Sejarah Islam

Manusia bijak adalah manusia yang mengetahui & belajar dari sejarah

Tag Archives: susilo bambang yudhoyono

Bom Bunuh diri Di Gereja Solo terkait dengan kejadian Ambon

Diterjemahkan dari : Jihad Watch

Suicide bombing at Indonesian church may be connected to rumor-driven violence against Christians in area

 

Dua minggu lalu, seorang muslim meninggal dalam kecelakaan lalu lintas. Di sekitar waktu pemakamannya, rumor menyebar melalui pesan teks berantai bahwa ia telah disiksa sampai mati oleh orang Kristen, yang memicu gelombang kekerasan dan hasutan untuk serangan lebih lanjut terhadap umat Kristen. Apapun kelompok dan motif tersebut, pendekatan yang lepas tangan dari pihak berwajib telah memicu gelombang penganiayaan yang dilakukan Muslim terhadap non-Muslim di Indonesia.

Ini adalah konsekuensi dari penanganan tersebut. Lebih lanjut tentang cerita ini. “Ledakan Bunuh Diri Solo Mei Jadilah Terkait dengan Kekerasan Ambon: Polisi,” oleh Farouk Arnaz untuk Jakarta Globe, 25 September:

Pemboman bunuh diri yang menewaskan sedikitnya satu orang dan melukai 20 di sebuah gereja di Solo pada hari Minggu dapat dikaitkan dengan kekerasan sektarian yang pecah di Ambon pada 11 September, kata sumber polisi.

“Analisis awal dari motif pembom terkait dengan peristiwa Ambon dan pelakunya tidak akan jauh dari kelompok-kelompok radikal. Ini merupakan aksi balas dendam. Motif ini tentu saja hanya dapat dikonfirmasikan ketika jaringan terungkap, “kata seorang anggota skuad anti-teror Densus 88 Globe Jakarta yang tidak mau disebutkan namanya.

Bentrokan terakhir yang terjadi di Ambon dipicu oleh kematian tukang ojek beragama islam yang meninggal akibat kecelakaan fatal .Tukang ojek tersebut meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit akibat luka-luka yang dialaminya, namun gelombang SMS memicu laporan palsu bahwa tukang ojek telah disiksa dan dibunuh oleh orang Kristen. Hal itu memicu bentrokan kekerasan antara dua kelompok yang menewaskan setidaknya tujuh orang tewas dan dan melarang orang luar untuk memasuki kota Ambon.

Sebuah pesan teks provokatif juga mulai beredar di Jawa Timur mendesak Muslim untuk pergi ke Ambon untuk berjihad. Ali Fauzi, yang mengaku pernah berjihad di Ambon dan merupakan adik dari trio pelaku bom Bali, Amrozi, Ali Imron dan Ali Ghufron, setuju bahwa pemboman di Solo itu dipicu oleh kekerasan Ambon.
“Saya merasa bahwa itu begitu,” katanya ….

Lebih lanjut tentang pengeboman, dan pembom: “Bom bunuh diri di gereja indonesian melukai 22,” oleh Slamet Riyadi untuk Associated Press, 25 September:

SOLO, Indonesia (AP) – Seorang pembom bunuh diri meledakkan dirinya di dalam sebuah gereja Indonesia, melukai sedikitnya 22 orang, kata polisi.

Tubuh sang bomber yang hancur bomber tergeletak di pintu masuk Injil Gereja Bethel Kesepuluh. Di sekelilingnya, orang-orang berteriak berlumuran darah.

Kapolri Jenderal Timur Pradopo mengatakan bahwa pria tersebut memasang perangkat bom yang diikatkan ke perutnya. “Kami sekarang menunggu hasil tes DNA untuk mengkonfirmasi identitasnya,” kata Pradopo. “Kami berharap untuk segera mengungkapkan”

Seorang wanita yang bekerja di sebuah warung Internet dekat gereja di kota Solo Jawa Tengah, mengatakan seorang telah mengunjungi warnetnya satu jam sebelum ledakan dan menjelajah situs tentang al-Qaeda dan kelompok Islam radikal lokal.

Dia kemudian meninggalkan tas berisi salinan Quran, masker dan charger ponsel, Rina Ristriningsih kepada The Associated Press. Dia mengatakan semua item tersebut telah disita oleh polisi. [...]

Tampaknya pembom memasuki gereja melalui pintu samping, berbaur dengan jamaah, dan kemudian, ketika kebaktian selesai, menuju pintu keluar dengan mereka. Dia meledakkan bom di dekat pintu masuk, membunuh dirinya dan melukai sedikitnya 22 orang, kata Pradopo, Kapolri.
“Semua orang berteriak,” kata Fani, seorang saksi, kepada Metro TV.
“Saya melihat percikan api dan, di dekat pintu masuk, orang yang sudah mati berada di tanah, dengan isi perutnya tumpah keluar sedangkan Orang-orang di sekelilingnya berlumuran darah..”
Anggota jemaat mengatakan mereka tidak mengenal pembom tersebut.
“Dia berjalan sekitar 4 meter (meter) di belakang saya,” kata Abraham, yang menghadiri kebaktian, kepada radio El Shinta. “Saya percaya dia menyamar sebagai jemaat gereja.”

“Perang adalah penipuan,” kata Nabi Muhammad.

Kritikus mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang sangat bergantung pada partai-partai Islam di parlemen, kebanyakan tetap diam ketika kaum minoritas diserang oleh islam garis keras atau ketika rumah-rumah ibadah mereka [kaum] dibakar atau ditutup oleh kelompok tersebut.
Namun, ia cepat berbicara setelah serangan hari Minggu kemarin.

“Siapa pun di balik kekerasan tersebut harus ditangkap,” katanya, menambahkan bahwa baik ajaran agama apapun maupun etnis apapun tidak dapat membenarkan tindakan seperti itu. “Kejahatan adalah kejahatan, terorisme adalah terorisme.”

Jihad adalah jihad. Tapi tentu saja SBY tidak akan dapat mengatakan hal seperti itu.

%d bloggers like this: