Sejarah Islam

Manusia bijak adalah manusia yang mengetahui & belajar dari sejarah

Category Archives: Islam Masa Kini

Hubungan Islam dan Nazi

di kutip dari : indonesia faithfreedom

sumber :


Rekaman Pembicaraan antara Hitler dan Imam Husseini.

Sumber: Documents on German Foreign Policy 1918-1945, Series D, Vol XIII, London, 1964, pp.881 ff.

Grand Mufti dan Hitler di Berlin.

Haji Amin al-Husseini, pemimpin Arab Palestina yg paling berpengaruh tinggal di Jerman selama Perang Dunia II. Ia bertemu Hitler, Ribbentrop dan pemimpin Nazi lainnya pada berbagai kesempatan dan mencoba mengkoordinasi kebijakan Nazi dan Arab di Timur Tengah.

Rekaman pembicaraan antara sang Fuhrer dan the Grand Mufti of Jerusalem pada tgl 28 November, 1941, di hadapan Menlu Nazi and Menteri Grobba di Berlin.

The Grand Mufti mulai dgn mengucapkan terima kasih pada Fuhrer atas kehormatan ini. Ia ingin menggunakan kesempatan ini utk menyampaikan kpd sang Fuhrer, YANG DIKAGUMI SELURUH DUNIA ARAB, terima kasih atas simpati yg selalu ditunjukkan Hitler atas dunia Arab dan khususnya soal Palestina dan yang sering dirujuknya dalam pidato2 umumnya. Negara2 Arab sangat yakin pada kemenangan Jerman dalam perang dan bahwa tujuan Arab akan tercapai.

Arab adalah teman alamiah Jerman karena mereka memiliki musuh yg sama, yaitu Inggris, Yahudi dan Komunis. Karena itu Arab siap utk bekerja sama dgn Jerman dgn segala hati dan siap berpartisipasi dlm perang, tidak hanya secara NEGATIF melalui tindakan SABOTASE dan PEMICUAN REVOLUSI, tetapi juga secara positif dgn pembentukan pasukan Arab. Arab akan bermanfaat bagi Jerman sbg sekutu mengingat alasan geografis dan penderitaan yang disebabkan Inggris dan Yahudi. Terlebih lagi, Jerman memiliki hubungan dekat dgn negara2 Muslim, yang bisa dimanfaatkan bagi kepentingan bersama. Pasukan Arab mudah dibentuk. Dgn satu permintaan saja dari sang Mufti kpd negara2 Arab dan tawanan kebangsaan Arab, Aljazair, Tunisia dan Maroko di penjara2 Jerman akan menghasilkan jumlah besar sukarelawan siap tempur.

Dunia Arab sudah sangat yakin akan kemenangan Jerman, bukan hanya karena Nazi memiliki tentara besar, tentara berani dan pemimpin militer jenius, tetapi juga karena TUHAN YANG MAHA KUASA TIDAK AKAN PERNAH MEMBERIKAN KEMENANGAN KEPADA TUJUAN TIDAK BENAR (INGGRIS/YAHUDI).

Dalam perjuangan ini, Arab ingin mencapai kemerdekaan dan kesatuan Palestina, Syria, dan Iraq. Mereka memiliki keyakinan bulat dalam Fuhrer.

Sang Mufti lalu menyebut surat yang diterimanya dari Jerman yang mengatakan bahwa Jerman tidak menahan wilayah Arab, mengakui aspirasi kemerdekaan dan kebebasan Arab dan juga mendukung penghancuran tanah air Yahudi.

Tapi diperlukan suatu deklarasi umum yang akan sangat berguna bagi EFEK PROPAGANDA terhdp bangsa2 Arab pada saat ini. Ini akan membangunkan Arab dari kemalasan mereka dan memberikan mereka semangat baru. Ini juga memudahkan pekerjaan Mufti dlm mengorganisasikan Arab secara rahasia dan memberikan jaminan kpd Arab yang dgn disiplin ketat dan sabar akan menunggu waktunya utk menyerang, menunggu perintah dari Berlin.

Amin Al Husseini dan pasukan muslim Nazi Bosnia.

Sehubungan dgn peristiwa di Iraq, sang Mufti melihat bahwa kaum Arab di Jerman tidak dipicu oleh Jerman utk menyerang Inggris tetapi mereka hanya bereaksi atas serangan Inggris terhdp kehormatan mereka.

Orang Turki, ia percaya, akan menyambut baik pembentukan pemerintahan Arab di kawasan2 tetangga karena mereka LEBIH MENYUKAI NEGARA ARAB YANG LEMAH KETIMBANG PEMERINTAH EROPA YANG KUAT DI NEGARA2 TETANGGA dan, mengingat jumlah penduduk Turki sebanyak 7 juta Arab, Jerman tidak perlu takut akan ke 1,7 juta Arab yg menduduki Syria, Transjordan, Iraq dan Palestina.

Perancis juga tidak memiliki keberatan atas rencana persatuan ini karena Perancis sendiri memberikan kemerdekaan kpd Syria sejak 1936 dan memberikan persetujuan atas unifikasi Iraq and Syria dibawah raja Faisal sedini th 1933.

Untuk itu, sang Mufti mengulangi kembali permintaannya agar Fuhrer mau mengeluarkan pernyataan umum agar Arab tidak akan kehilangan harapan. Dgn harapan macam itu, Arab, katanya, mau menunggu. Mereka tidak memaksakan terwujudnya aspirasi mereka dgn segera; mereka bisa menunggu selama 1/2 tahun atau 1 tahun penuh. Tetapi jika mereka tidak diinspirasi oleh harapan bagi adanya deklarasi ini, diperkirakan manfaatnya justru akan didapatkan pihak Inggris.

Sang Fuhrer menjawab bahwa sikap fundamental Jerman atas pertanyaan2 ini, spt dikatakan Mufti sendiri, sudah jelas. Jerman berketetapan utk melancarkan perang tidak berkompromi terhdp Yahudi. Ini otomatis termasuk oposisi aktif melawan negara nasional Yahudi di Palestina.

Sudah jelas Jerman akan memberikan bantuan material positif dan praktis kepada Arab yg terlibat perjuangan yang sama.

Bentuk kerja sama Hitler dan Mufti


The Fuhrer kemudian membuat pernyataan ini kepada sang Mufti, mengajaknya utk ikut serta dgn segala kemauan hati yg mendalam:

  1. Ia (the Fuhrer) akan meneruskan perang PENGHANCURAN TOTAL bagi kekuasaan Yudeo-Komunis di Europe.
  2. tentara Jerman akan mencapai bagian selatan Caucasia.
  3. Begitu ini terjadi, the Fuhrer sendiri akan memberikan jaminan kpd dunia Arab bahwa detik pembebasan mereka sudah tiba. Satu2nya tujuan Jerman adalah penghancuran elemen Yahudi di kawasan Arab.
Foto Amin Al Husseini dalam seragam sbg tentara kerajaan Ottoman. Ia ditugaskan ke Smyrna dimana jutaan orang Kristen Armenia dibantai oleh tentara Ottoman. Kekalahan Ottoman dan diakhirinya kekuasaan Islam oleh pemimpin sekuler Turki, Kemal Ataturk, membuatnya menyimpan rasa dendam.

Pada detik itu pula, sang Mufti akan menjadi juru bicara dunia Arab yg paling otoritatif. Maka adalah tugasnya utk memulai operasi Arab, yg sudah dipersiapkannya secara rahasia.

Begitu Jerman memaksa dibukanya jalur ke Iran dan Iraq lewat Rostov; maka inilah permulaan diakhirinya kekuasaan dunia Inggris. Ia (the Fuhrer) berharap bahwa tahun mendatang memungkinkan Jerman utk menembus gerbang Caucasia ke Timur Tengah. Demi kebaikan bersama, lebih baik jika proklamasi kpd dunia Arab ditunda beberapa bulan lagi, kalau2 Jerman mengalami kesulitan dan tidak dapat membantu Arab.

The Fuhrer menghargai penuh semangat Arab bagi adanya sebuah pernyataan umum spt yg diminta sang Grand Mufti. Tapi diingatkannya bahwa ia sendiri (the Fuhrer) ketika masih menjabat Menteri Negara Reich Jerman selama 5 tahun tidak dapat mengumumkan kpd negaranya sendiri ttg upaya pembebasan bagi mereka. Ia harus menunggu sampai terbentuknya kekuatan militer.

Begitu divisi tank dan skuadron udara Jerman menampakkan diri di bagian selatan Caucasus, maka deklarasi umum yg diminta Grand Mufti ini baru akan disebarkan diseluruh dunia Arab.

Grand Mufti menjawab bahwa ia yakin semuanya akan berlangsung spt yg dikatakan the Fuhrer. Namun ia bertanya apakah, paling tidak secara rahasia, diadakan persetujuan dgn Jerman ttg hal yg baru ia paparkan pada the Fuhrer ini.

The Fuhrer menjawab bahwa persisnya deklarasi rahasia spt itulah yang baru saja diberikannya kpd sang Grand Mufti. :oops:

The Grand Mufti akhirnya mengucapkan terima kasih dan meninggalkan the Fuhrer dgn kepercayaan penuh atas interesnya pada tujuan dunia Arab.

SCHMIDT

Foto-foto dokumentasi


penghormatan ala nazi dari mufti jerusalem

Pasukan Muslim Bosnia sedang membaca propaganda Nazi yang berjudul Islam dan Yahudi.

Contoh Al-Taqqiya

Contoh Al-Taqiya oleh Islam

Dikutip dari :indonesia faithfreedom


Raja Saudi, Abdullah

Seruan Saudi bagi Dialog Antar Agama sama saja dengan kaum NAZI menyerukan bagi Dialog dengan Yahudi setelah Holocaust : Dalam konferensi tanggal 16 Juli 2008 di Madrid/Spanyol yang disponsori Saudi, raja Abdullah (foto atas) menyerukan agar agama-agama utama dunia “meninggalkan ekstrimisme dan mencari rekonsiliasi”. Faithfreedom]

Kata Raja Abdullah :

“Saya membawa pesan dari Arab Saudi, negara dua mesjid suci. Pesan ini menyatakan Islam sebagaiAGAMA MODERAT DAN TOLERANSI, pesan yg menyerukan bagi adanya dialog konstruktif diantara pengikut semua agama, pesan yg menjanjikan dibukanya halaman baru bagi kemanusian, dimana–insya Allah–pengertian akan menggantikan konflik.”

Ini sebuah lelucon dan sebuah taqqiya yang sama sekali tidak lucu. Bukannya negara Abdullah sendiri yang berada di garis depan mempromosikan ekstrimisme dan intoleransi ? Sampai detik ini, buku-buku sekolah, media dan mesjid Saudi mengkotbahkan kebencian dan kekerasan terhadap pengikut agama lain. Contoh: Lorenzo, seorang buruh Filipina di Saudi, karena mengenakan kalung salib di lehernya DIPENJARA DAN DISIKSA SELAMA ENAM TAHUN. Bulan lalu (Juli 2008) ia dideportasi.

DAN satu bulan kemudian setelah pernyataan raja Saudi itu, lihatlah apa yang terjadi dalam negaranya sendiri. 4 Agustus 2008, Saudi : 15 Kristen yang dituduh beribadah dalam rumah-rumah mereka di kota Taif, dideportasi. Bulan April, rumah mereka dibobrak oleh polisi yang menodong mereka dengan pestol di kepala sambil menuntut melihat paspor mereka. [WorldNetDaily]

Jeff King, presiden International Christian Concern mengatakan,

“Mendeportasi Kristen hanya karena mereka beribadah di rumah-rumah mereka menunjukkan bahwa pidato Abdullah hanya bersifat retorika belaka dan negaranya MEMBOHONGI dunia internasional akan keinginan Saudi bagi perubahan dan rekonsiliasi.

Professor Redondo mengatakan kepada surat kabar Spanyol bahwa ia meragukan pernyataan raja Saudi ini :

Dan tidak lama juga setelah pernyataan raja Abdullah, pada tanggal 1 Agustus 2008, Saleh Bin Humaid, mufti agung Mekah mengatakan setelah solat siang yang disiarkan TV Saudi:

“Para pengikut agama-agama lain akan dikirim ke neraka. Hanya kami, Muslim, diijinkan masuk surga. Saya anjurkan kepada mereka, bergabunglah dengan Islam sebelum terlambat.”

Wanita juga sama sekali dikecualikan dari konferensi tsb. Fatema Mernissi, seorang sosiolog Maroko, berkomentar, “Bagi Saudi, wanita adalah sebab musabab semua dosa dalam masyarakat. Mereka cum obyek sex belaka.” Ia mengutip Quran, “Wanita [Istri-istrimu] adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok-tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki.(Q 2:223). “Wanita diatur secara hirarkis dan patriarkis. Mereka tidak punya suara dalam urusan agama. Tidak heran mereka tidak diundang dalam konferensi ini.” jelas Mernissi.


Tariq Ramadan

Muslim Swiss paling mengesankan Eropa sekarang adalah Tariq Ramadan. Ia menampilkan diri sebagai ‘Muslim moderat.’ TAPI kakeknya adalah Hassan al Banna, pendiri Muslim Brotherhood [al-ikhwān al-muslimūn] di Mesir dan ayahnya, Said, adalah salah seorang pemimpin MB, yg pandangannya begitu ekstrim sampai Presiden Nasser memenjarakannya. MB adalah pendukung spiritual al-Qa’eda dan Hamas yang bertujuan mengIslamkan seluruh dunia. [[1]][2fb1fbc4e3feb1bf4be133855f8d7f15]

Ramadan dilarang masuk Amerika Serikat karena hubungannya dengan sejumlah kelompok ekstrimis. Kantornya, The Geneva Islamic Centre, memiliki hubungan dengan kelompok teroris Aljazair, FIS (Islamic Salvation Front) dan GIA (Armed Islamic Group). Polisi Spanyol menyebut bahwa Ahmed Brahim, pemimpin al-Qa’eda yang dipenjara di Spanyol sering mengadakan kontak dengan Ramadan, hal yang dibantahnya. TAPI dilain pihak, Ramadan diijinkan bercokol di Inggris, di St Anthony’s College, Oxford, sebagai dosen periset yang sering tampil dlm seminar2 Islam dan bahkan menjadi penasehat pemerintah Inggris untuk menangani ekstrimisme Islam. Ramadan menyampaikan sebuah Islam yang bisa ‘mengakomodasi modernitas dan dunia Barat.’ Caranya begitu karismatik dan trendy, dgn logat Perancis, sampai banyak orang keblinger mendengarnya. Tetapi perhatikanlah baik-baik apa yang TIDAK dikatakannya dan anda akan melihat bahwa ia serigala yang menyamar sebagi domba. Pengakuan dan reputasinya sebagai ‘Muslim reforman’ hanyalah sebuah manipulasi belaka.

Penulis Caroline Fourest menganalisa Tariq dalam bukunya, Brother Tariq: the Doublespeak of Tariq Ramadan. Buku ini menunjukkan bahwa tokoh eksotik berwajah simpatik ini merupakan alat sophisticated utk mempromosikan jihad global [dan yang dimaksudkan BUKAN jihad SPIRITUAL]. Ramadan mengaku “tidak memiliki hubungan fungsional” dgn Muslim Brotherhood. TAPI ia dilatih oleh Yayasan Islam di Leicester, England, institusi kontroversial yang menyebarkan ideologi2 Maulana Maududi dan Syed Qutb yang bertujuan mempromosikan sebuah “ORDE SOSIAL ISLAM di UK”. Ramadan juga berulang-ulang mengatakan bahwa pandangan kakeknya telah “MENGINSPIRASI”nya dan “TIDAK ADA SATUPUN DALAM PANDANGANNYA YANG SAYA TOLAK”.

Nah, apa sih pandangan si kakek, Hassan al-Banna? Ternyata ia tidak saja mempromosikan sebuah Islam yg sangat reaksioner dan opresif. Ia malah merencanakan strategi “penjajahan gradual” – oleh Muslim Brotherhood diseluruh dunia – dan bukan saja atas negara2 yang dulunya pernah menjadi bagian dari kalifat Islam, tetapi bahkan negara-negara MuslimPUN harus diISLAMISASI secara gradual dan diambil alih oleh sebuah pemerintah berdasarkan Syariah. Inilah “pandangan kakeknya yang sama sekali tidak ditolak” Ramadan ? Beda si cucu dengan si kakek hanyalah bahwa si cucu mengembangkan strategi halus dan lebih jitu merayu Barat untuk menerima pola pikir Islamis tanpa menyadari bahaya terselubung yang ada dalam selimut.

Tentang masalah TEROR, ia khususnya sangat licin. Ia mengaku menentang terorisme, ia membantah bahwa kakeknya berkecimpung dalam jihad dengan kekerasan, walau al-Banna secara explisit mendukung jihad bersenjata yg dianggapnya sbg “bentuk perang suci yg paling tinggi dan paling suci.” Ramadan mengatakan bahwa kakeknya membatasi jihadnya pada “pembelaan sah” atau “perlawanan menghadapi ketidakadilan” saja. TAPI disinilah formulasi liciknya ! Ternyata “perlawanan” ini juga mencakup aksi-aksi para suicide bomber di Israel dan Iraq.

Dibelakang bahasanya yang berbunga-bunga ttg reformasi dan toleransi, Ramadan secara konsisten menyebarkan pengaruh intoleransi, kebencian dan kekerasan. Asosiasi pertama yang didirikannya pada tahun 1994, the Muslim Men and Women of Switzerland, mempromosikan konfrontasi dan menimbulkan ketegangan. Ia menulis pendahulan bagi fatwa-fatwa yang dikeluarkan Dewan Eropa bagi Fatwa, yg diketuai Sheik Yusuf al-Qaradawi, yg mengatakan bahwa operasi BOM MANUSIA di Israel dan Iraq adalah sebuah kewajiban agama.

Lewat organisasi ‘the Union of Young Muslims’ di Lyon, ia meradikalisasi ribuan pemuda Muslim Perancis. Th 1993, ia terlibat dalam upaya utk menyensor/menghentikan penampilan sebuah teater Voltaire di Jenewa karena dianggap menghina Islam. Dan yang paling kelihatan adalah ketika ia MENOLAK untuk MENGUTUK HUKUMAN RAJAM BAGI PEZINAH dan hanya menyerukan bagi sebuah moratorium (penundaan sementara) atas praktek barbar ini (di Barat). Siapapun yg menentangnya dikutuknya sbg Islamophobe, Yahudi atau Zionis.

Bukannya menawarkan jalan utk memodernisasi Islam, ia justru mengusulkan utk mengISLAMISASI modernitas. Strategi fundamental Muslim Brotherhood bagi infiltrasi budaya, permusuhan, demoralisasi dan penjajahan, merupakan strategi terorisme. Seperti ditulis Fourest, strategi Ramadan adalah GLOBALISASI ISLAM.

Mei 2003, Pengadilan Banding Lyon memutuskan bahwa bahasa yg dipakai khotib-khotib seperti Ramadan “bisa mempengaruhi Muslim2 muda dan bisa menjadi faktor pembangkit rasa permusuhan dan mengakibatkan mereka melakukan tindakan2 kekerasan”. Dimanapun ia pergi, fan clubnya semakin bertambah dengan jihadi2 muda yang dengan senang hati masuk kedalam jerat-jeratnya. SO, inikah sosok yg di-elu-elukan sebagai ‘Muslim reformis’ ??


Jihadis membeli buku quran

BELANDA/BELGIA: penyebaran Quran palsu [Faithfreedom]

Betapa bodohnya orang-orang Belanda dan Belgia sampai-sampai bisa tertipu dengan penjualan Quran palsu dimana semua bagian yang “menyakitkan” kafir telah diplintir atau dihapus.

“Terjemahan” Quran oleh Kader Abdulah ini mencapai sukses penjualan yang sangat besar. Sejak buku ini terbit 4 minggu yang lalu, penerbit De Geus telah menjual 60.000 eksemplar dari cetakan pertama 75.000 eksemplar. “Cetakan kedua sebanyak 60.000 eksemplar sedang dipersiapkan.” Demikian keterangan pegawai percetak

an hari Selasa yang lalu.

Abdulah mempersembahkan satu eksemplar bukunya (yang dia garap selama lebih dari dua tahun) kepada Ratu Multikultural kita, Beatrix “untuk lebih mempererat hubungan dengan kerajaan”. Terjemahan ini bersama dengan Hadis, dijilid jadi satu dalam penerbitannya. Minggu lalu Qurannya berdiri dalam jajaran teratas penjualan buku terlaris “Top 10″.

Setiap anggota Polisi dari Korps Amsterdam-Amstelland diwajibkan untuk membeli buku ini dan mendapat korting 50% dari pemerintah (baca: dari pembayar pajak). Kepala Polisi berharap dengan dibacanya Quran ini semua anak buahnya mempunyai “pandangan yang lebih dalam” terhadap Islam dan pemeluknya.

Siapa yang Membakar Perpustakaan Paling Termasyur di Dunia di Alexandria

Siapa yang Membakar Perpustakaan Paling Termasyur di Dunia di Alexandria

Sumber: Faithfreedom Indonesia
Diterjemahkan dari: http://www.freecopt.net
Written by Fanous, The Free Copts
Thursday, 05 October 2006
Volume 1 Issue 4 October 2006

ENAM bulan dan 1000 kolam renang diperlukan untuk membakar koleksi buku perpustakaan Alexandria!

Daftar isi:
1 Pendahuluan
2 Yang setuju bahwa Julius Caesar membakar sang Bibliotheca bisa dilihat dari
3 Invasi Arab ke Alexandria
4 Penghancuran Buku-Buku Perpustakaan Alexandria Oleh Muslim

Pendahuluan

Perpustakaan Alexandria.

Ada yg mengatakan bahwa Bibliotheca Alexandrina atau the Royal Library bersejarah itu diluluh-lantahkan Kaisar Romawi Julius Caesar (100-44 SM). Salah satu dasar tuduhan ini adalah bahwa Caesar sendiri menulis dlm bukunya ‘Alexandrian Wars’ (Perang2 Alexandria) bahwa api yg dibakar pasukannya utk membakar angkatan laut Mesir di pelabuhan Alexandria juga melahap sebuah ‘gudang/tempat penyimpanan penuh dgn papirus dan berlokasi didekat pelabuhan.’ TETAPI, lokasi Bibliotheca Alexandrina ini berada di Bruchion, bukan di pelabuhan. Jadi, ‘gudang/tempat penyimpanan’ itu bukan perpustakaan yg dimaksud.

Tuduhan ini juga dibantah dlm buku Geography yg ditulis oleh Strabo. Ia mengunjungi Alexandria th 25 SM dan bukunya menggunakan referensi yg berada dlm Perpustakaan Alexandria, yg berarti bahwa Bibliotheca itu masih EKSIS pada saat itu. Belum lagi, Cicero, sejarawan Romawi yg paling terkenal di jamannya, dan sangat membenci Julius Caesar, bahkan sama sekali tidak menyebut peristiwa pembakaran itu dlm bukunya Philippics. Ini saja membuktukan bahwa Caesar bebas dari tuduhan ini.

Yang setuju bahwa Julius Caesar membakar sang Bibliotheca bisa dilihat dari

Inscription tentang Tiberius Claudius Balbilus dari Romawi (d. c. 79 CE) yang memastikan bahwa perpustakaan Alexandria pasti sudah ada disekitar abad pertama.
sejarawan Plutarch, yg menyebutnya dlm bukunya Life of Caesar, yg ditulis pada akhir abad 1M, bahwa Caesar membakar perpustakaan Alexandria saat ia membakar angkatan laut Mesir.
di abad 2M, sejarawan Aulus Gellius menulis dlm Attic Nights bahwa perpustakaan itu dibakar secara tidak sengaja oleh tentara Romawi Caesar.
di abad 4M, sejarawan pagan, Ammianus Marcellinus dan Orosius (Kristen) setuju bahwa perpustakaan itu dibakar secara tidak sengaja, menyusul api yg dimulai Caesar. Namun kemungkinan besar sejarawan2 ini mencampur-adukkan dua kata Yunani ini : bibliothekas, yg berarti “kumpulan buku2” dgn bibliotheka, yg berarti Perpustakaan.

Akibatnya, mereka menyangka bahwa ‘pembakaran buku2 yg disimpan didekat pelabuhan’ adalah pembakaran Perpustakaan termasyur Alexandria.

Mencari jalan tengah dari kesimpulan-kesimpulan diatas, kemungkinan besar the Royal Alexandrian Library itu dibakar setelah kunjungan Strabo ke kota itu (25SM) tapi sebelum permulaan abad 2M. Kemungkinan juga bahwa perpustakaan itu dibakar oleh pihak selain Caesar.

Yang jelas adalah bahwa the Royal Alexandrian Library, atau yg juga dijuluki sang Museum, yg mencakup versi2 orisinal buku2 yg paling penting didunia, BUKAN satu2nya perpustakaan dlm kota itu. Paling tidak ada DUA perpustakaan lain di kota itu : perpustakaan milik Kuil Serapeum dan perpustakaan Kuil Cesarion. Kontinuitas kehidupan sastra dan saintifik di Alexandria setelah penghancuran the Royal Library itu, dan berkembangnya kota itu sbg pusat dunia bagi sains dan sastra antara abad 1 dan 6M, sebagian besar juga tergantung pada kehadiran kedua perpustakaan lain itu.

Inscription tentang Tiberius Claudius Balbilus dari Romawi (d. c. 79 CE) yang memastikan bahwa perpustakaan Alexandria pasti sudah ada disekitar abad pertama.

The Royal Library merupakan sebuah perpustakaan privat keluarga kerajaan Mesir, para saintis dan periset, sementara perpustakaan2 kuil2 Serapeum & Cesarion adalah perpustakaan2 yg terbuka bagi rakyat umum. Perpustakaan megah itu didirikan oleh Kaisar Ptolemy II Philadelphus di kompleks kerajaan Bruchion didekat istana2 dan taman2 kerajaan, sementara puteranya, Ptolemy III, mendirikan perpustakaan Serapeum dikawasan populer, Rhakotis. Kemudian, Serapeum dikenal sbg Perpustakaan Cabang Puteri (the Daughter Library), karena mengandung versi2 orisinal buku2 dlm perpustakaan induk, the Royal Library.

Setelah pembakaran the Royal Library, Serapeum, yg lebih besar dari Cesarion, menjadi perpustakaan utama kota itu. Rujukan sejarah pertama ttg perpustakaan ini ditemukan dlm buku The Apology oleh penulis Kristen, Tertullian (155-230M). Dlm bukunya, Tertullian menyebut bahwa perpustakaan raja2 Ptolemi itu disimpan dlm perpustakaan Serapeum, dan diantaranya termasuk copy Perjanjian Lama yg dikunjungi Yahudi2 Alexandria yg ingin mendengarkan pembacaannya. Jadi, kalau kita mengasumsi bahwa ‘perpustakaan raja2 Ptolemi’ ini sbg the Royal Library, kita bisa simpulkan bahwa versi2 orisinal dari the Royal Library telah dipindahkan ke perpustakaan Serapeum.

Analisa ini didukung oleh Surat2 Aristeas (penulis Yahudi Alexandria) pada akhir abad 1M dan menyatakan bahwa manuskrip2 the Royal Library dipindahkan dari perpustakaan induk ke Serapeum. Akhirnya, thn 379M, Santo Yohanes Chrysostom merujuk pada perpustakaan Serapeum dlm pidatonya kpd rakyat Antiochian, bahwa perpustakaan itu mengandung versi orisinal Perjanjian Lama (Septuagint) shg Ptolemy II Philadelphus memerintahkannya agar diterjemahkan dari bhs Yahudi ke ke bhs Yunani.

Th 391M, Paus Theophilus dari Alexandria memerintahkan bagi dihancurkannya kuil pagan Serapeum dan mendirikan gereja diatas puing2nya. Tapi penghancuran kuil itu TIDAK mempengaruhi perpustakaan disebelahnya, kemungkinan besar karena mengandung buku2 Yahudi dan Kristen, selain buku2 sains yg penting bagi ilmuwan2 pagan maupun Kristen. Jadi, sampai akhir abad 6M, kita masih bisa menemukan referensi sejarah ttg eksistensi perpustakaan Serapeum di Alexandria. Salah satu referensi itu adalah deskripsi filsuf Alexandria, Ammonius, ttg perpustakaan itu dan buku2 yg dikandungnya, termasuk dua copy dari the Categories’nya Aristotel.

Invasi Arab ke Alexandria

NAH, ketika pasukan2 ARAB menginvasi Alexandria dibawah komando Amr Ibn Al Aas bln Desember 22, 640M, mereka menghancurkan tembok2 Alexandria dan menjarah kota itu. Lalu Ibn Al Aas berkenalan dgn seorang teolog Kristen tua atas nama John Philoponus (atau John Grammaticus). Philoponus, pengikut Ammonius, dikenal Arab sbg Yehia Al Nahawi. Tulisan2nya sangat penting bagi transfer budaya Yunani kpd kaum Arab.

Setelah berbagai diskusi religous antara Philoponus dan Ibn Al Aas ttg sifat ilahi Kristus dan Trinitas, Philoponus meminta Ibn Al Aas utk menjamin keselamatan buku-buku dlm Perpustakaan Alexandria, karena “lain dari toko-toko, istana dan taman2 kota itu, buku2 itu tidak ada gunanya bagi Amr dan gerombolannya.” Tapi kemudian, Ibn Al Aas bertanya ttg asal usul buku-buku itu dan apa guna mereka. Philoponus mulai meriwayahkan cerita the Bibliotheca Alexandrina sejak pendiriannya oleh Ptolemy II Philadelphus.

Tapi jawaban Amr Ibn Al Aas adalah, keputusan ada ditangan kalifnya, Umar Ibn Al Khattab. Ibn Al Aas lalu menulis kpd Umar dan meminta nasehatnya ttg apa yg harus dilakukan terhdp perpustakaan dan buku2nya. sambil menunggu jawabannya, Ibn Al Aas memberi ijin kpd Philoponus utk mengunjungi perpustakaan itu, ditemani pengikut Yahudi Philoponus, Philaretes si ahli fisikia (Philaretes adalah penulis buku medis tentang detak jantung).

Penghancuran Buku-Buku Perpustakaan Alexandria Oleh Muslim

Ilustrasi pembakaran buku-buku perpustakaan Alexandria.

Beberapa hari kemudian jawaban Umar datang. Isinya : “… sehubungan dgn buku2 yg anda sebut, jika mereka mengandung hal2 yg sesuai dgn buku Allah (Quran), maka buku Allah sudah cukup (tidak diperlukan buku2 lain). Dan jika mereka mengandung buku2 yg mengkontradiksi buku Allah, maka kita tidak memerlukannya.”

Ibn Al Aas serta merta memerintahkan buku-buku itu dilemparkan ke ribuan sumur-sumur tempat pemandian di Alexandria dan dibakar. Apinya masih berguna utk keperluan menghangatkan tentara-tentara Muslim.

Dalam bukunya, History of the Wise Men, sejarawan Muslim, Al Qifti, menyebut tentang pembakaran buku-buku ini yg berlangsung sampai ENAM BULAN, dan buku-buku yg diselamatkan hanya buku-buku Aristotel, Euclid -sang pakar matematika dan Ptolemy-sang geografer.

Cerita pembakaran perpustakaan Serapeum di tangan Muslim juga didukung oleh kesaksian sejarawan Muslim dan Arab seperti bapak sejarawan Mesir, Al Makrizi, dalam Sermons and Lessons in the Mention of Plans and Monuments, The Index-nya Ibn Al Nadim, dan buku Georgy Zeidan, History of Islamic Urbanization.

Dalam bukunya, Prolegomena, sejarawan Muslim Ibn Khaldun mendukung cerita pembakaran Bibliotheca Alexandrina oleh Muslim mengingat sikap Arab jaman itu terhadap buku-buku pada umumnya, seperti membuang buku-buku Persia dalam air dan api oleh pemimpin Arab, Saad Ibn Abi Waqqas, lagi-lagi menyusul perintah Kalif Umar yg mengatakan kpd Ibn Abi Waqqas dlm sebuah surat : “Jika (buku-buku ini) mencakup pengarahan, (ketahuilah bahwa) Allah memberikan kami pengarahan yang lebih baik. Dan kalau mereka mengandung pembelokan, maka semoga Allah melindungi kami.”

ENAM bulan dan 1000 kolam renang diperlukan untuk membakar koleksi buku perpustakaan Alexandria!

The Golden Rule (Prinsip² Emas Dalam Hidup)

Prinsip Abadi/Prinsip Emas

Baik buruk tindakan manusia diukur dari patokan-patokan abadi, yaitu prinsip-prinsip masuk akal yang disetujui secara universal. Inti Prinsip Abadi ini adalah:

“Perlakukan orang sebagaimana kau ingin diperlakukan.”

Melalui prinsip ini kita tahu bahwa mencuri tidak baik, membunuh tidak baik, memperkosa tidak baik, kemurahan hati baik, pengampunan baik dsb dsb …Setiap agama/ajaran memiliki cara tersendiri dalam menerapkan konsep simpel ini. Seperti contoh2 dibawah ini:

Brahmanism: 
“Ini tugasmu: Jangan perlakukan orang sebagaimana menyakitkan jika diterapkan padamu”. Mahabharata, 5:1517

Buddhism: 
“…suatu keadaan yang tidak menyenangkan, bagaimana saya dapat melakukan yang sama terhadap orang lain ?” Samyutta NIkaya v. 353
Jangan sakiti orang sebagaimana itu akan menyakitimu.” Udana-Varga 5:18

Kristen: 
“Perlakukan orang sebagaiamana kau ingin diperlakukan: inilah hukum bagimu.” Mateus 7:12.
“Dan sebagaimana kau ingin orang memperlakukanmu, dengan demikian pula kau harus memperlakukan mereka.” Lukas 6:31.
“…jangan melaksanakan hal yang kamu benci…”, Injil Thomas 6.

Confucianism:
“Jangan melakukan terhdp orang apa yg kau tidak ingin mereka lakukan padamu. Dialects 15:23
“Ze-Gong bertanya, ‘Apakah ada satu kata yg bisa merangkum prinsip kelakuan manusia ?’
Confucius menjawab, ‘Kata ‘xu’ — resiprositas. Jangan berlakukan terhdp orang lain apa yg kau sendiri tidak suka.'” Doctrine of the Mean 13.3
Upayakan sebisa mungkin utk memperlakukan orang spt kau ingin diperlakukan, dan kau akan menemukan jalan terpendek menuju kebajikan.” Mencius VII.A.4

Mesir Kuno:
“Lakukan bagi orang lain apa yg kau inginkan terjadi padamu.” The Tale of the Eloquent Peasant, 109 – 110 Translated by R.B. Parkinson. The original dates to 1970 to 1640 BCE and may be the earliest version ever written.

Hindu: 
“Kau tidak boleh berlaku pada orang lain yg tidak kau sukai sendiri.” Mencius Vii.A.4
“Inilah kesimpulan Dharma [tugas]: Jangan perlakukan orang lain shg menyakitkanmu jika itu dilakukan padamu.” Mahabharata 5:1517

Humanis
“..mengakui interdependensi sesama manusia, kebutuhan bagi kehormatan sesama dan persaudaraan seluruh umat manusia.”

Jainisme: 
“Dlm kebahagiaan dan penderitaan, dlm kesenangan dan kesedihan, kami harus menganggap semua mahluk hidup spt kami menganggap diri sendiri.” Lord Mahavira, 24th Tirthankara
“Seseorang harus memperlakukan semua mahluk spt ia sendiripun ingin diperlakukan. “Sutrakritanga 1.11.33

Judaisme: 
“…cintailah tetanggamu spt kau mencintai diri sendiri”, Leviticus 19:18
“Apa yg kau benci, jangan perlakukan terhdp orang lain. Ini hukum (paling penting).”Talmud, Shabbat 31a.
“And what you hate, do not do to any one.” Tobit 4:15
Sumber: http://www.religioustolerance.org

PENGECUALIAN

Namun ada pula pengecualian terhadap prinsip universal diatas tersebut. Ini dianut oleh:

SATANISME

Lambang Setanisme

Anton Szandor LaVey, pendiri Church of Satan, menulis 2 daftar pola kelakuan yang dituntutnya dari pengikutnya. Nomor 4 dan 5 dari ke Sembilan Pernyataan Satanisme adalah:
(4.)  Setan mewakili kemurahan hati kepada mereka yang patut menerimanya daripada menghabiskan waktu mencintai mereka yang tidak patut. (5.)Satan mewakili dendam dan bukan memaafkan.

Ke Sembilan Dosa Satanisme:
3. Solipsisme – bisa sangat bahaya bagi para Satanis. Para pengikut Satanisme harus memberlakukan diktum “Perlakukan orang sebagaimana mereka memperlakukanmu.” Ini menuntut kerja keras dan sikap waswas dari kita semua agar kita tidak lengah melorot ke ilusi bahwa semua orang seperti kamu …”

Islam

Nah, saudara pembaca, Islam mirip dengan Satanisme. Islam tidak tunduk kepada Prinsip Abadi/Prinsip Emas. Hanya satu prinsip dalam hadis yang mengatakan:

“Tidak ada dari kalian yang benar2 percaya (pada Allah) kecuali menginginkan bagi saudara (MUSLIM)nya
apa yang ia inginkan bagi dirinya sendiri.”
[Nomor 13 dari 40 hadis Imam “Al-Nawawi.”]
Hadis yang sama dilaporkan dalam Bukhari 1.2.12:

“Rasulullah mengatakan, ‘Tidak ada seorangpun dari kalian memiliki iman sebelum ia menginginkan bagi SAUDARA (MUSLIM)NYA apa yang diinginkan bagi dirinya.
Saudara pembaca, persaudaraan ala Islam ini tidak dimaksudkan bagi siapa saja. Quran (9:23) mengatakan bahwa mereka yang percaya (muslimin) selayaknya tidak mengambil kafir sebagai teman dan pelindung (wali) ataupun bapak dan kakak mereka jika mereka mencintai kekafiran diatas Islam. Bahkan banyak surah yang mengatakan kepada muslim agar membunuh kafir dan perlakukan mereka dengan keras.

Contoh jelas bahwa Islam tidak didasarkan kepada Prinsip Emas adalah ayat berikut ini (48:29) :

“Muhamad adalah rasul Allah dan mereka yang menyertainya memiliki kekuatan melawan kafir, penuh kasih sayang terhadap sesama (MUSLIM).”

Inilah definisi sempurna fasisme. Banyak lagi surah yang menunjukkan bahwa persaudaraan dalam Islam tidak universal. Manusia diluar Islam tidak memiliki hak dan tidak patut diperlakukan sederajat dengan Muslimin. Keseluruhan Quran adalah pelanggaran Prinsip Emas.

Quran mengatakan kepada Muslimin agar:

membunuhi kafir dimanapun mereka ditemui (2:191),
jangan menjalin persahabatan dengan mereka (3:2,)
perangi mereka dan tunjukkan kekerasan terhadap mereka (9:123),
dan penggallah kepala mereka (47:4).

Menurut Muslim, bukannya sang Prinsip Emas yang menentukan beda baik dan buruk, tetapi apa yang dilakukan Muhammad. Mereka percaya bahwa apa yang baik bagi Islam adalah nilai tertinggi dan apa yang tidak baik bagi Islam adalah dosa terbesar.

Ini etos milik “cult/aliran/kultus”. Dari Asahara-nya Aum Shinrikyo ke People’s Temple-nya Jim Jones; dari Gereja Unifikasi Sun Myung Moon ke Cabang david-nya David Koresh, tujuan utama mereka adalah bahwa kepentingan cult mereka sendiri adalah diatas pengertian umat manusia tentang beda baik-buruk. Dan guna memajukan kepentingan cult mereka, yang dianggap kebenaran yang paling tinggi, termasuk membohong, membunuh dan pembunuhan bayaran, diijinkan.

Tujuan akhir dianggap begitu suci sampai menghalalkan segala cara. Ini sama dengan filsafah fasisme Nazi yang memaksakan glorifikasi negara dan subordinasi total. Dalam fasisme, “negara dianggap suatu organ dimana individu ditempatkan bagi kepentingan diri dan negara. Negara macam ini bersifat absolut dalam metoda, penerapan hukum dan kontrol terhadap warganya.” [The Columbia Encyclopedia, Sixth Edition. 2001]

Muslimin menganggap diri “penerima wahyu” dan orang2 lain adalah kafir dan bahan bakar neraka. Harta, nyawa dan bahkan isteri2 mereka adalah halal bagi muslim. Non-muslim bisa membeli perlindungan dengan memberi uang kepada muslim yang dinamakan dengan JIZYAH, namun begitu menghentikan pembayaran, merekapun akan dilawan dan dibinasakan.

Neo Nazi

Grand Mufti Jerusalem dan Hitler Nazi

Seperti para Satanis atau para neo-Nazi, Muhammad tidak percaya kepada Prinsip2 Emas. Ia memerintahkan pengikutnya untuk memenangkan kepercayaan korban dengan cara membohong. Dan jika korban/lawan lengah, bunuhlah mereka. Ia mengirimkan pengikutnya ke Mekah, ke Bani Quraiza dan menyuruh mereka agar berbohong dan menipu. Dan ia tambahkan : “perang adalah permainan tipu muslihat”.

Apakah seseorang yang sanggup berbohong, membunuh lawannya, membantai tawanan perang dan menghalalkan segala cara agar mencapai tujuannya, tidak juga sanggup berbohong bahwa ia rasul Allah ?
Sekali bisa dibuktikan bahwa ia melanggar Prinsip Emas dan berbohong ataupun mendorong pengikutnya untuk berbohong, mengapa kita diharapkan untuk percaya bahwa ia rasul Allah ?

Dalam salah satu debat dengan seorang pemimpin Islam, saya mengutip beberapa surah dari Quran dan mengganti kata “Non-Muslim” dengan “Muslim”. Inilah hasilnya:
… akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka. 8:12
Janganlah para non-Muslim mengambil Muslimin sebagai teman dan pembantu. 3:28
Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin itu untuk berperang. 8:65
Perangi dan bunuhlah Muslim dimanapun mereka ditemui. 9:5
Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka… 9:14
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu pemimpin-pemimpinmu, jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan …9:23
Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis… 9:28
Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu… 9:123,
Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka… 47:4

Sang ahli agama Islam itu menjadi sangat marah dengan ayat-ayat yang saya usulkan diatas itu dan malah mencap saya picik… Ia jelas tidak menyukai Prinsip Abadi.

Perang Salib

Pada bulan Februari 2005, otoritas tertinggi Sunni, Sheik Fauzi Zafzaf, presiden Komite Dialog Antar Agama (Interfaith Dialogue Committee) dari Universitas Al-Azhar di Kairo, mengatakan komitenya mengirim surat kepada Paus, menuntut “permintaan maaf resmi akibat Perang Salib Kristiani melawan dunia”, begitu laporan the Morocco Times.

Tuntutan itu sehubungan dgn permintaan maaf Paus Johanes Paulus II kepada orang Yahudi di Israel. Dan dalam kunjungan berikutnya ke Suriah dan Mesir, Zafzaf mengatakan, “Al-Azhar hanya meminta perlakuan yang sama”.

Muslimin ternyata tidak dapat melihat gajah didepan mata, namun titik noda diseberang lautan mereka sangat suka membesar-besarkan. Perang Salib terjadi 900 tahun yang lalu (1095 A.D). Bagaimana dengan kejahatan Muslimin yang terjadi dulu dan sekarang? Apakah petinggi Sunni ini juga meminta maaf bagi pembunuhan masal 9/11, atau pembantaian di Madrid, Beslan dsb? Bagaimana dengan invasi Eropa dan penjajahan Spanyol? Dimana permintaan maaf Muslim?

Dunia barat tidak memiliki satu alasanpun untuk meminta maaf kepada dunia Muslim. Thomas F. Madden, associate professor dan ketua Department of History di Universitas Saint Louis dan penulis “A Concise History of the Crusades” mengatakan, “PERANG SALIB ADALAH PERANG DEFENSIF.”

“Perang ini adalah tanggapan Barat yang terlambat atas invasi Muslim terhadap dua-pertiga dunia Kristen,” ia tulis dalam kolum National Review.”Pada permulaan abad 7-10, saat kaum Arab sibuk memperluas kekuasaan dan mencaplok negara2 sekelilingnya, Eropa sibuk membela diri melawan invasi bangsa2 lain. Hanya dalam abad ke 11 Eropa sanggup mencurahkan perhatian kepada orang2 Arab.”

Menurut Madden, peristiwa yang memulai Perang Salib adalah penjajahan Turki atas sebagian besar Asia Minor milik Kristen. “Kaisar Kristen di Konstantinopel, menghadapi lenyapnya setengah jumlah kekuasannya, kemudian meminta bantuan kepada Eropa. Ia mendapatkannya, malah lebih dari yang ia inginkan,” tulis Madden.

WorldNetDaily.com melaporkan:

“Dalam beberapa tahun akhir2 ini, pengumuman dari Al-Azhar menimbulkan kontroversi. Pada tahun 2003, Sheik Agung Al-Azhar, Muhamad Sayyid Tantawi, mengatakan bahwa berdasarkan hukum Islam, suicide bombers dianggap “martyrs”. “

Desember 2002, the Islamic Ruling Committee di Al-Azhar memutuskan bahwa kepemilikan senjata nuklir adalah kewajiban agama bagi negara2 Islam. Anggota panel tsb, Sheikh Ala A-Shanawi mengatakan, “Bangsa Islam harus mengenal musuh dan mempersiapkan diri.” A-Shanawi menulis, “Rasulullah sendiri akan mempersiapkan diri dengan segala sumber yang dimungkinkan guna menghadapi musuh. Oleh karena itu, jika bangsa Islam tidak dilengkapi dengan persenjataan yang diinginkan, mereka terpaksa menderita konsekwensi.”

Dilanjutkannya, “Semua bangsa Islam diwajibkan untuk merebut persenjataan nuklir. Kami melihat bagaimana bangsa kita terbelakang akibat kurang persiapan, sementara musuh melengkapi diri dengan persenjataan yang paling maju, yang akan digunakannya untuk melukai dan menghancurkan Muslimin.”

Mengingat sejarah dan sikap Muslimin, menuntut Paus agar meminta maaf adalah sungguh keterlaluan. Pelaku perang Salib memang melebihi mandat dan terlibat tindakan brutal. Namun ini adalah balasan terhadap kebiadaban Muslimin. Mengapa para petinggti Muslim tidak menyebut barbaritas Muslim di Iran, Byzantium, Mesir atau India? Di India sendiri lebih dari 80 juta orang dibantai oleh pasukan Muslim. Ini lebih banyak dari korban total Perang Dunia I dan II.
Dimanapun Muslim datang, disitulah mereka melakukan tindakan barbar mengerikan. Mereka merajah, memerkosa dan membantai rakyat tidak bersalah. Kaum Arab adalah korban pertama Islam. Semua korban Islam, begitu masuk Islam, menjadi pelaku kejahatan, kehilangan rasa kemanusiaan mereka dan melakukan tindakan yang paling mengerikan terhadap orang lain.

Ketimbang meminta maaf atas Perang Salib, kami harus berterima kasih pada mereka karena berhasil mengalahkan Islam dan menyelamatkan Eropa dan dunia. Kalau Islam sukses menjajah Eropa, peradaban dunia tidak pernah akan mencapai tahap seperti sekarang ini.

Bahkan seribu tahun lalu, kemajuan peradaban hampir tercapai dengan adanya pemikir2 seperti Avicenna, Zakaria Razi, Khyyam dan pemikir2 Persia lainnya seribu tahun lalu. Namun mereka dihentikan oleh pakar2 Islam seperti Al Ghazali dan Rumi yang mengatakan bahwa jalur pikir (nalar/logika) harus tunduk kepada wahyu. 500 tahun kemudian, karya Avicenna menjadi pemicu Renaissance di Eropa. Perkembangan ilmu pengetahuan jadi tersendat 500 tahun, gara2 Islam. Jika Islam berhasil menjajah Eropa, kami sekarang masih tetap tinggal dalam Jaman Kegelapan (the Dark Ages).

Agama dan Prinsip Emas

Semua agama menerapkan Prinsip2 Emas. Ini tidak berarti bahwa saya setuju dengan semua agama. Agama merupakan gabungan antara baik dan buruk. Namun Islam adalah satu2nya “agama” yang kehilangan kebaikan (“bereft of any good”). Prinsip2 Emas adalah kompas nurani yang digunakan orang waras untuk mengukur baik dan buruknya kelakuan. Penerapannya sangat sederhana. Saya tidak ingiin dibunuh, oleh karena itu saya tidak mau membunuh. Saya tidak suka dirampok, oleh karena itu saya tidak merampok. Saya tidak suka dibohongi oleh karena itu saya tidak boleh membohongi orang lain. Saya tidak sudi isteri atau puteri saya diperkosa, oleh karena itu saya tidak memperkosa isteri atau puteri orang lain. Bahkan orang atheispun dapat mengikuti Prinisp Emas ini.

Karena Islam tidak mengikuti Prinsip Emas, Islam menarik orang2 yang senang dengan kekerasan. Satu contoh adalah Amir Tîmûr-i-lang, atau lebih dikenal sebagai Tamerlane, (1336-1405). Ia orang kejam dan menjadi kaisar lewat perampokannya.

Dalam otobiografinya, “The History of My Expedition against Hindustan/Sejarah Expedisi saya melawan Hindustan”, ia menulis:

“Tujuan utama saya datang ke Hindustan (India) ini adalah dua hal.
Pertama, perang melawan kafir, musuh Islam; dengan melakukan perang agama ini saya bisa mendapatkan penghargaan dalam akhirat.
Tujuan lainnya adalah bahwa pasukan Islam bisa mencaplok kekayaan kafir: perampokan dalam perang sah sebagaimana susu ibu dan penikmatan susu ibu sah bagi muslim yang berperang demi agama mereka. ”

Seluruh sejarah Islam didasarkan kepada kekerasan dan teror. Muslimin yang mengikuti Quran percaya bahwa mereka berhak atas kekayaan dan bahkan para wanita non-muslim. Mereka tidak sedikitpun memiliki kesadaran karena Islam terpisah dari Prinsip Abadi tsb diatas.

Mengikutsertakan Islam diantara agama2 lain adalah kesalahan fatal. Islam mirip dengan Satanism dan fasisme dan bukan kepada agama. Menderajatkan Islam pada agama lain adalah tindak ketidakjujuran intelektualitas. Semua agama didasarkan pada Prinsip Abadi. Islam tidak. Dan banyak Muslim yang akan mengatakannya kepadamu.

sumber : http://faithfreedom.frihost.net/wiki/The_Golden_Rule

Prinsip Al-Taqqiya

Sumber : faithfreedom.frihost.net

Prinsip Al-Taqqiya

Kata “Taqqiya”, berarti “menghindari” atau menjaga dari. Prinsip ini mengajarkan bahwa Muslim diijinkan utk berbohong utk menghindari luka2, kerugian terhdp dirinya atau sesama Muslim. Prinsip ini memberi kebebasan bagi Muslim utk berbohong dalam keadaan yg mereka anggap mengancam nyawa. Mereka dapat menolak agama mereka, selama mereka dalam hati tetap beriman.

Al-Taqqiya didasarkan pada ayat ini:

“Janganlah orang beriman mengambil sbg teman dan pembantu para kafir ketimbang sesama orang
beriman: jika kalian melakukannya, Allah tidak akan memberikanmu bantuan: kecuali dlm hal
pencegahan, agar kau dapat melindungi dirimu dari mereka. Tapi Allah memperingatimu agar hanya
mengingatNya; karena tujuan utama adalah bagi Allah.” Surah 3: 28

Jadi, Muslim boleh berpura-pura baik dengan Kafir dan berpura-pura sebagai kafir utk menghindari kerugian. Berdasarkan konsep taqqiya, adalah SAH bagi Muslim untuk berlaku bertentangan dengan agama mereka, misalnya:

  1.   Meminum anggur, melupakan sholat dan puasa selama Ramadan.
  2.   Menyatakan ketidakpercayaan kpd Allah.
  3.   Bersujud kpd dewa selain Allah.
  4.   Mengucapkan sumpah setia.

sumber :
Dampak Al-Taqqiya

Jadi hati-hati kalau Muslim nampak jujur dan baik hati. Kenyataannya hati mereka memiliki agenda bertentangan.

Dalam hal politik internasional, pertanyaannya adalah: Bisakah negara-negara Muslim dipercaya utk mematuhi perjanjian2 yg mereka sepakati dgn negara2 non-Muslim? Praktek menunjukkan bahwa saat Muslim masih lemah, mereka menyepakati apapun. Begitu mereka kuat, mereka akan membatalkan segala perjanjian/sumpah yg pernah mereka lakukan.

Aktivis Muslim sudah sering terbukti melakukan taktik penipuan dlm menyebarkan agama Islam dgn memoles arti Islam dan membuatnya nampak menarik bagi pendatang baru. Mereka dgn sengaja menghindar dari ayat2 dan ajaran yang biadab.

Contoh penipuan ini adalah, aktivis Muslim hanya mengutip ayat-ayat Mekah (ayat damai, ketika Muhamad masih lemah) yang memang berbunyi damai dan mengajarkan toleransi. Tetapi mereka tahu penuh bahwa ayat2 ini sudah DI-ABROGASI/DIBATALKAN oleh ayat kemudian setelah ia hijrah dan berkuasa di Medinah. Ayat-ayat ini penuh dgn kecurigaan dan kekejaman terhadap non-Muslim.

Kesimpulan, perlu dimengerti bahwa dalam menghadapi Muslim jangan percaya mentah2 apa yg dikatakannya. Masalahnya adalah bgm kita mengetahui apa yg disimpannya dalam hatinya.

ISLAM PENUH TOLERANSI

ISLAM PENUH TOLERANSI

Faithfreedom

Mitos Tentang Islam

Agama minoritas berkembang dibawah hukum Islam. Muslim diperintahkan utk melindungi dan tidak menyakiti orang2 Yahudi dan orang2 Kristen (kaum Ahlul Kitab)

The Truth: Agama minoritas TIDAK PERNAH berkembang dibawah hukum Islam. Faktanya, selama berabad2 agama minoritas selalu ditekan penganiayaan dan diskriminasi. Banyak dari mereka yg dipaksa murtad dari agama asli mereka dan dipaksa memeluk Islam, yang lainnya hidup sebagai masyarakat kelas dua (dhimmi), yang mana harus membayar pajak lebih tinggi dan hrs rela hidup di-diskriminasi.

Ini memang kebohongan yg PALING disukai Muslim utk menarik minat kafir kpd Islam. T A P I apa yg disebut oleh Muslim sebagai “toleransi”, oleh orang lain disebut sebagai “diskriminasi yang dilembagakan”. Begitu Yahudi dan Kristen menjadi dhimmi di bawah hukum Islam, mereka dianggap setuju utk menjadi masayarakat kelas dua yang tidak mempunyai hak dan kebebasan beragama sederajad spt yg dipunyai oleh Muslim. Mereka tidak dapat menunjukkan agama mereka, mereka tidak dapat memperbaiki ataupun membangun rumah ibadah tanpa seijin Muslim.

Sejarah membuktikan bahwa kaum dhimmi harus mengenakan pakaian dan potongan rambut mereka secara berbeda yang menandakan posisi rendah mereka. Mereka tidak mempunyai hak2 hukum yg sama dgn Muslim, bahkan mereka dipaksa utk membayar pajak tambahan khusus (Jizyah). Mereka wajib dibunuh atau merelakan anak mereka diambil Muslim bila mereka tidak mampu memuaskan para penagih pajak.

Selama ratusan tahun, anak2 orang2 Kristen Eropa yg dijajah oleh Islam direbut dan dipaksa utk menjadi Tentara Islam (Jannisaries) dibawah pemerintahan Ottoman Turki.

[Catatan : Baru2 ini-Februari 2008- PM Australia meminta maaf kpd orang Aborigin karena anak2 mereka direbut dan dipaksa berasilimasi dgn orang kulit putih. Jangan harapkan permintaan maaf spt ini dari Muslim !]

Akibat diskriminasi dan status warga kelas dua/kelas tiga, banyak orang yang tidak tahan lalu kemudian memeluk Islam. Toleransi kpd mereka yg bukan “Ahlul Kitab”, seperti orang Hindu dan Ateis, jauh lebih parah lagi. Quran sendiri memerintahkan Muslim utk “berperang di jalan Allah” sampai tidak lagi ada fitnah, yi “agama hanya utk Allah”. Masyarakat yg telah ditaklukkan menghadapi hukuman mati jika mereka tidak shalat dan memberi sedekah (zakat) sesuai dgn tradisi Islam.

Raja2 Islam spt Tamerlane membantai ratusan ribu orang Hindu dan Budha memaksa jutaan orang utk memeluk Islam.

Islam menerapkan standar ganda terhadap agama2 lain. Disatu sisi mereka mengatakan bhw orang dari agama lain dikutuk Allah, tetapi disisi lain mereka membual dgn indahnya toleransi terhadap agama lain. Ada lebih dari 500 ayat didlm Quran yg berbicara ttg kebencian Allah terhadap non-Muslim dan hukuman bagi mereka yg tidak percaya. Sebaliknya ada beberapa ayat yang mengatakan sebaliknya, tetapi jelas sekali bhw kebanyakan ayat2 yang awalnya toleransi pada akhirnya dibatalkan dan diganti dengan ayat2 kekerasan dan kebencian.

Jika toleransi berarti pebantaian massal bagi mereka yg berbeda agama, maka Islam pada umumnya memenuhi standar toleransi. Tetapi jika toleransi berarti membiarkan orang utk bebas memeluk dan menjalankan agamanya, maka Islam secara fundamental adalah agama yang paling tidak toleran yang ada dimuka bumi.

PRAKTEK “TOLERANSI” DALAM ISLAM

Jihad BERTAHAN = tidak islami !!

Jihad BERTAHAN = tidak islami !!

Cover buku "Membongkar Kedok Al-Qaradhaw"

  • Judul Asli : Raf’ul -Litsaam An Mukhaalafatil-Qaradhawii li Sarii`atil Islaam
  • Penulis : Ahmad bin Muhammad bin Masnyur Al-Udaini
  • Penerbit : Daarul-Atsaar,Yaman cet I 4121/2000
  • Edisi Indonesia : Membongkar Kedok Al Qaradhawi : Bukti2 Penyimpangan Yusuf Al-Qaradhawi dari Syariat Islam.
  • Penerjemah : Abu Muqhbil Ahmad Yuswaji,Lc, Ibnu Rokhy, Lc
  • Penerbit : Masyarakat Belajar Depok
  • Telp : 021-77205166

BUKU ISLAMI tsb dibahas di Situs islam : http://www.Salafy.or.id

Hlm 82-88 : BANTAHAN TERHADAP PENDAPAT Yusuf al-Qaradhawi “BAHWA JIHAD HANYA UNTUK BERTAHAN SAJA”

Saudaraku yang mulia; Allah Swt mensyariatkan jihad fisabilillah untuk mempertahankan agama dan syariatnya, untuk menjaga kemuliaan kaum muslimin, untuk menyerang orang-orang kafir di sarang mereka, dan untuk mengajak mereka masuk Islam.

Allah Swt berfirman:
Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah di tempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (At-Taubah [91: 5)

Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka,
sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk[/list].(At-Taubah [9]: 29).

Berkenaan dengan surat At-Taubah ayat 5, Ibnu Katsir berkata dalam kitab Tafsirnya, juz II hal. 336:
Lafal “haitsu wajadtumuuhum” (dimana saja kamu jumpai mereka), maksudnya adalah bumi mana saja secara umum, hanya dikhususkan (dikecualikan) dengan haramnya memerangi mereka di tanah suci dengan firman-Nya:
“dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikianlah balasan bagi orang-orang kafir”.(Al-Baqarah [21: 191)

Makna “khudzuuhum” (dan tangkaplah mereka) yakni, tahanlah mereka, jika kalian menghendaki membunuhnya, maka bunuhlah. Dan jika kalian menghendakinya maka penjarakanlah.

Sedangkan kalimat “waqshuruuhum waq`uduu lahum kulla marshad” (kepunglah mereka dan intailah di tempat pengintaian), maknanya adalah, janganlah kalian merasa cukup hanya sekadar dengan adanya kalian menghadapi mereka bahkan kepunglah dengan gigih di markas-markas mereka dan benteng-benteng mereka serta mengintai di seluruh jalan-jalan dan jaringan mereka hingga mampu menjepit posisi mereka dan bisa memaksa mereka untuk memilih dibunuh atau masuk Islam.

Dalam hadits Shahih Bukhari dan Shahih Muslim diriwayatkan hadits dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah bersabda:

Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka mengucapkan “Tiada Dzat yang berhak
diibadahi selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah”, menegakkan shalat dan memberikan
zakat. Jika mereka telah menunaikan yang demikian maka darah dan harta mereka terjaga dariku,
kecuali dengan hak Islam. Dan hisab (penghitungan amal)nya kembali kepada Allah.

Allah Swt berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah beserta orang- orang yang bertakwa.” At-Taubah [9]: 123)

Abu Ja’far Ath-Thabari rahimahullah menafsirkan ayat ini sebagai berikut: Maksud ayat “perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu” adalah, Allah berfirman, mulailah dengan memerangi yang terdekat rumahnya dengan kalian, lalu yang jauh dan seterusnya yang lebih jauh lagi. Dan orang-orang yang dituju dalam konteks ayat tersebut pada saat itu adalah orang-orang Romawi, karena mereka adalah penduduk Syam, sedangkan Syam merupakan daerah terdekat dari Madinah dibandingkan dengan Irak. Adapun setelah Allah menaklukkan bagi orang-orang beriman negeri Mekkah, maka wajib bagi setiap penduduk negeri untuk memerangi musuh yang berada disekitarnya terlebih dahulu, bukannya malah yang jauh dahulu, kecuali jika memang ada yang menuntut untuk ditolong maka wajib untuk menolong dan membantunya karena or-ang-orang yang beriman adalah satu tangan terhadap orang-orang beriman lainnya (Tafsir Ath-Thabari, juz XIV: 574-575). Dalam kitab Zaadul Masiir Ibnu Al-Jauzi menafsirkan ayat ini sebagai berikut: Allah telah memerintahkan untuk memerangi orangorang kafir secara umum, dan memulai dengan yang paling dekat lalu yang dekat. (2aadulMasm, III: 518). Dahulu Rasulullah Saw mengirimkan pasukannya untuk memerangi orang orang kafir, seperti dalam hadits yang diriwayatkan dalam Shahiha`in dari Abdullah bin Umar , ia berkata: “Rasulullah mengirimkan pasukan ke Najed, saya pun ikut bersama pasukan tersebut lalu kami mendapatkan unta dan kambing. Bagian ghanimah kita pada saat itu sampai dua belas ribu unta, kemudian Rasulullah masih memberikan lagi masing-masing satu unta di luar ghanimah.” Imam Muslim rahimahuliahu ta’ala menyebutkan dalam kitab Shahihnya: Yahya bin Yahya At-Tamimi menceritakan kepada kami bahwa Sulaim bin Akhdhar juga telah menceritakan kepada kami dari Ibnu ‘Aun, ia berkata: “Saya menulis surat kepada Nafi’ untuk bertanya tentang doa sebelum berperang. Dia menjawab dengan menulis surat kepadaku bahwa pada awal Islam Rasulullah pernah menyerang Bani Mushthaliq pagi hari karena mereka telah berkhianat, sedangkan binatang ternak dibiarkan minum air, lalu dibunuhlah orang orang yang berhak untuk dibunuh dan ditawanlah orangorang yang mestinya ditawan, pada hari itu Rasulullah menang.” (Kitab AUihaad was-Siyar, dengan Syarah Imam Nawawi, II: 279). Imam Nawawi rahimahullah membuat satu bab khusus yang diberi judul “Bab Bolehnya Menyerang pada Pagi Buta dengan Diam-diam Tanpa Peringatan Terlebih DaHulu, Terhadap Orang-orang Kafir yang Dakwah Islam Telah Sampai kepada Mereka.” Kemudian beliau melanjutkan lagi: “Hadits ini juga menunjukkan dibolehkannya menyerang pada pagi buta dengan diam-diam terhadap orang-orang kafir yang dakwah Is¬lam telah sampai kepada mereka tanpa memberi tahu terlebih dulu.” Dalam masalah “memberikan peringatan kepada orang-orang kafir sebelum menyerang mereka,” Imam Nawawi menerangkan bahwa dalam hal ini ada tiga pendapat. Pendapat pertama mengatakan wajib secara mutlak; yang kedua mengatakan tidak wajib secara mutlak; dan yang Ketiga mengatakan wajib bagi mereka jika dakwah Islam belum sampai kepada mereka, namun jika dakwah Islam telah sampai kepada mereka maka hukumnya sunnah. Dari ketiga pendapat tersebut, Imam Nawawi mengatakan bahwa pendapat pertama dan kedua tersebut lemah. Lantas beliau mengomentari pendapat yang ketiga ini dengan mengatakan:

“Ini adalah pendapat yang benar, sesuai dengan pendapatnya Nafi’ sahaya Ibnu Umar, Hasan Al-Basri, Ats-Tsauri, Al-Laits, Asy-Syafi’i, Abu Tsaur dan Ibnul Mundzir. Ini adalah pendapatnya jumhur ulama. Ibnul Mundzir mengatakan bahwa ini adalah pendapatnya kebanyakan ahlul ilmi yang diperkuat dengan hadits-hadits yang shahih. (Kitab Aljihaad was-Siyar, dengan Syarah Imam Nawawi, II: 280).

Ibnul Amir Ash-Shan’ani rahimahullah berkata dalam kitab Subulus-Salaam Syarh Bulughul Maram pada saat menerangkan hadits ini juga: “Hadits ini adalah dalil yang membolehkan penyerangan tanpa adanya peringatan dan seruan kepada Islam terlebih dahulu sebagai haknya orang-orang kafir yang dakwah telah sampai kepada mereka, ini adalah pendapat yang paling shahih.” (Juz IV, hal. 1338). Imam Muslim juga meriwayatkan dari hadits Buraidah dari ayahnya, ia berkata:

Bila Rasulullah mengangkat seorang pemimpin atas suatu pasukan maka beliau mewasiatkan kepadanya secara khusus untuk bertakwa kepada Allah dan juga kepada kaum muslimin yang bersamanya untuk berbuat baik, kemudian beliau bersabda: Berperanglah dengan nama Allah, di jalan Allah. maka perangilah orang-orang yang kafir kepada Allah,

Syaikh Abdurrahman bin Hasan rahimahullah, pengarang kitab Fathul Majiid berkata:

Firman Allah “Perangilah orang-orang yang kafir kepada Allah” ayat ini umum mencakup semua orang-orang kafir baik yang memerangi maupun yang tidak. Tapi Allah mengkhususkan orang-orang yang mempunyai perjanjian, para pendeta, wanita dan anak-anak yang belum baligh (FathulMajiid, 602).

Al-Muzni menyebutkan dari Imam Syafi’i tentang keadaan orang-orang kafir, katanya:

“Kepada orang-orang yang sudah sampai padanya dakwah Islam, maka tidak apa-apa menyerang mereka dengan tiba-tiba dan diam-diam tanpa adanya dakwah lagi.” (TamKid, karya Ibnu AbdilBarr, XI: 49-50).

Ibnul Qayyim, setelah menyebutkan penaklukan Mekkah beliau menjelaskan beberapa faedah yang bisa dipetik dari perang tersebut, diantaranya adalah bolehnya menyerang orang-orang kafir pada malam hari dan menyerang daerah mereka dengan diam-diam jika memang dakwah telah sampai kepada mereka. Dahulu pasukan Rasulullah selalu menyerang orang-orang kafir pada malam dan pagi hari dengan diam-diam atas izin Rasulullah setelah sampai kepada mereka dakwah Islam (Zaadul Ma’aad, III: 423). Rasulullah dahulu menyerang orang-orang kafir sampai ke pusat pernukirnan mereka. Beliau memulai dengan memerangi orang-orang musyrik di jazirah Arab, kemudian dilanjutkan dengan penaklukan Mekkah, Thaif, Yaman, Yamamah, Hajr, Khaibar, Hadramaut dan berbagai negeri Arab lainnya. Kemudian orang rang dari berbagai kabilah Arab masuk ke dalam agama Allah dengan berbondong-bondong. Setelah it, beliau mulai memerangi Ahli Kitab dan mempersiapkan pasukan untuk menyerang Rum, karena daerah mereka terdekat dari jazirah Arab. Mereka adalah orang yang paling berhak mendapat dakwah Islam karena mereka Ahli Kitab. Ketika Rasulullah sampai ke Tabuk, beliau pulang kembali ke negerinya, karena manusia dalam keadaan susah karena sedang dilanda paceklik. Rasulullah meninggal sebelum terlaksana kembali serangan ke Rum. Maka bangkitlah sahabat dan khalifahnya, yaitu Abu Bakar Ash-Shiddiq menggantikan posisinya. Sesaat setelah wafatnya Rasulullah agama Islam mengalami guncangan yang hampir meruntuhkannya, lalu Allah mengokohkannya kembali dengan perantara Abu Bakar. Beliau memantapkan dasar-dasar Islam dan pilar-pilarnya. Beliau juga mengembalikan orang-orang yang murtad ke pangkuan Islam, memungut zakat dari yang menolaknya serta menjelaskan kebenaran kepada yang belum mengetahuinya. Beliau pun meneruskan misi Rasulullah me dengan mempersiapkan pasukan Islam untuk menyerang Rum, negeri para penyembah salib dan ke Persia, negeri penyembah api. Allah pun berkenan menaklukkan negeri-negeri tersebut dengan keberkahannya dan menundukkan Kisra beserta kekaisaran dan orang’ orang yang patuh kepada keduanya, lalu menginfakkan hartanya untuk kepentingan agama Islam sebagaimana telah dikabarkan oleh Rasulullah. Perkara ini semakin sempurna pada masa kekuasaan Al-Faruq Abu Hafsh Umar bin Khaththab ,Allah melumat orang-orang kafir dan mulhid dengan perantaranya. Dengan izin Allah, Umar mampu meluluhlantakkan kekuatan para thaghut dan munafik yang menguasai kerajaan di Barat dan Timur. Beliau pun memboyong gudang kekayaan dari segala penjuru wilayah, lalu membagikannya sesuai aturan syar’i dan etika yang diridhai. Sepeninggal Umar bin Khaththab, datanglah Amirul Mukminin Khalifah Utsman bin ‘Affan. Beliau membangun Islam dengan kepemimpinan yang menakjubkan, sehingga agama Islam meluas ke segala penjuru wilayah yang dihuni manusia. Dan bersinarlah cahaya Islam sampai ke negeri Barat dan Timur. Kalimat Allah tetap terjunjung tinggi dan agama-Nya yang lurus pun semakin terang- benderang tersebar ke wilayah musuh-musuh Allah. Dan peperangan ini senantiasa berpindah dari orang-orang kafir yang fajir kepada yang selanjutnya lagi (Tafsiir Ibnu Katsir, II: 401-402). Semua ini adalah sebagai wujud pelaksanaan firman Allah “Hai orang-orang yang beriman, perangilah orangorang kafir yang di sekitar kamu itu.”(At-Taubah[9]:123). Setelah itu, datanglah masa para khalifah yang mereka juga menempuh apa yang telah dilakukan oleh orang-orang yang sebelumnya dengan memerangi negeri-negeri kafir. Mereka mempersiapkan pasukan dan mengirimkan ekspedisi ke wilayah Barat dan Timur. Mereka mampu menyeberangi berbagai benua, lautan dan samudera sampai ke pegunungan Baranis di Perancis, menembus Turkistan dan Azerbaijan, sehingga panji dakwah Islam pun terangkat tinggi di muka bumi ini. Periode berikutnya, datanglah Muhammad Al-Fatih. Beliau mampu menundukkan berbagai negeri yang tadinya kafir, lalu naiklah bendera Islam beserta hukum dan ajarannya di sana. Saat itu kaum muslimin hidup di bawah naungan panji jihad yang sarat akan harga diri dan kemulian serta kecukupan. Ketika mereka mulai lalai dan meninggalkan jihad fisabilillah, maka mereka pun dihinggapi sifat pengecut dan keterpurukan. Di akhir zaman ini ada orang-orang yang menyerukan bahwa jihad tidak untuk menyerang orang kafir, tapi hanya terbatas untuk bertahan saja. Contoh yang nyata adalah Yusuf Al-Qaradhawi dan orang-orang yang menjadi panutannya, seperti Muhammad Al-Ghazali dan lainnya. Penulis akhiri pembahasan ini dengan mengutip perkataan Al ‘Allamah Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah, Dengan ini saja cukup hujjah bagi kita. Beliau telah menulis sebuah makalah dengan judul “Laisal-Jihaadu Lid-Difaa’ Faqath” (Jihad bukan hanya untuk bertahan saja). Sebagian perkataan beliau:

Adapun pendapat bahwa perang hanya untuk bertahan saja, saya tidak mengetahui seorangpun dari ulama terdahulu yang mengatakan bahwa jihad disyariatkan didalam Islam setelah turunnya ayat saif hanya untuk bertahan saja dan bahwa orang kafir tidak boleh diserang.

Jihad Apakah yang Terbesar? Jihad Perang!

Sumber:FFIndonesia

Cover buku Jihad : Mati Syahid

  • Judul : Hukum islam seputar Jihad dan mati syahid, Menyikapi Aksi Terorisme dan Perang fisik
  • Karya : Syamsuddin ramadlan al-Nawiy
  • Penerbit : Fadilah Print Surabaya
  • Telp : 031-60244576
  • Email : syamsuddin.Ramadhan@gmail.com
  • Tebal : 276 Halaman


BAB IX : MENGKRITISI HADITS JIHAD MELAWAN HAWA NAFSU
[Semua ayat quran dalam b.arabnya tidak saya sertakan,untuk menghemat tempat,tetapi di buku aslinya ada b.arabnya baik ayat quran dan hadits ] Meskipun keutamaan jihad fi sabilillah di atas amal perbuatan lain telah ditetapkan berdasarkan nash-nash syara’, akan tetapi ada sebagian kaum Muslim mema-hami, bahwa jihad melawan hawa nafsu (jihad al-nafs) merupakan jihad besar {jihad al-akbar} yang nilainya lebih utama dibandingkan dengan jihad fi sabilillah dengan makna perang fisik melawan orang-orang kafir. Mereka menyandarkan pendapat mereka pada sebuah sebuah hadits yang berbunyi: “Kita baru saja kembali dari jihad kecil menuju jihad yang besar. Para shahabat bertanya, “Apa jihad besar itu? Nabi saw menjawab, “jihaad al-qalbi” (jihad hati). Di dalam riwayat lain disebutkan jihaad al-nafs”.178(178 KanZ al-‘Ummaal, juz 4/616; Hasyiyyah al-Baajuriy, juz 2/ 265) Berdasarkan hadits ini, mereka berhujjah bahwa jihad memerangi orang kafir adalah jihad kecil (jihad al-ashghar), sedangkan jihad memerangi hawa nafsu adalah jihad besar (jihad al-akbar). Walhasil, jihad memerangi hawa nafsu memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan jihad memerangi orang-orang kafir. Sesungguhnya, kesimpulan semacam ini adalah kesimpulan salah, akibat kesalahan dalam memahami nash-nash syariat. Adapun bantahan terhadap pendapat mereka adalah sebagai berikut; Pertama, status hadits jihaad al-nafs lemah, baik ditinjau dari sisi sanad maupun matan. Dari sisi sanad, isnaad hadits tersebut lemah (dla’if). Al-Hafidz al-‘Iraqiy menyatakan bahwa isnad hadits ini lemah. Menurut Al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalaaniy, hadits tersebut adalah ucapan dari Ibrahim bin ‘Ablah.179 (179 Lihat Imam al-Dzahabiy, Syiar A’laam al-Nubalaa’, juz 6/ 324-325.

Di dalam kitab ini dituturkan, bahwasanya Mohammad bin Ziyad al-Maqdisiy pernah mendengar Ibrahim bin ‘Ablah berkata kepada orang-orang yang baru pulang dari peperangan (jihad), “Kalian baru saja kembali dari jihad kecil ffihaadal-ashghar), lantas, apayang kamu lakukan dalam jihad al-qalbiy.” Al-Hafidz al-Suyuthiy juga menyatakan, bahwa sanad hadits ini lemah (dla’if). Kedua, seandainya keabsahan hadits ini tidak perlu kita perbincangkan, maka lafadz jihad al-akbar yang tercantum di dalam hadits itu wajib dipahami dalam konteks literal umum; yakni perang hati atau jiwa melawan hawa nafsu dan syahwat serta menahan jiwa untuk selalu taat kepada Allah swt. Sebab, jihad menurut pengertian bahasa bisa bermakna perang maupun bukan perang. Sedangkan jihad kecil (jihaad al-ashghar) dalam hadits itu mesti dimaknai dalam konteks syar’iy dan ‘urfy, yakni berperang melawan orang-orang kafir di jalan Allah.180 (180 Dr. Mohammad Khair Haekal, al-Jihaad n>a al-Qitaal, juz 1/46) Suatu lafadz, jika memiliki makna bahasa, syar’iy, dan ‘urfiy, harus dipahami pada konteks syar’iynya terlebih dahulu. Baru kemudian dipahami pada konteks ‘urfiy (konvensi umum), dan lughawiy (literal). Demikian juga kata jihaad. Lafadz ini mesti dipahami pada konteks syar’iynya terlebih dahulu, yakni berperang melawan orang kafir. Jika makna ini ingin dialihkan ke makna-makna yang lain, selain makna tersebut, harus ada qarinah (indika-tor) yang menunjukkannya. Lafadz jihad (jihad al-akbar) yang termaktub di dalam hadits jihaad al-nafs harus dibawa kepada pengertian literal secara umum.Hanya saja, dalam konteks syar’iy dan konvensi umum, lafadz jihad harus dipahami perang melawan orang kafir (perang fisik), dan tidak boleh diartikan dengan perang melawan hawa nafsu dan syahwat. Ketiga, dari sisi matan hadits (redaksi), redaksi hadits jihaad al-nafs di atas bertentangan nash-nash yang menuturkan keutamaan jihaad fi sabilillah di atas amal-amal kebaikan yang lain. Oleh karena itu, redaksi (matan) hadits jihad al-nafs wajib ditolak karena bertentangan dengan nash-nash lain yang menuturkan keutamaan jihad fi sabilillah di atas amal-amal perbuatan yang lain. Bahkan, para ulama yang memiliki kredibilitas ilmu dan iman telah menetapkan jihaad fi sabilillah sebagai amal yang paling utama secara mutlak. Adapun bukti yang menunjukkan bahwa jihad fi sabilillah adalah amal yang paling utama adalah sebagai berikut: a. Al-Quran telah menempatkan jihad fi sabilillah (berperang di jalan Allah) sebagai amal yang paling utama dibandingkan amal-amal yang lain. Allah swt berfirman di dalam al-Quran al-Karim;

“Katakanlah: “Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khaivatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nja dan (dart) berjihad di jalan-Nja, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. ” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.” [al-Taubah:24]

Di ayat yang lain, Allah swt berfirman:

“Apakah (orang-orang) yang memberi minuman kepada orang-orangyang mengerjakan haji dan mengurus Masjidil Haram, kamu samakan dengan orang-orangyang beriman kepada Allah dan hart kemudian serta berjihad di jalan Allah? Mereka tidak sama disisi Allah; dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada kaum yang splim.” [al-Taubah:19]

Allah swt juga melebihkan orang yang berangkat ke medan perang di atas orang yang tidak berangkat perang. Al-Quran telah menyatakan hal ini:

“Tidaklah sama antara mu’minyang duduk (yang tidak turut berperang)jang tidak mempunyai u^ur dengan orang-orang yang berjihad dijalan Allah dengan harta mereka danjhvanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanja at as orang-orangyang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahalayang baik (surga) dan Allah melebihkan orang- orang jang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar;(yaitu) beberapa derajat daripada-Nya, ampunan serta rahmat. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. al- Nisaa': 95-96]

Al-Quran juga menjelaskan balasan Allah swt atas semua waktu dan usaha yang dihabiskan oleh seorang mujahid ketika melaksanakan kewajiban jihad, serta kesibukan dirinya dengan aktivitas jihad. Hal ini telah dinyatakan dengan sangat jelas di dalam al-Quran;

“Tidaklah sepatutnya bagipenduduk Madinah dan orang- orang Arab Badwi yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah (pergi berperang) dan tidak patut (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada mencintai diri Rasul. Yang demikian itu ialah karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparanpadajalan Allah, dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal saleh. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik, dan mereka tiada menafkahkan suatu nafkahyang kecil dan tidak (pula) yang besar dan tidak melintasi suatu lembah, melainkan dituliskan bagi mereka (amal saleh pula), karena Allah akan memberi balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” [al-Taubah: 120-121]

b. Al-Quran juga memuji mujahid di jalan Allah, serta perbuatan yang mereka lakukan. Dalam hal ini Allah swt telah berfirman di dalam al-Quran;

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.” [9.111] “Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari a^abyangpedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasu/-Nya dan berjihad dijalan Allah dengan harta danjiwamu. Itulahyang lebih baik bagi kamujika kamu mengetahuinya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggalyang baik di dalam surga ^Adn. Itulah keberuntungan yang besar. ” [al-Shaff: 10-12]

c. Ada celaan dari Allah swt bagi orang yang meninggalkan jihad di jalan Allah swt. Allah swt berfirman;

“Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada- Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. ” [al-Taubah: 39]

d. Di dalam hadits Rasulullah saw telah menyatakan dengan sangat jelas keutamaan jihad di atas amal kebaikan yang lain. Di dalam hadits banyak disebutkan keutamaan jihad di atas amal kebaikan yang lain. Imam Bukhari meriwayatkan sebuah hadits dari Anas bin Malik ra, bahwasanya Rasulullah saw bersabda: “Berjaga-jaga pada saat berperang di jalan Allah lebih baik daripada dunia dan seisinya”. [HR. Imam Bukhari] Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim, Turmudziy, dan lain-lain. “Sesungguhnya, kedudukan kalian di dalam jihad di jalan Allah, lebih baik daripada sholat 60 tahun lamanya.” [HR. Imam Ahmad]. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Turmudziy disebutkan, bahwa jihad lebih baik daripada sholat di dalam rumah selama 70 tahun. Masih banyak lagi riwayat yang menuturkan keutamaan dan keagungan jihad di atas amal kebaikan yang lain. Dari sini kita bisa menyimpulkan, bahwa jihad melawan orang-orang kafir merupakan amal yang paling utama secara mutlak. Oleh karena itu, hadits yang menyatakan bahwa jihad al-nafs di atas jihad fi sabilillah (perang dijalan Allah) harus ditolak untuk menyelamatkan khabar dari pertentangan.

JIHAD dan PERANG yang SESUAI SYARIAT ISLAM

LIHAT JUGA: Faithfreedom Indonesia

  • Judul asli : Al Jihad wal Qital fi as Siyasah asy Syar’iyyah

Lihat juga : Tidak Ada Perjanjian Damai dengan Musuh [friendster] Perjanjian damai dengan negara kafir harus memperhatikan syarat-syarat ini;

Pertama, perjanjian damai harus selalu berorientasi kepada kepentingan jihad, penyebaran dakwah Islam, serta perlindungan terhadap eksistensi Daulah Islamiyyah dan kaum Muslim.
Perjanjian damai dengan negara kafir tidak boleh dibuat selain untuk kepentingan jihad dan penyebaran Islam. Sebab, perjanjian damai dengan negara kufur akan menghentikan aktivitas
jihad; padahal, Khilafah Islamiyyah dilarang menghentikan jihad, kecuali jika perdamaian itu dijadikan media untuk melaksanakan jihad.

Cover buku “Jihad dan perang menurut Islam”

Download Faithfreedompedia versi offline (17.7MB):

‘Jaman Keemasan’ Islam dan Sumbangan bagi Peradaban Dunia

Daftar isi

//

Tokoh-Tokoh Sains Islam

Jaman Keemasan’ Islam dan Sumbangan bagi Peradaban Dunia
Sumber: FaithFreedom.org

Seberapa dalam kepercayaan “muslim-muslim” jenius dari “jaman emas” Islam kpd agama mereka? Tahukah Anda bahwa di jaman mereka itu, mereka semua dicap MURTAD.

Dalam “Jaman Keemasan Islam” ini (abad 8-14), ‘dunia Islam’ paling maju dlm bidang Sains, Teknologi, Pendidikan, Industri, dagang dan lain-lain. Periode ini a.l. menghasilkan jenius-jenius sains, literatur dan filusufi. Namun kebanyakan adalah pendukung Teologi Mu’tazila yg berasal dr abad ke-8 di al-Basrah (atau Basra), kota besar Iraq. Teologi ini dimulai saat Wasil Ibn ‘Atta’ berpisah dari gurunya, al-Hasan al-Basri, akibat cekcok teologi. Jadi, Ibn ‘Atta’ dan pengikutnya dicap “Mu’tazila” yg berarti “deserter of Islam”/”pembangkang Islam”.

Titik utama filosofi Mu’tazila adalah kemauan bebas, rasionalisasi dan pemikiran ilmiah yg merasuk dlm filosofi Yunani dan merupakan ekspansi atas logika dan rasionalisme filosofi Yunani yg dikombinasi dng doktrin2 Islam. Ternyata keduanya menunjukkan bahwa dari akar2nya keduanya sama sekali tidak cocok (inherently incompatible).

Selama periode ini, sejumlah pertanyaan diperdebatkan teolog2 ‘Muslim’ ini, termasuk apakah Qur’an ciptaan manusia atau Tuhan, apakah setan diciptakan Tuhan, masalah nasib yg sudah ditentukan dari atas (predestination) vs. kemauan bebas, apakah atribut2 Allah dlm Qur’an ditafsirkan secara alegoris atau secara literal, dan apakah Muslim2 yg berdosa akan ke neraka.

Ideologi Mu’tazila percaya bahwa Quran diciptakan Muhammad dan BUKAN oleh Allah. Mereka percaya bahwa Muhammad tidak mengadakan pembicaraan langsung dgn Allah. Dan doktrin2 yg dianggap murtad ini oleh Islam, ditentang kalifah Bagdad, Abbasid, Harun al-Rashid (763-809) dan dijadikan kebijakan resmi puteranya, Kalif al-Mamun. Kalif al-Mamun bahkan memberlakukan hukuman, yg disebut dgn Mihna dlm bahasa Arab, yg berarti Penderitaan (833-848) bagi mereka yg memilih ideologi Mu’tazila. Korban Mihna paling terkenal adalah Ahmad Ibn Hanbal yg dipenjara dan disiksa dan hakim Ahmad Ibn Nasr al-Khuza’i yg dihukum salib.

Sistim kepercayaan Mu’tazila dipromosikan secara aktif oleh kalifah Islam dan populer diantara kaum elite sementara gagal menarik perhatian massa yang buta huruf. Dilain pihak, Muslim2 yg pro-Quran dogmatik, berupaya sekuat mungkin utk menahan kepercayaan Mu’tazila dan periode ini mencatat nama2 para kolektor hadis, spt Muslim b. al-Hajjaj (9200 hadis, wafat 875), al-Bukhari (810-870, 7275 hadis), Abu Da’ud (wafat 888) dan Al-Tirmidi (wafat 892) et al.

Berikut ini adalah Tokoh Sains Islam, medis & filosofi yg dibangga-banggakan umat Islam:

Al-Khwarizmi (780 – 850)

Abu Jafar Muhamad ibn Musa al-Khawarizmi (780-850) dikenal sbg pionir matematika yang menerjemahkan prinsip2 Aljabar dari bahasa Arab, memperkenalkan Eropa kepada matematika. Namun sebenarnya, prinsip2 yang digunakannya sudah ada ratusan tahun sebelum ia lahir, termasuk angka 0. Bahkan sekarang, apa yang kami kenal sebagai angka2 dlm bahasa Arab tidak lahir di Arab TETAPI DI INDIA DI JAMAN PRA-ISLAM. Bahkan di Arab Saudi sendiri angka2 ini tidak digunakan.

Memang Al-Khwarizmi sangat berpengaruh, karena kata2 aljabar dan algorithm diambil dari namanya. Karyanya membuka eksplorasi matematik dan sains di EROPA, tetapi MENGAPA TIDAK DALAM DUNIA ISLAM ??? Dengan rumusan matematika, Eropa mencapai kemajuan teknologi hebat. Ini karena Eropa memiliki tradisi intelektualitas panjang yang memungkinkan mereka melakukan inovasi, sementara dunia Islam M A N D E G.

Al-Khwarizmi (yg memperkenalkan konsep 0 kpd orang2 Arab pd thn 810M) mengungkapkan bahwa ia mempelajarinya dari pakar matematika ternama India, Brahmagupta. Brahmagupta, th 628M menulis ttg prinsip2 segi tiga astronomi dlm “Brahma-Sphuta-Siddhanta”) [[1]]

Karya Al Khwarizmi diterjemahkan kedlm bahasa Latin dibawah judul “De Numero Indico” yg berarti Of Indian Numerals (DARI Angka2 India). Terjemahan itu berasal dari abad 12M oleh Adelard yg tinggal di kota bernama Bath di Britain.

Jadi Al Khwarazmi dan Adelard dianggap sbg pionir yg mentransmisikan angka2 India kpd Barat. Kata ‘algorithm’ dlm bahasa Inggris adalah jelmaan nama ‘Khwarazmi’ yg sebenarnya berarti ‘(orang) dari kota Khawarizm’, kota tempat tinggal Al Khwarazmi. Sayang teks asli buku dari India yg dijadikan rujukan Al Khwarazmi hilang. Hanya terjemahannya yg masih ada.

Di bidang matematika, bangsa Arab meminjam begitu banyak dari India sampai bahkan mata pelajaran matematika dlm bahasa Arab disebut dgn nama Hindsa yg berarti ‘dari India’ dan seorang ahli matematika atau engineer dlm bahasa Arab disebut Muhandis yg menggunakan kata asal ‘Hindsa’.

Bahkan orang Eropa jago memanfaatkan karya2 Arab tsb, berbeda dengan orang2 Arab sendiri. Di abad ke 12, semua universitas Eropa mempelajari Aristotel, Avicenna dan Averroes, sementara karya2 mereka tidak diacuhkan dan bahkan tidak diajarkan sama sekali di madrasah2 –yang sampai sekarang hanya mengkonsentrasikan pelajaran pada Quran.

Al-Kindi (801-873)

Thn 830M ia mengritik Muhamad dng mengatakan bahwa ia (Muhammad) hanya tentara bayaran yg tidak pernah melakukan mukjizat, bahwa Quran adalah ‘kumpulan cerita-cerita yg campur aduk dan tidak nyambung, membingungkan, tanpa sistim maupun aturan … dengan satu bagian kalimat mengkontradiksi bagian kalimat lainnya.’

Ia percaya bahwa “[penulisan] sejarah merupakan campur aduk dan pembauran; bukti bahwa tangan-tangan berbeda merubahnya dan mengakibatkan ketidakcocokan, menambah atau mencabut apa yg mereka suka atau tidak suka. Dlm keadaan itukah ‘wahyu diturunkan dari surga?'” (Muir’s edition 1882:18-19,26).

Al-Kindi juga mengutuk JIHAD dan hukum (Islam) tentang wanita. Katanya, tujuan utama Muhammad adalah untuk menyerang suku-suku tetangga, membunuh dan menjarah kekayaan mereka dan menculik wanita-wanita mereka untuk dijadikan gundik” (Muir 1882:49-50)

Utk lebih jelasnya tentang Al Kindi oleh William Muir, silahkan baca :
[AnsweringIslam.org]

Al-Battani (850-929)

Zakariya ar Razi(865-925)

Adalah pemikir bebas terbesar (the greatest freethinker) dalam dunia Islam. Ia adalah salah satu dokter ternama segala jaman. Ia menulis 200 buku tentang macam2 subyek. Ia penulis encyclopaedia terbesar, al Hawi, proyek yang dikerjakannya selama 15 tahun. Ar Razi seorang empiris, yaitu orang yang tidak mengikuti prosedur standar secara dogmatis, malah sebaliknya secara teliti mencatat segala detail kemajuan pasiennya dan efek perawatan terhadap pasiennya. Ia salah satu yang mula2 menuliskan buku2 tentang penyakit menular, seperti cacar air.

Namun hampir semua buku FILOSOFI Ar Razi dihancurkan. Pandangannya tentang agama secara umum dan Islam secara khususnya menjadikannya sasaran kecaman umum dan dituduh menghujad Islam. Hanya bagian kecil dari penolakannya terhadap agama tercatat dalam buku seorang penulis Ismaili. Dan dari sini jelas bahwa pemikir terbesar dari jaman kejayaan Islam sama sekali tidak menaruh simpati Islam. Inilah hasil pemikirannya terhadap agama:

“Pada dasarnya semua orang sederajat dan sama2 memiliki jalur logika yang tidak boleh dikesampingkan guna mengutamakan kepercayaan buta; pemikiran/reason memberikan manusia kemampuan untuk mencapai kebenaran ilmiah. Para nabi – kambing2 berjenggot ini (“these billy goats”) - tidak dapat mengklaim superioritas intelektual maupun spiritual.

Kambing2 berjenggot ini berlagak datang dengan pesan dari Tuhan, sementara memaksakan kehendak mereka terhadap rakyat dan mengharapkan kepatuhan buta.

Mukjizat para nabi adalah bohong, dihasilkan oleh trick2, dan cerita2 mengenai mereka adalah isapan jempol belaka. Kepalsuan mereka jelas terlihat dari fakta bahwa semua pernyataan mereka saling kontradiksi : yang satu menolak apa yang ditegaskan yang lain, sementara sama2 mengaku memiliki kunci kebenaran: Perjanjian Baru mengkontradiksi Torah (Perjanjian Lama) sementara Quran mengkontradiksi Perjanjian Baru.

Quran sendiri adalah campuran mitologi yang absurd dan tidak konsisten, yang, konyolnya, dianggap unik. Padahal bahasa, gaya dan “keindahan”nya adalah jauh dari sempurna. Adat, tradisi dan kemalasan intelektual mengakibatkan orang buta2 mengikuti pemimpin agama mereka. Agama menjadi ujung sebab perang berdarang yang menghancurkan umat manusia. Agama juga memerangi pemikiran filosofi dan riset ilmiah. Apa yang dinamakan kitab SUCI tidak bernilai sama sekali dan menghasilkan lebih banyak penderitaan ketimbang kebaikan. Sementara tulisan yang dihasilkan oleh Plato, Aristotle, Euclid, dan Hippocrates memberi sumbangan yang lebih besar kepada humanitas.

Orang yang menundukkan diri dibawah pemimpin2 agama adalah mereka yang lemah pikiran dan perempuan mereka berlaku seperti anak kecil. Agama membekukan kebenaran dan mengakibatkan permusuhan. Kalau sebuah buku memang mengandung kebenaran maka rumus2 geometri, astronomi, medisin dan logika lebih
pandai menunjukkannya ketimbang Quran.”

Al-Zahrawi (936-1013)

Al-Hasan ibn al-Haytham (965–1039)

merupakan salah seorang ilmuwan paling besar abad pertengahan Islam dan “Optic”-nya mempengaruhi Kepler.

Filologis Perancis, Ernest Renan menulis: “Seorang pengikut Maimonid, si filsuf Yahudi itu, mengatakan bahwa ketika ia di Bagdad utk urusan dagang, buku2 seorang filsuf (yg menginggal th 1214) sedang dibakar disana. Sang pengkotbah, yg melangsungkan eksekusi ini, melempar dlm api, dgn tangannya sendiri, karya2 ttg astronomi milik Ibn al-Haitham, karena teori2nya ttg pembelahan bumi dgn garis2 belahan mengandung lambang2 Atheisme.”

Berkas:Ibn haithem portrait.jpg

Ibn haithem portrait

[Wikipedia]

Al-Biruni (973-1050)

Ibn-Sina (973-1037)

Orang pandai berikutnya dari dunia Islam adalah Abu Ali Sina, Ibnu Sina atau di Barat dikenal sebagai Avicenna. Sumbangan utamanya adalah dibidang sains medis dengan buku terkenalnya al-Qanun, atau dikenal di barat dengan “Canon”. Qanun fi al-Tibb adalah encyclopedia medisin terbesar. Buku ini men-survey keseluruhan pengetahuan medis yg tersedia dari sumber muslim atau sebelumnya. Pendekatan sistimatisnya, penyempurnaan formal dan nilai intrinsiknya, Qanun ini melebihi karya2 Hawi milik Razi, maliki-nya Ali Ibn Abbas dan bahkan karya2 Galen dan tidak tersaingi selama 6 abad”.

Buku ini diajarkan sebagai buku referensi mahasiswa Kedokteran Universitas Bologna sampai abad ke 17. Filosofi Avicenna didasarkan pada kombinasi ajaran Aristotel dan Neo-Plato. Bertentangan dengan pemikiran ortodoks Islam, Avicenna menyanggah adanya kehidupan setelah kematian, bahwa Tuhan tidak interes terhadap manusia dan penciptaan dunia oleh Tuhan. Karena pandangannya ini, Avicenna menjadi target utama filsuf Islam al-Ghazali (lihat bawah nanti) dan dicap sebagai murtad.

Trio ilmuwan Persia penting: al-Kindi, al-Farabi & Avicenna, mengkombinasi ajaran Aristotel dan Plato dgn ide2 dr Islam. Mereka sangat dipengaruhi warisan filosofi Yunani Bagdad yg selamat dari invasi Arab, khususnya tulisan Aristotle.

TAPI Farabi menerima pandangan — yg sangat bersifat anti Islam — bahwa logika adalah lebih tinggi ketimbang wahyu ilahi (reason is superior to revelation).

Ia melihat agama sbg lambang pencapaian kebenaran, dan spt Plato, menganggap kewajiban filosof adalah utk memberi pengarahan kpd negara. Ia sering secara rasional mempertanyakan otoritas Quran dan menolak konsep ‘predestination’, bahwa nasib kita sudah ditentukan dari Atas. Ia menulis lebih dari 100 buku, yg paling penting: “The Ideas of the Citizens of the Virtuous City “ (Pemikiran2 Warga2 Kota Bijaksana). Tetapi karya2 unorthodox ini tidak merupakan milik Islam, spt juga Voltaire tidak merupakan milik agama Kristen. Farabi kebetulan berada dlm kebudayaan Muslim dan bukannya berkarya KARENA budaya Muslim. Ia malah menantang ortodoksi sampai ke akar2nya.

Lagi2 ia menegaskan pola bahwa Muslim yg paling hebat, baik secara politik ataupun intelektual, adalah Muslim yg tidak menerima Islam secara penuh.

Abdallah al-Ma’arri (973-1057)

Ia dikenal sbg Lucretius dari Timur, juga mengolok agama-agama dalam sajak-sajaknya:

“Hanifs (Muslims) are stumbling, Christians all astray
Jews wildered, Magians far on error’s way.
We mortals are composed of two great schools:
Enlightened knaves or else religious fools…..”

[Para Hanif kepeleset, Kristen semua sesat,
Yahudi bingung, Magian di jalan yang salah
Kami, manusia lemah, terdiri dari dua aliran besar :
orang-orang berilmu atau orang-orang religius tolol]

Omar Khayam (1048-1122)

Dlm sajak berikut ini, penyair, filsuf, astronom dan ahli matematika, Umar Khayam, mengecam Islam dan menunjukkan kekagumannya bagi filosofi Yunani:

If Madrasahs of those drunks
Jika Madrasah orang2 mabuk itu

Became the educational institutes
Menjadi tempat pendidikan

Of teaching philosophy of
mengajarkan filosofi

Epicures, Plato and Aristotle;

If Abode and Mazars of Peer and Dervish
Jika Abodi dan kaum Mazar dari Peer dan Dervish

Is turned into research institutes,
dijadikan institut riset,

If men instead of following blind faith of religion
Jika orang ketimbang memilih agama secara buta

Should have cultivated ethics,
Menggali etika beradab

If the abode of worships were turned into
Jika tempat2 pemujaan dijadikan

Centers of learning of all academic activities,
pusat2 pengajaran semua aktivitas akademis

If instead of studying religion, men
Jika ketimbang belajar agama, orang

Would have devoted to develop mathematics – algebra,
akan mengembangkan matematika, aljabar

If logic of science would have occupied the place of
Jika logika ilmiah menggantikan tempat

Sufism, faith and superstition,
Sufisme, agama dan takhayul,

Religion that divides human beings
Agama yg memecah2kan manusia

Would have replaced by humanism,
akan digantikan dgn humanisme,

Then the world would have turned into haven,
maka dunia akan berubah menjadi surga

The world on the other side then would have extinguished
Dunia dibelahan lain akan mati

The world would then become full of
Dunia akan penuh dengan

Love-affection-freedom-joy,
Cinta-kasih-kebebasan-kebahagiaan

And there is no doubt about it.”
Dan ini tidak diragukan lagi.”

Ibn-Sina juga secara terang2an mengecam semua agama, termasuk Islam, sbg kebohongan. Katanya, “Jenggot2 kambing ini (‘These billy goats’/para nabi) berpura2 datang dari Tuhan sementara mengumbarkan kebohongan mereka dan memaksakan kepatuhan buta massa kpd ‘kata2 atasan'”.

Ibn-Rushdi (1128-1198)

Ia ahli filsuf dan sains yang sangat penting yang di Barat dikenal dengan nama Averroes. Ia hidup di Andalusia dan Marrakesh. Pengaruhnya terhadap pemikiran Eropa sering dilupakan oleh baik orang Arab maupun orang Europa. Namun di abad ke 13 dan 14, pengaruh Averroisme sekuat Marxisme di abad ke 19.

Ibnu Rushdi berfungsi sebagai jembatan antara dunia Arab dan dunia Barat dengan upayanya mengomentari dan menginterpretasi ahli2 filsafat Yunani seperti Aristotle dan Plato dan membuat mereka dimengerti oleh rakyat Arab. Dalam banyak karyanya, ia juga mencoba menjembatani filsafat dengan agama.

Namun para pemimpin agama tidak selalu memuji karya2nya: ia malah dikutuk melakukan bid’ah oleh orthodoxy Kristen, Yahudi dan Islam. Karya2nya sering dilarang dan dibakar.”

Ibnu Rushdie dipanggil ke Marrakesh untuk bekerja sebagai dokter bagi Kalif disana namun segera tidak disukai sang kalif gara2 oposisi para ahli agama terhadap tulisan2nya. Ia dituduh melakukan bid’ah, di-interogasi dan dikucilkan ke Lucena, dekat Cordova. Sang kalif kemudian memerintahkan agar buku2 Rushdie dibakar, kecuali karyanya dibidang kedokteran, arithmetic, dan elementary astronomy.

Namun, setelah di-intervensi sejumlah ilmuwan ternama jamannya, 4 tahun kemudian iapun diampuni dan dipanggil kembali ke Maroko pada tahun 1198; namun ia meninggal pada akhir tahun itu.

Karya² Ibnu Rushdi juga mengundang kekaguman di Eropa, bahkan diantara para ahli agama yang menganggap karyanya sebagai ancaman. Di abad ke 13, Ibnu Rushdi dikutuk oleh uskup-uskup Paris, Oxford dan Canterbury berdasarkan alasan yang mirip dengan alasan para Muslim orthodox di Spanyol.

Konsep Averroisme — yg ditemukan dlm komentar Averroës kpd Aristotle — adalah : Hanya ada satu kebenaran, tetapi ada paling tidak DUA cara utk mencapainya, yi lewat filosofi dan lewat agama. [079]

Gagasan pemisahan filosofi dan agama yg ditemukan dlm Averroisme sangat berpengaruh dlm perkembangan sekularisme modern. Akibatnya, ada yg menganggap Averroes sbg bapak pendiri pemikiran sekularisme di Eropa Barat.

Jalaluddin Rumi (1207-…)

Kesimpulan

Pemikir-pemikir besar yang menjadi teladan jaman keemasan Islam bukanlah muslim. Bahkan mereka sangat kritis terhadap Islam. Anehnya, muslimin yang membuat mereka sengsara semasa hidup mereka tidak malu2 menganggap mereka sebagai bagian dari kultur mereka. Mereka juga tidak malu2 mempergunakan nama mereka untuk memenangkan kredibilitas. Mereka sering berkata “lihatlah para pemikir hebat yang dihasilkan Islam ini”.

Quran dogmatik atau Islam Sunni pelan2 mendominasi pemikiran Muslim dan sesudah itu IMAM AL GHAZALI, juga kolektor hadis terkenal, menciptakan histeria massa dgn menantang pemikiran rasional kepercayaan Mu’tazila karena tidak dapat membuktikan realitas akan Allah.

Akhirnya, Mu’tazila tidak tahan hantaman muslim-muslim picik. Pada abad ke 13, gerakan Mu’tazila mati dan dengan ini pula berakhirnya Jaman Emas Islam.

Jadi, masa Jaman Emas Islam adalah periode yang dikarakterisasi oleh perkembangan teologi Mu’tazila
yang ANTI ISLAM dan Rasionalisme Yunani masa pra-Kristen. Semua muslim yang dikatakan memperkaya sains, matematika, medisin, filosofi dan pemikiran rasional (pada Jaman Emas Islam) adalah anggota aliran Mu’tazila yang TIDAK Islamiyah, tidak seperti pakar-pakar Islam Sunni seperti al-Bukhari, Abu Daud dan Imam Ghazali et al., dari aliran Islam murni.

Oleh karena itu, sangat memalukan pernyataan bahwa jaman emas kemajuan dan kemakmuran dlm dunia Islam dipengaruhi secara positif oleh Islam.

Kalalu kita ingin melihat sumbangan sebenarnya Islam bagi peradaban manusia, kita harus mempelajari ‘prestasi’ Muhammad, Abu Bakar, Hazrat Omar, Usman, Imam Ali dan Abu Hanifa et al. … tokoh-tokoh Islam terbesar. Kita juga harus melihat sumbangan masa pasca-Jaman Emas (pasca abad 13) saat doktrin Islam Sunni kembali berkembang.

Sayangnya, selama periode islam murni ini, sumbangan Islam kpd sains, teknologi, medisin, dsb adalah NOL BESAR !!

Tokoh2 seperti Muslim b. al-Hajjaj, al-Bukhari, Abu Da’ud, Al-Tirmidi dan Imam Ghazali etc. … para kolektor hadis terkenal tidak membawa sumbangan apapun, kecuali mengkodifikasi Shariah yg mengakibatkan pelanggaran HAM, harga diri, degradasi kebebasan individual dan keadilan dlm dunia Islam sekarang.

Lihat saja ratio pemenang hadiah Nobel antara Muslim dan Yahudi adalah 1:100. Perbedaan besar ini disebabkan karena agama2 Kristen dan yahudi berhasil melangkahi kepercayaan picik dan dogmatik shg mereka bisa menjadi lebih kreatif.

IMAM GHAZALI, SANG PEMBUNUH SAINS

Jadi, mengapa dulunya FILOSOFI tidak diajarkan pada madrasah2 ?

Ini gara2 seorang Sufi, [[ABU HAMID AL-GHAZALI] (1058-1128). Walaupun ia seroang pemikir ternama, ia juga penentang pemikiran bebas yang pada umumnya membuat mandeg filosofi Islam dan pemikiran sains.

Dalam bukunya INCOHERENCE OF PHILOSOPHERS,ia menuduh Avicenna dan Al-Farabi menantang prinsip2 agama. Ia juga melemparkan pertanyaan retorik tentang para filsuf:

“Apakah anda mengatakan bahwa mereka adalah kafir dan bahwa pembunuhan terhadap mereka adalah
wajib ? Menyatakan mereka kafir penting karena 3 hal : ajaran mereka bahwa dunia eksis secara
eksternal, bahwa Allah tidak mengetahui beberapa hal dan bahwa tidak ada kebangkitan kembali
secara badaniah. Jadi, menurut prinisp2 ajaran Islam, PEMBUNUHAN MEREKA ADALAH WAJIB.”

Beginilah caranya mendukung tradisi filsafat yang sehat ?
Averroes, menjawab Ghazali dalam bukunya INCOHERENCE OF THE INCOHERENCE dgn menyatakan bahwa para filsuf tidak perlu tunduk pada pakar agama. Namun akibat jeleknya sudah terasa. Jaman Keemasan Filsafat Islam (kalau memang pernah ada), hancur sudah.

Diseluruh dunia Islam berlaku asumsi bahwa Quran adalah buku sempurna dan tidak diperlukan buku lain lagi. Muslim tidak merasa memerlukan pengetahuan dari sumber lain–APALAGI DARI KAFIR.

ALLAH KILLS SCIENCE

Namun pukulan paling keras melawan sains dan filsafat dalam Islam datang dari Quran sendiri. Quran menggambarkan Allah sebagai penguasa absolut. Berbeda dengan kaum Yahudi dan Kristen yang percaya bahwa Tuhan bersifat maha baik dan menciptakan dunia menurut hukum rasional yang terbuka bagi manusia untuk diselidiki, sehingga mendorong penyelidikan sains.

Ghazali menganggap bahwa adanya hukum2 alam selain hukum Allah adalah penghinaan terhadap Allah dan bantahan atas kuasa Allah. Untuk mengatakan bahwa alam semesta diciptakanNya menurut prinsip2 rasional merupakan pembatasan atas kekuasaanNya. KemauanNya-lah yang mengawasi kita semua, dan itu tidak bisa dijadikan bahan penyelidikan manusia.

Jadi sains modern berkembang di Kristen Eropa dan bukan dalam Darul Islam. Di dunia Islam, ALLAH malah sibuk mengKILLING SCIENCE.

Namun Ada Juga Manfaat Islam Dalam Sains

Penemuan kawasan dunia baru oleh orang Eropa yang mengakibatkan jaman Renaissance di Eropa.

Pada tahun 1492, Columbus menemukan Amerika secara kebetulan. Ia tadinya ingin berlayar ke Asia. Ia menyangka Amerika adalah India. Kenapa ia ingin mencari jalan ke Asia ? Karena jatuhnya kota Kristen Byzantine, Konstantinopel (Turki sekarang) di tangan Muslim pada tahun 1453 yang menutup jalur perdagangan Eropa ke Timur.

Ini merugikan pedagang2 Eropa yang sampai saat itu berhasil berlayar ke Asia melalui selat Konstantinopel untuk mendapatkan rempah2. Oleh karena itulah Columbus berlayar ujntuk mencari jalur perdagangan baru sambil menghindari jalur perdagangan yang disabet Muslim2 di Turki ini.

Nah, aksi Muslim di Turki itu malah akhirnya membuka Amerika bagi Eropa !!

Juga dengan jatuhnya Konstantinopel, matinya kekuasaan Byzantine dan kebiadaban muslim di Turki ini mengakibatkan emigrasi kaum intelektual Yunani besar2an ke Eropa Barat sehingga universitas2 Eropa penuh dengan para pakar Plato, Aristotle dsb. Ini mengakibatkan luapan kekayaan filsafat dan literatur klasik di Eropa dan perkembangan intelektual dan budaya yang belum pernah disaksikan dunia (dan mugkin tidak akan pernah terulang lagi).

Mungkin inilah bentuk sumbangan muslim kepada dunia Barat. Tetapi lebih dari, itu seni Islam hanya terbatas pada kaligrafi, buku2 filsafat macam Ghazali dan musik Qasidah yang menyedihkan.

Download Faithfreedompedia versi offline (17.7MB):

//

Apakah Qur’an Mengijinkan Perkosaan?

Apakah Qur’an Mengijinkan Perkosaan?
oleh: Haji Murad

Jawabnya adalah IYA!!

Siapapun yang yakin bahwa Qur’an tidak mengijinkan hubungan seks dengan tawanan wanita (budak2 seks) silakan baca tulisan ini dan silakan mencoba menyangkalnya. Aku tidak mengarang sendiri. Kalian semua bisa memeriksanya langsung dari sumber2 literatur Islam yang paling terpercaya. Qur’an, Hadis, dan Tafsir.

Pertama-tama, mari kita simak ayat2 dalam Qur’an:

Qur’an: Sura 4: (Al-Nikah), ayat: 24:
وَالْمُحْصَنَـتُ مِنَ النِّسَآءِ إِلاَّ مَا مَلَكْتَ أَيْمَـنُكُمْ كِتَـبَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَأُحِلَّ لَكُمْ مَّا وَرَاءَ ذَلِكُمْ أَن تَبْتَغُواْ بِأَمْوَلِكُمْ مُّحْصِنِينَ غَيْرَ مُسَـفِحِينَ فَمَا اسْتَمْتَعْتُمْ بِهِ مِنْهُنَّ فَـَاتُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ فَرِيضَةً وَلاَ جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيمَا تَرَاضَيْتُمْ بِهِ مِن بَعْدِ الْفَرِيضَةِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيماً حَكِيماً

Baca:
Wal muhsanatu minal nisaai illa ma malakath aymanukum kathaballahi alaykum wa uhilla lakum ma waraa’a dzalikum an tabthaghoo bi amwalikum muhsineena ghyra mus’fiheena fama astamta’tum bihi minhunna fa’aatoohunna ujoorahunna fareedhathan wala junaha alaikum feema taradhaytum bihi min ba’di-l fareedhati innallaha kana aleeman hakeema(n)

Artinya:
Juga (dilarang bagimu) wanita2 yang telah menikah, kecuali mereka (budak2) yang dimiliki tangan kananmu. Demikian Allah telah memerintahkan padamu. Wanita2 lainnya adalah halal bagimu, jika kau memberi mereka (mahar) dari harta milikmu, menginginkan kesucian, dan bukan perzinahan. Maka dari antara wanita2 itu yang kau telah kau nikmati, berilah mereka maharnya, tapi jika kau ingin (memberi lebih banyak) dari kewajiban mahar (yang telah ditetapkan), maka hal itu bukanlah dosa bagimu. Sungguh benar, Allah itu Maha Mengetahui, Maha Bijaksana.

Apakah kau bisa mengerti betul duduk perkara ayat di atas? Arti sebenarnya ayat ini sukar dimengerti karena tampaknya dari luar hanya bicara tentang perkawinan saja. Karena itulah, perlu sumber Islam lain untuk benar2 mengerti makna ayat ini. Muslim tidak akan mau menerima tafsir di luar sumber Islam. Karenanya, kita periksa arti ayat ini dari literatur Islam itu sendiri.

Mari kita lihat Tafsir Qur’an dari ahli Islam terkemuka Ibn Kathir:

وَقَوْله تَعَالَى ” وَالْمُحْصَنَات مِنْ النِّسَاء إِلَّا مَا مَلَكَتْ أَيْمَانكُمْ ” أَيْ وَحُرِّمَ عَلَيْكُمْ مِنْ الْأَجْنَبِيَّات الْمُحْصَنَات وَهِيَ الْمُزَوَّجَات

Baca:
Wa qoulahu Ta’ala, “Wal Muhsannatu min’nisaei illa ma malakath aimanukum” ai wa hurrima alaikum minal ajnabiyyatil muhsanati wahiyal muzawwajati.

Ayat ini berarti:
Juga (diharamkan) wanita2 yang telah menikah, kecuali yang dimiliki tangan kananmu, kau dilarang untuk menikahi wanita2 yang telah menikah.

إِلَّا مَا مَلَكَتْ أَيْمَانكُمْ يَعْنِي إِلَّا مَا مَلَكْتُمُوهُنَّ بِالسَّبْيِ فَإِنَّهُ يَحِلّ لَكُمْ وَطْؤُهُنَّ إِذَا اسْتَبْرَأْتُمُوهن فَإِنَّ الْآيَة نَزَلَتْ فِي ذَلِكَ . وَقَالَ الْإِمَام أَحْمَد : حَدَّثَنَا عَبْد الرَّزَّاق أَخْبَرَنَا سُفْيَان هُوَ الثَّوْرِيّ عَنْ عُثْمَان الْبَتِّيّ عَنْ أَبِي الْخَلِيل عَنْ أَبِي سَعِيد الْخُدْرِيّ قَالَ : أَصَبْنَا سَبْيًا مِنْ سَبْي أَوْطَاس وَلَهُنَّ أَزْوَاج فَكَرِهْنَا أَنْ نَقَع عَلَيْهِنَّ وَلَهُنَّ أَزْوَاج فَسَأَلْنَا النَّبِيّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَآله وَسَلَّمَ فَنَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَة “

Baca:
Illa ma malakat aymanukum yae’nee illa malaktumoohunna bilsabei fa innahu yahillu lakum wathoofoona idzastraetumoohun. Fainnal aayata nazzalath fee dzalik. Wa qala al Imam ahmed, haddathna AbdalRazzaq akhbarna Sufyana huwa thouriee an uthmanal batiyy an Abil Khaleela an Abee Saeedil Khudri qala asabna sab’an min sabe’ei outas walahunna azwajan fakarihna an naqa alaihinna walahunna azwaja fa as’alna al nabee swallallahu alaihi wa’aalihee wasallama fanazzalat hazihil aaya”

Terjemahan:
(Kecuali yang dimiliki tangan kananmu) kecuali wanita2 yang kau dapatkan dalam perang, karena halal bagimu wanita2 tersebut setelah yakin mereka tidak sedang hamil. Imam Ahmad mencatat bahwa Abu Sa`id Al-Khudri berkata, “Kami menangkap beberapa wanita dari daerah Awtas yang telah menikah, dan kami tidak ingin berhubungan seks dengan mereka karena mereka telah bersuami. Jadi, kami bertanya pada sang Nabi tentang hal ini, dan inilah ayat yang diwahyukan:

وَالْمُحْصَنَـتُ مِنَ النِّسَآءِ إِلاَّ مَا مَلَكْتَ أَيْمَـنُكُمْ
” فَاسْتَحْلَلْنَا فَزَوْجهنَّ وَهَكَذَا رَوَاهُ التِّرْمِذِيّ عَنْ أَحْمَد بْن مَنِيع عَنْ هُشَيْم وَرَوَاهُ النَّسَائِيّ مِنْ حَدِيث سُفْيَان الثَّوْرِيّ وَشُعْبَة بْن الْحَجَّاج ثَلَاثَتهمْ عَنْ عُثْمَان الْبَتِّيّ وَرَوَاهُ اِبْن مَاجَهْ مِنْ حَدِيث أَشْعَث بْن سِوَار عَنْ عُثْمَان الْبَتِّيّ وَرَوَاهُ مُسْلِم فِي صَحِيحه

Baca:
Wal muhsanatu minal nisaei illa ma malakat aimanukum “Fastahlala fa zoujahunna” wa hakaza rawahu tirmizee an Ahmed bin manee an husham warawahul Nasaee min hadeethi Sufyanathouri wa shuebatu banil hajjaju thatathathuhum an Uthmana wa warahu Ibn Maja min hadeethi Ash’ath bin siwar an Uthman wa rawahu Muslim fee saheehihi”

Terjemahan:
(Juga (diharamkan bagimu) wanita2 yang telah menikah, kecuali wanita2 yang dimiliki tangan kananmu). Dengan demikian, kami lalu berhubungan seks dengan wanita2 itu.” (Terjemahan lain adalah: akibat dari ayat ini, istri2 para kafir jadi halal bagi kami). Keterangan ini dicatat pula oleh At-Tirmidhi An-Nasa’i, Ibn Jarir dan Muslim dalam hadis Sahihnya.

Mari kita baca semuanya untuk benar2 mengerti keadaan yang sebenarnya.

Ayat ini berarti:
Juga (diharamkan bagimu) wanita2 yang telah menikah, kecuali yang dimiliki tangan kananmu), kau dilarang menikahi wanita2 yang telah menikah, kecuali yang dimiliki tangan kananmu) kecuali wanita2 yang kau tawan dalam perang, karena halal bagimu wanita2 itu setelah yakin mereka tidak sedang hamil. Imam Ahmad mencatat bahwa Abu Sa`id Al-Khudri berkata, ““Kami menangkap beberapa wanita dari daerah Awtas yang telah menikah, dan kami tidak ingin berhubungan seks dengan mereka karena mereka telah bersuami. Jadi, kami bertanya pada sang Nabi tentang hal ini, dan inilah ayat yang diwahyukan: Juga (haram bagimu) wanita2 yang telah menikah, kecuali wanita2 yang dimiliki tangan kananmu). Dengan demikian, kami lalu berhubungan seks dengan wanita2 ini.” (Terjemahan lain adalah: akibat dari ayat ini, istri2 para kafir jadi halal bagi kami). Keterangan ini dicatat pula oleh At-Tirmidhi An-Nasa’i, Ibn Jarir dan Muslim dalam hadis Sahihnya.

Melalui ayat ini muncullah ketetapan Allah yang Maha Kuasa untuk memperkosa wanita2 yang telah menikah dan jadi tawanan Muslim. Inilah perintah illahi yang menghalalkan perzinahan dan perkosaan.

Mari kita lihat pula hadis2 yang berhubungan dengan ayat Q 4:24
Sahih Muslim, bab 29:
Judul: Adalah halal untuk berhubungan seks dengan wanita tawanan perang setelah yakin dia tidak sedang datang bulan atau hamil. Jika wanita itu memiliki suami, maka perkawinannya dibatalkan setelah dia menjadi tawanan perang.

Sahih Muslim, buku 008, nomer 3432:
Abu Sa’id al-Khudri (semoga Allah berkenan terhadapnya) melaporkan bahwa di Perang Hunain, Sang Rasul Allah (semoga damai menyertainya) mengirim pasukan ke Autas dan menghadapi musuh dan berperang melawan mereka. Setelah mengalahkan musuh dan menangkap tawanan2 perang, para sahabat Rasul Allah (semoga damai menyertainya) ragu2 untuk berhubungan seks dengan tawanan2 wanita karena suami2 kafirnya. Maka Allah, yang Maha Tinggi, mengirimkan ayat ini: “Dan wanita2 yang telah menikah, kecuali yang dimiliki tangan kananmu (Qur’an 4:24)” (artinya: wanita2 tersebut halal untuk disetubuhi Muslim setelah selesai masa ‘Idda).

Sahih Muslim, buku 008, nomer 3433:
Abu Sa’id al-Khudri (semoga Allah berkenan terhadapnya) melaporkan bahwa Rasul Allah (semoga damai menyertainya) mengirim sepasukan kecil. Isi hadis selebihnya adalah sama, kecuali dia berkata: Kecuali yang dimiliki tangan kananmu; selebihnya adalah haram bagimu; dan dia juga tidak mengatakan kalimat berikut “saat masa ‘Idda telah usai.” Hadis ini dilaporkan atas ijin AbuSa’id (al-Khudri) (semoga Allah berkenan terhadapnya) melalui mata rantai lainnya dan kalimatnya berbunyi demikian: Mereka menangkap tawanan2 (wanita) di hari penyerangan Autas dan wanita2 itu telah bersuami. Mereka takut (untuk berhubungan seks dengan mereka) sampai diturunkan ayat ini: “Dan wanita2 yang telah menikah, kecuali wanita2 yang dimiliki tangan kananmu” (Qur’an 4: 24)

Sunnan Abu Dawud, Volume 2, Nomer 2150:
Abu Said al-Khudri berkata: “Rasul Allah mengirim tentara ke Awtas sewaktu terjadi Perang Hunain. Mereka bertemu musuh dan berperang melawannya. Mereka mengalahkan mereka dan menangkap tawanan2 perang. Beberapa sahabat sang Rasul Allah ragu2 untuk berhubungan seks dengan tawanan2 wanita di hadapan para suami mereka yang kafir. Maka Allah, yang Maha Mulia, mengirimkan ayat Qur’an, “Dan semua wanita2 yang telah menikah (haram) bagimu, kecuali (tawanan2) wanita yang dimiliki tangan kananmu.” Dan ini berarti, para wanita tersebut halal bagi mereka setelah selesai masa tunggu. [ayat Qur’an 4:24]

Tiga hadis sahih di atas berisi hal yang serupa tentang kejadian saat Q 4:24 diwahyukan. Ayat ini khusus diturunkan ketika tentara2 Muslim menangkap wanita2 kafir dan suami mereka saat itu masih hidup. Para tentara “suci” ini ragu2 untuk berhubungan seks di hadapan suami2 para wanita tersebut. (Mereka masih hidup dan diikat sebagai tawanan). Tentara2 Muslim ingin ngeseks dengan wanita2 tersebut di hadapan suami2 mereka…! Tapi..! Tunggu dulu; marilah bicarakan hal ini dengan sang nabi suci Muhammad. Dengan seketika Allah buru2 memuaskan nafsu seks para jihadis suciNya, menghalalkan segala keinginan seks yang mereka dambakan. Allah, Tuhan yang maha pengampun, berkata masa bodoh dengan suami2 kafir tersebut, kau wahai jihadis2 suciKu, silakan ngeseks dengan istri2 mereka tanpa ragu. Dengan turunnya ijin Allah ini, maka para jihadis suci lalu memperkosa wanita2 itu dengan teknik azl (= coitus interruptus = cabut penis dari tubuh wanita saat mengeluarkan sperma).

Para tentara Muslim pun harus konsultasi lagi dengan Nabi mereka sebelum melakukan azl, tapi bukan karena alasa moral…! Yang mereka inginkan hanyalah ngeseks tanpa membuat wanita2 malang itu hamil, karena kalau hamil, maka harga wanita2 itu jadi murah di pasar budak.

Sahih Bukhari, Volume 3, buku 34, nomer 432:
Dikisahkan oleh Abu Said Al-Khudri:
Tatkala sedang duduk bersama Rasul Allah, dia berkata, “Wahai Rasul Allah! Kami mendapat tawanan2 wanita sebagai bagian jarahan perang, dan kami tertarik akan harga mereka, apa pendapatmu tentang azl?” Sang Nabi berkata, “Apakah kau benar2 melakukan hal itu? Sebaiknya tidak usah. Jika Allah telah menetapkan jiwa (bayi), maka jiwa itu akan tetap lahir.”

Hal ini diucapkan Muhammad karena seringkali setelah melakukan azl sekalipun, wanita2 itu tetap saja hamil. Cairan yang keluar dari penis sebelum benar2 ejakulasi (pre-ejaculation seminal fluid) sekalipun tetap mengandung sperma. Karena itulah, sang Nabi suci Islam mengatakan pada para Muslim sebaiknya mereka menikmati kegiatan seks itu sepenuhnya dan tidak perlu repot2 ber-azl ria.

Kesimpulan:
Perzinahan dan perkosaan merupakan perintah Illahi dalam Islam. Qur’an 4:24 merupakan bukti akan hal ini.
[Note: The Arabic portion of Ibn Kathir’s translation is extracted from this website] Link

[Silakan mengutip dan menyebarluaskan artikel ini – Haji Murad.]
Itu sih nggak termasuk perkosaan

Habis tawanan perang dan budak kan nggak dianggep ‘manusia’ yang punya ‘hati’ dan ‘perasaan’, tapi sekedar ‘kafir’ atau ‘benda’ yang layak untuk ‘dibunuh’ atau ‘dinikmati’
London Imam’s Attempt to Carry Out Sunna Gone Awry
by Ayesha Ahmed
22 Mar, 2008

Dibawah ini adalah sesi tanya-jawab FIKTIF antara sang imam Abdul Makin dgn seorang muslimah berniqab yg bertanya ttg sebuah fatwa dari seorang imam terkenal. Penulis membayangkan, beginilah kira2 jalur pembicaraan. HADIS2 dibawah sayangnya TIDAK FIKTIF.

Wanita berniqab: “Imam Hamza Mesri (bermata satu dan bertangan besi) mengatakan bahwa muslim bisa membunuh kafir UK dan mengadakan sex dgn puteri2 dan isteri2 mereka. Anda setuju dgnnya ?”

Imam: “Ini bukan masalah apa yg dikatakan Imam Hamza ataupun saya setuju dgn dia atau tidak. Ini ada dlm Quran dan oleh karena itu adalah PERINTAH ALLAH.”

Wanita: “Tetapi, mengapa Allah mengatakan kpd muslim agar membunuh dan memperkosa non-muslim yg tidak bersalah ?”

Imam: “Karena Non-muslim tidak pernah bersalah. Mereka bersalah karena menolak Allah dan rasulnya. Kalau kau tidak percaya, inilah otoritas hukumnya, pengacara muslim TOP UK, Anjem Choudhary (Video).”

Wanita: “Tetapi nabi kami dikirim sbg rahmat bagi semua umat manusia, ia tidak pernah melukai seorangpun selama hidupnya.”

Imam: “YA ! Ia tidak pernah melukai satupun MUSLIM selama hidupnya. Tetapi Allah mengatakan : non-muslim adalah hewan terendah dan mahluk paling buruk dlm ayat 8.22,8.55,95.5 & 98.6 dan muslim DIPERINTAHKAN UTK MEMBUNUH MEREKA.”

Wanita: ”Tetapi apakah nabi menyetujui pembunuhan mereka dan pemerkosaan istri² mereka ?”

Imam: “YA ! Ia melakukannya. Ia tidak hanya menyetujui tindakan itu, ia dan sahabatnya malah melakukannya secara teratur dibawah perintah Allah. Nabi tidak bisa apa2. Ini perintah Allah … kalau kau tidak percaya, percayalah hadis sahih. Saya akan mengutip dua hadis ttg sebuah hari setelah nabi melakukan serangan. Ini hadis2 ttg serangan terhdp desa Yahudi, Khaibar yg ketuanya, Kinana, punya istri aduhai benol berusia 17 thn, SAFIA. Rasulullah menyiksa dan memenggal Kinana DIDEPAN SAFIA dan kemudian MEMPERKOSANYA SEMALAMAN penuh.

Sahih Bukhari, volume 5, Book 59, Number 512:

Diriwayahkan Anas:
Lalu penduduk Khaibar keluar berlarian di jalanan. Nabi memerintahkan agar lelaki2 mereka dibunuh, anak2 mereka dan wanita2 mereka diambil sbg tahanan. Safiya berada diantara tahanan tsb. Tadinya ia menjadi bagian Dahya Alkali, tapi kemudian ia dijadikan milik nabi (nabi mengambilnya dari Dahya setelah memberikan Dahya dua wanita dan lima lelaki sbg ganti bagi Safia, Ref. Sahih Muslim 8:3328) .

Sirat e Rasulullah, Ibn Hisham, hal 766 “Safiyah ditangkap dlm serangan Khaibar raid dan dinyatakan nabi sbg bagian dari rampasan perangnya. Ia ketika itu berusia 17. Ia dipersiapkan dan didandani utk nabi oleh Umm Sulaim, ibu Anas ibn Malik. Mereka menghabiskan malam itu disana. Pada subuh hari, nabi melihat gerakan mencurigakan diluar tendanya. Ia keluar dan melihat Abu Ayyub .. Nabi bertanya apa yg ia lakukan didekat tendanya itu. Ayyub menjawab: “Saya mengkhawatirkan diri anda berada dgn wanita muda ini. Anda membunuh ayahnya, suaminya dan banyak sanak keluarganya, dan belum lama ini masih seorang kafir. Saya mengkhawatirkan diri anda [kalau2 perempuan itu mencoba2] dan menjaga anda.” Nabi berdoa bagi Abu Ayyub al-Ansari (Ibn Hisham, p. 766)

Bayangan malam senggama antara seorang lelaki 62 thn dgn Safia yg baru berusia 17 thn membuat wanita berniqab itu lemas dan membuat hadirin pria bersemangat. Si Imam sendiri semakin semangat memikirkan kemungkinan membunuh seorang kafir dan memperkosa istri sang kafir. Siapa tahu Allah akan menghadiahinya surga karena mengikuti jejak2 sunnah nabi.

Imam Abdul, setelah berpikir 7 keliling memutuskan bahwa membunuh kafir di UK mengandung risiko. Bisa2 ia mendekam di bui sepanjang sisa hidupnya. Pemerkosaan lebih enak, dan risikonya agak kurang. Pengikut2nya bisa melakukan kewajiban mereka sbg muslim dgn bertaqqiya dgn memberikan alibi bahwa si imam sedang berada di mesjid pada saat terjadinya [rencana] pemerkosaan itu… Dan memang itulah yg terjadi. DI UK baru2 ini ada seorang imam yg terbukti melakukan pemerkosaan, dan pengikutnya di mesjidnya mengaku bahwa si imam berada di mesjid [pada saat ia melakukan jihad pemerkosaannya itu].

Si korban pemerkosaan beruntung tidak hidup di negara Islam. Dgn bukti DNA sperma pada tubuh wanita tsb, ia pergi ke RS yg kemudian membuktikan bahwa si imam memang memperkosanya.

Istri2 sang imam yg semua berburqa berteriak2 di pengadilan, menghina hakim dan menuduhnya melakukan sebuah kecurangan dan ketidakadilan. Mereka juga menghina sang korban sbg lonte yg memang kepingin diperkosa. :wink:

Ini jelas2 sebuah diskrimasi anti Muslim dan jelas2 sebuah kasus ISLAMOFOBIA, kata mereka.

————————————————————

Ini juga yg diungkapkan dlm VIDEO ttg Muslim2 yg ikut DEMO anti kartun Denmark di London dua tahun lalu : pada menit 2.48 anda bisa melihat mereka berteriak2 : “KILL THEM, So We Can Take Their Wives as War Booty!” (Bunuh Mereka, dan ambil istri2 mereka sbg Pampasan Perang !)

Pada menit 2.47 anda bis melihat mereka berteriak2 : “REMEMBER KHAYBAR !”
http://www.youtube.com/watch?v=8E4rMJVHyeg[/quote]

ARTIKEL INI DIMUAT DI : uk-non-muslim-harus-dibunuh-diperkosa-t23884/
Lu yang jelas kalo nulis Surat dalam Qur’an.
Qur’an: Sura 4: (Al-Nikah), ayat: 24:????

korawa wrote:Lu yang jelas kalo nulis Surat dalam Qur’an.
Qur’an: Sura 4: (Al-Nikah), ayat: 24:????

KOREKSI ! Seharusnya Al NISSA. tenks man ! :wink:
uk-non-muslim-harus-dibunuh-diperkosa-t23884/

Dlm sesi tanya-jawab dlm sebuah mesjid London Timur dgn Imam Abdul Makin, ia ditanya mengapa Allah memerintahkan agar Muslim membunuh dan memperkosa non-Muslim2 tidak bersalah, termasuk istri2 dan puteri2 mereka.

“Karena non-Muslim TIDAK PERNAH tidak bersalah, mereka bersalah karena menolak Allah dan rasulNya,” kata sang Imam. “Kalau kau tidak percaya saya, INI otoritas hukumnya ; pengacara Muslim TOP dari UK.”

Image
Sang pengacara, Anjem Choudary (foto atas), mendukung posisi sang Imam dgn mengatakan bahwa : SEMUA MUSLIM TIDAK BERSALAH.
Pakistan: 3 muslim pemerkosa gadis Kristen 13 th dibebaskan

HADIST yang menguatkan muslim boleh untuk menyetubuhi tawanan dan budak wanita, kecuali yang sedang hamil :

Image

Image

bigkong wrote:HADIST yang menguatkan muslim boleh untuk menyetubuhi tawanan dan budak wanita, kecuali yang sedang hamil :Image

Image

siapa yg mau Istrinya d “pake” orang lain??.. kalian yg mnganggap perempuan rendah itulah yg mau, sama sperti istri kalian tdk masalah di “pake” orang lain.. ikhlas kau..
Quran bukan hanya ijinkan perkosaan wanita kafir/tahanan perang tapi juga perkosaan Muslimah oleh suaminya sendiri

Read More

Perang 6 Hari Antara Israel Melawan Negara² Arab

Dari Faithfreedompedia

Jum’at, Juni 16, 1967

Sumber:

Timur Tengah

Suara sirine bahaya serangan udara melengkik mengejutkan orang2. Ketika mendengar lengkingan pertama, biasanya orang2 sukar mempercayainya. Di Kairo, minggu lalu, suara sirine menembus pasar atau obrolan para wanita berjilbab di sepanjang tepi sungai Nil yang berlumpur. Semalam sebelumnya, Presiden Gamal Abdel Nasser telah mengucapkan selamat datang kepada Irak untuk bergabung bersama sekutu Mesir dan Yordania melawan Israel. Presiden Gamal berkata, “Kami sangat ingin berperang untuk untuk membangunkan musuh dari mimpinya dan menghadapi ancaman Arab muka dengan muka.” Karena terbiasa dengan kegiatan sehari-hari mereka, masyarakat kota Kairo hanya mendengarkan suara sirine sebentar sebelum kembali melakukan kerjaan mereka.

Di Tel Aviv, kota terbesar Israel, reaksi masyarakat juga sama – tapi dengan alasan yang lebih baik. Beberapa hari sebelumnya, Menteri Pertahanan yang baru yang bernama Moshe Dayan, sang “Pahlawan Sinai” bermata satu, berkata bahwa belum tiba saatnya untuk menyerang kekuataan2 Arab yang berkumpul di sepanjang perbatasan Israel. “Kalau tidak terlalu awal atau terlalu terlambat,” katanya. “Pilihan kita adalah menyerang seketika dan tunggu dan lihat apa hasil diplomasi.” Karena pilihan terbaik adalah menunggu dan melihat, maka ketika terdengar suara sirine, kebanyakan penduduk Tel-Aviv mengira ini hanya latihan belaka.

Tapi kali ini bukan latihan. Dalam suatu serangan udara yang mengejutkan di seluruh muka dunia Arab, jet2 Israesl menghancurkan seluruh kekuatan udara militer Arab – dan ini dengan sendirinya memusnahkan kemungkinan tentara Arab untuk menang perang. Tanpa perlindungan udara, tank2 dan pasukan angkatan darat di bawah langit yang cerah di padang pasir akan jadi sasaran serangan udara yang empuk. Dalam waktu beberapa jam saja, jet2 Israel meluncurkan bom2 yang tepat sasaran dan memusnahkan seluruh bantuan jet2 militer Rusia yang mahal yang disumbangkan selama sepuluh tahun bagi dunia Arab.

Hampir Tidak Pernah Meleset

Gelombang pertama serangan udara Israel Mirage 3 muncul di waktu subuh, dan dalam waktu bersamaan mereka menghancurkan empat lapangan terbang di Jazirah Sinai. Di situlah tempat Presiden Nasser dari Mesir menghimpun kekuatan besar untuk melawan Israel sejak sebulan sebelumnya. Sekitar 200 pesawat Nasser yang utama, kebanyakan adalah MIG 21 buatan Rusia, terperangkap dan dihancurkan saat itu juga. Hampir di saat yang sama, jet2 Israel membom basis militer Arab di Yordania, Syria, dan Irak. Mereka menyerang dari laut untuk membom basis2 militer Mesir masuk ke dalam daerah Mesir; dan setelah mendarat hanya untuk mengisi bahan bakar, mereka kembali membom sampai 25 lapangan militer Arab yang terutama tertutup asap. Pilot2 Israel begitu mahir sehingga mereka hampir tidak pernah meleset menembak sasaran dengan bom, roket, atau peluru. Foto2 udara serangan menunjukkan begitu banyak pesawat musuh yang hancur dan terbakar – dan hampir tidak ada lubang bekas bom di landasan atau gunungan pasir di sekitar target.

Sampai malam Senin, yang adalah akhir hari pertama perang, sekitar 400 pesawat terbang lima negara2 Arab telah dimusnahkan. Mesir kehilangan 300, Syria 60, Yordania 35, Irak 15, Lebanon 1. Israel sendiri hanya kehilangan 19 pesawat dan pilot, kebanyakan jatuh oleh tembakan2 dari darat.

Begitu banyak pesawat2 terbang Arab terjebak di tempat parkir mereka sendiri, karena pesawat2 itu diparkir berdempetan, ujung sayap satu pesawat mengenai ujung sayap pesawat yang lain. Hal ini membuat pihak Israel dengan mudah menghancurkan semuanya dengan serangan pertama saja. Para negara Arab yang kaget menyatakan hal itu dan pihak Moskow sangat marah. Tapi, seperti yang dikatakan pihak Israel pada mulanya, pesawat2 jet Yahudi hanya menyerang setelah radar peringatan menangkap adanya serangan udara pesawat2 jet Arab yang langsung menuju Israel. Pada waktu yang sama, sejumlah besar tentara Mesir dilaporkan bergerak dari basis militernya di El Arih menuju perbatasan Israel.

Ahli sejarah terus berdebat selama bertahun-tahun untuk menentukan siapa sebenarnya yang menembakkan peluru pertama atau menjatuhkan bom pertama. Tapi kemenangan luar biasa Israel has rendered the question largely academic. Sejak Israel berdiri 19 tahun yang lalu, pihak Arab sudah sangat ingin menyerang dan menghancurkannya. Dalam beberapa bulan terakhir sebelumnya, Nasser untuk pertama kalinya berhasil menggalang kekuatan tentara2 Arab untuk bersama-sama menghancurkan Israel. Dia menggerakkan 80.000 tentara Mesir dan persenjataannya ke Sinai dan berhenti di batas yang ditentukan PBB yang memisahkan kedua pihak musuh selama sepuluh tahun. Jumlah penduduk Arab 110.000.000 sangatlah besar dibandingkan penduduk Israel yang hanya 2.700.000. Dapat dimengerti jika pihak Israel gelisah ingin segera menarik pelatuk senjata. Ketika Nasser bergerak mendekat Teluk Aqaba, pertempuran sudah jelas tidak dapat dihindari.

Kematian di Zagagig

Bukan sirine serangan udara tapi justru radiolah yang mengumumkan keadaan perang yang sebenarnya bagi masyarakat di dua belah pihak. Satu jam penuh setelah sirine pertama mengaung dan empat jam setelah penyerangan, Radio Mesir sibuk mengabarkan penyerangan udara Israel, dan memutar lagu2 perjuangan dan pembicaraan militer mulai berlangsung. “Orang2 kita sudah menunggu 20 tahun akan terjadinya perang ini,” kata Kairo, “Sekarang mereka akan menghajar Israel dengan kematian! Tentara Arab akan menyerbu Israel!”

Berita2 perang hari pertama penuh salah laporan tentang kemenangan, termasuk kabar 86 pesawat Israel ditembak jatuh. Setiap ada berita gembira baru yang salah, orang2 Kairo yang berkumpul di sekitar radio2 di setiap sudut jalan akan bersorak gembira dan berdansa. Mereka meneriakkan kata2 “Kami akan lawan, kami akan lawan, Nasser yang tercinta; kami berbaris di belakangmu menuju Tel Aviv!”

Setiap saat asap hitam ledakan tembakan anti serangan udara terlihat di kejauhan, orang2 mengamati truk2 yang bergerak menuju kejadian, dengan harapan dapat melihat pilot Israel yang tertangkap. Radio Kairo melaporkan bahwa satu pilot yang pesawatnya ditembak jatuh menodongkan pistolnya pada sekelompok fellahin di delta kota Zagagig; kaum fellahin memotong-motong tubuhnya sampai jadi potongan kecil2 dengan kampak2 mereka. Di malam harinya, ribuan sukarelawan muda yang sadar sekarang mereka berkuasa, terjun ke jalanan dan memaksa seluruh kota Kairo jadi gelap gulita.

Banyak ledakan semangat terjadi di saat2 pertama perang di ibukota2 negara2 Arab. “Bunuh Yahudi!” teriak Radio Baghdad. Komandan tentara Syria menawarkan ramalan perang kepada pirsawan radio bahwa “kami akan menghancurkan Israel dalam waktu empat hari.” Di Damaskus, sekolah2 ditutup, untuk merayakan kemenangan perang dan bukan untuk berlindung dari serangan udara. Anak2 sekolah bernyanyi sambil mengisi karung2 pasir dan meletakkannya di bangunan2 umum. Karena tidak bersiap membangun tempat perlindungan, orang2 Syria cepat2 mengubah dua buah diskotek. Di Beirut, kain2 berwarna biru, zat pewarna sayur dan cat biru cepat habis karena digunakan untuk menutupi lampu2 mereka. Hotel Phoenicia yang baru dan modern mengecat semua jendela2nya di lima tingkat pertama dengan warna biru sehingga sejumlah tamunya dapat menggunakan lampu saat suasana harus gelap pekat.

Truk-Truk Ice Cream

Peta strategi Israel dalam perang 6 hari.

Penduduk Tel Aviv mendengar berita

hanya 30 menit setelah sirine serangan udara pertama, saat Radio Kol Israel menghentikan siaran biasa dengan pengumuman bahwa pertempuran sengit mulai berlangsung melawan “kekuatan bersenjata dan udara Mesir yang bergerak menyerang Israel.” Lagu2 rakyat Yahudi dan perjuangan Israel, termasuk lagu The Bridge on the River Kwai, memenuhi udara sampai Menteri Pertahanan Moshe Dayan tiba. Pesannya, seperti pria sejati, singkat dan terus terang, dan disarikan sebagai begini: “Tentara2 Pertahanan Israel, pada hari ini kami menggantungkan harapan dan keamanan padamu.”

Hanya tiga per empat tentara cadangan Israel yang digerakkan ketika perang terjadi. Sekarang radio menyiarkan kode nama unit2 militer tersebut: Cinta akan Zion, Cukur Pendek, Orang Kerja, Jalur Lain, Jendela Terbuka, Kawan2 Baik. Di seluruh negara kecil mungil itu, para pemuda dan orang2 setengah baya berkumpul di jalanan, sebagian adalah tentara, sebagian adalah mufti, yang memanggul kantung2 dan buntalan2 di pundak mereka sewaktu mereka bergerak ke tempat2 aman naik bus.

Bus2 yang biasa dipakai mengantar tentara cadangan ke unit2 militer mereka di medang perang juga diambil dari apa yang ada: truk2 untuk cuci baju, truk2 ice cream, bahkan taxi dan mobil2 pribadi yang bertugas militer darurat sama seperti para pria dan wanita Israel. Semua adalah bagian dari sistem yang sangat teratur dan berfungsi yang diatur oleh Mayor Jendral Dayan antara tahun 1953 dan 1956 ketika dia menjabat sebagai Ketua Angkatan Bersenjata Israel. Setiap tank Israel dikendarai oleh tentara Israel yang seluruhnya berjumlah 50.000 orang. Tank2 itu menunggu di tempat parkir bagi dua atau tiga tentara cadangan yang bersiap mengganti tugas seorang tentara yang bertempur. Tank2 siap maju, lengkap dengan helmet, pisau cukur dan sikat2 gigi. Setiap tentara telah diberitahu sektor2 pertempuran, tempat2 aman, dan sasaran2 perang. Mata2 Israel telah mengincar datangnya tentara musuh Arab di lembah gurun pasir terakhir. Sistem militer Israel bekerja sedemikian baiknya sehingga mampu mengumpulkan kekuatan 235.000 orang dalam waktu 48 jam saja.

Medan perang gurun pasir modern sebenarnya adalah perang antar tank, yang didukung oleh pasukan jalan kaki dan pesawat udara. Di awal perang, baik Israel dan Mesir masing2 punya 1.000 tank. Tank milik Israel kebanyakan buatan Amerika dan Inggris; tank milik Nasser buatan Rusia, sama seperti kebanyakan persenjataannya. Sekitar 800 tank dari masing2 pihak melaju di medan perang di Jazirah Sinai.

Di sinilah, sama seperti sewaktu melakukan serangan udara, taktik2 Israel dilakukan melalui serangan mendadak yang cepat. Ini adalah taktik yang sama yang diterapkan Dayan dalam perangnya di tahun 1956 di Sinai yang membuat tentara Arab kocar-kacir jalan kaki ke rumah dalam waktu 100 jam. “Tentara tidak akan diberi waktu untuk mengatur diri kembali setelah diserang, dan penyerangan dilakukan tiada henti,” begitu ditulisnya di Diary of the Sinai Campaign (Catatan Perang Sinai). “Kami mengatur regu2 kekuatan secara terpisah karena setiap regu punya tugas yang berbeda, dan tugas setiap regu adalah berada di medan perang sambil terus berperang, untuk mendorong, lawan dan dorong, lawan dan dorong, sampai tujuan tercapai.”

Tujuan utama Israel di Sinai minggu lalu juga sama seperti perang yang mereka lakukan di tahun 1956: untuk mematahkan tulang punggung tentara Arab yang sangat banyak yang berkumpul di perbatasan Israel, lalu menyerang dari Selatan dengan cepat untuk merebut Sharm el Sheikh dari ketinggian untuk menguasai Terusan Tiran, lalu menyerang dari Barat sampai tepi Terusan Suez, menjebak sisa2 tentara2 Mesir. Tiada seorang pun yang mengira perang akan berlangsung secepat itu. Terdengar kabar bahwa dengan bantuan Rusia, Nasser memperbaiki daya kekuatan militernya jadi sangat baik. Selain itu, dia juga punya Catatan Perang Sinai 1956 yang ditulis Dayan yang menjabarkan keterangan rinci yang tepat tentang taktik2 dan strategi perang Israel. Buku itu bahkan mencantumkan kritik terhadap hal yang dulu salah dilakukan oleh tentara Israel dan Mesir.

Tapi sudah jelas Nasser tidak membaca buku Dayan itu; dia pun juga tidak belajar buku karangan Santayana yang menyatakan “mereka yang tidak bisa mengingat masa lalu maka akan mengulangi kesalahan yang sama.” Dengan bergerak meluncur di jalan yang sama, menyerang dan mengalahkan posisi2 tentara Mesir yang sama, tentara Israel mengulang kembali hal yang hampir persis sama yang dulu mereka lakukan di tahun 1956 – satu2nya perbedaan adalah kali ini tentara Israel berhasil melaksanakan tugas separuh waktu lebih cepat.

Dari Kerem Shalom di sebelah utara sampai El Kuntilla di sebelah selatan, tank2 Centurion milik Israel yang penuh dengan persenjataan, ditambah konvoi tentara darat berseragam warga coklat gurun pasir, menyerang dari Negev ke Sinai di bawah sinar matahari pagi yang terik. Di beberapa tempat, tentara2 Mesir sudah membangun benteng2 di sepanjang perbatasan Israel. Tapi tentara2 Israel bekerja sama satu sama lain untuk mengusir mereka pergi. Ketika tentara2 Israel di darat mendorong tentara Mesir mundur, jet2 Israel beraksi di angkasa sama sekali tak terlawan, dan menjatuhkan bom2 dan roket sesuka hati. Dalam waktu dua hari, tentara Israel berhasil melumpuhkan atau menyita 200 tank milik Nasser dan masuk jauh ke daerah Sinai. Mereka juga menguasai Jalur Gaza tempat di mana persenjataan Mesir disimpan dan terdapat barak2 yang tidak terurus yang dihuni Palestinian Liberation Army (Tentara Kemerdekaan Palestina) yang buas. Tentara2 Israel tidak membuang waktu menghabisi tentara2 dan teroris2 Arab terkuat, lalu memenjarakan mereka di gurun pasir Negev.

Untuk peperangan ini, Moshe Dayan khusus dilantik jadi Menteri Pertahanan Israel. Dia menjabat kedudukan ini selama enam hari setelah dilantik PM Levi Eshkol. Keduanya sebenarnya menganggap pelantikan resmi itu tidak perlu diadakan. Negara Israel sedang berjuang untuk kelangsungan hidupnya, dan jenderal bermata satu itu sudah jelas merupakan pilihan utama dan satu2nya bagi Israel.

Dayan adalah Israel itu sendiri. Dia lahir pada tanggal 20 Mei, 1915, di saat kibbutz (daerah penduduk) pertama Yahudi didirikan di Palestina. Ketika berusia tujuh tahun, orangtuanya yang berimigrasi dari Rusia pindah ke moshav, tempat pertanian di sana. Tidak seperti sebuah kibbutz, anggota masyarakat bisa memiliki tanah sendiri di moshav. Moshe suka bertani dan baca buku, tapi tak lama kemudian dia mempelajari teknik perang pula. Tentara Inggris memenjarakannya di tahun 1939 karena dia ikut perkumpulan tentara Yahudi bawah tanah bernama Haganah.

Dia dibebaskan dua tahun kemudian untuk bekerja sebagai pandu tentara2 Australia melawan tentara Perancis Vichy di Syria. Di saat tembak2an berlangsung, sebuah peluru menerpa kacamatanya ke samping kiri wajahnya dan merusakkan sebuah matanya. Sejak itu dia menutup mata rusak itu dengan tutup mata hitam gaya Hathaway. Meskipun telah terluka, Dayan tetap kembali ke medan perang, memimpin tentara2 Haganah di tahun 1948. Tak lama kemudian, dia memimpin tentara bagian depan Yerusalem dalam pertempuran pertama Israel melawan tentara Arab. Di tahun 1953, dia menjabat sebagai komandan Angkatan Bersenjata, dan dia mengajarkan tentara Israel filosofi perangnya yang tanpa kompromi – serangan kilat yang dilakukan dengan tiba2 dan malam hari – teknik inilah yang membuatnya menang di tahun 1956 dan juga minggu lalu (akhir Perang Enam Hari).

Hanya setahun kemudian, dia pensiun untuk belajar tentang politik. Dia bergabung dalam Kabinet Ben-Gurion sebagai Menteri Pertanian. Di bidang ini pun dia terbukti tangguh sama seperti di bidang militer. Meskipun mendapat perlawanan hebat, dia membubarkan perkumpulan pemasok susu sapi yang besar, karena dianggapnya tidak beroperasi bagi keperluan negara yang terbaik. Karirnya semakin menanjak. Tapi kemudian Ben-Gurion mengundurkan diri dan meninggalkan partai Mapai yang berkuasa. Dayan pun mengikuti langkahnya. Dia jadi anggota Knesset dari partai Rafi yang merupakan pecahan partai yang dulu dipimpin Ben-Gurion.

Moshe Dayan adalah orang yang sangat berdikari, terus terang dalam mengeluarkan pendapat, dan dia mencapai sukses dalam pekerjaan apapun yang dicobanya. Tapi jabatannya di bidang pertanian adalah yang paling disukainya. Karena adanya perang, dia lalu mengenakan kembali seragam militernya dengan penuh percaya diri. Jika ada yang dikeluhkannya, itu adalah tugas2 administratif di atas meja kantornya sebagai Menteri Pertahanan yang membuatnya tidak bisa menghabiskan banyak waktu dengan tentara2nya. Terlalu banyak surat2 administratif yang harus dikerjakannya di bunker komandan di Yerusalem. Meskipun begitu, setidaknya sehari sekali dia akan naik kendaraan atau terbang dengan helikopter untuk memeriksa keadaan perang. Dia ingin melihat sendiri bahwa semua aspek perang dilaksanakan dengan benar. Saat ini, Israel sudah masuk jauh ke dataran Sinai.

Jendela-Jendela yang Lebih Indah

Pada jam 11 siang di hari pertama perang, atas permintaan tolong dari Nasser, Yordania membuka medan perang kedua. Tembakan2 mortir dan peluru2 dilancarkan dari ketinggian2 Yerusalem Arab untuk mengacaukan daerah Yerusalem yang dikuasai Israel. Senjata2 jarak jauh berhasil melontarkan peluru sampai masuk ke tengah2 kota Tel Aviv. Senjata2 Syria juga menembaki bagian utara kota2 Israel yang terbuka dari bukit2 dekat Laut Galilea. Tapi kota Yerusalemlah yang paling rusak karena serangan Arab. Selama dua hari penuh penduduk kota dihujani tembakan2 tanpa henti dan mereka berlindung di barak2 bawah tanah. Meskipun kebanyakan sudah berlindung, tetap saja 500 orang tewas dan terluka akibat serangan Yordania.

Tiada kota Israel yang tidak diserang. Bom2 hampir menerjang rumah PM Eshkol dan taman Hotel Raja Daud. Jendela2 kaca Museum Israel pecah berantakan, dan naskah Nabi Yesaya, yang adalah naskah terlengkap dari Naskah2 Lau Mati, cepat2 diamankan ke ruangan bawah tanah. Kebanyakan jendela2 kaca berhiaskan karya seni buatan Chagall di sinagog Pusat Medis Hadassah diturunkan, tapi sebuah jendela keburu hancur. Ini surat yang ditulis Chaggal dari Perancis: “Aku tidak khawatir akan jendela2 itu, tapi aku hanya khawatir akan nasib Israel. Jika Israel sudah aman, akan kubuat jendela2 baru yang lebih indah bagimu.”

Sewaktu petang hari tiba di bukit2 Yudea, tentara2 Israel bergerak menjawab serangan. Jet2 Israel buatan Perancis yang dijuluki Bintang Daud yang warna sayapnya dalah biru putih, menyerbu posisi Yordania di kota Yerusalem dan menghujaninya dengan bom2 spektakuler yang membuat langit jadi lautan merah karena api. Dua kelompok pasukan bersenjata Israel ke luar dan mengitari kota tua Yerusalem. Di dalam tembok2 kuno inilah terdapat tempat2 suci bagi tiga agama besar, dan tentara2 Israel berhati-hati untuk tidak merusak tempat2 itu. Pasukan Israel dari sebelah utara bergerak menuju Gunung Skopus. Pasukan Israel selatan menyerang daerah selatan, bergerak dari bukit ke bukit dengan cepatnya, mengalahkan perlawanan sengit Angkatan Bersenjata Yordania, sampai seluruh kota Yerusalem berhasil dikelilingi.

Di malam berikutnya, komandan2 Israel mempersiapkan serangan subuh dalam kota Yerusalem. Tapi kebanyakan tentara Yordania yang berada di situ sudah melarikan diri, yang tinggal hanya seorang penembak jauh ketika sebuah kelompok tentara Israel masuk melalui pintu gerbang Stefan dan kelompok kedua masuk melalui pintu gerbang Damaskus. Pada jam 10 siang, tentara Israel yang menang berdiri di depan Tembok2 Ratapan, yang merupakan satu2nya tembok yang tersisa dari Bait Allah kedua, dan tembok ini selama 1.897 tahun telah menjadi lambang harapan dan derita Yahudi. Dari semua kemenangan tentara Israel, tiada yang lebih berarti daripada menguasai kembali kota suci Alkitab yakni Yerusalem. Kemenangan ini jauh lebih berarti daripada menguasai banyak daerah Sinai. Kata pemimpin pasukan yang menguasai Yerusalem di dekat Tembok Ratapan: “Tiada seorang pun dari kita yang telah melihat dan melakukan hal yang begitu besar seperti yang telah kita lakukan hari ini.” Dan dekat tembok itu, dia menjatuhkan diri dan menangis.

Catatan-Catatan Menarik
Perayaan kemenangan tentara Israel dalam perang 6 hari.

Satu per satu, kota2 lain yang tertulis dalam Alkitab jatuh ke tangan Israel: Yerikho, Hebron, Betlehem. Penyerangan terus dilakukan sampai tentara Israel menguasai seluruh daerah barat Sungai Yordania yang dulu dikuasai kerajaan Raja Hussein dan juga Laut Mati. Tidak seperti saudara2 mereka yakni tentara Mesir di Sinai, tentara2 Raja Hussein berperang dengan penuh tekad dan disiplin tinggi. Tapi sama seperti di Sinai, di sinipun tentara2 Israel yang jauh lebih unggul di udara mengakibatkan kekalahan telak pasukan Arab. Sepanjang hari jet2 Israel menukik tajam untuk menjatuhkan bom2 dan selongsong2 napalm pada kesatuan militer Yordania yang bertahan sengit. Karena tidak tahu akan kekalahan tentara Mesir, maka Hussein sukar percaya bahwa pasukan Israel sendiri saja dapat membuat langit di atas daerah depan Yordania begitu hitam pekat. Karenanya dapat dimengerti bahwa sama seperti yang dikatakan Nasser bahwa pesawat2 tempur A.S. dan Inggris telah datang membantu pesawat2 Israel.

Nasser tentunya jauh lebih tahu. Tapi dia terdesak berat untuk cari alasan kekalahan telak Arab. Tampaknya dia berharap dengan masuknya tentara A.S. dan Inggris, maka Moskow pun akan datang menolongnya. Tapi tiada harapan bagi Nasser. Pesawat2 Rusia yang memonitor gerakan2 udara A.S. di Timur Tengah tahu bahwa radar mereka tidak menunjukkan bukti apapun bahwa pesawat2 A.S. dan Inggris terlibat perang. Duta Besar Rusia di Kairo mendatangi Nasser dan dengan jelas mengatakannya begitu. Karena sudah kepalang basah, maka Nasser pun terus saja berbohong besar, dan ini mengakibatkan pecahnya hubungan diplomasi ketujuh negara2 Arab dengan A.S. dan mengakibatkan demonstrasi2 di kedubes2 A.S. dan Inggris di seluruh dunia Arab.

Bagaimana Nasser mendesak Hussein untuk mendukung kisah bohongnya lewat telpon telah menjadi satu catatan sejarah yang menarik. Israel memonitor dan merekam percakapan radio antara Nasser dan Hussein di hari kedua perang, dan menyiarkan percakapan ini dua hari kemudian. Suara yang terekam sudah jelas milik Nasser dan Hussein; tidak perlu disangkal lagi. Ini contoh percakapan mereka:
Nasser: Hello – apakah kita akan katakan A.S. dan Inggris atau hanya A.S.?
Hussein: A.S. dan Inggris
Nasser: Apakah Inggris punya kapal induk?
Hussein: (jawabannya tidak jelas)
Nasser: Demi Tuhan, kukatakan aku akan membuat pengumuman dan kau juga membuat pengumuman dan kita akan lihat pula bahwa Syria akan membuat pengumuman bahwa pesawat2 Amerika dan Inggris mengambil bagian menyerang kita dari kapal2 induk mereka. Kita akan tekankan hal ini, dan kita sampaikan hal ini di negara2 kita.

Tapi setelah itu, Hussein akhirnya mengakuti bahwa “payung gelap besar” yang menutupi Yordania ternyata hasil dari pesawat2 Israel saja. Akan tetapi Nasser, tetap bersiteguh dengan kisah karangannya sampai di hari matinya. Dia tetap mengatakan “pesawat2 berjumlah tiga kali lebih banyak” daripada yang dimiiliki Israel dan menyerang kekuatan militer Arab.

Tentara-Tentara yang Kecewa

Di sebelah selatan Israel, tentara2 Nasser menghadapi kesulitan untuk terus bertempur. Di saat malam Rabu, yang merupakan hari ketiga perang, semua tentara Israel sudah merasakan kemenangan yang bakal terjadi. Bawahan Dayan yang menjabat sebagai Komandan Angkatan Bersenjata yakni Yitzhak Rabin menyarikan hal ini secara tepat: “Kita telah menghancurkan hampir seluruh kekuatan tentara Mesir, memberikan pukulan telak pada pasukan Yordania, menguasai daerah2 penting Jazirah Sinai dan Tepi Barat Yordania, dan kita telah hancurkan hampir seluruh kekuatan angkatan udara keempat negara Arab.” Para pasukan terjun payung Israel yang masih muda dengan penuh semangat bersiap untuk terjun ke atas Sharm el Sheikh, tapi mereka diberitahu bahwa pasukan angkatan laut telah tiba terlebih dahulu dan pasukan Mesir sudah melarikan diri. Pasukan terjun payung yang kecewa diterjunkan bagaikan turis2 pendatang di daerah perbatasan Mesir yang telah ditinggalkan.

Keesokan hari, tentara2 Israel telah menguasai Tepi Barat Terusan Suez. Yordania mundur dan menerima keputusan gencatan senjata PBB yang telah diajukan Moskow dengan susah payah selama tiga hari untuk menyelamatkan negara2 Arab dari kehancuran total. Tentara2 tank Mesir bertempur di medan terakhir di Suez sebagai usaha panik untuk membuka jalur mengundurkan diri bagi 80.000 tentaranya di Sinai. Tapi mereka pun akhirnya setuju untuk meletakkan senjata. Beberapa jam kemudian, Syria pun melakukan hal yang sama.

Tapi ternyata Syria tidak sepenuhnya melakukan gencatan senjata. Yang terjadi kemudian adalah baik Israel dan Syria mengaku pihak lawan melanggar gencatan senjata. Israel dengan marah berpaling ke Syria telah melakukan serangan2 teror dan dulu membujuk Nasser untuk berperang. Meskipun dataran Syria berbukit-bukit, tapi tentara Israel berhasil memukul mundur tentara Syria sampai 15 mil dari perbatasan Syria. Tank2 dan pesawat2 terbang Israel bertempur total sampai daerah2 sekitar Damaskus.

Versi Bahasa Ibrani

Kairo menerima berita gencatan senjata dengan rasa kaget dan bisu seribu bahasa. Sejumlah polisi cadangan bersiap-siap di tempat2 penting, tapi tiada seorangpun yang ingin berdemonstrasi. Polisi bergerak bebas di jalanan kosong dan mencopoti slogan2 dan bendera2 anti Israel yang dipajang di kota ketika Nasser mengumpulkan kekuatan militer bulan lalu. Dari semua sekutu Arab, hanya Aljeria saja yang bersumpah untuk terus berperang. Ini tentunya karena Aljeria belum berperang sama sekali dan letaknya jauh dari serangan maut Israel. Sebelumnya, Aljeria telah mengirim 36 jet MIG kepada Nasser, tapi bantuan itu sangat terlambat.

Suasana di Tel Aviv sangatlah berbeda. Tiba2 saja kota itu dipenuhi bendera2 biru dan putih, yang melambai di tiang2 tinggi, yang dijatuhkan dari pesawat2 dan mendarat di halaman2 dan membuat lautan warna yang berkilau. Pantai2 dipenuhi orang2 yang merayakan kemenangn; tentara2 yang membersihkan debu gurun pasir di sepatu bootnya. Konser2 musik dan pelayaran perahu2 turis kembali dilaksanakan sesuai jadwal mula.

Pintu gerbang Yerusalem bernama Mandelbaum yang tadinya merupakan gerbang suram ke daerah tak bertuan, sekarang menjadi jalur persimpangan bagi Yahudi2 relijius yang bertopi dan bermantel panjang hitam yang berkumpul untuk menyoraki setiap kendaraan Israel yang ke luar dari Yerusalem. Jawatan bus kota Israel yang masih diliputi perasan sentimental mengoperasikan bus nomer 9 ke Mount Scopus; mereka telah menyimpan nomer itu bagi jalur istimewa yang terakhir dilalui pada tahun 1948. Walikota Yerusalem Teddy Kolleck rapat bersama para pejabat kota untuk menyetujui pengeluaran dana sebesar $50 juta untuk “membangun kembali kota abadi Yerusalem.” Sama seperti Dayan dan Eshkol dan setiap orang Israel yang bisa datang, Ben-Gurioun juga datang menjenguk Tembok Ratapan. “Inilah adalah saat terbesar dalam hidupku,” katanya, lalu mukanya berkerut karena melihat nama Yordania di tembok ditulis dalam bahasa Inggris dan Arab. Dia minta tentara menurunkan nama itu dan menggantinya dengan bahasa Ibrani.

Tiada Ijin Membantu

Meskipun awalnya tujuan perang bagi Eshkol bukanlah untuk memperluas kekuasan, tapi hasil kemenangan Israel telah mengubah tujuan awal. Dayan sendiri berkata di kota tua Yerusalem: “Kami telah kembali ke tempat tersuci kami, dan tidak akan pernah meninggalkannya.” Dia juga tidak perlu menerangkan bahwa Israel tidak akan membiarkan Sharm el Sheikh kembali jatuh ke tangan2 Arab untuk memungkinkan penyerangan baru Arab dari Selat Aqaba. Sudah jelas pula bahwa dengan merebut daerah Galilea sepenuhnya dari tangan Syria maka Arab tidak dapat mengancam menutup suplai air dari Yordania. Dengan menguasai daerah barat Terusan Suez, kapal2 Israel dapat berlabuh bebas dan jalur ini dulu ditutup oleh Nasser sejak tahun 1956.

Kemenangan yang dicapai terjadi sangat cepat sehingga bahkan Dayan dan pembantu2nya kaget (“Kukira perang akan masih berlangsung satu atau dua hari lagi,” kata Kepala Angkatan Bersenjata Rabin). Awalnya pihak Israel tidak yakin apa yang harus dilakukan terhadap daerah2 yang dirampas. Mereka memang tidak punya waktu menghitung hasil perang mereka atau menghitung kekalahan Arab. Tidak dapat dipastikan dengan tepat berapa banyak yang mati, tapi perang beberapa hari di padang pasir ini memakan korban lebih banyak dari setahun perang di Vietnam. Para sejarawan menghabiskan banyak waktu menghitung hancurnya harga diri dan semangat bangsa2 Arab, belum lagi rasa malu luar biasa yang diderita Rusia yang berdiri ternganga tak berdaya melihat bantuan militernya yang mahal bagi Arab dihancurkan berkeping-keping sampai jadi debu oleh Israel. Dari benda2 perang yang berhasil disita terdapat misil2 SAM buatan Rusia.

Satu hal yang jelas adalah untuk beberapa saat, Israel menjadi kekuatan militer mutlak di Timur Tengah. Israel tidak perlu diperintah siapapun, dapat menentukan tujuan dan keinginan negaranya, terlepas dari tekanan PBB dan Arab yang tidak mampu berbuat apapun.

Apakah yang membuat Israel menang sedemikian besar sedemikian cepat? Jawabn utama dapat dilihat dari rencana perang, koordinasi, dan komunikasi militer Arab yang berantakan. Sejak dikalahkan Israel dengan cepat di tahun 1956, negara2 Arab berharap perang baru akan berlangsung lama. Meskipun dua skuadron MIG-21 dari Aljeria datang membantu, tapi mereka terlambat 24 jam karena komandan2 tempur Mesir gagal memberi keterangan di lapangan udara mana mereka harus menuju. Sebenarnya, nasib mereka akan lebih buruk jika tiba di saat jet2 Israel menyerang. Lima pasukan angkatan udara Maroko tiba di Kairo, tapi lima lainnya terhenti di Lybia karena Mesir belum memberi ijin masuk daerah Mesir. Lebih dari 100 truk Aljeria penuh pasukan menyeberangi selatan Tunisia menuju Sinai, yang sudah lama terlebih dahulu ditaklukkan Israel sebelum mereka datang. Tentara Tunisia yang sudah siap maju berperang bagi Nasser ternyata juga tidak pernah dapat panggilan dari Kairo.

Bait Allah Ketiga

Meskipun hancurnya angkatan udara Arab berperan besar dalam hasil perang, penampilan tentara Arab di medan perang juga sangat jelek. Pelatih2 militer Rusia mereka ternyata bukan orang2 ahli dan lebih jago bicara daripada pegang senjata. Dari seluruh tentara2 Arab, hanya tentara Yordania saja yang mampu berperang dan mereka pun banyak yang tewas. Hussein menyebut 15.000 tentara Yordania yang mati sebagai “kehilangan besar.” Lebanon tidak menembakkan sebuah peluru pun pada Israel dalam seluruh kejadian perang. Tentara Lebanon yang berjaga-jaga di perbatasan malahan bermain backgammon (mirip catur) dan menonton tentara Syria dan Israel saling menembak. Meskipun tadinya ribut berteriak-teriak, ternyata tentara angkatan darat Syria tidak bisa banyak membantu tentara Yordania dan Mesir. Beberapa pilot Arab sempat melepaskan beberapa tembakan untuk menunjukkan kemampuan mereka; tapi kemampuan mereka tidak sebanding dengan pilot2 Israel. Pilot2 Israel menembak jatuh 20 pesawat dan pilot Arab dan mereka hanya kehilangan tiga pesawat. Komunikasi Arab di medan perang begitu jelek sehingga tak lama kemudian Mesir mengurangi mengirim pesan kepada tentara2nya di Sinai melalui Radio Kairo. Akibatnya, komandan2 tempur Arab tidak bisa kontak berita dua arah dengan seluruh pasukan mereka.

Dari segala faktor di atas, kesimpulan akhir menunjukkan bahwa kemampuan militer Israel yang luar biasa, taktik dan waktu mereka yang tepat, profesionalisme dalam kemampuan bela diri mereka yang membuat Arab kalah telak merupakan pelajaran klasik yang layak dipelajari dengan rasa kagum oleh seluruh pendidikan militer di seluruh dunia. Selain hal itu, hal utama lainnya adalah dedikasi bela diri Yahudi yang ditempa ribuan tahun penjajahan dan penindasan dan juga tekad mereka yang begitu teguh agar Israel mampu selamat sebagai negara mandiri. “Setiap orang Israel berperang bagi kesatuan kasih, iman, dan negara,” kata Moshe Dayan di akhir minggu. “Jika boleh kukatakan, kami merasa kami berperang untuk mencegah jatuhnya Bait Allah yang ketiga.”

%d blogger menyukai ini: