Sejarah Islam

Manusia bijak adalah manusia yang mengetahui & belajar dari sejarah

Arsip tag Isra Mi’raj

A Sina: Kisahku tentang Miraj (kenaikan kesurga)

Kisahku tentang Mi’raj (kenaikan kesurga)
oleh A Sina

Saya ingin berterimakasih pada teman cyberku yg baru Mr. Malik Usman yg dg penegasannya bahwa Mi’raj (kenaikan kesurga) itu dapat dibuktikan secara ilmiah, membuat saya berani utk menulis kisah ini. Mi’raj saya sendiri terjadi sudah cukup lama tapi saya rahasiakan hingga sekarang. Saya takut diejek oleh para rasionalis. Tapi sekarang setelah tahu bahwa ada orang yg bisa membuktikan Mi’raj secara ilmiah, saya tidak takut lagi. Cuma saya masih tidak mengerti bagian ilmiahnya, tapi saya yakin temanku bisa menjelaskannya.

Malik Usman menulis:

Saya dapat bicara mengenai Mi’raj, dan berbicara dalam aspek ilmiahnya juga, tapi ini akan membuat panjang e-mail ini. Jika kamu ingin tahu lebih banyak, tolong beritahu saya.

Ini kisahku tentang Mi’raj

Dear Mr. Usman, anda tidak perlu membuktikan Mi’raj itu benar dan ilmiah. Sebetulnya aku telah mengalaminya sendiri.

Suatu malam ketika sedang mengerjakan sesuatu, aku dengar suara ribut diluar. Kubuka jendela dan tiba2 Malaikat Gabriel meloncat masuk kamar. Aku kaget. “Jangan takut,” katanya, “aku tak bermaksud jahat.” Dia bicara Inggris dg sangat baik. Aku terkejut dan tidak tahu mau ngomong apa, jadi aku mengatakan hal yg bodoh. “Anda bisa bahasa Inggris!” ucapku. “Ya”, dia menjawab dalam aksen amerika, “ini jaman internet, kita harus ikut kemajuan teknologi. Kita malah punya kelas ESL disurga dan semua malaikat sekarang bicara dalam bahasa inggris.”

Gaya bicaranya membuat aku tenang. Aku tanya dia kenapa malaikat sepenting anda mengunjungi aku? Dia hanya tersenyum dan bilang agar aku siap2 karena akan bertemu Sang Pencipta. “Apa? Aku? Kenapa? Tapi aku belum siap!!” aku tergagap bicara. “Jangan khawatir”, katanya. Kemudian dia mengarahkan tongkat wasiatnya padaku dan menggumamkan sesuatu yg tidak aku mengerti dan seketika baju yg aku pakai berubah menjadi baju putih mengkilap lengkap dgn dasi merah. Sangat perlente sekali, belum pernah kulihat baju demikian meskipun dalam acara Penghargaan Oscar.

Kemudian dia bilang bahwa kadang dia harus mencuci hati pengunjung surga. Aku takut setengah mati karena aku pernah baca, dia mengeluarkan hati Muhammad dari dadanya dan mencucinya sebelum membawa Muhammad dalam Mi’rajnya. Gabriel melihat kepanikanku dan berkata, “Jangan takut, sekarang aku punya pandangan sinar X dan kulihat hatimu sudah bersih.” Aku lega sekali, karena tidak harus melalui pengalaman mengerikan itu. Kemudian dia menambahkan, “Waktu aku bertemu Muhammad, oh boy, hatinya begitu kotor, aku harus meminta sekotak deterjen tambahan utk membersihkannya.”

Tiba2 ada burung raksasa menutupi sinar bulan, turun kearah kita. “Apa itu?” tanyaku. “Oh itu Morgullah” jawabnya. “Burung surga, fungsinya seperti Limousine. Tapi membawamu ke Surga”. “Ada apa dg Buraq?” tanyaku. “Itu tuh, kuda yg membawa sang nabi kesurga pada malam terjadi Mi’raj?” “Oh keledai tua itu”, jawabnya, “Kalau dibandingkan dg Morgullah Buraq hanya macam taxi butut biasa. Buraq biasa membawa barang2 dan kadang2 membawa tamu kelas rendahan”, tambahnya.

Morgullah mendarat dg indah dihalaman belakang. Seekor burung yg sangat besar, panjang kedua sayapnya sekitar 10 meter. Mirip Elang putih tapi berwajah manusia dan punya buntut panjang yg berwarna indah. Kunaiki burung itu. Tapi bukan seperti ayam jantan menaiki ayam betina lho, ini seperti orang naik sepeda! Ada sadel yg ditalikan kepundaknya; kududuki sadelnya dan sang burung memintaku utk memakai sabuk pengaman. Kulakukan itu dan ia melesat terbang. Dijalan ia bilang beberapa penumpangnya yg dipanggil kesurga utk disahkan sebagai nabi jatuh mati dari langit dan itu sebabnya sekarang menjadi mandat, utk semua pengunjung surga harus memakai sabuk pengaman.

Morgullah terbang dan dapat kulihat rumahku dari atas dan kemudian lampu2 kota. Kita terus terbang tinggi dan tinggi. Kurasakan angin dingin dimukaku, sangat menyegarkan. Tidak lama kemudian, Sang burung berhenti dan Gabriel yg berada didepan mendekati lalu menutupi mataku dg sebuah kain. Kutanya kenapa dia menutupi mataku? Apa aku diculik? Dia menjawab utk meyakinkanku, “Tidak, ini utk kepentinganmu sendiri.” Dia menjelaskan bahwa jika aku tahu persis alamat surga, manusia2 akan memaksaku mengatakannya pada mereka bahkan bisa jadi dg metoda penyiksaan, dan karena mereka sudah menciptakan pesawat terbang, sudah pasti mereka akan mengubah surga menjadi Tujuan Wisata dan akan merusak tempat indah tersebut. Para penghuni surga tidak ingin siapapun datang dan mengganggu kedamaian mereka. Baru aku mengerti dan kita terbang lagi utk sekitar 30 menit, lalu berhenti.

Kubuka penutup mataku, kulihat sebuah tempat yg sangat indah, aku tidak bisa menjelaskan keindahannya dg kata2. Taman2 berisi bunga2 dan pohon2 subur. Sungai2 berair anggur, madu dan susu mengalir ditengah2nya, wanita muda telanjang (Houri) yg cantik menggairahkan, dg dada kenyal berjalan2 disana! Lelaki2 jorok berjanggut sedang minum minuman keras dan masing2 dikelilingi dua atau lebih Houri. Oooh, persis seperti yg dikatakan oleh Muhammad. Aku jadi tahu sekarang bahwa dia adalah benar seorang utusan allah dan dia tidak bohong ketika bilang pernah naik ke surga. Dibeberapa tempat, aku harus memalingkan mata, karena para lelaki itu sedang melakukan pesta seks dg houri2 itu; bertiga, berempat, bahkan ada yg sampai ber-73! Seorang lelaki jorok yg berjanggut lebat pesta seks dg 72 houri. Menjijikan tapi menggairahkan. Pernah kubaca Muhammad menjanjikan semua ini pada umatnya tapi aku tidak pernah percaya.

Seorang houri berambut pirang mendekatiku dan tersenyum sangat manis yg dapat mencairkan hatiku. Dia bertanya, “Cari teman, om?” Kupandang gabriel dg penuh harapan agar diijinkan. Houri ini persis wanita tipe idamanku. Kurus, tinggi, senyum indah, wanita type Holywood; lebih baik dari Pamela Anderson dan Julia Robert digabungkan. Kuteriakan “Fa tabarak Allah ahsan al khaleqeen (Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam)”. Aku tahu ini kalimat yg harus kuteriakkan, karena inilah yg diteriakkan Muhammad ketika dia melihat wanita anak mantunya telanjang dan lalu jatuh cinta padanya.

Aku berkata sendiri, “Oh man, pasti ini surga! Muhammad benar2 tahu apa yg dia katakan.” Tapi Gabriel berkata bahwa kita tidak punya waktu dan Allah menungguku. Lalu kutanya, apa kita bisa berhenti sekitar satu jam setelah pertemuan dg Allah selesai? Ini surga dan semua perbuatan2 dosa bisa dilakukan disini. Dia jawab tidak bisa dan bilang bahwa aku tidak bisa melakukan itu dg wanita yg bukan muhrimku, tapi jika aku mati aku dapat memperoleh wanita sebanyak aku mau. Saat itu langsung saja kematian bagiku terasa menarik. Aku sadar sekarang kenapa para pejihad muslim begitu berhasrat mati oleh bom dan tidak takut akan kematian. Tentu saja dg seks sebanyak itu disurga siapa yg tidak mau mati?

Kita terus berjalan diawan. Herannya kulihat sedikit sekali perempuan. Banyak sekali houri tapi itu bukan perempuan yg saya maksudkan. (Ada perbedaan antara perempuan normal dan houri, Houri itu putih, begitu putihnya hingga kamu dapat melihat tulang mereka, yg transparant, seperti telepon2 jaman sekarang, kamu bisa melihat isi dalamnya. Muhammad pikir hal ini sangat cantik dan menarik tapi aku lebih suka wanita yg tidak transparan.)

Kutanya dimanakah perempuan yg sungguhan? Mungkin mereka punya surga yg terpisah seperti bus umum di Pakistan dimana ada pemisah antara tempat duduk laki2 dan perempuan. Jawabnya “Mayoritas perempuan ada di neraka”. “Di neraka?” teriaku kaget, “kenapa dineraka?” “Mereka dineraka karena mereka tidak patuh pada suaminya, menjadi kaum feminis dan meminta hak yg sama dg laki2”, jawabnya “ini adalah dosa besar. Allah membuat perempuan dari tulang iga lelaki utk melayaninya dan patuh padanya, tapi para perempuan itu terus meminta hak yg sama, jadi waktu mereka mati Allah mengirim mereka ke neraka.”

Aku sedih. Kupikir itu tidak adil. Kuingat kata2 Muhammad dalam Mi’rajnya, waktu dia mengunjungi surga dan neraka, dia lihat mayoritas penghuni neraka adalah perempuan, tapi kupikir Muhammad berkata begitu karena dia sudah tua dan dia ingin menakuti istri2 remajanya agar patuh. Aku selalu berpikir perempuan harus mendapat hak yg sama tapi betapa salahnya aku. Allah benar2 membuat perempuan utk melayani kita kaum lelaki. Baik sekali dia. Aku akhirnya sadar bahwa Muhammad, Musa dan Yesus berkata benar dan semuanya itu adalah rencana Allah utk membuat wanita bersikap patuh pada laki2.

Kita tetap berjalan sampai pada sebuah gerbang mutiara. Gerbang itu terbuka secara otomatis waktu kita mendekat. “Keren ngga?” kata Gabriel. Dia jelaskan bahwa gerbang ini dapat tahu apakah orang yg mendekatinya itu telah diberi ijin utk masuk dg membaca retina matanya dan jika iya, pintu akan membuka. Kupikir ini ajaib, tapi dia bilang sebenarnya gerbang ini dioperasikan oleh alat2 yg mereka dapat dari bumi. Dan surga memakai banyak penemuan2 bumi.
Sambil tertawa dia berkata bahwa sejak Internet menjadi populer bahkan Allahpun belajar menggunakannya dan ia sekarang ketagihan internet. “Para malaikatlah sekarang yg banyak melakukan tugas ketuhanan,” akunya dan lalu menambahkan “Allah sibuk chatting. Dia memakai banyak nama samaran. Orang2 itu tidak tahu mereka chatting dg Allah. Dia suka itu karena selama ini Dia bicara pada orang sambil bersembunyi dibelakang seorang utusan, sekarang dia dapat melakukan itu sambil sembunyi dibelakang komputer.”

Pintu terbuka ke sebuah taman luas penuh cahaya. “Tempat apakah ini?” tanyaku, Sang malaikat menjawab; “Ini tempat tinggal Allah.” Kulihat istana besar terbuat dari emas dan kristal. Dihiasi oleh berbagai macam batu berharga.

Kumasuki serambi melalui aula pertama dan aula kedua dan semua malaikat membungkuk dihadapanku seraya aku lewat dan kubungkukan badan utk membalas mereka sampai kutemui seorang berumur pertengahan tigapuluhan berambut panjang dan berbaju putih hingga kemata kaki, ia berdiri diujung tangga aula.
Dia menyambut hangat seperti sudah kenal dan menungguku. Kataku “Apa kita saling kenal?” Jawabnya; “Aku Yesus, Anak Allah”! “Oh Jesus!” teriakku. Aku sangat bahagia dapat bertemu Yesus langsung. Aku ingin menyembah dan mencium kakinya tapi ia melarangku. Dia sangat rendah hati. Tapi kenapa dia bilang dia Anak Allah? Heran, bukankah sang nabi bilang Allah tiada beranak dan tiada pula diperanakkan?

Kemudian aku bertemu orang2 lain dg pakaian yg sama. Yesus membuatku berdiri didepan mereka satu2 dan mengenalkannya, ini kakek moyangmu Zoroaster, bilang Drood. Drood adalah salam Iran Kuno. Kusalami dg gaya iran dan aku penuh kegembiraan melihat kakek moyangku yg mulia.

Ada banyak nabi2 lain disini yg datang menyambutku. Aku bersalaman dg mereka semua tapi tidak kulihat Muhammad diantara mereka. Kutanyakan hal ini, mereka semua menundukan kepala dg takut. “Kenapa? Apa yg terjadi padanya? Apa dia mati?” Tanyaku dg kuatir. “Tentu saja ia mati” Kata Yesus terkekeh, “Kita semua sudah mati, tolol. Cuma orang itu tidak disurga”. “Dimana dong?” Tanyaku dg cemas. “Dia ada di neraka”, jawab Yesus.

“Di NERAKA?” Teriakku, “Apa yg dia lakukan dineraka? Apa dia jadi mandor penyiksa orang kafir?” Aku tanya ini karena aku tahu sang Nabi sangat suka pekerjaan ini dan dia pasti akan mengerjakannya dg sukarela bahkan bila tidak ada yg menyuruhpun. “Tidak”, kata Yesus, “dia dineraka menyiksa diri sendiri. Mereka membuatnya minum air mendidih dan memanggangnya diapi. Apa Dante tidak bilang ini padamu?” “Ya”, kataku “tapi dia menyebut bukunya “Divine Comedy”?” Jadi kupikir mungkin dia becanda. “Oh Well”, keluh Yesus, “Ketika Allah memulai bisnis pengiriman utusan ini, seharusnya jadi komedi.

Intinya adalah membuat manusia terhibur dan mengajar mereka satu atau dua hal. Tapi jadi keluar jalur, manusia mulai membunuh sesamanya dan Muhammad membasmi ribuan orang yg tidak percaya padanya. Akhirnya menjadi tragedi besar dan tidak ada yg tertawa lagi. Setelah bencana itu, Allah tidak mengirim utusan lagi, oleh karena itu Muhammad menjadi yg terakhir karena kejahatan2nya.

“Sang nabi disiksa dineraka?” Aku berteriak ketakutan, tak mampu menerima hal ini. Yesus menaruh jari dibibirnya dan berkata, “Sssh,….Daddy ada diatas, dia dapat mendengarmu.” Tapi terlambat, Daddynya mendengar. Sebuah suara stereo bergaung diistana: “Yes” kata Allah “Kita kirim dia keneraka karena dia berbohong dan membunuhi anak2 kita dan menyalahkan Kita.” Suara itu datang dari semua arah dan kupikir ada banyak Allah yg berbicara pada saat yg sama. Aku melihat sekeliling, kiri, kanan dan atas, kebingungan, tapi tak kulihat seorangpun. Zoroaster maju, dia taruh tangannya dipundakku dan berkata, “hamshahri jangan takut”. (Hamshahri dalam bahasa Parsi, artinya teman. Ini cara informal yg ramah bagi kami orang2 iran menyebut masing2. Zoroaster dan Aku sama2 orang Iran) Dia berkata dalam bahasa Parsi kuno yg masih asli: “kata Kita yg sering dipakai oleh Allah maksudnya adalah KITA yg kuasa. Cuma ada satu Allah, tapi dia suka bicara dalam kata ganti orang jamak karena kedengarannya agung. Sekarang nak, buka sepatu dan naiki tangga ini, jangan buat Allah menunggu terlalu lama. Dia ingin bertemu kamu. Cepat …. Ayo pergi.” Aku ketakutan, tapi mereka meyakinkanku bahwa tidak ada yg perlu ditakuti dan Allah adalah Allah yg baik dan bahwa Muhammad adalah pembohong besar yg membuat Allah menjadi Allah yg harus ditakuti.

Segera setelah kubuka sepatu, Yesus menyuruhku duduk dan sebuah baskom dan sekendi air diambil lalu ia membasuh kakiku. Aku jadi sungkan dan ingin melakukannya sendiri tapi dia berkeras dan katanya itu sudah tugas dia. Setelah kaki kering aku naik tangga dan masuk kesebuah ruangan yg besar penuh cahaya. Tapi cahaya2 itu tidak menyilaukan mataku. Lebih terasa bagai atmosfir yg menyejukkan. Kudengar musik ringan diruangan sebelah kiri dan kulihat Vivaldi sedang memainkan violin, kusapa dia dg senyum; dia mengganggukkan kepala dan berkedip sambil terus bermain.

Aku maju terus menuju cahaya, kemudian kulihat pada sumber cahaya itu dan disanalah DIA. Kulihat sebuah singgasana dan diatasnya DIA. Jangan tanya didepan siapa aku berdiri! Aku bertemu muka dg Makhluk yg didambakan oleh seluruh umat manusia, diinginkan oleh semua mistik2 dan orang2 suci, objek pujaan dari seluruh penghuni bumi dan seluruh warga surga. Yg kulihat didepanku adalah Sang Pencipta Jagat Raya, duduk disinggasana dg penuh kemuliaan dan keagungannya.

Aku langsung terjatuh dan mencium lantai marble sambil berkata; “Mulialah Engkau Allah segala ciptaan dan pujaan seluruh bangsa”. Aku mendongak dan kulihat Allah senang sekali kupuji2. DIA senang akan puji2an, jadi aku meneruskan. “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Subhanika, Subhanika, Halleluiah, Halleluiah, hari, hari, ….”. DIA senang sekali mendengar kata2 ini. Aku bermaksud meneruskan tetapi DIA bilang cukup, dan minta aku utk duduk didekatNYA.

Kemudian DIA bilang bahwa aku beruntung diijinkan melihat wajahNYA. DIA tidak mengijinkan Muhammad melihatNYA, kata DIA. Itu sebabnya kenapa waktu dia dipanggil dalam Mi’rajnya, dia diwawancara dari belakang tirai. DIA juga bilang bahwa Muhammad banyak mencampur kebohongan didalam pesan2NYA, bahwa kebanyakan ayat2 dalam Quran adalah ayatnya setan dan dia bukanlah utusan yg paling dikasihi seperti yg dia katakan. Mereka mengundang Muhammad kesini utk memperlihatkan Neraka padanya, utk memperingati dia agar jangan bertindak semaunya dan bahwa dia tidak berada diluar hukum, jika dia sekali lagi mengacau, Neraka itulah tempat dia akan dikirim. Tapi dia tidak mau dengar dan dia mempergunakan kekuasaannya seenak perut. “Tahukah kau apa hukuman bagi Utusan yg melanggar perjanjian?” Allah berteriak dimukaku, menyemburkan ludah SuciNYA keseluruh wajah. Aku begitu gemetar hingga hampir terkencing-kencing dicelana putihku yg baru. Aku diam saja. “DUA KALI HUKUMAN ORANG BIASA!!” TeriakNYA.

Aku terus diam gemetar dan mengharap amarahNYA hilang. Sesudah kurasa tenang kutanya lirih “Apa yg dia lakukan?” aku bertanya ini hanya utk memecahkan kesunyian dan utk menunjukan bahwa aku tidak apa2. Suaraku lirih hampir tidak terdengar. Tapi seketika wajah ALLAH berubah merah lagi dan berteriak, Anak keparat itu berbohong memakai namaKU. Dia membunuh orang tak bersalah hanya utk mendirikan kekuasaannya. Dia perkosa wanita2, curi milik orang dan bukannya mengajarkan ajaranKU dg menjadi contoh yg baik, bukannya menunjukan betapa penyayang dan pengampunnya kita ini, dia malahan memaksa manusia utk patuh dengan memakai pedang. Kita tidak pernah menyuruhnya membunuh. Jika kita ingin membunuh orang2 kafir kita akan melakukannya sendiri. Dia merusak nama kita dan melakukan apa yg dia inginkan, semua utk keuntungan dia sendiri. Sekarang dia harus menghabiskan waktunya dineraka.”

Saya tambah ketakutan dan terus diam lagi menunggu reda amarahNYA. Kupikir Allah sangat marah sekali pada Muhammad dan lebih baik aku jangan menyebut-nyebut Muhammad lagi kalau tidak mau celaka. Setelah sekian lama, Dia melihat betapa tidak nyamannya aku dan dg kebijaksanaan ilahinya dia merubah arah pembicaraan. Dia melihat ke Vivaldi yg berhenti bermain karena ketakutan akan teriakan2 Allah yg marah dan menyuruhnya bermain lagi. Kemudian dia bertanya apa aku mau teh atau kopi. Kataku, “Allah tahu yg lebih baik”. Dia tersenyum dan memesan cappuccino. Saat itulah aku yakin bahwa dia benar2 Allah. Habis, tahu darimana dia bahwa aku lebih suka cappuccino daripada teh atau kopi?

Dalam pertemuan itu Allah memberitahu beberapa hal sebagai tugas2ku. Dia berikan semua instruksi. Kupikir aku pasti akan lupa lagi instruksi2 ini nanti! “Jangan khawatir”, katanya, “Akan kukirim instruksi KITA tiap hari lewat email, jadi tiap pagi jika kamu buka inbox, pertama2 yg akan kamu baca adalah pesan KITA. Dg cara ini tidak akan ada kebingungan”, lalu DIA menambahkan “KITA dapat banyak kesulitan dg si ***** buta huruf Muhammad itu. Kita harus menyampaikan ayat2 pada Gabriel, Gabriel menyampaikannya pada Muhammad dan Muhammad membacakannya pada sekretarisnya.

Banyak sekali wahyu2 asli yg hilang dg cara mulut kemulut ini. Setan juga malah menipu dia dan memberinya banyak ayat2 setan. Tapi kesusasteraan setan tidak sebaik punya kita. Kadang sekretarisnya menyarankan beberapa perbaikan pada ayat2 setan itu dan Muhammad menerimanya, tapi kemudian dia membunuh sekretaris itu karena mereka memberitahukan hal ini pada yg lain.

Dan sepertinya ini belum cukup buruk, Muhammad sering menganggap Setan sebagai Gabriel dan menulis kata2 yg setan ucapkan kedalam Quran lalu menyatakan kata2 itu dari KITA. Pernah satu kali dia memuji Lat, Manat dan Al Uza, setelah ketahuan oleh Gabriel baru kemudian dia mengaku bahwa kata2 yg dia tulis itu adalah ayat2 dari setan, katanya ditaruh dimulutnya oleh setan dan dia sudah tarik kembali, tapi banyak lagi ayat2 seperti ini yg tidak ketahuan.
Sekarang dg sistem surat elektronik tidak akan ada masalah seperti itu. Itu sebabnya Quran penuh dg kekejaman dan kesalahan2. Apa kau pikir KITA mau mengatakan pada anak2 KITA utk membunuh anak2 KITA yg lain? Kita dapat saja membunuh siapapun yg KITA inginkan. Kita punya gempa bumi, tornado, tsunami, banjir, virus dan segala macam alat pembunuh massa. Kenapa lagi KITA butuh seorang utusan utk membunuhi orang2? Kalian manusia jangan membunuh sesama manusia. Itu sih tugas kita.

Kemudian Allah mulai bicara tentang hal lain. Dia bilang betapa sukarnya mengurus seluruh jagat raya sendirian. Dia bilang dia telah berpikir utk mempunyai partner utk membagi beberapa tugas tapi belum menemukan Allah lain yg cukup baik diseluruh jagat yg dapat dia percaya. Dia sedang mencari seseorang utk melakukan banyak kerjaan tapi ingin yg tidak mengharapkan pujian. “AKU tidak suka ada yg lain selain AKU dipuji-puji”, katanya. “AKU tahu itu terdengar tidak baik, tapi mau apa lagi, aku Allah yg cemburu.” Tambahnya. Kutanya apa dia pernah mempertimbangkan seorang Dewi utk membagi pekerjaanNYA dan menemaniNYA. “Ah, perempuan. Apa kau ingin perempuan mengurus dunia? Begitu kau beri mereka kebebasan, langsung mereka minta status persamaan hak dan sebelum kau sadar, mereka sudah mengklaim rumahmu dan kau tinggal dijalanan.”

Kusinggung Maria. “Kenapa dg Maria?” Dia bertanya dg kasar. “Tidak ada apa-apa antara Maria dgku. Itu hanya semalam (One Night Stand). Seharusnya tidak terjadi, tapi sudah terjadi. Maria sudah menikah dg tunangannya dan punya anak2 lain. Kalian manusia jago sekali dalam membuat gosip. Yg benar adalah selain dari satu malam itu ketika aku tidak berpikir lurus, aku tidak pernah ketemu Maria lagi.”
Pertemuan berakhir sekitar satu jam. Aku masih punya beberapa pertanyaan tapi aku lantas ingat apa yg terjadi dg Muhammad dan tidak jadi bertanya. Yang aku ingin tanyakan sebenarnya adalah kenapa Allah mentakdirkan makhluk2 tertentu utk menjadi makanan makhluk lain? Ini yg selalu menggangguku sejak kecil. Tapi aku biarkan kesempatan itu berlalu. Kupikir DIA tahu dan dapat membaca pikiranku tapi DIA tidak berkata apa2. Mungkin karena dia tidak punya jawaban yg tepat utk itu. Siapa tahu, mungkin waktu mencipta dunia ini DIA masih muda dan belum berpengalaman dan tidak tahu bagaimana menciptakan dg sempurna, bagaimana agar tidak ada kekejaman. Akhirnya waktu habis dan DIA memintaku utk pergi.

Aku berdiri tapi mendadak ingat sesuatu, DIA tidak memberitahu berapa kali kita harus sholat padanya dalam satu hari. Aku ingat ketika Muhammad mengunjunginya, dia harus bolak-balik beberapa kali, hingga diberi nasihat oleh Musa, lalu harus tawar menawar dg Allah utk mengurangi jumlah sholat sampai pada angka 5 kali sehari. Kupikir bahkan 5 kali pun terlalu banyak. Jaman sudah berubah dan orang perlu kerja dg kecepatan yg tinggi. Buang2 waktu utk sholat pastilah mengakibatkan berkurangnya produktivitas kerja, yg akhirnya berujung pada kemiskinan, terutama disemua negara2 yg mempraktekan islam. Tapi sebelum aku buka mulut, Allah telah membaca pikiranku dan berkata “tidak ada” …. “I beg GOD Pardon?” kataku. Dia bilang “Tidak ada .. tidak perlu sholat. Bilang saja pada orang2 utk saling mencintai, jangan berperang, berbaik2lah satu dg lainnya, Cuma itu yg AKU minta dari mereka. Tidak perlu mereka menyembahku jika itu menyebabkan mereka jadi terasing satu sama lain dan menimbulkan kebencian diantara mereka.” Aku membungkuk dan langsung tahu bahwa Allah ini betul2 Allah yg asli. Aku sangat bahagia mengetahui bahwa DIA sadar apa yg terpenting. “Saling mengasihi”. Betapa indahnya! Betapa Besar Allah!
Aku turun tangga dan ketemu Gabriel yg membawaku lewat jalan yg sama ketika dia membawaku kesini dan aku sudah sampai dirumah sebelum subuh. Dalam perjalanan ini aku tidak sempat mengunjungi neraka dan melihat gimana kabarnya Muhammad. Tapi jika aku diijinkan utk Mi’raj Kedua, aku pasti akan minta ditunjukkan neraka dan menengok sang Nabi.

Dear Malik Usman, seperti anda lihat ini sebuah kisah yg tidak bisa saya ceritakan pada siapapun. Tapi karena pikiran anda begitu terbuka dan tahu bahwa Mi’raj itu ilmiah maka saya merasa aman utk menceritakannya padamu. Saya senang karena tahu dg menceritakan pada anda apa yg terjadi pada saya, anda tidak akan punya pikiran bahwa saya gila. Anda tahu bahwa Mi’raj itu ilmiah dan jika terjadi pada Muhammad maka dapat terjadi juga pada yg lainnya.

Tentu saja saya tidak dapat membuktikan pernyataan saya secara ilmiah. Itu sebabnya saya tergantung pada anda dan saudara2 saya para muslim utk menjelaskan aspek ilmiah dari Mi’raj kepada para pembaca disini yg skeptik. Orang yg tidak beriman selalu meminta bukti2. Anda, dilain pihak, berkeras bahwa “Iman tidak perlu bukti”. Terima kasih Allah anda telah sampai pada level diatas itu. Jarang sekali orang pintar seperti anda yg dapat menerima bahkan MEMBUKTIKAN aspek ilmiah dari Mi’raj dijaman sekarang ini. Itu pula sebabnya kenapa saya membagi rahasia yg belum pernah saya ceritakan pada orang lain.
Sekarang bahkan sudah kudengar orang2 yg tidak beriman mengejek, menuduhku berbohong. Aku bilang, tidak tentu saja aku tidak berbohong tapi kamulah yg berbohong. Kamu adalah orang calon makanan api. Puji Allah karena aku punya mandat utk membunuh kamu seperti yang nabi lakukan dg mengirim para pembunuh utk menteror kafir2 ditengah malam, ketahuilah bahwa api neraka menunggu mereka yg tidak percaya dan tidak ada tempat perlindungan utk mereka ketika saatnya tiba.
Terpujilah Allah yg maha Kuasa, Yg Bijaksana dan Yang memegang kebenaran ditangannya dan dapat menantang logika, membuat yg benar tampak salah dan yg salah tampak benar. Dia adalah sebaik-baik pembalas tipu daya. (Q 3.54) dan penipu termahir.

Read More

%d bloggers like this: