Sejarah Islam

Manusia bijak adalah manusia yang mengetahui & belajar dari sejarah

Tag Archives: Sains Islam

‘Jaman Keemasan’ Islam dan Sumbangan bagi Peradaban Dunia

Daftar isi

//

Tokoh-Tokoh Sains Islam

Jaman Keemasan’ Islam dan Sumbangan bagi Peradaban Dunia
Sumber: FaithFreedom.org

Seberapa dalam kepercayaan “muslim-muslim” jenius dari “jaman emas” Islam kpd agama mereka? Tahukah Anda bahwa di jaman mereka itu, mereka semua dicap MURTAD.

Dalam “Jaman Keemasan Islam” ini (abad 8-14), ‘dunia Islam’ paling maju dlm bidang Sains, Teknologi, Pendidikan, Industri, dagang dan lain-lain. Periode ini a.l. menghasilkan jenius-jenius sains, literatur dan filusufi. Namun kebanyakan adalah pendukung Teologi Mu’tazila yg berasal dr abad ke-8 di al-Basrah (atau Basra), kota besar Iraq. Teologi ini dimulai saat Wasil Ibn ‘Atta’ berpisah dari gurunya, al-Hasan al-Basri, akibat cekcok teologi. Jadi, Ibn ‘Atta’ dan pengikutnya dicap “Mu’tazila” yg berarti “deserter of Islam”/”pembangkang Islam”.

Titik utama filosofi Mu’tazila adalah kemauan bebas, rasionalisasi dan pemikiran ilmiah yg merasuk dlm filosofi Yunani dan merupakan ekspansi atas logika dan rasionalisme filosofi Yunani yg dikombinasi dng doktrin2 Islam. Ternyata keduanya menunjukkan bahwa dari akar2nya keduanya sama sekali tidak cocok (inherently incompatible).

Selama periode ini, sejumlah pertanyaan diperdebatkan teolog2 ‘Muslim’ ini, termasuk apakah Qur’an ciptaan manusia atau Tuhan, apakah setan diciptakan Tuhan, masalah nasib yg sudah ditentukan dari atas (predestination) vs. kemauan bebas, apakah atribut2 Allah dlm Qur’an ditafsirkan secara alegoris atau secara literal, dan apakah Muslim2 yg berdosa akan ke neraka.

Ideologi Mu’tazila percaya bahwa Quran diciptakan Muhammad dan BUKAN oleh Allah. Mereka percaya bahwa Muhammad tidak mengadakan pembicaraan langsung dgn Allah. Dan doktrin2 yg dianggap murtad ini oleh Islam, ditentang kalifah Bagdad, Abbasid, Harun al-Rashid (763-809) dan dijadikan kebijakan resmi puteranya, Kalif al-Mamun. Kalif al-Mamun bahkan memberlakukan hukuman, yg disebut dgn Mihna dlm bahasa Arab, yg berarti Penderitaan (833-848) bagi mereka yg memilih ideologi Mu’tazila. Korban Mihna paling terkenal adalah Ahmad Ibn Hanbal yg dipenjara dan disiksa dan hakim Ahmad Ibn Nasr al-Khuza’i yg dihukum salib.

Sistim kepercayaan Mu’tazila dipromosikan secara aktif oleh kalifah Islam dan populer diantara kaum elite sementara gagal menarik perhatian massa yang buta huruf. Dilain pihak, Muslim2 yg pro-Quran dogmatik, berupaya sekuat mungkin utk menahan kepercayaan Mu’tazila dan periode ini mencatat nama2 para kolektor hadis, spt Muslim b. al-Hajjaj (9200 hadis, wafat 875), al-Bukhari (810-870, 7275 hadis), Abu Da’ud (wafat 888) dan Al-Tirmidi (wafat 892) et al.

Berikut ini adalah Tokoh Sains Islam, medis & filosofi yg dibangga-banggakan umat Islam:

Al-Khwarizmi (780 – 850)

Abu Jafar Muhamad ibn Musa al-Khawarizmi (780-850) dikenal sbg pionir matematika yang menerjemahkan prinsip2 Aljabar dari bahasa Arab, memperkenalkan Eropa kepada matematika. Namun sebenarnya, prinsip2 yang digunakannya sudah ada ratusan tahun sebelum ia lahir, termasuk angka 0. Bahkan sekarang, apa yang kami kenal sebagai angka2 dlm bahasa Arab tidak lahir di Arab TETAPI DI INDIA DI JAMAN PRA-ISLAM. Bahkan di Arab Saudi sendiri angka2 ini tidak digunakan.

Memang Al-Khwarizmi sangat berpengaruh, karena kata2 aljabar dan algorithm diambil dari namanya. Karyanya membuka eksplorasi matematik dan sains di EROPA, tetapi MENGAPA TIDAK DALAM DUNIA ISLAM ??? Dengan rumusan matematika, Eropa mencapai kemajuan teknologi hebat. Ini karena Eropa memiliki tradisi intelektualitas panjang yang memungkinkan mereka melakukan inovasi, sementara dunia Islam M A N D E G.

Al-Khwarizmi (yg memperkenalkan konsep 0 kpd orang2 Arab pd thn 810M) mengungkapkan bahwa ia mempelajarinya dari pakar matematika ternama India, Brahmagupta. Brahmagupta, th 628M menulis ttg prinsip2 segi tiga astronomi dlm “Brahma-Sphuta-Siddhanta”) [[1]]

Karya Al Khwarizmi diterjemahkan kedlm bahasa Latin dibawah judul “De Numero Indico” yg berarti Of Indian Numerals (DARI Angka2 India). Terjemahan itu berasal dari abad 12M oleh Adelard yg tinggal di kota bernama Bath di Britain.

Jadi Al Khwarazmi dan Adelard dianggap sbg pionir yg mentransmisikan angka2 India kpd Barat. Kata ‘algorithm’ dlm bahasa Inggris adalah jelmaan nama ‘Khwarazmi’ yg sebenarnya berarti ‘(orang) dari kota Khawarizm’, kota tempat tinggal Al Khwarazmi. Sayang teks asli buku dari India yg dijadikan rujukan Al Khwarazmi hilang. Hanya terjemahannya yg masih ada.

Di bidang matematika, bangsa Arab meminjam begitu banyak dari India sampai bahkan mata pelajaran matematika dlm bahasa Arab disebut dgn nama Hindsa yg berarti ‘dari India’ dan seorang ahli matematika atau engineer dlm bahasa Arab disebut Muhandis yg menggunakan kata asal ‘Hindsa’.

Bahkan orang Eropa jago memanfaatkan karya2 Arab tsb, berbeda dengan orang2 Arab sendiri. Di abad ke 12, semua universitas Eropa mempelajari Aristotel, Avicenna dan Averroes, sementara karya2 mereka tidak diacuhkan dan bahkan tidak diajarkan sama sekali di madrasah2 –yang sampai sekarang hanya mengkonsentrasikan pelajaran pada Quran.

Al-Kindi (801-873)

Thn 830M ia mengritik Muhamad dng mengatakan bahwa ia (Muhammad) hanya tentara bayaran yg tidak pernah melakukan mukjizat, bahwa Quran adalah ‘kumpulan cerita-cerita yg campur aduk dan tidak nyambung, membingungkan, tanpa sistim maupun aturan … dengan satu bagian kalimat mengkontradiksi bagian kalimat lainnya.’

Ia percaya bahwa “[penulisan] sejarah merupakan campur aduk dan pembauran; bukti bahwa tangan-tangan berbeda merubahnya dan mengakibatkan ketidakcocokan, menambah atau mencabut apa yg mereka suka atau tidak suka. Dlm keadaan itukah ‘wahyu diturunkan dari surga?'” (Muir’s edition 1882:18-19,26).

Al-Kindi juga mengutuk JIHAD dan hukum (Islam) tentang wanita. Katanya, tujuan utama Muhammad adalah untuk menyerang suku-suku tetangga, membunuh dan menjarah kekayaan mereka dan menculik wanita-wanita mereka untuk dijadikan gundik” (Muir 1882:49-50)

Utk lebih jelasnya tentang Al Kindi oleh William Muir, silahkan baca :
[AnsweringIslam.org]

Al-Battani (850-929)

Zakariya ar Razi(865-925)

Adalah pemikir bebas terbesar (the greatest freethinker) dalam dunia Islam. Ia adalah salah satu dokter ternama segala jaman. Ia menulis 200 buku tentang macam2 subyek. Ia penulis encyclopaedia terbesar, al Hawi, proyek yang dikerjakannya selama 15 tahun. Ar Razi seorang empiris, yaitu orang yang tidak mengikuti prosedur standar secara dogmatis, malah sebaliknya secara teliti mencatat segala detail kemajuan pasiennya dan efek perawatan terhadap pasiennya. Ia salah satu yang mula2 menuliskan buku2 tentang penyakit menular, seperti cacar air.

Namun hampir semua buku FILOSOFI Ar Razi dihancurkan. Pandangannya tentang agama secara umum dan Islam secara khususnya menjadikannya sasaran kecaman umum dan dituduh menghujad Islam. Hanya bagian kecil dari penolakannya terhadap agama tercatat dalam buku seorang penulis Ismaili. Dan dari sini jelas bahwa pemikir terbesar dari jaman kejayaan Islam sama sekali tidak menaruh simpati Islam. Inilah hasil pemikirannya terhadap agama:

“Pada dasarnya semua orang sederajat dan sama2 memiliki jalur logika yang tidak boleh dikesampingkan guna mengutamakan kepercayaan buta; pemikiran/reason memberikan manusia kemampuan untuk mencapai kebenaran ilmiah. Para nabi – kambing2 berjenggot ini (“these billy goats”) - tidak dapat mengklaim superioritas intelektual maupun spiritual.

Kambing2 berjenggot ini berlagak datang dengan pesan dari Tuhan, sementara memaksakan kehendak mereka terhadap rakyat dan mengharapkan kepatuhan buta.

Mukjizat para nabi adalah bohong, dihasilkan oleh trick2, dan cerita2 mengenai mereka adalah isapan jempol belaka. Kepalsuan mereka jelas terlihat dari fakta bahwa semua pernyataan mereka saling kontradiksi : yang satu menolak apa yang ditegaskan yang lain, sementara sama2 mengaku memiliki kunci kebenaran: Perjanjian Baru mengkontradiksi Torah (Perjanjian Lama) sementara Quran mengkontradiksi Perjanjian Baru.

Quran sendiri adalah campuran mitologi yang absurd dan tidak konsisten, yang, konyolnya, dianggap unik. Padahal bahasa, gaya dan “keindahan”nya adalah jauh dari sempurna. Adat, tradisi dan kemalasan intelektual mengakibatkan orang buta2 mengikuti pemimpin agama mereka. Agama menjadi ujung sebab perang berdarang yang menghancurkan umat manusia. Agama juga memerangi pemikiran filosofi dan riset ilmiah. Apa yang dinamakan kitab SUCI tidak bernilai sama sekali dan menghasilkan lebih banyak penderitaan ketimbang kebaikan. Sementara tulisan yang dihasilkan oleh Plato, Aristotle, Euclid, dan Hippocrates memberi sumbangan yang lebih besar kepada humanitas.

Orang yang menundukkan diri dibawah pemimpin2 agama adalah mereka yang lemah pikiran dan perempuan mereka berlaku seperti anak kecil. Agama membekukan kebenaran dan mengakibatkan permusuhan. Kalau sebuah buku memang mengandung kebenaran maka rumus2 geometri, astronomi, medisin dan logika lebih
pandai menunjukkannya ketimbang Quran.”

Al-Zahrawi (936-1013)

Al-Hasan ibn al-Haytham (965–1039)

merupakan salah seorang ilmuwan paling besar abad pertengahan Islam dan “Optic”-nya mempengaruhi Kepler.

Filologis Perancis, Ernest Renan menulis: “Seorang pengikut Maimonid, si filsuf Yahudi itu, mengatakan bahwa ketika ia di Bagdad utk urusan dagang, buku2 seorang filsuf (yg menginggal th 1214) sedang dibakar disana. Sang pengkotbah, yg melangsungkan eksekusi ini, melempar dlm api, dgn tangannya sendiri, karya2 ttg astronomi milik Ibn al-Haitham, karena teori2nya ttg pembelahan bumi dgn garis2 belahan mengandung lambang2 Atheisme.”

Berkas:Ibn haithem portrait.jpg

Ibn haithem portrait

[Wikipedia]

Al-Biruni (973-1050)

Ibn-Sina (973-1037)

Orang pandai berikutnya dari dunia Islam adalah Abu Ali Sina, Ibnu Sina atau di Barat dikenal sebagai Avicenna. Sumbangan utamanya adalah dibidang sains medis dengan buku terkenalnya al-Qanun, atau dikenal di barat dengan “Canon”. Qanun fi al-Tibb adalah encyclopedia medisin terbesar. Buku ini men-survey keseluruhan pengetahuan medis yg tersedia dari sumber muslim atau sebelumnya. Pendekatan sistimatisnya, penyempurnaan formal dan nilai intrinsiknya, Qanun ini melebihi karya2 Hawi milik Razi, maliki-nya Ali Ibn Abbas dan bahkan karya2 Galen dan tidak tersaingi selama 6 abad”.

Buku ini diajarkan sebagai buku referensi mahasiswa Kedokteran Universitas Bologna sampai abad ke 17. Filosofi Avicenna didasarkan pada kombinasi ajaran Aristotel dan Neo-Plato. Bertentangan dengan pemikiran ortodoks Islam, Avicenna menyanggah adanya kehidupan setelah kematian, bahwa Tuhan tidak interes terhadap manusia dan penciptaan dunia oleh Tuhan. Karena pandangannya ini, Avicenna menjadi target utama filsuf Islam al-Ghazali (lihat bawah nanti) dan dicap sebagai murtad.

Trio ilmuwan Persia penting: al-Kindi, al-Farabi & Avicenna, mengkombinasi ajaran Aristotel dan Plato dgn ide2 dr Islam. Mereka sangat dipengaruhi warisan filosofi Yunani Bagdad yg selamat dari invasi Arab, khususnya tulisan Aristotle.

TAPI Farabi menerima pandangan — yg sangat bersifat anti Islam — bahwa logika adalah lebih tinggi ketimbang wahyu ilahi (reason is superior to revelation).

Ia melihat agama sbg lambang pencapaian kebenaran, dan spt Plato, menganggap kewajiban filosof adalah utk memberi pengarahan kpd negara. Ia sering secara rasional mempertanyakan otoritas Quran dan menolak konsep ‘predestination’, bahwa nasib kita sudah ditentukan dari Atas. Ia menulis lebih dari 100 buku, yg paling penting: “The Ideas of the Citizens of the Virtuous City “ (Pemikiran2 Warga2 Kota Bijaksana). Tetapi karya2 unorthodox ini tidak merupakan milik Islam, spt juga Voltaire tidak merupakan milik agama Kristen. Farabi kebetulan berada dlm kebudayaan Muslim dan bukannya berkarya KARENA budaya Muslim. Ia malah menantang ortodoksi sampai ke akar2nya.

Lagi2 ia menegaskan pola bahwa Muslim yg paling hebat, baik secara politik ataupun intelektual, adalah Muslim yg tidak menerima Islam secara penuh.

Abdallah al-Ma’arri (973-1057)

Ia dikenal sbg Lucretius dari Timur, juga mengolok agama-agama dalam sajak-sajaknya:

“Hanifs (Muslims) are stumbling, Christians all astray
Jews wildered, Magians far on error’s way.
We mortals are composed of two great schools:
Enlightened knaves or else religious fools…..”

[Para Hanif kepeleset, Kristen semua sesat,
Yahudi bingung, Magian di jalan yang salah
Kami, manusia lemah, terdiri dari dua aliran besar :
orang-orang berilmu atau orang-orang religius tolol]

Omar Khayam (1048-1122)

Dlm sajak berikut ini, penyair, filsuf, astronom dan ahli matematika, Umar Khayam, mengecam Islam dan menunjukkan kekagumannya bagi filosofi Yunani:

If Madrasahs of those drunks
Jika Madrasah orang2 mabuk itu

Became the educational institutes
Menjadi tempat pendidikan

Of teaching philosophy of
mengajarkan filosofi

Epicures, Plato and Aristotle;

If Abode and Mazars of Peer and Dervish
Jika Abodi dan kaum Mazar dari Peer dan Dervish

Is turned into research institutes,
dijadikan institut riset,

If men instead of following blind faith of religion
Jika orang ketimbang memilih agama secara buta

Should have cultivated ethics,
Menggali etika beradab

If the abode of worships were turned into
Jika tempat2 pemujaan dijadikan

Centers of learning of all academic activities,
pusat2 pengajaran semua aktivitas akademis

If instead of studying religion, men
Jika ketimbang belajar agama, orang

Would have devoted to develop mathematics – algebra,
akan mengembangkan matematika, aljabar

If logic of science would have occupied the place of
Jika logika ilmiah menggantikan tempat

Sufism, faith and superstition,
Sufisme, agama dan takhayul,

Religion that divides human beings
Agama yg memecah2kan manusia

Would have replaced by humanism,
akan digantikan dgn humanisme,

Then the world would have turned into haven,
maka dunia akan berubah menjadi surga

The world on the other side then would have extinguished
Dunia dibelahan lain akan mati

The world would then become full of
Dunia akan penuh dengan

Love-affection-freedom-joy,
Cinta-kasih-kebebasan-kebahagiaan

And there is no doubt about it.”
Dan ini tidak diragukan lagi.”

Ibn-Sina juga secara terang2an mengecam semua agama, termasuk Islam, sbg kebohongan. Katanya, “Jenggot2 kambing ini (‘These billy goats’/para nabi) berpura2 datang dari Tuhan sementara mengumbarkan kebohongan mereka dan memaksakan kepatuhan buta massa kpd ‘kata2 atasan'”.

Ibn-Rushdi (1128-1198)

Ia ahli filsuf dan sains yang sangat penting yang di Barat dikenal dengan nama Averroes. Ia hidup di Andalusia dan Marrakesh. Pengaruhnya terhadap pemikiran Eropa sering dilupakan oleh baik orang Arab maupun orang Europa. Namun di abad ke 13 dan 14, pengaruh Averroisme sekuat Marxisme di abad ke 19.

Ibnu Rushdi berfungsi sebagai jembatan antara dunia Arab dan dunia Barat dengan upayanya mengomentari dan menginterpretasi ahli2 filsafat Yunani seperti Aristotle dan Plato dan membuat mereka dimengerti oleh rakyat Arab. Dalam banyak karyanya, ia juga mencoba menjembatani filsafat dengan agama.

Namun para pemimpin agama tidak selalu memuji karya2nya: ia malah dikutuk melakukan bid’ah oleh orthodoxy Kristen, Yahudi dan Islam. Karya2nya sering dilarang dan dibakar.”

Ibnu Rushdie dipanggil ke Marrakesh untuk bekerja sebagai dokter bagi Kalif disana namun segera tidak disukai sang kalif gara2 oposisi para ahli agama terhadap tulisan2nya. Ia dituduh melakukan bid’ah, di-interogasi dan dikucilkan ke Lucena, dekat Cordova. Sang kalif kemudian memerintahkan agar buku2 Rushdie dibakar, kecuali karyanya dibidang kedokteran, arithmetic, dan elementary astronomy.

Namun, setelah di-intervensi sejumlah ilmuwan ternama jamannya, 4 tahun kemudian iapun diampuni dan dipanggil kembali ke Maroko pada tahun 1198; namun ia meninggal pada akhir tahun itu.

Karya² Ibnu Rushdi juga mengundang kekaguman di Eropa, bahkan diantara para ahli agama yang menganggap karyanya sebagai ancaman. Di abad ke 13, Ibnu Rushdi dikutuk oleh uskup-uskup Paris, Oxford dan Canterbury berdasarkan alasan yang mirip dengan alasan para Muslim orthodox di Spanyol.

Konsep Averroisme — yg ditemukan dlm komentar Averroës kpd Aristotle — adalah : Hanya ada satu kebenaran, tetapi ada paling tidak DUA cara utk mencapainya, yi lewat filosofi dan lewat agama. [079]

Gagasan pemisahan filosofi dan agama yg ditemukan dlm Averroisme sangat berpengaruh dlm perkembangan sekularisme modern. Akibatnya, ada yg menganggap Averroes sbg bapak pendiri pemikiran sekularisme di Eropa Barat.

Jalaluddin Rumi (1207-…)

Kesimpulan

Pemikir-pemikir besar yang menjadi teladan jaman keemasan Islam bukanlah muslim. Bahkan mereka sangat kritis terhadap Islam. Anehnya, muslimin yang membuat mereka sengsara semasa hidup mereka tidak malu2 menganggap mereka sebagai bagian dari kultur mereka. Mereka juga tidak malu2 mempergunakan nama mereka untuk memenangkan kredibilitas. Mereka sering berkata “lihatlah para pemikir hebat yang dihasilkan Islam ini”.

Quran dogmatik atau Islam Sunni pelan2 mendominasi pemikiran Muslim dan sesudah itu IMAM AL GHAZALI, juga kolektor hadis terkenal, menciptakan histeria massa dgn menantang pemikiran rasional kepercayaan Mu’tazila karena tidak dapat membuktikan realitas akan Allah.

Akhirnya, Mu’tazila tidak tahan hantaman muslim-muslim picik. Pada abad ke 13, gerakan Mu’tazila mati dan dengan ini pula berakhirnya Jaman Emas Islam.

Jadi, masa Jaman Emas Islam adalah periode yang dikarakterisasi oleh perkembangan teologi Mu’tazila
yang ANTI ISLAM dan Rasionalisme Yunani masa pra-Kristen. Semua muslim yang dikatakan memperkaya sains, matematika, medisin, filosofi dan pemikiran rasional (pada Jaman Emas Islam) adalah anggota aliran Mu’tazila yang TIDAK Islamiyah, tidak seperti pakar-pakar Islam Sunni seperti al-Bukhari, Abu Daud dan Imam Ghazali et al., dari aliran Islam murni.

Oleh karena itu, sangat memalukan pernyataan bahwa jaman emas kemajuan dan kemakmuran dlm dunia Islam dipengaruhi secara positif oleh Islam.

Kalalu kita ingin melihat sumbangan sebenarnya Islam bagi peradaban manusia, kita harus mempelajari ‘prestasi’ Muhammad, Abu Bakar, Hazrat Omar, Usman, Imam Ali dan Abu Hanifa et al. … tokoh-tokoh Islam terbesar. Kita juga harus melihat sumbangan masa pasca-Jaman Emas (pasca abad 13) saat doktrin Islam Sunni kembali berkembang.

Sayangnya, selama periode islam murni ini, sumbangan Islam kpd sains, teknologi, medisin, dsb adalah NOL BESAR !!

Tokoh2 seperti Muslim b. al-Hajjaj, al-Bukhari, Abu Da’ud, Al-Tirmidi dan Imam Ghazali etc. … para kolektor hadis terkenal tidak membawa sumbangan apapun, kecuali mengkodifikasi Shariah yg mengakibatkan pelanggaran HAM, harga diri, degradasi kebebasan individual dan keadilan dlm dunia Islam sekarang.

Lihat saja ratio pemenang hadiah Nobel antara Muslim dan Yahudi adalah 1:100. Perbedaan besar ini disebabkan karena agama2 Kristen dan yahudi berhasil melangkahi kepercayaan picik dan dogmatik shg mereka bisa menjadi lebih kreatif.

IMAM GHAZALI, SANG PEMBUNUH SAINS

Jadi, mengapa dulunya FILOSOFI tidak diajarkan pada madrasah2 ?

Ini gara2 seorang Sufi, [[ABU HAMID AL-GHAZALI] (1058-1128). Walaupun ia seroang pemikir ternama, ia juga penentang pemikiran bebas yang pada umumnya membuat mandeg filosofi Islam dan pemikiran sains.

Dalam bukunya INCOHERENCE OF PHILOSOPHERS,ia menuduh Avicenna dan Al-Farabi menantang prinsip2 agama. Ia juga melemparkan pertanyaan retorik tentang para filsuf:

“Apakah anda mengatakan bahwa mereka adalah kafir dan bahwa pembunuhan terhadap mereka adalah
wajib ? Menyatakan mereka kafir penting karena 3 hal : ajaran mereka bahwa dunia eksis secara
eksternal, bahwa Allah tidak mengetahui beberapa hal dan bahwa tidak ada kebangkitan kembali
secara badaniah. Jadi, menurut prinisp2 ajaran Islam, PEMBUNUHAN MEREKA ADALAH WAJIB.”

Beginilah caranya mendukung tradisi filsafat yang sehat ?
Averroes, menjawab Ghazali dalam bukunya INCOHERENCE OF THE INCOHERENCE dgn menyatakan bahwa para filsuf tidak perlu tunduk pada pakar agama. Namun akibat jeleknya sudah terasa. Jaman Keemasan Filsafat Islam (kalau memang pernah ada), hancur sudah.

Diseluruh dunia Islam berlaku asumsi bahwa Quran adalah buku sempurna dan tidak diperlukan buku lain lagi. Muslim tidak merasa memerlukan pengetahuan dari sumber lain–APALAGI DARI KAFIR.

ALLAH KILLS SCIENCE

Namun pukulan paling keras melawan sains dan filsafat dalam Islam datang dari Quran sendiri. Quran menggambarkan Allah sebagai penguasa absolut. Berbeda dengan kaum Yahudi dan Kristen yang percaya bahwa Tuhan bersifat maha baik dan menciptakan dunia menurut hukum rasional yang terbuka bagi manusia untuk diselidiki, sehingga mendorong penyelidikan sains.

Ghazali menganggap bahwa adanya hukum2 alam selain hukum Allah adalah penghinaan terhadap Allah dan bantahan atas kuasa Allah. Untuk mengatakan bahwa alam semesta diciptakanNya menurut prinsip2 rasional merupakan pembatasan atas kekuasaanNya. KemauanNya-lah yang mengawasi kita semua, dan itu tidak bisa dijadikan bahan penyelidikan manusia.

Jadi sains modern berkembang di Kristen Eropa dan bukan dalam Darul Islam. Di dunia Islam, ALLAH malah sibuk mengKILLING SCIENCE.

Namun Ada Juga Manfaat Islam Dalam Sains

Penemuan kawasan dunia baru oleh orang Eropa yang mengakibatkan jaman Renaissance di Eropa.

Pada tahun 1492, Columbus menemukan Amerika secara kebetulan. Ia tadinya ingin berlayar ke Asia. Ia menyangka Amerika adalah India. Kenapa ia ingin mencari jalan ke Asia ? Karena jatuhnya kota Kristen Byzantine, Konstantinopel (Turki sekarang) di tangan Muslim pada tahun 1453 yang menutup jalur perdagangan Eropa ke Timur.

Ini merugikan pedagang2 Eropa yang sampai saat itu berhasil berlayar ke Asia melalui selat Konstantinopel untuk mendapatkan rempah2. Oleh karena itulah Columbus berlayar ujntuk mencari jalur perdagangan baru sambil menghindari jalur perdagangan yang disabet Muslim2 di Turki ini.

Nah, aksi Muslim di Turki itu malah akhirnya membuka Amerika bagi Eropa !!

Juga dengan jatuhnya Konstantinopel, matinya kekuasaan Byzantine dan kebiadaban muslim di Turki ini mengakibatkan emigrasi kaum intelektual Yunani besar2an ke Eropa Barat sehingga universitas2 Eropa penuh dengan para pakar Plato, Aristotle dsb. Ini mengakibatkan luapan kekayaan filsafat dan literatur klasik di Eropa dan perkembangan intelektual dan budaya yang belum pernah disaksikan dunia (dan mugkin tidak akan pernah terulang lagi).

Mungkin inilah bentuk sumbangan muslim kepada dunia Barat. Tetapi lebih dari, itu seni Islam hanya terbatas pada kaligrafi, buku2 filsafat macam Ghazali dan musik Qasidah yang menyedihkan.

Download Faithfreedompedia versi offline (17.7MB):

//

%d blogger menyukai ini: