mencapai $ 531.2 billion (milyar), masih kurang dari SATU negara EU saja (Spanyol – $595.5 milyar). Menurut World Bank, th 2000 pemasukan rata2 negara2 Muslim dari Maroko – Bangladesh = 1/2 dari rata2 dunia (Lewis, 2003, p. 99, 100).

Tapi tentunya Muslim selalu akan mengaku bahwa ini SAMA SEKALI BUKAN SALAH MUSLIM. Ini semua salah Amerika, Yahudi, Kristen, Kristenisasi, Hinduisasi, Indomiesasi, tsunami,sasi jalan beceklah, kurang tidurlah dsb dsb.

Dr. Kenneth David, ekonomis ternama yg menyiapkan World Bank
Survey 1980, ttg status edukatif dan ekonomis masy2 religius di dunia, menerbitkan buku berjudul “The Cultural Environment of International Business/Lingkungan Budaya Bisnis Internasional”.

UNDP th 1996 juga menyampaikan laporan panjang lebar ttg negara2 anggota PBB. Dokumen2 maha penting ini mengungkapkan kondisi hidup semua masy religius spt Christians, Budhis, Jews, Hindus, agama2 animis, Muslim dan masy komunis. Ini kesimpulannya (cited Farooqi, 2005); masy KRISTEN adalah yg paling maju dlm hal edukasi, kesehatan dan kekayaan ekonomi, sementara Muslim adalah yg paling terbelakang dlm semua bidang yg disebutkan tadi.

Tingkat melek huruf dlm negara Kristen th 1980 saja mencapai 90% dan sekitar 15 negara memiliki tingkat melek huruf 100%. Sementara rata2 tingkat melek huruf dlm negara2 Muslim = kurang dari 40% dan TIDAK ADA SATUPUN YG MENCAPAI MELEK HURUF 100% !!!

Situasi ini terus berlanjut sampai thn 2001 saat UNDP melaporkan tingkat melek huruf rata2 60 % dlm negara2 Islam dan antara 95 – 100% dlm negara2 Barat/Kristen.

Diantara kaum melek huruf dlm dunia Kristen, kurang dari 2% penduduk tidak menyelesaikan sekolah, sementara 50% Muslim tidak pernah menghadiri sekolah2 modern. Di masy Kristen, tingkat melek huruf menandakan paling tidak kemampuan membaca tingkat SD, sementara dlm masy Muslim, seseorang yg mampu baca tulis dianggap melek huruf.

Sekitar 40% penduduk mendapat pendidikan tinggi yg berspesialisasi dlm berbagai disiplin sains. Di negara Muslim ini kurang dari 2%. Bahkan standar pendidikan tinggi dari yg 2% ini masih jauh lebih tinggi dari dunia Kristen. Oleh karena itu, banyak Muslim2 terdidik memperdalam pengetahuan spesialis dlm bidang sains, engineering dan medisin dari negara2 Barat.

Keberhasilan ilmiah dlm masy Muslim bisa dikatakan NON-EKSISTEN. dari total 260.000 artikel yg diterbitkan setiap tahun ttg riset sains, hanya 1% diterbitkan di negara2 Muslim.

Jumlah total diploma S3 atau Ph.D. yg dihasilkan 450 Universitas Muslim setiap tahun adalah < dari 500, sementara di UK saja, jumlahnya adalah 3000.

Jumlah total Engineer dan Saintis dlm dunia Muslim (1.3 milyar itu tuh ) malah KURANG dari jumlah saintis dan engineer yg bekerja di Perancis doang (dgn penduduk 60 juta).

Kurang dari 16% penduduk Muslim terlibat dlm produksi industrial, sementara penduduk Kristen = 60%.

Dari setiap 1 juta penduduk, jumlah saintis di
– AS = 4000
– Jepang = 5000
– Dunia Muslim = 230.

Dari setiap 1 juta penduduk, jumlah asisten riset di dunia Barat = 1000 namun di dunia Muslim = 50.

Total jumlah universitas:
– AS = 5758
– India = 8407
– di 57 negara Muslim = 500.

Tidak perlu dikatakan bahwa dari daftar universitas top, tidak satupun dari dunia Muslim, bahkan tidak juga dari kota2 Muslim modern spt Dubai, Qatar, Kuala Lumpur. :wink:

Dunia Barat = 98% orang lulus SD & 40% masuk universitas,
Dunia Muslim = 50% lulus SD dan 2% masuk universitas.

Utk setiap 1 juta orang/thn, penerbitan buku berjumlah:
– di UK = 2000 buku
– di Mesir = 20.

Jumlah Doktorat di India saja lebih dari total jumlah doktorat DISELURUH DUNIA Muslim.

Sejak 1982, utk setiap 1 juta penduduk per tahun :
– dunia Arab menghasilkan 40 judul
– jumlah buku rata2 yg diterbitkan dunia = 162 judul (Eickelman & Piscatori, 1997, p. 40).

Setiap tahun dunia Arab menerjemahkan 330 buku, 1/5 jumlah yg diterjemahkan dlm bhs Yunani saja (cited Lewis, 2003, p. 99).

Menurut UNDP ARAB (cited Gattuso, 2005), 1/2 dari wanita Arab = buta huruf. Total : 60% Arab Muslim = buta huruf. Hampir 1/2 dari universitas berkonsentrasi pada pendidikan dan sains Islam. 15% penduduk layak kerja = menganggur. Hanya 1% penduduk Arab memiliki komputer dan hanya 0.5% memiliki Internet.

Sensus India 2001 (cited Goswami & Malik, 2006. p. 34-40) melaporkan jurang tingkat pendidikan antara Muslim & non-Muslim sbg:

Penduduk Muslim jarang berprestasi dlm pendidikan dibanding dgn penduduk non-Muslim DISETIAP negara bagian India dan pada semua tahap pendidikan. Muslimah perkotaan lebih parah tingkat pendidikan darp Muslim perkotaan.

Tingkat melek huruf Muslim India (55%), lelaki non-Muslim (64.5%);
Muslimah (40.6%) dan wanita non-Muslim (45.9%).

Tingkat melek huruf Muslim India di perkotaan (64.2%), lelaki non-
Muslim (77.3%), Muslimah (52.8%), dan wanita non-Muslim (65.5%)

Kurang dari 44% siswa Muslim lulus SMA, dibanding dgn non-Muslim.
Hanya satu dari 101 Muslimah adalah lulusan SMA, dibanding dgn satu dari 37 wanita non-Muslim.

Tambahan 31 juta Muslim harus dididik sampai thn 2011 utk menyaingi tingkat melek huruf non-Muslim.

Pendapatan rata2 keluarga Muslim < dari non-Muslim. Lebih dari 60% Muslim tinggal di daerah2 kumuh/miskin.

Jarang ada NGO, pekerja sosial dan aktivis Muslim ketimbang dengan  non-Muslim.

PRESTASI ABAD 19 Muslim di India

Upaya utk menganalisasi keterbelakangan Muslim sudah dimulai di India di abad 19. Salah satu alasan adalah sebagian besar Muslim tidak peduli pada pendidikan kecuali Qu’ran. Mereka juga tidak interes pada pendidikan Inggris. Berbeda dgn HIndu dan Kristen yg mengakui keuntungan mempelajari bhs Inggris dibawah kekuasaan Inggris, sementara Muslim duduk terpisah, ngedumel terbelunggu tradisi mereka dan konservatifisme Islam (Ahmed, 1981. p. 133).

Bahkan menurut sensus India 2001, keluarga2 Muslim lebih suka mengirim anak2 mereka ke madrasah, belajar bhs Arab, Persia, Urdu, ketimbang Inggris dan pendidikan barat lainnya. Anak2 ini setelah belajar bertahun2, tidak mampu menulis surat atau akuntansi dan lebih suka makan2 ketmbang bekerja (cited Eraly, 1977, p 692).

Upaya pemerintah India thn 1870-71 utk mengurangi jurang perbedaan pendidikan antara Muslim dan non-Muslim adalah dgn memperkenalkan sains dlm madrasah2 TAPI ini sangat ditantang para Mullah & Maulvi yg sangat anti pendidikan Barat.

Mereka menafisrikan pendidikan sbg ‘Din-i-Ilm’, yi, pendidikan religius selain literatur dan prinsip2 Islam sbg tidak relevan dan menghujad. Kalau ‘Din-i-Ilm’ diabaikan, kata mereka, itu tanda datangnya hari Kiamat (Sattar, 1877, p. 26).

Saat ini hanya 36% Muslim India hidup di perkotaan, tapi karena kondisi ekonomi mereka begitu rendah, kebanyakan mereka penduduk kota2 kumuh.

Bahkan seorang menteri Muslim terkenal, Dr. Rafik Zakaria mengatakan, “Muslim India masih memisahkan diri dari Hindu, yg memiliki goodwill yg esensial bagi kebangikan ekonomi dan kemajuan pendidikan mereka”.

Zakaria juga mengeluhkan bahwa Muslim India dikelabui guru2 agama mereka dan keadaan menyedihkan mereka ini diakibatkan karena mereka memisahkan diri dari masy (kafir) Hindu dan budaya (kafir) Hindu. (Brahmachari, 2000, p. 190).

Dr. M. I. H. Farooqi , Sekjen Urdu Scientific Society (Scientist and Deputy Director, National Botanical Research Institute, Lucknow, India) mengeluh : “Belajar dan bertanya bukan prinsip Muslim shg sekarang mereka mencapai posisi terendah dlm tangga dunia. Mereka terbelakang secara sains & ekonomi. Inilah kondisi seluruh Umat Islam.” (Farooqi, 2005)

Bahkan tokoh Islam fundamentalis India, Maulana Abul Kalam Azad, mengatakan dlm sebuah seminar Muslim (cited Farooqi, 2005), “Demi Allah, bangun dan lihatlah betapa tingginya matahari dan betapa majunya non-Muslim dari kalian”.

MUSLIM persis KERA & BABI ! Jago beranak doang !

Muslim yg sering dgn angkuh dan yakin mengutuk Yahudi sbg anak2 kera dan babi sebaiknya membaca perbedaan statistik antara Israel dgn sejumlah negara Muslim (Nelson & Chowdhury, 1997 and Britannica book of the year 1998) :

Tingkat melek huruf wanita :
Israel (83%),
Bangladesh (21.8%)
Sudan (4%),
Egypt (29 %)
Turkey (43%)
Maroko (22%)
Pakistan (24.4%)
Afghanistan (15%).

TIngkat melek huruf lelaki :
Israel (93%)
Bangladesh (36.1%)
Sudan (25%)
Mesir (57%)
Turki (77%)
Maroko (49%)
Pakistan (50%)
Afghanistan (47.2%).

Angka kelahiran setiap seribu orang:
Israel (23)
Bangladesh (32)
Sudan (45)
Egypt (36)
Turkey (28)
Morocco (31)
Pakistan (36.4)
Afghanistan (43)
Algeria (28.5)
Libya (40)
Iran (33.7)
Iraq (34.1)
Syria (40).

Angka mortalitas per 100.000 kelahiran:
Israel (5)
Bangladesh (600)
Sudan (660)
Mesir (80)
Turki (210)
Morocco (300).

Angka mortalitas per 1000 kelahiran :
Israel (14)
Bangladesh (114)
Sudan (107)
Egypt (88)
Turkey (74)
Maroko (58)
Pakistan (75)
Afghanistan (146.7)
Algeria (48.7)
Libya (56)
Iran (52.7)
Iraq (91.9)
Syria (29.6).

Mortalitas anak2 dibawah usia 5 (per 1000 bayi):
Israel (16)
Bangladesh (180)
Sudan (181)
Egypt (131)
Turkey (93)
Morocco (76).

Tingkat usia lelaki/perempuan :
Israel (77 / 73.6)
Bangladesh (55.4 / 56.4)
Sudan (51/ 48.6)
Egypt (59.5 / 56.8)
Turkey (65.2 / 62.5)
Morocco (62.5 / 59.1)
Pakistan (65 / 63)
Afghanistan (45.2 / 46.4)
Algeria (69.5 / 67.2)
Libya (67.5 / 63.9),
Iran (68.7 / 66.1)
Iraq (60.4/ 57.3)
Syria (71.3/ 68.4) .

GNP per kapita (dlm US$):
Israel (10300)
Bangladesh (180)
Sudan (300)
Egypt (610)
Turkey (1080)
Morocco (960).

Rata2 jumlah keluarga:
Israel (3.6)
Bangladesh (5.3)
Sudan (5.1)
Egypt (5.2)
Turkey (4.7)Morocco (4.2).

JELAS dlm segala bidang, negara mungil Israel JAUH tinggi prestasinya ketimbang negara2 Islam. Dibanding dgn tetangga2 Muslim mereka, yahudi lebih kecil tapi lebih berpendidikan, produktif, kaya dan damai.

Dari 1.3 milyar Muslim (20% penduduk dunia atau 2 dari setiap 10 orang) sejauh ini hanya ada ENAM pemenang hadiah Nobel bagi perdamaian, termasuk Yasser Arafat, seorang teroris tulen yg sampai akhri hayatnya mencari permusuhan dgn israel. Dari cuma 12 juta Yahudi (0.2% dari penduduk dunia – 2 dari setiap 1.000 orang) ada 165 nama Yahudi dlm daftar hadiah Nobel (Jewish Magazine, 2006).

Bahkan Muslim yg tinggal dan kerja di BaratPUN masih ketinggalan dgn non-Muslim. Dari sensus UK 2001 (cited Gattuso, 2005), Muslim = 2.8%, Hindu = 1%, Sikh = 0.6 %, Budhis & Yahudi cuma 0.5% penduduk UK, tapi sedihnya :

31% Muslim usia kerja tidak memiliki kualifikasi, angka tertinggi dari kelompok religius manapun. 82% Sikh disusul dgn 78% Yahudi memiliki rumah sendiri di UK. Semetnara hanya 52% Muslim memiliki rumah sendiri. Sisanya hidup dari rumah gratis pinjaman negara, alias menebeng, mengemis atau menyewa. 14% Muslim = nganggur, dibanding dng 8% Sikh & 6% Hindu.

Read More

Comments are closed.

%d blogger menyukai ini: