Sejarah Islam

Manusia bijak adalah manusia yang mengetahui & belajar dari sejarah

Category Archives: Perbudakan

Alasan Utama Wanita & Anak2 Kafir Jangan Dibunuh

Alasan Utama Wanita & Anak2 Kafir Jangan Dibunuh

by ICU » Fri Dec 17, 2010 8:11 am

Muslim selalu koar2 dengan bangganya bahwa jika Muhammad dan tentara Muslimnya menyerang/merampok kafir, mereka tidak membunuh wanita kafir dan anak2. Berbagai dusta sudah tersebar dari mulut Muslim, dan semuanya bertujuan untuk menunjukkan “kebaikan” Muhammad terhadap wanita kafir dan anak2 mereka. Jika memang begitu baik dan peduli akan nasib wanita kafir dan anak2 mereka, maka mengapa menyerang suku kafir terlebih dahulu, membunuhi suami dan bapak mereka, lalu memperbudak wanita dan anak2 tersebut.

Thabari menjelaskan dengan jujur ALASAN UTAMA mengapa wanita dan anak2 kafir tidak dibunuh saat penyerangan.

Image
Image

Re: Alasan Utama Wanita & Anak2 Kafir Jangan Dibunuh

by ICU » Fri Dec 17, 2010 8:13 am

Image

Jadi ini lhooo alasan utama Mamad dan tentara garongnya tak membunuhi wanita dan anak2 kafir:
Image

Wanita dan anak2 kafir itu HARTA!! Makanya jangan dibunuh!! Jika membunuh mereka, berarti Mamad dan garong Muslimnya KEHILANGAN HARTA!! Rugi dunk, udah nyerang / rampok capeq2 tapi kok malah kehilangan harta!

MENGAPA MUSLIM TIDAK PERNAH MENENTANG PERBUDAKAN?


Postby  pod-rock » Fri Oct 19, 2007 6:30 pm

MENGAPA MUSLIM TIDAK PERNAH MENENTANG PERBUDAKAN?
lanjutan dari:
PERBUDAKAN DALAM ISLAM – Fakta Sejarah
http://www.christianaction.org.za/artic … lavery.htm

Orang2 Arab mengadakan Perbudakan di Afrika

Begitu kencangnya kebutuhan muslim akan budak hingga mereka sering melancarkan perang besar melawan suku2 Afrika, mengakibatkan kematian dan kehancuran luas. Setelah ditangkap, budak2 itu dirantai bersama dan dibawa berjalan melintasi gurun pasir Sahara ke pasar budak.

Image
Karena haus, lapar, penyakit, kelelahan dan serangan bandit, kebanyakan tawanan tewas dlm perjalanan ini. Untuk setiap budak yang selamat, tiga atau empat orang telah mati dijalan.

Rute jalur budak yang diambil bertebaran dengan tulang belulang manusia. Setelah sampai dipasar budak, para calo budak mempraktekkan sebuah bentuk kekejaman yang tidak pernah dikenal dunia perbudakan barat : mengebiri para budak.

TIDAK ADANYA GERAKAN PENGHAPUSAN BUDAK DARI DUNIA ARAB

Image
William Wilberforce

William Wilberforce memimpin kampanye menentang perbudakan selama 59 tahun. Saat reforman Kristen ini sibuk memelopori gerakan anti perbudakan di Eropa dan Amerika Utara, dan sementara Inggris memobilisasi angkatan lautnya selama hampir abad 19 utk menangkap kapal2 budak dan membebaskan tawanan2nya, tidak ada satupun gerakan penentang perbudakan yang serupa terjadi didunia muslim.

Bahkan setelah Inggris melarang perdagangan budak ditahun 1807 dan Eropa menghilangkan perdagangan Budak ditahun 1815, para calo budak muslim masih juga sibuk memperbudak lebih dari 2 juta orang Afrika. Walau angkatan laut Inggris berhasil membatasi perdagangan budak oleh orang islam, tetap saja dengan perhitungan jumlah korban di abad ke 14, islam memperdagangkan sekitar 180 juta budak.

Hampir 100 tahun setelah Presiden Abraham Lincoln mengeluarkan Proklamasi Emansipasi Amerika dan 130 tahun setelah semua budak dalam kerajaan inggris dibebaskan oleh UU parlemen, Saudi Arabia dan Yemen, ditahun 1962, dan Mauritania di tahun 1980, dengan berat hati menghilangkan perdagangan budak legal dari perundang2an mereka. Dan ini terjadi hanya setelah ada tekanan internasional yang hebat. Namun sampai sekarangpun masih banyak terdapat bukti yg dikumpulkan organisasi2 internasional bahwa perbudakan masih juga berlangsung dinegara2 muslim, dengan istilah yang lebih baru lagi.

Santo Patrick, misionaris Inggris untuk Irlandia di abad ke 5M, pernah menjadi budak. Ia diculik dari rumahnya dan digiring ke Irlandia. Patrick bicara keras menentang perbudakan. Dia menulis: “Diantara para budak para budak wanitalah yang paling banyak menderita.” http://en.wikipedia.org/wiki/Saint_Patrick

Akar2 Kristen bagi Pembebasan Budak

Dari awal mula sejarah gererja Kristen, mereka sudah aktif membebaskan perbudakan. Selama abad kedua dan ketiga, puluhan ribu budak dibebaskan oleh pengikut. Santa Melania, di abad 4 diceritakan telah membebaskan 8.000 budak. Santo Ovidius membebaskan 5.000, Chromatius 1.400 dan Hermes 1.200 budak. Banyak para petinggi kristen di Hippo dibawah Santo Agustin (juga di abad 4M) “membebaskan budak2 mereka atas dasar belas kasih/pemenuhan agama.” Di tahun 315M, dua tahun setelah Kaisar Konstantin mengeluarkan Edict of Milan yang melegalkan agama Kristen, ia menerapkan hukuman mati bagi mereka yang menculik anak2 utk dijadikan budak.

Kaisar Justinian mengakhiri semua undang2 yang mencegah pembebasan budak. Santo Agustin (354-430) melihat perbudakan sebagai produk dosa dan bertentangan dengan rencana Tuhan. Santo Chrysostom di abad ke-4, mengajarkan bahwa Kristus datang dan menghilangkan perbudakan. Dia menyatakan “Dalam Yesus Kristus tidak ada perbudakan, dg demikian kalian tidak perlu memiliki, membeli budak dan bebaskanlah budak setelah mereka dibekali keahlian yang bisa membuat mereka hidup mandiri.”

Sepanjang abad pertengahan, uskup dan dewan gereja mengusulkan uang tebusan bagi budak yang ditawan, dan selama lima abad rahib2 Trinitarian membebaskan budak2 dari kaum Moor (Muslim).

Ditahun 1102M, Dewan Gereja London menyatakan perbudakan dan perdagangan budak sebagai melanggar hukum. Pada abad 12 budak2 di Eropa jadi barang langka, dan pada abad 14 perbudakan hampir tidak dikenal dibenua Eropa.

Perdagangan Budak ala Islam

Penyerangan yang dilakukan Arab terhadap Afrika Timur di tahun 1888. Jumlah kematian dari jangka waktu 14 abad perdagangan budak Islam di Afrika diperkirakan melebihi 112 juta jiwa.

Tapi dengan lahirnya islam, muncul pula kelahiran kembali perdagangan budak. Seperti ditulis Ronald Segal dalam dokumennya “Budak2 Hitam Islam”:

“Ketika Islam menaklukan Kekaisaran Sassanid Persia dan hampir seluruh kekaisaran Byzantin, termasuk Syria dan Mesir diabad 7, mereka membutuhkan banyak emas. Mereka merampok dari gereja2 dan biara2, memungut pajak langsung maupun tidak langsung yang dibayar dengan emas, memaksakan para pengikutnya utk menjarah emas dari pekuburan2, para ulama petinggi islam mendorong pencarian emas dan mengancam mereka yang menyembunyikannya, dengan imbalan seperlima dari temuan emas tersebut.”

Segal mencatat: “budak wanita dibutuhkan dalam jumlah besar sbg pemusik, penyanyi dan penari, lebih banyak lagi dibeli dari penduduk setempat, dan jauh lebih banyak lagi dibutuhkan sebagai obyek pemuas nafsu ataupun selir. Harem2 para penguasa sangat banyak penghuninya. Harem milik Abdal Rahman III (912-961) di Kordoba, Spanyol, berisi 6.000 selir!! Dan yang ada di Istana Fatimid di Kairo malah dua kali lebih banyak.”

Jumlah kematian budak dari operasi serangan dan penculikan budak oleh Muslim di Afrika dari abad ke-14 diperkirakan lebih dari 112 juta orang.

Budak2 kulit hitam milik orang islam juga mengungkapkan bahwa pengebirian budak lelaki adalah hal yang biasa terjadi. “Kalifah di Bagdad pada awal abad ke 10 punya 7.000 budak kebiri kulit hitam dan 4.000 budak kebiri kulit putih diistananya.” Ditulis bahwa hubungan homoseksual menyebar diantara mereka juga. Budak kulit hitam milik Muslim mencatat bahwa ulama2 islam sepanjang abad secara konsisten mempertahankan perbudakan: “karena harus ada sistem Tuan dan Budak.” Yang lain mencatat bahwa orang kulit hitam “kurang kontrol diri dan ketetapan pikiran mereka sering berubah2, bodoh dan tak mau tahu. Begitulah budak2 kulit hitam yang hidup dalam kesengsaraan di tanah2 Ethiopia, Nubia, Zanj dan sekitarnya.”

Ibn Khaldun (1332-1406) sejarawan islam abad pertengahan dan seorang pemikir sosial menulis: “Negara2 negro sesuai peraturan tunduk dibawah perbudakan karena mereka punya ciri khas yang hampir mirip dengan binatang bodoh.”

Pada abad pertengahan, kata Arab utk “abid” secara umum dipakai utk [warna hitam ataupun] budak kulit hitam, sementara kata “mamluk” mengacu pada budak kulit putih. Bahkan sampai akhir abad 19, tercatat di Mekah “ada beberapa keluarga yang katanya tidak mempunyai budak tapi mereka semua punya selir2 yang setara dengan istri2 sah mereka.”

Budak kulit hitam dikebiri “berdasarkan asumsi bahwa orang2 kulit hitam punya hasrat seksual yang tidak bisa diatur.”

Ketika Fatimid berkuasa mereka membantai puluhan ribu budak militer kulit hitam dan membuat tentara yang baru dari budak2 lain. Beberapa dari budak ini masuk tentara pada umur 10 th. Dari Persia hingga Mesir sampai Ke Maroko, tentara2 budak berjumlah 30.000 sampai 250.000 dianggap hal lumrah.

Bahkan Ronald Segal, yang bisa disebut paling pro-Islam dalam tulisan2nya dan jelas2 berprasangka terhadap Kristen, mengakui bahwa lebih dari 30 juta kulit hitam Afrika mati ditangan para pedagang budak muslim.

Sebuah dhow, kapal favorit para calo2 budak dari Arab utk membawa budak. Pedagang Arab memukuli budak mereka utk[i] menjinakkan mereka dlm perjalanan dari pantai Afrika hingga ke Zanzibar.[/i]

Perdagangan budak islami terjadi disepanjang Gurun Sahara, dari pantai Laut Merah, dan Afrika Timur kesepanjang Laut India. Perdagangan Trans Sahara dilakukan disepanjang enam rute utama perbudakan.

Image

Pencatatan akurat di abad 19, menunjukkan 1.2 juta budak dibawa melintasi gurun Sahara ke Timur Tengah, 450.000 ke Laut Merah dan 442.000 dari pantai Afrika timur. Total 2 juta budak kulit hitam – itu hanya diabad 1900. Setidaknya 8 juta lebih dihitung telah mati sebelum mencapai pasar budak muslim.

Rekor Islam dlm Perbudakan orang Afrika

Image
Pasar budak

Di tahun 1570, seorang Perancis yang mengunjungi Mesir menemukan ribuan orang kulit hitam dijual di pasar budak Kairo.
Ditahun 1665, Antonio Gonzali, seorang pengelana orang Spanyol/Belgia melaporkan sekitar 800-1000 budak dijual dipasar Kairo dalam sehari.
Ditahun 1796, seorang pengelana inggris melaporkan iring-iringan karavan berisi sekitar 5.000 budak berangkat dari Darfur.
Ditahun 1838, diperkirakan 10.000 hingga 12.000 budak sampai ke Kairo tiap tahun.
Di perkebunan Arab saja, dipantai Timur Afrika, di pulau Zanzibar dan Pemba, terdapat 769.000 budak kulit hitam.
Pasar budak di Zanzibar menjual rata-rata 300 budak setiap hari.
Diabad 19, perdagangan budak kulit hitam Afrika Timur mencatat 347.000 budak dikirim ke Arab Saudi, Persia dan India; 95.000 budak dikirim ke perkebunan arab di pulau Mascareme.

Segal mencatat: “tingkat kematian tinggi dan kelahiran rendah diantara budak2 kulit hitam di Timur Tengah dan herannya tingkat kelahiran rendah itu terjadi diantara budak wanita kulit hitam di Afrika Utara dan Timur Tengah.

“Peradaban islam sangat tertinggal dibandingkan Barat dalam menjaga kesehatan umum. Perhitungan jumlah budak kulit hitam milik orang islam harus memperhitungkan mereka yg mati (lelaki, wanita dan anak2) kala penangkapan, penyekapan dan pengiriman. Penjualan seorang budak bisa dianggap mewakili sepuluh budak yang mati saat dusunnya dijarah. Kematian wanita dan anak2 dari penyakit dan mati alami tidak bisa dibandingkan dengan kematian yang disebabkan para penangkap budak atau yang terbunuh disepanjang jalan.”

Seorang penjelajah Inggris menemukan lebih dari 100 tengkorak manusia dari karavan2 budak dlm perjalanan ke Tripoli. Orang ini, Heinrich Barth, mencatat bahwa pernah satu karavan kehilangan sekitar 40 budak karena meninggal dalam satu malam di Benghazi.

Penjelajah lainnya, Richard Lander, bertemu sebuah kelompok yang terdiri dari 30 budak di Afrika Barat, semuanya terkena campak, semuanya diikat dari leher ke leher dan ditinggalkan begitu saja.

Satu rombongan karavan berisi 3.000 budak yg berangkat dari pantai timur Afrika kehilangan 2/3 dari budaknya karena kelaparan, penyakit dan penyiksaan.

Digurun Nubia, satu rombongan karavan berisi 2000 budak bisa dikatakan hilang, karena seluruh budak2nya mati.

LAPORAN2 SAKSI MATA

Ditahun 1818, Kapten Lyon dari Royal Navy melaporkan bahwa Al-Mukani di Tripoli “mengumumkan perang pada negara2 tetangganya yang lemah dan secara berkala membawa 4.000 sampai 5.000 budak, sebuah hal yang sangat menyedihkan!

Para budak ini karena tertekan, banyak yang karena lelah hampir tidak bisa berjalan, betis dan kaki mereka bengkak, dan tubuh mereka sangat lemah, apalagi anak2 kecil, semuanya seperti tengkorak hidup, sementara tuan2 mereka berjalan-jalan dengan cambuk di pinggang, semua pedagang budak ini membicarakan para budak seakan mereka hanyalah hewan belaka.

Negara2 kulit hitam lemah didaerah selatan adalah godaan yang sulit dilawan, sebuah kekuatan akhirnya dikirim utk menjarah orang2 tak berdaya ini, dan dibawa sebagai budak, kota2 mereka dibakar, anak kecil dan bayi dibakar, kebun mereka dijarah dan dihancurkan. Semuanya dijadikan budak utk waktu yang tidak terhitung lamanya, tak seorangpun dari para pedagang itu yang bergerak tanpa cambuk mereka – yang selalu mereka pergunakan. Meminum air terlalu banyak, membawa kayu terlalu sedikit atau tertidur ketika bekerja, dianggap kejahatan besar, dan sia-sia saja budak2 itu membela diri dengan kata-kata dengan alasan lelah. Tidak ada satupun yang bisa menahan cambukan. Tidak ada budak yang berani sakit atau tidak bisa berjalan, tapi ketika orang2 malang ini meninggal, para pedagang/tuan2 itu menyangka pasti ada sesuatu yang salah didalam tubuh orang itu atau pura2, dan biasanya mereka memberi obat mereka, yaitu dengan menempelkan besi panas keperut2 budak tsb.”

Catatan dari Maroko tahun 1876 menunjukkan harga pasar utk budak bervariasi antara £10 s/d £30 ($40 sampai $140). Budak wanita lebih banyak mengisi penjualan dengan tawaran “perawan menarik” bisa mendapat harga £40 sampai £80 ($180-$386). Dilaporkan bahwa “rata-rata mayoritas budak yang melintas sahara ditakdirkan menjadi selir di Afrika Utara, timur tengah dan sekitarnya.”

Budak Kristen – Tuan Muslim

Segal juga mengamati bahwa: “Budak2 kulit putih dari orang kristen Spanyol, Eropa tengah dan timur duga dikirim ke Timur Tengah dan jadi pelayan di istana2 penguasa dan para orang kaya.” Dia mencatat bahwa: “semua orang kebiri slavic dikebiri didaerah tsb dan operasinya dilakukan oleh para pedagang yahudi.”

Sejarawan Robert Davis dalam bukunya “Budak Kristen, Majikan Muslim – Perbudakan kulit putih di Mediterania, Pantai Barbary dan Italy”, memperkirakan bahwa para muslim pembajak di Afrika utara menculik dan memperbudak lebih dari 1 juta orang Eropa antara 1530 sampai 1780. Orang2 kristen kulit putih ini ditangkap dalam serangkaian perampokan yang melanda kota2 pinggir laut dari Sisilia hingga Cornwall. Ribuan Kristen kulit putih di area perairan ditangkap hampir tiap tahun utk bekerja sebagai budak galley (kapal dayung), pekerja dan selir bagi tuan2 orang muslim ditempat yang sekarang dikenal sebagai Maroko, Tunisia, Algeria dan Libya. Dusun2 dan kota2 disepanjang pantai Itali, Spanyol, Portugal dan Perancis adalah yang paling sulit diserang, tapi para muslim perampok juga menangkapi orang2 utk dijadikan budak hingga sejauh Inggris, Irlandia dan Islandia. Mereka bahkan menangkap 130 pelaut Amerika dari kapal yang mereka bajak dilaut Atlantik antara tahun 1785 hingga 1793.

Menurut satu laporan, 7.000 orang Inggris diculik antara tahun 1622 hingga 1644, banyak dari mereka adalah kru kapal dan penumpang. Tapi muslim perampok itu juga mendarat di pantai2 yang tidak dijaga, sering dimalam hari, utk menculik orang2 yang tak siap. Hampir semua penghuni dusun di Baltimore, Irlandia, ditangkap tahun 1631, dan ada juga perampokan lain di Devon dan Cornwall. Banyak dari orang2 kulit putih ini, budak2 kristen dipekerjakan di pertambangan, bangunan2 dan kapal2 dan mengalami malnutrisi, penyakit dan siksaan ditangan muslim tuan mereka. Banyak dari mereka dipakai utk pelayanan umum seperti dipelabuhan2.

Budak wanita biasanya disiksa secara seksual di istana harem dan yang lainnya disandera dan diminta uang tebusan pada keluarganya. “Yang paling sial diculik dan ditinggalkan digurun pasir, atau dijual dikota2 seperti Suez, atau kapal2 dayung Sultan Turki, dimana para budak itu mendayung sampai mati tanpa pernah menginjakan kaki ketanah.” Professor Davis memperkirakan lebih dari 1.25 juta orang eropa diperbudak oleh muslim perampok antara tahun 1500 sampai 1800.

Hukum Sharia dan Perbudakan

Budak kulit hitam milik orang islam mencatat: “Qur’an menyatakan bahwa budak wanita berhak dinikmati oleh tuannya.” Muhammad sendiri punya banyak budak, ada diantaranya yang ditangkap dari peperangan dan ada yang dia beli. Nama2 dari 40 budak yang dimiliki Muhammad ada tercatat dalam hadis. Hukum Sharia berisi aturan perbudakan. Seorang budak tidak punya suara dipengadilan (kesaksiannya tidak sah), budak tidak punya hak milik, bisa menikah hanya dengan ijin tuannya, dan dianggap sebagai barang bergerak dari tuan pemiliknya. Muslim pemilik budak secara spesifik memakai hukum Shariah utk mengeksploitasi budak2 mereka secara seksual, termasuk menyewakan mereka sebagai pelacur2.

Satu alasan kenapa sangat sedikit catatan mengenai keterlibatan Arab dalam anti perbudakan adalah bahwa budaya tradisional Islam memang membolehkan perbudakan. Shariah, hukum islam yang didasarkan atas ajaran dan perbuatan Muhamad, berisi aturan yang jelas tentang perbudakan. Satu dari prinsip utama Islam adalah mengikuti sunnah Nabi. Apapun yang dilakukan Muhamad, harus ditiru, apa yang dia larang, harus kita jauhi. Apa yang dia tidak larang, kita juga tidak dilarang. Karena Muhamad sendiri berdagang budak dan memiliki budak, mengumpulkan banyak istri dan selir bahkan menikahi bocah perempuan ingusan umur enam tahun, – perbudakan dan eksploitasi sex wanita terukir dalam tradisi islam dgn sangat sangat dalam. Muslim memiliki pengalaman menjadi calo budak selama lebih dari 600 tahun, JAUH sebelum Eropa terlibat dalam perdagangan budak Trans-Atlantik.

Perbudakan Saat Ini

Hampir 200 tahun setelah Inggris melarang perdagangan budak dan perbudakan ditahun 1807, perampokan2 disertai penculikan dan perdagangan budak dipasar2 muslim masih berlanjut dinegara2 seperti Sudan. Perdagangan budak masih legal di Saudi Arabia hingga tahun 1962, ketika tekanan internasional mulai membuat Saudi malu. Tapi, laporan masih berlanjut ttg perbudakan di Saudi Arabia, bahkan perbudakan dari Sudan juga selalu berakhir di Saudi Arabia.

“Slave: My True Story” karangan Mende Nazer.
Baru-baru ini, seorang bekas budak dari Gunung Nuba, Sudan, Mende Nazer, mengeluarkan otobiografinya: “Slave: My True Story”. Mende ditangkap tahun 1992, dia (wanita) pertamanya dijadikan budak pada keluarga kaya Arab di Khartoum, lalu ditahun 2002 kepada diplomat Sudan di London, dimana dia lalu kabur dan mencari suaka politik.

Read More

Adadeh vs Malcolm X: Islam & Perbudakan

by Adadeh » Sun Oct 21, 2007 8:20 am

Malcolm-X wrote:
Malcolm X adalah tokoh Muslim dari kaum Afrika-Amerika yang berjuang menghapus segala macam diskriminasi lebih-lebih yang menimpa kaum Afrika-Amerika yang sering dikonotasikan dengan kaum negro yang terdiskriminasikan.

Begitu kira-kira.. lanjuuutt..

Tidak tahukah Malcom X bahwa Muhammad punya banyak budak2 negro?
Sahih Bukhari, Volume 2, Book 15, Number 103:
Narrated ‘Urwa on the authority of ‘Aisha:
On the days of Mina, (11th, 12th, and 13th of Dhul-Hijjah) Abu Bakr came to her while two young girls were beating the tambourine and the Prophet was lying covered with his clothes. Abu Bakr scolded them and the Prophet uncovered his face and said to Abu Bakr, “Leave them, for these days are the days of ‘Id and the days of Mina.” ‘Aisha further said, “Once the Prophet was screening me and I was watching the display of black slaves in the Mosque and (‘Umar) scolded them. The Prophet said, ‘Leave them. O Bani Arfida! (carry on), you are safe (protected)’.”

terjemahan:
Dikisahkan oleh ‘Urwa atas izin dari ‘Aisha:
Di hari2 Mina, (11th, 12th, and 13th of Dhul-Hijjah) Abu Bakr datang pada Aisha pada waktu dua orang gadis muda memukul tambur dan sang Nabi sedang berbaring ditutupi pakaiannya. Abu Bakar membentak mereka dan sang Nabi membuka penutup wajahnya dan berkata pada Abu Bakr, “Biarkan mereka, karena inilah hari2 ‘Id dan hari2 Mina.” ‘Aisha lalu berkata, “Suatu waktu sang Nabi mencadari mukaku dan aku melihat barisan budak2 hitam di Mesjid dan (‘Umar) membentak mereka. San Nabi berkata, ‘Biarkan mereka. O Bani Arfida! (teruskan), kau selamat (dilindungi)’.”

Sahih Bukhari, Volume 8, Book 73, Number 182:
Narrated Anas bin Malik:
Allah’s Apostle was on a journey and he had a black slave called Anjasha, and he was driving the camels (very fast, and there were women riding on those camels). Allah’s Apostle said, “Waihaka (May Allah be merciful to you), O Anjasha! Drive slowly (the camels) with the glass vessels (women)!”

Sahih Bukhari, Volume 9, Book 91, Number 368:
Narrated ‘Umar:
I came and behold, Allah’s Apostle was staying on a Mashroba (attic room) and a black slave of Allah’s Apostle was at the top if its stairs. I said to him, “(Tell the Prophet) that here is ‘Umar bin Al-Khattab (asking for permission to enter).” Then he admitted me.
… (cf. Bukhari 3.648, 6.435, 7.119)

Malik’s Muwatta, Book 21, Number 21.13.25:
Yahya related to me from Malik from Thawr ibn Zayd ad-Dili from Abu’l-Ghayth Salim, the mawla of ibn Muti that Abu Hurayra said, “We went out with the Messenger of Allah, may Allah bless him and grant him peace, in the yearof Khaybar. We did not capture any gold or silver except for personal effects, clothes, and baggage. Rifaa ibn Zayd presented a black slave boy to the Messenger of Allah, may Allah bless him and grant him peace, whose name was Midam. The Messenger of Allah, may Allah bless him and grant him peace, made for Wadi’l-Qura, and when he arrived there, Midam was unsaddling the camel of the Messenger of Allah, may Allah bless him and grant him peace, when a stray arrow struck and killed him. The people said, ‘Good luck to him! The Garden!’ The Messenger of Allah said, ‘No! By He in whose hand my self is! The cloak which he took from the spoils on the Day of Khaybar before they were distributed will blaze with fire on him.’ When the people heard that, a man brought a sandal-strap or two sandal-straps to the Messenger of Allah, may Allah bless him and grant him peace. The Messenger of Allah, may Allah bless him and grant him peace, said, ‘A sandal-strap or two sandal-straps of fire!’ ”

Tidakkah Malcom X tahu bahwa Muslim Arab gemar menyerang suku2 kafir Afrika dan memperbudak mereka bagaikan ternak: Pedagang budak Arab sedang menggembalakan budak2 negronya.

Image
Penyerangan Muslim Arab terhadap Afrika Timur di tahun 1888. Jumlah kematian karena perdagangan budak Islam di Afrika selama 14 abad mencapai lebih dari 112 juta jiwa.

Lihat nih artikel:
MENGAPA ISLAM TIDAK PERNAH MENENTANG PERBUDAKAN?

Malcolm X adalah tokoh Muslim dari kaum Afrika-Amerika yang berjuang menghapus segala macam diskriminasi lebih-lebih yang menimpa kaum Afrika-Amerika yang sering dikonotasikan dengan kaum negro yang terdiskriminasikan.

BETAPA BODOHNYA MALCOLM X YANG MENGIKUTI AJARAN DAN PERBUATAN MUHAMMAD YANG NYATA2 TIDAK SAJA MENDISKRIMINASI NEGRO TAPI BAHKAN MEMPERBUDAK NEGRO!!

Justru karena namamu itulah, aku jadi ingin tahu. Sekarang ajukan pertanyaan ini pada dirimu:
APAKAH KAU MENENTANG PERBUDAKAN ANTAR SESAMA MANUSIA?
Kalau jawabannya adalah IYA, maka pertanyaan berikut:
MAUKAH KAU MENGIKUTI AJARAN SESAT MENGHALALKAN PERBUDAKAN SESAMA MANUSIA?
Kalau jawabannya adalah: IYA, maka tak heran pula diriku sebab memang begitulah ajaran nabimu. Jangan sok nentang2 perbudakan tapi membela Islam, ya? Itu namanya menipu diri sendiri dan menentang ajaran Allah SWT di Qur’an.

Nah, ini dia lagi masalahnya. Mengapa menyerang terlebih dahulu suku2 yang tidak memerangi Islam? Mengapa memperbudak pria, wanita, dan anak2 yang merdeka, berdaulat, dan bermartabat hanya karena hal itu dihalalkan Allah?
Mengapa Muslim butuh untuk memiliki tawanan perang dan lalu memperbudak mereka segala?
Maukah Muslim diperangi dan diperbudak kafir?
Tentu saja tidak. Karena itu pula, dalam lubuk sanubarimu dan dari tulisanmu sendiri kau jelas telah mengakui bahwa perbudakan adalah perbuatan biadab dan tidak seharusnya dilakukan siapapun, apalagi yang mengaku sebagai Rasul Allah.

Sebenarnya Islam tidak mengakui perbudakan. Atau tepatnya tidak menyetujui perbudakan.

Pengertianmu itu berdasarkan hati nuranimu, dan bukan berdasarkan apa yang diucapkan dan dilakukan Muhammad. Sebaliknya, Islam membudayakan perbudakan. Muhammad mulai mengambil budak2 ketika dia pindah ke Medina dan punya kekuasaan. Islam mengijinkan untuk mengambil budak sebagai “jarahan perang” atau upah berperang. Ini mengakibatkan terjadinya banyak perang2 “jihad” yang dilakukan negara2 dan suku2 Islam untuk menyerang kelompok2 non-Muslim dan menjadikan mereka budak2.

Perbudakan sudah menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan umat manusia.

Demikian juga minuman yang memabukkan, tapi Muhammad mampu melarang Muslim minum khamar yang memabukkan (padahal dia sendiri sering meminumnya). Melarang minum khamar mampu, tapi Muhammad/Allah yang maha kuasa ternyata tidak mampu melarang perbudakan. Hal ini karena Muhammad sendiri butuh budak2 untuk hadiah bagi para Muslim dan bagi dirinya sendiri.

Pada abad ke 7 dari ujung Eropa, seluruh Afrika, hingga India dan China, tak satupun yang bebas budak. Semua umat manusia telah menerapkan sistem perbudakan. Bukan hanya dalam tatanan sosial, melainkan juga terkait dengan masalah moneter.

Sepanjang sejarah, muncul berbagai pemimpin bangsa yang menolak perbudakan, memperjuangkan hak azasi manusia, kesetaraan derajat manusia, seperti contohnya William Wilberforce, Clarkson, Abraham Lincoln, tapi tidak ada satu pun tokoh Muslim yang menentang perbudakan. Hal ini karena menentang perbudakan dalam Islam berarti menentang firman Allah dalam Qur’an.

Pada saat itulah Islam datang dan secara sistematis melakukan menghilangkan perbudakan melalui syariat Islam.

Hampir 100 tahun setelah Presiden Abraham Lincoln mengeluarkan Proklamasi Emansipasi Amerika dan 130 tahun setelah semua budak dalam kerajaan inggris dibebaskan oleh UU parlemen, Saudi Arabia dan Yemen, ditahun 1962, dan Mauritania di tahun 1980, dengan berat hati menghilangkan perdagangan budak legal dari perundang2an mereka. Dan ini terjadi hanya setelah ada tekanan internasional yang hebat. Namun sampai sekarangpun masih banyak terdapat bukti yg dikumpulkan organisasi2 internasional bahwa perbudakan masih juga berlangsung dinegara2 muslim, dengan istilah yang lebih baru lagi. Hal ini bisa dibaca di saksi mata langsung perbudakan dalam Islam yang ditulis di buku2
“Slavery and Muslim Society in Africa”, by Allan Fisher dan “The Slave Trade Today” by Sean O’Callaghan. Para pengarang ini melihat sendiri perdagangan budak2 negro di pasar2 budak di negara pusat Islam yakni Saudi Arabia.

Di dalam Al-Quran kita menemukan beberapa ayat yang menjelaskan hukuman atas pelanggaran tertentu dan bentuknya adalah membebaskan budak.
“maka bayarlah diat yang diserahkan kepada keluarganya serta MERDEKAKAN BUDAK yang beriman” (QS. An-Nisa : 92)

Q 2:92 yang lengkap berbunyi:
Dan tidak layak bagi seorang mukmin membunuh seorang mukmin (yang lain), kecuali karena tersalah (tidak sengaja), dan barang siapa membunuh seorang mukmin karena tersalah (hendaklah) ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) bersedekah. Jika ia (si terbunuh) dari kaum yang memusuhimu, padahal ia mukmin, maka (hendaklah si pembunuh) memerdekakan hamba-sahaya yang mukmin. Dan jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang mukmin. Barang siapa yang tidak memperolehnya, maka hendaklah ia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut sebagai cara tobat kepada Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Apa kau tidak merasa hal yang janggal dari aturan Allah SWT ini? Mengapa musti menunggu sampai ada kejadian Muslim bunuh Muslim terlebih dahulu agar bisa membebaskan budak? Dalam ayat ini budak dianggap sebagai keping2 uang penghapus dosa yang harus dibayar pada Allah. Aneh sekali, bukan? Kalau memang niatnya adalah untuk menghapus perbudakan, ya jangan menyerang suku kafir dan memperbudak tawanan perang, dong. Kan sebenarnya mudah kalau memang punya niat baik untuk menerapkan penghapusan perbudakan?

Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud , tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kaffarat sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau MEMERDEKAKAN SEORANG BUDAK. (QS. Al-Maidah : 89)

Ayat di atas pun sama masalahnya dengan isi Q 2:92 dan Q 58:3 yang menganggap budak hanyalah gundi2 atau keping2 uang yang harus dibayarkan pada Allah untuk menyogok Allah agar dosa Muslim bisa dihapus. Aturan Illahi kok kayak begini?

Orang-orang yang menzhihar isteri mereka, kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan, maka MEMERDEKAKAN SEORANG BUDAK sebelum kedua suami isteri itu bercampur. Demikianlah yang diajarkan kepada kamu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Mujadilah : 3)

Bagaimana jika Muslim2 tersebut ternyata miskin yang tidak punya budak? Bagaimana bisa melaksanakan Q 58:3 jikalau tidak punya budak, padahal ketentuan ini wajib? Apa musti buka pasar budak terlebih dahulu? Bagaimana Q 58:3 ini bisa diterapkan di Indonesia yang tidak mengakui perbudakan sama sekali (beda dengan Islam)?
Orang-orang yang menzihar istri mereka, kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan, maka (wajib atasnya) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami istri itu bercampur. Demikianlah yang diajarkan kepada kamu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Biasanya dalam sistem hukum buatan manusia, kalau ada pelanggaran maka hukumannya adalah penjara yang hakikatnya adalah pengekangan kebebasan. Sebaliknya, pelanggaran dalam Islam justru hukumannya adalah pembebasan seseorang dari perbudakan. Maka tidak ada yang dizalimi, pelaku pelanggaran tidak hilang kemerdekaannya dan budakpun mendapatkan kemerdekaannya.

Kalau begitu sudah jelas bahwa hukum ini dibuat bagi Muslim2 kaya yang punya budak. Muslim miskin yang tidak mampu punya budak, tidak akan sanggup menyogok Allah dengan keping2 uang (budak) agar dosanya diampuni. Yang kaya bisa enak2an saja bikin dosa terus2an karena setiap kali bikin dosa, dia tinggal memerdekakan seorang budak untuk menghapus dosanya. Malah hal ini juga membuat perbudakan semakin subur, karena Muslim kayaraya butuh budak2 itu untuk menghapus dosa.

Hal yang serupa juga terjadi saat ini dengan Muslim2 yang melakukan korupsi besar2an di Indonesia, tapi memakai uangnya untuk naik haji dengan harapan dosanya dihapus semua oleh Allah. Bukankah ini sungguh absurd? Memperbudak saja sudah merupakan pelanggaran hak azasi manusia. Lalu setelah itu menggunakan perbudakan sebagai alat penghapus dosa. Ini jelas lingkaran setan:
1. Islam menghalalkan Muslim memperbudak kafir,
2. Muslim yang melanggar aturan Islam dapat menghapus dosa dengan memerdekakan budak
3. Jika budak sudah habis tapi dosa masih banyak, maka:
Kembali lagi ke nomer 1. Jadi kafir adalah alat bagi Muslim untuk bisa menghapus dosa.

Semua pintu ke arah perbudakan telah ditutup rapat-rapat oleh syariat Islam.

Pintu perbudakan dalam Islam tidak akan pernah tertutup selama ayat2 ini masih berlaku:

Q 33:50
Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu isteri-isterimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba2 wanita yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu.

Q 23:5,6
dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak2 wanita yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.

Ternyata pada kenyataannya, perbudakan dalam Islam di jaman modern masih berkembang pesat, terutama di Afrika. Muhammad sendiri membeli, menjual, memperdagangkan budak. Hal ini pulalah yang ditiru Muslim2 jaman modern seperti ini:
http://en.wikipedia.org/wiki/Slavery_in_Sudan
According to the American Anti-Slavery Group, black Africans in southern Sudan have been abducted for centuries in the Arabian slave trade, but the slave raids by militia armed by the federal government of Sudan increased significantly after the 1989 military coup led by Field Marshal Omar Hassan Ahmad al-Bashir, who is the current president of Sudan.
terjemahan:
Menurut American Anti-Slavery Group, orang2 negro di Selatan Sudan telah diculiki selama berabad-abad untuk perdagangan budak Arabia, tapi penyerangan2 untuk mengambil budak oleh kelompok milisia yang dipersenjatai oleh Pemerintah Sudan meningkat pesat setelah tahun kudeta militer di tahun1989 oleh Omar Hassan Ahmad al-Bashir yang adalah Presiden Sudan saat ini.

Lihat tuh. Apakah yang dilakukan milisia Arab Muslim dan Presiden Sudan itu bertentangan dengan hukum Islam? Bukankah yang mereka lakukan itu persis dengan yang dilakukan Muhammad?

http://www.danielpipes.org/article/2687
Image
Si Homaidan Ali Al-Turki ini mengimport TKW Indonesia dan memperkosa dan memperbudaknya.
kutipan:
Last week, however, the FBI accused the couple of enslaving an Indonesian woman who is in her early 20s. For four years, reads the indictment, they created “a climate of fear and intimidation through rape and other means.” The slave woman cooked, cleaned, took care of the children, and performed other tasks for little or no pay, fearing that if she did not obey, “she would suffer serious harm.”
terjemahan:
Minggu lalu, FBI menuduh pasangan tersebut memperbudak seorang wanita Indonesia yang berusia awal 20 tahunan. Selama empat tahun, seperti yang tertulis dalam laporan, mereka menciptakan “suasanan ketakutan dan ancaman melalui pemerkosaan dan tindakan2 lainnya.” Budak wanita ini harus memasak, membersihkan, mengurus anak2, dan melakukan hal2 lain dengan bayaran rendah atau tidak dibayar sama sekali, dan dia takut jika dia tidak tunduk maka “dia akan sangat disakiti.”

Apakah yang dilakukan si Homa ini dosa menurut Islam? Apakah salah jika dia memperkosa budaknya? Bukankah Qur’an sendiri menghalalkan perkosaan terhadap budak2 wanita?
Q 23:5,6
dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak2 wanita yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.
Muslim tidak perlu menjaga kemaluannya terhadap budak2 wanita yang dia miliki. Si TKW memang tidak mengira dia bakal diperbudak, sebab perbudakan tidak ada di Indonesia yang masyarakatnya lebih berakhlak daripada badui Arab. Tapi si Homa berasal dari masyarakat badui Arab yang barbar, pengikut Muhammad sejati, sehingga dengan leluasa dia menerapkan haknya yang tertulis jelas di Q 23:5,6. Sunnah nabi, lhoo..

PERBUDAKAN DI AFRIKA MODERN:

Sudan
Image
Francis Bok, authorand escaped former Sudanese slave. At the age of seven, he was captured and enslaved during a raid in Southern Sudan. For ten years he was slave to a family that called him “abeed” (black slave). In that time he states that he was neglected and abused, given an Arab name and forced to perform Islamic prayers. (Courtesy Unitarian Universalist Association/Jeanette Leardi)
terjemahan:
Francis Bok, pengarang buku dan dia berhasil melarikan diri dari perbudakan di Sudan. Di usia 7 tahun, dia ditangkap dan diperbudak dalam penyerangan yang terjadi di Sudan Selatan. Selama 10 tahun dia jadi budak di sebuah keluarga yang memanggilnya dengan julukan “abeed” (budak hitam). Di saat itu dia tidak diurus dan ditindas, diberi nama Arab dan dipaksa melakukan sholat.

There has been a recrudescence of jihad slavery since 1983 in the Sudan.
Slavery in the Sudan predates Islam, but continued under Islamic rulers and has never completely died out in Sudan. According to CBS news, slaves have been sold for $50 apiece. [1] In 2001 CNN reported the Bush administration was under pressure from Congress, including conservative Christians concerned about religious oppression and slavery, to address issues involved in the Sudanese conflict.[4] CNN has also quoted the U.S. State Department’s allegations: “The [Sudanese] government’s support of slavery and its continued military action which has resulted in numerous deaths are due in part to the victims’ religious beliefs.”

Setiap budak dijual dengan harga $50 per jiwa. Sungguh murah harga budak di pasar budak Islam modern. Ini jauh lebih murah dibandingkan yang tertulis di Hadis Muslim. Saat itu budak berharga 4.000 dinnar.

Chad
IRIN (Integrated Regional Information Networks) of the UN Office for the Coordination of Humanitarian Affairs reports children being sold to Arab herdsmen in Chad. As part of a new identity imposed on them the herdsman “…change their name, forbid them to speak in their native dialect, ban them from conversing with people from their own ethnic group and make them adopt Islam as their religion.”
terjemahan:
IRIN yang adalah bagian dari Badan Hak Azasi Manusia PBB melaporkan anak2 dijual kepada orang2 Arab di Chad. Sebagai bagian pemberian identitas baru, majikan2 Arab “… merubah nama mereka, melarang mereka bicara dalam bahasa asli, melarang mereka bicara dengan orang2 sesama suku asal dan memaksa mereka masuk Islam.”

Mauritania:
Main article: Slavery in Mauritania
A system exists now by which Arab Muslims — the bidanes — own black slaves, the haratines.[12] An estimated 90,000 black Mauritanians remain essentially enslaved to Arab/Berber owners.[13] The ruling bidanes (the name means literally white-skinned people) are descendants of the Sanhaja Berbers and Beni Hassan Arab tribes who emigrated to northwest Africa and present-day Western Sahara and Mauritania during the Middle Ages.[14] According to some estimates, up to 600,000 black Mauritanians, or 20% of the population, are still enslaved, many of them used as bonded labour.[15] Slavery in Mauritania was finally criminalized in August 2007.[16] Malouma Messoud, a former muslim slave has explained her enslavement to a religious leader:
“We didn’t learn this history in school; we simply grew up within this social hierarchy and lived it. Slaves believe that if they do not obey their masters, they will not go to paradise. They are raised in a social and religious system that everyday reinforces this idea.”
In Mauritania, despite slave ownership having been banned by law in 1981, hereditary slavery continues. Moreover, according to Amnesty International:
“Not only has the government denied the existence of slavery and failed to respond to cases brought to its attention, it has hampered the activities of organisations which are working on the issue, including by refusing to grant them official recognition”. Imam El Hassan Ould Benyamin of Tayarat in 1997 expressed his views about earlier proclamations ending slavery in his country as follows:
“[it] is contrary to the teachings of the fundamental text of Islamic law, the Quran … [and] amounts to the expropriation from muslims of their goods; goods that were acquired legally. The state, if it is Islamic, does not have the right to seize my house, my wife or my slave.”

terjemahan:
Sistem perbudakan sekarang menunjukkan orang2 Arab Muslim (kaum bidan) memiliki budak2 negro yang disebut haratin. Diperkirakan 90.000 negro Mauritania saat ini diperbudak majikan2 Arab/Berber. Penguasa bidan (yang artinya adalah orang2 berkulit putih) adalah keturunan dari Berber Sanhaja dan suku2 Arab Beni Hassan yang datang ke Afrika barat daya dan saat ini Sahara selatan dan Mauritania di jaman Abad Pertengahan. Menurut perkiraan, sekitar 600.000 negro2 Mauritania, atau 20% dari populasi, masih diperbudak, banyak dari mereka yang dipergunakan sebagai pekerja yang bayarannya adalah bagian untuk membeli kemerdekaannya. Perbudakan di Mauritania dilarang di bulan Agustus 2007. Malouma Messoud, bekas budak Muslim menjelaskan perbudakannya berdasarkan pengertian agama Islamnya:
“Kami tidak belajar sejarah di sekolah; kami hanya dibesarkan dalam hirarki sosial ini dan hidup dengan cara itu. Budak2 percaya bahwa jika mereka tidak mentaati majikan2 mereka, maka mereka tidak akan masuk surga. Mereka dibesarkan dalam sistem sosial dan agama Islam dan setiap hari terus-menerus diingatkan akan hal ini.”

Meskipun perbudakan telah dilarang UU di tahun 1981 di Mauritania, warisan budaya perbudakan terus saja berlangsung. Menurut Amnesty International:
“Tidak hanya Pemerintah membantah adanya perbudakaan dan tidak menanggapi masalah ini, tapi mereka juga melawan organisasi2 yang memperjuangkan anti perbudakan, misalnya dengan cara tidak mengakui laporan mereka.
Imam El Hassan Ould Benyamin dari Tayarat di tahun 1997 menyatakan pendapatnya tentang pelarangan perbudakan di negaranya sebagai berikut:
“Hal ini bertentangan dengan ajaran dasar hukum Islam yakni Qur’an… dan jumlah
“[it] is contrary to the teachings of the fundamental text of Islamic law, the Quran … dan pengurangan kekayaan yang dimiliki Muslim, kekayaan yang halal untuk dimiliki. Negara Islam tidak punya hak untuk merampas rumahku, istriku, atau budakku.

Child slave trade
The trading of children has been reported in modern Nigeria and Benin.[21] The children are kidnapped or purchased for $20 – $70 each by slavers in poorer states, such as Benin and Togo, and sold into slavery in sex dens or as unpaid domestic servants for $350.00 each in wealthier oil-rich states, such as Nigeria and Gabon.
terjemahan:
Perdagangan Budak Anak2
Perdagangan budak anak2 dilaporkan terjadi di Nigeria dan Benin. Anak2 diculik atau dijual dengan harga $20 sampai $70 per orang oleh pedagang2 budak di negara2 miskin seperti Benin dan Togo. Mereka dijual sebagai budak di tempat2 pelacuran atau sebagai budak rumah tangga yang berharga $350 per orang di negara2 kaya minyak seperti Nigeria dan Gabon.

Ethiopia
Mahider Bitew, Children’s Rights and Protection expert at the Ministry of Women’s Affairs, says that some isolated studies conducted in Diredawa, Shashemene, Awassa and three other towns of the country indicate that the problem of child trafficking is very serious. According to a 2003 study about one thousand children were trafficked via Dire Dawa to countries of the Middle East. The majority of those children were girls, most of whom were forced to be sex workers after leaving the country. The International Labor Organization (ILO) has identified prostitution as the Worst Form of Child Labor.
In Ethiopia, children are trafficked into prostitution, to provide cheap or unpaid labor and to work as domestic servants or beggars. The ages of these children are usually between 10 and 18 and their trafficking is from the country to urban centers and from cities to the country. Boys are often expected to work in activities such as herding cattle in rural areas and in the weaving industry in Addis Ababa, and other major towns. Girls are expected to take responsibilities for domestic chores, childcare and looking after the sick and to work as prostitutes.

terjemahan:
Mahider Bitew, ahli Hak Azasi dan Perlindungan Anak2 dari Badan Permasalahan Wanita, mengatakan bahwa penelitian2 yang dilakukan di in Diredawa, Shashemene, Awassa dan tiga kota lain di negara itu menunjukkan masalah perdagangan anak sangatlah serius. Menurut penelitian di tahun 2003, sekitar seribu anak2 diperdagangkan melalui Dire Dawa ke negera2 Timur Tengah. Kebanyakan anak2 ini adalah anak2 perempuan, dan sebagian besar dipaksa jadi budak seks setelah meninggalkan negaranya. Badan Buruh PBB (ILO) menetapkan pelacuran sebagai bentuk perburuhan anak2 yang paling keji. Di Ethiopia, anak2 diperdagangkan dalam pelacuran, untuk jadi tenaga kerja gratisan atau bekerja sebagai pembantu atau pengemis.

Niger
In Niger, where the practice of slavery was outlawed in 2003, a study found that almost 8% of the population are still slaves. Slavery dates back for centuries in Niger and was finally criminalised in 2003, after five years of lobbying by Anti-Slavery International and Nigerian human-rights group, Timidria.
Descent-based slavery, where generations of the same family are born into bondage, is traditionally practised by at least four of Niger’s eight ethnic groups. The slave masters are mostly from the nomadic tribes — the Tuareg, Fulani, Toubou and Arabs. It is especially rife among the warlike Tuareg, in the wild deserts of north and west Niger, who roam near the borders with Mali and Algeria. In the region of Say on the right bank of the river Niger, it is estimated that three-quarters of the population around 1904-1905 was composed of slaves.
Historically, the Tuareg swelled the ranks of their slaves during war raids into other peoples’ lands. War was then the main source of supply of slaves, although many were bought at slave markets, run mostly by indigenous peoples.

Sahih Bukhari Volume 4, Buku 63, Nomer 261:
“Delapan orang dari suku ‘Ukil datang kepada sang Nabi dan mereka merasa udara Medina tidak cocok bagi mereka. Karena itu mereka berkata,”O Rasul Allah! Tolong berikan kami susu.” Rasul Allah berkata, ”Aku anjurkan kalian untuk bergabung dengan kelompok unta2.” Maka mereka pergi dan minum air kencing dan susu unta2 (sebagai obat) sampai mereka sehat dan gemuk. Lalu mereka membunuh gembala unta dan melarikan unta2 itu, dan mereka meninggalkan agamanya setelah tadinya mereka adalah Muslim. Pada saat sang Nabi diberitahu hal ini oleh orang yang minta tolong padanya, ia menyuruh beberapa orang untuk memburu para pencuri unta itu, dan sebelum matahari bertambah tinggi, pencuri2 itu dibawa kepada Nabi, dan Nabi memotong tangan2 dan kaki2 mereka. Ia meminta paku2, yang dipanaskan dan ditusukkan ke dalam mata2 para pencuri, dan mereka diterlantarkan di Harra (daerah berbatu di Medinah). Mereka minta air, dan tidak ada seorang pun yang memberi mereka air sampai mereka mati.”

Read More

Agama Islam Mengijikan SEX dgn Budak/tawanan perang


Postby  ali5196 »  Tue Oct 09, 2007 4:21 am

Quran 33:50
Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu isteri- isterimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu …

Post-Coitus, Budak KHUMUS Diapain?
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … hp?t=16665

1. Muhammad Tidak Melarang TINDAKAN COITUS terhadap BUDAK!

MUSLIM, Book 008, Number 3388:
Jabir (Allah be pleased with him) reported: We used to practise ‘azl during the lifetime of Allah’s Messenger (saw). This (the news of this practise) reached Allah’s Apostle (saw), and he did not forbid us.

2. Muhammad Bahkan Mengijinkan dan Menyetujui Tindakan Ali (menantu muhammad) MENG-Coitus Budak dari Khumus (harta rampasan perang hak milik muhammad)

BUKHARI, Volume 5, Book 59, Number 637:
Narrated Buraida:
The Prophet sent ‘Ali to Khalid to bring the Khumus (of the booty) and I hated Ali, and ‘Ali had taken a bath (after a sexual act with a slave-girl from the Khumus). I said to Khalid, “Don’t you see this (i.e. Ali)?” When we reached the Prophet I mentioned that to him. He said, “O Buraida! Do you hate Ali?” I said, “Yes.” He said, “Do you hate him, for he deserves more than that from the Khumus.”
[Hadis] Coitus Interuptus dgn Tawanan Perang
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … hp?t=10480
Dari roman yg disadur dari kisah2 nyata :

Image
Ilustrasi : Tentara Turki siap menjemput wanita2 tahanan perang yg akan dijadikan anggota harem http://www.haremgirlreview.com/pages/chapter19.htm

Image
Pasar Perlelangan Budak di Afrika ! http://www.haremgirlreview.com/pages/ch … laveMarket

Image
Pasar budak : baik lelaki maupun perempuan bisa dijadikan budak seks. Inilah keadilan dlm Islam. Islam tidak membedakan jenis kelamin. :wink:

Image
Pasar lelang budak di Zanzibar paling terkenal dgn budak2 putihnya ! http://www.haremgirlreview.com/white_slave.htm

Image
Tanda Permanen sbg Budak : Lelaki Turki Menandai tubuh Gadis2 Yahudi yg mereka Perbudak http://www.haremgirlreview.com/pages/ch … dingSlaves

Image
Satu Lagi Macam Tanda Budak (sori, bukan om ali mau jorok. Tapi kenyataannya Islam memang membuat Muslim jorok!)

Image
Selamat nak ! Kau naik pangkat, dari tahanan menjadi anggota harem :wink:

Image
Image
Menunggu hukuman ala Islam bagi budak yg melawan majikan
http://www.haremgirlreview.com/pages/ch … Punishment

Atau langsung ditikam saja. Nggak perlu revot !
http://www.illustration-house.com/curre … 2_016.html
Allah Mencela Jika Budak Wanita Tidak Disetubuhi
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … hp?t=23442

aktivis-kuwait-islam-sahkan-budak-sex-so-kuwait-juga-dong-t44971/

Sang mufti mengatakan, “Hukum tentang budak sex syaratnya ada dua: harus ada negara Kristen atau negara yang tidak beragama Islam yang berperang melawan suatu bangsa Muslim. Dan juga harus ada tahanan perang.”

“Ini tidak dilarang Islam?,” saya tanya.

SAMA SEKALI TIDAK. Budak sex TIDAK dilarang Islam!

syeik-mesir-beli-budak-sex-sah-dlm-islam-t44964/

Begitu dibangunnya sebuah pasar budak, yaitu pasar yagn menjual budak dan budak sex, yang di Qur’an disebut milk al-yamin, “yagn dimiliki tangan kananmu” [Qur'an 4:24]. Ayat Qur’an ini masih berlaku dan tidak diabrogasi. Kaum milk al-yamin adalah para BUDAK SEX. Kau pergi ke pasar, melihat budak sex dan membelinya. Ia menjadi istrimu tapi ia tidak perlu kontrak nikah atau sebuah perceraian seperti seorang wanita bebas, iapun tidak perlu wali. SEMUA ahi setuju atas point ini — tidak ada cekcok diantara mereka

Read More

Orang-Orang Afrika Penentang Perbudakan Arab-Muslim

Postby ali5196 » Fri Mar 20, 2009 12:31 am

http://www.geocities.com/nubiancush/sudan.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Josephine_Bakhita

Image
SANTA JOSEPHINE BAKHITA (1869 – February 8, 1947)

Bakhita lahir dari sebuah keluarga petinggi di Olgossa, sebuah desa di DARFUR, Sudan barat. Ayahnya adalah kakak seorang kepala suku. Pada usia 7 ia diculik pedagang2 budak Arab Muslim dan selama 8 thn dijualbelikan 5 kali di pasar2 budak El Obeid dan Khartoum. Trauma penculikannya sampai mengakibatkannya melupakan namanya sendiri dan namanya sekarang adalah nama yg diberikan para pedagang budak (bakhita, kata Arab bagi rejeki). Ia dipaksa masuk Islam.

Bakhita menderita brutalitas amat sangat selama masa perbudakannya. Pada suatu saat, putera majikannya memukulinya sedemikian parah sampai ia tidak bisa bergerak di tempat tidurnya yg terbuat dari rumput. Tapi penyiksaan yg paling berat adalah ketika majikan keempatnya, seorang pejabat militer Ottoman, yg memperlakukannya spt hewan ternak dgn menandakan tubuhnya dgn tatto dan luka2 silet. Dlm otobiografinya dlm bhs Italia, ia mengingat bgm sebuah piring berisi tepung, piring berisi garam dan silet dibawah oleh seorang wanita yg menyilet kulitnya begitu dalam serta mengisi luka2 itu dgn garam dan tepung agar luka2nya permanen. Lebih dari 60 luka2 silet terdapat pada dada, perut dan lengannya.

Pemilik terakhirnya adalah seorang diplomat Italia, Callisto Legnani. Ia diperlakukan dgn baik dan dipekerjakan sbg pengasuh anak temannya, Mimmina Michelis. Th 1888, Bakhita & Mimmina ditititpkan pada biara Canossia di Venezia, sementara keluarga Michielis pindah ke Laut Merah utk urusan dagang. Th 1890 ia dibaptis.

Ketika Michielis kembali utk menjemput mereka, Bakhita ingin tinggal di biara. Signora Michieli memaksanya utk kembali tetapi sekolah Bakhita mengatakan bahwa mengingat pengadilan Italia telah MENGHAPUS PERBUDAKAN jauh sebelum Bakhita lahir (berbeda dgn Muslim yg sampai sekarangpun, abad 21, OGAH menghapus perbudakan), Bakhita tidak bisa dianggap sbg budak di mata negara dan oleh karena itu ia boleh memilih sendiri dimana ia ingin menetap. Bakhita, utk pertama kalinya, bisa menentukan nasibnya sendiri. Ia memilih utk tinggal di biara Canossia. Di biara, ia membantu para biarawati utk menjadi misionaris di Afrika.

Dlm hari2 terakhirnya, ia mengingat2 kembali masa2 pahitnya sbg budak. Ketika tidak sadarkan diri, ia sering berteriak “Ampun … ampun tuan … longgarkan rantai berat ini … beraaaattt …” Josephine wafat February 8, 1947. Ribuan orang datang utk memberinya penghormatan terakhir.

October 1, 2000, ia diangkat menjadi SANTA Josephine Bakhita. Ia dipuji sbg santa Afrika dijaman modern ini, yg menentang perbudakan dan penindasan.
viewtopic.php?f=56&t=31694&p=461619#p461619

Image

Novelis kontroversial Sudan, KOLA BOOF (Foto), terlahir “Naima Bint Harith” di Omdurman, ibu Afrika, ayah ARab Mesir. Orang tuanya di-eksekusi karena menentang perbudakan orang hitam oleh Arab ketika Naima masih kecil. Sbg penulis, Kola Boof mengungkapkan kebencian terhdp Arab dan menolak ISLAM. http://www.geocities.com/nubiancush/sudan.html

Mengomentari perintah Mahkamah INternasional bagi penangkapan presiden Sudan, Al-Bashir, Kola Boof, mengatakan kpd wartawan Pravda:

“SAYA MALU MENJADI ORANG AFRIKA DI THN 2009 ini. FAKTA BAHWA PEMIMPIN2 UNI AFRIKA, 1000 TAHUN KEMUDIAN, MASIH JUGA TERUS MENDUKUNG PERBUDAKAN DAN GENOCIDE, dan fakta bahwa lelaki2 kulit hitam diseluruh dunia TEGA MEMBUNUH IBU2 MEREKA SENDIRI–WANITA2 HITAM PRIBUMI–UTK MENJADI MULATTO, yi ARAB DAN MUSLIM, ADALAH BUKTI BAHWA BANGSA KULIT HITAM TIDAK AKAN PERNAH LAGI MENDAPAT RAHMAT TUHAN. Pengkhianatan kami yg merendahkan nenek moyang kami menunjukkan ludesnya integritas bangsa kami. [...] Pemerintah Khartoum harus ditumbangkan dan pada akhirnya, mau tidak mau, bangsa kulit hitam HARUS MEMUTUSKAN SEMUA HUBUNGAN DGN KALIFAT IMPERIALIS ARAB MUSLIM.”
http://www.islam-watch.org/Jacob/Slaver … -World.htm
Image

Penulis SENEGAL, Tidiane N’Diaye, menerbitkan bukunya dlm bhs Perancis, LE GENOCIDE VOILÉ, Januari 2008. Karyanya ini menanggapi “Genosida Terselubung,” yi perbudakan bangsa Negro oleh Arab-Muslim dari abad 7 sampai 20.

Ini beberapa kutipan:

“Perdagangan budak atas bangsa Negro spt yg dipraktekkan oleh bangsa2 kulit putih diketahui secara lUASSSsss sekali. TAPI, kejahatan terhdp manusia ini sebenarnya adalah CIPTAAN DUNIA ARAB-MUSLIM. Orang2 Arab, Berber, Turki & Persia, memulai praktek biadab ini JAUH sebelum bangsa Eropa memulai perdagangan budak dari Afrika. Selama SERIBU TAHUN, Muslim dagang budak Afrika, dari abad 7 sampai abad 16. Praktek ini bahkan berlanjut sampai ke abad2 19 – 20, lama setelah bangsa2 Barat menghapuskan perdagangan ini.

“Stagnasi demografik, kesengsaraan, kemiskinan, kurangnya kemajuan di benua Afrika, hanya sebagian dari konsekwensi perdagangan biadab ini. Bahkan, perdagangan budak Muslim di Afrika merupakan sebuah RENCANA GENOSIDA terhdp kaum negro. Iini sebuah program ‘pembasmian etnis lewat pengebirian (pemotongan alat kelamin).’ Jadi, mayoritas ke 17 juta oragn Afrika yg dibawa ke dunia Arab-Muslim dijadikan eunuch (jongos2 yg dikebiri) dan menghilang tanpa jejak, tanpa meninggalkan keturunan.

“Kami ingin menegasjab bagian sejarah ini, agar amnesia sukarela manapun tidak akan pernah bisa menyembunyikan fakta historis ttg ‘Genosida Terselubung’ ini.”

Image
Tidiane N’Diaye
http://www.islam-watch.org/Jacob/Slaver … -World.htm

Februari 2009, situs Al-Awan mulai menerbitkan serial artikel berjudul “The Invisible Walls: Racism directed against
Blacks” (Tembok2 Tidak Nampak : Rasisme terhdp bangsa Hitam)
.

7 Maret ; 20 artikel oleh penulis2 ARAB mulai muncul. Salah satunya adalah artikel nomor 17 yg berjudul : “Does Slavery in the Lands of Islam, Originate from within Islam?” (Apakah Perbudakan yg Eksis di Darul Islam, bermuasal dari dalam Islam?) yg dikutip dibawah ini :

الجدران اللامرئية: العنصرية ضدّ السّود(17) هل يتغذّى الرقّ في أرض الإسلام، من الإسلام؟
“Studi ttg perbudakan dlm Islam selalu dianggap sbg tabu; bahkan kaum Orientalis Barat lebih suka menghindari subyek ini. Louis Massignon (1883-1962), Orientalis Perancis terkenal, misalnya, tidak terlalu peduli dgn topik ini. Ia hanya berkutat dgn pemikiran Islam abstrak ketmbang dgn skandal rasisme ala Islam yg masih eksis sampai sekarang !“Ada juga pemikir2 Barat yg mengangkat topik ini spt Robert C. Davis, dgn bukunya berjudul, “Esclaves chrétiens, maîtres musulmans. L’esclavage blanc en Méditerranée (1500-1800)” di th 2006. Karyanya ini khususnya membahas sejarah perdagangan budak Muslim terhdp KRISTEN2 EROPA dari thn 1500 to 1800 oleh majikan2 Muslim mereka.

“Walau ada upaya Muslim utk menutupi fakta historis ini, kelihatannya, penulis2 MUSLIM sekarangpun sudah berani mengangkat subyek ini. Contoh, penulis Perancis-Aljazair, Malek Chebel, menulis ttg Perbudakan dlm darul Islam. Juga penulis Maroko, Mohammed Ennaji dgn bukunya, Le sujet et le mamelouk: esclavage, pouvoir et religion dans le monde arabe. Menurutnya, perbudakan bukan hanya bagian dari warisan kuno, tapi telah mengINFILTRASI sampai ke bagian2 utama sebuah negara Islami dan menguasai cara berpikirnya. Dunia Arab masih terkekang dlm sebuah dunia yg belum menolak perbudakan. Segala macam hubungan selalu dipandang dari sudut konteks majikan – budak.”

Read More

Sudan : Perbudakan Masih Eksis

Postby  ali5196 » Wed Aug 29, 2007 7:03 pm

http://www.balaams-ass.com/alhaj/slaves.htm

Image

Image
Di Madhol, Sudan, setumpuk uang berpindah tangan dari sukarelawan Christian Solidarity International, John Eibner, saat ia membayar $13,200 bagi pembebasan 132 budak. Si Muslim Sudan yg menerima duit segumpal itu malah berani mengatakakan bahwa ia tidak kebagian komisi dlm transaksi ini. Kesemuanya adalah anak2 dan wanita, saat mereka berbaris gemeteran menanti kebebasan, termasuk para ibu2 muda yg diperkosa dgn bayi2 pada punggung mereka.

Sang pemilik budak, Muslim dari Sudan, menjual budak2 itu seakan menjual ternak di pelelangan umum. Akuac Malong, gadis muda dari suku Dinka, hampir bunuh diri. Pemiliknya mencoba mencuci otaknya dgn Islam dan memukuli bahkan membiarkannya kelaparan. Inilah evangelisme ala Islam, persis spt yg diserukan Muhamad dlm hadis.

Slave Trade Thrives in Sudan
Arab Masters Can Do as They Please

http://www.domini.org/openbook/sud80210.htm

http://english.gospelherald.com/article … aves/1.htm

Kristen membebaskan 102 Budak Sudan
Tuesday, Jan. 23, 2007

Organisasi Kristen bekerja sama dgn pemerintah setempat, gereja dan komite2 inter-etnik membantu membebaskan 102 budak hitam di negara bagian Aweil.

Christian Solidarity International (CSI) dari UK mengatakan bahwa budak2 itu kebanyakan bocah2 & lelaki2 muda yg disekap milisia2 Arab-Muslim.

Para budak mengalami kekejaman fisik, psikologis dan pemelukan Islam secara paksa, demikian CSI.

Agor Deng, 16, diperkosa berkali2 oleh pemilik dan teman2nya. Isteri pemilik bahkan mencabuti kukunya. Ia dipaksa utk solat dibawah ancaman mati.

Wanita 45 thn, Achol Loc Wiel, luka2 di kakinya saat berlangsungnya perajahan budak dan dipaksa berjalan ke Sudan Utara dimana ia di gang-rape oleh teman2 pemiliknya. Pemiliknya memaksanya agar meninggalkan Kristen dan masuk Islam.

Garang Akot Wiir, 30, lumpuh di tangan dan kaki kanannya stelah diikat dan dipukuli selama 24 jam karena ketahuan mencoba melarikan diri.

Mereka ini dikembalikan ke desa2 mereka, tempat militia Muslim melakukan aksi penjarahan melawan non-Muslim. Arus perbudakan terus berlangsung walau kedua kelompok bermusuhan menandatangani perjanjian di th 2005. Penyelamatan minggu lalu bertepatan dgn persiapan peringatan 200 thn dihapuskannya perdagangan budak antara UK – Afrika pd thn 25 Maret.
http://news.bbc.co.uk/2/hi/africa/6468097.stm

Penyidikan atas perbudakan di Darfur
By Joseph Winter
BBC News website

Image
Kaum Janjawid mengambil budak ?

Para pengacara di kawasan Darfur mengadakan penyidikan atas laporan adanya penculikan dan perbudakan selama konflik tsb, demikian BBC.

“Fenomena ini terjadi pada skala lebih kecil di utara ketimbang di selatan. Sekitar 11.000 orang diperbudak dlm perang utara vs selatan.

http://en.wikipedia.org/wiki/Sudan
UTARA : mayoritas Kristen & animis
SELATAN : mayoritas Muslim

Image

Militia2 pemerintah pro-Arab, “Murahalin” menaiki kuda dan masuk desa2 disebelah selatan, membunuhi lelaki, memperkosa wanita dan merampok apapun yg mereka temukan serta membakar gubug2.

Daerah yg paling di Sudan Selatan adalah Bahr al-Ghazal – sebelah selatan perbatasan dgn bagian utara yg mayoritas Arab dan tidak jauh dari Darfur Selatan.

Pemerintah Sudan membantah keras bahwa mereka memobilisasi Murahalin dan Janjawid utk meneror penduduk sipil yg dianggap mendukung pemberontak.

Mereka juga menolak adanya budak di Sudan, dan mengganti istilahnya dgn “orang2 yg diculik”. Menurut analis, keduanya sama artinya.

Setelah kelompok setempat mengangkat senjata melawan pemerintah, para kepala suku Arab dikatakan bahwa orang kulit hitam (animis?) ingin merebut tanah mereka dan perlu dilawan. Kaum Arab kemudian diperlengkapi dng senjata yg membawa akibat tragis.

Pengadilan di Khartoum mendengarkan bukti2 bahwa 40 wanita dan anak2 diculik dua tahun lalu dari desa Wadi Saleh oleh Janjawid dan dibagi2kan sbg barang jarahan kpd para perampok.

Image
Ex-slave’s audio slideshow

Pemaksaan agama (Islam) merupakan motivasi dibelakang penculikan orang2 di bagian Selatan – mereka kemudian diberikan nama2 Islam dan dinyatakan sbg Muslim. Namun kata seorang pengacara, “Muslim dilarang memperbudak sesama Muslim.”

BACA: oleh karena itulah si kafir dibagian selatan itu diculik dulu. Baru dia diancam : pilih islam atau jadi budak !! Susah amat sih ! :twisted:
http://debate.org.uk/topics/trtracts/t12.htm

Pertanyaan Mengganggu Tentang Sejarah Islam

Sebagai orang Afrika aku bingung dengan tiadanya riset sejarah yang seimbang yang ditulis orang2 Muslim tentang masyarakat Afrika.
Di Afrika Selatan kita ketahui bahwa seluruh wilayah Sahara seperti Maroko, Libia, Aljeria dan Mesir sampai Sudan dan Ethiopia dulunya adalah Kristen, sebelum Islam masuk dan menghancurkan gereja2 lokal. Mengapa hal ini tidak kita dengar sama sekali dalam literatur Islam?

Juga pikirkan ini: Afrika menghasilkan pemikir2 besar seperti [santo] Augustine dari Hippo (Aljazair), [santo] Clement dan [santo] Athanasius dari Mesir, dan Tertullian dari Carthage (Tunis), sedangkan Ethiopia punya gereja Afrika pertama yang benar2 mandiri dari Eropa. Bahkan, betapa anehnya bahwa di Afrikalah pertamanya dibangung gereja2, JAUH sebelum adanya gereja2 di Eropa, Kanada atau AS. Tapi Dimana sisa2 gereja Afrika itu sekarang ?

Mungkin kita bisa lihat Qur’an untuk mencari jawabnya. Lihat Surat Pedang, Q 9-5:
“maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan …”

Ayat ini cocok dengan pola Islam yang memerangi siapapun yang tidak mau tunduk di bawah Islam, dan hal ini pun dinyatakan dalam Surat Imran, 3:28:

“Janganlah orang-orang mu’min mengambil orang-orang kafir menjadi wali [192] dengan meninggalkan orang-orang mu’min. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah …”

Sejarah Sudan merupakan contoh yang tepat. Sebelum penyerangan Muslim di tahun 1275M oleh kaum Mamluk dari Mesir, Sudan punya tiga negara Kristen mini:

NOBATIA di sebelah utara, dengan ibu kota Qustul,
MAKURIA, dengan ibu kota kota tua Dongola, dan
ALODIA atai ALWA, dengan ibu kota Soba.

Ketiga negara Kristen ini, dari tahun 300M sampai 1500M punya bahasa tulis mereka sendiri, merupakan pusat2 pendidikan tinggi, perdagangan internasional dengan Mesir, Ethiopia dan negara2 Timur Tengah lainnya, dan mengirim misionaris2 ke negara2 Afrika lainnya (see K. Milhalowski,Faras, vol.2, Poland, 1965 for extensive archaeological and historical documentation on these states).

Bahkan orang Arab seperti ibn Selim al-Assuani, merasa kagum ketika dia melihat Soba, dan menggambarkannya sebagai kota yang punya … gedung2 megah, rumah2 besar, gereja2, dan tanah yang menghasilkan buah lebih banyak daripada Makuria … (dan kota itu punya) banyak daging dan kuda2 yang bagus.

Tapi semua ini dihancurkan oleh penyerang2 Muslim di tahun 1275M, dan bukannya oleh penjajah Eropa! Kehancuran yang sama terjadi pula di seluruh Afrika, tapi kita tidak pernah membaca tanggung jawab para Muslim! Mengapa? Rasisme Arab Muslim sama saja memuakkannya dengan kaum Eropa, jadi mengapa kita membiarkan hal ini terus berlangsung?
http://www.assistnews.net/Stories/s06090025.htm
September 5, 2006

Mantan Budak SUDAN menceritakan Penculikan dan Pengalaman Mengerikannya di Sudan Utara
By Mark Ellis
Senior Correspondent, ASSIST News Service

NEW YORK (ANS) – Sbg anak lelaki berusia 9 tahun, ia menyaksikan desanya dibakar rata dan dibunuh habis oleh tentara Sudan. Kurang dari satu tahun kemudian, ia diculik dan diperbudak, dan mengalami kebiadaban mengerikan, sampai ia merasa sbg binatang.

Simon Deng, pendiri Sudan Freedom Walk dan pembicara bagi Kelompok Anti Perbudakan AS (iAbolish.com) adalah putera seorang petani di desa Tonga, yg mengirim anak2nya ke sekolah Kristen. Ia sering diwanti2 orang tuanya akan datangnya tentara2 Arab. “Kalau mereka datang, larilah sekuat mungkin,” ingat Deng. Suatu saat, tatkala ia sedang menjaga ternak kambing keluarganya, ia mendengarkan bunyi gemuruh tank2 buatan Jerman. Ketika tank2 berhenti, tentara berhamburan keluar, dan mulai membakari gubug2 kami, membunuh para lelaki dan mencuri ternak kami.

Deng dan keluarganya berhasil melarikan diri. Mereka mengungsi ke kota yg lebih besar dan lebih aman, Malakal dan menyewa rumah didekat Sungai Nil. Mereka bersahabat dgn keluarga Arab, tetangga mereka, dan anak2 mereka sering bermain bersama2.

Suatu hari, salah seorang lelaki tetangga mengatkan bahwa ia akan ke Sudan Utara dgn kapal uap dan meminta Deng, yg berusia 9 thn itu utk membantu dgn kopor2nya. Setelah semua kopornya dimuat ke kapal, orang itu meminta Deng utk menjaga kopor2nya, karena si lelaki itu harus cepat2 beli sesuatu di pasar.

Deng menunggui kopor2 orang itu dgn setia. Tetapi setelah beberapa saat, kapal itu tiba2 meninggalkan pelabuhan dan orang itu tidak kunjung tiba juga. Deng ketakutan dan mulai menangis. Beberapa menit kemudian—saat kapal di laut lepas—si pemilik kopor tiba2 muncul dan mencoba menenangkan Deng.

“Jangan nangis … susah utk menghentikan kapal ini,” katanya. “Nanti kita turun di tujuan akhir di Utara dan mengambil kapal utk mengantarmu kembali ke Selatan,” begitu janjinya.

Ternyata ia dibohongi ! Ketika kapal melabuh di Kusti, Deng melihat bahwa tiga 3 anak2 lain juga diculik oleh orang ini. “Ia membawa kami ke desanya dan saat kita tiba, semua orang bahagia bahwa ia datang dari selatan dan MEMBAWA BUDAK !” kata Deng.

Deng dan ketiga anak2 lain itu bingung dan tidak mengerti apa gerangan yg terjadi. Ia diberikan ke salah satu keluarga si lelaki itu sbg hadiah. “Sejak saat itu, saya tidak lagi melihat lelaki itu dan inilah permulaan mimpi buruk saya.”

Setelah penculiknya menghilang, keluarganya itu mencoba menjelaskan realitas baru ini dan Deng pun mulai menangis. Siapa sih mau jadi budak ? Utk menghentikan tangisannya, ia dipukuli secara bertubi2. Lalu mereka menunjukkan foto orang tanpa kaki, utk memperingatkan saya apa yg akan terjadi kalau suatu saat saya mencoba melarikan diri. Mereka akan menangkap saya dan memotong kaki2 saya, persis spt orang di foto itu.

Ancaman, pukulan dan terror menjadi senjata intimidasi. “Jika mereka memanggil saya dan tidak mengatakan ‘YA’ dgn keras, saya dipukuli,” kata Deng. “Saya harus mengatakan YA kpd semuanya; saya lupa bgm mengatakan ‘tidak.’”

Salah satu kewajibannya adalah mengambil air dari Sungai Nil. “Saya melakukan pekerjaan yg biasanya dilakukan seekor keledai. Saya adalah orang yg pertama bangun, dan terakhir tidur.”

Ia tidak diijinkan makan dgn keluarga itu.. ia harus tunggu sampai mereka selesai, dan kalau ada sisa2 makanan, ia bisa makan. Itulah santapannya setiap hari. Kalau tidak ada sisa, ia tidak makan.

Saya sampai makan rumput yg mereka berikan kpd ternak mereka. Saya diperlakukan lebih buruk dari ternak,” Deng mengingat. “Saya harus membersihkan kandang ternak dan karena saya tidak diberi kamar tidur, saya harus tidur di kandang ternak.”

Selain perlakuan keji ini, pemiliknya mengatakan, “KALAU KAU INGIN DIPERLAKUKAN SBG MANUSIA, KAU HARUS MASUK ISLAM DAN GANTI NAMA ke NAMA ARAB. Baru kau akan jadi putera kami.”

Ia takut mengatakan tidak. “Saya mencoba menunda dan mencuri2 waktu,” katanya. Masuk agama mereka benar2 membuatnya ngeri. “Utk apa saya mau jadi Muslim dan menjadi putera mereka kalau saya masih punya ibu yg manis dan ayah dan kakak2 dan adik2 ?” ia bertanya pada diri sendiri.

Selama TIGA tahun ia diperbudak dan keluarga barunya ini pindah ke kota lebih besar di Kusti agar putera2 mereka bisa masuk SMA. Suatu hari di pasar, Deng melihat 3 orang yg ia kenali berasal dari suku dan desa asalnya di selatan : suku Shilluk.

Pendek kata, ketiga orang Shilluk itu tidak percaya ia benar2 diperbudak dan berjanji kembali keesokan harinya utk kembali. Dan memang betul, keesokan harinya mereka kembali, membawa orang keempat bernama Ajack ; TEMAN AYAH DENG ! Mereka kegirangan dan menangis. “Kami semua menyangka kau mati,” katanya. “Ayahmu menawarkan 10 kerbau sbg hadiah bagi setiap orang y gbisa menemukan dirimu. Setelah 2 tahun kami asumsi kau sudah mati.”

Mereka memang harus berhati2, karena kalau ketahuan si pemilik budak, Deng akan dibawa ke tempat dimana mereka tidak lagi bisa menemukannya. Si Ajack, kemudian menyelundupkan Deng ke perahu, dimana ia bereuni kembali dgn keluarganya.

“Kita semua menangis bahagia. Ketika pertama kami saya melihat adik2 dan kakak2 saya, persis bagaikan shock,” katanya. “Ini spt mukjizat.”

Pada masa remajanya, Deng menjadi juara renang nasional dan bekerja di Parlemen Sudan, Kemudian ia imigrasi ke AS, dimana ia mulai bekerja sbg penjaga pantai di Coney Island. Bulan Maret 2006, ia memulai the Sudan Freedom Walk sbg cara utk mempublikasikan ketidakadilan yg berlanjut di Sudan. Pd Freedom Walk ini, ia melancong 300 mil dari markas PBB di New York ke Gedung Capitol di Washington D.C., dan mengadakan pertemuan khusus dgn President Bush di Gedung Putih.

“Thn 1983, JIHAD dinyatakan di Sudan Selatan melawan siapa saja yg tidak mau tunduk pada Hukum Islam,” kata Deng. “Dua juta orang Sudan Selatan DIBANTAI dan 7 juta orang menjadi pengungsi,” katanya, yg menciptakan krisis humaniter yg belum pernah terjadi.

Deng menuding press Barat karena tidak meliput krisis lebih dini. “KARENA ARAB MEMBANTAI KAFIR ATAS NAMA ISLAM, TIDAK ADA YG BERANI BUKA SUARA,” kecam Deng. “Missi mereka adalah merajah ternak, bunuh wanita dan lelaki, baker desa2 dan ambil anak2 kecil utk dijadikan budak. Bahkan sesama Kristen tidak mau membicarakannya. Orang takut dituduh anti-Islam atau anti-Arab.”
Kami dibantai karena kami Kristen,” katanya.

Walau perjanjian damai sudah ditandatangani antara Sudan Selatan dan Utara pada bulan January 2005, perang masih juga berlangsung di kawasan Darfur, dimana militia2 Arab yg bersekutu dgn bagian utara melakukan ETHNIC CLEANSING.

“Sampai sekarangpun ini masih berlangsung,” kata Deng. “MEREKA INGIN AGAR SEMUA ORANG MENJADI MUSLIM,” katanya.. “Sbg manusia, kami tidak bisa bungkam kalau kejahatan berlangsung didepan mata kami. Bgm saya bisa hidup menikmati kebebasan dan tidur setiap malam dgn aman saat desa2 kami masih juga dibakar, wanita2 masih juga diperkosa dan anak2 diperbudak ?”

————————————–
Mark Ellis is a Senior Correspondent for ASSIST News Service. He is also an associate pastor in Laguna Beach, CA. Contact Ellis at markellis4@cox.net
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … sc&start=0

Image
Image

Image

Image

Image
SUDAN: 232 Budak dibebaskan dari tangan Islam, selengkapnya dibawah ini
http://www.jihadwatch.org/archives/026346.php#respond
http://news.prnewswire.com/DisplayRelea … 765&EDATE=

Read More

PAKISTAN: Penjualan budak anak2 Kristen

Postby   ali5196 » Fri May 26, 2006 12:56 am

www.barnabasfund.org
www.helppakistanchildren.org

25 May 2006
TERUNGKAP – PENJUALAN ANAK2 KRISTEN PAKISTAN SBG BUDAK MEMBIAYAI ISLAM MILITAN

Gul Khan, pemimpin organisasi kelompok Islam militan di Pakistan, membiayai aktivitasnya lewat penjualan anak2 Kristen kedalam perbudakan ! Anak2 berusia antara 6 dan 12, diculik dari rumah mereka dari desa2 terpencil Kristen di Punjab dan dikerangkeng dlm keadaan mengenaskan dan dijual seharga kira2 $1,700 sbg budak sex atau pembantu. Mereka disiksa secara fisik, dipukuli secara keras dan hanya diberi makan sehari sekali dan diperintahkan utk tidak berbicara, bermain atau berdoa.

Perdagangan ini dibongkar oleh 2 misionaris Kristen (Pakistan & AS) yg memiliki foto2 anak2 lelaki yg sedang dijual di sebuah pasar di Quetta, ibukota provinsi Baluchistan.

Para misionaris mengadakan rencana utk membebaskan mereka dgn berpura2 sbg businessman dari Lahore yg ingin membeli 2 budak lelaki. Bukan hanya mereka berhasil membeli 20 anak lelaki dan mengemablkaikan mereka ke rumah merkea, tetapi mereka juga merekam adegan Khan, sang penjual budak, menerima uang bagi 17 lelaki.

HUBUNGAN TERORIS

Khan adalah anggota senior Jamaat-ud Daawa (JUD), organisasi yg berhubungan dgn Al-Qaeda. AS menyatakan JUD sbg front bagi kelompok teroris Lashkar-i-Toiba yg dilarang di Pakistan dan Inggris. Tapi JUD populer di Pakistan karena memberikan perawatan kesehatan dan pendidikan gratis bagi penduduk miskin.

JUD dan Al-Qaeda bersama2 mencoba membunuh presiden Pakistan, Pervez Musharraf th 2003. Pemimpin JUD, Hafez Muhamed Sayeed dituduh mencetuskan huru hara di Pakistan sehubungan dgn penerbitan kartun Denmark ttg Muhamad.

Walaupun bukti terhdp Khan sangat kuat, polisi menganggap kelommpok2 spt JUD terlalu berat utk ditangani. Sejauh ini tidak pernah dilakukan penyelidikan.

“Terungkapnya perbudakan anak2 Kristen utk membiayai terorisme Islam memang manifestasi ekstrim terhdp diskriminasi dan opresi terhdp Kristen di Pakistan,” kata Dr Patrick Sookhdeo, direktur internasional the Barnabas Fund. “Ajaran murni Islam ttg pemberian status warga kelas dua kpd non-Muslim (yg disebut DHIMMI) menciptakan warga Muslim memusuhi warga minoritas Krsiten yg menjadi obyek diskriminasi sehari2, ketidakadilan dan penghinaan. Situasi ini diperuncing oleh masalah kasta dan kemiskinan.

Saya berharap polisi akan berupaya memeriksa kasus ini tetap spt biasanya, polisi sendiri merasa di-intimidasi oleh gerakan Islamis di Pakistan.”

Dr Sookhdeo is the author of a historical study entitled “A People Betrayed: The Impact of Islamization on the Christian Community in Pakistan”. For details of how to purchase this book, please contact
sales@barnabasbooks.org
http://www.helppakistanchildren.org/story.htm

Cerita lengkapnya telah diterjemahkan oleh curious dibawah ini. Thanks curious ! i am doing this one.
http://www.helppakistanchildren.org/story.htm

The Story

Ketika melakukan research untuk kunjungan saya yang kedua kalinya ke Paskitan, saya menemukan sebuah artikel di internet yang merupakan cerita dari sumber pertamanya tentang pelelangan budak di Jamrud, sebuah kota di propinsi perbatasan barat laut Pakistan. Artikel itu mengungkapkan tetek-bengek perdagangan budak dan menjelaskan dengan detil-detil mengerikan tentang penjualan seorang gadis muda dari Afghanistan, yang berdiri telanjang di depan segerombolan laki-laki, yang nantinya akan dikirim ke harem di Timur Tengah atau tempat pelacuran di Karachi. Baca artikelnya di sini ( http://www.ipoaa.com/pakistan_slave_trade.htm )

Ketika aku telah tiba di Jamrud awal tahun ini, aku membahas artikel yang memiriskan hati itu dengan perwakilan Pakistan kami, Amir, dan bertanya padanya apa mungkin kami bisa membeli beberapa anak yang sudah dinasibkan untuk dilelang dan mengembalikan mereka kembali kepada keluarga mereka. Dia menjawab akan berusaha sebaik mungkin, asalkan aku memang bersungguh-sungguh. Aku bilang iya. Aku tidak tahu betapa seriusnya dia tentang ide itu, dan sejauh mana aku akan terlibat.

Beberapa minggu kemudian, Amir mengirim e-mail yang menceritakan bagaimana dia telah menyelupi jaringan perbudakan. Dengan menggunakan identitas palsu dan berpura-pura sebagai seorang businessman yang ingin mendapatkan anak laki-laki untuk jaringan pengemisnya, dia bertemu dengan para penjual budak dekat Quetta di provinsi Baluchistan, tidak jauh dari perbatasan Afghanistan. Mereka menunjukkan foto-foto inventory (stok) mereka – dua puluh anak laki-laki yang mereka culik dari rumah-rumah Kristen. Hati nurani Muslim-muslim init tidak membolehkan mereka menculik anak-anak Muslim, hanya anak-anak kafir. Dia memberitahu aku bahwa dia telah memilih tiga anak laki-laki, yang menurutnya adalah keputusan yang sangat sukar dibuat. Dia tahu bahwa para penjual bbudak bisanya menjual anak-anak kepada orang-orang yang membeli mereka untuk menggunakan bagian tubuh mereka, untuk pelacuran dan untuk penyelundup narkoba yang akan menanamkan narkoba di badan mereka dengan operasi supaya tidak dapat dilacak di perbatasan. Mereka juga memjual anak-anak yang lebih kecil kepada orang Arab yang menggunakan mereka sebagai pengendara onta. Di akhir e-mailnya, dia memberitahu harga yang telah ditawarnya — $5,000. Ini sudah sangat murah, katanya, karena satu ginjal berharga $1,700 di pasaran gelap. Penjual budak mengaku biasanya menjual anak-anak seharga $3,000 per orang. Sepertinya kami telah menerima potongan harga karena membeli banyak.

Amir memberitahu aku bahwa penjual budak telah mengungkapkan bahwa mereka ada hubungannya dengan satu organisasi Islam bernama “Jamet-al-Dawa” yang aku tidak pernah dengar sebelumnya. Dia memberi aku alamat situs mereka ( http://www.jamatuddawa.org/English2/index.htm ). Mereka mengaku sebagai Muslim yang murni yang melakukan pekerjaan kemanusiaan dan berjuang untuk membangun Islam murni. Mereka melawan terorrisme, kata mereka.

Amir telah berjanji kepada penjual-penjual budak itu akan membayar dalam 60 hari, yaitu waktu aku akan kembali berada di Pakistan. Jadi transaksinya sudah terencana.

Tentu saja aku bergulat dengan etika rencana Amir itu. Aku tahu membeli tiga anak kecil akan menyelamatkan tiga nyawa, tapi itu juga akan menyuburkan sistem perbudakan. Uang muka untuk ketiga anak itu telah dibayar. Mestikan aku mengirim surat kepada Amir untuk mengundurkan diri?

Aku memutuskan untuk meneruskan rencana kami untuk menyelamatkan ketiga anak laki-laki itu.

Amir dan aku membahas beberapa rencana untuk mengadili para penjual budak. Aku segera tahu dari diskusi kami itu bahwa keadilan tidak gampang diperoleh di Pakistan. Polisi dan hakim-hakim biasanya menerima korupsi. Kami perlu punya “bukti konkrit” untuk mengadili penjual budak. Kami perlu buktinya dalam bentuk film.

Kami memutuskan untuk memasang kamera wireless yang tersembunyi pada tubuh Amir supaya dia bisa merekam pertemuannya dengan penjual budak. Jika Amir bisa mereka buka kartu tentang business mereka dan menunjukkan sekali lagi album photo inventori mereka, bukti-bukti itu bisa dia bawah kepada pihak berwajib (semoga saja ada orang yang bisa dipercayai). Jadi aku beli satu kamera wireless murahan yang aku bawa ke Pakistan bulan berikutnya. Alat seperti itu bisa dibeli dengan mudah di internet dari perusahaan yang menjual peralatan mata-mata.

Kami berhasil mengumpulkan uang $5,000 dari teman-teman ministry kami, dan aku segera kembali ke Pakistan. Aku ajari Amir cara memakai kamera wireless itu. Tapi kami akhirnya memutuskan untuk tidak menggunakannya, karena jarak penyiarannya terbatas. Receiver (alat penerima signal) harus di dalam 50 kaki dari kameranya untuk menangkap signal. Jadi receiver itu mesti berada di sekitar 50 feet dari Amir, yang akan susah dilakukan jika dia bertemu dengan penjual budak di beberapa lokasi.

Belakangan pada hari yang sama Amir menerima telepon yang memberitahu dia di mana dia dapat bertemu dengan para penjual budak. Ketika kembali dari pertemuan itu, dia melaporkan telah membayar mereka $5,000 dan mereka berjanji akan menelpon dia lagi besoknya untuk memberitahu dia di mana anak-anak itu dapat diambil. Hatiku hancur. Aku bilang kepada Amir, aku takut mereka akan membawa lari uang kami dan sekarang sedang mentertawakan kami. Dia menyuruhku untuk tidak khawatir, karena mereka orang-orang suku Pashtun, dan karena itu selalu jujur dalam menjalankan business mereka. Aku tidak begitu terhibur mendengarnya.

Amir juga punya berita menarik. Dia telah berhasil mendapatkan foto-foto 17 anak lelaki lainnya yang akan dijual. Aku tanya dia bagaimana caranya membujuk penjual budak untuk memberinya foto-foto itu. Dia bilang dia telah berjanji akan membeli mereka semua, dan telah memberi penjual budak uang muka sebanyak $2,500! Ini benar-benar berita baru bagiku, karena kami belum pernah mendiskusikan pembelian anak-anak lainnya. Tetapi ketika dia menunjukkan foto-foto ke 17 anak lainnya, hatiku setuju dengan apa yang telah dilakukannya. Ke 17 anak itu akan dijual kepada orang-orang yang akan mempergunakan mereka untuk tujuan yang barangkali akan mematikan mereka.

Sadar betapa banyaknya duit yang diperlukan untuk membeli 17 anak, aku bertanya pada Amir, “Darimana duitnya?” Jawabnya, “Tuhan akan memberi.” Aku bilang, “Maksudmu, Tuhan akan memberi melalui aku, kan?” Dia tertawa. Amir telah berjanji akan membeli ke 17 anak itu dalam dua bulan. Aku yakin saat itu juga bahwa kami harus melakukan segalanya yang kami bisa untuk menghentikan para penjual budak itu, karena kami akan menyelamatkan nyawa dua puluh anak laki-laki yang kemungkinan besar akan digantikan oleh dua puluh anak lainnya.

Benar juga, malam berikutnya ada telepon masuk. Amir lari keluar dari rumah tempat kami tinggal, dan kemudian kami pun bersama tiga anak kecil tidak bertelanjang kaki, kotor dan bau, berumur 6, 8 dan 9 tahun, yang takut setengah mati terhadap apa yang akan kami lakukan kepada mereka. Pada mulanya mereka tidak mau bicara, dan untuk membujuk mereka memberitahu nama mereka saja setengah mati. Akhirnya kami tahu mereka telah diculik antara 3 dan 6 bulan sebelumnya. Sejak itu, mereka ditempatkan di kamar yang panas dan tidak berjendela siang dan malam bersama 17 anak lainnya. Mereka hanya diizinkan keluar kamar untuk buang air di halaman, dijaga oleh dua orang lelaki yang sering bermain kartu. Mereka diberi makan sekali sehari dan sering dipukul tanpa alasan. Mereka dilarang berbicara satu dengan lainnya, dilarang berdoa, dan akan dipukul kalau berani melakukannya. Mereka tidur di lantai. Mereka tidak dapat berbuat apa-apa selain berbaring dalam kegelapan… selama berbulan-bulan.

Perlahan-lahan kami akhirnya bisa memenangkan hati anak-anak tersebut dengan senyuman, makanan enak, rangkulan dan mainan. Kami bawa mereka untuk tinggal di rumah Amir. Dalam beberapa hari saja mereka sudah kami kembalikan berkumpul dengan keluarga mereka lagi, tidak jauh dari Lahore, hanya sekitar 20 menit dari kantor pusat Jamat-al-Dawa. Aku menyaksikan saat-saat bahagia itu ketika harapan yang telah punah dihidupkan kembali. Aku lalu pulang kembali ke U.S., bersemangat untuk melaporkan keberhasilan kami dan berharap akan mampu mengumpulkan $28,500 – jumlah yang besar sekali bagi ministry kecil kami – untuk membeli ke 17 anak lainnya dalam waktu kurang dari dua bulan lagi.

Amir dan aku banyak berdiskusi tentang rencana untuk menghentikan penjual budak itu. Kami menyakinkan penyumbang-penyumbang proyek itu bahwa itulah rencana kami. Amir terus berhubungan dengan pihak kepolisian tertinggi di kotanya. Polisi bekerjasama dengan dia dan mereka telah membuat rencana untuk menangkap penjual budak itu setelah transaksi kami berikutnya, begitu ke 17 anak-anak itu selamat di tangan kami. Dlaam enam minggu menuju hari jual0beli, dua orang polisi berpangkat tinggi pergi ke Quetta bersama Amir dua kali, berpura-pura menjadi pengawal Amir, untuk bertemu dengan penjual-penjual budak itu.

Namun aku sedih mendengar bahwa para polisi takut bahwa walaupun mereka menangkap penjual-penjual budak itu, organisasi yang mempekerjakan mereka dapat menyuap untuk membayar kebebasan mereka. Lalu nyawa para polis dan keluarga mereka akan terancam bahaya. Mereka juga menghendaki bukti nyata dalam film, yang jika ditunjukkan kepada pihak media dan masyarakat, akan memaksa hakim-hakim untuk bersikap adil. Lalu para penjual budak akan dihukum gantung karena kejahatan mereka itu.

Karena masalah dengan keadilan di Pakistan ini, polisi lebih suka rencan untuk “tembak semua” (penjual budak) segera setelah transaksi terjadi, rencana yang aku tidak dapat aku setujui. Tapi masih aku beritahu Amir, jika penjual-penjual budak itu memulai perang senjati ketika polisi mencoba menangkap mereka, aku tidak akan menyesal mendengar mereka mati.

Untuk mengumpulkan bukti nyata yang tampaknya kami perlukan itu, kami membeli satu kamera lagi, tapi yang ini bukan wireless. Kamera itu dihubungkan dengan alat perekam video, dan keduanya disembunyikan pada badan Amir. Semuanya akan terekam dalam SD memory chip yang kecil.

Pada saat itulah aku dihubungi oleh……, seorang produser flim dari New York, yang telah mendengar apa yang akan kami lakukan dari seorang produser lainnya yang pernah bertemu dengar Amir ketika dia sedang melakukan tugas kemanusiaan di daerah gempa bumi di Pakistan. Dia telah menghubungi ……, seorang koresponden urusan luar negeri senior untuk Sunday Times di London, yang tertarik pada cerita kami. Setelah bersurat-suratan dengan keduanya, mereka memutuskan untuk pergi bersama kami ke Pakistan di bulan May. Tetapi pada akhirnya hanya………… yang dapat pergi, karena ada keluarga … yang sakit parah.

Aku tiba lagi di Pakistan di awal bulan May. Kali ini penjual budak setuju untuk membawa ke 17 anak laki-laki itu dari Quetta ke Provinsi Punjab di mana kami berada. Dengan begitu kami tidak perlu bersusah-susah dan mengeluarkan biaya pengangkutan mereka yang begitu jauh. Kami juga meminta transaksi langsung, jadi penjual budak akan pulang membawa uang dan Amir akan pulang membawa 17 anak laki-laki. Dengan begitu, polisi yang akan menyaksikan transaksi dapat menangkap penjual budak secepatnya. (Dan kami akan mendapatkan kembali uang $28,500 dengan segera.)

Kami juga memutuskan bahwas salah seorang body guard Amir akan mengenakan kamera. Dengan begitu, si body guard bisa berdiri cukup jauh untuk menangkap wajah-wajah orang yang terlibat dalam transaksi itu, bukan hanya foto-foto close up yang tidak berguna. Kami uji coba kameranya berkali kali untuk memastikan semuanya berfungsi dan memastikan Amir tahu cara penggunaannya.

Amir telah mendengar dalam pertemuan sebelumnya dengan para penjual budak bahwa mereka juga telah menculik 13 anak perempuan. Bahkan ada calon pembeli yang akan datang dari England, yang akan menggunakan mereka untuk menyelundupkan obat terlarang yang akan dimasukkan ke dalam badan mereka secara operasi. (Ini bisa berarti dia punya orang dalam di Kedutaan Besar Inggris di Pakistan, yang akan memberi visa bagi ke 13 anak-anak perempuan itu, dan “orang tua courier” mereka untuk pergi ke England dengan mereka.)

Kami sadar setelah cerita ini diterbitkan di Sunday Times (seminggu setelah kejadian), penjual-penjual budak mungkin sudah melakukan segalanya yang diperlukan untuk menghilangkan bukti-bukti kejahatan mereka, dan ketiga belas gadis-gadis itu akan lenyap untuk selamnya. Jika mereka akan diselamatkan, kami hanya punya sedikit kesempatan, jadi kami memutuskan akan menawarkan membeli mereka juga. Amir menelpon penjual budak dan memberi tawaran yang diterima mereka. Kami tahu setelah artikel the Times yang diterbitkan pada tanggal 21 May itu, mereka mungkin tidak akan berpikir untuk menambah inventori lagi, dan pembeli dari England itu mungkin akan berubah pikiran. Aku segera mengirim e-mail kepada konstituensi kami, mengabarkan kesempatan kami untuk membeli 13 anak perempuan tersebut, dan meminta bantuan keuangan. Dalam beberapa hari, kami mendapat uang yang kami perlukan, walaupun penjual budak sudah menaikkan harga menjadi $2,000 per orang.

Ketika penjual budak akhirnya menelpon kami untuk memberi tahu waktu dan tempat penjual belian ke 17 anak laki-laki itu, kami sedikit terkejut. Kami pikir transaksi akan terjadi malam hari, tetapi telepon mereka datang pada pukul 11 pagi. Waktu pertemuan ditetapkan pukul 2 sore di tempat yang 2 jam jauhnya dari tempat kami. Kami hanya punya waktu 1 jam sebelum Amin harus berangkat. Dia segera menghubungi pihak kepolisian yang lalu bergerak ke tempat pertemuan. Enam orang ditempatkan dengan telepon genggam dekat tempat pertemuan. Mereka menyamar menjadi pekerja-pekerja. Begitu transaksi terjadi dan anak-anak diserahkan kepada Amir, mereka akan menelpon polisi lainnya yang tidak begitu jauh, yang akan membuntuti penjual budak dan menangkap mereka.

Kami juga cepat-cepat merakit kamera satunya lagi untuk diuji terakhir kali. Tapi kamera itu tidak berfungsi. Aku panik, menekan tiap tombol dan mencoba mencari tahu bagian mana yang rusak. Setelah sepuluh menit, aku menyerah. Kamera yang tampaknya merupakan bagian terpenting dalam usaha kami ini, telah rusak. Tetapi tiba-tiba tanpa alasan kamera itu hidup lagi. Amir lalu pergi menuju ke pintu, mengingatkan aku pada janjiku untuk merawat keluarganya jika ia tidak kembali. Aku tahu jika penjualppenjual budak itu menemukan kamera di badan body guard Amir, Amir dan body guardnya akan ditembak mati. Karena itu, aku telah mencoba membujuknya untuk tidak mem-film traksaksi itu dan meninggalkan kamera. Tapi dia berkeras ini perlu sekali jika kami mau mendapatkan bukti yang diperlukan untuk mengadili para penjual budak.

Amir pergi sekitar tengah hari. Kami menunggu-nunggu dan memelototi jam. Kami berdoa, lalu memelototi jam lagi. Berjam-jam telah lewat. Kami pikir kami sudah pasti akan mendengar dari dia sekitar jam 4 sore, dua jam setelah transaksi. Tapi tidak ada telepon darinya. Dengan berlalunya jam, kami terus mencari alasan mengapa semua ini memakan lebih banyak waktu. Kami terus ngomong-ngomong dengan istri Amir supaya dia tidak terus berpikir tentang suaminya. Setelah jam delapan, aku berusaha keras untuk menyembunyikan keputusasaanku. Kami duduk diam di bawah panasnya atap rumah Amir. Aku membayangkan dia berbaring mati di pinggir jalan dengan satu lubang peluru di kepalanya. Aku benci diriku sendiri karena membiarkan dia berkeras mem-film transaksi itu. Dan aku diam-diam mengutuk korupsi di sistem peradilan di Pakistan yang membuat kamera itu sangat penting. Mengapa tidak cukup bagi polisi untuk menyaksikan transaksi itu dan menangkap penjual budak dengan uang kami? Kami terus menunggu. Akhirnya pada pukul 9 malam kami memutuskan untuk menelpon telepon genggam Amir. Tidak ada jawaban. Telepon nya dimatikan.
Akhirnya pada pukul 9.30 malam, Amir tiba-tiba muncul di atas tangga yang menuju ke atap rumahnya. Kami melonjat menyambutnya, tertegun, tetapi penuh rasa lega. Setelay peluk-memeluk dan mengucap halleluyah, kami duduk mendengarkan ceritanya.

Ketika dia sampai di tempat pertemuan di jalan terpencil, dia pun menunggu. Enam orang polisi telah berada di sana dan berpura-pura sebagai pekerja yang sedang bekerja di ladang. Tampaknya para penjual budak pun menjaga-jaga memastikan tidak ada jebakan.
Amir mengharapkan truk akan segera sampai dengan 17 anak laki-laki. Tetapi setelah satu jam masih juga belum muncul. Akhirnya seorang lelaki berjalan menuju mobilnya, masuk ke dalam mobil, dan menyuruhnya mengikuti perintahnya. Lelaki itu mengarahkan dia sepanjang jalan terpencil itu, di mana jarang sekali terlihat ada mobil, dan dikelilingi ladang-ladang yang baru dipanen. Tidak mungkin polisi bisa mengikuti mereka tanpa diketahui. Jadi Amir harus bekerja sendiri.

Dia diperintahkan untuk berhenti di depan kantor polisi di sebuah dusun kecil. Lelaki yang memberi arah itu lalu keluar dan digantikan seorang lelaki lain. Dia lalu mengarahkan Amir lebih jauh lagi ke pedalaman, ke sebuah lapangan terpencil. Di sanalah para penjual budak sedang menunggu, kira-kira lima belas orang lelaki, semuanya bersenjata lengkap. Pemimpin para penjual budak itu, Gull Khan, duduk di sebuah bangku dan salah seorang pengikutnya memijat pundaknya dari belakang.

Karena tidak ada waktu untuk menjemput polisi yang sebelumnya berpura-pura sebagai body guardnya, Amir membawa seorang supir dan seorang lelaki muda berbaju kotor yang tampaknya tidak menakutkan, yang berpura-pura sebagai seseorang yang mungkin datang untuk membersihkan kaca jendela mobil atau mengganti ban. Amir telah memasang kamera di badannya, yang sekali lagi tidak berfungsi pada awalnya tetapi berfungsi lagi begitu diperlukan. Ketika menonton video dari kamera tersembunyi itu, kami melihat juru kamera itu telah melakukan perkerjaannya dengan bagus sekali, memfilm semua nya yang terjadi. Dia berdiri cukup dekat, sehingga suara-suara dapat terdengar jelas. Amir dan lelaki muda itu tidak diperiksa badannya sama sekali seperti dalam pertemuan sebelumnya, mungkin karena Amir memakai baju olahraga yang ketat, dan lelaki muda itu memakai baju kotor dan kelihatan tidak berbahaya.

Penjual-penjual budak itu tidak membawa ke 17 anak lelaki itu. Ketika Amir menanyakan hal ini pada Gull Khan, dia menjawab bahwa begitu uang diterima dan diperiksa dan terbukti bukan uang palsu, Amir akan ditelepon dalam dua jam untuk menjemput anak-anak itu. Sementara itu, dia akan menawan teman muda Amir itu sebagai sandera, dan mengancam jika uang Amir terbukti palsu, dia tidak akan pernah melihat temannya itu lagi.

Ajaibnya, dengan memerintahkan lelaki muda itu untuk membuka tempat bagasi mobilnya yang diparkir agak jauh, Amir berhasil mencabut kamera dari badan lelaki itu sebelum dia diseret pergi oleh pengikut Gull Khan. Begitu ia masuk ke dalam mobil Gull Khan, matanya ditutupi dan dia dibawa pergi untuk dikurung terkunci di satu kamar kosong selama satu hari. Dia tidak tahu ke mana dia dibawa pergi.

Lebih ajaib lagi, ketika senja berganti malam, Amir berhasil mengikuti mobil Gull Khan secara berhati-hati dari jarak jauh dan memfilm seluruh perjalanannya itu. Gull Khan menyetir mobilnya langsung ke kantor pusat Jamat-al-Dawa. Ini lagi bukti yang menghubungkan Gull Khan dengan J-A-D.

Dari kantar pusat J-A-D Amir menyetir pulang ke tempat kami menunggunya.

Transaksi tidak seperti yang kami rencanakan. Penjual budak belum ditangkap. Sekarang mereka telah dapat uang kami seharga $28,500 dan kami belum mendapatkan ke 17 anak laki-laki itu. Tapi kami senang Amir masih hidup dan kami telah memfilmkan kejadiannya.
Mungkin masih ada harapan penjual-penjual budak itu bisa dibasmi. Kami pun mulai meletakkan harapan kami pada……………….dari London Sunday Times, berharap artikelnya akan membuka kedok penjual budak dan J-A-D sehingga pemerintah Pakistan harus mengambil tindakan untuk menghentikan business keji mereka.

Malam berikutnya Amir menerima telepon dari Gull Khan yang berulang kali meminta maaf tidak menelponnya dalam dua jam seperti yang dijanjikan, dia bilang dia sibuk dengan business lainnya. Tapi dia memberi tahu Amir di mana ke 17 anak lelaki dan teman Amir akan diturunkan. Amir menyuruh beberapa temannya pergi menjemput mereka menggunakan van sewaan, dan kami pun pergi menjemput anak-anak itu pagi pagi sekali melalui perjalanan selama dua jam.

Ketika kami tiba, ketujuh belas anak-anak itu sedang tidur terbaring di lantai rumah yang sangat primitif. Beberapa di antara mereka terbangun ketika kami sampai, dan kami memberi tahu mereka secara singkat siapa kami dan apa yang akan kami lakukan dengan mereka. Aku pikir tidak ada satupun dari mereka yang percaya kepada kami, tetapi ini baru permulaan. Kami biarkan mereka tidur lagi, dan kami menyetir selama dua jam kembali ke tempat tinggal kami untuk tidur. Sebentar lagi tugas kami untuk mengembalikan mereka ke rumah mereka akan dimulai.

Dari anak-anak itu dan seorang sumber rahasia, Amir memastikan di mana kampung-kampung dan daerah di mana rumah ke 17 anak itu. Kami terkejut melihat lokasi mereka tersebar di antara provinsi Punjab dan Sindh, beberapa di antaranya bahkan lebih dari 20 jam bermobil. Jadi kami harus membawa mereka dalam kelompok-kelompok kecil ke daerah rumah mereka. Ini memerlukan waktu mengemudi yang lama, dan kami habiskan setiap menit dari empat hari yang tersisa di Pakistan untuk mengembalikan anak-anak itu ke rumah mereka. Kami menyaksikan banyak pertemuan bahagia dan memfilmkan banyak kejadian itu. Transaksi untuk membeli ke 13 anak perrempuan terjadi setelah kami pulang dan mereka pun dikembalikan pada keluarganya segera setelah itu.

Begitu masuk ke dalam pesawat meninggalkan Pakistan, aku ambil koran Daily Times Pakistan. Di dalamnya aku temukan satu artikel pendek berjudul, “Minorities march in support of banned charities.” (Minoritas berparade mendukung badan-badan amal terlarang.” Menurut artikel itu:

HYDERABAD: Beratus-ratus orang Hindu dan Kristen berparade hari Senin untuk menukung dua badan amal Islam yang dicap “organisasi terroris” oleh Amerika Serikat. Departemen Negara AS mengatakan bulan ini bahwa Jamaatud-Dawa dan Idara Khidmat-e-Khalq yang berhubungan dengannya adalah topeng dari Lashkar e-Taiba, salah satu grup militer paling ditakuti yang berperang melawan pemerintahan India di Kashmir. Dengan membawa plakat dan umbul-umbul, sekitar 800 orang Hindu dan Kristen dari berbagai daerah di Sindh berparade di jalan-jalan di Hyderabad, mengecam keputusan AS itu sebagai “kejam”. “Menolong umat manusia bukanlah terrorism,” kata salah satu plakat. Protester juga meminta Pakistan untuk tidak mengikuti keputusan AS. “Jika pemerintah Pakistan mengambil tindakan terhadap Jamaatud-Dawa dan Idara-e-Khidmat-e-Khalq, masyarakat minoritas akan terpaksa berparade menuju Islamabad,” kata resolusi itu. Jamaatud-Dawa telah tampil jelas memberi bantuan di daerah gempa bumi di utara Pakistan. Badan amal itu juga terlibat dalam kegiatan amal di daerah perkampungan di Sidh di mana sebagian besar dari masyarakat Hindu yang kecil di Pakistan hidup. Pakistan melarang Lashkar-e-Taiba pada tahun 2002 dan memasukkan Jamaat-ud-Dawa dalam daftar organisasi teroris. REUTERS

Aku bertanya dalam hati apa yang akan para protester itu pikir jika mereka tahu kami baru saja mengembalikan anak-anak yang diculik oleh Jamat-al-Dawa dari kampung-kampung di daerah mereka sendiri di Pakistan. Aku bertanya dalam hati apa yang orang Kirsten yang ikut parade itu akan pikir jika mereka tahu bantuan kemanusiaan yang mereka terima dari Jamat-al-Dawa itu berasal dari dana hasil penculikan dan penjualan anak-anak Kristen, dari daerah mereka sendiri di Pakistan, untuk penjualan organ-organ tubuh mereka.

Setelah semua anak-anak dipertemukan kembali dengan keluarga mereka, Amir dan keluarganya melarikan diri dari Pakistan demi keselamatan mereka sendiri. Kami sekarang memonitor media massa selagi berita tentang apa yang terjadi menyebar ke seluruh dunia, dan kami akan meng-update website ini dengan perkembangan baru. Doa kami adalah supaya pendapat masyarakat akan memperkuat pihak yang berwenang di Pakistan untuk menutup Jamat-al-Dawa selama-lamanya dan mengadilli pihak yang bertanggung jawab.

Berpikir bahwa Departemen Negara AS atau Departemen Kehakiman AS mungkin mau tahu apa yang telah kami ketahui tentang Jamat-al-Dawa, aku mengirim e-mail berikut ini melalui website-website mereka sehari setelah sampai di rumah:

Hello. Saya seorang misionaris yang telah berkerja di Pakistan. Selama beberapa bulan terakhir ini, kami telah bekerja untuk membeli anak-anak Kristen yang diculik oleh penjual budak Muslim untuk dijual organ-organ tubuh mereka dan untuk penyelundup obat terlarang. Setelah dibeli, mereka kami kembalikan kepada keluarga mereka. Kami juga telah bekerja sama dengan pihak yang berwenang di Pakistan untuk menangkap penjual budak secara langsung setelah transaksi terakhir kami, yang melibatkan pembelian 17 anak-anak lelaki. Namun polisi tidak berhasil menangkap penjual budak selama transaksi terakhir itu karena alasan-alasan yang diluar pengaruh mereka. Kami juga telah tahu dari pengakuan penjual-penjual budak tersebut bahwa mereka berkaitan dengan organisasi Islam bernama Jamat-al-Dawa, dan kami telah berhasil mem-film mereka kembali dari transaksi terakhir kami langsung ke kantor pusat J-A-D, tidak begitu jauh dari Lahore. The London Sunday Times telah mengikuti cerita kami ini dan akan menerbitkannya Minggu ini untuk mengungkapkan J-A-D. Saya tidak tahu apakah pemerintah AS akan tertarik untuk tahu semua hal ini sebelum penerbitan, tapi saya pikir mungkin akan tertarik, karena saya tahu pemerintah telah mencap J-A-D sebagai organisasi teroris. Akan sangat bagus jika J-A-D ditutup, dan informasi tentang keterlibatan mereka dalam penculikan anak-anak Kristen untuk dijual akan mencemarkan image mereka sebagai badan kemanusiaan di Pakistan. Saya tidak tahu jika ini menarik bagi anda, tapi saya pikir setidaknya saya mesti mencoba memberi tahu anda. Jika anda ingin bicara dengan saya lebih jauh, saya bisa dihubungi pada nomor (…)………….. Jika tidak, maaf telah mengganggu anda. Salam……..

Hingga tanggal 28 May belum ada balasan dari keduanya. Saya yakin mereka punya banyak hal yang menyibukkan mereka.

Beberapa orang mungkin tidak setuju dengan konsep pembelian anak-anak dari penjual budak, karena hanya akan menyuburkan sistem keji itu. Saya tidak bisa membantah, karena itulah kami tahu kami harus bertindak lebih jauh daripada hanya membeli anak-anak. Kami harus melakukan apa saja yang kami mampu untuk menghentikan penjual-penjual budak itu, karena itulah kami bekerja keras dengan polisi Pakistan untuk mencoba menangkap mereka. Sayangnya polisi gagal, tapi bukan karena tidak cukup perencanaan atau tidak cukup keberanian mereka. Sekarang kami berharap untuk bekerja dengan pihak berwenang di Pakistan untuk mengadili penjual budak dan Jamat-al-Dawa. Doa kami supaya melalui media masa, akan ada protes di seluruh Pakistan dan seluruh dunia yang akan membawa hasil yang bagus.

Kami akan terus melibatkan diri dalam ministri di Pakistan yang berguna bagi anak-anak tidak mampu, pastor-pastor Kristen, orang-orang teraniaya, dan orang-orang yang sangat miskin. Karena alasan keselamatan kami, kami tidak dapat mengungkapkan detail-detail secara jelas. Tapi jika anda mau tahu lebih lanjut bagaimana anda dapat membantu, e-mail kami di info@HelpPakistanChildren.org. Terima kasih.

Read More

Perbudakan Muslim atas Orang Kulit Putih

Postby pod-rock » Tue Nov 13, 2007 7:18 am

http://researchnews.osu.edu/archive/whtslav.htm
COLUMBUS, Ohio

Sebuah studi baru menyatakan bahwa satu juta lebih orang Kristen Eropa telah diperbudak oleh orang muslim di Afrika Utara antara tahun 1530 – 1780. Ini jumlah yang lebih besar dari yang pernah diperkirakan sebelumnya.

Dalam buku barunya, Robert Davis, seorang professor sejarah di Ohio State University yang mengembangkan metodologi unik utk menghitung jumlah kristen kulit putih yang diperbudak disepanjang garis pantai Barbary Afrika, mendapatkan perkiraan jumlah populasi budak yang jauh lebih tinggi dari yang pernah dinyatakan dalam studi2 sebelumnya.

Illustrasi perdagangan budak kulit putih oleh orang2 Arab:
Image
Sang khotib sedang memeriksa barang yg ditawarkan : budak kulit putih. Kesehatan budak selalu diperiksa lewat pemeriksaan gigi. Gigi sehat berarti budak sehat !

Kebanyakan studi2 lain tentang perbudakan kulit putih sepanjang garis pantai Barbary tidak mencoba utk memperkirakan jumlah budaknya, atau hanya mengacu pada jumlah budak dikota2 tertentu saja, kata Davis.

Perkiraan hitungan jumlah budak sebelumnya cenderung pada angka ribuan atau setidaknya mencapai puluhan ribu. Davis, secara kontras, telah menghitung bahwa antara 1 juta hingga 1.25 juta orang kristen Eropa telah ditangkap dan dipaksa bekerja di Afrika Utara dari abad 16 hingga 18.

Image
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … php?t=9896
Perkiraan baru dari Davis ini muncul dalam buku : Christian Slaves, Muslim Masters: White Slavery in the Mediterranean, the Barbary Coast and Italy, 1500-1800 [Budak Kristen, Tuan Muslim: Perbudakan Kulit Putih di Mediterania, Garis pantai Barbary dan Italy, 1500-1800] (Palgrave Macmillan).

“Kebanyakan yang telah ditulis memberi kesan sedikitnya jumlah budak kulit putih dan meminimasi akibat dari perbudakan ini terhdp Eropa,” kata Davis. “Kebanyakan studi hanya melihat pada perbudakan pada satu tempat atau pada satu perioda waktu yang pendek saja. Tapi jika anda mengambil pandangan yang lebih luas dan lebih panjang, jangkauan besar akan perbudakan ini dan akibat hebatnya menjadi jelas.”

Davis bilang hal ini berguna utk membandingkan perbudakan Mediterania ini dengan perdagangan budak di Atlantik yang membawa orang2 kulit hitam Afrika ke Amerka. Selama empat abad, perdagangan budak di Atlantik lebih besar dari 10 – 12 juta kulit hitam Afrika yang dibawa ke Amerika. Tapi dari tahun 1500 – 1650, ketika perbudakan Trans-Atlantik masih pada tahap bayi, lebih banyak budak kristen kulit putih yg dibawa ke garis pantai Barbary dibanding budak kulit hitam Afrika ke Amerka, menurut Davis.

“Salah satu hal yang baik publik dan banyak akademisi cenderung menganggap benar adalah bahwa perbudakan itu bersifat rasial – bahwa hanya kulit hitam yang jadi budak. Tapi itu tidak benar,” kata Davis. “Kita hanya menyangka bahwa perbudakan adalah sesuatu yang dilakukan oleh orang kulit putih terhadap kulit hitam.”

Selama perioda waktu yang dipelajari Davis, agama dan etnisitas, dan bukan ras, yang menentukan siapa yang menjadi budak.

“Dijadikan budak adalah kemungkinan yang sangat real bagi siapapun yang bepergian ke Mediterania, atau yang tinggal disepanjang garis pantai ditempat2 seperti Itali, Perancis, Spanyol dan Portugal, dan bahkan sejauh Inggris dan Iceland, saat itu.”

Bajak laut (disebut corsair) dari kota2 sepanjang garis pantai Barbary di utara Afrika – kota seperti Tunis dan Algier – akan merampok kapal2 di Mediterania dan Atlantik, juga dusun2 pinggir pantai utk menangkap para lelaki, wanita dan anak2. Akibat dari serangn2 ini sangat menghancurkan – Perancis, Inggris dan Spanyol kehilangan ribuan kapal dan sepanjang pantai Spanyol serta Itali hampir seluruhnya dikosongkan dari hunian. Pada puncaknya, kehancuran dan depopulasi daerah2 tsb mungkin melampaui apa yang dibutuhkan oleh para penjual budak Eropa hingga belakangan mereka mengalihkan sasaran ke Afrika sendiri.

Meski ratusan ribu budak Kristen diambil dari negara2 Mediterania, Davis mencatat, efek dari perampokan muslim utk mencari budak dirasakan lebih jauh lagi: contoh, sepanjang abad 17, Inggris kehilangan paling tidak 400 pelaut dalam setahun kepada pedagang budak.

Bahkan Amerika juga tidak kebal. Seorang budak dari Amerika melaporkan bahwa 130 pelaut amerika lain telah dijadikan budak oleh orang2 Aljazair di Mediterania dan Atlantik hanya pada tahun 1785 dan 1793 saja.

Davis bilang, perbudakan di Afrika Utara telah diabaikan dan diminimisasi, sebagian besar karena tidak ada yg interes dan tidak ada keuntungan (politik) utk membahasnya.

Perbudakan orang Eropa rupanya tidak cocok dgn tema ‘penaklukan dan kolonialisme Eropa’ yang menjadi pusat studi para pelajar era modern awal abad ini, katanya. Banyak negara yg menjadi korban perbudakan, seperti Perancis dan Spanyol, lalu menaklukkan dan mengkolonisasi daerah2 Afrika Utara dimana warganegara mereka ditahan sebagai budak.

Mungkin karena sejarah ini, para akademisi Barat berpikir bahwa orang2 Eropa adalah “kolonialis jahat” dan bukan sebagai korban dari perbudakan, kata Davis.

Davis bilang alasan lain bahwa perbudakan Mediterania diabaikan adalah karena tidak ada perkiraan yang tepat dari jumlah orang yang dijadikan budak. Orang2 saat itu – baik orang Eropa dan pemilik budak di pantai Barbary – tidak mencatat dengan teliti tulisan2 yang bisa dipercaya mengenai jumlah budak. Padahal, ada cukup dokumen tentang budak afrika yang dibawa ke Amerika.

Jadi Davis mengembangkan metodologi baru yang muncul dengan perkiraan masuk akal tentang jumlah budak sepanjang garis pantai Barbary. Davis menemukan catatan bagus yang mengindikasikan berapa banyak budak pada lokasi tertentu & pada waktu tertentu. Dia lalu memperkirakan berapa banyak budak baru yang menggantikan budak yang mati, lari atau ditebus.

“Satu2nya cara saya bisa muncul dengan angka adalah dengan membalikkan seluruh masalah – menghitung berapa banyak budak yang harus ditangkap utk mempertahankan kondisi daerah mereka pada tingkat tertentu,” katanya. “Ini bukan cara terbaik utk menebak populasi, tapi satu-satunya cara yang bisa dilakukan dengan catatan yang ada.”

Menggabungkan sumber2 seluruhnya dengan dikurangi oleh yang mati, lari, ditebus dan masuk islam, Davis menghitung sekitar ¼ budak telah digantikan tiap tahun utk mempertahankan populasi budak yang stabil, seperti yang jelas terjadi antara tahun 1580 dan 1680. Ini berarti bahwa sekitar 8.500 budak baru harus ditangkap tiap tahun. Keseluruhan, ini memperkirakan hampir satu juta budak ditangkap selama perioda ini. Memakai metodologi yang sama, Davis memperkirakan sebanyak 475 ribu budak tambahan diambil selama abad berikutnya.

Hasilnya adalah antara 1530 dan 1780 hampir pasti satu juta orang dan hampir mungkin sebanyak 1.25 orang kulit putih, Kristen Eropa diperbudak oleh orang muslim digaris pantai Barbary.

Davis bilang, risetnya mengenai perlakuan para budak ini menunjukkan bahwa sebagian besar dari mereka, hidupnya sama sulit seperti budak yang ada di Amerika.

“Utk kondisi hidup sehari-hari, budak Mediterania pastilah tidak lebih baik,” katanya.

Sementara budak Afrika jadi buruh kasar diperkebunan gula dan katun Amerika, budak Kristen Eeropa sering bekerja sama keras dan kejamnya – dipertambangan2, konstruksi2 berat, dan yang paling kejam adalah mendayung di kapal2 galley corsair itu sendiri.

Davis mengatakan penemuannya menunjukkan bahwa perbudakan kristen eropa yang tak kelihatan ini layak jadi perhatian lebih banyak dari para akademisi.

“Kita telah kehilangan rasa tentang berapa banyak perbudakan mereka yang hidup disekitar mediterania dan ancaman diperbudak yang menghantui sepanjang kehidupan mereka,” katanya. “Budak tetaplah budak, baik itu kulit hitam ataupun kulit putih, dan apa mereka menderita di Amerika ataupun di Afrika utara.”

Quran milik Presiden AS, JEFFERSON
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … php?t=9896

Jefferson membeli Quran karena ia ingin tahu ttg Muslim. Ini karena ia merencanakan utk melancarkan perang terhdp negara2 Islam “Barbary”, yi Maroko, Aljazair, Tunisia dan Tripoli.

Rupanya … kebanyakan orang AS sendiri lupa akan sejarah AS bahwa bajak2 laut Muslim selama berabad2 memperbudak jutaan orang Afrika dan puluhan ribu orang Eropa dan AS di negara2 “Barbary”.

Selama 10 abad, bajak2 laut Muslim menelusuri jalur pantai Afrika dan Mediteran, menjarah desa2 dan mengambil budak.

Perebutan budak dlm serangan fajar terhdp desa2 pantai yg lengah
mengakibatkan angka korban yg tinggi. Praktek para bajak laut Muslim adalah utk membunuh sebanyak mungkin lelaki dan wanita tua “non-Muslim” dan merebut “jarahan” berbentuk wanita2 muda dan anak2.

Wanita2 non-Muslim ini khususnya bernilai tinggi di pasaran budak sex. Hukum Islam sangat menunjang bagi pemuasan seksual lelaki Muslim dgn mengijinkan mereka utk mengambil paling tidak 4 istri sekaligus disamping sebanyak mungkin gundik sesuai dgn kemampuan dompet.

Lelaki semuda 9 atau 10 tahun dikebiri dan dijadikan ‘eunuchs‘ yg juga laku dipasaran perbudakan Timur Tengah. Pedagang2 budak Muslim membentuk “stasiun2 eunuch” disepanjang rute perbudakan utama Afrika bagi operasi pengebirian. Diperkirakan, hanya sebagian kecil anak2 yg mengalami kebiri selamat setelah operasi.

Ketika AS mendepak kekuasaan Inggris pd thn 1776, pedagang2 AS kehilangan perlindungan dari kapal2 Inggris. Karena AS belum memiliki angkatan laut, kapal2 dagang AS tidak memiliki pertahanan atas serangan bajak laut sering diserang shg kru kapal Kristen mereka diperbudak oleh bajak2 laut Muslim yg beroperasi dibawah kontrol “Dey Aljazair”– seorang komandan perang Islamis di Aljazair.

Karena perdagangan AS ini dihancurkan oleh bajak laut, maka Kongres setuju pada thn 1784 utk merundingkan perjanjian dgn keempat negara Barbary. Kongres melantik komisi khusus yg terdiri dari John Adams, Thomas Jefferson, dan Benjamin Franklin, utk mengurusi perundingan.

AS setuju utk membayar uang tebusan kpd bajak laut Muslim utk mengambil kembali kapal2 yg dijarah Muslim beserta dgn orang2 AS yg diperbudak.

Adams setuju dgn uang tebusan ini. Tapi Jefferson menolak. Ia percaya bahwa Muslim tidak akan habis2nya menuntut tebusan lewat ancaman perang. Ia mengusulkan dibentukan liga negara2 dagang utk memaksa Muslim menghentikan aksi pembajakan mereka.

Th 1786, Jefferson, waktu itu dubes AS di Perancis, dan Adams, dubes AS di Inggris, di London bertemu dgn Sidi Haji Abdul Rahman Adja, sang “Dey Aljazair,” yg kebetulan dubes Aljazair di Inggris, utk membicarakan perjanjian damai.

Selama pertemuan itu, Jefferson and Adams bertanya kdp sang Dey mengapa Muslim begitu benci terhdp AS, negara yg paling jarang berhubungan dgn mereka.

Ternyata jawab Dubes Sidi Haji Abdul Rahman Adja adalah bahwa Islam “dibentuk berdasarkan Hukum Nabi, bahwa tertulis dlm Quran bahwa semua negara yg tidak mengakui otoritas Muslim adalah laknat, dan adalah hak dan kewajiban Muslim utk melancarkan perang terhdp mereka dimanapun mereka ditemukan, dan memperbudak mereka semua, dan bahwa Muslim yg mati dlm pertempuran mendpt jaminan surga.”

Selama 15 tahun berikutnya, pemerintah AS membayar Muslim jutaan dollar agar mendapatkan jaminan keselamatan (safe passage) kapal2 AS dan dikembalikannya sandera2 AS. Jumlah total uang ini sampai mencapai 20 % dari pemasukan AS di thn 1800. … baca seterusnya

Islamic Slavery: Thomas Jefferson and Islam (Part 1)
http://www.youtube.com/watch?v=5U2phq6V … re=related
Budak zaman dahulu? Siapa?

Image

“Para penelaah banyak yang menganggap enteng perbudakan kristen di Afrika Utara pada abad 16-18″, demikian ujar pakar Arabist Maurice Blessing. Perbudakan sering diartikan dengan budak kulit hitam, namun hampir tidak pernah terbersit bayangan bahwa ada jutaan budak Eropa yang pernah ditawan di Afrika.

Kemarin (30.06.2008) dalam rangka Hari Peringatan Nasional Perbudakan Belanda di Monumen Perbudakan, Amsterdam, Perdana Menteri Balkende memberi kata sambutannya.

Gambaran tentang perbudakan di Belanda sesungguhnya hanya terfokus khususnya pada perdagangan budak Trans-Atlantik yang mengangkut para budak kulit hitam dari Afrika ke Amerika. Namun menurut Maurice Blessing, jumlah para budak pada periode yang sama di Dunia Islam, yang tidak diekspose, justru jauh lebih besar! Sebagian terdiri dari orang-orang Eropa Barat, yang disebut dengan budak-budak kristen, yang harus melayani di Afrika Utara. “Jumlah mereka yang pasti sangat sulit ditebak”, kata Blessing. “Namun menurut perkiraan masa kini, jumlahnya mencapai jutaan jiwa”.

Image

Blessing mendasarkan penyelidikannya pada jumlah budak-budak kristen. Menurut pakar Arabist ini, para sejarawan Belanda telah bersikap “politically correct” dalam memaparkan kebenaran jumlah budak kristen di masa lalu. “Di satu sisi hal ini berkaitan dengan kenyataan bahwa sampai dengan abad ke-19 perbudakan ini hanya dikumandangkan di gereja-gereja. Disamping itu perbudakan kristen selalu dianggap sebagai motif kolonisasi. Setelah masa dekolonisasi, orang meninjau kembali bahwa motif ini tidak benar”.

RASA SALAH

Untuk mengecilkan arti perbudakan kristen ini, maka andil dari “rasa salah” paska kolonial juga memegang peranan. Blessing: “Para penyelidik memfokuskan diri pada perdagangan budak Trans-Atlantik sebagai satu kejadian unik dan perih. Dengan demikian perhatian terhadap perdagangan budak di regio lain menjadi terabaikan”. Bahkan menurut Blessing, hal ini masih menjadi topik peka di beberapa tempat. “Hal ini karena ada hubungannya dengan membicarakan tentang muslims, sehingga banyak orang masa kini yang bereaksi kelewat tegang”.

Pembedaan antara perdagangan budak di Afrika dan Eropa justru sangat penting, lanjut Blessing. “Banyak dendam muslims terhadap Barat banyak muncul secara sepihak dalam sejarah: seakan-akan hanya negara-negara Barat yang imperialis dan memenjarakan manusia. Melalui pembandingan yang adil antara perbudakan yang dilakukan oleh negara-negara Barat dan negara-negara Afrika Utara, mungkin anda dapat melenyapkan dendam ini”.

Yang menjadikan diskusi peka adalah Sharia, hukum Islam yang melestarikan perbudakan!!!!
Muslims memberi penekanan bahwa hukum-hukum sharia memberlakukan para budak dengan baik. Dengan dalih ini sebagian muslims berargumen bahwa para budak kristen jaman dulu juga diperlakukan dengan baik di Afrika Utara (budak tetap budak, Slim! :( ). Blessing: “Berdasarkan penyelidikan akan sumber-sumber sejarahnya, jawabannya tidak demikian. Juga VOC mempunyai undang-undang tertentu dalam memperlakukan para budak. Namun dalam prakteknya, kebanyakan dari para budak, dimanapun juga di dunia ini, terpenjara dan tertekan”.

Oleh sebab itu, kita tahu sekarang tentang hal ini. Kesempatan bahwa nanti akan didirikan sebuah monumen bagi jutaan budak kristen yang diperlakukan secara “penuh damai” oleh muslims jaman baheula adalah kecil. Lebih-lebih karena hal ini tidak cocok jika dikaitkan dengan dongeng multikultural tentang sesama manusia kulit berwarna yang kasihan dan kebuasan orang kulit putih.

——-

Referensi terkait:

Image
———-

Read More

Perbudakan dalam Islam [Quran & Hadis]

Perbudakan dalam Islam
oleh Silas

Garis besar

Islam membudayakan perbudakan. Muhammad mulai mengambil budak2 ketika dia pindah ke Medina dan punya kekuasaan. Budak2 biasanya diambil dari penyerangan2 ke suku2 Arab di sekitar daerah, atau dalam perang, baik tindakan menyerang atau bela diri. Islam mengijinkan untuk mengambil budah sebagai “jarahan perang” atau upah berperang. Ini mengakibatkan terjadinya banyak perang2 “jihad” yang dilakukan negara2 dan suku2 Islam untuk menyerang kelompok2 non-Muslim dan menjadikan mereka budak2. Hukum Islam menjelaskan peraturan untuk memperlakukan para budak. Akan tetapi penindasan terus terjadi sepanjang sejarah.

Prakata

Orang2 Barat tahu benar sejarah perbudakan di Amerika. Ini dianggap penuh dosa dan sangat tercela, dan terjadi selama beberapa ratus tahun. Perbudakan terutama dihapuskan oleh usaha2 Kristiani di Inggris (Wilberforce, Clarkson) dan Amerika (kaum Abolitionists, terutama Protestant).

Akan tetapi, hanya segelintir orang Barat tahu tentang Islam dan perbudakan. Kebanyakan dari mereka akan kaget kalau tahu bahwa pemerintah2 Islam mengambil budak2 sebagai jarahan perang. Di hari pertama Muhammad menghunuskan pedangnya untuk merampok dan menaklukkan para non-Muslim sampai pada detik ini, orang2 Muslim terus mengambil para non-Muslim dan bahkan yang bukan berkulit hitam Muslim, sebagai budak2 mereka.

Orang2 Muslim telah memperbudak orang2 Afrika sejak lama sebelum kapal2 budak berlayar ke Amerika Utara. Para Muslim mengambil dan memaksakan perbudakan di seluruh tanah2 jajahan mereka. Di kemudian hari, ketika kapal2 budak dipenuhi oleh budak2 kulit hitam, seringkali agen budak Muslim sudah mempersiapkan kendaraan untuk memuat budak manusia itu untuk dibawa ke tempat tujuan. Orang2 kulit putih di Afrika Selatan jarang untuk harus pergi ke daerah tengah Afrika untuk mendapatkan budak2 karena para budak sudah tersedia di daerah mereka, milik para penguasa Muslim dan/atau agen budak! Di banyak kasus, jika budak2 kulit hitam tidak dikirim ke Amerika Utara, mereka dikirim ke Timur Tengah untuk diperbudak orang2 Arab, atau oleh orang2 Muslim kulit hitam lainnya.

MUHAMMAD, MUSLIM, QUR’AN, DAN PERBUDAKAN

Untuk mulainya, Qur’an mengesahkan perbudakan, dan seringkali menyebut budak2. Ini beberapa ayatnya:
Q 33:50
Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu isteri-isterimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba2 wanita yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu.

Ayat ini jelas menunjukkan para Muslim percaya bahwa mengambil budak2 dalam perang adalah hak yang diberikan Tuhan bagi mereka. Budak2 ini dianggap sebagai “jarahan perang”. Seperti yang umum dikatakan: yang menang berhak memiliki barang2 jarahan.

Q 23:5
kecuali terhadap isteri2 dan budak2 wanita yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.
Konteks kalimat ini (yang tidak dikutip sepenuhnya) menjelaskan secara detail bahwa para pria Muslim diperbolehkan untuk melakukan hubungan seksual dengan para istri dan budak2 wanita. Dari ayat ini dimengerti bahwa pria2 Muslim punya gundik2. Q 70:30 pada dasarnya mengulangi Q 23:5. Tulisan Ibn Sa’d “Tabaqat” menceritakan dengan jelas bahwa Muhammad punya “hubungan” dengan setidaknya salah satu budak2 wanitanya. Muhammad punya hubungan seksual dengan Mariyah, budak Koptiknya. Mariyah dan saudara wanitanya yang bernama Sirin adalah budak2 yang diberikan sebagai hadiah bagi Muhammad. Muhammad memberikan Sirin pada seorang penyair bernama Hasan Thabit. Ibn Sa’d berkata bahwa Muhammad “suka akan Mariyah, yang berkulit putih, berambut ikal dan cantik.” [Diambil dari tulisan Ibn Sa'd "Kitab al-Tabaqat al-Kabir" (Book of the Major Classes), p164].

Ibn Sa’d juga menulis bahwa Mariyah melahirkan anak laki Muhammad yang bernama Ibrahim. Anak ini mati 18 bulan kemudian. Sa’d menulis: “Jika dia hidup, tidak ada paman2 kandungnya yang tetap jadi budak”, hal. 164. Kalimat ini menerangkan bahwa ada budak2 Koptik lain yang dimiliki orang2 Muslim.

Qur’an juga memerintahkan Muslim untuk TIDAK memaksa budak2 wanita mereka melakukan pelacuran (Q 24:33), dan bahkan mengijinkan Muslim untuk menikahi budak2 itu jika mereka ingin (Q 4:24), dan untuk membebaskan mereka sebagai hukuman tindakan kriminal atau dosa (Q 4:92, 5:89, 58:3) dan bahkan mengijinkan budak2 untuk membeli kemerdekaan mereka, jika mereka memenuhi persyaratan dari majikan mereka (Q 24:33). [Q 90:10 ‘membebaskan orang yang terikat’ menunjuk pada orang2 Muslim yang menebus Muslim lain yang dijadikan budak2 oleh orang2 non-Muslim.]

Q 24:33
Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan budak-budak yang kamu miliki yang menginginkan perjanjian, hendaklah kamu buat perjanjian dengan mereka, jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka sebahagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu. Dan janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri mengingini kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan duniawi. Dan barangsiapa yang memaksa mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (kepada mereka) sesudah mereka dipaksa itu.

Meskipun kupikir memang suatu tindakan yang baik untuk mengijinkan seorang budak mendapatkan kembali kemerdekaannya (berdasarkan kebijaksanaan majikannya), tapi sungguh yang tragis bahwa pada mulanya Islam sendiri telah mengijinkan mereka untuk diperbudak. Ini seperti merampok bank dan memberikan sebagian uang yang dicuri kepada bank itu, dan mengira bahwa ini adalah perbuatan yang baik!

Ayat2 di atas menunjukkan bahwa mengambil budak diijinkan oleh Allah, dan majikan2 pria Muslim diperbolehkan berhubungan seks dengan budak2 wanitanya. Ini juga menunjukkan bahwa budak2 merupakan harta milik yang berharga bagi para Muslim. Kalau tidak, Allah tidak akan mewajibkan hukuman dengan memerdekakan seorang budak sebagai bayaran perbuatan kriminal.

HADIS BUKHARI DAN PERBUDAKAN

Terdapat beratus-ratus Hadis yang berhubungan dengan perbudakan. Semua bagian Hadis ditulis untuk mengatur perpajakan, perlakuan, penjualan dan hukum bagi para budak. Selain ini, banyak Hadis yang menyebutkan budak2, dan hubungan mereka dengan majikan Muslimnya. Ini adalah kumpulan Hadis2 Sahih Bukhari tentang budak2:

Hadis2 Sahih Bukhari Vol. 7-#137
Dikisahkan oleh Abu al-Khudri:
“Kami mendapatkan tawanan2 wanita dari penjarahan perang dan kami melakukan coitus interruptus (pengeluaran sperma di luar tubuh wanita) dengan mereka. Maka kami menanyakan pada Rasul Allah tentang hal itu dan dia berkata,”Apakah kalian benar2 melakukan itu?” dan mengulangi pertanyaan ini tiga kali, “ Jika jiwa ditakdirkan untuk tidak ada, maka jiwa ini tidak akan menjelma menjadi ada, sampai di Hari Kebangkitan.’”

Di sini orang2 Muslim telah mengambil beberapa budak wanita, dan melakukan hubungan seks dengan mereka. Muhammad memperbolehkan ini. Dia hanya menganjurkan mereka untuk tidak melakukan coitus interruptus.

Hadis Sahih Bukhari Vol. 5-#459 [Hadis ini serupa dengan Hadis di atas, tapi keterangannya lebih lengkap].
Dikisahkan oleh Ibn Muhairiz:
Aku masuk ke dalam mesjid dan melihat Abu Khudri dan lalu duduk di sebelahnya dan bertanya padanya tentang coitus interruptus. Abu berkata, “Kami pergi bersama Rasul Allah untuk Ghazwa (penyerangan terhadap) Banu Mustaliq dan kami menerima tawanan2 perang diantara para tawanan perang dan kami berhasrat terhadap para wanita itu dan sukar untuk tidak melakukan hubungan seksual dan kami suka melakukan coitus interruptus. Maka ketika kami bermaksud melakukan coitus interruptus kami berkata: “Bagaimana kami dapat melakukan coitus interruptus tanpa menanyakan Rasul Allah yang ada diantara kita?” Kami bertanya padanya tentang hal ini dan dia berkata: “Lebih baik kalian tidak melakukan itu, karena jika jiwa (dalam hal ini jiwa bayi) manapun (sampai hari Kebangkitan) memang ditentukan untuk menjadi ada, maka jiwa itu pun akan ada.’”

Di Hadis ini diceritakan bahwa para Muslim menyerang Banu Mustaliq dan mendapat budak2. Budak2 wanita dibagi-bagikan sebagai jarahan perang kepada para tentara Muslim. Karena jauh dari tempat tinggalnya (istri2nya), para prajurit itu merasa terangsang dan ingin berhubungan seks dengan budak2 wanita yang baru saja ditangkap. Mereka pergi ke Muhammad dan menanyakan tentang coitus interruptus. Tapi dia mengatakan pada mereka untuk tidak melakukan coitus interruptus itu, tapi memperbolehkan melakukan hubungan seks penuh dengan para budak itu. Hadis lain menerangkan bahwa para prajurit Muslim tidak ingin membuat para budak wanita hamil karena mereka ingin bisa menjual mereka lagi di lain waktu. Di bawah hukum Islam, Muslim tidak boleh menjual budak2 wanita yang sedang hamil.

Efek dari Hadis ini adalah Muhammad memperbolehkan perkosaan atas tawanan2 perang wanita.

Hadis Sahih Bukhari, Vol. 3-#765
Dikisahkan oleh Kuraib: budak Ibn ‘Abbas yang dibebaskan
Maimuna bint Al-Harith mengatakan padanya (Kutaib) bahwa dia telah membebaskan seorang budak wanita tanpa meminta ijin kepada sang Nabi. Suatu hari ketika datang gilirannya untuk bersama sang Nabi, dia berkata, “Tahukah kau, O Rasul Allah, bahwa aku telah membebaskan budak wanitaku?” Dia berkata,”Benarkah itu?” Dia mengiakannya. Dia berkata,”Kau seharusnya bisa dapat anugrah lebih banyak jika kau berikan dia (budak wanita itu) kepada salah satu paman2mu.”

Di sini seorang budak wanita dimerdekakan, tapi Muhammad berkata bahwa dia (Maimuna) seharusnya bisa dapat lebih banyak anugrah jika dia memberikan budak itu kepada salah satu pamannya, dan ini berarti tidak memerdekakan budak itu.

Vol. 7-#734 “….Seorang budak berdiri di dekat pintu kamar (Muhammad) dan aku datang padanya dan berkata,”Ijinkan aku masuk kamar” ….
Hadisnya panjang, tapi kutipan di atas menunjukkan bahwa Muhammad punya budak yang bekerja di rumahnya.

Hadis Sahih Bukhari, Vol. 7-#344
Dikisahkan oleh Anas: “Rasul Allah pergi ke rumah budaknya yang adalah seorang penjahit, dan dia ditawarkan sepiring labu manis yang lalu dimakannya. Aku jadi sangat suka labu manis sejak aku melihat Rasul Allah memakannya.”
Hadis ini menunjukkan budak lain milik Muhammad yang bekerja sebagai penjahit. #346 menambahkan keterangan yang lebih detail.

Hadis Sahih Bukhari, Vol. 5-#54
Dikisahkan oleh Abu Huraira:
Ketika kami menaklukkan Khaibar, kami tidak mendapatkan emas atau perak sebagai barang jarahan, tapi kami mendapatkan sapi2, unta2, harta benda dan perkebunan. Dan kami lalu pergi bersama Rasul Allah ke lembah Al-Qira, dan pada saat itu Rasul Allah punya seorang budak bernama Midarn yang diberikan kepadanya dari seorang Banu Ad-Dibbab. Ketika budak ini sedang memasang pelana Rasul Allah, sebuah panah yang entah diluncurkan siapa, melesat dan menusuknya ….

Hadis ini menunjukkan bahwa Muhammad mempunyai seorang budak, yang tertusuk panah.

Hadis Sahih Bukhari, Vol. 5-#637
Dikisahkan oleh Buraida:
Sang Nabi mengirim Ali kepada Khalid untuk membawa Khumus (seperlima jarahan perang) dan aku benci Ali dan Ali baru saja mandi (setelah melakukan hubungan seks dengan seorang budak wanita dari Khumus). Aku berkata kepada Khalid, “Tidakkah kau lihat dia (Ali)?” Ketika kami bertemu sang Nabi, aku menceritakan itu padanya. Dia berkata,”O, Buraida! Apakah kau membenci Ali?” Aku berkata, “Ya.” Dia berkata, “Apakah kamu membencinya karena dia berhak mendapatkan lebih daripada apa yang dia dapatkan dari Khumus?”

Hadis ini mengungkapkan bahwa “Buraida membenci Ali karena dia mengambil seorang budak wanita dari jarahan perang dan menganggap itu sebagai hal yang tidak baik.” Ali mengambil seorang budak wanita baru dan berhubungan seks dengannya. Ketika Muhammad diberitahu akan hal ini, dia tidak melarangnya. Ingatlah bahwa budak2 dianggap sebagai jarahan perang, dan dianggap sebagai kepunyaan para pria, dan para pria diperkenankan melakukan hubungan seks, memperkosa budak2 wanita itu.

Hadis Sahih Bukhari, Vol. 5-#512
Dikisahkan oleh Anas: “…..
Sang Nabi memerintahkan pembunuhan para tentara, dan anak2 dan istri2 mereka dijadikan tawanan perang …”

Hadis ini mengisahkan penyerangan terhadap orang Yahudi di Khaibar. Sekali lagi, banyak wanita dan anak2 yang ditangkap dan dijadikan budak2.

Hadis Sahih Bukhari, Vol. 5-bab 67
Dikisahkan oleh Ibn Ishaq:
Dikisahkan oleh Ibn Ishaq: Ghazwa (penyerangan) yang dilakukan Uyaina bin Hisn terhadap Banu Al-Anbar, salah satu anak suku Banu Tamim. Sang Nabi mengirim Uyaina untuk menyerang mereka. Dia membunuh mereka, membunuh beberapa orang dari mereka dan menangkap lainnya sebagai tawanan2.

Di sini Muhammad mengirim tentaranya untuk menyerang suku lain. Mereka membunuh sebagian dari mereka dan menawan yang lain. Sekali lagi, para Muslim menyerang suku tetangga.

Hadis Sahih Bukhari, Vol. 5-#182
Dikisahkan Aisha:
“Abu Bakr punya seorang budak yang biasa memberikannya sebagian dari pendapatannya.”

Hadis Sahih Bukhari, Vol. 5-#50
Dikisahkan Amr Maimun: “….Budak milik Al-Mughira…”
[seorang Muslim lagi yang punya budak yang membunuh Umar.]
….Al-Abbas punya paling banyak budak2….
[Al-Abbas, yang nantinya jadi pemimpin Muslim punya banyak budak].

Hadis Sahih Bukhari, Vol. 9-#462
Dikisahkan oleh Aisha: “…Untuk selanjutknya kau boleh tanya budak perempuanku yang akan mengatakan padamu yang sebenarnya”. Maka sang Nabi menanyakan Banra (budak perempuanku) …Aisha juga punya budak.

Juga di sini: Hadish Sahih Bukhari volume 7-#s 845, 341, 352, 371, 410, 413, 654, ch. 22, ch. 23, and
volume 1-#s 29, 439, 661,
volume 9-#s ch. 23, ch. 32, #293, 296, 277, 100, 80.
Semua hadis2 ini menceritakan dengan rinci bahwa banyak Muslim yang punya budak2.

MUHAMMAD, HADIS ABU DAWUD, DAN PERBUDAKAN

Hadis Abu Dawud, vol. 2, bab 597 – “Tentang orang yang memukuli budaknya sewaktu dia mengenakan Ihram (dalam keadaan suci)”

Hadis Abu Daud, #1814- “(Abu Bakr) yang mulia memukuli budaknya dan sang Rasul Allah tersenyum dan berkata: “Lihatlah orang ini yang sedang dalam keadaan suci, apakah yang dilakukannya?” (pesan bagi Hadis ini mengatakan “Abu Bakr memukuli budaknya untuk mengajarnya rasa tanggungjawab.”)

Abu Dawud, vol. 2, bab 683“Tentang perkawinan seorang budak tanpa persetujuan majikannya.”

#2074- “Ibn Umar menceritakan sang Nabi berkata: “Jika seorang budak menikah tanpa restu dari majikannya, maka perkawinannya tidak sah dan batal.”

Abu Dawud, vol. 2, bab 1317“Kewajiban kontrak seorang budak.”
#3499, 3500- “Kewajiban berdasarkan kontrak untuk budak berlangsung selama tiga hari. Jika majikan menemukan suatu cacat pada budak itu dalam waktu tiga hari, majikan dapat mengembalikannya tanpa bukti; jika dia menemukan cacat setelah tiga hari, maka dia harus menunjukkan bukti bahwa budak itu cacat saat dia membelinya.”

MUHAMMAD, MUWATTA IMAM MALIK, DAN PERBUDAKAN

Bagian2 yang disebutkan di bawah menunjukkan hakiki perbudakan dalam hidup Muhammad, dan kehidupan para Kalifah. Muwatta adalah buku hukum Islam yang isinya penuh dengan peraturan bagaimana berhubungan dengan para budak. Budak2 digunakan terus-menerus di seluruh dunia Islam. Dengan melihat banyaknya Hadis2 di sini, bisa dimengerti bahwa banyak orang Muslim yang punya budak2.

Bagian 368 – “Siapa yang memiliki harta milik seorang budak jika budak itu diberi kemerdekaan.”
Bagian 371 – “Budak2 tidak dapat dimerdekakan sebagai Kewajiban dalam membebaskan seorang budak”
Bagian 383 – “Hidup bersama sebagai pasangan seksual dengan seorang budak wanita setelah mengumumkan Mudabbir-nya (Mudabbir = bebas setelah majikannya mati)
Bagian 387 – “Siapa yang berhak atas harta milik seorang budak atau budak gadis remaja pada saat budak dijual.”
Bagian 388 – “Batasan tanggung jawab bagi pihak penjual dalam penjualan seorang budak atau budak gadis remaja.”
Bagian 390 – “Aturan penjualan seorang budak gadis remaja.”
Ada bagian2 tambahan yang berhubungan dengan budak2. Daftar di atas sudah cukup untuk menunjukkan bahwa sangat banyak hubungan dengan para budak selama dan sesudah jaman Muhammad.

TULISAN2 ISLAM LAIN TENTANG PARA MUSLIM YANG MEMILIKI BUDAK2

Ada tulisan2 Islami lain yang menulis bagaimana Muhammad membeli, menjual dan membebaskan budak2. Kutipan2 berikut adalah dari “Behind the Veil” (Dari Belakang Kerudung):

Ibn Qayyim al-Jawziyya, seorang ilmuwan dan ahli sejarah Islam yang ternama mengatakan di bukunya “Zad al-Ma’ad”, bagian 1, hal. 160:
“Muhammad punya banyak budak2 pria dan wanita. Dia biasa membeli dan menjual mereka, tapi dia membeli lebih banyak budak daripada menjualnya. Suatu waktu dia menjual seorang budak kulit hitam untuk mendapatkan dua budak. Dia membeli budak2 lebih banyak daripada dia menjualnya.”

“Muhammad punya beberapa budak2 kulit hitam. Satu diantaranya bernama ‘Mahran’. Muhammad memaksa dia untuk bekerja lebih berat daripada orang biasa. Jika Muhammad pergi ke suatu tempat dan dia, atau orang2nya, jadi lelah karena membawa barang2 mereka, dia menyuruh Mahran membawanya. Mahran berkata: “Bahkan jika aku telah membawa barang2 untuk 6 atau 7 keledai ketika kami dalam sebuah perjalanan, siapapun yang merasa lelah akan melemparkan baju2 atau perisai atau pedangnya padaku sehingga aku harus memanggul semua beban berat itu”. Tabari dan Jawziyya juga menulis akan hal ini, jadi Islam menerima ini sebagai hal yang benar.
Ali, yaitu menantu Muhammad, memecuti budak Aisha di depan Muhammad untuk membuatnya bicara tentang tuduhan2 perzinahan terhadap Aisha. Muhammad tidak mengatakan sepatah kata pun pada Ali tentang penyiksaan terhadap budak wanita itu. [Dari Sirat Rasulallah, halaman 496.]

Di Sirat Rasulallah, Muhammad membunuh 800 pria dan mengambil kaum wanita dan anak2nya untuk dijadikan budak. Dia mengambil setidaknya satu budak wanita Yahudi yang bernama Rayhana sebagai gundiknya, dan kemudian menyerahkan seluruh wanita pada tentara2 Muslim. Sirat-nya mengatakan (hal. 466): “Lalu sang Nabi membagi-bagikan harta benda, istri2 dan anak2 Banu Qurayza kepada orang2 Muslim …
dan
“Lalu sang Nabi mengirim Sa’d Zayd saudara laki Ashhal bersama beberapa tawanan wanita Banu Qurayza ke Najd dan dia menjual mereka untuk mendapat kuda dan persejataan.”

Satu hal sudah pasti: MUHAMMAD ADALAH PEMILIK BUDAK. Nama2 budak Muhammad yang banyak ditulis dengan penuh rinci di tulisan2 Muslim dan mereka semua dapat dibaca di buku “Behind the Veil”.

Sebagian Muslim berkata bahwa budak2 di bawah Islam diperlakukan dengan adil dan baik, dan budak2 di negara Barat selalu diperlakukan seperti barang hidup. Kenyataannya adalah perlakuan terhadap para budak di negara Barat dan di bawah Islam bervariasi. Beberapa budak diperlakukan baik, yang lain diperlakukan secara brutal. Baik Qur’an dan Alkitab memerintahkan para majikan untuk memperlakukan para budak dengan adil. Bandingkan Efesus 6:9 dan Sura 4:36. Keduanya serupa. Akan tetapi, Perjanjian Baru mengutuk perdagangan budak di 1 Timotius 1:10 (penculik orang sama artinya dengan pedagang budak), dan Qur’an memperbolehkan, bahkan menganjurkan perbudakan.

HAK2 PARA BUDAK DI BAWAH ISLAM

Menurut Kamus Islam Hughes, para budak hanya punya sedikit hal sipil. Contohnya: pria2 Muslim boleh melakukan seks kapanpun juga dengan budak2 wanitanya – – Sura 4:3, 4:29, 33:49.

Para budak tidak berdaya di hadapan majikan2 mereka seperti patung2 berhala di hadapan Tuhan – Sura 16:77. Menurut tradisi Islam, orang2 yang jadi tawanan perang punya dua nasib: dibunuh atau diperbudak. Ini menunjukkan bahwa para budak berderajat paling rendah sejak awal.

Berdasarkan hukum Islam, para budak adalah barang milik. Penjualan budak2 sama dengan penjualan binatang2. Muhammad memerintahkan beberapa budak yang dimerdekakan oleh para majikannya untuk DIPERBUDAK LAGI!

Hukum Islam mengijinkan pencambukkan terhadap budak2. Menurut Islam, seorang Muslim tidak dapat dihukum mati karena membunuh seorang budak.
Ref. 2:178 dan Jalalayn menegaskan hal ini.
Menurut Islam, kesaksian para budak tidak dapat diterima dalam penghakiman. Ibn Timiyya and Bukhari menyatakan hal ini.
Menurut hukum Islam, para budak tidak diperkenankan memilih pasangan kawinnya sendiri – Ibn Hazm, vol. 6, part 9.
Menurut hukum Islam, para budak dapat dipaksa untuk menikah dengan orang pilihan majikannya – Malik ibn Anas, vol. 2, hal. 155.
Perbudakan terus berlangsung di negara2 Islam dari jaman Muhammad sampai hari ini. Penguasa2 Muslim selalu dapat dukungan dari Qur’an untuk mengadakan ‘jihad’, sebagian untuk jarahan perang, sebagian lagi untuk mengambil budak2. Sejak kekaisaran Islam terpecah-pecah jadi negara2 kecil, setiap pemimpin kerajaan dapat menentukan apa arti sebenarnya dari theologia Islam. Pada umumnya, dia selalu menemukan ayat yang mendukung apa yang dikehendakinya. Tujuan mereka berjihad melawan negara tetangga digunakan untuk mengambil budak2 bagi Islam. Qur’and dan hukum Islam mendukung perbudakan, jadi para pemimpin Muslim ini hanya mengikuti Qur’an jika mereka membutuhkan budak2.

SIAPAKAH YANG DAPAT DIPERBUDAK DI BAWAH ISLAM?

Islam mengijinkan Muslim untuk memperbudak siapa saja yang ditangkap dalam perang. Islam mengijinkan anak2 para budak untuk dibesarkan sebagai budak2.

Seperti di atas, Islam mengijinkan orang2 Kristen dan Yahudi untuk diperbudak jika mereka tertangkap dalam perang. Setelah tentara Muslim menyerang dan menaklukkan Spanyol, mereka mengambil ribuan budak dan dibawa ke Damaskus. Harga yang paling mahal saat itu adalah 1000 perawan yang dijadikan budak2. Mereka dipaksa pergi sampai ke Damaskus.

Orang2 Kristen dan Yahudi yang membuat perjanjian dengan pemimpin2 Muslim dapat dijadikan budak2 jika mereka tidak membayar Jizyah (pajak keamanan) sama seperti membayar Mafia yang melakukan pungutan liar! Dengan ini, para pemimpin Muslim diperbolehkan mengambil uang dari orang2 non-Muslim.

PERBUDAKAN SETELAH JAMAN MUHAMMAD
DARIMANAKAH DATANGNYA BUDAK2 MUSLIM YANG BANYAK ITU?

Meskipun orang2 Muslim mengambil budak dari seluruh daerah yang mereka kalahkan, banyak budaknya yang berkulit hitam dari Afrika. Mereka dipaksa harus melakukan pekerjaan2 terberat.

Terjadi pemberontakan terkenal yang dilakukan ribuan budak kulit hitam dan mereka membunuh ribuan orang Arab di Basrah. Para budak ini dipaksa untuk bekerja di tambang2 batu garam yang besar milik Muslim. Pada waktu pemberontakan, mereka menguasai kota Basrah di Irak. Mereka mengalahkan kota demi kota dan mereka tidak dapat dihentikan. Pemberontakan dan kemerdekaan mereka bertahan selama 11 tahun. ["Sejarah Islam", Robert Payne, hal.185.]

Sewaktu tentara2 Muslim terus melakukan penaklukan daerah2 lain, mereka pun mendapatkan banyak budak. Bernard Lewis di “The Arabs in History” menulis: “penganut agama banyak dewa dan penyembah berhala dianggap sebagai sasaran2 utama untuk dijadikan budak2.”

Di awal tahun2 pertama penaklukkan Arab, budak2 dalam jumlah sangat besar didapat dari tawanan2 perang. C.E. Bosworth dalam “The Islamic Dynasties” menulis: “penggunakan tenaga budak ini membuat orang2 Arab dapat hidup di tanah jajahan sebagai majikan dan menikmati potensi kekayaan ekonomi di tempat yang kaya raya itu.”

Ibn Warraq di bukunya “Why I am Not a Muslim” menulis: “Orang2 Arab sangat terlibat dalam jaring perdagangan budak yang sangat luas – mereka menjelajahi pasar2 budak di China, India, dan Asia Tenggara. Ada budak2 Turki dari Asia Tengah, budak2 dari Kekaisaran Byzantine, budak2 kulit putih dari Eropa Tengah dan Timur, dan budak2 kulit hitam dari Afrika Barat dan Timur. Setiap kota di dunia Muslim punya pasar budak milik kota itu sendiri.”

PENINDASAN TERHADAP PARA BUDAK DI JAMAN ISLAM MODERN SAAT INI

Muhammad memang bilang bahwa para budak harus diperlakukan dengan adil. Meskipun begitu, mereka tetap saja dianggap barang milik orang Muslim. Sama seperti penindasan pernah terjadi di bawah agama Kristen, begitu juga penindasan pernah dan masih terjadi di bawah Islam. Beda antara keduanya adlaah Islam mendorong perbudakan dalam perang, dan ini menghidupkan perbudakan terus-menerus. Sedangkan Kristen tidak begitu. Dalam perbudakan abadi yang masih terjadi, Islam telah melakukan banyak penindasan terhadap para budak.

Setiap orang tahu tentang penindasan terhadap budak2 di Amerika Serikat tahun 1800-an. Apa yang kau ketahui tentang penindasan para budak di bawah Islam? Aku temukan dua buah buku yang sangat bagus tentang perbudakan dan Islam:
“Slavery and Muslim Society in Africa”, by Allan Fisher, pub in 1971, dan
“The Slave Trade Today” by Sean O’Callaghan, pub in 1961.

Kedua buku ini benar2 membuka mataku betapa parahnya perbudakan di bawah Islam. Sudah jelas benar bahwa penindasan ini masih berlangsung sampai hari ini.

Aku juga punya referensi lain tentang perbudakan dalam Islam. Penelaahan umum didapat dari Kamus Islam Hughes. Buku ini menyatakan beberapa hal dasar:
Budak2 tidak punya kebebasan sipil, dan mereka berada di bawah kekuasaan majikannya sepenuhnya.
Perbudakan sangat sesuai dengan sifat Islam. Islam memang membuat hidup lebih baik bagi para budak umumnya, tapi Muhammad bermaksud agar perbudakan tetap ada.
Hughes juga mengatakan bahwa dianggap tindakan yang arif untuk memerdekakan seorang budak. Aku sangat sukar mengerti bahwa tuhan yang menyuruh Muhammad mengambil budak2 lalu kemudian mengatakan memerdekakan mereka adalah tindakan yang arif?

Dalam ‘The Slave Trade Today’, Sean O’Callaghan menjelajahi daerah2 Timur Tengah dan Afrika dan dengan sembunyi2 mengunjungi banyak pasar2 budak. Karena Islam mengijinkan perbudakan dan perdagangan budak, dia bisa melihat banyak tentang dunia perbudakan Islam yang nyata. Ingatlah bahwa O’Callaghan melihat ini kurang dari 40 tahun yang lalu. Perbudakan ini masih terjadi sampai hari ini, meskipun lebih dirahasiakan.

Di Djibouti, Sean O’Callaghan menulis:
“Sepuluh anak2 laki dijejerkan membentuk lingkaran dalam dais (biasa digunakan untuk mempertontonkan para budak), pantat2 mereka menghadap kepada kami. Semuanya telanjang, dan aku melihat dengan penuh rasa ngeri bahwa lima diantara anak2 itu telah dikebiri. Pedagang budak mengatakan biasanya 10% dari anak2 laki itu dikebiri dan dijual bagi homoseks dari Saudi atau orang2 Yemen yang punya gundik2 sebagai penjaga2” hal. 75.

“Mengapa para anak2 gadis (budak2 perempuan yang baru saja dijual) menerima nasih mereka tanpa mengeluh sedangkan para anak2 laki meraung dan menangis?” “Sederhana saja” kata pedagang budak orang Somali ini, “Kami memberitahu anak2 gadis itu bahwa sejak usia 7 atau 8 tahun mereka digunakan untuk seks, usia 9 kita perbolehkan mereka mempraktekan seks dengan satu sama lain, dan setahun kemudian dengan anak2 laki”.

Di Aden dia menulis:
“Orang Yemeni mengatakan padaku bahwa gadis (budak2 gadis yang digunakan sebagai pelacur2) didorong untuk punya anak2, terutama dengan orang2 kulit putih. Karena jika seorang budak wanita punya anak kulit putih, dia akan diberi bonus 20 poun ketika anaknya diambil darinya”. Seperti yang kau baca, anak seorang budak tetaplah jadi budak, dan majikannya dapat menjual anak itu dan mengambil uangnya. Penjualan ini diperbolehkan di bawah hukum Islam.

“Hanya satu pelanggaran yang dihukum sangat berat, yakni berusaha melarikan diri dari harem … Gadis malang itu ditelanjangi dan direntangkan diikat di lapangan tengah … hukuman dilaksanakan oleh seorang kasim Negro yang besar dan kuat yang tampaknya menikmati tugasnya memecuti gadis itu 70 kali.”

“Karena ini, orang kasim biasanya penis dan buah pelirnya dibuang”! Ini pun sah di bawah hukum Islam, karena ini termasuk persiapan budak untuk melayani majikan.

Di Saudi Arabia dia menulis:
‘Populasi budak diperkirakan berjumlah 450.000 orang”! … Penjualan budak2 tidak lagi dilakukan rutin, tapi hanya di gang2 di Mekah.”
‘Aku terbangun oleh teriakan2 dan jeritan2 yang datang dari lapangan tengah. Aku cepat2 pergi ke jendela dan melihat ke bawah di mana ada selusin budak2 digiring melalui pintu di bagian belakang lapangan. Mereka digiring bagaikan sapi2 ternak oleh tiga penjaga2 bersenjata yang kekar dengan memegang cambuk panjang. Waktu itu aku melihat seorang wanita yakni gadis Sudan dengan dada besar menerima cambukan keras di pantatnya yang telanjang dan dia menjerit kesakitan.’

‘Ketika budak berikutnya dibawa masuk, terdengar gumaman penuh rasa senang dari para calon pembeli yang berkumpul di sekeliling podium. Budak ini adalah anak laki ramping berusia 12 tahun dan berpenampilan fisik Arab sangat baik. Meskipun banyak hal telah ditulis tentang persaudaraan dan solidaritas antara orang2 Arab, aku tahu orang2 Arab tidak ragu untuk memperbudak rekan2 Arabnya jika mereka jatuh ke tangannya.

Anak laki itu telanjang dan berusaha menutupi kemaluannya dengan tangan2nya yang kecil dan dia berlari naik tangga ke atas podium … ada pepatah tua Bedouin yang mengatakan: “Kambing untuk digunakan, gadis untuk kenikmatan, tapi anak laki untuk ekstasi (kepuasan yang luar biasa)”. Anak laki ini lalu dibeli oleh seorang Arab tinggi berjanggut yang tangannya melingkari pinggang anak itu menuntun turun dari podium.”

Ini hanyalah sebagian kecil yang dilihat O’Callaghan. Ini terjadi karena Islam mengesahkan perbudakan. Memang penindasan budak bertentangan dengan Islam, tapi karena Islam mengabadikan perbudakan, maka penindasan akan terjadi.

Juga perlu diperhatikan bahwa jika budak2 itu jadi terlalu tua untuk melayani atau memuaskan nafsu berahi majikannya, para majikan akan membebaskan mereka. Sekarang para budak yang sudah tua dan tampak tak menarik lagi ini dilepaskan di jalanan untuk mengurus hidupnya sendiri. Para bekas budak ini dibiarkan sendiri untuk menghidupi dirinya. Para bekas majikannya telah melakukan tindakan yang arif dan bijaksana dengan membebaskan budak ini! Dia tidak usah repot2 lagi mengurus budak tua yang tak menarik lagi dan dia pun dapat bonus di surga karena melakukan tindakan arif ini. Sungguh suatu agama yang luar biasa!

Di bukunya, Fisher menulis tentang penelitian lain:
Di Mekah:
“Kami melihat 20 orang Negro memakai turban berjalan dekat Kaaba. Mereka adalah budak2 kasim dan bekerja sebagai polisi di Mesjid besar. Jumlah mereka semua adalah 50 orang.”

“Jalanan2 penuh dengan budak2 … kami melihat beberapa budak2 wanita tua. Mereka dapat dikenali dari pakaian mereka yang buruk … tapi kami tidak melihat budak2 wanita muda karena mereka dikurung di dalam rumah2 di kota ini.”

“Sewaktu kami terus berjalan, kami melihat dua atau tiga pria dan wanita yang sangat tua dan tampak seperti tengkorak hitam. Jika kami pergi ke mesjid waktu matahari terbit, kami melihat mereka di sana, jika kami pergi pada waktu matahari terbenam, mereka pun masih ada di sana, dan jika kami lewat waktu malam hari, mereka juga masih ada di sana… Mereka tidur di atas batu2 dengan baju mereka yang kumuh. Mereka tidak punya rumah dan makanan sehingga harus mengemis; mereka adalah para budak yang dimerdekakan majikannya dan mencari perlindungan dari Allah, begitu biasanya yang dikatakan para bekas majikan mereka.”

Sekarang bagaimana orang2 Saudi bisa mendapatkan begitu banyak budak2 kulit hitam? “Mereka (pedagang budak) datang sebagai penyebar agama Islam ke negara2 Afrika dan menjanjikan untuk menuntun orang2 Negro Afrika Muslim untuk pergi ke tempat2 suci Islam, naik haji, dan diajar membaca Qur’an dalam bahasa Arab.” Begitu mereka berangkat, mereka langsung dijadikan budak2. “Dengan partisipasi Pemerintah Saudi perdagangan budak di Afrika terus berlangsung di jaman kita saat ini meskipun ada peraturan interanasional yang melarangnya”.

Fisher juga menulis bahwa budak2 kulit putih berharga paling mahal.

Komentar lain yang menarik untuk disimak adalah para penyebar agama Islam tidak mau pergi ke beberapa bagian di Afrika. Alasannya adalah karena jika orang2 kulit hitam ini jadi Muslim, maka mereka tidak boleh diperbudak. Jadi para Muslim melarang penyebaran agama Islam diantara beberapa suku kulit hitam. Dari suku2 inilah pemimpin2 Muslim lokal mengambil budak2 dan menjualnya ke dunia Islam.

Dari waktu ke waktu, penindasan terjadi dalam perbudakan di bawah Islam. Negara Barat sudah bebas dari perbudakan, Islam tetap melanjutkannya, dan dengan itu pula penindasan terus berlangsung.

Ada sebuah artikel tentang perbudakan di Sudan yang ditulis di majalah Newsweek tanggal 12 Oktober 1992. Sejak saat itu, banyak ditulis artikel2 lain oleh berbagai media tentang perbudakan Islam di Sudan. Yang terjadi adalah orang2 di bagian selatan Sudah yang bukan Muslim, diserang, dikepung dan lalu dijual sebagai budak. Siapapun yang ingin membaca artikel2 ini hal ini dengan mudah bisa melakukannya lewat perpustakaan.

Akhir kata, aku ingat saat aku menonton pertunjukan Tony Brown’s Journal. Pada waktu itu temanya adalah perdagangan budak yang masih ada di negara2 Muslim saat ini, penyiksaan para budak, anak2 laki yang berjalan timpang karena pergelangan kakinya patah, perampasan tanah2 Negro oleh orang2 Arab, dll. Siapapun bisa melihat ulang siaran Journal ini dengan memesan rekamannya. Seorang Negro Muslim dari Mauritania ada dalam siaran Journal ini. Dia menceritakan apa yang dilakukan orang2 Arab di Mauritania terhadap para Negro (semua Muslim) di sana. Berita hak2 azasi manusia baru2 ini juga melaporkan bahwa kejadian yang sama juga berlangsung di Mali. Para Muslim Arab dengan paksa merampas tanah orang Muslim Negro dan memperbudak mereka di sana.

Baru2 ini, sekelompok pastor2 Negro dari A.S., membentuk kelompok untuk menentang perbudakan Islam diantara orang2 kulit hitam, baik Muslim maupun non-Muslim di Afrika. Keterangan tentang hal ini dapat dibaca di majalah Charisma bulan Agustus 1997, dan pada tanggal 17 November 1997. Kelompok ini dinamakan “Harambee” dan berhubungan dengan Loveland Church di Los Angeles, CA.

Hadis Sahih Bukhari, Vol 2, Book 15, Number 103
‘Aisha kemudian berkata, “Suatu saat sang Nabi memasang cadar wajahku dan aku melihat budak2 kulit hitam berjajar di mesjid dan (‘Umar) membentak mereka.

http://www.truthandgrace.com/muslimslavery.htm
Adadeh vs Malcolm X: Islam & Perbudakan
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … sc&start=0

Tidak tahukah Malcom X bahwa Muhammad punya banyak budak2 negro?

Sahih Bukhari, Volume 2, Book 15, Number 103:
Dikisahkan oleh ‘Urwa atas izin dari ‘Aisha:

Di hari2 Mina, (11th, 12th, and 13th of Dhul-Hijjah) Abu Bakr datang pada Aisha pada waktu dua orang gadis muda memukul tambur dan sang Nabi sedang berbaring ditutupi pakaiannya. Abu Bakar membentak mereka dan sang Nabi membuka penutup wajahnya dan berkata pada Abu Bakr, “Biarkan mereka, karena inilah hari2 ‘Id dan hari2 Mina.” ‘Aisha lalu berkata, “Suatu waktu sang Nabi mencadari mukaku dan aku melihat barisan budak2 hitam di Mesjid dan (‘Umar) membentak mereka. San Nabi berkata, ‘Biarkan mereka. O Bani Arfida! (teruskan), kau selamat (dilindungi)’.”

Sahih Bukhari, Volume 8, Book 73, Number 182:
Narrated Anas bin Malik:
Allah’s Apostle was on a journey and he had a black slave called Anjasha, and he was driving the camels (very fast, and there were women riding on those camels). Allah’s Apostle said, “Waihaka (May Allah be merciful to you), O Anjasha! Drive slowly (the camels) with the glass vessels (women)!”

Sahih Bukhari, Volume 9, Book 91, Number 368:
Narrated ‘Umar:
I came and behold, Allah’s Apostle was staying on a Mashroba (attic room) and a black slave of Allah’s Apostle was at the top if its stairs. I said to him, “(Tell the Prophet) that here is ‘Umar bin Al-Khattab (asking for permission to enter).” Then he admitted me. … (cf. Bukhari 3.648, 6.435, 7.119)

Malik’s Muwatta, Book 21, Number 21.13.25:
Yahya related to me from Malik from Thawr ibn Zayd ad-Dili from Abu’l-Ghayth Salim, the mawla of ibn Muti that Abu Hurayra said, “We went out with the Messenger of Allah, may Allah bless him and grant him peace, in the year of Khaybar. We did not capture any gold or silver except for personal effects, clothes, and baggage. Rifaa ibn Zayd presented a black slave boy to the Messenger of Allah, may Allah bless him and grant him peace, whose name was Midam….

Q 2:92 yang lengkap berbunyi:

Dan tidak layak bagi seorang mukmin membunuh seorang mukmin (yang lain), kecuali karena tersalah (tidak sengaja), dan barang siapa membunuh seorang mukmin karena tersalah (hendaklah) ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) bersedekah. Jika ia (si terbunuh) dari kaum yang memusuhimu, padahal ia mukmin, maka (hendaklah si pembunuh) memerdekakan hamba-sahaya yang mukmin. Dan jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang mukmin. Barang siapa yang tidak memperolehnya, maka hendaklah ia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut sebagai cara tobat kepada Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Apa kau tidak merasa hal yang janggal dari aturan Allah SWT ini? Mengapa musti menunggu sampai ada kejadian Muslim bunuh Muslim terlebih dahulu agar bisa membebaskan budak? Dalam ayat ini budak dianggap sebagai keping2 uang penghapus dosa yang harus dibayar pada Allah. Aneh sekali, bukan? Kalau memang niatnya adalah untuk menghapus perbudakan, ya jangan menyerang suku kafir dan memperbudak tawanan perang, dong. Kan sebenarnya mudah kalau memang punya niat baik untuk menerapkan penghapusan perbudakan?

Pintu perbudakan dalam Islam tidak akan pernah tertutup selama ayat2 ini masih berlaku:
Q 33:50
Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu isteri-isterimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba2 wanita yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu.

Q 23:5,6
dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak2 wanita yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.

Ibn Kathir, Tabari, dan Bukhari semuanya menyatakan Muhammad punya budak2 seks, Muhammad memberi budak seks pada Ali, Abu Bakr, dan sahabat2nya yang lain.

Keterangan ini pun sudah seringkali saya kutip di FFI: Muhammad Ala-ud-din Haskafi, “The Durr-ul-Mukhtar” (Al-Durr al-Mukhtar), halaman 24

kutipan:
Seorang pria hanya boleh mengawini tidak lebih dari EMPAT wanita bebas dan budak wanita. Tapi lalu pria itu boleh ambil gundik sebanyak-banyaknya yang dia mau. Jika seorang lelaki memiliki 4 istri (dari bukan budak) dan 1000 gundik dan ingin membeli satu gudnik lagi, maka jika ada Muslim lain yang menegurnya akan hal ini, maka pria yang menegur itu berlaku seperti kafir/murtad. Dan kalau isterinya mengatakan, “Saya akan bunuh diri, sang suami tidak dilarang utk melakukannya, karena ini sebuah tindakan sah, namun kalau ia tidak melakukannya karena tidak ingin menyakiti isterinya, ia akan diberi penghargaan, karena dlm hadis dikatakan : ‘Siapapun yg simpati kpd masy saya, Allah akan bersimpati padanya.'”

Silakan periksa sendiri bukunya. Imam Muhammad Ala-ud-din Haskafi sudah menjelaskan Muslim memang halal memiliki gundik atau budak seks sebanyak-banyaknya tanpa perlu dinikahi. Muhammad sendiri juga sudah melakukan itu.
http://www.thereligionofpeace.com/Quran/015-slavery.htm
Martir dapat 80.000 budak & 72 perawan di surga
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … hp?t=18845

Mohammed said: “The least reward for the people of paradise is 80,000 servants and 72 wives” – Al-Tirmidhi 2562, 2687.
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … c&start=20
http://www.youtube.com/watch?v=5U2phq6V … re=related

Mohammed menyebut orang2 Hitam sbg KISMIS. (Sahih Al Bukhary vol. 1, no. 662 and vol. 9, no. 256).

Mohammed dikutip sbg mengatakan bahwa Orang2 HItam adalah “budak2 berhidung lebar”. (Sahih Moslem vol. 9 pages 46 and 47).

Hadith; vol.9:162,163: Muhammad memperingatkan bahwa mimpi ttg wanita2 hitam berarti datangnya penyakit.
merge post dari AlhamdbukanMuslim

ISLAM, RAS DAN PERBUDAKAN
Oleh: Saya lagi

Beberapa muslim tertentu, seperti Malcolm X, Louis Farrakhan dan organisasi Nations of Islam kerap mencoba menarik minat kaum kulit hitam dengan mengklaim bahwa Islam adalah agama asli kulit hitam dan Muhammad menentang perbudakan (Prophet of Freedom and Equality???)..

Kenyataan menunjukkan fakta-fakta bahwa ajaran Islam mengandung rasisme dan Muhammad mengekalkan perbudakan.

Muhammad mempunyai budak, dan bahkan memperdagangkan budak!
Kalau pasukan Islam menjarah, tahanan nya boleh memilih: dibunuh atau dijadikan budak. Sarjana Universitas Al-Azhar Mesir, ‘Abdul-Latif Mushtahari:

Islam TIDAK MELARANG PERBUDAKAN namun mengijinkannya karena dua alasan. Yg pertama adalah perang (entah perang sipil atau [perang dgn pihak asing dimana tahanan dibunuh atau diperbudak) ASALKAN perang itu bukan perang ANTAR Muslim. Tidak diijinkan utk memperbudak para pelanggar, atau para penjahat, JIKA MEREKA MUSLIM. Hanya tawanan non-Muslim yg boleh diperbudak atau dibunuh. Alasan kedua adalah bagi penambahan dgn cara seksual jumlah budak
bagi pemiliknya.”
(“You Ask and Islam Answers”, hal. 51-52)

“Inilah nama2 budak2 lelaki Muhamad: Yakan Abu Sharh, Aflah, ‘Ubayd, Dhakwan, Tahman, Mirwan, Hunayn, Sanad, Fadala Yamamin, Anjasha al-Hadi, Mad’am, Karkara, Abu Rafi’, Thawban, Ab Kabsha, Salih, Rabah, Yara Nubyan, Fadila, Waqid, Mabur, Abu Waqid, Kasam, Abu ‘Ayb, Abu Muwayhiba, Zayd Ibn Haritha, and also a black slave called Mahran, who was re-named (by Muhammad) Safina (`ship’). (Ibn Qayyim al-Jawziyya, “Zad al-Ma’ad”, Bagian 1, hal. 114-116)

“Muhammad memiliki banyak budak lelaki dan perempuan. Ia sering terlibat jual-beli budak, tetapi ia lebih banyak membeli ketimbang menjual, khususunya setelah Allah memperkiatnya dgn pesanNya, dan juga saat setelah hijrah dari Mekah. Ia (pernah) menjual seorang budak hitam bagi dua. Namanya adalah Jacob al-Mudbir. Ia (nabi) lebih sering menyewa dan mempersewakan budak2 ke pihak lain, namun ia lebih banyak menyewa budak ketimbang mempersewakannya(Ibn Qayyim, “Zad al-Ma’ad”, Vol. 1, hal. 160)

Fikih Islam memungkinkan tradisi perbudakan diteruskan.
Islam menganjurkan muslim untuk memelihara budak dan tidak diwajibkan untuk membebaskannya.

“Siapapun yg berikrar, `Saya akan membebaskan setiap budak yg
saya miliki’, ini tidak diwajibkan utk mematuhi sumpahnya dan ia bisa menebus sumpahnya dgn cara apapun dan tetap memiliki budak2nya. (Ia bisa melakukannya) dgn puasa selama beberapa hari atau memberi makan orang2 lapar.”
(Ibn Timiyya Vol. 33, hal. 61)

Budak boleh dipukul, dan tidak perlu ada hukuman sekalipun ia meninggal karenanya. Anas bin Malik:

“Apa hukuman seorang majikan yg memukuli budaknya sampai mati ?” Jawabnya: “Tidak ada !” (Vol. 6, Part 15, p 164).

Imam Syafi’i:

“Ayat Qur’an; `Nikahilah wanita2 yg nampak baik dimatamu, dua atau tiga atau empat’ dimaksudkan bagi mereka yg bebas (bukan budak) dan bukan bagi budak, karena yg dimaksudkan dgn ‘lelaki yg bertindak adil’ adalah orang yg memiliki uang, dan budak tidak memiliki uang.”‘ (“The Ordinances of the Qur’an”, Vol. 1, hal. 180)

Perbudakan adalah realita sejarah. Tetapi alih-alih membebaskannya, Islam justru mengekalkannya. Quran surat al-Mu’minuun 23:1-7:

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam salatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barang siapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.

(Perhatikan ayat tersebut, budak dibedakan dari istri. Jadi budak boleh disetubuhi kapan saja tanpa dinikahi!).

Beberapa negara Islam seperti Sudan memelihara tradisi perbudakan dengan gigih (http://www.hrw.org/backgrounder/africa/sudanupdate.htm, http://en.wikipedia.org/wiki/Slavery_in_Sudan).

Beberapa budak Muhammad berkulit hitam.

Sahih Muslim, Book 10, Number 3901:
Narrated Jabir ibn Abdullah:
Datanglah seorang budak dan berjanji setia kpd nabi (saw) saat hijrah; ia (nabi) tidak tahu bahwa ia seorang budak. Lalu datanglah pemiliknya dan menuntutnya kembali. Nabi (saw) mengatakan, Jual dia kpd saya. Dan ia membeli dua budak hitam, dan sejak itu ia (nabi) tidak mengambil sumpah setia dari siapapun, sebelum ia tanya apakah ia seorang budak (atau orang bebas).

Muwatta Imam Malik, Vol. 21, No. 21.13.25:
Yahya related to me from Malik from Thawr ibn Zayd ad-Dili from Abu’l-Ghayth Salim, the mawla of ibn Muti that Abu Hurayra said, “We went out with the Messenger of Allah, may Allah bless him and grant him peace, in the yearof Khaybar. We did not capture any gold or silver except for personal effects, clothes, and baggage. Rifaa ibn Zayd presented a black slave boy to the Messenger of Allah, may Allah bless him and grant him peace, whose name was Midam. The Messenger of Allah, made for Wadi’l-Qura, and when he arrived there, Midam was unsaddling the camel of the Messenger of Allah, when a stray arrow struck and killed him.

The people said, ‘Good luck to him! The Garden!’ The Messenger of Allah said, ‘No! By He in whose hand my self is! The cloak which he took from the spoils on the Day of Khaybar before they were distributed will blaze with fire on him.’ When the people heard that, a man brought a sandal-strap or two sandal-straps to the Messenger of Allah. The Messenger of Allah, said, ‘A sandal-strap or two sandal-straps of fire!'”
???

Orang yang kafir akan berwajah hitam.

Pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram. Adapun orang-orang yang hitam muram mukanya (kepada mereka dikatakan): “Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman? Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu” (surat Ali Imran 3:106)

Dan pada hari kiamat kamu akan melihat orang-orang yang berbuat dusta terhadap Allah, mukanya menjadi hitam. Bukankah dalam neraka Jahanam itu ada tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri? (surat az-Zumar 39:60)

Keturunan kulit hitam diperuntukkan bagi neraka.

Abu Darda’ reported God’s messenger as saying, “God created Adam when He created him and struck his right shoulder and brought forth his offspring white like small ants. And he struck his left shoulder and brought forth his offspring BLACK as though they were charcoal. Then He said to the party on his right said, ‘To paradise, and I do not care’, and He said to the party in his left shoulder ‘To hell, and I do not care‘.” Ahmad transmitted it.

(Mishkat Al Masabih, English translation with explanatory notes by Dr. James Robson [Sh. Muhammad Ahsraf Publishers, Booksellers & Exporters, Lahore-Pakistan, Reprint 1990], Volume I, Chapter IV, Book I.- Faith, pp. 31-32)

Narrated AbudDarda’
Allah’s Messenger (peace be upon him) said: Allah created Adam when He had to create him and He struck his right shoulder and there emitted from it white offspring as if they were white ants. He struck his left shoulder and there emitted from it THE BLACK OFFSPRINGS as if they were charcoal. He then said (to those who had been emitted) from the right (shoulder): For Paradise and I do not mind. Then He said to those (who had been emitted) from his left shoulder: They are for Hell and I do not mind.
Transmitted by Ahmad. (Al-Tirmidhi Hadith, Number 38)

Read More

Diskusi Tentang Sejarah Perbudakan

Malcolm X adalah tokoh Muslim dari kaum Afrika-Amerika yang berjuang menghapus segala macam diskriminasi lebih-lebih yang menimpa kaum Afrika-Amerika yang sering dikonotasikan dengan kaum negro yang terdiskriminasikan.

Begitu kira-kira.. lanjuuutt..

Malcolm-X wrote:Malcolm X adalah tokoh Muslim dari kaum Afrika-Amerika yang berjuang menghapus segala macam diskriminasi lebih-lebih yang menimpa kaum Afrika-Amerika yang sering dikonotasikan dengan kaum negro yang terdiskriminasikan.Begitu kira-kira.. lanjuuutt..

Tidak tahukah Malcom X bahwa Muhammad punya banyak budak2 negro?
Sahih Bukhari, Volume 2, Book 15, Number 103:
Narrated ‘Urwa on the authority of ‘Aisha:
On the days of Mina, (11th, 12th, and 13th of Dhul-Hijjah) Abu Bakr came to her while two young girls were beating the tambourine and the Prophet was lying covered with his clothes. Abu Bakr scolded them and the Prophet uncovered his face and said to Abu Bakr, “Leave them, for these days are the days of ‘Id and the days of Mina.” ‘Aisha further said, “Once the Prophet was screening me and I was watching the display of black slaves in the Mosque and (‘Umar) scolded them. The Prophet said, ‘Leave them. O Bani Arfida! (carry on), you are safe (protected)’.”

terjemahan:
Dikisahkan oleh ‘Urwa atas izin dari ‘Aisha:
Di hari2 Mina, (11th, 12th, and 13th of Dhul-Hijjah) Abu Bakr datang pada Aisha pada waktu dua orang gadis muda memukul tambur dan sang Nabi sedang berbaring ditutupi pakaiannya. Abu Bakar membentak mereka dan sang Nabi membuka penutup wajahnya dan berkata pada Abu Bakr, “Biarkan mereka, karena inilah hari2 ‘Id dan hari2 Mina.” ‘Aisha lalu berkata, “Suatu waktu sang Nabi mencadari mukaku dan aku melihat barisan budak2 hitam di Mesjid dan (‘Umar) membentak mereka. San Nabi berkata, ‘Biarkan mereka. O Bani Arfida! (teruskan), kau selamat (dilindungi)’.”

Sahih Bukhari, Volume 8, Book 73, Number 182:
Narrated Anas bin Malik:
Allah’s Apostle was on a journey and he had a black slave called Anjasha, and he was driving the camels (very fast, and there were women riding on those camels). Allah’s Apostle said, “Waihaka (May Allah be merciful to you), O Anjasha! Drive slowly (the camels) with the glass vessels (women)!”

Sahih Bukhari, Volume 9, Book 91, Number 368:
Narrated ‘Umar:
I came and behold, Allah’s Apostle was staying on a Mashroba (attic room) and a black slave of Allah’s Apostle was at the top if its stairs. I said to him, “(Tell the Prophet) that here is ‘Umar bin Al-Khattab (asking for permission to enter).” Then he admitted me.
… (cf. Bukhari 3.648, 6.435, 7.119)

Malik’s Muwatta, Book 21, Number 21.13.25:
Yahya related to me from Malik from Thawr ibn Zayd ad-Dili from Abu’l-Ghayth Salim, the mawla of ibn Muti that Abu Hurayra said, “We went out with the Messenger of Allah, may Allah bless him and grant him peace, in the yearof Khaybar. We did not capture any gold or silver except for personal effects, clothes, and baggage. Rifaa ibn Zayd presented a black slave boy to the Messenger of Allah, may Allah bless him and grant him peace, whose name was Midam. The Messenger of Allah, may Allah bless him and grant him peace, made for Wadi’l-Qura, and when he arrived there, Midam was unsaddling the camel of the Messenger of Allah, may Allah bless him and grant him peace, when a stray arrow struck and killed him. The people said, ‘Good luck to him! The Garden!’ The Messenger of Allah said, ‘No! By He in whose hand my self is! The cloak which he took from the spoils on the Day of Khaybar before they were distributed will blaze with fire on him.’ When the people heard that, a man brought a sandal-strap or two sandal-straps to the Messenger of Allah, may Allah bless him and grant him peace. The Messenger of Allah, may Allah bless him and grant him peace, said, ‘A sandal-strap or two sandal-straps of fire!’ ”

Tidakkah Malcom X tahu bahwa Muslim Arab gemar menyerang suku2 kafir Afrika dan memperbudak mereka bagaikan ternak:
Image
Pedagang budak Arab sedang menggembalakan budak2 negronya.

Image
Penyerangan Muslim Arab terhadap Afrika Timur di tahun 1888. Jumlah kematian karena perdagangan budak Islam di Afrika selama 14 abad mencapai lebih dari 112 juta jiwa.

Lihat nih artikel:
MENGAPA ISLAM TIDAK PERNAH MENENTANG PERBUDAKAN?

Malcolm X adalah tokoh Muslim dari kaum Afrika-Amerika yang berjuang menghapus segala macam diskriminasi lebih-lebih yang menimpa kaum Afrika-Amerika yang sering dikonotasikan dengan kaum negro yang terdiskriminasikan.

BETAPA BODOHNYA MALCOLM X YANG MENGIKUTI AJARAN DAN PERBUATAN MUHAMMAD YANG NYATA2 TIDAK SAJA MENDISKRIMINASI NEGRO TAPI BAHKAN MEMPERBUDAK NEGRO!!

Adadeh wrote:BETAPA BODOHNYA MALCOLM X YANG MENGIKUTI AJARAN DAN PERBUATAN MUHAMMAD YANG NYATA2 TIDAK SAJA MENDISKRIMINASI NEGRO TAPI BAHKAN MEMPERBUDAK NEGRO!!

BETUL SKALI!!!!

Islam and slavery
@adadeh

Tahukah adadeh, slave berasal dari perkataan slav yang merujuk kepada

bangsa slavia yang tidak berharta dari Eropa Timur, termasuk kekaisaran

Romawi. Sistem perbudakan ini telah ada sejak berabad lamanya. Misalnya

pyramida di mesir dibangun oleh golongan ini. Tetapi tidak semua budak

tidak mempunyai hak. karena waktu zaman pemerintahan Islam, kebanyakan

budak telah diberi hak yang sama rata oleh tuannya. Malah salah satu

orang pertama yang memasuki Islam (as-Sabiqunal awwalun) ialah Bilal bin

Rabah yang merupakan seorang budak.

Tidakkah adadeh paham bahwa apa yang terjadi di Arab bukan semua berasal

dari ajaran Islam, ingatlah bahwa perbudakan itu telah ada jauh sebelum

Islam muncul.

KALAU MALCOLM X MEMANG BODOH, BELIAU TIDAK AKAN BERJUANG KERAS UNTUK

MENGHAPUS DISKRIMINASI YANG MENIMPA KAUM AFRO YANG TERDISKRIMINASIKAN.

Upss.. Maaf Pak Momod, jadi OOT nich.. Ini kan thread untuk membahas

arti nick yang dipakai oleh member di forum ini, jadi merembet ke

perbudakan. Kak adadeh tuh yang mulai duluan.. :lol: :lol:

@santri gatal

See you there..
:wink:

Malcolm-X wrote:@adadeh
Tahukah adadeh, slave berasal dari perkataan slav yang merujuk kepada bangsa slavia yang tidak berharta dari Eropa Timur, termasuk kekaisaran Romawi.

Buat apa pakai kata “slave” segala jikalau dalam Islam sendiri sudah ada kata “ABDI” alias budak? Bukankah perbudakan memang HALAL dalam Islam? Bahkan ayat2 Qur’an sendiri sudah menghalalkan pemerkosaan terhadap budak wanita kafir dalam perampokan dan agresi yang dilakukan tentara Muslim?

Sistem perbudakan ini telah ada sejak berabad lamanya.

Anak2 SD juga sudah tahu akan hal itu, tapi hanya Muhammad yang mengHALALkan perbudakan atas kafir dalam nama Allah SWT. Mana ada Tuhan yang menurunkan firman illahi mengijinkan manusia memperbudak sesama?

Tetapi tidak semua budak tidak mempunyai hak. karena waktu zaman pemerintahan Islam, kebanyakan budak telah diberi hak yang sama rata oleh tuannya.

Hak sama rata dengan apa? Adakah ayat2 Qur’an yang mengatakan Muslim dilarang membunuh budak? Apakah ada ayat2 Qur’an yang mengatakan memperbudak, membunuh, atau memperkosa budak adalah perbuatan zolim?

Malah salah satu orang pertama yang memasuki Islam (as-Sabiqunal awwalun) ialah Bilal bin Rabah yang merupakan seorang budak.

Bilal adalah budak dari majikan pagan. Dia melarikan diri ke Medinah bersama Muhammad dan dia tidak jadi budak lagi setelah tinggal di Medinah. Sesama Muslim dilarang memperbudak. Hanya kafir yang boleh diperbudak.

Tidakkah adadeh paham bahwa apa yang terjadi di Arab bukan semua berasal dari ajaran Islam,

Sudah jelas Islam memang menghalalkan dan mensahkan perbudakan atas firman Illahi. Silakan lihat aturan2 perbudakan di hadis muwatta malik, juga banyak sekali tuh ayat2 Qur’an tentang budak, tawanan wanita, jarahan perang. Jarahan perang itu termasuk budak2/tawanan2 kafir wanita dan anak2. Islam mengHALALkan perbudakan terhadap wanita dan anak2 atas izin Illahi. Periksa sendiri Qur’an-mu.

ingatlah bahwa perbudakan itu telah ada jauh sebelum Islam muncul.

Tapi Islam mensahkan dan menghalalkan perbudakan atas izin dan firman Illahi. Muhammad sama sekali tidak menentang perbudakan, apalagi melarangnya. Dia adalah pedagang budak yang sering melakukan jual beli budak di pasar budak.

KALAU MALCOLM X MEMANG BODOH, BELIAU TIDAK AKAN BERJUANG KERAS UNTUK MENGHAPUS DISKRIMINASI YANG MENIMPA KAUM AFRO YANG TERDISKRIMINASIKAN.

Malcolm X jelas tidak tahu bahwa Muhammad adalah pedagang budak, penculik kafir untuk dijadikan budak (dia menculik seluruh kaum wanita dan anak2 kaum Ghatafan dan membawa mereka semua ke Medinah), pemerkosa tawanan wanita, pemilik banyak budak. Malcolm X mengira bahwa agama Islam adalah agama asli masyarakat negro di Afrika. Dia adalah korban kebodohannya sendiri sehingga bisa dengan mudah dikibuli orang Muslim Arab di Amerika.

Banyak sekali orang2 negro Amerika yang telah mengerti sejarah Islam di Afrika, sehingga mereka menyebarluaskan hal itu di berbagai kegiatan sosial agar kaum kulit hitam tidak terjebak mengikuti ajaran Muhammad yang mengHALALkan perbudakan, terutama perbudakan atas kafir.

Ini kan thread untuk membahas arti nick yang dipakai oleh member di forum ini

Justru karena namamu itulah, aku jadi ingin tahu. Sekarang ajukan pertanyaan ini pada dirimu:
APAKAH KAU MENENTANG PERBUDAKAN ANTAR SESAMA MANUSIA?
Kalau jawabannya adalah IYA, maka pertanyaan berikut:
MAUKAH KAU MENGIKUTI AJARAN SESAT MENGHALALKAN PERBUDAKAN SESAMA MANUSIA?
Kalau jawabannya adalah: IYA, maka tak heran pula diriku sebab memang begitulah ajaran nabimu.

Jangan sok nentang2 perbudakan tapi membela Islam, ya? Itu namanya menipu diri sendiri dan menentang ajaran Allah SWT di Qur’an.
@adadeh sobatku,

Budak dalam islam adalah berasal dari tawanan perang fi sabilillah atau keturunannya. Sebenarnya Islam tidak mengakui perbudakan. Atau tepatnya tidak menyetujui perbudakan. Islam hanyalah menyikapi perbudakan yang sudah ada jauh sebelum datangnya agama ini. Perbudakan sudah menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan umat manusia.

Pada abad ke 7 dari ujung Eropa, seluruh Afrika, hingga India dan China, tak satupun yang bebas budak. Semua umat manusia telah menerapkan sistem perbudakan. Bukan hanya dalam tatanan sosial, melainkan juga terkait dengan masalah moneter.

Pada saat itulah Islam datang dan secara sistematis melakukan menghilangkan perbudakan melalui syariat Islam. Semuanya kongkrit, bukan sekedar teori yang diseminarkan lalu masuk kotak. Salah satunya lewat bentuk hukuman pelanggran. Banyak sekali pelanggaran yang bentuk hukumannya adalah membebaskan budak. Ini adalah sebuah bentuk win win solution yang belum pernah ditawarkan sistem hukum manapun.

Di dalam Al-Quran kita menemukan beberapa ayat yang menjelaskan hukuman atas pelanggaran tertentu dan bentuknya adalah membebaskan budak.

“maka bayarlah diat yang diserahkan kepada keluarganya serta MERDEKAKAN BUDAK yang beriman” (QS. An-Nisa : 92)

Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud , tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kaffarat sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau MEMERDEKAKAN SEORANG BUDAK. (QS. Al-Maidah : 89)

Orang-orang yang menzhihar isteri mereka, kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan, maka MEMERDEKAKAN SEORANG BUDAK sebelum kedua suami isteri itu bercampur. Demikianlah yang diajarkan kepada kamu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Mujadilah : 3)

Biasanya dalam sistem hukum buatan manusia, kalau ada pelanggaran maka hukumannya adalah penjara yang hakikatnya adalah pengekangan kebebasan. Sebaliknya, pelanggaran dalam Islam justru hukumannya adalah pembebasan seseorang dari perbudakan. Maka tidak ada yang dizalimi, pelaku pelanggaran tidak hilang kemerdekaannya dan budakpun mendapatkan kemerdekaannya.

Semua pintu ke arah perbudakan telah ditutup rapat-rapat oleh syariat Islam. Sehingga secara perkembangan demografi, angka perbudakan dengan sendirinya akan semakin mengecil dan pada satu titik tertentu akan lenyap dari muka bumi.

Namun selama proses itu, Islam tetap membolehkan para pemilik budak untuk mendapatkan haknya dari budak mereka. Tentu saja dengan tidak boleh menzhalimi, menyiksa, menyakiti atau menganiaya. Alasannya adalah bahwa ketika para tuan memiliki budak, mereka membelinya dengan harga yang tinggi. Sehingga bila pembebasan budak dilakukan dalam sehari, akan runtuhlah sendi-sendi ekonomi masyarakat. Seorang yang punya seratus budak akan tiba-tiba menjadi miskin karena budak itu adalah harta miliknya. Harus ada nilai tukar yang sepadan untuk membebaskan budak begitu saja. Salah satunya adalah dengan pilihan bentuk hukuman.

Selain itu, sistem zakat yang diperkenalkan Islam pun punya andil dalam mengentaskan perbudakan. Sebab salah satu mustahiq zakat adalah para budak yang ingin menebus dirinya dengan uang kepada tuannya. Maka para budak akan mendapatkan harta zakat dari amil zakat untuk tebusan dirinya. Si pemilik budak tidak dirugikan dengan ditebusnya budak miliknya dengan harta yang sepadan.

Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, UNTUK BUDAK, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. Allah SWT-Taubah : 60)

Dan terakhir adalah membebaskan budak begitu saja sebagai ibadah maliyah sunnah, yaitu bagi mereka yang ingin mendapatkan pahala yang besar disisi Allah SWT. Bukan karena melanggar, juga bukan karena ingin membayar zakat, tapi semata-mata sebagai bentuk taqarrub kepada Allah SWT dan keikhlasan.

Maka kalau sejarah mencatat hilangnya perbudakan dari muka bumi, ketahuilah bahwa pembebasan itu dimulai dari pusat-pusat peradaban Islam.

INTINYA, APAPUN YANG ANDA KATAKAN TENTANG ISLAM DAN PERBUDAKAN MALCOLM X TETAP MENGIMANI ISLAM..

Sama halnya kalau saya mengingatkan pada anda bahwa babi itu diharamkan dalam Alkitab, anda tetap saja akan makan BABI..

Wassalam,

PS: Sekali lagi maaf Pak Momod atas keOOT-annya, saya hanya memberikan penjelasan sama sobat saya adadeh.. :wink:

Malcolm-X wrote:Budak dalam islam adalah berasal dari tawanan perang fi sabilillah atau keturunannya.

Nah, ini dia lagi masalahnya. Mengapa menyerang terlebih dahulu suku2 yang tidak memerangi Islam? Mengapa memperbudak pria, wanita, dan anak2 yang merdeka, berdaulat, dan bermartabat hanya karena hal itu dihalalkan Allah?
Mengapa Muslim butuh untuk memiliki tawanan perang dan lalu memperbudak mereka segala?
Maukah Muslim diperangi dan diperbudak kafir?
Tentu saja tidak. Karena itu pula, dalam lubuk sanubarimu dan dari tulisanmu sendiri kau jelas telah mengakui bahwa perbudakan adalah perbuatan biadab dan tidak seharusnya dilakukan siapapun, apalagi yang mengaku sebagai Rasul Allah.

Sebenarnya Islam tidak mengakui perbudakan. Atau tepatnya tidak menyetujui perbudakan.

Pengertianmu itu berdasarkan hati nuranimu, dan bukan berdasarkan apa yang diucapkan dan dilakukan Muhammad. Sebaliknya, Islam membudayakan perbudakan. Muhammad mulai mengambil budak2 ketika dia pindah ke Medina dan punya kekuasaan. Islam mengijinkan untuk mengambil budak sebagai “jarahan perang” atau upah berperang. Ini mengakibatkan terjadinya banyak perang2 “jihad” yang dilakukan negara2 dan suku2 Islam untuk menyerang kelompok2 non-Muslim dan menjadikan mereka budak2.

Perbudakan sudah menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan umat manusia.

Demikian juga minuman yang memabukkan, tapi Muhammad mampu melarang Muslim minum khamar yang memabukkan (padahal dia sendiri sering meminumnya). Melarang minum khamar mampu, tapi Muhammad/Allah yang maha kuasa ternyata tidak mampu melarang perbudakan. Hal ini karena Muhammad sendiri butuh budak2 untuk hadiah bagi para Muslim dan bagi dirinya sendiri.

Pada abad ke 7 dari ujung Eropa, seluruh Afrika, hingga India dan China, tak satupun yang bebas budak. Semua umat manusia telah menerapkan sistem perbudakan. Bukan hanya dalam tatanan sosial, melainkan juga terkait dengan masalah moneter.

Sepanjang sejarah, muncul berbagai pemimpin bangsa yang menolak perbudakan, memperjuangkan hak azasi manusia, kesetaraan derajat manusia, seperti contohnya William Wilberforce, Clarkson, Abraham Lincoln, tapi tidak ada satu pun tokoh Muslim yang menentang perbudakan. Hal ini karena menentang perbudakan dalam Islam berarti menentang firman Allah dalam Qur’an.

Pada saat itulah Islam datang dan secara sistematis melakukan menghilangkan perbudakan melalui syariat Islam.

Hampir 100 tahun setelah Presiden Abraham Lincoln mengeluarkan Proklamasi Emansipasi Amerika dan 130 tahun setelah semua budak dalam kerajaan inggris dibebaskan oleh UU parlemen, Saudi Arabia dan Yemen, ditahun 1962, dan Mauritania di tahun 1980, dengan berat hati menghilangkan perdagangan budak legal dari perundang2an mereka. Dan ini terjadi hanya setelah ada tekanan internasional yang hebat. Namun sampai sekarangpun masih banyak terdapat bukti yg dikumpulkan organisasi2 internasional bahwa perbudakan masih juga berlangsung dinegara2 muslim, dengan istilah yang lebih baru lagi. Hal ini bisa dibaca di saksi mata langsung perbudakan dalam Islam yang ditulis di buku2
“Slavery and Muslim Society in Africa”, by Allan Fisher dan “The Slave Trade Today” by Sean O’Callaghan. Para pengarang ini melihat sendiri perdagangan budak2 negro di pasar2 budak di negara pusat Islam yakni Saudi Arabia.

Di dalam Al-Quran kita menemukan beberapa ayat yang menjelaskan hukuman atas pelanggaran tertentu dan bentuknya adalah membebaskan budak.
“maka bayarlah diat yang diserahkan kepada keluarganya serta MERDEKAKAN BUDAK yang beriman” (QS. An-Nisa : 92)

Q 2:92 yang lengkap berbunyi:
Dan tidak layak bagi seorang mukmin membunuh seorang mukmin (yang lain), kecuali karena tersalah (tidak sengaja), dan barang siapa membunuh seorang mukmin karena tersalah (hendaklah) ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) bersedekah. Jika ia (si terbunuh) dari kaum yang memusuhimu, padahal ia mukmin, maka (hendaklah si pembunuh) memerdekakan hamba-sahaya yang mukmin. Dan jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang mukmin. Barang siapa yang tidak memperolehnya, maka hendaklah ia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut sebagai cara tobat kepada Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Apa kau tidak merasa hal yang janggal dari aturan Allah SWT ini? Mengapa musti menunggu sampai ada kejadian Muslim bunuh Muslim terlebih dahulu agar bisa membebaskan budak? Dalam ayat ini budak dianggap sebagai keping2 uang penghapus dosa yang harus dibayar pada Allah. Aneh sekali, bukan? Kalau memang niatnya adalah untuk menghapus perbudakan, ya jangan menyerang suku kafir dan memperbudak tawanan perang, dong. Kan sebenarnya mudah kalau memang punya niat baik untuk menerapkan penghapusan perbudakan?

Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud , tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kaffarat sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau MEMERDEKAKAN SEORANG BUDAK. (QS. Al-Maidah : 89)

Ayat di atas pun sama masalahnya dengan isi Q 2:92 dan Q 58:3 yang menganggap budak hanyalah gundi2 atau keping2 uang yang harus dibayarkan pada Allah untuk menyogok Allah agar dosa Muslim bisa dihapus. Aturan Illahi kok kayak begini?

Orang-orang yang menzhihar isteri mereka, kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan, maka MEMERDEKAKAN SEORANG BUDAK sebelum kedua suami isteri itu bercampur. Demikianlah yang diajarkan kepada kamu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Mujadilah : 3)

Bagaimana jika Muslim2 tersebut ternyata miskin yang tidak punya budak? Bagaimana bisa melaksanakan Q 58:3 jikalau tidak punya budak, padahal ketentuan ini wajib? Apa musti buka pasar budak terlebih dahulu? Bagaimana Q 58:3 ini bisa diterapkan di Indonesia yang tidak mengakui perbudakan sama sekali (beda dengan Islam)?
Orang-orang yang menzihar istri mereka, kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan, maka (wajib atasnya) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami istri itu bercampur. Demikianlah yang diajarkan kepada kamu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Biasanya dalam sistem hukum buatan manusia, kalau ada pelanggaran maka hukumannya adalah penjara yang hakikatnya adalah pengekangan kebebasan. Sebaliknya, pelanggaran dalam Islam justru hukumannya adalah pembebasan seseorang dari perbudakan. Maka tidak ada yang dizalimi, pelaku pelanggaran tidak hilang kemerdekaannya dan budakpun mendapatkan kemerdekaannya.

Kalau begitu sudah jelas bahwa hukum ini dibuat bagi Muslim2 kaya yang punya budak. Muslim miskin yang tidak mampu punya budak, tidak akan sanggup menyogok Allah dengan keping2 uang (budak) agar dosanya diampuni. Yang kaya bisa enak2an saja bikin dosa terus2an karena setiap kali bikin dosa, dia tinggal memerdekakan seorang budak untuk menghapus dosanya. Malah hal ini juga membuat perbudakan semakin subur, karena Muslim kayaraya butuh budak2 itu untuk menghapus dosa.

Hal yang serupa juga terjadi saat ini dengan Muslim2 yang melakukan korupsi besar2an di Indonesia, tapi memakai uangnya untuk naik haji dengan harapan dosanya dihapus semua oleh Allah. Bukankah ini sungguh absurd? Memperbudak saja sudah merupakan pelanggaran hak azasi manusia. Lalu setelah itu menggunakan perbudakan sebagai alat penghapus dosa. Ini jelas lingkaran setan:
1. Islam menghalalkan Muslim memperbudak kafir,
2. Muslim yang melanggar aturan Islam dapat menghapus dosa dengan memerdekakan budak
3. Jika budak sudah habis tapi dosa masih banyak, maka:
Kembali lagi ke nomer 1. Jadi kafir adalah alat bagi Muslim untuk bisa menghapus dosa.

Semua pintu ke arah perbudakan telah ditutup rapat-rapat oleh syariat Islam.

Pintu perbudakan dalam Islam tidak akan pernah tertutup selama ayat2 ini masih berlaku:
Q 33:50
Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu isteri-isterimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba2 wanita yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu.

Q 23:5,6
dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak2 wanita yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.

Sehingga secara perkembangan demografi, angka perbudakan dengan sendirinya akan semakin mengecil dan pada satu titik tertentu akan lenyap dari muka bumi.

Ternyata pada kenyataannya, perbudakan dalam Islam di jaman modern masih berkembang pesat, terutama di Afrika. Muhammad sendiri membeli, menjual, memperdagangkan budak. Hal ini pulalah yang ditiru Muslim2 jaman modern seperti ini:
http://en.wikipedia.org/wiki/Slavery_in_Sudan
According to the American Anti-Slavery Group, black Africans in southern Sudan have been abducted for centuries in the Arabian slave trade, but the slave raids by militia armed by the federal government of Sudan increased significantly after the 1989 military coup led by Field Marshal Omar Hassan Ahmad al-Bashir, who is the current president of Sudan.
terjemahan:
Menurut American Anti-Slavery Group, orang2 negro di Selatan Sudan telah diculiki selama berabad-abad untuk perdagangan budak Arabia, tapi penyerangan2 untuk mengambil budak oleh kelompok milisia yang dipersenjatai oleh Pemerintah Sudan meningkat pesat setelah tahun kudeta militer di tahun1989 oleh Omar Hassan Ahmad al-Bashir yang adalah Presiden Sudan saat ini.

Lihat tuh. Apakah yang dilakukan milisia Arab Muslim dan Presiden Sudan itu bertentangan dengan hukum Islam? Bukankah yang mereka lakukan itu persis dengan yang dilakukan Muhammad?

http://www.danielpipes.org/article/2687
Image
Si Homaidan Ali Al-Turki ini mengimport TKW Indonesia dan memperkosa dan memperbudaknya.
kutipan:
Last week, however, the FBI accused the couple of enslaving an Indonesian woman who is in her early 20s. For four years, reads the indictment, they created “a climate of fear and intimidation through rape and other means.” The slave woman cooked, cleaned, took care of the children, and performed other tasks for little or no pay, fearing that if she did not obey, “she would suffer serious harm.”
terjemahan:
Minggu lalu, FBI menuduh pasangan tersebut memperbudak seorang wanita Indonesia yang berusia awal 20 tahunan. Selama empat tahun, seperti yang tertulis dalam laporan, mereka menciptakan “suasanan ketakutan dan ancaman melalui pemerkosaan dan tindakan2 lainnya.” Budak wanita ini harus memasak, membersihkan, mengurus anak2, dan melakukan hal2 lain dengan bayaran rendah atau tidak dibayar sama sekali, dan dia takut jika dia tidak tunduk maka “dia akan sangat disakiti.”

Apakah yang dilakukan si Homa ini dosa menurut Islam? Apakah salah jika dia memperkosa budaknya? Bukankah Qur’an sendiri menghalalkan perkosaan terhadap budak2 wanita?
Q 23:5,6
dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak2 wanita yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.
Muslim tidak perlu menjaga kemaluannya terhadap budak2 wanita yang dia miliki. Si TKW memang tidak mengira dia bakal diperbudak, sebab perbudakan tidak ada di Indonesia yang masyarakatnya lebih berakhlak daripada badui Arab. Tapi si Homa berasal dari masyarakat badui Arab yang barbar, pengikut Muhammad sejati, sehingga dengan leluasa dia menerapkan haknya yang tertulis jelas di Q 23:5,6. Sunnah nabi, lhoo..

Juga jangan lupa ini:
PERBUDAKAN DI AFRIKA MODERN:

Sudan
Image
Francis Bok, authorand escaped former Sudanese slave. At the age of seven, he was captured and enslaved during a raid in Southern Sudan. For ten years he was slave to a family that called him “abeed” (black slave). In that time he states that he was neglected and abused, given an Arab name and forced to perform Islamic prayers. (Courtesy Unitarian Universalist Association/Jeanette Leardi)
terjemahan:
Francis Bok, pengarang buku dan dia berhasil melarikan diri dari perbudakan di Sudan. Di usia 7 tahun, dia ditangkap dan diperbudak dalam penyerangan yang terjadi di Sudan Selatan. Selama 10 tahun dia jadi budak di sebuah keluarga yang memanggilnya dengan julukan “abeed” (budak hitam). Di saat itu dia tidak diurus dan ditindas, diberi nama Arab dan dipaksa melakukan sholat.

There has been a recrudescence of jihad slavery since 1983 in the Sudan.
Slavery in the Sudan predates Islam, but continued under Islamic rulers and has never completely died out in Sudan. According to CBS news, slaves have been sold for $50 apiece. [1] In 2001 CNN reported the Bush administration was under pressure from Congress, including conservative Christians concerned about religious oppression and slavery, to address issues involved in the Sudanese conflict.[4] CNN has also quoted the U.S. State Department’s allegations: “The [Sudanese] government’s support of slavery and its continued military action which has resulted in numerous deaths are due in part to the victims’ religious beliefs.”

Setiap budak dijual dengan harga $50 per jiwa. Sungguh murah harga budak di pasar budak Islam modern. Ini jauh lebih murah dibandingkan yang tertulis di Hadis Muslim. Saat itu budak berharga 4.000 dinnar.

Chad
IRIN (Integrated Regional Information Networks) of the UN Office for the Coordination of Humanitarian Affairs reports children being sold to Arab herdsmen in Chad. As part of a new identity imposed on them the herdsman “…change their name, forbid them to speak in their native dialect, ban them from conversing with people from their own ethnic group and make them adopt Islam as their religion.”
terjemahan:
IRIN yang adalah bagian dari Badan Hak Azasi Manusia PBB melaporkan anak2 dijual kepada orang2 Arab di Chad. Sebagai bagian pemberian identitas baru, majikan2 Arab “… merubah nama mereka, melarang mereka bicara dalam bahasa asli, melarang mereka bicara dengan orang2 sesama suku asal dan memaksa mereka masuk Islam.”

Mauritania:
Main article: Slavery in Mauritania
A system exists now by which Arab Muslims — the bidanes — own black slaves, the haratines.[12] An estimated 90,000 black Mauritanians remain essentially enslaved to Arab/Berber owners.[13] The ruling bidanes (the name means literally white-skinned people) are descendants of the Sanhaja Berbers and Beni Hassan Arab tribes who emigrated to northwest Africa and present-day Western Sahara and Mauritania during the Middle Ages.[14] According to some estimates, up to 600,000 black Mauritanians, or 20% of the population, are still enslaved, many of them used as bonded labour.[15] Slavery in Mauritania was finally criminalized in August 2007.[16] Malouma Messoud, a former muslim slave has explained her enslavement to a religious leader:
“We didn’t learn this history in school; we simply grew up within this social hierarchy and lived it. Slaves believe that if they do not obey their masters, they will not go to paradise. They are raised in a social and religious system that everyday reinforces this idea.”
In Mauritania, despite slave ownership having been banned by law in 1981, hereditary slavery continues. Moreover, according to Amnesty International:
“Not only has the government denied the existence of slavery and failed to respond to cases brought to its attention, it has hampered the activities of organisations which are working on the issue, including by refusing to grant them official recognition”. Imam El Hassan Ould Benyamin of Tayarat in 1997 expressed his views about earlier proclamations ending slavery in his country as follows:
“[it] is contrary to the teachings of the fundamental text of Islamic law, the Quran … [and] amounts to the expropriation from muslims of their goods; goods that were acquired legally. The state, if it is Islamic, does not have the right to seize my house, my wife or my slave.”

terjemahan:
Sistem perbudakan sekarang menunjukkan orang2 Arab Muslim (kaum bidan) memiliki budak2 negro yang disebut haratin. Diperkirakan 90.000 negro Mauritania saat ini diperbudak majikan2 Arab/Berber. Penguasa bidan (yang artinya adalah orang2 berkulit putih) adalah keturunan dari Berber Sanhaja dan suku2 Arab Beni Hassan yang datang ke Afrika barat daya dan saat ini Sahara selatan dan Mauritania di jaman Abad Pertengahan. Menurut perkiraan, sekitar 600.000 negro2 Mauritania, atau 20% dari populasi, masih diperbudak, banyak dari mereka yang dipergunakan sebagai pekerja yang bayarannya adalah bagian untuk membeli kemerdekaannya. Perbudakan di Mauritania dilarang di bulan Agustus 2007. Malouma Messoud, bekas budak Muslim menjelaskan perbudakannya berdasarkan pengertian agama Islamnya:
“Kami tidak belajar sejarah di sekolah; kami hanya dibesarkan dalam hirarki sosial ini dan hidup dengan cara itu. Budak2 percaya bahwa jika mereka tidak mentaati majikan2 mereka, maka mereka tidak akan masuk surga. Mereka dibesarkan dalam sistem sosial dan agama Islam dan setiap hari terus-menerus diingatkan akan hal ini.”

Meskipun perbudakan telah dilarang UU di tahun 1981 di Mauritania, warisan budaya perbudakan terus saja berlangsung. Menurut Amnesty International:
“Tidak hanya Pemerintah membantah adanya perbudakaan dan tidak menanggapi masalah ini, tapi mereka juga melawan organisasi2 yang memperjuangkan anti perbudakan, misalnya dengan cara tidak mengakui laporan mereka.
Imam El Hassan Ould Benyamin dari Tayarat di tahun 1997 menyatakan pendapatnya tentang pelarangan perbudakan di negaranya sebagai berikut:
“Hal ini bertentangan dengan ajaran dasar hukum Islam yakni Qur’an… dan jumlah
“[it] is contrary to the teachings of the fundamental text of Islamic law, the Quran … dan pengurangan kekayaan yang dimiliki Muslim, kekayaan yang halal untuk dimiliki. Negara Islam tidak punya hak untuk merampas rumahku, istriku, atau budakku.

Child slave trade
The trading of children has been reported in modern Nigeria and Benin.[21] The children are kidnapped or purchased for $20 – $70 each by slavers in poorer states, such as Benin and Togo, and sold into slavery in sex dens or as unpaid domestic servants for $350.00 each in wealthier oil-rich states, such as Nigeria and Gabon.
terjemahan:
Perdagangan Budak Anak2
Perdagangan budak anak2 dilaporkan terjadi di Nigeria dan Benin. Anak2 diculik atau dijual dengan harga $20 sampai $70 per orang oleh pedagang2 budak di negara2 miskin seperti Benin dan Togo. Mereka dijual sebagai budak di tempat2 pelacuran atau sebagai budak rumah tangga yang berharga $350 per orang di negara2 kaya minyak seperti Nigeria dan Gabon.

Ethiopia
Mahider Bitew, Children’s Rights and Protection expert at the Ministry of Women’s Affairs, says that some isolated studies conducted in Diredawa, Shashemene, Awassa and three other towns of the country indicate that the problem of child trafficking is very serious. According to a 2003 study about one thousand children were trafficked via Dire Dawa to countries of the Middle East. The majority of those children were girls, most of whom were forced to be sex workers after leaving the country. The International Labor Organization (ILO) has identified prostitution as the Worst Form of Child Labor.
In Ethiopia, children are trafficked into prostitution, to provide cheap or unpaid labor and to work as domestic servants or beggars. The ages of these children are usually between 10 and 18 and their trafficking is from the country to urban centers and from cities to the country. Boys are often expected to work in activities such as herding cattle in rural areas and in the weaving industry in Addis Ababa, and other major towns. Girls are expected to take responsibilities for domestic chores, childcare and looking after the sick and to work as prostitutes.

terjemahan:
Mahider Bitew, ahli Hak Azasi dan Perlindungan Anak2 dari Badan Permasalahan Wanita, mengatakan bahwa penelitian2 yang dilakukan di in Diredawa, Shashemene, Awassa dan tiga kota lain di negara itu menunjukkan masalah perdagangan anak sangatlah serius. Menurut penelitian di tahun 2003, sekitar seribu anak2 diperdagangkan melalui Dire Dawa ke negera2 Timur Tengah. Kebanyakan anak2 ini adalah anak2 perempuan, dan sebagian besar dipaksa jadi budak seks setelah meninggalkan negaranya. Badan Buruh PBB (ILO) menetapkan pelacuran sebagai bentuk perburuhan anak2 yang paling keji. Di Ethiopia, anak2 diperdagangkan dalam pelacuran, untuk jadi tenaga kerja gratisan atau bekerja sebagai pembantu atau pengemis.

Niger
In Niger, where the practice of slavery was outlawed in 2003, a study found that almost 8% of the population are still slaves. Slavery dates back for centuries in Niger and was finally criminalised in 2003, after five years of lobbying by Anti-Slavery International and Nigerian human-rights group, Timidria.
Descent-based slavery, where generations of the same family are born into bondage, is traditionally practised by at least four of Niger’s eight ethnic groups. The slave masters are mostly from the nomadic tribes — the Tuareg, Fulani, Toubou and Arabs. It is especially rife among the warlike Tuareg, in the wild deserts of north and west Niger, who roam near the borders with Mali and Algeria. In the region of Say on the right bank of the river Niger, it is estimated that three-quarters of the population around 1904-1905 was composed of slaves.
Historically, the Tuareg swelled the ranks of their slaves during war raids into other peoples’ lands. War was then the main source of supply of slaves, although many were bought at slave markets, run mostly by indigenous peoples.

Namun selama proses itu, Islam tetap membolehkan para pemilik budak untuk mendapatkan haknya dari budak mereka.

Maksudmu adalah termasuk memperkosa mereka, bukan?

Tentu saja dengan tidak boleh menzhalimi, menyiksa, menyakiti atau menganiaya.

Bagaimana mungkin jika ternyata Muhammad sendiri membunuhi sanak keluarga mereka yang pria, memperkosa mereka di hari yang sama suami2 mereka dibunuh, lalu juga memperbudak anak2 mereka, dan akhirnya membatalkan perkawinan2 mereka jika suami2 mereka masih hidup? Tidak tahukah kau akan hal ini? Apakah aku harus menunjukkan catatan sejarah dan ahadisnya padamu?

Alasannya adalah bahwa ketika para tuan memiliki budak, mereka membelinya dengan harga yang tinggi. Sehingga bila pembebasan budak dilakukan dalam sehari, akan runtuhlah sendi-sendi ekonomi masyarakat.

Dunia Islam telah melakukan perbudakan selama 1500 tahun sampai detik ini. Tidak ada gerakan Islam dari negara Muslim manapun yang menentang perbudakan selama 1.500 tahun sejak Muhammad menciptakan Islam. Selama Islam masih ada, Muslim tetap halal memperdagangkan budak.

Selain itu, sistem zakat yang diperkenalkan Islam pun punya andil dalam mengentaskan perbudakan.

Sekali lagi, semua hukum ini hanya bisa dilakukan orang2 yang punya duit. Budak2 anak dan wanita2 yang miskin yang tidak mampu membeli dirinya sendiri juga akan terus diperbudak sampai mati.

Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, UNTUK BUDAK, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. Allah SWT-Taubah : 60)

Sudah zakat 1.500 tahun tapi sampai detik ini ternyata perbudakan tetap subur dalam dunia Islam. Mana bukti ucapanmu bahwa Islam sedikit demi sedikit menghapus perbudakan? Tidak ada kata haram bagi perbudakan dalam Islam.

Mengapa pula Muslim merasa perlu menghapus perbudakan jika Muhammad sendiri tidak pernah menghapuskannya bahkan aktif memperdagangkan budak?

Maka kalau sejarah mencatat hilangnya perbudakan dari muka bumi, ketahuilah bahwa pembebasan itu dimulai dari pusat-pusat peradaban Islam.

Coba sebutkan di mana pusat2 peradaban Islam itu? Saudi Arabia yang pusat Islam? Sampai sekarang arab2 di negara itu masih sangat aktif memperdagangkan budak sambil tidak lupa menculik wanita2 kulit putih untuk dijadikan harem atau budak seks.

INTINYA, APAPUN YANG ANDA KATAKAN TENTANG ISLAM DAN PERBUDAKAN MALCOLM X TETAP MENGIMANI ISLAM..

Itulah contoh kebodohan dan ironi terbesar di dunia kulit hitam Amerika. Coba lihat nih tulisan orang negro yang mempertanyakan perbudakan dalam Islam:
http://debate.org.uk/topics/trtracts/t12.htm
Inilah contoh orang negro yang kritis menggali Islam dan berani mempertanyakan apa yang dilakukan dan diucapkan Muhammad.
Jika Malcolm X tahu betul budak2 yang diperkosa Muhammad, budak2 negro yang disuruh berbaris di mesjid, mana mungkin dia mau masuk Islam? Islam identik dengan perbudakan, dari 1.500 tahun yang lalu sampai detik ini. Tanpa iming2 surga, budak dan jarahan perang, mana mau para jihadis membantu Muhammad merampoki para kafir? Budak, jarahan perang, iming2 mati syahid adalah kunci sukses Islam. Karena ketiga hadiah itulah maka Muslim rela mati berjuang bersama Muhammad dalam memerangi kafir.

Sama halnya kalau saya mengingatkan pada anda bahwa babi itu diharamkan dalam Alkitab, anda tetap saja akan makan BABI.

Apa nih hubungannya dengan Islam dan perbudakan?
Aku bukan pengikut ajaran Yudaisme dalam Taurat, jadi aku bebas makan apa saja. Apakah kau ini mentaati hukum Taurat Yudaisme sehingga tidak makan babi? Bukankah dalam Taurat tertulis bahwa YHWH melarang umatnya makan onta? Mengapa dong Muhammad malah doyan melahap daging onta dan malah sekaligus suka meminum air kencingnya?

Sahih Bukhari Volume 4, Buku 63, Nomer 261:
“Delapan orang dari suku ‘Ukil datang kepada sang Nabi dan mereka merasa udara Medina tidak cocok bagi mereka. Karena itu mereka berkata,”O Rasul Allah! Tolong berikan kami susu.” Rasul Allah berkata, ”Aku anjurkan kalian untuk bergabung dengan kelompok unta2.” Maka mereka pergi dan minum air kencing dan susu unta2 (sebagai obat) sampai mereka sehat dan gemuk. Lalu mereka membunuh gembala unta dan melarikan unta2 itu, dan mereka meninggalkan agamanya setelah tadinya mereka adalah Muslim. Pada saat sang Nabi diberitahu hal ini oleh orang yang minta tolong padanya, ia menyuruh beberapa orang untuk memburu para pencuri unta itu, dan sebelum matahari bertambah tinggi, pencuri2 itu dibawa kepada Nabi, dan Nabi memotong tangan2 dan kaki2 mereka. Ia meminta paku2, yang dipanaskan dan ditusukkan ke dalam mata2 para pencuri, dan mereka diterlantarkan di Harra (daerah berbatu di Medinah). Mereka minta air, dan tidak ada seorang pun yang memberi mereka air sampai mereka mati.”

PS: Sekali lagi maaf Pak Momod atas keOOT-annya, saya hanya memberikan penjelasan sama sobat saya adadeh.. :wink:

Ini debat yang sangat penting untuk membuka semua mata Muslim dan kafirun tentang Muslim dan perbudakan. Mod yth, mohon tulisan ini dipindahkan ke forum Qur’an agar tidak OOT lagi.
Mantep banget bos @adadeh. :D:D:D
nyatanya semasa kekhalifahan Islam perbudakan sudah hilang atau berkurang….yg penting kan faktanya.
kebiasaan si twister pake fakta2 penyelewengan kaidah Islamiah yg sebenarnya. …kik..kik …
sok ah malcom X izinin gue sentil mulut si crazy twister ini ….
Seperti biasa
argumen si alley dan csnya, momon, hanyalah argumen ngawur, dongengan pelipur lara karena ketahuan boroknya.
dan…. anak kecil saja bisa nulis kayak gitu.
Lihat saja si Adadeh mampu menampilkan data2 dan referensi yg akurat dan mendukung argumennya.

lanjjjuuuutttt…….

:lol: :lol: :lol:
alley , fakta apanya ?? kamu ini gimana ? aku udah tantangin allow untuk dapat laknat kok tapi mana ya? kamu ini tinggal di mana ? alamat emailmu apa >
Chad http://www.irinnews.org/report.aspx?reportid=52490

IRIN (Integrated Regional Information Networks) of the UN Office for the Coordination of Humanitarian Affairs reports children being sold to Arab herdsmen in Chad. As part of a new identity imposed on them the herdsman “…
===
ada2 aja si adadeh…
asal pelaku kejahatan muslim, maka pasti itu adalah ajaran Islam.
lihat tuh si ayah, kristen yg ngejual anaknya.
kristen mendukung penjualan anak2?
mantab!

gaston31 wrote:Chad http://www.irinnews.org/report.aspx?reportid=52490IRIN (Integrated Regional Information Networks) of the UN Office for the Coordination of Humanitarian Affairs reports children being sold to Arab herdsmen in Chad. As part of a new identity imposed on them the herdsman “…
===
ada2 aja si adadeh…
asal pelaku kejahatan muslim, maka pasti itu adalah ajaran Islam.
lihat tuh si ayah, kristen yg ngejual anaknya.
kristen mendukung penjualan anak2?
mantab!

sesuai ajaran ALKITAB …!!!!

    [EXODUS 21:7]

Apabila ada seorang menjual anaknya yang perempuan sebagai budak

    , maka perempuan itu tidak boleh keluar seperti cara budak-budak lelaki keluar.

Lagi – lagi si montir kepala lari ke alkitab . bukannya alkitab sudah di palsukan .

KAYAKNYA SI MONTIR KEPALA PERLU DI PERBAIKI SYARAF SYARAF OTAKNYA
bagaimanapun gw setuju ama perjuangan malcolm-x tanpa melihat keyakinannya untuk menghapus diskriminasi perbudakan.

abusofyan wrote:Lagi – lagi si montir kepala lari ke alkitab . bukannya alkitab sudah di palsukan .

nah lo.. kalo percaya Al Kitab dah di palsukan… apa ada Al Kitab yg masih suci??.. kalo gak ada… berarti Nasrani tak pantas disebut agama….
karena yang namanya agama harus punya Kitab yang masih Suci….
Wah, om Adadeh laris manisss hehehehe. Setelah sukses menggebuk Julius “the chicken” rocky, tampaknya bakal ada lagi lulusan pesantren korban Adadeh.

:D
ya kita saksikan bagaimana pertarungannya. si momon dan alley pun ngak berani menghadapi adadeh. hanya menjadi cheerleader di belakang saja ,kayak ayam.
Adadeh telah berargumen dengan mantap (as always). Montir Kepala dan Alley perlu menunjukan bukti-bukti yang kuat bahwa Islam menentang perbudakan. Ayo dong berargumen yang baik, alley dan montir kan ‘orang lama’ di sini. Bagus nih untuk menambah wawasan.

Read More

%d bloggers like this: