Sejarah Islam

Manusia bijak adalah manusia yang mengetahui & belajar dari sejarah

Tag Archives: faithfreedom indonesia

Muhammad SAW : Mitos atau Fakta Sejarah?

MUHAMMAD: MITOS ATAU FAKTA SEJARAH?

Pendahuluan

Bahasan kita akan dimulai dari peristiwa kelahiran Muhammad, yang menurut Tradisi Islam terjadi pada saat percobaan penyerangan kota Mekkah oleh Raja Abraha dengan pasukannya yang menunggang gajah. Benarkah kejadiannya sejarahnya seperti demikian? Atau kisah kelahirannya hanya mitos dan legenda belaka ? Ini akan dibahas di bab 1.

Setelah itu kita akan beralih pada keberadaan kota Mekkah sendiri, yang menurut klaim Tradisi Islam sebagai kota perdagangan, bahkan induk peradaban dunia. Apakah Mekkah dan Kaabah memang telah ada semenjak sebelum kelahiran Islam? Apakah yang ada di balik ritual haji ? Ini akan dibahas di bab 2 & 3.

Menyoal kelahiran Muhammad, dan kota Mekkah, kita akan membahas benar tidaknya keberadaan suku Quraisy yang menurut Tradisi Islam, adalah suku yang berkuasa di Mekkah dan diserahi tanggung jawab untuk mengurusi Kaabah. Beberapa topik besar ini akan dibahas di bab 4.

Kemudian di bab 5 kita akan mencari kemungkinan penggambaran tempat yang dideskripsikan sebagai Mekkah yang sebenarnya, yang diduga bukan terletak di provinsi Hijaz di Arab pusat sekarang. Juga kita akan mencari kemungkinan dimana tempat seseorang yang nantinya akan dikenal sebagai Muhammad, Nabi dari Arab ini. Yang tentunya, menurut analisa historis yang tajam, bukan barasal dari Mekkah.

Di Bab 6 kita akan membuka tirai-tirai yang menyelimuti sosok Muhammad.

Siapakah kira-kira model-model yang dijadikan penggambaran sosok Muhammad dalam Tradisi Islam? Apakah keberadaannya bisa dibuktikan dari data
historis? Kalau tidak, sosok Muhammad hanya berupa kisah buatan belaka yang dikarang 200 tahun setelah pergerakan Arab di Jazirah Arab, demi untuk menutupi lubang besar kesejarahan keberadaannya.

Pada Bab 7 kita akan mendalami arti dan signifikansi kata Muhammad itu sendiri pada awalnya, jauh sebelum dibentuk oleh Tradisi Islam di jaman Dinasti Abassid. Menyadari betapa jarangnya kata Muhammad tertulis dalam Alquran, membuat para ulama di abad 8 berlomba-lomba mengumpulkan kisah-kisah kabar burung tentang Nabi ini. Benarkah Muhammad adalah Sang Penghibur yang dijanjikan dalam Injil Yohanes? Kita akan melihat pembahasan tersebut di bab ini.

Dan terakhir pada bab 8 kita akan menguak rahasia Prasasti di Kubah Batu, benarkah prasasti ini dibuat di jaman Abdul Malik atau jaman sesudahnya? Dan tentu saja terakhir berakhir pada kesimpulan. Semoga artikel-artikel ini dapat menjadi pemikiran-pemikiran bernas dalam khazanah berpikir anak-anak bangsa kita.


Buku ini diterjemahkan oleh Badrayana
dikutip dari : Indonesia Faithfreedom

Daftar Isi untuk bacaan (klik saja daftar bab-babnya)
Muhammad : Mitos atau Fakta Sejarah ? Pendahuluan

  1. Bab I : Muhammad : Mitos atau Fakta Sejarah ? 
  2. Bab II : Muhammad : Mitos atau Fakta Sejarah ? 
  3. Bab III : Muhammad – Mitos Sejarah atau Fakta Sejarah
  4. Bab IV : Muhammad – Mitos Sejarah atau Fakta Sejarah
  5. Bab V – Muhammad : Mitos atau Fakta Sejarah ? 
  6. Bab VI : Muhammad : Mitos atau Fakta Sejarah ? 
  7. Bab VII : Muhammad : Mitos atau Fakta Sejarah ? 
  8. Bab I : Muhammad : Mitos atau Fakta Sejarah ? 

Hubungan Islam dan Nazi

di kutip dari : indonesia faithfreedom

sumber :


Rekaman Pembicaraan antara Hitler dan Imam Husseini.

Sumber: Documents on German Foreign Policy 1918-1945, Series D, Vol XIII, London, 1964, pp.881 ff.

Grand Mufti dan Hitler di Berlin.

Haji Amin al-Husseini, pemimpin Arab Palestina yg paling berpengaruh tinggal di Jerman selama Perang Dunia II. Ia bertemu Hitler, Ribbentrop dan pemimpin Nazi lainnya pada berbagai kesempatan dan mencoba mengkoordinasi kebijakan Nazi dan Arab di Timur Tengah.

Rekaman pembicaraan antara sang Fuhrer dan the Grand Mufti of Jerusalem pada tgl 28 November, 1941, di hadapan Menlu Nazi and Menteri Grobba di Berlin.

The Grand Mufti mulai dgn mengucapkan terima kasih pada Fuhrer atas kehormatan ini. Ia ingin menggunakan kesempatan ini utk menyampaikan kpd sang Fuhrer, YANG DIKAGUMI SELURUH DUNIA ARAB, terima kasih atas simpati yg selalu ditunjukkan Hitler atas dunia Arab dan khususnya soal Palestina dan yang sering dirujuknya dalam pidato2 umumnya. Negara2 Arab sangat yakin pada kemenangan Jerman dalam perang dan bahwa tujuan Arab akan tercapai.

Arab adalah teman alamiah Jerman karena mereka memiliki musuh yg sama, yaitu Inggris, Yahudi dan Komunis. Karena itu Arab siap utk bekerja sama dgn Jerman dgn segala hati dan siap berpartisipasi dlm perang, tidak hanya secara NEGATIF melalui tindakan SABOTASE dan PEMICUAN REVOLUSI, tetapi juga secara positif dgn pembentukan pasukan Arab. Arab akan bermanfaat bagi Jerman sbg sekutu mengingat alasan geografis dan penderitaan yang disebabkan Inggris dan Yahudi. Terlebih lagi, Jerman memiliki hubungan dekat dgn negara2 Muslim, yang bisa dimanfaatkan bagi kepentingan bersama. Pasukan Arab mudah dibentuk. Dgn satu permintaan saja dari sang Mufti kpd negara2 Arab dan tawanan kebangsaan Arab, Aljazair, Tunisia dan Maroko di penjara2 Jerman akan menghasilkan jumlah besar sukarelawan siap tempur.

Dunia Arab sudah sangat yakin akan kemenangan Jerman, bukan hanya karena Nazi memiliki tentara besar, tentara berani dan pemimpin militer jenius, tetapi juga karena TUHAN YANG MAHA KUASA TIDAK AKAN PERNAH MEMBERIKAN KEMENANGAN KEPADA TUJUAN TIDAK BENAR (INGGRIS/YAHUDI).

Dalam perjuangan ini, Arab ingin mencapai kemerdekaan dan kesatuan Palestina, Syria, dan Iraq. Mereka memiliki keyakinan bulat dalam Fuhrer.

Sang Mufti lalu menyebut surat yang diterimanya dari Jerman yang mengatakan bahwa Jerman tidak menahan wilayah Arab, mengakui aspirasi kemerdekaan dan kebebasan Arab dan juga mendukung penghancuran tanah air Yahudi.

Tapi diperlukan suatu deklarasi umum yang akan sangat berguna bagi EFEK PROPAGANDA terhdp bangsa2 Arab pada saat ini. Ini akan membangunkan Arab dari kemalasan mereka dan memberikan mereka semangat baru. Ini juga memudahkan pekerjaan Mufti dlm mengorganisasikan Arab secara rahasia dan memberikan jaminan kpd Arab yang dgn disiplin ketat dan sabar akan menunggu waktunya utk menyerang, menunggu perintah dari Berlin.

Amin Al Husseini dan pasukan muslim Nazi Bosnia.

Sehubungan dgn peristiwa di Iraq, sang Mufti melihat bahwa kaum Arab di Jerman tidak dipicu oleh Jerman utk menyerang Inggris tetapi mereka hanya bereaksi atas serangan Inggris terhdp kehormatan mereka.

Orang Turki, ia percaya, akan menyambut baik pembentukan pemerintahan Arab di kawasan2 tetangga karena mereka LEBIH MENYUKAI NEGARA ARAB YANG LEMAH KETIMBANG PEMERINTAH EROPA YANG KUAT DI NEGARA2 TETANGGA dan, mengingat jumlah penduduk Turki sebanyak 7 juta Arab, Jerman tidak perlu takut akan ke 1,7 juta Arab yg menduduki Syria, Transjordan, Iraq dan Palestina.

Perancis juga tidak memiliki keberatan atas rencana persatuan ini karena Perancis sendiri memberikan kemerdekaan kpd Syria sejak 1936 dan memberikan persetujuan atas unifikasi Iraq and Syria dibawah raja Faisal sedini th 1933.

Untuk itu, sang Mufti mengulangi kembali permintaannya agar Fuhrer mau mengeluarkan pernyataan umum agar Arab tidak akan kehilangan harapan. Dgn harapan macam itu, Arab, katanya, mau menunggu. Mereka tidak memaksakan terwujudnya aspirasi mereka dgn segera; mereka bisa menunggu selama 1/2 tahun atau 1 tahun penuh. Tetapi jika mereka tidak diinspirasi oleh harapan bagi adanya deklarasi ini, diperkirakan manfaatnya justru akan didapatkan pihak Inggris.

Sang Fuhrer menjawab bahwa sikap fundamental Jerman atas pertanyaan2 ini, spt dikatakan Mufti sendiri, sudah jelas. Jerman berketetapan utk melancarkan perang tidak berkompromi terhdp Yahudi. Ini otomatis termasuk oposisi aktif melawan negara nasional Yahudi di Palestina.

Sudah jelas Jerman akan memberikan bantuan material positif dan praktis kepada Arab yg terlibat perjuangan yang sama.

Bentuk kerja sama Hitler dan Mufti


The Fuhrer kemudian membuat pernyataan ini kepada sang Mufti, mengajaknya utk ikut serta dgn segala kemauan hati yg mendalam:

  1. Ia (the Fuhrer) akan meneruskan perang PENGHANCURAN TOTAL bagi kekuasaan Yudeo-Komunis di Europe.
  2. tentara Jerman akan mencapai bagian selatan Caucasia.
  3. Begitu ini terjadi, the Fuhrer sendiri akan memberikan jaminan kpd dunia Arab bahwa detik pembebasan mereka sudah tiba. Satu2nya tujuan Jerman adalah penghancuran elemen Yahudi di kawasan Arab.
Foto Amin Al Husseini dalam seragam sbg tentara kerajaan Ottoman. Ia ditugaskan ke Smyrna dimana jutaan orang Kristen Armenia dibantai oleh tentara Ottoman. Kekalahan Ottoman dan diakhirinya kekuasaan Islam oleh pemimpin sekuler Turki, Kemal Ataturk, membuatnya menyimpan rasa dendam.

Pada detik itu pula, sang Mufti akan menjadi juru bicara dunia Arab yg paling otoritatif. Maka adalah tugasnya utk memulai operasi Arab, yg sudah dipersiapkannya secara rahasia.

Begitu Jerman memaksa dibukanya jalur ke Iran dan Iraq lewat Rostov; maka inilah permulaan diakhirinya kekuasaan dunia Inggris. Ia (the Fuhrer) berharap bahwa tahun mendatang memungkinkan Jerman utk menembus gerbang Caucasia ke Timur Tengah. Demi kebaikan bersama, lebih baik jika proklamasi kpd dunia Arab ditunda beberapa bulan lagi, kalau2 Jerman mengalami kesulitan dan tidak dapat membantu Arab.

The Fuhrer menghargai penuh semangat Arab bagi adanya sebuah pernyataan umum spt yg diminta sang Grand Mufti. Tapi diingatkannya bahwa ia sendiri (the Fuhrer) ketika masih menjabat Menteri Negara Reich Jerman selama 5 tahun tidak dapat mengumumkan kpd negaranya sendiri ttg upaya pembebasan bagi mereka. Ia harus menunggu sampai terbentuknya kekuatan militer.

Begitu divisi tank dan skuadron udara Jerman menampakkan diri di bagian selatan Caucasus, maka deklarasi umum yg diminta Grand Mufti ini baru akan disebarkan diseluruh dunia Arab.

Grand Mufti menjawab bahwa ia yakin semuanya akan berlangsung spt yg dikatakan the Fuhrer. Namun ia bertanya apakah, paling tidak secara rahasia, diadakan persetujuan dgn Jerman ttg hal yg baru ia paparkan pada the Fuhrer ini.

The Fuhrer menjawab bahwa persisnya deklarasi rahasia spt itulah yang baru saja diberikannya kpd sang Grand Mufti. :oops:

The Grand Mufti akhirnya mengucapkan terima kasih dan meninggalkan the Fuhrer dgn kepercayaan penuh atas interesnya pada tujuan dunia Arab.

SCHMIDT

Foto-foto dokumentasi


penghormatan ala nazi dari mufti jerusalem

Pasukan Muslim Bosnia sedang membaca propaganda Nazi yang berjudul Islam dan Yahudi.

FFI Indonesia Tidak bisa diakses..

Faith Freedom Indonesia Tidak bisa diakses

Beberapa hari ini FaithFreedom Indonesia tidak bisa diakses, yang menimbulkan pertanyaan, “gerangan apakah yang terjadi dengan situs yang dicintai oleh banyak orang ini??”

Dari hasil penelurusan penulis menemukan ternyata mereka sedang melakukan maintenance server..

diambil dari : http://alisina.org/server-problems/

Hello

We are in a process of upgrading our server. We are also having some technical difficulties. We’re working to solve them ASAP. Faithfreedom.org and other websites will be live in few hours.

Webmaster

Dari penjelasan diatas, kita mengetahui bahwa ternyata FFI masih bisa berkiprah dan sedang mengupdate server, sehingga kenyamanan para netter dalam berdiskusi semakin baik…

Demikian, semoga para admin dan moderator FFI bisa bekerja lebih cepat, sehingga upaya pencerahan dan pembebasan umat manusia bisa kembali dilakukan..

Salam
Sejarah Islam

Sejarah: Muhamad & Pemaksaan Islam terhadap non-Muslim

Sejarah: Muhamad & Pemaksaan Islam terhadap non-Muslim

Sumber:  Faithfreedom Indonesia

Paus Benedict XVI (2004) mengutip perkataan Kaisar Bizantium abad ke 14 : “Tunjukkan hal baru apa yang Muhammad bawa, dan kau hanya akan menemukan hal² yang jahat dan tidak berperikemanusiaan, seperti perintahnya yang menyebarkan agamanya dengan pedang.”

Dlm bukunya berjudul “Jurisprudence in Muhammad’s Biography“, ilmuwan Universtas AL Azhar, Kairo, bernama Dr. Muhammad Sa’id Ramadan al-Buti (www.bouti.com,) berkata sebagai berikut (hal. 134, edisi ke 7):
“Perang Suci (jihad), seperti yang dikenal di dalam Hukum Islam, adalah perang yang menyerang. Ini merupakan tugas bagi setiap Muslim di usia berapapun jika mereka memiliki kekuatan militer.

Inilah arti dari Perang Suci. Maka Rasul Allah berkata:

Aku telah diperintahkan Tuhan untuk berperang melawan orang2 SAMPAI MEREKA SEMUA MENGAKU LA ILLAH HA ILALAH MUHAMADUR RASULULLAH (Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah RasulNya), dan mereka mendirikan solat dan membayar Zakat. Jika mereka melakukan hal itu, darah dan harta
benda mereka selamat dariku. (lihat Bukhari Vol. I, p. 13).

Ilmuwan Saudi, Dr. Muhammad al-Amin, di bukunya yang berjudul, “The Method of Islamic Law” dengan jelas berkata:
Tiada kafir yang boleh disisakan di tanah mereka seperti yang diucapkan oleh Muhamad: ‘Aku telah diperintahkan Tuhan untuk berperang melawan orang² sampai mereka mengaku …’

Daftar isi

  1.   PEMAKSAAN ISLAM (dan perampokan kafilah) ATAS BANI QURAISH (Arab Mekah)di Nejd oleh Zayd b. Haritha—September, 624M
  2.   PEMAKSAAN ISLAM (dan ancaman mati) Atas B. QUDAH di Dhat Atlah oleh Amr b Ka’b al-Ghifari—July, 629M
  3.   PEMAKSAAN ISLAM (dan ancaman mati) Atas Desa MU’TAH oleh Zayd ibn Haritha—September, 629M
  4.   PEMAKSAAN ISLAM (dan ancaman mati) Atas seluruh MEKAH oleh Muhammad – January, 630M
  5.   PEMAKSAAN ISLAM (dan pembunuhan tawanan perang) ATAS B. JADHIMAH di Tihamah oleh Khalid b. al-Walid—January, 630M
  6.   PEMAKSAAN ISLAM (dan JIZYAH/pajak perlindungan) pada KRISTEN & YAHUDI — Desember, 631M
  7.   PEMAKSAAN ISLAM (dan perampokan) terhadap B. NAKHA di Mudhij, Yemen oleh Ali — Oktober, 631 M
  8.   PEMAKSAAN ISLAM terhdp suku B al-HARITH di Najran, YAMAN UTARA oleh Khalid b. Walid—Februari, 632M
PEMAKSAAN ISLAM (dan perampokan kafilah) ATAS BANI QURAISH (Arab Mekah)di Nejd oleh Zayd b. Haritha—September, 624M

TH 624M, pada saat di Mekah dan awal masa tinggal di Medinah, musuh Muhamad hanyalah satu saja yakni kaum penyembah berhala QURAISH, yg nota bene merupakan suku Muhamad sendiri.

Ini adalah perampokan pertama yang dipimpin Zayb b. Harith. Dia ditemani 100 tentara bersenjata lengkap. Dia mengikuti kafilah dan menyerangnya tiba². Ternyata serangannya sukses. Para pemimpin kafilah melarikan diri dan Zayd membawa semua harta rampasan dan 2 tawanan ke Medina. Barang jarahan berharga 100.000 Dirham. Muhammad mengambil seperlima (yakni 20.000 Dirham yang tentunya merupakan harga yang sangat besar pada saat itu). Setiap tentara menerima 800 Dirham. Furat jadi tawanan. Orang2 Muslim berkata:
“Jika kau masuk Islam, Rasul Allah tak akan membunuhmu.” Dia lalu masuk Islam dan dibebaskan pergi.[ Tabari, vol vii, p.99]

TH … Inilah yang dikatakan nabi kepada para Yahudi B. QAYNUQA (Medinah) di pasar mereka:

“YA orang2 Yahudi, takutlah akan pembalasan yang Tuhan akan timpakan padamu seperti yang Dia timpakan kepada orang2 Quraish. TERIMALAH ISLAM, karena kau tahu aku adalah nabi yang dikirim Tuhan. Kau akan temukan ini juga di Alkitabmu dan di Perjanjian Tuhan denganmu”

[Tabari, vol.vii, p.85]

PEMAKSAAN ISLAM (dan ancaman mati) Atas B. QUDAH di Dhat Atlah oleh Amr b Ka’b al-Ghifari—July, 629M

Muhammad mengirim Amr b. Ka’b al-Ghifari yang memimpin 15 tentara untuk menyerang orang2 B. Qudah di Dhat Allah, di perbatasan Syria. Setelah tiba di sana, Amr meminta para penduduk untuk masuk Islam. Para kafir menolak. Lalu Amir mengepung pihak musuh. Tapi dia mendapat perlawanan keras dari mereka. Di pertempuran ini pihak Muslim dikalahkan. Pihak musuh berhasil membunuh semua tentara Muslim kecuali seorang yang berhasil melarikan diri dan kembali ke Medinah.

PEMAKSAAN ISLAM (dan ancaman mati) Atas Desa MU’TAH oleh Zayd ibn Haritha—September, 629M

Mu’tah adalah desa kecil di dekat al-Balqa di Damascus, Syria. Muhammad menunjuk Zayd b. Haritha untuk memimpin tentara ini, memerintahkan dia untuk meminta penduduknya masuk Islam dan membunuh mereka jika menolak Islam. Muhammad berkata, “Semoga Allah membelamu dan semoga kau kembali pulang dengan keadaan suci dan membawa barang jarahan.” [Ibn Sa’d, vol.ii, p.159]

PEMAKSAAN ISLAM (dan ancaman mati) Atas seluruh MEKAH oleh Muhammad – January, 630M

Ketika Muhammad dan pengikutnya hendak menyerang Mekah untuk menundukkan tempat itu di bawah kekuasaan Islam, beberapa prajuritnya menangkap ABU SUFYAN BIN HARB, salah satu tokoh masyarakat kota Mekah. Mereka membawa Abu Sufyan ke hadapan Muhammad. Muhammad berkata kepadanya:
“Waspadalah kau wahai Abu Sufyan. Bukankan ini saatnya bagimu untuk percaya bahwa tiada Tuhan selain Allah?”
Abu Sufyan menjawab: “Aku percaya akan hal itu.”
Muhammad lalu berkata kepadanya: “Waspadalah kau wahai Abu Sufyan, bukankah ini saatnya bagimu untuk mengetahui bahwa aku adalah Rasul Allah?”
Abu Sufyan menjawab: “Demi Tuhan, wahai Muhammad, hatiku ragu akan hal ini.”
Abbas yang hadir di situ bersama Muhammad memberitahu Abu Sufyan: “Waspadalah kau ini! Terimalah Islam dan akuilah bahwa Muhammad adalah Rasul Allah sebelum lehermu dipenggal dengan pedang.”
Lalu Abu Sufyan pun menyatakan beriman pada Islam dan menjadi seorang Muslim.

Sumber: Ibn Hisham, part 4, p. 11 (“Biography of the Prophet’) dan juga “The Chronicle of the
Tabari”, part 2, p. 157

Versi mirip:
Al-Abbas bin Abdul Muththalib berkata, “Aku membawa pergi Abu Sufyan bin Harb ke tempat istirahatku dan ia menginap di tempatku. Esok paginya, aku membawa Abu Sufyan bin Harb ke tempat Rasulullah saw. Ketika beliau melihat Abu Sufyan bin Harb, beliau bersabda, ‘Celakalah engkau wahai Abu Sufyan, apakah belum tiba waktu bagimu untuk mengetahui bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah?’ Abu Sufyan bin Harb berkata, ‘Ayah-ibuku menjadi tebusan bagimu, engkau amat lembut, mulia, dan menyambung hubungan kekerabatan. Demi Allah, sungguh aku telah meyakini seandainya ada Tuhan lain selain Allah, maka Tuhan tersebut pasti mencukupiku dengan sesuatu.’ Rasulullah saw bersabda, ‘Celakalah engkau hai Abu Sufyan, apakah belum tiba waktu bagimu untuk mengetahui bahwa aku adalah utusan Allah?’ Abu Sufyan bin Harb berkata, ‘Ayah-ibuku menjadi tebusan bagimu, engkau amat lembut, mulia, dan menyambung hubungan kekerabatan. Adapun hai ini, demi Allah, di hatiku masih terdapat ganjalan hingga sekarang ini.’ Al-Abbas bin Abdul
Muthalib berkata kepada Abu Sufyan bin Harb, ‘Celakalah engkau, hai Abu Sufyan, masuk Islamlah. Bersaksilah bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah sebelum aku memenggal lehermu.’ Abu Sufyan bin Harb pun bersaksi dengan syahadat
yang benar dan masuk Islam.

Sumber : sirah nabawiyah jilid 2 halaman : 374

SAFWAN b. UMAYYAH, seorang Quraish Mekah dan musuh besar Muhammad pergi ke Jeddah untuk menetap di Yaman. Ketika dia mendengar berita kemenangan Muhammad, dia hampir saja bunuh diri dengan terjun ke laut. Orang2 mendekati Muhammad dan menceritakan hal ini kepadanya. Dia mengampuni Umayyah dan memberikan Umayyah sorbannya sendiri sebagai tanda pengampunannya. Umayr pergi dan bertemu Umayyah dan menunjukkan sorban Muhammad itu kepada Umayyah. Muhammad memberi waktu 4 bulan bagi Umayyah untuk mengambil keputusan masuk Islam atau mati. Akhirnya Umayyah masuk Islam. Istrinya yang bernama Fakhitah bt. Al-Walid juga jadi Muslim.

Dua tahun setelah Muhammad menaklukkan Mekah dan memberikan pengampunan umum kepada masyarakat pagan (pemuja berhala) Mekah, dia membatalkan pengampunan ini sewaktu dia mengirim dua utusannya yakni Abu Bakr dan Ali untuk mengumumkan kepada kaum pagan di Mekah bahwa mereka akan menghadapi hukuman mati jika tidak masuk Islam (Q 9:5, yang dikenal sebagai ayat pedang membatalkan pengampunan apapun yang diberikan kepada kaum pagan Mekah).
PEMAKSAAN ISLAM (dan pembunuhan tawanan perang) ATAS B. JADHIMAH di Tihamah oleh Khalid b. al-Walid—January, 630M

Hadis Sahih Bukhari, Volume 5, Book 59, Number 628:

Dikisahkan oleh ayah Salim:
Sang Nabi mengirim Khalid bin Al-Walid ke suku Jadhima dan Khalid mengundang mereka untuk memeluk Islam tapi mereka tidak sanggup mengatakan, “Aslamna (yakni kami memeluk Islam),” dan mereka mulai berkata, “Saba’na! Saba’na (yakni kami telah meninggalkan agama lama dan memeluk agama baru).” Khalid terus-menerus membunuh dan menahan sebagian dari mereka dan menyerahkan setiap tawanan kepada kami. Ketika suatu hari Khalid memerintah setiap orang (tentara Muslim) untuk membunuh tawanan2 itu, aku berkata, “Demi Allah, aku tidak akan membunuh tawananku, dan tiada kawan2ku yang mau membunuh tawanan2 mereka pula.” Ketika kami datang kepada Nabi, kami menyampaikan seluruh cerita. Mendengar itu, Muhammad mengangkat kedua tangannya dan berkata dua kali,”YA Allah! Aku bebas dari apa yang telah dilakukan Khalid.”

Muhammad berkata, “BUNUH orang2 selama kau tidak mendengar Muazzin (panggilan solat) atau melihat sebuah mesjid.”[Ibn Sa’d, vol. ii, p.182]

PEMAKSAAN ISLAM (dan JIZYAH/pajak perlindungan) pada KRISTEN & YAHUDI — Desember, 631M

Ketika Muhammad mencapai Tabuk, dia mengancam para pemimpin daerah itu. Dia mengirim surat kepada Yuhanna b. Ru’bah (John), pangeran Kristen di Ayla dan meminta Yuhanna untuk masuk Islam, kalau tidak mau diserang. Yuhanna dengan cepat tunduk dan melakukan perintah Muhammad memeluk Islam. Muhammad tetap memaksanya bayar pajak Jizyah sebanyak 300 Dinar (US$15.000) per tahun (yakni 1 Dinar per kepala karena terdapat 300 orang penduduk di situ). Dalam peristiwa ini, orang2 tua dibunuh dan anak2 dijadikan tawanan perang. Muhammad juga memerintahkan Yuhanna untuk membayar uang tanda hormat kepada kawan2 dekat Muhammad seperti Zayd, Khalid, Maslama, dll.

TH … Perlakuan yang sama juga diterapkan kepada masyarakat YAHUDI di MAKNA, ADHRUH dan JARBA (benteng tua di jalan yang dibuat orang Romawi dari Busra ke Laut Merah). Mereka dipaksa masuk Islam. Mereka harus bayar pajak dan dengan ini Muhammad menjanjikan perlindungan dan bantuan bagi sesama Muslim. Muhammad menentukan pajak sebesar ¼ dari apapun yang mereka hasilkan.

PEMAKSAAN ISLAM (dan perampokan) terhadap B. NAKHA di Mudhij, Yemen oleh Ali — Oktober, 631 M

Muhammad meminta masyarakat Bani Nakha untuk masuk Islam atau mati. Awalnya suku B. Nakha tidak mau masuk Islam. Pertempuran pun terjadi dan tentara Ali membunuh 20 orang. Pada akhirnya tentara B. Nakha kalah, menyerah dan lalu masuk Islam. Pasukan Muslim menjarah apapun yang bisa mereka ambil seperti harta benda, wanita, anak2, unta, dan kambing. [Ibn Sa’d, p.210]

PEMAKSAAN ISLAM terhdp suku B al-HARITH di Najran, YAMAN UTARA oleh Khalid b. Walid—Februari, 632M

Setibanya di Najran, Khalid mengumumkan ancaman, memberi masyarakat Najran waktu 3 hari untuk memilih masuk Islam atau mati. Khalid mengumumkan,
“Wahai orang2, terimalah Islam, dan kau akan selamat.” [ Tabari, vol.ix, p.82]

Hadis yang berisi pemaksaan agama lewat penindasan, perampasan dan pembunuhan:
Hadith Sahih Bukhari, Volume 2, Book 24, Number 573:

Dikisahkan oleh Abu Ma’bad,:
Rasul Allah berkata kepada Muadh ketika dia mengirimnya ke YAMAN, “Pergilah kau kepada kaum ahlul Kitab. Ketika kau tiba di sana, ajaklah mereka untuk bersaksi bahwa tiada yang layak disembah kecuali Allah, dan bahwa Muhammad adalah RasulNya. Dan jika mereka mentaatimu, katakan kepada mereka bahwa Allah memerintahkan mereka melakukan sembahyang 5 kali di waktu siang dan malam.
Dan jika mereka mentaatimu untuk melakukan itu, katakan bahwa Allah mewajibkan mereka untuk bayar Zakat yang akan diambil dari orang2 yang mampu diantara mereka untuk diberikan kepada orang2 miskin diantara mereka. Jika mereka mentaatimu untuk melakukan hal itu, maka janganlah mengambil
barang2 terbaik milik mereka, dan takutlah akan kutukan orang yang tertindas karena tidak ada sekat antara doanya dan Allah.”

%d blogger menyukai ini: