Sejarah Islam

Manusia bijak adalah manusia yang mengetahui & belajar dari sejarah

Tag Archives: daftar isi.

Buku : The Closing Of The Muslim Mind

The Closing Of The Muslim Mind/Mengapa Otak Muslim Mandek

How Intellectual Suicide Created the Modern Islamist Crisis/
Bagaimana Bunuh Diri secara Intelektual Menciptakan Krisisi Islamis Modern
ROBERT R. REILLY – WILMINGTON, DELAWARE
Copyright © 2010 by Robert R. Reilly
Bagi para lelaki dan wanita berani didunia Muslim yang demi keselamatan mereka harus merahasiakan nama mereka, dan yang sedang berjuang bagi dibukanya kembali otak Muslim.

Daftar Isi

KATA PENDAHULUAN by Roger Scruton INTRODUCTION – Intellectual Suicide

CHAPTER 1 – The Opening: Islam Discovers Hellenic Thought/Islam Menemukan Pemikiran Yunani

CHAPTER 2 – The Overthrow of the Mu‘tazilites:/Dijatuhkannya kaum Mu’tazilah The Closing Commences/Dimulainya Kemandeqan

CHAPTER 3 The Metaphysics of the Will/Metafisika Kemauan Manusia

CHAPTER 4 The Triumph of Ash‘arism/Kemenangan Ash’arisme

CHAPTER 5 The Unfortunate Victory of al-Ghazali/Kemenangan al Ghazali yang Disayangkan and the Dehellenization of Islam/dan Dehellenisasi (Pemberangusan pemikiran Yunani) Islam

CHAPTER 6 Decline and Consequences/Kemunduran dan Konsekwensi

CHAPTER 7 The Wreckage: Muslim Testimonials/Puing² Kehancuran: Kesaksian Muslim

CHAPTER 8 The Sources of Islamism/Sumber2 Islamisme

CHAPTER 9 The Crisis/Krisis


KATA PENDAHULUAN

oleh Roger Scruton

Akar peradaban Barat terletak dalam agama Israel, budaya Yunani dan hukum Romawi dan hasilnya, sebuah sintesis yang berkembang dan mati dengan berbagai ribu cara selama dua millennia yang menyusul setelah kematian Kristus. Entah ekspansi kedalam wilayah2 baru atau pengunduran diri kedalam kota2, peradaban Barat secara kontinual bereksperimen dengan institusi2 baru, hukum2 baru, orde2 politik baru, kepercayaan sains baru dan praktek2 baru dalam seni (budaya). Tradisi eksperiman ini kemudian menghasilkan the Enlightenment (Jaman Pencerahan), demokrasi dan bentuk2 orde sosial dimana kebebasan berpendapat dan beragama dijamin negara.

Mengapa hal yang sama tidak terjadi dalam dunia Islam?

Dalam buku ini, Robert Reilly mencoba menjawabnya. Peradaban Islam mengalami krisis moral dan intelektual di abad 9-11, saat mereka meninggalkan filosofi dan mengangkat dogma. Ada sejumlah faktor yang mengakibatkan kemandeqan ini, tapi yang paling penting, menurut Reilly, adalah meningkatnya sekte Ash‘arit di abad 9 dan kekalahan sekte musuh, kaum Mu’tazilah. Kaum Ash‘arit diwakili oleh Imam al-Ghazali (d. 1111), filsuf dan teolog brilyan yang berjiwa luka dan menemukan obatnya dalam kesatuan mistik dengan Allahnya.

Akal manusia (Human reason) mengajarkan kami untuk mempertanyakan dan menemukan segala sesuatu shg menciptakan undang2 baru bagi perbaikan
pemerintahan. Tapi bagi al-Ghazali, akal/pemikiran adalah musuh Islam, yang menuntut submisi absolut tanpa pertanyaan kepada kemauan Allah.Dalam tulisannya yang sangat terkenal, The Incoherence of the Philosophers, al-Ghazali menjelaskan bahwa akal manusia, spt diabadikan dalam tulisan Plato, Aristotle dkk, tidak mengarah kemana2 kecuali kegelapan dan kontradiksi, dan satu2nya cahaya yang bersinar dalam akal manusia adalah wahyu Illahi.

Walau argumen al-Ghazali dibantah habis dan telak oleh Averroes (Ibn Rushdi) dalam bukunya, The Incoherence of the Incoherence, Islam tetap memeluk doktrin Ash‘arit yang menuntut submisi total. Averroes dibuang dari Andalusia ke pengasingan dan suaranya yang menjunjung tinggi logika ini tidak lagi terdengar dalam istana para pangeran Muslim Sunni.

Serangan terhdp filosofi juga terjadi berbarengan dengan serangan yang tidak kalah telak terhadap hukum dan yurisprudensi (fiqih). Juris2 Islam dini mencoba merekonsiliasi Qur’an dan tradisi dengan tuntutan hukum sehari2 dan mengembangkan sebuah sistim hukum yang bisa diaplikasi pada keadaan sosial dan komersial yang terus berkembang. Tafsir hukum ini tergantung pada upaya ijtihad para juris/hakim, yang mampu mengadaptasi fatwa2 aneh dalam Quran keapada realita komunitas2 Muslim. TAPIIII di abad 10-11, tertutuplah “pintu gerbang ijtihad”— demikian deklarasi al-Ghazali. Nah, sejak itu Islam Sunni megnadopsi posisi resmi bahwa TIDAK AKAN ADA PENAFSIRAN BARU ATAS ATURAN YANG SUDAH ADA, dan apa yang dianggap pantas bagi Kairo atau Iraq di-abad 12 juga harus dianggap pantas bagi abad 21 ini. Oleh karena itu kita tidak perlu heran bahwa syariah islam tidak bisa direkonsiliasi dengan fakta kehidupan abad 21 ini. Malah hakim2 terkemuka al-Azhar, universitas Islam taraf dunia di Kairo, masih bisa mengeluarkan fatwa2 konyol seperti: wanita dan lelaki tidak semuhrim diijinkan berada dalam satu ruangan sesudah sang pria mengisap susu/buah dada si wanita, agar menjadikannya se-muhrim dengan wanita tsb. mesir-dua-fatwa-ttg-menyusui-lelaki-dewasa-t13874/

[ali5196: Aneh bahwa menyusui lelaki dewasa merupakan hal normal di jaman Mamad abad 7! Pantas si Mamad rada gelo!
Lihat juga fatwa thn 2007 bahwa bumi ini datar fatwa-ibn-baz-bahwa-bumi-berbentuk-datar-t14072/
Kumpulan fatwa konyol: perihal-fatwa-t14480/]

[…] Komunitas2 Muslim, menurut Reilly, jarang mengadaptasi diri kepada bentuk2 politik modern atau sains modern atau tuntutan migrasi global. Oleh karena itu, kebencian para teroris Islam, tidak dapat disalahkan pada sukses Barat tapi pada kegagalan Muslim. Kegagalan ini bukan melulu akibat Islam, tapi akibat bunuh dirinya Muslim secara budaya dan intelektual, 8 abad yang lalu.

[…]


Daftar Isi

KATA PENDAHULUAN 

CHAPTER 1 –   CHAPTER 2 –   CHAPTER 3 CHAPTER 4  – CHAPTER 5  – CHAPTER 6 – CHAPTER 7 CHAPTER 8 CHAPTER 9 


Diterjemahkan oleh Relawan Translator FFI Indonesia dan dikutip dari FFI Indonesia

Allah SWT Kills Science

Sumber: Faith Freedom Indonesia


Muslim menciptakan algebra, angka 0, astrolabe (alat utk keperluan berlayar), cara-cara agrikultur dan mengabadikan filosofi Aristotel sementara Eropa terkubur dalam kegelapan. Benarkah itu?

Daftar isi

Bagaimana dengan SENI LITERATUR?

Kami mendengar banyak tentang literatur Islam-atau paling tidak tentang penulis sajak Sufi bernama Rumi (1207-1273) dan cerita epik 1001 Malam. Juga ada penulis sajak Persia, Abu Nawas (762-814) yang pandangan heterodox-nya tentang homoseksualitas akan dibahas dalam Bab 8; al-Mutanabi (915-965), yang nama belakangnya “dia yang berpura2 spt nabi”; Sufi heterodox dari Turki, Nesimi (w.1417) dan penulis sajak persia Abu al-Qasim Mansur Firdowsi (935-1020). Sumbernya adalah kronikel Kristen dan Zoroastrian yang sudah lama hilang.

Kebanyakan dari mereka secara terbuka menunjukkan kemurtadan mereka (dianggap sbg penghujad) dan bahkan tidak ada yang mendapatkan insipirasi mereka dari Islam. Malah mereka terkenal bukan karena sifat ke-Islaman mereka namun karena KURANGNYA sifat keislaman itu.

Seni Musik

Memang banyak Muslim yang menciptakan hasil karya musik. Namun ini bukan karena ke-Islaman mereka namun karena TERLEPAS dari Islam. (not because of, but in spite of Islam). Namun bagaimanapun juga, hasil karya muslim tidak sebanding dengan hasil karya para musisi Barat (Bach, Beethoven, Mozart, dsb)

Muhamad melarang instrumen musik : Umdat al-Salik r 40-1

Allahu Akbar mengirimkan saya petunjuk kepada semua muslim dan memerintahan agar membuang alat musik, suling, biola, gitar, salib dan segala yang berhubungan dengan masa jahiliyah pra-Islam. Pada hari kebangkitan, Allah akan menyirami besi cair kedalam kuping mereka yang duduk mendengarkan wanita bernyanyi. Lagu meningkatkan kemunafikan dalam hati. Mereka akan ditelan oleh bumi dan berubah menjadi binatang dan dihujani batu.
Ada yang bertanya “Kapan ini terjadi, Wahai Rasulullah ?” dan ia mengatakan “Pada saat para penyanyi dan alat2 musik dan anggur dianggap halal. Akan ada orang dalam masyarakat saya yang menganggap zinah, sutera, anggur dan alat musik sebagai sah.”

Ayatolah Khomeini juga menentang keras musik, bukan saja rock ‘n roll atau rap, namun musik secara umum.

“Musik mengkorupsi pemikiran anak muda. Tidak ada beda antara musik dan opium. Jika anda ingin negara anda merdeka, maka laranglah musik. Musik adalah pengkhianatan bagi negara dan pemuda kami.” (Amir Taheri, The Spirit of Allah: Khomeini and the Islamic Revolution. New YOrk, Adler and Adler 1986, p 259.)

Seni Lukis

Apa yang dikatakan Muhamad mengenai SENI LUKIS (Representational Art) ? “Malaikat tidak akan memasuki rumah yang ada gambar anjing atau gambar2 mahluk hidup.” BUkhari Vol 4, Book 59, no 3225.

Seni Arsitektur

Design mesjid-mesjid adalah sumber kebanggaan muslimin. Tetapi copy mesjid sejak jaman Muhamad dicontek dari bentuk dan struktur gereja Byzantine. Jangan lupa bahwa design kubah dan arches sudah ada 1000 tahun sebelum jaman Muhamad. Bahkan Dome of The Rock dari abad ke 7 tidak hanya di-copy dari design Byzantine bahkan dibuat oleh kuli2/budak2 Byzantine.

Filsafat

Avicenna (980-1037) dan Averroes (1128-1198) dan filsuf2 ‘Muslim’ lainnya meminjam karya filsuf Yunani (jahiliyah) ARISTOTEL. TAPI kaum Kristen sendirilah yang melindungi karyanya dari kehancurkan Masa Kegelapan (Dark Ages). Adalah pendeta abad ke-5 bernama Probus dari Antioch, yang memperkenalkan Aristotel kepada bangsa2 berbahasa Arab.

Juga Huneyn ibn Ishag (809-8730), yang notabene orang Kristen, menerjemahkan karya2 Aristotel, Galen, Plato dan Hipokrates kedalam bahasa Suriah/Syriac yang kemudian diterjemahkan puteranya kedalam bahasa Arab. Yahya Ibn Adi (893-974) juga Kristen & juga menerjemahkan karya2 filosofi kedalam bahasa Arab dan juga menulis bukunya sendiri THE REFORMATION OF MORALS, yang anehnya dianggap sbg karya ‘Muslim.’

Siswanya, juga Kristen, bernama Abu Ali Isa bin Zur’a (943-1008), juga mebuat terjemahan kedalam Arab terjemahan karya Aristotel dan penulis2 Yunani lainnya dari bahasa Suriah. Tulisan medis pertama dalam bahasa Arab adalah juga hasil terjemahan seorang pendeta. Rumah sakit pertama di Bagdad pada masa Kalifat Abbasid dibangun oleh Kristen Nestorian, Jabrail ibn Baktishu. Sementara Kristen Assyria membangun sekolah kedokteran pertama di Pundeshapur di Persia. Universitas pertama didunia bukanlah Al-Azhar di Kairo seperti sering diakui Muslim namun Sekolah Assyria di Nisibis.

Memang tidak ada salahnya kalau budaya yang satu menyotek atau meminjam dari yang lainnya. Namun fakta sejarah jelas membantah teori bahwa Islam lebih hebat dari budaya lain. Saat budaya Islam dianggap lebih maju daripada Eropa, itu hanya karena mereka berhasil meminjam/menyontek karya budaya2 lain. Lagipula, para tentara Muslim yang menginvasi Persia pada abad ke7 begitu rendah peradaban mereka dibanding dengan budaya yang mereka invasi, sampai mereka menukar emas (yang belum pernah mereka lihat) dengan perak (yang mereka miliki) dan menggunakan kapur barus, zat yang sangat baru bagi mereka untuk memasak.

Apakah kita harus percaya bahwa orang2 dengan peradaban minim ini lalu memasuki negara yang baru mereka duduki ini dengan membawa rencana design arsitektur dan seni lainnya ?

Begitu mereka menyedot segala kekayaan Byzantium dan Persia, dan setelah cukup banyak orang Yahudi dan Kristen masuk Islam secara paksa, ISLAM KEMUDIAN MENGALAMI JAMAN KE-MANDEG-AN INTELEKTUAL (Intellectual Stagnation) SAMPAI SEKARANG.

APA YANG TERJADI DENGAN JAMAN KEEMASAN ISLAM?

Kalau memang muslim mengalami jaman keemasan dalam matematik dan sains, MANA bekas2 kejayaan tsb dalam dunia Islam ?

Sains Pengobatan

Muslim katanya membangun farmasi pertama dan merupakan yang pertama yang menuntut standar pengetahuan dan kompetensi dari dokter dan ahli farmasi lewat ujian ketat.

Pada jaman kalifah Abbasid kelima, Harun al Rashid (763-809), rumah sakit pertama didirikan di Bagdad. Namun bukannya Muslim,
tetapi seorang dokter dan ahli riset dari Belgia, Andreas Vesalius (1514-1564) yang membuka jalan bagi kemajuan dalam dunia medis dng menerbitkan deskripsi akurat organ internal manusia dalam bukunya, De Humani Forporis Fabrica (Susunan tubuh Manusia) pada tahun 1543.

Kenapa ? Karena Vesalis mampu memotongi tubuh mayat sementara PRAKTEK INI DILARANG OLEH ISLAM. Apalagi, buku Vesalius penuh dengan gambar2 anatomi tubuh manusia, YANG JUGA DILARANG ISLAM.

Matematika

Ceritanya disini juga sama !

Abu Jafar Muhamad ibn Musa al-Khwarizmi (780-850) dikenal sbg pionir matematika yang menerjemahkan prinsip2 Aljabar dari bahasa Arab, memperkenalkan Eropa kepada matematika. Namun sebenarnya, prinsip2 yang digunakannya sudah ada ratusan tahun sebelum ia lahir, termasuk angka 0. Bahkan sekarang, apa yang kami kenal sebagai angka2 dlm bahasa Arab tidak lahir di Arab TETAPI DI INDIA DI JAMAN PRA-ISLAM. Bahkan di Arab Saudi sendiri angka2 ini tidak digunakan.

Memang Al-Khwarizmi sangat berpengaruh, karena kata2 aljabar dan algorithm diambil dari namanya. Karyanya membuka eksplorasi matematik dan sains di Eropa, tetapi MENGAPA TIDAK DALAM DUNIA ISLAM ???

Dengan rumusan matematika, Eropa mencapai kemajuan teknologi hebat. Ini karena Eropa memiliki tradisi intelektualitas panjang yang memungkinkan mereka melakukan inovasi, sementara dunia Islam M A N D E G.

Bahkan orang Eropa jago memanfaatkan karya2 Arab tsb, berbeda dengan orang2 Arab sendiri. Di abad ke 12, semua universitas Eropa mempelajari Aristotel, Avicenna dan Averroes, sementara karya2 mereka tidak diacuhkan dan bahkan tidak diajarkan sama sekali di madrasah2 –yang sampai sekarang hanya mengkonsentrasikan pelajaran pada Quran.

Jadi, mengapa dulunya filosofi tidak diajarkan pada madrasah²?

Ini gara²  seorang Sufi, Abu Hamid al-Ghazali (1058-1128). Walaupun ia seroang pemikir ternama, ia juga penentang pemikiran bebas yang pada umumnya membuat mandeg filosofi Islam dan pemikiran sains.

Dalam bukunya INCOHERENCE OF PHILOSOPHERS:

Ia menuduh Avicenna dan Al-Farabi menantang prinsip2 agama. Ia juga melemparkan pertanyaan retorik tentang para filsuf:

“Apakah anda mengatakan bahwa mereka adalah kafir dan bahwa pembunuhan terhadap mereka yang mempertahankan pemikiran filsafat ini adalah wajib ? Menyatakan mereka kafir penting karena 3 hal : ajaran mereka bahwa dunia eksis secara eksternal, bahwa Allah tidak mengetahui beberapa hal dan bahwa tidak ada kebangkitan kembali secara badaniah. Jadi, menurut prinisp2 ajaran Islam, PEMBUNUHAN MEREKA ADALAH WAJIB.”

Beginilah caranya mendukung tradisi filsafat yang sehat?

Averroes, menjawab Ghazali dalam bukunya INCOHERENCE OF THE INCOHERENCE dgn menyatakan bahwa para filsuf tidak perlu tunduk pada pakar agama. Namun akibat jeleknya sudah terasa. Jaman Keemasan Filsafat Islam (kalau memang pernah ada), hancur sudah.

Diseluruh dunia Islam berlaku asumsi bahwa Quran adalah buku sempurna dan tidak diperlukan buku lain lagi. Muslim tidak merasa memerlukan pengetahuan dari sumber lain–APALAGI DARI KAFIR.

Allah SWT Kill Science

Namun pukulan paling keras melawan sains dan filsafat dalam Islam
datang dari Quran sendiri. Quran menggambarkan Allah sebagai penguasa absolut. Berbeda dengan kaum Yahudi dan Kristen yang percaya bahwa Tuhan bersifat maha baik dan menciptakan dunia menurut hukum rasional yang terbuka bagi manusia untuk diselidiki, sehingga mendorong penyelidikan sains.

Ghazali menganggap bahwa adanya hukum2 alam selain hukum Allah adalah penghinaan terhadap Allah dan bantahan atas kuasa Allah. Untuk mengatakan bahwa alam semesta diciptakanNya menurut prinsip2 rasional merupakan pembatasan atas kekuasaanNya. KemauanNya-lah yang mengawasi kita semua, dan itu tidak bisa dijadikan bahan penyelidikan manusia.

Jadi sains modern berkembang di Kristen Eropa dan bukan dalam Darul Islam. Di dunia Islam, ALLAH malah sibuk mengKILLING SCIENCE.

Namun ada Juga Manfaat Islam

Penemuan kawasan dunia baru oleh orang Eropa yang mengakibatkan jaman Renaissance di Eropa.

Pada tahun 1492, Columbus menemukan Amerika secara kebetulan. Ia tadinya ingin berlayar ke Asia. Ia menyangka Amerika adalah India. Kenapa ia ingin mencari jalan ke Asia ? Karena jatuhnya kota Kristen Byzantine, Konstantinopel (Turki sekarang) di tangan Muslim pada tahun 1453 yang menutup jalur perdagangan Eropa ke Timur.

Ini merugikan pedagang-pedagang Eropa yang sampai saat itu berhasil berlayar ke Asia melalui selat Konstantinopel untuk mendapatkan rempah2. Oleh karena itulah Columbus berlayar ujntuk mencari jalur perdagangan baru sambil menghindari jalur perdagangan yang disabet Muslim2 di Turki ini.

Nah, aksi Muslim di Turki itu malah akhirnya membuka Amerika bagi Eropa !!

Juga dengan jatuhnya Konstantinopel, matinya kekuasaan Byzantine dan kebiadaban muslim di Turki ini mengakibatkan emigrasi kaum intelektual Yunani besar2an ke Eropa Barat sehingga universitas2 Eropa penuh dengan para pakar Plato, Aristotle dsb. Ini mengakibatkan luapan kekayaan filsafat dan literatur klasik di Eropa dan perkembangan intelektual dan budaya yang belum pernah disaksikan dunia (dan mugkin tidak akan pernah terulang lagi).

Mungkin inilah bentuk sumbangan muslim kepada dunia Barat. Tetapi lebih dari, itu seni Islam hanya terbatas pada kaligrafi, buku2 filsafat macam Ghazali dan musik Qasidah yang menyedihkan.

Download Faithfreedompedia versi offline (17.7MB):

Kosmologi Dalam Islam

Kosmologi Dalam Islam

sumber artikel : http://faithfreedom.frihost.net/wiki/Kosmologi_Dalam_Islam

Model alam semesta menurut Islam yang menyebutkan matahari terbenam di lautan lumpur hitam.
http://www.sullivan-county.com/x/koran_cos.htm
Didasarkan pada artikel dengan penambahan /pengurangan : Richard Carrier Cosmology and the Koran: A Response to Muslim Fundamentalists (2001)

Model alam semesta menurut Islam yang menyebutkan matahari terbenam di lautan lumpur hitam

Muslim Fundamentalist sangat senang mengklaim bahwa Quran secara ajaib mempredisksi penemuan-penemuan sains modern. Tapi yang sebenarnya ada beberapa fakta mengenai Quran:

Daftar isi
1 Tidak ada berita gaib dalam Quran
2 Prediksi Kosmology Quran salah
3 Masalah 7 Lapis Langit
4 Bumi sebagai pusat alam semesta
5 Kutipan dari Talmud Tract Hagiga

1 Tidak ada berita gaib dalam Quran

Banyak bukti-bukti tentang ke ajaiban Quran kenyataannya dapat diperdebatkan, kerena pengetahuan yang dihadirkan sudah diketahui baik di Mediteranian dan Timur Tengah sejak berabad-abad sebelum Quran di tulis.

Karya-karya Yunani dikenal di dunia Arab dan Afrika Utara sejak seribu tahun sebelum Islam, dan Islam mulai menterjemahkan text-text Yunani ke bahasa Arab dalam satu abad penyerbuan militernya. Budaya Hellenis Yunani sejak lama tersebar dan mempengaruhi kepercayaan popular, bahkan di antara orang-orang yang buta huruf. Bahkan India sudah mengenal karya-karya astronomy pada abad pertama AD, dan secara parsial diterjemahkan ke bahasa kerajaan. Setiap orang yang kenal dengan sejarah penyerbuan Alexander Agung dan para penerusnya tahu bahwa orang-orang Yunani dan kebudayaan mereka dengan kuat berakar dan menyebar ke seluruh dunia kuno seperti Afganistan,Syria, Persia, Mesir bahkan Arab sendiri.

Quran sama sekali tidak menjelaskan cosmology modern, yang disebut Quran hanyalah teori bahwa alam semesta MELULU hanya terdiri dari langit dan bumi berikut aksesorisnya yaitu bintang-bintang dan rembulan. Quran sama sekali tidak menyebutkan bahwa bintang-bintang adalah matahari yang jumlahnya milyaran di alam semesta. Sains quran hanyalah representasi dari pandangan masyarakat kuno mengenai alam semesta.

Model kuno alam semesta menurut Homer dibawah ini, lebih cocok dengan pernyataan Quran yang menyebut alam semesta hanya terdiri dari langit dan bumi, dan kisah mengenai Dzul Qarnaen ke tempat matahari terbenam yang berupa lautan berlumpur hitam :

Quran 18:86
Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbenamnya matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata: “Hai Dzulqarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka”.

Juga pernyataan Quran mengenai 2 tempat terbit/tebenamnya matahari, cocok dengan konsep dunia kuno dari parallelogram Ephorus mengenai “summer setting/rising” dan “winter setting/rising”:

Quran 55:17
Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya.

2. Prediksi Kosmology Quran salah

Muslim menyetakan bahwa Quran menunjukkan alam semesta berasal dari ‘material seperti gas’ (Surah 41:11). Ini adalah contoh pola “bukti” yang biasa disodorkan. Tapi ide-ide mengenai alam semesta bermula sebagai sejenis ‘pusaran gas’, ada dimana-mana di seluruh ideology Persia dan Yunani. Maka pernyataan Quran mengenai hal yang sama , sama sekali tidak mengejutkan. Filsuf-filsuf Yunani memperkirakan banyak detail-detail sains secara benar. Mereka mengantisipasi atom, system tata surya, evolusi, hukum thermodynamic, siklus hujan, dan itu tidak membuat mereka menjadi juru ramal supernatural.

Al Quran gagal untuk mengatakan tentang gas-gas yang spesifik, atau ada lebih dari satu (helium and hydrogen), atau hal-hal ilmiah lainnya yang bersifat spesifik, seperti mengapa dan bagaimana alam semesta berasal atau berkembang, tidak sebut mengenai hukum matematik atau ikatan-ikatan atau konstanta fisika. Oleh kerena itu Quran sama sekali tidak membuat pernyataan sains.

Alam semesta tidak dimulai sebagai sebuah gas. Bila teori Big-Bang benar, alam semesta mulai sebelum berbagai jenis materi eksis—-ia mulai sebagai energy yang murni. Ia mengambil beberapa saat untuk terbentuknya berbagai materi, yang merupakan sebuah plasma bukan sebuah gas. Gas datang kemudian, sesudah plasma mendingin, dan gas-gas bukan satu-satunya, banyak massa energy pada saat itu, seperti sebelumnya, terdiri atas radiasi elektromagnetik –cahaya. Pada kenyataannya Quran gagal menyebutkan hal-hal itu atau menyebutkan berbagai informasi sains yang penting lainnya dengan tepat. Quran hanyalah membuat pernyataan metafisis samar-samar, dan itu bukan sains.

Sebenarnya ayat-ayat Quran itu tidak mengatakan “materi yang seperti gas.” Kata Arab yang digunakan adalah dukhan, “asap.” Ini di klaim sebagai analogy yang sempurna dari gas. Itu tidak benar. Asap dibuat dari abu, sebagian besar karbon, dan dihasilkan dari dari pembakaran (oksidasi), bukan pemadatan plasma. Asap tidak seperti hydrogen atau helium dipanaskan, maupun mengandung unsur-unsur massanya atau kandungan yang lain, bahkan tidak memiliki banyak kandungan umum dari sebuah gas. Dengan begitu ini adalah sebuah kata yang tidak tepat. Bahasa Arab tidak kekurangan perbendaharaan kata untuk dengan gampang mengatakan “udara panas” atau “gas panas mengembang di dalam ruang” atau apapun yang agak relevan dengan kebenaran. Sebagai ganti, penulis Quran malah memilih kata yang paling tidak akurat, “asap.” Bila engkau dapat mengubah arti sebuah kata sekehendak, dengan mengubah sebuah kata untuk “abu berbasis carbon” menjadi “ gas-gas dua asas,” maka engkau dapat mengubah arti kata-kata pada setiap buku manapun untuk membuktikan terori yang engkau inginkan.

Yang paling dipermasalahkan adalah kutipan yang dikutip di luar konteks, untuk menyembunyikan fakta bahwa seluruh bagian sesungguhnya dengan jelas dan bulat berkontradisksi dengan sains. Sains dalam Quran sepenuhnya salah, dan ini membuktikan bahwa sains dalam Quran berasal dari budaya pra-modern sesuai dengan tempat dan waktunya. Kedua fakta ini membuktikan bahwa Quran tidak mengandung prediksi ilmiah dan hanya produk imajinasi manusia saja. Perhatikan kutipan di bawah ini :

QS 41 : 9-12

[9] Katakanlah: “Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa (atau hari) dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (Yang bersifat) demikian itulah Tuhan semesta alam”.

[10] Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni) nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya.

[11] Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”.

[12] Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

Berulang-ulang Quran menyatakan Allah menciptakan segala sesuatu dalam enam hari (dalam terjemahan al Islam diganti dengan enam masa), sama halnya dengan yang dikatakan Bibel PL, dan di sini 6 hari dipecah menjadi 3 bagian , disusun menurut urutan waktu. Meskipun dicoba untuk mereinterpretasi kata hari (dengan istilah masa) supaya sesuai dengan pengetahuan sains , kita kesampingkan itu dan fokus dengan apa yang tidak dapat di bantah : urutan penciptaan yang dengan jelas diberikan di atas terlihat berkontradiksi dengan fakta sains. Ayat 41: 9 menyatakan dengan pasti bahwa bumi di ciptakan dalam “dua hari (atau masa),” dan dua hari pertama ada dalam daftar. Ayat 41:10 menjelaskan dua hari berikutnya, menyelesaikan “empat hari “ yang pertama, dimana gunun-gunung dan tanaman di buat. Maka, kita melihat sebuah urutan sementara dengan jelas : kerena gunung-gunung dan tumbuhan tidak dapat dibuat sebelum bumi dibuat, oleh sebab itu ayat 41:10 mengikuti 41:9 dalam urutan waktu, maka ini hanya masuk akal untuk menyimpulkan bahwa 41:11 dan 41:12 meneruskan yang sebelumnya, yang , kerena satu langit tidak dapat dipisahkan menjadi 7 langit dan menghiasinya dengan bintang-bintang sebelum berbentuk sebagai asap.

Tetapi kemudian kita melihat pada ayat 41:11 menunjukkan konteks yang tidak dapat dibantah bahwa alam semesta eksis sebagai asap pada saat dimana bumi sudah eksis, kerena Alah “naik ke atas langit waktu masih berbentuk asap” dan berbicara kepadanya dan kepada bumi. Bumi eksis saat langit masih sebagai asap, atau kalimat ini tidak punya arti. Maka dapat disimpulkan bahwa Quran tidak mengatakan “ bahwa alam semesta berasal” dari asap, dan tentunya tidak ada teori sains yang mengatakan bahwa ketika alam semesta dalam keadaan berbentuk gas, pada saat yang bersamaan bumi sudah terbentuk ! Secara sains ini tidak mungkin : unsur-unsur yang membentuk bumi tidak eksis sampai gas-gas dipadatkan ke bintang-bintang, dan bintang-bintang meledak dan dipadatkan kembali melalui beberapa siklus, memunculkan unsur-unsur padat yang pada akhirnya memadat menjadi planet-planet mengelilingi bintang (matahari) yang baru.

Muslim biasanya mencoba menggunakan taktik untuk mengelabui dan memelintir bahasa melawan perasaan dan nalar, mengatakan bahwa kata yang diterjemakan sebagai “kemudian,” thumma, dalam ayat 41:11 dan 41:12 berarti “dan juga” atau “lagipula” sehingga tidak menunjukan urutan kejadian, maka ayat 41:9-12 hanyalah urutan waktu yang bersifat konsepsual . Tetapi argument ini salah, kerena thumma faktanya dapat berarti sebuah urutan waktu “kemudian,” dan sebagai mana kita lihat konteks membuat tidak ada tafsiran lain yang secara logis memadai. Namun di samping itu klaim bahwa alam semesta “dimulai” sebagai asap sama sekali tidak ada dalam Quran. Dengan mengabaikan sifat kronologis dalam ayat itu, muslim juga sebenarnya menolak klaimnya sendiri.

Penulis Quran hanyalah mengulangi urutan kejadian yang ada dalam Bibel. Variasinya cuman ada pada pemilihan waktu , Kejadian menyatakan bintang-bintang diciptakan pada hari yang ke 4, sedangkan Quran pada hari yang ke lima dan ke enam, dsb, tetapi kedua konsep itu jelas berhubungan. Lagipula, ayat 41:12 hanya mengulangi tahayul popular yang ditemukan pada dunia Yunani-Persia pada waktu itu yaitu: mithos 7 lapisan langit. Tentu saja “tujuh lapis langit” adalah pandangan yang keliru mengenai susunan tata surya bahkan menyiratkan geosentrisme, kerena “ ke tujuh lapis langit biasanya digambarkan dengan tujuh “planet” yang terluhat oleh mata telanjang, yaitu matahari, bulan, Mercury, Venus, Mars, Jupiter, dan Saturnus. Waktu itu orang belum mengetahui adanya planet Uranus, Neptunus, atau Pluto.

3 Masalah 7 Lapis Langit

Dalam Timaeus ( http://en.wikipedia.org/wiki/Timaeus_(dialogue) ) dan Republic ( http://en.wikipedia.org/wiki/Republic } Plato berpendapat bahwa langit terdiri dari 7 lapis (sphere) yang masing-masing diwakili dengan 7 planet yang kelihatan :

Yang Ilahi.
Bintang tetap (tidak bergerak)
7. Saturn
6. Jupiter
5. Mars
4. Mercury
3. Venus
2. Matahari
1. Bulan

4 Bumi sebagai pusat alam semesta

Dan pada bagian lapis ke 8 tempatnya bintang-bintang tetap atau fixed stars. Di atasnya tempat bersemayamnya Tuhan. Konsep Plato ini mempengaruhi pemikiran Yahudi, tapi Yahudi yang menganggap angka 7 adalah angka keramat lebih memilih 7 lapis langit dan menempatkan bintang-bintang pada bagian lapisan yang paling bawah atau rakia. Yahudi tetap setia kepada Bibel yang mengatakan bahwa diluar alam semesta adalah air, dan dibawah bumi adalah alam kubur, maka lahirlah konsep cosmology Yahudi yang mengatakan bahwa langit terdiri dari 7 lapis dan dilapisan paling atas adalah air dan diatasnya lagi adalah tahta Ilahi.

Kutipan dari Talmud Tract Hagiga

http://www.sacred-texts.com/jud/t03/hgg03.htm

Resh Lakish berkata, mereka (langit) ada tujuh, yaitu : Vilon, Rakhia, Shchakim, Zbul, Maon, Makhon, Araboth. Vilon tidak ada kegunaan apapun selain ini , ia muncul di pagi hari dan pergi di petang hari, dan memperbaharui setiap hari karya penciptaan. Rakia adalah yang tempat kedudukan matahari dan bulan, bintang-bintang dan gugus bintang. Shchakim adalah tempat baru gerinda berdiri dan menggerinda manna (makanan surgawi) untuk orang-orang kudus. Zbul adalah tempat dimana Jerusalem Surgawai dan Kuil, altar dibangun di sana, dan malaikat Michael pangeran agung berdiri dan mempersembahkan di atasnya suatu persembahan. Maon adalah tempat kelompok malaikat-malaikat yang melayani Allah, yang melantunkan nyanyian Nya di malam hari dan diam di siang hari demi kemuliaan Israel…… Makhon adalah tempat d perbendaharaan salju,………………………………………………………. Araboth (langit ke 7) adalah dimana kebajikan dan penghakiman dan rahmat, harta-harta karun kehidupan dan damai dan berkat, dan jiwa-jiwa orang kudus dan jiwa-jiwa yang akan diciptakan……………malaikat-malaikat yang melayani…………. tahta kemuliaan, dan sang Raja, Tuhan yang Hidup, tinggi dan ditinggikan, duduk diatas mereka di antara awan-awan, dan kegelapan dan awan dan kegelapan pekat mengelilinginya [/b].

Konsep cosmology Yahudi itu sama dengan konsep cosmology Quran.

QS 42 :12 Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

Abu Dawud, Book 40, Number 470

Diriwayatkan Al Abbas ibn AbdulMuttalib:
Aku duduk di al Batha dengan para sahabat, dan diantaranya adalah Rasul Allah sendiri yang sedang duduk, ketika awan lewat di atas mereka, Rasul melihat ke atas dan berkata : ‘Kamu sebut apa ini ?’ Mereka berkata :’ Sahab’. Rasul berkata : ‘dan Munz ?’ Mereka berkata : ‘dan Muzn ‘. Rasul berkata :’. Dan anan ?’ Mereka berkata : ‘dan anan’. Abu dawud berkata : ‘saya tidak sungguh –sungguh yakin mengenai kata anan’. Rasul berkata :’ kamu tahu jarak antara langit dan bumi?’. Mereka menjawab :’kami tidak tahu’. Rasul kemudian berkata : ‘ Jarak antara mereka adalah 71, 72, atau 73 tahun (perjalanan onta). Langit yang di atasnya mempunyai jarak yang sama. Di atas surga ke 7 adalah lautan. Jarak antara permukaan dan dasarnya adalah sama seperti jarak antara satu lapis langit dengan lapis yang berikutnya. Kemuadian Allah yang disucikan dan di agungkan, ada di atasnya.

Sahih al Bukhari 4.414:

Diriwayatkan Imran bin Husain:
Dia (Rasulullah) berkata, “Pertama dari semuanya, tidak ada apapun kecuali Allah dan (kemudian di menciptakan tahtaNya) tahtaNya di atas air, dan dia menulis segala sesuatu dalam Al Kitab dan menciptakan Langit dan Bumi.”…………………………………..

Al Bukhari 4, no 429 (Isra Miraj)

Di riwayatkan oleh Malik bin Sasaa:

‘Kemudian kami naik ke langit ke 7 dan kembali pertanyaan dan jawaban yang sama diucapkan seperti pada langit yang sebelumnya. Di sini aku bertemu dan menyambut Abraham yang berkata,’Engkau disambut o anak dan seorang nabi.’ udian aku melihat Al-Bait-al-Ma’mur (Rumah Allah). Aku menanyakan Jibril mengenai ini dan dia berkata, ini adalah Al Bait-ul-Ma’mur dimana 70.000 malaikat mengerjakan shalat tiap hari.

Sejarah: Muhamad & Pemaksaan Islam terhadap non-Muslim

Sejarah: Muhamad & Pemaksaan Islam terhadap non-Muslim

Sumber:  Faithfreedom Indonesia

Paus Benedict XVI (2004) mengutip perkataan Kaisar Bizantium abad ke 14 : “Tunjukkan hal baru apa yang Muhammad bawa, dan kau hanya akan menemukan hal² yang jahat dan tidak berperikemanusiaan, seperti perintahnya yang menyebarkan agamanya dengan pedang.”

Dlm bukunya berjudul “Jurisprudence in Muhammad’s Biography“, ilmuwan Universtas AL Azhar, Kairo, bernama Dr. Muhammad Sa’id Ramadan al-Buti (www.bouti.com,) berkata sebagai berikut (hal. 134, edisi ke 7):
“Perang Suci (jihad), seperti yang dikenal di dalam Hukum Islam, adalah perang yang menyerang. Ini merupakan tugas bagi setiap Muslim di usia berapapun jika mereka memiliki kekuatan militer.

Inilah arti dari Perang Suci. Maka Rasul Allah berkata:

Aku telah diperintahkan Tuhan untuk berperang melawan orang2 SAMPAI MEREKA SEMUA MENGAKU LA ILLAH HA ILALAH MUHAMADUR RASULULLAH (Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah RasulNya), dan mereka mendirikan solat dan membayar Zakat. Jika mereka melakukan hal itu, darah dan harta
benda mereka selamat dariku. (lihat Bukhari Vol. I, p. 13).

Ilmuwan Saudi, Dr. Muhammad al-Amin, di bukunya yang berjudul, “The Method of Islamic Law” dengan jelas berkata:
Tiada kafir yang boleh disisakan di tanah mereka seperti yang diucapkan oleh Muhamad: ‘Aku telah diperintahkan Tuhan untuk berperang melawan orang² sampai mereka mengaku …’

Daftar isi

  1.   PEMAKSAAN ISLAM (dan perampokan kafilah) ATAS BANI QURAISH (Arab Mekah)di Nejd oleh Zayd b. Haritha—September, 624M
  2.   PEMAKSAAN ISLAM (dan ancaman mati) Atas B. QUDAH di Dhat Atlah oleh Amr b Ka’b al-Ghifari—July, 629M
  3.   PEMAKSAAN ISLAM (dan ancaman mati) Atas Desa MU’TAH oleh Zayd ibn Haritha—September, 629M
  4.   PEMAKSAAN ISLAM (dan ancaman mati) Atas seluruh MEKAH oleh Muhammad – January, 630M
  5.   PEMAKSAAN ISLAM (dan pembunuhan tawanan perang) ATAS B. JADHIMAH di Tihamah oleh Khalid b. al-Walid—January, 630M
  6.   PEMAKSAAN ISLAM (dan JIZYAH/pajak perlindungan) pada KRISTEN & YAHUDI — Desember, 631M
  7.   PEMAKSAAN ISLAM (dan perampokan) terhadap B. NAKHA di Mudhij, Yemen oleh Ali — Oktober, 631 M
  8.   PEMAKSAAN ISLAM terhdp suku B al-HARITH di Najran, YAMAN UTARA oleh Khalid b. Walid—Februari, 632M
PEMAKSAAN ISLAM (dan perampokan kafilah) ATAS BANI QURAISH (Arab Mekah)di Nejd oleh Zayd b. Haritha—September, 624M

TH 624M, pada saat di Mekah dan awal masa tinggal di Medinah, musuh Muhamad hanyalah satu saja yakni kaum penyembah berhala QURAISH, yg nota bene merupakan suku Muhamad sendiri.

Ini adalah perampokan pertama yang dipimpin Zayb b. Harith. Dia ditemani 100 tentara bersenjata lengkap. Dia mengikuti kafilah dan menyerangnya tiba². Ternyata serangannya sukses. Para pemimpin kafilah melarikan diri dan Zayd membawa semua harta rampasan dan 2 tawanan ke Medina. Barang jarahan berharga 100.000 Dirham. Muhammad mengambil seperlima (yakni 20.000 Dirham yang tentunya merupakan harga yang sangat besar pada saat itu). Setiap tentara menerima 800 Dirham. Furat jadi tawanan. Orang2 Muslim berkata:
“Jika kau masuk Islam, Rasul Allah tak akan membunuhmu.” Dia lalu masuk Islam dan dibebaskan pergi.[ Tabari, vol vii, p.99]

TH … Inilah yang dikatakan nabi kepada para Yahudi B. QAYNUQA (Medinah) di pasar mereka:

“YA orang2 Yahudi, takutlah akan pembalasan yang Tuhan akan timpakan padamu seperti yang Dia timpakan kepada orang2 Quraish. TERIMALAH ISLAM, karena kau tahu aku adalah nabi yang dikirim Tuhan. Kau akan temukan ini juga di Alkitabmu dan di Perjanjian Tuhan denganmu”

[Tabari, vol.vii, p.85]

PEMAKSAAN ISLAM (dan ancaman mati) Atas B. QUDAH di Dhat Atlah oleh Amr b Ka’b al-Ghifari—July, 629M

Muhammad mengirim Amr b. Ka’b al-Ghifari yang memimpin 15 tentara untuk menyerang orang2 B. Qudah di Dhat Allah, di perbatasan Syria. Setelah tiba di sana, Amr meminta para penduduk untuk masuk Islam. Para kafir menolak. Lalu Amir mengepung pihak musuh. Tapi dia mendapat perlawanan keras dari mereka. Di pertempuran ini pihak Muslim dikalahkan. Pihak musuh berhasil membunuh semua tentara Muslim kecuali seorang yang berhasil melarikan diri dan kembali ke Medinah.

PEMAKSAAN ISLAM (dan ancaman mati) Atas Desa MU’TAH oleh Zayd ibn Haritha—September, 629M

Mu’tah adalah desa kecil di dekat al-Balqa di Damascus, Syria. Muhammad menunjuk Zayd b. Haritha untuk memimpin tentara ini, memerintahkan dia untuk meminta penduduknya masuk Islam dan membunuh mereka jika menolak Islam. Muhammad berkata, “Semoga Allah membelamu dan semoga kau kembali pulang dengan keadaan suci dan membawa barang jarahan.” [Ibn Sa’d, vol.ii, p.159]

PEMAKSAAN ISLAM (dan ancaman mati) Atas seluruh MEKAH oleh Muhammad – January, 630M

Ketika Muhammad dan pengikutnya hendak menyerang Mekah untuk menundukkan tempat itu di bawah kekuasaan Islam, beberapa prajuritnya menangkap ABU SUFYAN BIN HARB, salah satu tokoh masyarakat kota Mekah. Mereka membawa Abu Sufyan ke hadapan Muhammad. Muhammad berkata kepadanya:
“Waspadalah kau wahai Abu Sufyan. Bukankan ini saatnya bagimu untuk percaya bahwa tiada Tuhan selain Allah?”
Abu Sufyan menjawab: “Aku percaya akan hal itu.”
Muhammad lalu berkata kepadanya: “Waspadalah kau wahai Abu Sufyan, bukankah ini saatnya bagimu untuk mengetahui bahwa aku adalah Rasul Allah?”
Abu Sufyan menjawab: “Demi Tuhan, wahai Muhammad, hatiku ragu akan hal ini.”
Abbas yang hadir di situ bersama Muhammad memberitahu Abu Sufyan: “Waspadalah kau ini! Terimalah Islam dan akuilah bahwa Muhammad adalah Rasul Allah sebelum lehermu dipenggal dengan pedang.”
Lalu Abu Sufyan pun menyatakan beriman pada Islam dan menjadi seorang Muslim.

Sumber: Ibn Hisham, part 4, p. 11 (“Biography of the Prophet’) dan juga “The Chronicle of the
Tabari”, part 2, p. 157

Versi mirip:
Al-Abbas bin Abdul Muththalib berkata, “Aku membawa pergi Abu Sufyan bin Harb ke tempat istirahatku dan ia menginap di tempatku. Esok paginya, aku membawa Abu Sufyan bin Harb ke tempat Rasulullah saw. Ketika beliau melihat Abu Sufyan bin Harb, beliau bersabda, ‘Celakalah engkau wahai Abu Sufyan, apakah belum tiba waktu bagimu untuk mengetahui bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah?’ Abu Sufyan bin Harb berkata, ‘Ayah-ibuku menjadi tebusan bagimu, engkau amat lembut, mulia, dan menyambung hubungan kekerabatan. Demi Allah, sungguh aku telah meyakini seandainya ada Tuhan lain selain Allah, maka Tuhan tersebut pasti mencukupiku dengan sesuatu.’ Rasulullah saw bersabda, ‘Celakalah engkau hai Abu Sufyan, apakah belum tiba waktu bagimu untuk mengetahui bahwa aku adalah utusan Allah?’ Abu Sufyan bin Harb berkata, ‘Ayah-ibuku menjadi tebusan bagimu, engkau amat lembut, mulia, dan menyambung hubungan kekerabatan. Adapun hai ini, demi Allah, di hatiku masih terdapat ganjalan hingga sekarang ini.’ Al-Abbas bin Abdul
Muthalib berkata kepada Abu Sufyan bin Harb, ‘Celakalah engkau, hai Abu Sufyan, masuk Islamlah. Bersaksilah bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah sebelum aku memenggal lehermu.’ Abu Sufyan bin Harb pun bersaksi dengan syahadat
yang benar dan masuk Islam.

Sumber : sirah nabawiyah jilid 2 halaman : 374

SAFWAN b. UMAYYAH, seorang Quraish Mekah dan musuh besar Muhammad pergi ke Jeddah untuk menetap di Yaman. Ketika dia mendengar berita kemenangan Muhammad, dia hampir saja bunuh diri dengan terjun ke laut. Orang2 mendekati Muhammad dan menceritakan hal ini kepadanya. Dia mengampuni Umayyah dan memberikan Umayyah sorbannya sendiri sebagai tanda pengampunannya. Umayr pergi dan bertemu Umayyah dan menunjukkan sorban Muhammad itu kepada Umayyah. Muhammad memberi waktu 4 bulan bagi Umayyah untuk mengambil keputusan masuk Islam atau mati. Akhirnya Umayyah masuk Islam. Istrinya yang bernama Fakhitah bt. Al-Walid juga jadi Muslim.

Dua tahun setelah Muhammad menaklukkan Mekah dan memberikan pengampunan umum kepada masyarakat pagan (pemuja berhala) Mekah, dia membatalkan pengampunan ini sewaktu dia mengirim dua utusannya yakni Abu Bakr dan Ali untuk mengumumkan kepada kaum pagan di Mekah bahwa mereka akan menghadapi hukuman mati jika tidak masuk Islam (Q 9:5, yang dikenal sebagai ayat pedang membatalkan pengampunan apapun yang diberikan kepada kaum pagan Mekah).
PEMAKSAAN ISLAM (dan pembunuhan tawanan perang) ATAS B. JADHIMAH di Tihamah oleh Khalid b. al-Walid—January, 630M

Hadis Sahih Bukhari, Volume 5, Book 59, Number 628:

Dikisahkan oleh ayah Salim:
Sang Nabi mengirim Khalid bin Al-Walid ke suku Jadhima dan Khalid mengundang mereka untuk memeluk Islam tapi mereka tidak sanggup mengatakan, “Aslamna (yakni kami memeluk Islam),” dan mereka mulai berkata, “Saba’na! Saba’na (yakni kami telah meninggalkan agama lama dan memeluk agama baru).” Khalid terus-menerus membunuh dan menahan sebagian dari mereka dan menyerahkan setiap tawanan kepada kami. Ketika suatu hari Khalid memerintah setiap orang (tentara Muslim) untuk membunuh tawanan2 itu, aku berkata, “Demi Allah, aku tidak akan membunuh tawananku, dan tiada kawan2ku yang mau membunuh tawanan2 mereka pula.” Ketika kami datang kepada Nabi, kami menyampaikan seluruh cerita. Mendengar itu, Muhammad mengangkat kedua tangannya dan berkata dua kali,”YA Allah! Aku bebas dari apa yang telah dilakukan Khalid.”

Muhammad berkata, “BUNUH orang2 selama kau tidak mendengar Muazzin (panggilan solat) atau melihat sebuah mesjid.”[Ibn Sa’d, vol. ii, p.182]

PEMAKSAAN ISLAM (dan JIZYAH/pajak perlindungan) pada KRISTEN & YAHUDI — Desember, 631M

Ketika Muhammad mencapai Tabuk, dia mengancam para pemimpin daerah itu. Dia mengirim surat kepada Yuhanna b. Ru’bah (John), pangeran Kristen di Ayla dan meminta Yuhanna untuk masuk Islam, kalau tidak mau diserang. Yuhanna dengan cepat tunduk dan melakukan perintah Muhammad memeluk Islam. Muhammad tetap memaksanya bayar pajak Jizyah sebanyak 300 Dinar (US$15.000) per tahun (yakni 1 Dinar per kepala karena terdapat 300 orang penduduk di situ). Dalam peristiwa ini, orang2 tua dibunuh dan anak2 dijadikan tawanan perang. Muhammad juga memerintahkan Yuhanna untuk membayar uang tanda hormat kepada kawan2 dekat Muhammad seperti Zayd, Khalid, Maslama, dll.

TH … Perlakuan yang sama juga diterapkan kepada masyarakat YAHUDI di MAKNA, ADHRUH dan JARBA (benteng tua di jalan yang dibuat orang Romawi dari Busra ke Laut Merah). Mereka dipaksa masuk Islam. Mereka harus bayar pajak dan dengan ini Muhammad menjanjikan perlindungan dan bantuan bagi sesama Muslim. Muhammad menentukan pajak sebesar ¼ dari apapun yang mereka hasilkan.

PEMAKSAAN ISLAM (dan perampokan) terhadap B. NAKHA di Mudhij, Yemen oleh Ali — Oktober, 631 M

Muhammad meminta masyarakat Bani Nakha untuk masuk Islam atau mati. Awalnya suku B. Nakha tidak mau masuk Islam. Pertempuran pun terjadi dan tentara Ali membunuh 20 orang. Pada akhirnya tentara B. Nakha kalah, menyerah dan lalu masuk Islam. Pasukan Muslim menjarah apapun yang bisa mereka ambil seperti harta benda, wanita, anak2, unta, dan kambing. [Ibn Sa’d, p.210]

PEMAKSAAN ISLAM terhdp suku B al-HARITH di Najran, YAMAN UTARA oleh Khalid b. Walid—Februari, 632M

Setibanya di Najran, Khalid mengumumkan ancaman, memberi masyarakat Najran waktu 3 hari untuk memilih masuk Islam atau mati. Khalid mengumumkan,
“Wahai orang2, terimalah Islam, dan kau akan selamat.” [ Tabari, vol.ix, p.82]

Hadis yang berisi pemaksaan agama lewat penindasan, perampasan dan pembunuhan:
Hadith Sahih Bukhari, Volume 2, Book 24, Number 573:

Dikisahkan oleh Abu Ma’bad,:
Rasul Allah berkata kepada Muadh ketika dia mengirimnya ke YAMAN, “Pergilah kau kepada kaum ahlul Kitab. Ketika kau tiba di sana, ajaklah mereka untuk bersaksi bahwa tiada yang layak disembah kecuali Allah, dan bahwa Muhammad adalah RasulNya. Dan jika mereka mentaatimu, katakan kepada mereka bahwa Allah memerintahkan mereka melakukan sembahyang 5 kali di waktu siang dan malam.
Dan jika mereka mentaatimu untuk melakukan itu, katakan bahwa Allah mewajibkan mereka untuk bayar Zakat yang akan diambil dari orang2 yang mampu diantara mereka untuk diberikan kepada orang2 miskin diantara mereka. Jika mereka mentaatimu untuk melakukan hal itu, maka janganlah mengambil
barang2 terbaik milik mereka, dan takutlah akan kutukan orang yang tertindas karena tidak ada sekat antara doanya dan Allah.”

%d blogger menyukai ini: