Sejarah Islam

Manusia bijak adalah manusia yang mengetahui & belajar dari sejarah

Arsip Kategori: Allah SWT

Surga, Nikmatnya Pesta Seks Dalam Islam

Mungkin anda sebagai muslim bertanya-tanya; Seperti apakah surga itu? Apakah yang kita lakukan disana?

Surga Islam dengan 72 pelacur

Berikut penjelasan surga islami berdasarkan Quran dan Hadis sahih:

“Suatu kali Rasulullah pernah ditanya sahabat tentang hal ini. “Apakah penghuni surga melakukan persetubuhan?” Beliau menjawab, “Ya, dengan penyemburan yang keras, dengan kemaluan yang tidak lemas dan dengan syahwat yang tidak terputus, tetapi tidak keluar air mani sedikitpun, baik dari lelaki atau perempuan. Apabila selesai, perempuan kembali bersih dan kembali perawan.” (HR. Ibnu Hibban).

Kemudian marilah kita melangkah jauh kedalam Quran dengan ahli tafsir Quran yang terpercaya, berikut petikannya:

Quran Sura 52:17-20

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam surga dan kenikmatan, mereka bersuka ria dengan apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka; dan Tuhan mereka memelihara mereka dari azab neraka. (Dikatakan kepada mereka): “Makan dan minumlah dengan enak sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan”, mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli.

QS 55:70-77 


Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik, yang jelita, putih bersih dipingit dalam rumah. Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin. Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah.

QS 56:35-36


Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan,

QS 78:33-44


dan gadis-gadis remaja berdada montok yang sebaya, dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman).

Kenapa kata berdada montok tidak disebutkan sama sekali dalam Quran Bahasa Indonesia padahal dalam bahasa Arabnya ada jelas tertulis?

QS 78:33 » Kawa’eba atraba
Kata Arab ‘Kawa’eba’ berarti wanita perawan muda yang dadanya kencang montok dan berbentuk indah. Kata ‘atraba’ berarti usia yang sama. Tapi penerjemah Qur’an Indonesia terlalu malu untuk menerjemahkan dada montok tersebut sebab memang itu bertentangan dengan nurani sang penerjemah. Tapi bahasa Arabnya jelas menyebutkan hal itu. Karena merasa malu dan risih inilah para penerjemah Quran Indonesia dengan nekat mengedit kata-kata Allah. Astagfirullah!

Buku tentang surga birahi yang dapat anda cari di toko-toko buku terkenal

Berikut ayat-ayat lain yang berkenaan dengan surga:

QS 37:40–48, 55:56-58, 56:22-24, 2:25, dan47:15.

Bagaimana hadis menjelaskan surga dan bidadarinya?

TIRMZI, vol. 2 p 138
Setiap lelaki yang masuk surga akan diberi 72 bidadari; tidak peduli pada umur berapa dia mati, ketika dia masuk surga dia akan menjadi seorang berumur 30 tahun dan tidak akan tambah tua. Lelaki di surga akan diberi keperkasaan yang sama dengan keperkasaan seratus orang lelaki.

TIRMZI, vol. 2 p 35-40
Bidadari adalah wanita muda tercantik dengan badan tembus pandang. Sumsum tulang-tulangnya kelihatan bagaiman garis-garis dalam mutiara dan batu mirah. Dia terlihat bagaikan anggur merah di gelas putih. Dia berwarna putih dan bebas dari cacat fisik biasa perempuan seperti menstruasi, menopause, kencing dan berak, mengandung anak dan kekotoran-kekotoran lainnya yang berhubungan. Bidadari adalah seorang gadis berusia muda, berdada besar (montok) yang bulat menantang, dan tidak berayun-ayun. Bidadari-bidadari tinggal di dalam istana dengan sekelilingnya yang megah.

Di bawah ini adalah hal-hal yang lebih menakjubkan lagi yang akan menunggu muslim mukmin di surga islam menurut buku dari Imam Ghazzali yang berjudul Ihya Uloom Ed-Din. Buku ini dianggap paling penting setelah Quran oleh orang Islam Sunni:

Volume 4, Halaman-4.430
“Menurut Nabi Muhammad (SAW) bidadari-bidadari di surga adalah wanita-wanita murni – bebas dari menstruasi, kencing, berak, batuk dan anak-anak. Bidadari-bidadari ini akan menyanyi di surga tentang kemurnian Ilahi dan memuja – kamilah bidadari-bidadari tercantik dan kami disediakan untuk suami-suami terhormat. Muhammad berkata bahwa penghuni surga akan mempunyai kekuatan seksual 70 lelaki. Dia berkata, “Seorang penghuni surga akan punya 500 bidadari, 4,000 wanita lajang dan 8,000 janda. Setiap dari mereka akan terus memeluk dia sepanjang hidupnya di dunia.”

Volume 4, Halaman-4.431
Muhammad berkata, “Jika penghuni surga ingin punya anak lelaki, akan dia dapatkan. Masa tinggalnya dalam rahim, disapih dan masa mudanya akan berlalu pada saat yang sama.” Muhammad berkata, “Penghuni surga tidak berjenggot dan tidak berbulu. Mereka berwarna putih dan mata mereka digambar dengan khol. Mereka akan jadi pemuda berusia 33 tahun. Mereka akan setinggi 60 cubits dan selebar 7 cubits.”

Hadith: Al hadiths, Vol. 4, Page-172, No. 34 
Hozrot Ali (r.a) meriwayatkan bahwa Rasul Allah berkata, “Di surga ada satu pasar terbuka di mana tidak ada pembelian ataupun penjualan, tetapi ada lelaki dan perempuan. Jika seorang lelaki menginginkan seorang perempuan cantik, seketika itu dia bisa menyetubuhinya sesuai nafsunya.

Bahkan disurga terdapat pasar seks terbuka, dapatkah anda bayangkan jika anda, ayah anda, saudara-saudara anda, kakek anda, kakek buyut anda, ustad anda, beramai-ramai berseks ria, berhadap hadapan satu sama lain. Maukah anda para Muslimah ikut bergabung dengan mereka? Sungguh surga islami yang penuh birahi!

QS 36:55
Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka).

Kesibukan apa ya?

Berdasarkan tafsir Al Jalalani, kesibukan diartikan dengan fakehoun, atau memerawani wanita (virginity ripper), bahkan tafsiran yang lebih tajam diberikan oleh al- ‘Ouaza’i, yang merupakan cendikiawan Islam pertama memberikan tafsirnya tentang ayat Quran tadi (baca: Ihy’a ‘Uloum ed-Din by Ghazali, Dar al-Kotob al-’Elmeyah, Beirut, Vol IV, p. 575.), kemudian seorang Ahli Tafsir Quran bernama Ibn ‘Abbas dalam bukunya “Ibn ‘Abbas, Tanweer al-Miqbas, commenting on Q 36:55” mengatakan hal yang sama dengan Tafsir Al Jalalani.

Maksud sesungguhnya dari QS 36:55 adalah:
Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam memerawani bidadari-bidadari.

Dalam tradisi Islam Arab, memerawani wanita (virginity ripper) itu dianggap kenikmatan yang surgawi. Karena itulah Muhammad sibuk mengobral janji-janji kosong pada para Mujahidin dan Jihadis bahwa kalau mereka mau mati demi dia, nanti di surga banyak terdapat perawan (houris) yang berdada montok dan siap diperawani. Astagfirullah!

Sumber: Truly Islam

Islam: Ditinjau dari Pengamatan Sejarah

Islam: Ditinjau dari Pengamatan Sejarah

Islam: Ditinjau dari Pengamatan Sejarah

Oleh Dr. Rafat Amari


diterjemahkan oleh Adadeh, Netter FFI Indonesia.

KATA PENGANTAR

Dua puluh tahun yang lalu, aku mulai mempelajari Islam dan segala sumbernya. Awalnya, kupikir penyelidikan ini hanya akan memakan waktu dua tahun saja. Selain itu, aku pun memiliki tugas lain sehingga aku membatasi waktuku bagi penyelidikan akan Islam agar tak mengganggu kegiatanku yang lain. Tetapi penyelidikan ternyata berlangsung selama dua puluh tahun, dengan waktu 8 -9 jam per hari, kecuali hari Minggu. Tiada waktu untuk istirahat. Aku menyelidiki berbagai buku tentang kehidupan Muhammad dan perkataannya dalam Hadis. Aku membaca berulangkali Qur’an dan tafsirnya. Aku mempelajari berbagai catatan sejarah Islam dan non-Islam yang menjelaskan keadaan Arabia sebelum Islam dan mithologi Arabia. Lalu aku merasa bahwa aku pun harus mempelajari tulisan² kuno para penulis Yunani dan Romawi yang telah mengunjungi Arabia dan mencatat tentang keadaan geografinya. Aku ingin tahu apakah mereka menyebut keterangan tentang Mekah.

Sejak tinggal di USA, aku punya akses ke berbagai perpustakaan besar dan ini menjadi sarana yang sangat penting untuk bisa menyelidiki catatan² sejarah utama. Sayangnya, catatan sejarah yang berkualitas sangatlah sedikit. Contohnya, kuperkirakan bahwa hal Zoroastria di Qur’an tidaklah lebih dari 20 halaman. Ketika kukira penyelidikanku telah usai, dan aku merasa siap menerbitkan bukuku, aku menyadari bahwa aku perlu meneliti kembali buku² tentang Zoroastria, seperti Zenda Avest dan Pahlavi, dan tidak hanya bergantung pada apa yang telah kupelajari saja. Ini berarti aku harus meneliti kembali bertahun-tahun. Penyelidikan akan Islam lalu membawaku kepada penyelidikan kitab² suci berbagai agama di jaman Muhammad.

Aku terkejut ketika mendapatkan banyaknya persamaan antara Qur’an dan berbagai kitab suci agama non-Islam di jaman Muhammad, termasuk Zoroastria, Mandaenisme, Harranisme, Manikhisme, dan Gnotisisme. (Muhammad punya hubungan dengan semua agama² dan kepercayaan² ini, terutama dari masyarakat “Hanif” yang dikenalnya sejak dia masih muda.

Aku bertanya pada diri sendiri: “Materi agama lain apakah yang dipakai dalam Qur’an?” Aku tahu bahwa banyak riset menunjukkan hubungan antara Qur’an dengan Yudaisme dan Kristen, tapi hampir tak ada yang menghubungkan Qur’an dengan Mandaenisme dan Harranisme. Catatan yang ada pun sangat kurang dan lengkap untuk menunjukkan Manicheisme dan Zoroastria sebagai sumber utama Qur’an. Penyelidikanku membuktikan bahwa agama² pagan Arab ini ternyata memiliki pengaruh utama dalam Qur’an, jauh lebih banyak daripada Yudaisme, Kristen, dan Kristen bid’ah di jaman Muhammad. Sulaiman al Farsi adalah pendeta Zoroastria yang lalu memeluk Islam dan jadi penasehat Muhammad. Hubungan dekatnya dengan Muhammad membuat agama Zoroastria menjadi sumber utama Qur’an. Karena bahasa Arab adalah bahasa asliku, maka aku menulis sebanyak 800 halaman tentang Zoroastria sebagai sumber utama Qur’an.

Penyelidikan agama Mandaenisme dari kitab² sucinya langsung membantuku melihat akar² kepercayaan Mandaenisme dalam Qur’an, dan aku bisa mengajukan berbagai referensi tentang penyelidikan ini. Aku juga melakukan hal yang sama dengan kepercayaan² Manikhisme, Harranisme, dan Gnostisisme sebagai akar² ajaran dalam Qur’an.

Aku terus melanjutkan penyelidikan tentang agama okultisme Arab yang dikenal sebagai agama Jin atau agama Kahin. Kahin adalah para dukun bagi Jin dan setan. Hubungan keluarga Muhammad dengan agama ini, dan tercantumnya banyak aturan kepercayaan ini dalam Qur’an menunjukkan bahwa agama Kahin merupakan akar penting Islam.

Tidak hanya kepercayaan² itu saja. Ada lagi agama lokal Arab yang jelas merupakan akar Qur’an. Agama itu adalah agama Bintang Arabia, yang diketuai oleh Allah; Ellat sang matahari adalah istrinya; dan al-‘Uzza dan Manat, yang mewakili dua planet, adalah putri²nya. Buku ini akan membantu Muslim dalam menelaah dengan cerdas dan menghindari segala jebakan data yang salah yang telah diwariskan kepada mereka dalam Islam.

Dr. Rafat Amari, 2004

Keterangan Awal

Lebih dari 1.5 milyar Muslim bersholat menghadap Mekah. Mereka yakin bahwa kota ini dulu dikunjungi Abraham dan putranya Ishmael, sesuai dengan pengakuan Muhammad di Qur’an, dan lalu membangun Ka’bah. Menurut Muhammad, Mekah adalah kota makmur di Arabia barat sejak abad ke 21 SM, di saat Abraham masih hidup, meskipun tak ada satu pun catatan sejarah yang mendukung keterangan ini.

Pengakuan Muhammad ini didukung oleh empat orang Hanif. Kita baca dalam riwayat hidup Nabi oleh Ibn Hisham yang ditulis di abad 8 M,, bahwa Hanifa atau Ahnaf adalah kelompok masyarakat kecil yang “dibentuk oeh empat orang Mekah yang setuju akan beberapa hal. Keempat orang itu adalah Zayd bin Amru bin Nafil, Waraqa bin Naufal, Ubaydullah bin Jahsh, dan Uthman bin al-Huwayrith. Mereka semua mati sebagai kaum Sabi.” [1]

[1] Ibn Hisham, Dar al-Khair,( Beirut, 1992) 1, hal. 242

Keempat pendiri agama Hanif ini adalah saudara² Muhammad, keturunan dari Loayy, salah satu kakek moyang Muhammad. Terlebih lagi, Waraqa bin Naufal dan Uthman bin al-Huwayrith adalah saudara sepupu Khadijah, istri pertama Muhammad. Ubaydullah bin Jahsh adalah saudara dekat Muhammad; ibunya yakni Umayya, adalah putri dari Abdul Mutalib, kakek Muhammad. Dengan kata lain, Ubaydullah adalah saudara sepupu Muhammad. Saudara perempuan Ubaydullah adalah Zainab binti Jahsh, salah seorang istri Muhammad, yang dulu nikah sama Zayd bin Haritha, anak angkat Muhammad. [2]

[2] Ibn Kathir, Al Bidayah Wal Nihayah, II, Dar Al Hadith, Cairo, 1992, hal. 242

Ketika Ibn Hisham berkata bahwa keempat orang itu mati sebagai orang Sabi, hal ini karena keempatnya sering mengunjungi daerah Sabi, terutama Zayd bin Amru bin Nafil, yang terkenal suka berkelana jauh ke Musil di daerah Irak utara, dan ke Jazirah di daerah timur laut Syria dekat perbatasan dengan Asia Minor (yang sekarang adalah Turki); dan ke Iraq, untuk mempelajari agama. [3] Kadangkala Zayd ditemani oleh Waraqa bin Naufal dalam melakukan perjalanan ini. Nafil bin Hashim, cucu Zayd bin Amru bin Nafil, menyebut tentang perjalanan² yang dilakukan kakeknya ke kota Musil dan daerah Jazirah, ditemani oleh Waraqa bin Naufal. Perjalanan ini dilakukan untuk mencari agama. [4]

[3] Ibn Kathir, Al Bidayah Wal Nihayah, II, hal. 243-244

[4] Ibn Kathir, Al Bidayah Wal Nihayah, II, hal. 244

Daerah Muslim dikenal sejak abad ke 2 M sebagai tempat tinggal bangsa Sabi Mandaea, yang merupakan pengikut aliran Gnostik pagan yang menyembah banyak dewa Persia di bawah pengaruh agama politheisme dari Mesopotamia. Daerah Harran terletak di , yang merupakan tempat tinggal Sabi Haran pemuja dewa Sin, bulan, bintang, planet dan Jin, terletak di wilayah Jazirah.

Hubungan dekat antara kaum Hanif dan kaum Sabi Mandaea dan Sabi Haran, mengungkapkan bagaimana Muhammad menggabungkan banyak dongeng dan ibadah agama aliran² kepercayaan itu ke dalam Qur’an. Contohnya, ibadah Ramadan juga dikenal sebagai ibadah Harran. (Lihat Bab V, bagian 3, tentang Ramadan.) Tata ibadah sholat Islam, gerakan² dan cara wudhu sebelum sholat semuanya berasal dari ritual ibadah Mandaea. Aku akan membahas tentang dongeng, ajaran, ritual ibadah dari sumber² Mandaea dan Harran dalam Qur’an di buku lain, karena buku ini terfokus pada sejarah Mekah dan Ishmael dan kebangkitan Islam.

Fakta bahwa kaum Hanif dianggap sebagai kaum Sabi oleh masyarakat Mekah menunjukkan bahwa kepercayaan dan ibadah kaum Sabi lebih jelas dan kuat cirinya, sehingga tatkala orang² Hanif menerapkan tata cara ibadah yang sama, masyarakat Mekah langsung menggolongkan mereka sebagai kaum Sabi.

Muhammad menjadi pengikut Hanif sejak usia muda. Dia sering menghabiskan waktu bersama kaum Hanif dengan bertapa di gua² di gunung Hirra’. Zayd bin Haritha (putra angkat Muhammad) juga membenarkan hubungan antara Muhammad dan Zayd bin Amru bin Nafil. [5] Ibn Darid, ahli sejarah Islam, menulis pertemuan antara Muhammad dan Zayd. [6] Hal ini membenarkan bahwa Muhammad diajar sejak kecil oleh Zayd.

[5] Ibn Kathir, Al Bidayah Wal Nihayah, II, hal. 244

[6] Ibn Darid, Al-Ishtiqaq, 84; Qastallani Ahmad ibn Muhammed, Irshad al-Sari, 6:171; cited Jawad Ali, Al Mufassel Fi Tarikh Al Arab Khabel Al Islam, Dar Al Ilem Lialmalain, (Beirut, 1978), Volume vi, hal. 473

Waraqa, sepupu Khadijah, adalah tokoh utama Hanif yang lain. Dia sering melakukan Tahnif, yakni mengasingkan diri untuk bertapa di gua Hira, jauh dari masyarakat selama berbulan-bulan. (Ibadah seperti ini dikenal sebagai bid’ah menurut Kristen. [7]) Khadijah lalu jadi istri pertama Muhammad, dan Muhammad pun juga sering melakukan Tahnif di gua Hira.

[7] Hyppolytus, The Refutation of All Heresies, Buku VIII , Bab XIII

Waraqa lalu memeluk kepercayaan bagian dari aliran Kristen yang bernama Ebionisme. Zayd tidak mau memeluk agama apapun yang berhubungan dengan Kristen atau Yudaisme, dan dia memilih kepercayaan berdasarkan ajaran² Sabi Mandaea dan Sabi Harran. Sebagian umat Kahin, yang adalah para dukun agama Jin Arabia, bergabung pula dengan kaum Sabi. Ada bukti bahwa kaum Hanif melakukan okultisme, seperti misalnya: hubungan mereka dengan para jin yang sebenarnya tak lain adalah setan; ibadah tapa di gua Hira dekat Mekah; dan pengakuan mereka bahwa para Jin merupakan perantara bagi para nabi, menggantikan malaikat. Semua hal ini tercantum dalam Qur’an dan kehidupan Muhammad

Kaum Hanif mengatakan bahwa Abraham adalah pendiri kepercayaan mereka di saat Muhammad masih muda dan hal ini mempengaruhinya. Dalam salah satu hadisnya, Muhammad berkata, “Zayd akan dipertimbangkan sebagai ketua utama negara diantara Yesus dan aku.” [8] Perkataan ini menunjukkan bahwa Muhammad percaya dengan Zayd, dan dia dianggap sebagai salah satu pendiri Hanif, sama seperti Musa dianggap sebagai ketua Yudaisme, dan Yesus sebagai ketua Kristen. Ini membuktikan bahwa sebelum Zayd, tiada yang mengatakan adanya “agama Abraham”. Istilah “agama Abraham” hanya muncul di jaman Muhammad, melalui pengakuan/klaim Zayd.

[8] Ibn Kathir, Al Bidayah Wal Nihayah, II, Dar Al Hadith, Cairo, 1992, hal. 245

Data sejarah menunjukkan Mekah tidak ada sebelum jaman 4 M. Salah satu tujuan buku ini adalah menunjukkan catatan² sejarah kuno yang ditulis sejarawan Yunani dan Roma yang mengunjungi daerah Arab barat di mana Mekah berada. Kita akan melihat nanti bahwa tak ada satu pun tulisan mereka yang menyinggung tentang Mekah. Dengan mudah bisa dilihat bahwa daerah di mana Mekah kelak dibangun merupakan daerah kosong tak berpenghuni sebelum jaman Kristen.

Buku ini juga membahas perihal arkelogi Arabia dan referensi arkelogi dari negara² yang dulu pernah menjajah Arabia tengah dan barat. Para arkeologis menunjukkan bukti penting bahwa Mekah bukanlah kota purba, sebelum yang disebut dalam hadis dan Qur’an. Kota², suku², dan negara² dalam jalur² jalan Arab untuk mencapai pasar² besar di Asia Barat (Fertile Crescent, yakni daerah Mesopotamia, Syria, Levant, Anatolia) dengan jelas dicatat dalam Naskah² Assyria dan Kaldea, dan tak menyebut sedikit pun tentang Mekah, yang dibangun di jalur utama antara Yemen dan Arabia Utara.

Kita juga akan menelaah Alkitab, yang merupakan sumber penting untuk menyelidiki sejarah kuno. Alkitab menyebut rute² perdagangan melalui Arabia dan menyebut berbagai kota² yang terletak di berbagai jalur perdagangan melalui Arabia barat ke Palestina dan Phoenisia di pantai Mediterania Lebanon.

Buku ini juga membahas siapakah yang membangun Ka’bah dan tanggal pembuatannya. Keterangan ini membantah pernyataan Islam tentang tiadanya Batu Hitam (Hajar Aswad) di Mekah sebelum abad 5 M.

Islam juga dibangun dengan dasar pengertian bahwa Muhammad adalah keturunan Ishmael, bahwa Ishmael hidup di Mekah, dan bahwa keturunannya, Ishmaelit, juga hidup di Mekah dan mendirikan agama monotheisme di Arabia. Di Bab IV buku ini, kita akan telusuri sejarah kaum Ismaelit dari sejak jaman Yakub, dan akan menunjukkan di mana tempat hidup mereka sebenarnya. Lalu akan dijabarkan kepergian suku Ismaelit dari Sinai setelah abad ke 10 dan 11 SM. Hal ini dengan jelas tertulis dalam naskah² Assyiria yang menjelaskan suku² Ismaelit tidak pernah mencapai daerah di mana Mekah akhirnya didirikan.

Buku ini membahas asal-usul keluarga Muhammad. Dia berasal dari keluarga Sabi yang hidup di Yemen dan tiada hubungan darah apapun dengan Ismaelit. Data Islam yang mengakui Muhammad sebagai keturunan Ismaelit akan dibahas, dibantah, dan ditunjukkan kesalahannya.

Di Bab V buku ini, kami akan menunjukkan akar² pagan dalam ibadah Haji. Ibadah ini diselenggarakan untuk minta hujan pada dewa² matahari, bulan, dan Manat, salah satu dewi putri Allah. Meskipun ibadah naik haji tak ada hubungannya dengan kota Mekah, tapi kota itu memiliki sarana untuk ibadah haji kecil yang dikenal dengan sebutan “Umrah.” Akan dibahas pula asal-usul sebenarnya ibadah Haji yang berhubungan dengan ibadah okultisme di Mekah dan Medinah. Ramadan adalah ibadah Sabi Haran, dan ini juga dibahas di Bab V, bagian 3.

Hal lain yang juga dibahas adalah Ka’bah sebagai wujud ibadah agama Bintang Arabia. Kita akan lihat hubungan antara bangunan ibadah Mekah ini dengan agama Bintamg Arabia, asal-usul Allah di Thamud (naskah² Arab kuno) dan catatan² sejarah tentang suku² Arab. Konsep tuhan Muhammad berakar dari monotheisme Bintang Arab yang memuja dewi Athtar dalam bentuk planet Venus, sama seperti pemujaan Allah dalam bentuk bulan.

Hal terakhir yang dibahas adalah: bagaimana Islam bangkit; kekuatan sebenarnya yang memungkinkan Muhammad mendominasi Arabia; peranan agama Jin Arabia dalam melahirkan Islam milik Muhammad; jenis orang yang menjadi Muslim awal di Mekah; dan bagaimana Muhammad, setelah gagal merekrut banyak pengikut, mengganti strateginya dan mengajak suku² Arab berperang bersamanya untuk mendominasi suku² Arab. Mereka lalu memerangi dan membunuhi kaum pria yang melawan, memperbudak para wanita dan anak, dan menyerahkan sebagian tawanan wanita dan kekayaan hasil rampasan pada orang² dari berbagai suku yang mendukungnya.

Dua suku Medina, Aws dan Khazraj, menerima tawarannya dan memulai kekerasan yang menjadi ciri khas Islam, yang terus dilakukan oleh para militan Islam sampai jaman sekarang. Teror Islam di jaman modern merupakan bentuk imitasi dari apa yang diajarkan dan dilakukan Muhammad selama masa hidupnya.

Sebelum membahas berbagai hal, buku ini akan mengungkapkan terlebih dahulu mengapa Muhammad dan Qur’an tidak bisa dipercaya. Aku akan buktikan bahwa para pengikutnya menulis ulang sejarah Muslim dan menciptakan kronologi baru. Bagaimana mungkin Qur’an dapat dipercaya jikalau isinya menjelaskan bahwa Abraham membangun Ka’bah sedangkan hal itu bertentangan dengan catatan dan kronologi sejarah. Muhammad mencampur berbagai kejadian yang berlangsung selama ribuan tahun dengan hal yang terjadi selama satu generasi saja. Dia menyisipkan tokoh² Alkitab dan sejarah dari berbagai negara dan jaman. Dia mengganti kerajaan² yang tercatat dalam sejarah, dan memasukkan berbagai dongeng Zoroastria, cerita Alkitab, dan tokoh² sejarah. Bagaimana mungkin buku yang sarat kekacauan sejarah dan menunjukkan kebodohan penulisnya dapat dijadikan sumber yang keterangan tentang Abraham yang hidup di abad 21 SM? Buku yang kebenarannya tidak ditunjang catatan² sejarah sebelumnya tidaklah layak untuk dijadikan panutan.

Mengapa orang² seperti Ibn Ishaq menulis ulang sejarah bagi umat Muslim? Jawabannya sederhana. Mereka ingin mendukung dusta Muhammad di Qur’an. Di bagian I buku ini akan kutunjukkan bagaimana mereka menciptakan silsilah keturunan untuk mendukung pengakuan Muhammad; bahwa tulisan mereka tak memiliki nilai ilmiah sejarah apapun, isinya hanya dongeng² dan pernyataan² murahan tanpa fakta sejarah. Sedihnya adalah para Muslim jaman sekarang masih saja mempercayai tulisan mereka. Percaya pada ahli sejarah yang ngawur mengakibatkan Muslim terpisah dari catatan sejarah yang terpercaya, dan memenjarakan pikiran mereka pada literatur primitif ngawur yang lahir di Medina di abad ke 7 dan 8 M.

Aku mengerti tidaklah mudah bagi seseorang untuk meninggalkan agama yang telah diwarisinya sejak kecil dari orangtua, meskipun dia tahu isi keterangan agamanya bahwa sukar diterima sebagai fakta oleh anak SD di jaman sekarang sekalipun. Banyak hal yang menyebabkan orang tetap beriman pada suatu agama, tapi pada umumnya hal ini karena kurangnya pengetahuan. Seringkali umat tidak menguji ulang fakta sejarah yang diungkapkan kitab suci agamanya. Nabi Yesaya berkata bahwa Tuhan menyalahkan mereka yang tidak mencari kebenaran. Tuhan memberi kita kecerdasan untuk menyelidiki keinginanNya dan mendapatkan kebenaranNya. Kita tidak bisa menerima semua hal yang kita dengar tanpa memeriksa kebenarannya. Andaikata orangtua kita mempercayai suatu agama, maka itu pun tidak bisa dijadikan alasan mengapa kita harus mempercayainya pula tanpa melakukan pemeriksaan.

Alasan lain mengapa orang percaya buta akan doktrin agama orangtuanya adalah karena mereka tidak bersikap jujur pada diri sendiri. Mereka jungkir balik membela kesalahan yang sudah jelas sangat bertentangan dengan realistas dan fakta sejarah, dan malahan berusaha membenarkan kesalahan itu. Abu Bakr, asisten Muhammad yang menjadi Kalifah pertama, membela Muhammad mati²an saat Muhammad mengaku terbang ke Kuil Solomon di Yerusalem mengendarai unta bersayap. Lebih jauh lagi, Abu Bakr bahkan mengaku telah mengunjungi Kuil tersebut dan dia menanyakan Muhammad untuk menggambarkan Kuil itu. Ketika Muhammad menjabarkan bentuk pintu kuil dan bangunan itu, Abu Bakr mengaku Muhammad menjelaskan dengan benar dan dia sendiri telah melihat Kuil yang sama. [9] Abu Bakr senantiasa membela Muhammad, bahkan jikalau dia harus berbohong sekalipun.

[9] Ibn Hisham 2, hal. 31

Di jaman sekarang, aku melihat banyak Muslim di internet yang bersikap sama seperti Abu Bakr. Bukannya mencari kebenaran, mereka malahan mengarang sejarah yang salah dan bertentangan dengan fakta demi membela Muhammad, dan lalu mereka pun mati²an membela dustanya. Buku ini kutulis untuk memperingatkan mereka bahwa mereka menipu diri sendiri dan harus bertanggung jawab kelak di Hari Penghakiman karena telah menipu orang lain.

Akhirnya, buku ini disusun untuk menolong mereka yang benar² mencari kebenaran. Aku mengundang siapapun untuk memeriksa kembali keterangan yang kujabarkan dengan memeriksa sumber referensi yang kucantumkan. Aku undang Muslim yang mampu berpikir untuk benar² berdoa pada Tuhan agar Dia mencerahkan pikiran mereka dalam mencari kebenaran dan agar diselamatkan. Orang yang benar² mencari kebenaran sejati dan minta tolong pada Tuhan akan mendapat pencerahan. Tuhan berjanji di Yeremia 29:13, “Kau akan mencari Aku dan menemukanKu ketika kau mencari Aku dengan segenap hatimu.”


Baca Selengkapnya…klik


Diterjemahkan oleh Adadeh & Podrock : Netter FFI Indonesia dan dikutip dari FFI Indonesia

Allah SWT Kills Science

Sumber: Faith Freedom Indonesia


Muslim menciptakan algebra, angka 0, astrolabe (alat utk keperluan berlayar), cara-cara agrikultur dan mengabadikan filosofi Aristotel sementara Eropa terkubur dalam kegelapan. Benarkah itu?

Daftar isi

Bagaimana dengan SENI LITERATUR?

Kami mendengar banyak tentang literatur Islam-atau paling tidak tentang penulis sajak Sufi bernama Rumi (1207-1273) dan cerita epik 1001 Malam. Juga ada penulis sajak Persia, Abu Nawas (762-814) yang pandangan heterodox-nya tentang homoseksualitas akan dibahas dalam Bab 8; al-Mutanabi (915-965), yang nama belakangnya “dia yang berpura2 spt nabi”; Sufi heterodox dari Turki, Nesimi (w.1417) dan penulis sajak persia Abu al-Qasim Mansur Firdowsi (935-1020). Sumbernya adalah kronikel Kristen dan Zoroastrian yang sudah lama hilang.

Kebanyakan dari mereka secara terbuka menunjukkan kemurtadan mereka (dianggap sbg penghujad) dan bahkan tidak ada yang mendapatkan insipirasi mereka dari Islam. Malah mereka terkenal bukan karena sifat ke-Islaman mereka namun karena KURANGNYA sifat keislaman itu.

Seni Musik

Memang banyak Muslim yang menciptakan hasil karya musik. Namun ini bukan karena ke-Islaman mereka namun karena TERLEPAS dari Islam. (not because of, but in spite of Islam). Namun bagaimanapun juga, hasil karya muslim tidak sebanding dengan hasil karya para musisi Barat (Bach, Beethoven, Mozart, dsb)

Muhamad melarang instrumen musik : Umdat al-Salik r 40-1

Allahu Akbar mengirimkan saya petunjuk kepada semua muslim dan memerintahan agar membuang alat musik, suling, biola, gitar, salib dan segala yang berhubungan dengan masa jahiliyah pra-Islam. Pada hari kebangkitan, Allah akan menyirami besi cair kedalam kuping mereka yang duduk mendengarkan wanita bernyanyi. Lagu meningkatkan kemunafikan dalam hati. Mereka akan ditelan oleh bumi dan berubah menjadi binatang dan dihujani batu.
Ada yang bertanya “Kapan ini terjadi, Wahai Rasulullah ?” dan ia mengatakan “Pada saat para penyanyi dan alat2 musik dan anggur dianggap halal. Akan ada orang dalam masyarakat saya yang menganggap zinah, sutera, anggur dan alat musik sebagai sah.”

Ayatolah Khomeini juga menentang keras musik, bukan saja rock ‘n roll atau rap, namun musik secara umum.

“Musik mengkorupsi pemikiran anak muda. Tidak ada beda antara musik dan opium. Jika anda ingin negara anda merdeka, maka laranglah musik. Musik adalah pengkhianatan bagi negara dan pemuda kami.” (Amir Taheri, The Spirit of Allah: Khomeini and the Islamic Revolution. New YOrk, Adler and Adler 1986, p 259.)

Seni Lukis

Apa yang dikatakan Muhamad mengenai SENI LUKIS (Representational Art) ? “Malaikat tidak akan memasuki rumah yang ada gambar anjing atau gambar2 mahluk hidup.” BUkhari Vol 4, Book 59, no 3225.

Seni Arsitektur

Design mesjid-mesjid adalah sumber kebanggaan muslimin. Tetapi copy mesjid sejak jaman Muhamad dicontek dari bentuk dan struktur gereja Byzantine. Jangan lupa bahwa design kubah dan arches sudah ada 1000 tahun sebelum jaman Muhamad. Bahkan Dome of The Rock dari abad ke 7 tidak hanya di-copy dari design Byzantine bahkan dibuat oleh kuli2/budak2 Byzantine.

Filsafat

Avicenna (980-1037) dan Averroes (1128-1198) dan filsuf2 ‘Muslim’ lainnya meminjam karya filsuf Yunani (jahiliyah) ARISTOTEL. TAPI kaum Kristen sendirilah yang melindungi karyanya dari kehancurkan Masa Kegelapan (Dark Ages). Adalah pendeta abad ke-5 bernama Probus dari Antioch, yang memperkenalkan Aristotel kepada bangsa2 berbahasa Arab.

Juga Huneyn ibn Ishag (809-8730), yang notabene orang Kristen, menerjemahkan karya2 Aristotel, Galen, Plato dan Hipokrates kedalam bahasa Suriah/Syriac yang kemudian diterjemahkan puteranya kedalam bahasa Arab. Yahya Ibn Adi (893-974) juga Kristen & juga menerjemahkan karya2 filosofi kedalam bahasa Arab dan juga menulis bukunya sendiri THE REFORMATION OF MORALS, yang anehnya dianggap sbg karya ‘Muslim.’

Siswanya, juga Kristen, bernama Abu Ali Isa bin Zur’a (943-1008), juga mebuat terjemahan kedalam Arab terjemahan karya Aristotel dan penulis2 Yunani lainnya dari bahasa Suriah. Tulisan medis pertama dalam bahasa Arab adalah juga hasil terjemahan seorang pendeta. Rumah sakit pertama di Bagdad pada masa Kalifat Abbasid dibangun oleh Kristen Nestorian, Jabrail ibn Baktishu. Sementara Kristen Assyria membangun sekolah kedokteran pertama di Pundeshapur di Persia. Universitas pertama didunia bukanlah Al-Azhar di Kairo seperti sering diakui Muslim namun Sekolah Assyria di Nisibis.

Memang tidak ada salahnya kalau budaya yang satu menyotek atau meminjam dari yang lainnya. Namun fakta sejarah jelas membantah teori bahwa Islam lebih hebat dari budaya lain. Saat budaya Islam dianggap lebih maju daripada Eropa, itu hanya karena mereka berhasil meminjam/menyontek karya budaya2 lain. Lagipula, para tentara Muslim yang menginvasi Persia pada abad ke7 begitu rendah peradaban mereka dibanding dengan budaya yang mereka invasi, sampai mereka menukar emas (yang belum pernah mereka lihat) dengan perak (yang mereka miliki) dan menggunakan kapur barus, zat yang sangat baru bagi mereka untuk memasak.

Apakah kita harus percaya bahwa orang2 dengan peradaban minim ini lalu memasuki negara yang baru mereka duduki ini dengan membawa rencana design arsitektur dan seni lainnya ?

Begitu mereka menyedot segala kekayaan Byzantium dan Persia, dan setelah cukup banyak orang Yahudi dan Kristen masuk Islam secara paksa, ISLAM KEMUDIAN MENGALAMI JAMAN KE-MANDEG-AN INTELEKTUAL (Intellectual Stagnation) SAMPAI SEKARANG.

APA YANG TERJADI DENGAN JAMAN KEEMASAN ISLAM?

Kalau memang muslim mengalami jaman keemasan dalam matematik dan sains, MANA bekas2 kejayaan tsb dalam dunia Islam ?

Sains Pengobatan

Muslim katanya membangun farmasi pertama dan merupakan yang pertama yang menuntut standar pengetahuan dan kompetensi dari dokter dan ahli farmasi lewat ujian ketat.

Pada jaman kalifah Abbasid kelima, Harun al Rashid (763-809), rumah sakit pertama didirikan di Bagdad. Namun bukannya Muslim,
tetapi seorang dokter dan ahli riset dari Belgia, Andreas Vesalius (1514-1564) yang membuka jalan bagi kemajuan dalam dunia medis dng menerbitkan deskripsi akurat organ internal manusia dalam bukunya, De Humani Forporis Fabrica (Susunan tubuh Manusia) pada tahun 1543.

Kenapa ? Karena Vesalis mampu memotongi tubuh mayat sementara PRAKTEK INI DILARANG OLEH ISLAM. Apalagi, buku Vesalius penuh dengan gambar2 anatomi tubuh manusia, YANG JUGA DILARANG ISLAM.

Matematika

Ceritanya disini juga sama !

Abu Jafar Muhamad ibn Musa al-Khwarizmi (780-850) dikenal sbg pionir matematika yang menerjemahkan prinsip2 Aljabar dari bahasa Arab, memperkenalkan Eropa kepada matematika. Namun sebenarnya, prinsip2 yang digunakannya sudah ada ratusan tahun sebelum ia lahir, termasuk angka 0. Bahkan sekarang, apa yang kami kenal sebagai angka2 dlm bahasa Arab tidak lahir di Arab TETAPI DI INDIA DI JAMAN PRA-ISLAM. Bahkan di Arab Saudi sendiri angka2 ini tidak digunakan.

Memang Al-Khwarizmi sangat berpengaruh, karena kata2 aljabar dan algorithm diambil dari namanya. Karyanya membuka eksplorasi matematik dan sains di Eropa, tetapi MENGAPA TIDAK DALAM DUNIA ISLAM ???

Dengan rumusan matematika, Eropa mencapai kemajuan teknologi hebat. Ini karena Eropa memiliki tradisi intelektualitas panjang yang memungkinkan mereka melakukan inovasi, sementara dunia Islam M A N D E G.

Bahkan orang Eropa jago memanfaatkan karya2 Arab tsb, berbeda dengan orang2 Arab sendiri. Di abad ke 12, semua universitas Eropa mempelajari Aristotel, Avicenna dan Averroes, sementara karya2 mereka tidak diacuhkan dan bahkan tidak diajarkan sama sekali di madrasah2 –yang sampai sekarang hanya mengkonsentrasikan pelajaran pada Quran.

Jadi, mengapa dulunya filosofi tidak diajarkan pada madrasah²?

Ini gara²  seorang Sufi, Abu Hamid al-Ghazali (1058-1128). Walaupun ia seroang pemikir ternama, ia juga penentang pemikiran bebas yang pada umumnya membuat mandeg filosofi Islam dan pemikiran sains.

Dalam bukunya INCOHERENCE OF PHILOSOPHERS:

Ia menuduh Avicenna dan Al-Farabi menantang prinsip2 agama. Ia juga melemparkan pertanyaan retorik tentang para filsuf:

“Apakah anda mengatakan bahwa mereka adalah kafir dan bahwa pembunuhan terhadap mereka yang mempertahankan pemikiran filsafat ini adalah wajib ? Menyatakan mereka kafir penting karena 3 hal : ajaran mereka bahwa dunia eksis secara eksternal, bahwa Allah tidak mengetahui beberapa hal dan bahwa tidak ada kebangkitan kembali secara badaniah. Jadi, menurut prinisp2 ajaran Islam, PEMBUNUHAN MEREKA ADALAH WAJIB.”

Beginilah caranya mendukung tradisi filsafat yang sehat?

Averroes, menjawab Ghazali dalam bukunya INCOHERENCE OF THE INCOHERENCE dgn menyatakan bahwa para filsuf tidak perlu tunduk pada pakar agama. Namun akibat jeleknya sudah terasa. Jaman Keemasan Filsafat Islam (kalau memang pernah ada), hancur sudah.

Diseluruh dunia Islam berlaku asumsi bahwa Quran adalah buku sempurna dan tidak diperlukan buku lain lagi. Muslim tidak merasa memerlukan pengetahuan dari sumber lain–APALAGI DARI KAFIR.

Allah SWT Kill Science

Namun pukulan paling keras melawan sains dan filsafat dalam Islam
datang dari Quran sendiri. Quran menggambarkan Allah sebagai penguasa absolut. Berbeda dengan kaum Yahudi dan Kristen yang percaya bahwa Tuhan bersifat maha baik dan menciptakan dunia menurut hukum rasional yang terbuka bagi manusia untuk diselidiki, sehingga mendorong penyelidikan sains.

Ghazali menganggap bahwa adanya hukum2 alam selain hukum Allah adalah penghinaan terhadap Allah dan bantahan atas kuasa Allah. Untuk mengatakan bahwa alam semesta diciptakanNya menurut prinsip2 rasional merupakan pembatasan atas kekuasaanNya. KemauanNya-lah yang mengawasi kita semua, dan itu tidak bisa dijadikan bahan penyelidikan manusia.

Jadi sains modern berkembang di Kristen Eropa dan bukan dalam Darul Islam. Di dunia Islam, ALLAH malah sibuk mengKILLING SCIENCE.

Namun ada Juga Manfaat Islam

Penemuan kawasan dunia baru oleh orang Eropa yang mengakibatkan jaman Renaissance di Eropa.

Pada tahun 1492, Columbus menemukan Amerika secara kebetulan. Ia tadinya ingin berlayar ke Asia. Ia menyangka Amerika adalah India. Kenapa ia ingin mencari jalan ke Asia ? Karena jatuhnya kota Kristen Byzantine, Konstantinopel (Turki sekarang) di tangan Muslim pada tahun 1453 yang menutup jalur perdagangan Eropa ke Timur.

Ini merugikan pedagang-pedagang Eropa yang sampai saat itu berhasil berlayar ke Asia melalui selat Konstantinopel untuk mendapatkan rempah2. Oleh karena itulah Columbus berlayar ujntuk mencari jalur perdagangan baru sambil menghindari jalur perdagangan yang disabet Muslim2 di Turki ini.

Nah, aksi Muslim di Turki itu malah akhirnya membuka Amerika bagi Eropa !!

Juga dengan jatuhnya Konstantinopel, matinya kekuasaan Byzantine dan kebiadaban muslim di Turki ini mengakibatkan emigrasi kaum intelektual Yunani besar2an ke Eropa Barat sehingga universitas2 Eropa penuh dengan para pakar Plato, Aristotle dsb. Ini mengakibatkan luapan kekayaan filsafat dan literatur klasik di Eropa dan perkembangan intelektual dan budaya yang belum pernah disaksikan dunia (dan mugkin tidak akan pernah terulang lagi).

Mungkin inilah bentuk sumbangan muslim kepada dunia Barat. Tetapi lebih dari, itu seni Islam hanya terbatas pada kaligrafi, buku2 filsafat macam Ghazali dan musik Qasidah yang menyedihkan.

Download Faithfreedompedia versi offline (17.7MB):

Kosmologi Dalam Islam

Kosmologi Dalam Islam

sumber artikel : http://faithfreedom.frihost.net/wiki/Kosmologi_Dalam_Islam

Model alam semesta menurut Islam yang menyebutkan matahari terbenam di lautan lumpur hitam.
http://www.sullivan-county.com/x/koran_cos.htm
Didasarkan pada artikel dengan penambahan /pengurangan : Richard Carrier Cosmology and the Koran: A Response to Muslim Fundamentalists (2001)

Model alam semesta menurut Islam yang menyebutkan matahari terbenam di lautan lumpur hitam

Muslim Fundamentalist sangat senang mengklaim bahwa Quran secara ajaib mempredisksi penemuan-penemuan sains modern. Tapi yang sebenarnya ada beberapa fakta mengenai Quran:

Daftar isi
1 Tidak ada berita gaib dalam Quran
2 Prediksi Kosmology Quran salah
3 Masalah 7 Lapis Langit
4 Bumi sebagai pusat alam semesta
5 Kutipan dari Talmud Tract Hagiga

1 Tidak ada berita gaib dalam Quran

Banyak bukti-bukti tentang ke ajaiban Quran kenyataannya dapat diperdebatkan, kerena pengetahuan yang dihadirkan sudah diketahui baik di Mediteranian dan Timur Tengah sejak berabad-abad sebelum Quran di tulis.

Karya-karya Yunani dikenal di dunia Arab dan Afrika Utara sejak seribu tahun sebelum Islam, dan Islam mulai menterjemahkan text-text Yunani ke bahasa Arab dalam satu abad penyerbuan militernya. Budaya Hellenis Yunani sejak lama tersebar dan mempengaruhi kepercayaan popular, bahkan di antara orang-orang yang buta huruf. Bahkan India sudah mengenal karya-karya astronomy pada abad pertama AD, dan secara parsial diterjemahkan ke bahasa kerajaan. Setiap orang yang kenal dengan sejarah penyerbuan Alexander Agung dan para penerusnya tahu bahwa orang-orang Yunani dan kebudayaan mereka dengan kuat berakar dan menyebar ke seluruh dunia kuno seperti Afganistan,Syria, Persia, Mesir bahkan Arab sendiri.

Quran sama sekali tidak menjelaskan cosmology modern, yang disebut Quran hanyalah teori bahwa alam semesta MELULU hanya terdiri dari langit dan bumi berikut aksesorisnya yaitu bintang-bintang dan rembulan. Quran sama sekali tidak menyebutkan bahwa bintang-bintang adalah matahari yang jumlahnya milyaran di alam semesta. Sains quran hanyalah representasi dari pandangan masyarakat kuno mengenai alam semesta.

Model kuno alam semesta menurut Homer dibawah ini, lebih cocok dengan pernyataan Quran yang menyebut alam semesta hanya terdiri dari langit dan bumi, dan kisah mengenai Dzul Qarnaen ke tempat matahari terbenam yang berupa lautan berlumpur hitam :

Quran 18:86
Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbenamnya matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata: “Hai Dzulqarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka”.

Juga pernyataan Quran mengenai 2 tempat terbit/tebenamnya matahari, cocok dengan konsep dunia kuno dari parallelogram Ephorus mengenai “summer setting/rising” dan “winter setting/rising”:

Quran 55:17
Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya.

2. Prediksi Kosmology Quran salah

Muslim menyetakan bahwa Quran menunjukkan alam semesta berasal dari ‘material seperti gas’ (Surah 41:11). Ini adalah contoh pola “bukti” yang biasa disodorkan. Tapi ide-ide mengenai alam semesta bermula sebagai sejenis ‘pusaran gas’, ada dimana-mana di seluruh ideology Persia dan Yunani. Maka pernyataan Quran mengenai hal yang sama , sama sekali tidak mengejutkan. Filsuf-filsuf Yunani memperkirakan banyak detail-detail sains secara benar. Mereka mengantisipasi atom, system tata surya, evolusi, hukum thermodynamic, siklus hujan, dan itu tidak membuat mereka menjadi juru ramal supernatural.

Al Quran gagal untuk mengatakan tentang gas-gas yang spesifik, atau ada lebih dari satu (helium and hydrogen), atau hal-hal ilmiah lainnya yang bersifat spesifik, seperti mengapa dan bagaimana alam semesta berasal atau berkembang, tidak sebut mengenai hukum matematik atau ikatan-ikatan atau konstanta fisika. Oleh kerena itu Quran sama sekali tidak membuat pernyataan sains.

Alam semesta tidak dimulai sebagai sebuah gas. Bila teori Big-Bang benar, alam semesta mulai sebelum berbagai jenis materi eksis—-ia mulai sebagai energy yang murni. Ia mengambil beberapa saat untuk terbentuknya berbagai materi, yang merupakan sebuah plasma bukan sebuah gas. Gas datang kemudian, sesudah plasma mendingin, dan gas-gas bukan satu-satunya, banyak massa energy pada saat itu, seperti sebelumnya, terdiri atas radiasi elektromagnetik –cahaya. Pada kenyataannya Quran gagal menyebutkan hal-hal itu atau menyebutkan berbagai informasi sains yang penting lainnya dengan tepat. Quran hanyalah membuat pernyataan metafisis samar-samar, dan itu bukan sains.

Sebenarnya ayat-ayat Quran itu tidak mengatakan “materi yang seperti gas.” Kata Arab yang digunakan adalah dukhan, “asap.” Ini di klaim sebagai analogy yang sempurna dari gas. Itu tidak benar. Asap dibuat dari abu, sebagian besar karbon, dan dihasilkan dari dari pembakaran (oksidasi), bukan pemadatan plasma. Asap tidak seperti hydrogen atau helium dipanaskan, maupun mengandung unsur-unsur massanya atau kandungan yang lain, bahkan tidak memiliki banyak kandungan umum dari sebuah gas. Dengan begitu ini adalah sebuah kata yang tidak tepat. Bahasa Arab tidak kekurangan perbendaharaan kata untuk dengan gampang mengatakan “udara panas” atau “gas panas mengembang di dalam ruang” atau apapun yang agak relevan dengan kebenaran. Sebagai ganti, penulis Quran malah memilih kata yang paling tidak akurat, “asap.” Bila engkau dapat mengubah arti sebuah kata sekehendak, dengan mengubah sebuah kata untuk “abu berbasis carbon” menjadi “ gas-gas dua asas,” maka engkau dapat mengubah arti kata-kata pada setiap buku manapun untuk membuktikan terori yang engkau inginkan.

Yang paling dipermasalahkan adalah kutipan yang dikutip di luar konteks, untuk menyembunyikan fakta bahwa seluruh bagian sesungguhnya dengan jelas dan bulat berkontradisksi dengan sains. Sains dalam Quran sepenuhnya salah, dan ini membuktikan bahwa sains dalam Quran berasal dari budaya pra-modern sesuai dengan tempat dan waktunya. Kedua fakta ini membuktikan bahwa Quran tidak mengandung prediksi ilmiah dan hanya produk imajinasi manusia saja. Perhatikan kutipan di bawah ini :

QS 41 : 9-12

[9] Katakanlah: “Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa (atau hari) dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (Yang bersifat) demikian itulah Tuhan semesta alam”.

[10] Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni) nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya.

[11] Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”.

[12] Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

Berulang-ulang Quran menyatakan Allah menciptakan segala sesuatu dalam enam hari (dalam terjemahan al Islam diganti dengan enam masa), sama halnya dengan yang dikatakan Bibel PL, dan di sini 6 hari dipecah menjadi 3 bagian , disusun menurut urutan waktu. Meskipun dicoba untuk mereinterpretasi kata hari (dengan istilah masa) supaya sesuai dengan pengetahuan sains , kita kesampingkan itu dan fokus dengan apa yang tidak dapat di bantah : urutan penciptaan yang dengan jelas diberikan di atas terlihat berkontradiksi dengan fakta sains. Ayat 41: 9 menyatakan dengan pasti bahwa bumi di ciptakan dalam “dua hari (atau masa),” dan dua hari pertama ada dalam daftar. Ayat 41:10 menjelaskan dua hari berikutnya, menyelesaikan “empat hari “ yang pertama, dimana gunun-gunung dan tanaman di buat. Maka, kita melihat sebuah urutan sementara dengan jelas : kerena gunung-gunung dan tumbuhan tidak dapat dibuat sebelum bumi dibuat, oleh sebab itu ayat 41:10 mengikuti 41:9 dalam urutan waktu, maka ini hanya masuk akal untuk menyimpulkan bahwa 41:11 dan 41:12 meneruskan yang sebelumnya, yang , kerena satu langit tidak dapat dipisahkan menjadi 7 langit dan menghiasinya dengan bintang-bintang sebelum berbentuk sebagai asap.

Tetapi kemudian kita melihat pada ayat 41:11 menunjukkan konteks yang tidak dapat dibantah bahwa alam semesta eksis sebagai asap pada saat dimana bumi sudah eksis, kerena Alah “naik ke atas langit waktu masih berbentuk asap” dan berbicara kepadanya dan kepada bumi. Bumi eksis saat langit masih sebagai asap, atau kalimat ini tidak punya arti. Maka dapat disimpulkan bahwa Quran tidak mengatakan “ bahwa alam semesta berasal” dari asap, dan tentunya tidak ada teori sains yang mengatakan bahwa ketika alam semesta dalam keadaan berbentuk gas, pada saat yang bersamaan bumi sudah terbentuk ! Secara sains ini tidak mungkin : unsur-unsur yang membentuk bumi tidak eksis sampai gas-gas dipadatkan ke bintang-bintang, dan bintang-bintang meledak dan dipadatkan kembali melalui beberapa siklus, memunculkan unsur-unsur padat yang pada akhirnya memadat menjadi planet-planet mengelilingi bintang (matahari) yang baru.

Muslim biasanya mencoba menggunakan taktik untuk mengelabui dan memelintir bahasa melawan perasaan dan nalar, mengatakan bahwa kata yang diterjemakan sebagai “kemudian,” thumma, dalam ayat 41:11 dan 41:12 berarti “dan juga” atau “lagipula” sehingga tidak menunjukan urutan kejadian, maka ayat 41:9-12 hanyalah urutan waktu yang bersifat konsepsual . Tetapi argument ini salah, kerena thumma faktanya dapat berarti sebuah urutan waktu “kemudian,” dan sebagai mana kita lihat konteks membuat tidak ada tafsiran lain yang secara logis memadai. Namun di samping itu klaim bahwa alam semesta “dimulai” sebagai asap sama sekali tidak ada dalam Quran. Dengan mengabaikan sifat kronologis dalam ayat itu, muslim juga sebenarnya menolak klaimnya sendiri.

Penulis Quran hanyalah mengulangi urutan kejadian yang ada dalam Bibel. Variasinya cuman ada pada pemilihan waktu , Kejadian menyatakan bintang-bintang diciptakan pada hari yang ke 4, sedangkan Quran pada hari yang ke lima dan ke enam, dsb, tetapi kedua konsep itu jelas berhubungan. Lagipula, ayat 41:12 hanya mengulangi tahayul popular yang ditemukan pada dunia Yunani-Persia pada waktu itu yaitu: mithos 7 lapisan langit. Tentu saja “tujuh lapis langit” adalah pandangan yang keliru mengenai susunan tata surya bahkan menyiratkan geosentrisme, kerena “ ke tujuh lapis langit biasanya digambarkan dengan tujuh “planet” yang terluhat oleh mata telanjang, yaitu matahari, bulan, Mercury, Venus, Mars, Jupiter, dan Saturnus. Waktu itu orang belum mengetahui adanya planet Uranus, Neptunus, atau Pluto.

3 Masalah 7 Lapis Langit

Dalam Timaeus ( http://en.wikipedia.org/wiki/Timaeus_(dialogue) ) dan Republic ( http://en.wikipedia.org/wiki/Republic } Plato berpendapat bahwa langit terdiri dari 7 lapis (sphere) yang masing-masing diwakili dengan 7 planet yang kelihatan :

Yang Ilahi.
Bintang tetap (tidak bergerak)
7. Saturn
6. Jupiter
5. Mars
4. Mercury
3. Venus
2. Matahari
1. Bulan

4 Bumi sebagai pusat alam semesta

Dan pada bagian lapis ke 8 tempatnya bintang-bintang tetap atau fixed stars. Di atasnya tempat bersemayamnya Tuhan. Konsep Plato ini mempengaruhi pemikiran Yahudi, tapi Yahudi yang menganggap angka 7 adalah angka keramat lebih memilih 7 lapis langit dan menempatkan bintang-bintang pada bagian lapisan yang paling bawah atau rakia. Yahudi tetap setia kepada Bibel yang mengatakan bahwa diluar alam semesta adalah air, dan dibawah bumi adalah alam kubur, maka lahirlah konsep cosmology Yahudi yang mengatakan bahwa langit terdiri dari 7 lapis dan dilapisan paling atas adalah air dan diatasnya lagi adalah tahta Ilahi.

Kutipan dari Talmud Tract Hagiga

http://www.sacred-texts.com/jud/t03/hgg03.htm

Resh Lakish berkata, mereka (langit) ada tujuh, yaitu : Vilon, Rakhia, Shchakim, Zbul, Maon, Makhon, Araboth. Vilon tidak ada kegunaan apapun selain ini , ia muncul di pagi hari dan pergi di petang hari, dan memperbaharui setiap hari karya penciptaan. Rakia adalah yang tempat kedudukan matahari dan bulan, bintang-bintang dan gugus bintang. Shchakim adalah tempat baru gerinda berdiri dan menggerinda manna (makanan surgawi) untuk orang-orang kudus. Zbul adalah tempat dimana Jerusalem Surgawai dan Kuil, altar dibangun di sana, dan malaikat Michael pangeran agung berdiri dan mempersembahkan di atasnya suatu persembahan. Maon adalah tempat kelompok malaikat-malaikat yang melayani Allah, yang melantunkan nyanyian Nya di malam hari dan diam di siang hari demi kemuliaan Israel…… Makhon adalah tempat d perbendaharaan salju,………………………………………………………. Araboth (langit ke 7) adalah dimana kebajikan dan penghakiman dan rahmat, harta-harta karun kehidupan dan damai dan berkat, dan jiwa-jiwa orang kudus dan jiwa-jiwa yang akan diciptakan……………malaikat-malaikat yang melayani…………. tahta kemuliaan, dan sang Raja, Tuhan yang Hidup, tinggi dan ditinggikan, duduk diatas mereka di antara awan-awan, dan kegelapan dan awan dan kegelapan pekat mengelilinginya [/b].

Konsep cosmology Yahudi itu sama dengan konsep cosmology Quran.

QS 42 :12 Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

Abu Dawud, Book 40, Number 470

Diriwayatkan Al Abbas ibn AbdulMuttalib:
Aku duduk di al Batha dengan para sahabat, dan diantaranya adalah Rasul Allah sendiri yang sedang duduk, ketika awan lewat di atas mereka, Rasul melihat ke atas dan berkata : ‘Kamu sebut apa ini ?’ Mereka berkata :’ Sahab’. Rasul berkata : ‘dan Munz ?’ Mereka berkata : ‘dan Muzn ‘. Rasul berkata :’. Dan anan ?’ Mereka berkata : ‘dan anan’. Abu dawud berkata : ‘saya tidak sungguh –sungguh yakin mengenai kata anan’. Rasul berkata :’ kamu tahu jarak antara langit dan bumi?’. Mereka menjawab :’kami tidak tahu’. Rasul kemudian berkata : ‘ Jarak antara mereka adalah 71, 72, atau 73 tahun (perjalanan onta). Langit yang di atasnya mempunyai jarak yang sama. Di atas surga ke 7 adalah lautan. Jarak antara permukaan dan dasarnya adalah sama seperti jarak antara satu lapis langit dengan lapis yang berikutnya. Kemuadian Allah yang disucikan dan di agungkan, ada di atasnya.

Sahih al Bukhari 4.414:

Diriwayatkan Imran bin Husain:
Dia (Rasulullah) berkata, “Pertama dari semuanya, tidak ada apapun kecuali Allah dan (kemudian di menciptakan tahtaNya) tahtaNya di atas air, dan dia menulis segala sesuatu dalam Al Kitab dan menciptakan Langit dan Bumi.”…………………………………..

Al Bukhari 4, no 429 (Isra Miraj)

Di riwayatkan oleh Malik bin Sasaa:

‘Kemudian kami naik ke langit ke 7 dan kembali pertanyaan dan jawaban yang sama diucapkan seperti pada langit yang sebelumnya. Di sini aku bertemu dan menyambut Abraham yang berkata,’Engkau disambut o anak dan seorang nabi.’ udian aku melihat Al-Bait-al-Ma’mur (Rumah Allah). Aku menanyakan Jibril mengenai ini dan dia berkata, ini adalah Al Bait-ul-Ma’mur dimana 70.000 malaikat mengerjakan shalat tiap hari.

Ritual Ibadah Haji Mengungkap Siapa Allah

Ritual Ibadah Haji Mengungkap Siapa Allah – Faithfreedompedia

Penjelasan tata cara dan maksud dari ibadah haji.

Sekilas tentang Sholat

Mendirikan sholat adalah rukun Islam kedua yg harus dijalani oleh setiap Muslim. Sholat adalah cara sembahyang agama bangsa Arab yang pada waktu melakukannya yaitu ruku dan sujud harus menghadap ke Ka’bah di Mekkah. Tata cara sembahyang agama bangsa Arab ini diambil dan ditirukan dari tata ibadah agama Kristen. Tata cara sembahyang ini oleh agama Kristen telah dilakukan sejak zaman para rasul yaitu pada abad pertama tahun Masehi sampai sekarang ini. Arah kiblat dari sembahyang agama Kristen ini adalah arah ke timur dan dilakukan dalam dua versi. Versi yang pertama adalah versi nabi Daniel di mana jumlah melakukan sholat per harinya adalah tiga kali sehari. Versi yang kedua adalah versi nabi Daud di mana jumlah melakukan sholat per harinya adalah tujuh kali sehari. Pada zaman sekarang tata cara sholat ini hanya dilakukan oleh jemaat gereja Kristen Orthodox yang telah melakukannya sejak abad pertama tahun Masehi hingga sekarang ini. Dengan demikian rukun Islam yang kedua ini mengandung unsur-unsur peniruan terhadap ritual beribadah agama Kristen.

Pada mulanya kiblat sholat adalah Baitul Maqdis di Yerusalem, tetapi setelah Muhammad merasa kedudukannya makin kuat dan atas pertimbangan politis maka arah kiblat dipindahkan dari arah ke Baitul Maqdis di Yerusalem menjadi ke arah yang baru yaitu arah Masjidil Haram di Mekkah sebagaimana yang disebutkan dalam surat Al-Baqarah ayat 142 dan Hadits Shahih Bukhari no. 240:

Orang-orang yang b odoh di antara manusia akan berkata: “Apakah gerangan (sebabnya) mereka (orang Islam) beralih dari kiblat mereka semula (dari Baitul Maqdis ke Masjidil Haram?) Katakanlah: Timur dan Barat kepunyaan Allah. Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendakiNya ke jalan yang lurus. (QS 2:142)

Dari surat Al-Baqarah ayat 142 itu timbul pertanyaan, “Mengapa sholat agama bangsa Arab harus menghadap ke arah Ka’bah di Mekkah?” Karena Ka’bah adalah tempat tinggal Allah, yaitu rumah Allah sebagaimana yang disebut dalam Surat Al Hajj (QS 2) ayat 26:

“Dan (ingatlah) ketika Kami tempatkan Ibrahim pada tempa Baitullah (dengan firman): Janganlah engkau menyekutukan Aku dengan sesuatu, dan sucikanlah rumahKu (Ka’bah) untuk orang-orang yang tinggal (itikaf) dan orang-orang yang ruku dan sujud (sholat)”. (QS 22:26)

Pada awalnya Ka’bah di Mekkah ini adalah lokasi pusat penyembahan 360 patung-patung berhala (Hadits Shahih Bukhari no. 1187). Tetapi sejak Muhammad menyiarkan agama Islam yang merubah agama bangsa Arab dari agama yang menyembah banyak Tuhan dengan 360 patung-patung berhala (politeisme) menjadi agama yang hanya menyembah satu Tuhan saja, maka seluruh patung-patung berhala disingkirkan, kecuali ditinggalkan hanya sebuah patung berhala yaitu batu hitam Hajar Aswad yang diletakkan di sudut Ka’bah.

Pada waktu penataan kembali Ka’bah (akibat banjir) dan penentuan di mana Hajar Aswad akan ditempatkan kembali, maka timbul perselisihan di antara pemuka-pemuka suku Quraisy, karena masing-masing pemuka suku merasa berhak untuk menentukan di mana tempat Hajar Aswad ditempatkan kembali. Akhirnya disepakati oleh mereka bahwa yang akan menjadi hakim dalam penempatan kembali batu hitam Hajar Aswad adalah orang yang pertama datang ke Ka’bah.

Ternyata orang yang datang pertama adalah Muhammad (waktu itu Muhammad berusia lebih kurang 35 tahun dan belum menjadi nabi) dan semua pemuka Quraisy menyetujui bahwa Muhammad-lah yang akan menentukan lokasi di mana Hajar Aswad akan diletakkan. Agar semua pemuka-pemuka suku Quraisy terlibat dalam penentuan tempat Hajar Aswad tersebut, maka Muhammad mengambil sehelai kain lalu dihamparkannya dan Hajar Aswad diletakkan di tengah-tengah kain tersebut. Kemudian Muhammad menyuruh agar setiap pemuka suku Quraisy bersama-sama mengangkat tepi kain tersebut ke tempat asal Hajar Aswad ditempatkan. Ketika sampai ke tempatnya, maka Muhammad meletakkan batu hitam Hajar Aswad tersebut dengan tangannya sendiri ke tempatnya. Dengan demikian selesailah persengketaan antara pemuka-pemuka Quraisy. Dan oleh peristiwa itu Muhammad diberi gelar Al-Amin, yaitu yang dipercaya.

Dengan begitu dari riwayat tersebut, Hajar Aswad inilah yang didewakan serta disembah dan diletakkan di Ka’bah sebagai tempat tinggal atau rumahnya Allah, dan setiap pengikut agama bangsa Arab yang melakukan sholat haruslah menghadap ke arah Ka’bah di mana Hajar Aswad tersebut ada.

Upacara Ibadah Haji sebagai Ibadah Menyembah Berhala

Melakukan upacara ibadah haji telah dilakukan oleh bangsa Arab jauh sebelum Muhammad lahir. Dengan demikian upacara ibadah haji ini bukanlah merupakan ibadah agama yang baru dilaksanakan sejak agama bangsa Arab disiarkan oleh Muhammad. Oleh sebab itu upacara ibadah haji yang sekarang ini hanya merupakan kelanjutan dari upacara ibadah haji bangsa Arab yang sejak dahulu kala dilaksanakan jauh sebelum Muhammad lahir dalam rangka bangsa Arab menyembah kelompok berhala yang berada di Ka’bah Mekkah yang berjumlah 360 patung berhala (Hadits Shahih Bukhari no. 1187).

Pada waktu itu Ka’bah di Mekkah telah merupakan pusat penyembahan berhala antara lain adalah Hajar Aswad, Laata, Manaata, Uzza dan lain-lain. Menurut Hadits Shahih Bukhari no. 843, pada waktu itu bangsa Arab melakukan upacara ibadah haji dalam rangka penyembahan kelompok berhala yang 360 jumlahnya dengan cara melakukan thawaf, yaitu berjalan mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali dalam keadaan telanjang bulat tanpa busana sambil bertepuk tangan.

“Dari Abu Hurairah r.a. katanya: Abu Bakar Siddik ditugaskan oleh Rasulullah SAW sebelum haji wada untuk memimpin satu kaum pada hari Nahar melakukan haji, kemudian memberitahukan kepada orang banyak, suatu pemberitahuan: Ketahuilah! Sesudah tahun ini orang-orang Musyrik tidak boleh lagi haji dan tidak boleh thawaf di Ka’bah dalam keadaan telanjang. Sebelum Islam, orang-orang musyrik Arab telah melakukan juga pekerjaan haji menurut cara mereka sendiri. Antara lain ialah thawaf di Ka’bah dalam keadaan telanjang bulat sambil bertepuk tangan.” (Hadits Shahih Bukhari no. 843)

Sejak Muhammad menyiarkan agama Islam maka bangsa Arab yang melakukan upacara ibadah haji tidak boleh lagi telanjang bulat tetapi seluruh anggota badan harus ditutupi dengan kain putih (ihram) dengan catatan tidak boleh memakai baju dalam dan celana dalam dan tidak boleh bertepuk tangan.

Pakaian ihram ialah menutup tubuh dengan dua helai kain putih yang tidak dijahit, di mana sehelai diselubungkan di sekeliling bahu dan yang sehelai lagi diselubungkan di sekeliling pinggang. Sedangkan kepala, kedua belah tangan dan kaki tidak boleh tertutup.

Menurut Surat Ali Imraan ayat 97 setiap orang yang mampu harus melakukan upacara ibadah haji sebagai kewajiban penyembahan kepada Allah. Melakukan upacara ibadah haji berarti harus datang ke tempat Ka’bah di Mekkah untuk menyembah Allah secara langsung.

Padanya ada tanda-tanda yang nyata (di antaranya) maqam Ibrahim dan barang siapa memasukinya, maka amanlah dia. Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia karena Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke sana. Dan barangsiapa yang ingkar (terhadap kewajiban haji), maka bahwasanya Allah Maha Kaya dari semesta alam. (QS 3:97)

Walaupun dikatakan dalam surat Ali Imraan ayat 97 bahwa melakukan upacara ibadah haji hanya bagi orang-orang yang mampu saja, yaitu orang-orang yang kaya saja dan bukan untuk orang-orang yang miskin, tetapi karena menurut Hadits Imam At-Turmudzi yang menyatakan bahwa Mekkah adalah kota dengan 100.000 kebaikan yang memberikan beratus-ratus ribu pahala, maka orang miskin pun berlomba-lomba mencari uang untuk biaya melakukan upacara ibadah haji dengan cara menjual harta benda mereka yang terbatas itu secara habis-habisan.

Kebaikan dan pahala yang akan diperoleh jika mengunjungi Mekkah menurut Hadits Imam At-Turmudzi adalah sebagai berikut:

  1. Mekkah adalah kota dengan 100.000 kebaikan.
  2. Orang yang sekali saja sholat di Mekkah akan mendapatkan pahala yang sama seperti 100.000 sholat.
  3. Orang yang berpuasa sehari saja di Mekkah akan mendapat pahala sama dengan 100.000 hari puasa.
  4. Orang yang memberi sedekah satu dirham di Mekkah akan memperoleh pahala dari Allah sebanyak 100.000 dirham sedekah.
  5. Orang yang membaca Alquran tamat satu kali (satu khatam) di Mekkah akan mendapat pahala sama dengan membaca Quran 100.000 khatam Quran.
  6. Orang yang membaca satu kali tasbih di Mekkah akan mendapat pahala sama dengan membaca 100.000 tasbih.

Hadits Imam At-Turmudzi:

“Ibnu Abbas mewariskan bahwa Rasulullah bersabda yang maksudnya: Tidak suatu negeri di permukaan bumi ini yang diangkat Allah padanya satu kebaikan dengan 100.000 kebaikan, kecuali Mekkah. Barangsiapa sholat sekali di Mekkah niscaya dikaruniai Allah pahala 100.000 sholat.
Barangsiapa bersedekah satu dirham di Mekkah, niscaya dituliskan Allah baginya pahala 100.000 dirham sedekah.
Barangsiapa berpuasa sehari di Mekkah, niscaya dituliskan Allah baginya pahala 100.000 hari puasa.
Barangsiapa membaca satu khatam Quran di Mekkah, niscaya dituliskan Allah baginya pahala membaca 100.000 khatam Quran.
Barangsiapa membaca satu kali tasbih di Mekkah, niscaya dituliskan Allah baginya pahala membaca 100.000 tasbih.
Satu hari beribadah di tanah haram itu lebih diharap dan lebih baik bagimu daripada berpuasa sepanjang masa dan beramal ibadah yang kamu kerjakan di tempat lain.”

Di samping Hadits Imam At-Turmudzi ini yang begitu memikat dan mendorong setiap pengikut agama bangsa Arab untuk datang ke Mekkah, terdapat pula Hadits lainnya yaitu Hadits riwayat Ibnu Majah yang mengatakan bahwa jika umat Islam berdoa sambil melihat Ka’bah, maka doa tersebut akan dikabulkan Allah.

Rasulullah SAW bersabda: Dibukakan pintu langit dan diperkenankan doa orang muslim ketika melihat Ka’bah. (Hadits riwayat Ibnu Majah)

Semua hal-hal yang dinyatakan dalam hadits tersebut di atas jelas-jelas telah memberhalakan kota Mekkah dengan Ka’bahnya.

Lalu selanjutnya, sebagaimana diketahui bahwa ajaran agama bangsa Arab ialah mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya, sehingga ibadah apapun yang mereka laksanakan adalah dalam rangka cari pahala.

Oleh sebab itulah dalam kenyataannya orang berlomba-lomba mencari uang untuk biaya melakukan upacara ibadah haji. Walaupun di dalam Alquran ditentukan bahwa melakukan upacara ibadah haji hanya bagi orang yang mampu saja atau hanya bagi orang-orang terbilang kaya saja, tetapi karena pahala yang dijanjikan begitu besar jumlahnya, yaitu beratus ribu dan jika tinggal di Mekkah sekurang-kurangnya satu minggu akan mendapat pahala berjuta-juta kali, maka tidak heranlah jika orang-orang miskin yang tidak mampu pun berlomba-lomba mencari uang untuk biaya melaksanakan upacara ibadah haji ini.

Untuk mencari dana atau uang untuk biaya ibadah haji ini orang tidak segan-segan menjual seluruh harta bendanya yang jumlahnya sudah terbatas. Bahkan ada orang sampai melakukan penipuan demi memperoleh uang untuk biaya melakukan upacara ibadah haji tersebut. Ada sementara orang bahkan mencuri atau berkorupsi agar memperoleh uang untuk biaya upacara ibadah haji. Mereka sampai berani mencuri atau berkorupsi karena menurut Hadits Shahih Bukhari no. 647 yang menyatakan bahwa walaupun mereka mencuri dan berzinah, maka mereka tetap akan masuk surga, asalkan tidak syirik.

Abu Dzar mengatakan, bahwa Rasulullah SAW bersabda: Seorang datang kepadaku dari Tuhanku membawa berita: “Sesungguhnya barang siapa di antara umatku yang mati, sedangkan dia tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu apapun, orang itu masuk surga.” Aku bertanya: Sekalipun orang itu berzinah dan mencuri? Jawab nabi: “Ya sekalipun dia berzinah dan mencuri.” (Hadits Shahih Bukhari no. 647)

Pada lazimnya upacara ibadah haji memakan waktu sekitar enam hari lamanya, yaitu mulai tanggal 8 Dzulhijjah sampai dengan tanggal 13 Dzulhijjah (Hadits Shahih Muslim no. 1241).

Hal yang dilakukan di dalam upacara ibadah haji adalah:

  1. Harus berpakaian ihram.
  2. Datang ke Masjidil Haram di Mekkah dan langsung menuju ke sudut Ka’bah di mana batu hitam Hajar Aswad berada untuk memulai thawaf qudum (selamat datang). Thawaf qudum dilaksanakan dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali.
  3. Melakukan Sa’i, yaitu melakukan perjalanan kaki dari bukit Marwah ke bukit Shafa yang berada dalam lingkungan Masjidil Haram sebanyak 7 kali.
  4. Kemudian pergi ke padang Arafah melakukan wukuf yaitu berada di padang Arafah mulai jam 12.00 siang sampai matahari terbenam. Selama berada dalam keadaan wukuf diwajibkan memikirkan perkara-perkara rohani dan membaca ayat-ayat Alquran. Di padang Arafah terdapat bukit Jabal Al Rahmat untuk dikunjungi.
  5. Upacara ibadah berikutnya adalah berjalan ke Musdalifa untuk tinggal sepanjang malam, kemudian paginya pergi ke Mina untuk melakukan upacara melontarkan jumrah, yaitu melontarkan batu kerikil kepada si Iblis sebanyak 7 kali. Ada 3 jumrah, yaitu: jumrah ula, jumrah wustha, jumrah aqabah. Dengan demikian upacara melontarkan batu kerikil kepada si Iblis adalah sebanyak 7×3 = 21 kali. Dalam hubungan ini pemerintah Saudi Arabia telah menyediakan sejumlah besar batu-batu kerikil untuk melontari Iblis. Batu-batu kerikil ini disediakan untuk para calon jemaah haji yang akan melakukan upacara melontari Iblis dengan batu kerikil. Batu-batu kerikil ini diletakkan di tempat-tempat yang menuju ke jumrah ula, wustha dan aqabah. Walaupun telah disediakan batu-batu kerikil secukupnya untuk melontari iblis-iblis tersebut, tetapi banyak juga dari jemaah haji yang melontarkan batu-batu dengan ukuran yang besar sehingga batu-batu tersebut sering mengenai dan melukai kepala orang-orang yang berada di muka di dekat jumrah-jumrah tersebut, terutama di jumrah aqabah. Sementara itu pada tanggal 10 Dzulhijjah dilakukan penyembelihan hewan untuk kurban. Hewan yang dikurbankan pada umumnya adalah kambing, domba, sapi, unta. Selain dari pada itu diadakan upacara mencukur rambut atau menggunting rambut saja.
  6. Kemudian kembali ke Masjidil Haram di Mekkah untuk melakukan thawaf wada dan Sa’i antara bukit Shafa dan Marwa. Thawaf wada sebagai thawaf selamat tinggal (Hadits Shahih Muslim no. 1261 dan no. 1262).

Sebelum dilakukan thawaf qudum maka pelaksana upacara ibadah haji harus membaca doa talbiyah yang berbunyi sebagai berikut:

Labbaik alaahumma labbaik
Labbaika laa Syarikalaka labaik
Innal hamda wan nimata laka walmulk
Laa Syaariika laka 3 x.

Artinya:

Aku penuhi panggilanMu ya Allah, aku penuhi panggilanMu, tiada sekutu bagiMu. Aku penuhi panggilanMu. Sesungguhnya segala puji dan nikmat serta kerajaan hanya untukMu, tiada sekutu bagiMu.

Dengan demikian pada waktu pelaksana upacara ibadah haji memasuki Masjidil Haram maka ia harus langsung menuju ke sudut Ka’bah di mana batu hitam Hajar Aswad ditempatkan sambil membaca doa talbiyah tersebut di atas.

Kemudian setelah sampai di muka batu hitam Hajar Aswad lalu membungkuk dan menyembah sambil mencium batu hitam tersebut. Setelah mencium batu tersebut barulah ia dapat melakukan thawaf qudum (thawaf selamat datang) berjalan keliling Ka’bah sebanyak 7 kali.

Pada waktu jalan berkeliling Ka’bah sebanyak 7 kali, maka setiap kali melewati batu hitam Hajar Aswad tersebut, haruslah batu hitam itu dicium atau kalau tidak mungkin, maka disentuh atau kalau juga tidak mungkin disentuh karena banyaknya orang, haruslah mengangkat tangan ke arah batu hitam itu sambil mengucapkan Allahu Akbar yang berarti Allah Maha Besar. Hal ini semuanya diungkapkan dalam hadits-hadits sebagai berikut:

“Dari Nafi r.a. katanya: Ketika Ibnu Umar telah dapat masuk ke tanah Haram, dia berhenti membaca talbiyah dan ia bermalam di Zu Thaa. Waktu melewati perbatasan tanah Haram berhenti membaca talbiyah. Dan setelah memasuki tanah Haram dibaca kembali.” (Hadits Shahih Bukhari no. 818)

“Dari Jabir bin Abdullah r.a. katanya: Tatkala Rasulullah SAW tiba di Mekkah, mula-mula beliau datangi Hajar Aswad lalu beliau cium, kemudian beliau berjalan ke kanan lalu berlari-lari kecil tiga kali putaran dan berjalan kaki empat kali putaran.” (Hadits Shahih Muslim no. 1190)

“Dari Ibnu Umar r.a. katanya: Tidak pernah saya tidak menyentuh kedua sudut ini, baik dalam keadaan sulit maupun dalam keadaan lapang, semenjak saya melihat nabi saw menyentuh kedua-duanya.” (Hadits Shahih Bukhari no. 835)

“Dari Ibnu Abbas r.a. katanya: Nabi SAW pernah thawaf di Ka’bah dengan mengendarai unta. Setiap beliau melewati satu sudut, beliau memberi isyarat ke arah sudut itu dengan apa saja yang ada di tangan beliau sambil mengucapkan Allahu Akbar (Allah Maha Besar).” (Hadits Shahih Bukhari no. 838)

Dari uraian di atas dapat dilihat dengan jelas bahwa batu hitam yang bernama Hajar Aswad yang terletak di salah satu sudut Ka’bah sangat didewa-dewakan dan dianggap sebagai Allah yang Maha Besar (Allahu Akbar).

Oleh sebab itulah setiap pengikut agama bangsa Arab harus sujud dan menyembahnya pada setiap kali melakukan sholat. Ka’bah di mana Hajar Aswad ditempatkan dianggap sangat suci sekali sehingga orang yang berada di sekitar Ka’bah dilarang menghadap atau membelakangi Ka’bah pada waktu buang air atau hajat besar di ruangan terbuka seperti tanah lapang atau padang pasir.

Setiap pengikut agama bangsa Arab yang akan melakukan sholat di mana pun dia berada harus menghadapkan dirinya ke arah Hajar Aswad yang ditempatkan di sudut Ka’bah atau berkiblat ke Mekkah, karena Ka’bah ada di dalam kota Mekkah dan Ka’bah itulah tempat tinggal atau rumah Allah atau tempatnya Hajar Aswad.

Jika kita perhatikan dalam Alquran Surat Al-Faatihah ayat 1, yaitu Basmalah yang menyatakan bahwa Allah ialah zat atau benda wujud (materi) yang maha suci yang disembah dengan sebenarnya, maka benda yang dimaksud adalah benda batu hitam Hajar Aswad yang oleh bangsa Arab disembah dan dipuja sejak jaman dahulu sebelum Islam disiarkan oleh Muhammad. Hanya pada waktu itu Hajar Aswad disembah dan dipuja bersama-sama dengan 359 berhala lainnya termasuk berhala-berhala perempuan Laata, Manaata dan Uzza. Pada waktu itu agama bangsa Arab sifatnya politeisme yaitu menyembah banyak Tuhan sampai jumlahnya 360 patung berhala yang didewakan sebagai Tuhan-tuhan.

Tetapi setelah agama bangsa Arab disiarkan oleh Muhammad maka 359 patung-patung berhala disingkirkan dari Ka’bah (Hadits Shahih Bukhari no. 832) kecuali Hajar Aswad yang tetap tinggal, karena agama bangsa Arab yang baru mengajarkan hanya menyembah satu Tuhan sehingga agama bangsa Arab yang bersifat politheisme dirubah menjadi monotheisme yaitu hanya menyembah satu Tuhan yang di dalam hal ini menyembah satu berhala batu hitam yang bernama Hajar Aswad.

Mendewa-dewakan dan menyembah batu hitam Hajar Aswad yang dilakukan oleh Muhammad ternyata membuat gusar pengikut Muhammad yang setia, yaitu Umar bin Khattab.

Umar bin Khattab yang telah mengimani rukun iman ketiga dari agama Islam yang percaya pada Taurat, Zabur dan Injil, mengetahui benar bahwa Allah yang menciptakan langit dan bumi adalah Allah yang hidup yang dapat memelihara dan melindungi.

Diapun mengetahui bahwa sebagian dari Taurat, Zabur dan Injil telah dimasukkan ke dalam Alquran antara lain di dalam Surat Ali-Imran (QS 3) ayat 150, surat Al-An Aam (QS 6) ayat 102, surat Asy-Syuura (QS 42) ayat 28, surat Al-Hasyr (QS 59) ayat 23.

Lain dari pada itu, juga Umar bin Khattab pun mengetahui bahwa Alquran adaah bagian dari Alkitab seperti disebutkan di dalam surat Az-Zukhruf (QS 43) ayat 4, dan surat Asy-Syuura (QS 26) ayat 196.

Oleh sebab itu pada prinsipnya Umar bin Khattab tidak mau sujud menyembah dan mencium batu hitam Hajar Aswad tersebut, karena dia mengetahui benar bahwa batu hitam itu tidak lain adalah benda mati yang tidak mungkin dapat menciptakan langit dan bumi apalagi sebagai pemelihara, penjaga dan penolong.

Tetapi karena Muhammad sendiri telah memberi contoh untuk menyembah batu hitam tersebut, maka sebagai pengikut yang setia kepada Muhammad, akhirnya tidak ada jalan lain bagi Umar bin Khattab untuk juga menyembah dan mencium batu tersebut walaupun dalam hatinya tetap tidak bisa menerima kenyataan ini sehingga dia bersungut-sungut pada waktu menyembah dan mencium batu hitam Hajar Aswad tersebut.

Hal ini dapat disaksikan dalam Hadits Shahih Bukhari maupun Hadits Shahih Muslim sebagaimana dinyatakan berikut ini:

Dari Umar r.a. katanya: Bahwasanya dia datang mendekati Hajar Aswad (batu hitam) lalu dia menciumnya katanya: “Sesungguhnya aku tahu bahwa engkau ini batu yang tidak memberi mudharat dan tidak pula memberi manfaat. Jikalau tidaklah karena saya melihat nabi saw mencium engkau, niscaya saya tidak akan menciummu pula.” (Hadits Shahih Bukhari no. 830)

Dari Salim r.a. katanya bapaknya menceritakan kepadanya bahwa Umar bin Khattab mencium Hajar Aswad, kemudian Umar berkata: “Ketahuilah, demi Allah! Aku tahu engkau hanya batu. Kalaulah aku tidak melihat Rasulullah SAW menciummu, aku tidak akan menciummu.” (Hadits Shahih Muslim no. 1222)

Pengetahuan tentang Allah yang benar, telah dipahami oleh Umar bin Khattab yaitu Allah yang harus disembah oleh bangsa Arab adalah Allah yang disebut dalam Alkitab yang telah dituangkan ke dalam Alquran melalui Surat Ali-Imraan (QS 3) ayat 45, yaitu Isa Almasih yang terkemuka dan yang paling tinggi kedudukannya di dunia dan akhirat yang lahir dari Roh Allah (Surat An-Nisaa ayat 171), yang merupakan firman Allah (Hadits Shahih Bukhari no. 1496), yang dapat menciptakan burung, di mana identik dengan penciptaan Allah akan manusia (Surat Al-Maidah ayat 110, Surat Ali-Imraan ayat 49), dan yang menghakimi setiap orang pada akhir zaman (Surat An-Nisaa ayat 159, Hadits Shahih Bukhari no. 1090, Muslim no. 127).

Oleh sebab itu pada waktu Umar bin Khattab mengucapkan doa talbiyah yaitu: “Aku penuhi panggilanMu ya Allah” sambil berjalan menuju batu hitam Hajar Aswad, kemudian setelah sampai di hadapan batu hitam tersebut, dia harus membungkuk menyembah dan mencium batu tersebut, timbullah dalam hatinya suatu pertentangan yang tidak ingin menyembah dan mencium batu tersebut sebagai tanda selamat datang sebelum melakukan thawaf qudum. Tetapi karena Muhammad telah memberi contoh sebelumnya bahwa batu hitam itu harus disembah dan dicium, maka Umar bin Khattab pun taat melaksanakannya sebagaimana dicontohkan oleh Muhammad walaupun hatinya sangat menentangnya.

Oleh sebab itu beliau terpaksa mencium dan menyembah batu hitam tersebut disertai dengan bersungut-sungut dan bersumpah.

Sesungguhnya pada saat itu Umar bin Khattab sadar bahwa apa yang dilakukannya adalah perbuatan syirik, karena dia telah percaya kepada Allah yang benar sesuai dengan disebutkan dalam Alkitab tetapi sekarang apa boleh buat, dia harus menunjukkan kesetiaannya kepada Muhammad dengan cara harus menyembah berhala pula.

Dia pun mengetahui bahwa Muhammad telah menurunkan Surat An-Nisaa (QS 4) ayat 117 dalam Alquran yang menyatakan bahwa penyembahan berhala adalah sama dengan menyembah setan. Oleh sebab itu Umar bin Khattab sadar bahwa apa yang dia lakukan yaitu menyembah dan mencium batu hitam Hajar Aswad dan mendewa-dewakannya sebenarnya dilarang, karena menimbulkan murka Allah.

“Yang mereka sembah selain dari Allah tidak lain hanyalah berhala perempuan dan tiadalah yang mereka sembah kecuali setan yang durhaka.” (QS 4:117)

Tentunya bukan Umar bin Khattab saja yang sadar akan penyembahan berhala batu hitam Hajar Aswad adalah tidak sesuai dengan ketentuan Taurat dan Injil yang sudah diterapkan dalam Alquran.

Pada umumnya bangsa Arab yang beragama Yahudi dan yang beragama Kristen yang pada waktu itu sudah ada dan hidup di Mekkah dan Madinah, juga tidak mau menyembah dan mencium batu hitam Hajar Aswad karena mereka tahu bahwa hal ini sangat bertentangan dengan ketentuan yang ada dalam Taurat agama Yahudi dan Injilnya agama Kristen.

Tetapi anehnya, orang-orang yang tidak mau menyembah dan mencium batu hitam Hajar Aswad tersebut oleh Muhammad justru dinyatakan sebagai orang Musyrik dan orang kafir.

Menurut Muhammad, orang-orang Musyrik ini harus dimusuhi dan diperangi sebagaimana yang tertera dalam Alquran sebagai berikut:

“Apabila habis bulan-bulan Haram, maka perangilah orang-orang Musyrik itu di mana kamu jumpai, dan tangkaplah mereka, kepunglah dan dudukilah setiap tempat pengintaian mereka. Jika mereka taubat, mendirikan sholat, dan menunaikan zakat, maka biarkanlah mereka pada jalannya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.” (QS 9:5)

Memang Muhammad telah berhasil mengubah agama bangsa Arab dari agama politheisme yang menyembah banyak Tuhan menjadi agama monotheisme yang menyembah hanya satu Tuhan saja. Muhammad pun telah berhasil memasukkan sebagian dari Taurat dan Injil ke dalam Alquran, bahkan Taurat dan Injil dianggap sebagai dasar dari Alquran. Tetapi Muhammad tidak berhasil merubah tradisi bangsa Arab yang sejak beribu-ribu tahun yang lalu menyembah berhala sampai zaman sekarang. Muhammad hanya berhasil mengurangi jumlah berhala yang disembah dari 360 buah berhala menjadi penyembahan kepada satu berhala saja.

Mengapa hal ini sampai terjadi demikian, padahal pada mulanya Muhammad memasukkan unsur-unsur Taurat dan Injil agar dapat menyembah Tuhan yang benar sesuai dengan apa yang ditulis dalam Taurat dan Injil? Hal ini terjadi karena sejak bayi, Muhammad telah diserahkan oleh kakeknya, Abdul Muthalib kepada batu hitam Hajar Aswad di kaki Ka’bah. Mungkin batu hitam Hajar Aswad ini mempunyai daya tarik yang luar biasa besarnya, sehingga walaupun pada mulanya secara resmi Muhammad bertekad menyembah Tuhan yang digambarkan Taurat dan Injil, tetapi akhirnya dalam kenyataannya hanya menyembah batu hitam Hajar Aswad tersebut.

Pengikut agama bangsa Arab selain Umar bin Khattab, menyadari tentang kekeliruan ini, oleh sebab itu kekeliruan ini mereka tutupi dengan cara bahwa setiap orang yang bukan pengikut agama bangsa Arab dilarang datang ke Ka’bah Mekkah, agar praktek penyembahan berhala ini tidak terlihat keluar dengan harapan kekeliruan ini tidak akan diketahui oleh umum.

Larangan ini khususnya ditujukan kepada pengikut-pengikut agama Yahudi dan agama Kristen, karena merekalah yang mengetahui Tuhan yang sebenarnya yang digambarkan dalam Taurat serta Injil dan yang telah diterapkan ke dalam Alquran.

Bangsa Arab yang pada waktu itu telah memeluk agama Yahudi dan yang memeluk agama Kristen pun tidak mau mengikuti ajaran baru dari Muhammad untuk menyembah dan mencium batu hitam Hajar Aswad itu.

Oleh sebab itulah Muhammad mengeluarkan ketentuan bagi pengikut agama Yahudi dan pengikut agama Kristen bahwa mereka termasuk orang-orang Musyrik yang tidak boleh masuk ke Masjidil Haram di mana Ka’bah berada di dalamnya.

Larangan ini tertuang dalam Alquran sebagai berikut:

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang Musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidil Haram sesudah tahun ini.” (QS 9:2)

Segala usaha telah dilakukan agar pengikut agama Yahudi dan pengikut agama Kristen tidak bisa memasuki tempat-tempat di mana upacara ibadah haji dilakukan, yaitu Mekkah dan sekitarnya agar praktek penyembahan berhala di Ka’bah tidak diketahui oleh orang luar.

Bahkan jika kita berkendaraan mobil menuju ke kota Mekkah, maka sebelum kita memasuki kota tersebut, akan kita lihat adanya tanda penunjuk jalan yang besar di persimpangan jalan yang membagi jalan menjadi dua jurusan yaitu satu arah untuk orang-orang Muslim yang dapat langsung memasuki kota Mekkah dan satu arah lagi bagi orang-orang yang bukan Muslim yang tidak diperkenankan masuk ke kota Mekkah dan harus kembali lagi atau pergi ke arah lain.

Larangan kepada orang-orang yang bukan Muslim ini sebenarnya ditujukan kepada orang-orang Arab atau bangsa lainnya yang beragama Yahudi atau yang beragama Kristen. Dengan demikian penganut agama Yahudi maupun penganut agama Kristen yang tentunya mempunyai pemikiran yang sama dengan pemikiran Umar bin Khattab sebagaimana yang disebut dalam Hadits Shahih Bukhari no. 830 dan Hadits Shahih Muslim no. 1222 tidak akan bisa melihat apa yang terjadi dalam upacara ibadah haji ini, sehingga orang luar tidak akan melihat adanya pertentangan antara ajaran Taurat dan Injil yang menyembah Allah yang benar di satu pihak, dan penyembahan berhala batu hitam Hajar Aswad di lain pihak, yang kedua-duanya tercakup dalam agama bangsa Arab tersebut.

Kesimpulan

Seandainya Muhammad pada waktu merubah agama bangsa Arab dari agama politheisme menjadi agama monotheisme dengan cara menyingkirkan seluruh patung berhala yang berada di Ka’bah yang jumlah 360 buah itu tanpa meninggalkan satu patung berhala pun, maka kekeliruan penyembahan kepada Allah pasti tidak akan terjadi.

Kalau memang demikian halnya maka bangsa Arab pasti akan menyembah Allah yang benar sebagaimana yang digambarkan dalam Taurat dan Injil yang dituangkan ke dalam Alquran.

Tetapi untuk rukun Islam yang kedua dan keempat, yaitu sholat menghadap berhala Hajar Aswad dan upacara ibadah haji ke Mekkah sama sekali tidak ada unsur Taurat dan Injil di dalamnya.

Agama bangsa Arab ini adalah satu-satunya agama di dunia yang walaupun bersifat monotheisme dan mengkaitkan Tauratnya agama Yahudi dan Injilnya agama Kristen ke dalam Alquran, tetapi tetap menyembah batu hitam di Ka’bah yang bernama Hajar Aswad. Sedangkan agama Hindu dan agama Budha adalah agama yang murni menyembah dewa-dewa dalam bentuk berhala-berhala tanpa melibatkan Tauratnya agama Yahudi dan Injilnya agama Kristen.

Dalam teorinya, agama bangsa Arab ini menyembah Allah yang benar sesuai Tauratnya agama Yahudi dan Injilnya agama Kristen yang telah dituangkan ke dalam Alquran, tetapi dalam prakteknya, karena adanya rukun Islam yang kedua dan kelima, maka ternyata yang disembah dan dicium adalah batu hitam Hajar Aswad yang berada di sudut Ka’bah, dan setiap pengikut agama bangsa Arab yang akan melakukan sholat, di manapun mereka berada, harus sujud menyembah ke arah Ka’bah tersebut.

Seyogianya, kekeliruan ini janganlah ditutup-tutupi, karena dengan ditutupnya atau disembunyikannya kekeliruan menyembah Allah tersebut, berarti ikut membantu pengikut agama bangsa Arab ini berjalan ke arah yang keliru. Memang di dalam Alquran surat Al-Araaf (QS 7) ayat 186 dikatakan bahwa “barangsiapa disesatkan Allah maka tidak ada baginya orang yang memberi petunjuk, dan Allah membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatannya”. Karena kita hidup di negara yang berasaskan Pancasila, maka jika diketahui ada orang berjalan ke arah yang keliru tanpa disadarinya dan sama sekali di luar pengetahuannya, maka wajib menasehati dan menuntun orang itu agar berjalan ke arah yang benar.

Pada kenyataannya, sebagian besar pengikut agama bangsa Arab tidak mengetahui dan tidak menyadari bahwa yang disembah dan dipuja bukanlah Allah yang digambarkan sebagaimana yang tertulis dalam Taurat dan Injil, melainkan pada hakikatnya yang mereka sembah adalah Batu Hitam Hajar Aswad.

Penyembahan pada batu Hajar Aswad baru disadari pada waktu pengikut agama bangsa Arab ini melakukan rukun Islam yang kelima, yaitu pergi ke Ka’bah di Mekkah di mana harus menyembah dan mencium batu hitam Hajar Aswad tersebut.

Pada saat mencium bahu hitam Hajar Aswad ini barulah orang tersadar bahwa yang dilakukan tidak lain adalah pekerjaan syirik, yaitu mempersekutukan Allah dengan batu hitam tersebut.

Bagi pengikut agama bangsa Arab yang belum melakukan rukun Islam yang kelima, yaitu melakukan upacara ibadah haji mungkin tidak akan mengetahui tentang praktek perbuatan syirik tersebut.

Download Faithfreedompedia versi offline (17.7MB):

Faithfreedompedia.zip

Hilal bin Sahar = Crescent Star = Dewa Bulan Sabit

Siapakah HILAL BIN SAHAR?

[Faithfreedom]

Untuk membahas topik ini kita harus membuka Injil Perjanjian Lama utk mengetahui apa kata tuhannya Yahudi. Mari kita mulai dengan membuka kitab Nevi’im

(Nabi-Nabi) Y’shayahu atau Yesaya 14:12 yang berbunyi:
Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Hilal bin Sahar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!

Heylel Bin Shahar

Di Alkitab Indonesia, nama Hilal bin Sahar ini disebut sebagai sang bintang Timur, putra Fajar. Dalam Alkitab bahasa Inggris disebut sebagai Lucifer. Hilal adalah kata Arab, Armaik, Ibrani yang berarti terang dan juga bulan sabit (crescent moon). Sedangkan Sahar berarti fajar atau bintang pagi. Dengan begitu, Hilal bin Sahar tidak lain adalah:

Silakan lihat keterangan tentang kata Ibrani hll (baca: Hilal) dari The Dictionary of Deities and Demons in the Bible, oleh Karel van der Toorn, Bob Becking, Pieter Willem van der Horst, terbit tahun 1999, Wm. B. Eerdmans Publishing, halaman 392.

Berkas:Hilalyl1.jpg

Penjelasan Heylel bin Shachar

Terjemahan paragraf dalam kotak merah:

Ekspresi Ibrani hêlèl ben-sãhar berarti ‘Yang Bercahaya, putra fajar.’ Kata Ibrani hêlèl berasal dari akar kata HLL, ‘menyinari’, dan berarti ‘Yang Bersinar Terang’, dan ini sudah jelas merupakan julukan dari sang Bintang Pagi, yakni Venus.

Asal usul kata Ibrani hêlèl sama artinya dengan kata Ugaratik (Kanaan) hll yang digunakan salam kalimat berikut: bnt hll snnt yang berarti: ‘putri2 dari Yang Cemerlang, menelan (atau mungkin “Mereka yang Bercahaya’)’ dan juga bnt hll b’l gml yang berarti: putri2 dari Yang Cemerlang, Sang Dewa Bulan Sabit, digunakan dalam kata Kathîratu (Ug. ktrt) yang adalah dayang dewi Nikkal (Dewi Kanaan).

Shahar juga muncul dalam mithologi Ugaritik/Kanaan sebagai satu dari pasangan dewa2 yakni Shahar dan Shalim, yang berarti ‘Fajar’ atau Bintang Pagi dan ‘Senja’. Tapi dalam bahasa Ibrani, Shahar juga berarti Bulan Sabit dan Hilal berarti bulan. Kata Shahar (bulan sabit) digunakan dlm Hakim2 8:21,26 dan juga Yesaya 3:18 –> ‘et- hasahroniym. Terjemahan bahasa Indonesianya adalah ‘bulan’ dan ini kurang tepat, karena seharusnya adalah ‘bulan sabit’ (crescent).

Juga dalam bahasa Arab, Hilal berarti Bulan Sabit. Juga jangan lupa bahwa al-Zahrah adalah nama Arab bagi Dewi Venus. Asal kata Zahrah ini adalah zhr yang berarti bercahaya, bersinar. Nama Al-Zahrah sudah jelas berhubungan dengan kata shr dan shahar.

ISRAEL KUNO DAN ISRAEL MODERN: SAMA-SAMA DIKELILINGI PARA PENYEMBAH DEWA BULAN

Rupanya Israel di jaman kuno, terutama jaman Raja Daud, dikelilingi oleh banyak sekali musuh. Semua nama musuh2 itu disebut Daud satu persatu (Mazmur 83: 7-11):
Edom, orang Ismaeli, Moab, Hajri, Jebal, Ammon, Amalek, Filistin, Tsur, Syampun, Midian, Sisera.

Berkas:Israelkunohq6.jpg

Peta Kuno Israel dikelilingi oleh negara penyembah bulan

Lihat peta Israel jaman kuno:

Sibuk banget tentunya Raja Daud dikepung kerajaan2 musuh yang haus darah orang Yahudi. Serupa keadaannya dengan saat ini di mana Israel juga dikepung negara2 Islam yang haus darah kafir Yahudi.

Negara2 Muslim ini juga punya cita2 yang sama seperti musuh2 Israel di jaman kuno:

Mazmur 83:5 Maka kata mereka itu: Marilah kita binasakan dia, supaya janganlah lagi ia suatu bangsa, dan supaya jangan ada lagi peringatan akan nama Israel itu.

Yah, begitulah. Semua Muslim di seluruh dunia, seperti kaum pemuja dewa bulan sabit jaman dulu, benci luarbiasa pada orang Yahudi, umat pilihan YHWH, dan ingin sekali melihat negara Israel hancur lebur agar tidak ada lagi yang bisa mengingat nama tersebut. Simak sebentar peta Israel jaman kini :

Berkas:Modernisraelgl1.jpg

Peta Israel Modern Yang dikelilingi oleh penyembah bulan & Sabit

Masih ingat apa lambang negara-negara Muslim pembenci Yahudi itu ?

Berkas:Islam-flags.jpg

Menara Babel

Deskripsi Menara Babel yang didirikan oleh penyembah Bulan

Dan mari kita tinjau sekali lagi, SIAPAKAH TUHAN MUSLIM ITU?

Sudah disinggung pada permulaan artikel ttg Yesaya 14:12.

Dialah si Hilal bin Sahar, sang Dewa Bulan yang telah lama muncul di bumi. Dia pertama kali muncul dengan nama Babel di kitab Kejadian 11. Di perikop tersebut dijelaskan bahwa orang-orang berkumpul di Babel menjadi satu bangsa dengan satu bahasa untuk mendirikan menara yang maha tinggi.

Tapi hal itu oleh YHWH, Tuhan bangsa Israel, Tuhannya Abraham, Yakub dan Ishaq. YHWH ternyata tidak suka jika manusia hanya punya satu bahasa, satu bangsa, satu negara. Usaha manusia ini dikacaukanNya dengan membuat mereka berbicara dalam banyak bahasa, sehingga saling tidak mengerti satu sama lain.

Makanya sekarang manusia seluruh dunia punya banyak sekali bahasa2 yang berbeda-beda. Variasi bahasa dan keragaman itulah yang memang jelas disukai oleh Tuhan Abraham, Yakub dan Ishaq. Tapi hal ini sama sekali tidak disukai Hilal bin Sahar alias Dewa Babel.Dia ingin manusia satu bahasa, satu bangsa, satu ideologi yang menyembah dirinya saja. Sekarang lihatlah Islam. Semua yang Muslim HARUS mempelajari adalah : SATU bahasa Islam, yakni bahasa Arab. Sampai2 menghafal Qur’an pun HARUS pakai bahasa Arab, tidak peduli mengerti atau kagak isinya. Tidak hanya itu, Muslim pun HARUS menyerap kepercayaan, budaya Arab, ideologi Arab, orientasi Arab, kiblat Arab, politik Arab, tradisi Arab,dan lain2 yg serba Arab. Negara2 Islam seperti Mesir, Yordania, Irak, Turki, Libia, Palestina, dll menggunakan satu bahasa yang sama yakni bahasa Arab. Penyeragaman seperti ini jelas merupakan usaha menentang keinginan YHWH. NAH, siapakah yang berani menentang sang El Shaddai kalau bukan biang SYAITAN itu sendiri?

Lambang Bulan Sabit dan Bintang dalam Tradisi Islam

Lanjutan dari : Hilal bin Sahar = Dewa Bulan Sabit

Nama BABEL pun muncul lagi kemudian dalam nama negara adikuasa Babilonia sekitar tahun 1700 SM. Kali ini si Babel benar-benar muncul dalam bentuk Dewa Bulan yang bernama Sin. Diperkirakan Raja Babilon yang pertama kali menyembah Dewa Bulan adalah Nabonidus (555-539 BC). Dia mendirikan kuil Dewa Bulan di Harran. Kalian tentunya pernah lihat gambar ini.:

Sejarah mengatakan bahwa Nabonidus pernah tinggal di oasis subur di Temâ, Arabia selama tujuh tahun. Tentunya saat itu pula dia menyebarkan kepercayaan menyembah Dewa Bulan di daerah Arabia. Taurat dan Tanakh beberapa kali menyebut anak2 perempuan Babilon. Yang dimaksud dengan anak2 perempuan Babilon itu adalah pecahan dari kepercayaan masyarakat Babilon.

Patung pria itu adalah Raja Babilon Nabonidus. Lihat lambang di sebelah kanannya yang adalah lambang Bulan Sabit dan Bintang.

Jadi penyembahan terhadap Dewa Bulan di Timur Tengah sudah berlangsung lama sekali sebelum jaman Islam. Konsep dan nama Dewanya bisa bermacam-macam, tapi yang disembah tetap sama yaitu Bulan di langit. Misalnya, dewa bulan di Simeria dan Babilon dikenal dengan nama Sin atau Nana. Nama dewa Bulan di Pantheon Minea adalah Wadd (Hitti, 2002, hal. 97–98 ). Nama dewa Bulan bagi masyarakat Sabean adalah Almaqah. Nama2 lain dari Allah adalah Ilu bagi orang2 Babylon dan Assyria, El bagi orang Kanaan, dan [[Ilah]] bagi orang Arab tengah (Walker, 2004, p. 420). Masyarakat Nabasia juga menyembah Allah, dan juga dua dewa lain yang lebih rendah derajatnya yakni [[ar-Rahman]] dan [[ar-Rahim]]. Baik ar-Rahman maupun ar-Rahim dipuja bersama sebagai lambang kehormatan dan kemuliaan. Herannya Qur’an juga menyebut kedua nama dewa Pagan ini, meskipun menganggap kedua nama ini milik Allah. Surat pertama Qur’an (Surat Fatihah) menyebutkan kedua nama itu. Juga Surat 19 (Sura Maryam) didominasi oleh nama-nama kedua dewa tersebut.

Dewa Bulan atau Allah Ta’ala

Di jaman pra-Islam, Dewa Bulan Hubal atau Allah Ta’ala adalah dewa tertinggi bagi masyarakat pagan Quraish. Allah Ta’ala versi Quraish beristri dan beranak Allat, Uzza dan Manat. Muhammad tidak suka akan konsep ini, karena dia dipengaruhi konsep satu tuhan dari agama2 Yahudi, Kristen, Hanif, Zoroastria, dll. Meskipun begitu, konsep satu tuhan yang dimengerti Muhammad sangat berbeda dengan konsep satu tuhan dalam agama Yudaisme dan Kristen. Keterangan tentang ini telah ditulis panjang lebar oleh Duladi.

Jika Dewa Bulan Quraish beranak beristri, maka Dewa Bulan punya Muhammad tidak suka beranak sebab tidak bisa/mau cari istri. Ingatlah Q 6:101. Jika dulu Dewa Bulan versi Quraish bertoleransi terhadap agama lain, Dewa Bulan versi Muhammad sangat anti agama lain. Rupanya si Hilal tidak suka dengan pandangan toleransi masyarakat Quraish terhadap agama lain, sehingga dia merasa perlu mengutus nabinya untuk bikin konsep agama Dewa Bulan baru yang lebih ganas, lebih memaksa, lebih keras terhadap umatnya sendiri, apalagi terhadap umat lain!!

Karena banyaknya nama2 Dewa Bulan di Jazirah Arabia, Muhammad perlu menambah gelar Dewa Bulan miliknya agar tidak tertukar dengan Dewa2 Bulan yang lain: Allah Subhanahu wa ta’ala (SWT).

Bukti-bukti Sejarah

Perlu diperhatikan bahwa lambang Islam selalu konsisten dengan nama dewanya, yakni Hilal bin Sahar, sang Bulan Sabit dan Bintang. Lambang Islam itu sudah lama dipakai sejak jaman Muhammad sampai detik ini. Ini bu

Baju perang prajurit Muslim di jaman Islam Persia. Helmnya jelas berbentuk lambang bulan sabit dan bintang, simbol Islam.

kti2nya:

Lihat simbol-simbol bulan bintang di mata uang kuno Arab di jaman Arab Sassania, tahun 686M, beberapa puluh tahun saja setelah Muhammad wafat di tahun 632 M. Lambang bulan bintang itu terus bermunculan di berbagai uang logam Islam sampai detik ini.
Juga perhatikan bentuk-bentuk perhiasan dari jaman Fatimid di Mesir dan juga Syria di abad ke-11 M. Tidak salah lagi bahwa itu adalah bentuk bulan sabit, lambang dewa Islam.
http://www.metmuseum.org/toah/ho/07/nfe/hob_30.95.37.htm
http://www.metmuseum.org/toah/ho/07/wae/hod_1979.278.2ab.htm

Simbol bulan bintang di mata uang kuno Arab.

Keping logam dari Kalifat Umayyah, tahun 760M. Jauh sebelum Islam menaklukkan Byzantium.

Juga lihat dipucuk kubah dan menara madrasah yang menempel di mesjid Al-Azhar, Kairo, Mesir. Lambang bulan sabit ternyata sudah lama digunakan Muslim, jauh sebelum Muslim menjajah Byzantium.

Contoh barang-barang kuno di atas itu jelas menunjukkan Islam memang berlambang bulan sabit dan bintang, jauh sebelum Islam menjajah Kekaisaran Kristen Byzantium. Para Muslim modern rupanya malu mengakui simbol agama mereka sama persis dengan simbol penyembah dewa Bulan, sehingga mereka mengarang cerita bahwa lambang bulan sabit dan bintang diambil dari simbol Byzantium tanpa bisa menunjukkan bukti autentik apapun. Hanya para penyembah dewa bulan saja yang memakai lambang bulan sabit sebagai simbol agamanya.

Illustrasi gambar mesjid dengan menaranya yang bersimbol bentuk bulan sabit dan bintang, simbol khas Islam.

Kilas Balik Arabia Sebelum Jaman Islam

Kilas Balik Arabia Sebelum Jaman Islam

Oleh H. L. Oberoi dan P. N. OakArabia itu adalah kata singkatan. Kata aslinya yang bahkan masih digunakan saat ini adalah Arbashtan. Asal katanya adalah Arvasthan. Seperti dalam bahasa Sanskrit, huruf “V” diganti jadi huruf “B”. Arva dalam bahasa Sanskrit berarti kuda. Arvasthan berarti tanah kuda, dan kita tahu bahwa Arabia memang terkenal akan kuda2nya.

Di abad ke 6 dan 7 Masehi, gelombang perubahan yang mengakibatkan perpisahan dengan masa lalu melanda Asia Barat. Semua hubungan dengan masa lalu diputuskan, gambar2 masa lalu dimusnahkan, naskah2 dihancurkan, pendidikan dihentikan, dan seluruh daerah Asia Barat terjun bebas menuju kebodohan yang berlangsung berabad-abad kemudian dan mungkin masih terus berlangsung sampai hari ini karena di negara2 Asia Baratlah perkembangan sains dan pendidikan modern terhenti.

Dikatakan bahwa almarhum Raja Saudi Arabia tidak bisa mengijinkan berdirinya stasiun radio di ibukota negara sendiri karena ditentang kelompok pemimpin agama. Dia lalu bersiasat. Dikumpulkannya para ulama dan dia lalu diam2 memasang radio yang melantunkan pelafalan Qur’an dari stasiun kecil. Para ulama senang, begitu kabarnya, mendengar kata2 Allah terdengar entah dari mana. Sang Raja lalu bertanya apa yang membuat mereka menentang alat yang menyiarkan firman Allah. Setelah itu para ulama setuju dan dibangunlah sebuah stasiun radio kecil.

Daftar isi

//

Encyclopaedia Britannica dan Encycløpaedia Islamia

Menurut Encyclopaedia Britannica dan Encycløpaedia Islamia, orang Arab pra-Islam tidak mencatat sejarah mereka. TAPI anehnya, mereka dengan yakin menyebut jaman itu sebagai jaman jahiliyah yang penuh nista dan kegelapan. Mungkin tiada satu pun negara di dunia yang terang2an menghapus sejarahnya sendiri selama 2.500 tahun dengan secara sistematis menghancurkan segala yang berhubungan dengan masa lalu. Mereka telah menghapus segala kenangan era sebelum Islam dalam benak mereka. Jika mereka memilih untuk jadi bodoh dan tidak tahu apa2 tentang masa lalu mereka, maka sungguh ironis bahwasanya mereka menuduh jaman sebelum Islam sebagai jaman bodoh dan tidak tahu apa2.

Untungnya, kita masih bisa menelusuri jaman pra-Islam di Arabia. Pepatah terkanal mengatakan bahwa tidak mungkin bisa menghilangkan segala bukti. Sejarah Arab pra-Islam adalah sejarah Ksatria India atas tanah tersebut, di mana masyarakat menganut cara hidup Veda.

Sebagai usaha menyusun kembali sejarah Arabia pra-Islam, kami mulai dengan nama negara itu sendiri. Telah diterangkan sebelumnya bahwa nama negara itu berasal dari bahasa Sanskrit. Pusat ibadah yakni Mekah juga berasal dari bahasa Sanskrit. Kata Makha dalam bahasa Sanskrit berarti api persembahan. Karena penyembahan terhadap Api Veda dilakukan di seluruh daerah Asia Barat di jaman pra-Islam, maka Makha berarti tempat yang memiliki kuil untuk menyembah api.

Ziarah tahunan yang merupakan hari raya ibadah besar di Makha atau Mekah telah berlangsung sejak jaman dahulu kala. Ibadah haji tahun yang dilakukan Muslim ke Mekah bukanlah penemuan baru tapi merupakan lanjutan dari ziarah kuno. Kenyataan ini tertulis di berbagai ensiklopedia.

Vikramaditya

Bukti menunjukkan bahwa seluruh Arabia dulu merupakan bagian kekaisaran Raja besar India Vikramaditya. Luasnya kekaisaran Vikramaditya merupakan salah satu alasan mengapa dia terkenal ke seluruh dunia. Hal ini pulalah yang menerangkan banyaknya hal2 yang menarik yang berhubungan dengan India di Arabia. Ada kemungkinan Vikramaditya sendirilah yang menamakan Jazirah ini dengan nama Arvashtan jika dia adalah raja India pertama yang berhasil mengalahkan dan mempengaruhi daerah tersebut.

Hal kedua yang menarik adalah adanya lingga Shiva atau simbol Mahadewa di Ka’bah di Mekah. Sebelum mengungkapkan banyak rincian tentang ibadah Veda kuno dan nama2 yang masih tercantum dalam ibadah Muslim di Mekah, mari kita lihat bukti yang ada bahwa Arabia dulu merupakan daerah kekuasaan Vikramaditya.

Anthologi Puisi Arab Kuno: SAYAR-UL-OKUL

Di Istanbul, Turki, terdapat perpustakaan terkenal yang bernama Makteb-e-Sultania yg memiliki koleksi literatur terbesar Asia Barat kuno. Dalam bagian bahasa Arab perpustakaan tsb terdapat sebuah antologi sajak2 Arab kuno. Antologi disusun dari karya sebelumnya pd th 1742M atas perintah penguasa Turki, Sultan Salim.

‘Halaman2′ volume tsb terbuat dari HAREER – semacam kain sutera yg khusus utk penulisan kata2. Setiap halaman memiliki pinggir2 yg dihiasi dgn tinta emas. Tradisi menghiasi halaman2 buku suci dgn hiasan tinta emas memang merupakan tradisi kuno Sansekerta yg juga ditemukan di PULAU JAWA.

Antologi itu dikenal sbg SAYAR-UL-OKUL dan terbagi dlm 3 bagian:

  1. detail2 biograpis dan komposisi2 syair2 Arab pra-Islam.
  2. kesaksian dan syair2 dari masa sejak jaman Muhamad sampai dgn akhir dinasti Bani Ummayyad.
  3. penyair2 pada jaman akhir Khalifat Harun-al-Rashid.

Catatan : “Bani” berarti “Vani” dan Ummayyad spt Krishnayyad merupakan nama2 Sansekerta.

Abu Amir Abdul Asamai, penyair terkenal di jaman Harun-al-Rashid megnumpulkan dan mengedit antologi tsb.

Edisi modern pertama antologi Sayar-ul-Okul dicetak dan diterbitkan di Berlin th 1864M. Edisi berikutnya terbit di Beirut, 1932. Karya ini adalah yg paling penting dan otoritatif mengenai syair2 Arab kuno. Ini menunjukkan kehidupan sosial, tradisi dan etika serta bentuk2 hiburan di jaman Arab kuno.

Buku ini juga mengandung deskripsi ttg kuil Mekah kuno, kota tsb dan ziarah tahunan yg dikenal sbg OKAJ. Ini saja sudah dapat meyakinkan pembaca bahwa ritual haji tahunan Muslim ke Kaabah hanya merupakan lanjutan dari praktek berhala tua dan bukan sebuah ciptaan baru.

Perayaan OKAJ bukan sebuah karnaval. Kesempatan ini merupakan sebuah forum bagi kaum intelektual dan elit utk membahas isu2 sosial,
religius, politikal, literatur dan aspek2 budaya Veda di Arabia jaman itu.

Sayar-ul-Okul menegaskan bahwa kesimpulan2 yg didapatkan pada diskusi2 itu dihormati diseluruh jazirah Arabia. Mekah, oleh karena itu, mengikuti tradisi Varanasi utk menyediakan tempat bagi diskusi2 penting bagi kaum terpelajar sementara rakyat umum berkumpul disana utk mencapai ketenangan spiritual. Kedua kuil utama saat itu adalah Varanasi di India dan Mekah di Arvasthan dan keduanya merupakan kuil Shiva temples. Bahkan sampai detik ini, obyek sentral yg dijadikan pusat perhatian baik di Mekah dan Varanasi adalah emblem2 Mahadeva kuno, yi BATU Shankara (Hajar e Aswad)yg disentuh dan dicium para peziarah Muslim di Kaabah.

Entry of non-Muslim Verboten
Image: Mecca-roadsign.jpg

Mecca-roadsign

Tanda larangan bagi non-Muslim utk memasuki Mekah ini mengingatkan kita akan hari2 kuil Kabah diserang dgn tujuan menjadikannya tempat hanya utk agama baru saja, Islam. Tujuannya adalah agar kota itu tidak direbut kembali oleh pemilik asalnya, kaum Hindu.

Para peziarah diminta mencukur rambut dan jenggot dan mengenakan kain putih bersih tidak bernoda dan tanpa jahitan, sebelum memasuki Mekah. Ini merupakan praktek Veda kuno.

Kuil utama di Mekah yg menyimpan emblem Shiva adalah kuil Kaabah yg diselimuti kain hitam. Tradisi ini berasal dari jaman ketika itu dirasakan penting utk menghalangi perenutan kembali Kaabah oleh kaum Hindu. Menurut encyclopaedias Britannica dan Islamia, Kaabah memiliki 360 patung dewa dewi. Menurut kesaksian, salah satu patung dari antara ke 360 yg dihancurkan itu, adalah patung Saturnus, dan satunya lagi adalah patung dewa bulan dan satu lagi adalah patung dewa yg disebut dgn ALLAH !

DI India, praktek puja Navagraha – atau praktek pemujaan 9 planet, dan sampai sekarang masih dipraktekkan. Dua dari ke9 planet tsb adalah Saturnus dan Bulan. Lagipula, bulan selalu diasosiasikan dgn Dewa Shankara. Lambang bulan sabit selalu digambarkan pada dahi lambang Shiva. Karena ketua para dewa di Kaabah adalah Dewa Shiva yi Shankara, bulan sabit itu juga digambarkan padanya. Itulah bulan sabit yg kini diadopsi sbg lambang religius Islam.

Sungai Gangga

Tradisi Hindu lain adalah di mana ada kuil Shiva maka di situ harus ada pula sumber air suci Gangga. Sesuai dengan tradisi ini, sebuah mata air juga terdapa di dekat Kasba. Airnya dianggap suci karena dianggap sebagai air Gangga sejak jaman sebelum Islam. Para peziarah Muslim mendatangi Ka’bah dan mengelilinginya sebanyak 7 kali. Kegiatan mengelilingi 7 kali tidak dilakukan di mesjid lainnya. Umat Hindu juga mengelilingi tempat2 ibadahnya. Ini merupakan bukti lain bahwa Ka’bah memang merupakan kuil Shiva di jaman sebelum Islam di mana cara ibadah Hindu berkeliling ternyata masih dijalankan dengan sangat seksama sampai sekarang.

Allah adalah kata Sansekerta. Dalam bahasa Sansekerta, nama Allah, Akka dan Amba merupakan sinonim. Kata2 ini berarti seorang dewi atau ibu. Kata Allah muncul dalam ucapan2 mantra Sansekerta untuk memuja dewi2 Durga, yakni Bhavani. Kata Islam Allah untuk Tuhan karenanya bukanlah hasil ciptaan sendiri, melainkan nama Sansekerta kuno dan sampai sekarang masih digunakan oleh Islam.

Cara ibadah berkeliling tujuh kali merupakan hal yang sangat penting. Dalam upacara2 perkawinan Hindu, pasangan pengantin pria dan wanita berjalan mengelilingi api suci sebanyak tujuh kali. Upacara keliling Ka’bah tujuh kali sudah jelas berasal dari kebiasaan ibadah Hindu Veda. Ini juga membuktikan bahwa Mekah dulunya bernama Makha atau tempat api suci yang dikelilingi tujuh kali oleh umatnya.

Simposium Puisi Negara-negara Arab

SAYAR-UL-OKUL menyatakan bahwa simposium puisi negara2 Arab diadakan di Mekah setahun sekali di perayaan Okaj di jaman sebelum Islam. Semua penyair2 ulung berpartisipasi dalam perayaan ini. Puisi yang dianggap terbaik akan diberi penghargaan. Puisi2 terbaik akan dipahat di atas piring emas dan digantung di dalam Ka’bah. Puisi2 lainnya dipahat di atas kulit onta atau kambing dan digantung di luar Ka’bah. Jadi selama ribuan tahun, Ka’bah merupakan rumah suci bagi puisi2 terbak Arabia. Tradisi ini mengandung nilai sejarah yang sangat tinggi. Tapi kebanyakan puisi2 tersebut hilang dan hancur saat Muhammad menyerang Mekah dan menguasai Ka’bah.

SAYAR-UL-OKUL adalah sajak oleh UMAR-BIN-HASSNAM (julukannya: ABBUL-HIQAM yg berarti Bapak Pengetahuan).

Ia adalah PAMAN ‘NABI’ Mohamad. Ia menolak utk masuk Islam dan tewas sbg martir ditangan Muslim2 tulen yg ingin menghabisi non-Muslim. Sajak ini dinilai sbg yg paling bagus dlm acara ziarah tahunan di Kaabah.

QAFA VINAK ZIQRA MIN ULUMIN TAV ASERU KALUBAN AYATTUL HAWA VA TAZAKKARU
A man who has spent all his life in sin and immorality and has wasted away his life in passion and fury,
(Seorang laki2 yg menghabiskan seluruh hidupnya dlm dosa dan imoralitas dan membuang hidupnya demi nafsu dan kemarahan,)

VA TAZAKEROHA AUDAN ELALVADAE LILVARA VALUK YANK ZATULLA HE YOM TAB ASERU
If he repents in the end and wants to return to morality, is there a way for his redemption?
(Jika ia bertobat dan ingin kembali kpd moralitas, adakah pengampunan tersedia baginya ?)

VA AHLOLAHA AZAHU ARMIMAN MAHADEV O MANAZEL ILAMUDDINE MINJUM VA SAYATTARU
Even if only once he sincerely worships Mahadeva, he can attain the highest position in the path of righteousness.
(Bahkan jika hanya sekali ia dgn tulus memuja Mahadewa, ia bisa mencapai posisi tertinggi dlm jalan kebenaran)

VA SAHABI KEYAM FEEM QAMIL HINDE YOMAN VA YAQULOON LATAHAZAN FAINNAK TAVAJARU
Oh Lord! Take away all my life and in return pray grant me even a single day’s stay in Hind (India) as a man becomes spiritually free on reaching that holy land.
(Ya Tuhan! Cabut seluruh nyawa saya dan sbg gantinya, berikan saya satu hari saja utk tinggal di Hind (india) sbg lelaki yg menjadi bebas secara spiritual saat mencapai tanah suci)

MAYASSAYARE AKHALAQAN HASNAN KULLAHUM NAJUMUN AZAAT SUMM GABUL HINDU
By dint of a pilgrimage of Hind a man attains the merit of noble deeds and gets the privilege of pious touch with ideal Hindu teachers.
(Dgn ziarah ke Hind, seorang lelaki bisa mencapai kebijakan utk melakukan tindakan mulia dan mendapat kehormatan menyentuh guru2 Hindu yg mulia)


Footnote
1. Shankara: another name of Hindu god Shiva.

If you enjoyed this article , please visit: Hindu Unity

Download Faithfreedompedia versi offline (17.7MB):

Q 4:34 – Mengapa Allah menurunkan Ayat yang menjadikan isteri sebagai sansak tinju?

Image
Image
Image

Jadi jika ada yang bertanya:
MENGAPA ALLAH MENURUNKAN AYAT TABOK ISTRI Q 4:34?
Maka, berdasarkan keterangan Thabari di atas, jawabannya adalah:

AGAR HARAM BAGI ISTRI UNTUK MELAKUKAN QISHAH (BALAS / TABOK BALIK) PADA SUAMI YANG MENABOKNYA!!
Ayat ini jelas merupakan ayat pembelenggu tangan istri untuk balas / hajar balik suami yang memukulnya.

Image
Kasimaaan para Muslimah… dianggap sandsack sama Nabinya. Mana ada sandsack yang bisa mukul balik pemukulnya? Nasib sandsack sama dengan nasib Muslimah.

Image

Read More


Forum Berdiskusi

Q 33:56 – Allah SHOLAT dan SHALAWAT kepada Nabi

Qur’an, Sura Al-Ahzaab, ayat 56

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

Masalah utama ayat di atas adalah makna SHALAWAT yang artinya sama dengan SHOLAT, alias sembahyang, berdoa, beribadah pada Allah. Jika Allah bersholat atau berdoa, maka pada syafa yaaa Allah SWT berdoa?

Ternyata pertanyaan ini pun banyak dibahas di kalangan Muslim, sebab kedengarannya memang aneh.
Pertama-tama, saya ajukan tafsir dari At-Thabari akan Q 33:56:

Image
Image
Image
Image
Menurut saya, yang paling penting untuk diperhatikan dari tafsir Thabari di atas adalah keterangan dari halaman 237, paragraf kedua:

Image

Perhatikan kalimat yang gw garis bawahi merah:

Hal itu karena lafazh Image untuk SELAIN Allah berarti mendoakan.

Kenapa kok ada perkecualian seperti itu? Tak ada penjelasan apapun dari Thabari, sehingga kesannya seperti hendak mengatakan: POKOKNYA BEGITU!
Alasan utama perkecualian ini adalah karena Muslim MALU mengakui bahwa Allah berdoa bagi Muhammad. Jika Allah berdoa, lalu pada syafakah si doski berdoa? :rolling:
Jika Yesus berdoa, setidaknya, tuhannya kristen kan ada tiga, jadi ya bisa ke dua tuhan lainnya, kan? Hahahaah…

Islam dan Doa2 Allah

Sebuah pengamatan akan doa dan puji-pujian yang dilakukan Allah.
oleh: Sam Shamoun

Dari Qur’an kita mengetahui bahwa tuhan Islam berdoa/bersholat bagi umatnya, terutama Muhammad:

Q 2:157

They are those on whom are the prayers (salawatun) from their Lord and mercy (rahmatun), and it is they who are the guided-ones.
Artinya:
Mereka itulah yang mendapat doa2 / sholat2 (salawatun) dari Tuhan mereka dan pengampunan, dan merekalah orang2 yang mendapat petunjuk.

Versi Depag RI:

Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan pengampunan dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.

Q 33:43 (terjemahan E.H. Palmer, 550 M)
He it is who prays (yusalli) for you and His angels too, to bring you forth out of the darkness into the light, for He is merciful to the believers.
Artinya:
Dia (Tuhan) yang berdoa/bersholat bagimu dan malaikat2Nya juga,

Versi Depag RI:

Dialah yang memberi pengampunan kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.

Q 33:56 (Palmer)

Verily, God and His angels pray (yusalluna) for the prophet. O ye who believe! pray for him (sallu) and salute him with a salutation!
Artinya:
Sesungguhnya, Allah dan para malaikatNya bersholat (yusalluna) bagi Nabi. Wahai kau yang percaya! Berdoalah baginya (sallu) dan hormati dia dengan penghormatan!

Versi Depag RI:

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

Hadis juga melaporkan bahwa Allah berdoa bagi umatnya:

Hadis Sahih Tirmidzi, (Aisha Bewley, Riyad as-Salihin (The Meadows of the Righteous), Book of Knowledge, 241. Chapter: the excellence of knowledge)

1387. Abu Umama melaporkan bahwa Rasul Allah berkata, “Allah dan para malaikatnya dan orang2 di surga dan di bumi, BAHKAN para semut dalam bebatuan DAN ikan, BERSHOLAT bagi berkat2 pada orang2 yang mengajarkan kebaikan.”

Juga hadis berikut:

2685. Abu Umamah al-Bahili menyatakan: “Dua orang disebutkan sebelum Rasul Allah. Salah satunya adalah seorang takwa dan yang lain adalah seorang ilmuwan. Maka Rasul Allah berkata: ‘Keunggulan seorang ilmuwan di atas seorang takwa adalah seperti keunggulanku di atas orang yang terendah diantara kalian.’ Maka Rasul Allah berkata; ‘Sesungguhnya Allah, dan para malaikatnya, penghuni surga dan bumi – bahkan semut dalam lubangnya, bahkan ikan – mengucapkan Salat bagi dia yang mengajarkan kebaikan pada orang2. (Hasan)

[Abu ‘Eisa berkata:] Hadis ini adalah hadis sahih gharib …

(terjemahan bahasa Inggris Jami‘ At-Tirmidhi, disusun oleh Imam Hafiz ‘Eisa Mohammad Ibn ‘Eisa At-Tirmidhi, dari hadis no. 2606 sampai 3290, diterjemahkan oleh Abu Khaliyl (USA), ahadit diedit dan referensi disusun oleh Hafiz Abu Tahir Zubair ‘Ali Za’i, pemeriksaan akhir dilakukan oleh Islamic Research Section Darussalam [Darussalam Publishers & Distributors, First Edition: November 2007], Volume 5, Bab 19. Perihal: Apa yang Berhubungan dengan Keunggulan Fiqh Diatas Sembahyang, hal. 80 – tercantum sebagai nomer 70 dalam versi ALIM CD-ROM koleksi hadis Tirmidhi.)

Keterangan berikut juga mengakui bahwa Allah berdoa:
Tafsir Ibnu Kathir, Q 33:56 (dari edisi bahasa Arab online)

Bani Israel berkata pada Musa: “Apakah Tuhanmu berdoa?” Tuhannya lalu memanggilnya dan berkata: “Wahai Musa, mereka bertanya padamu apakah Tuhanmu berdoa. Katakan [pada mereka] ‘Ya, aku berdoa, dan para malaikatku [berdoa] bagi nabi2ku dan utusan2ku,” “dan Allah lalu mengirimkan utusannya: “Allah dan para Malaikatnya berdoa…”

Juga ini:
Hadis nomer 216:

Bani Israel bertanya pada Musa: Apakah Tuhanmu berdoa? Musa menjawab: Takutlah pada Allah, wahai anak2 Israel!
Allah berkata: Wahai Musa! Apakah yang dikatakan orang2mu? Musa menjawab: Wahai Tuhanku, Apakakah kau telah tahu? Mereka berkata: Apakah Tuhanmu berdoa?
Allah berkata: Katakan pada mereka doa2Ku bagi pelayan2Ku adalah PengampunanKu lebih besar daripada AmarahKu. Jika tidak demikian, maka Aku telah menghancurkan mereka.

[Ibn ‘Asakir] (Al-Ahadith Al-QudsiyyahDivine Narratives diterjemahkan oleh Dr. Abdul Khaliq Kazi dan Dr. Alan B. Day, Bagian 2: Al-Ithafat Al-Saniyya Bi‘l-Ahadith Al-Qudsiyyah by Shaikh Zain al-Din Abdul Ra‘uf b. Taj al-‘Arifin b. ‘Ali b. Zayn al-‘Abidin al-Munawi [Dar Al Kitab Arabi - USA, 1995], hal. 305-306)

Keterangan berikut adalah doa Allah, diambil dari Al Sirah Al Halabiyya dari Ibnu Hisham:

قلت يا جبريل أيصلى ربك قال نعم قلت وما يقول قال يقول سبوح قدوس رب الملائكة والروح سبقت رحمتى غضبى
Aku [Muhammad] berkata, “Wahai Jibril, apakah Tuhanmu berdoa?” Dia berkata, “Ya.” Aku bertanya, “Apa yang dikatakanNya?”
“Inilah apa yang dikatakanNya. Dia berkata: ‘Mulia, suci, Tuhan para malaikat dan roh. Ampunanku melebihi amarahku.’”


~~~~~~~~~~ Berdasarkan keterangan2 di atas, sudah jelas bahwa Allah berdoa atau bersholat! ~~~~~~~~~~

Literatur Islam mengatakan bahwa kata salawat dan salah/sholat berhubungan dengan makna ibadah dan memulyakan:

Image

Penulis kamus Arab terkemuka ‘Al-Nihaayah fi Ghareeb al-Athar’ yakni Ibn Al-Atheer menjelaskan kata “Sala’h” sebagai berikut:

‘Al-Sala’h’ dan ‘Al-Salawaat’: digunakan untuk jenis pemujaan tertentu. Asal kata harafiah adalah doa (doa). Kadangkala, kata ‘Salah’ah’ berhubungan dengan salah satu dari kegiatan sholat. Juga disebutkan bahwa asal harafiah kata itu adalah ‘untuk memuliakan’ dan ibadah yang khusus disebut ‘Sala’h’, karena kata ini berarti memuliakan Tuhan.
(ref: http://www.understanding-islam.org/rela … scatid=135
Arti Kata “Sala’h, 19 Mei, 2001)

Sebenarnya kata2 ini digunakan dalam Qur’an untuk menunjukkan pemujaan atau doa yang wajib dilakukan hamba2 Allah padaNya:
Q 2:238

Peliharalah segala salat (mu), dan (peliharalah) salat wusthaa. Berdirilah karena Allah (dalam salatmu) dengan khusyuk.

Q 9:99

Dan di antara orang-orang Arab Badui itu, ada orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan memandang apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah) itu, sebagai jalan mendekatkannya kepada Allah dan sebagai jalan untuk memperoleh doa Rasul (wa-salawati al-rasuli). Ketahuilah, sesungguhnya nafkah itu adalah suatu jalan bagi mereka untuk mendekatkan diri (kepada Allah). Kelak Allah akan memasukkan mereka ke dalam pengampunan (surga) Nya; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Q 23:9

dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya (Salawat).

Qur’an juga menyebut kata salla / sholat dalam berbagai bentuk tapi sama artinya:
Q 3:39

Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakaria, sedang ia tengah berdiri melakukan salat (yusalli) di mihrab (katanya): “Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang putramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh.”

Q 4:102

Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan salat (As-Salat) bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (salat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang salat besertamu) sujud (telah menyempurnakan serakaat), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum bersembahyang (yusallu), lalu bersembahyanglah (yusallu) mereka denganmu, dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata. Orang-orang kafir ingin supaya kamu lengah terhadap senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu dengan sekaligus. Dan tidak ada dosa atasmu meletakkan senjata-senjatamu, jika kamu mendapat sesuatu kesusahan karena hujan atau karena kamu memang sakit; dan siap-siagalah kamu. Sesungguhnya Allah telah menyediakan azab yang menghinakan bagi orang-orang kafir itu.

Q 9:84

Dan janganlah kamu sekali-kali menyembahyangkan (jenazah) (tusalli = doa bagi jenazah) seorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik.

Q 75:31

Dan ia tidak mau membenarkan (Rasul dan Al Qur’an) dan tidak mau mengerjakan salat,

Q 87:15

dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia sembahyang (salla / sholat).

Q 96:9-10

Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang, seorang hamba ketika dia mengerjakan salat (salla),

Lebih lanjut, Qur’an menyatakan bahwa semua pujian adalah bagi Allah saja:
Q 64:1

Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang di langit dan apa yang di bumi; hanya Allah-lah yang mempunyai semua kerajaan dan semua puji-pujian; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Makhluk2 yang memuji Allah termasuk guruh dan para malaikat:

Q 13:13

Dan guruh itu bertasbih dengan memuji Allah, (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya, dan Allah melepaskan halilintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan mereka berbantah-bantahan tentang Allah, dan Dia-lah Tuhan Yang Maha keras siksa-Nya.

Q 2:30

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.

Q 39:73-75

Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya dibawa ke dalam surga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: “Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu! maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya”.

Dan mereka mengucapkan: “Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami dan telah (memberi) kepada kami tempat ini sedang kami (diperkenankan) menempati tempat dalam surga di mana saja yang kami kehendaki.” Maka surga itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal.
Dan kamu (Muhammad) akan melihat malaikat-malaikat berlingkar di sekeliling Arasy bertasbih sambil memuji Tuhannya; dan diberi putusan di antara hamba-hamba Allah dengan adil dan diucapkan: “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam”.

Q 40:7

(Malaikat-malaikat) yang memikul Arasy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan): “Ya Tuhan kami, pengampunan dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertobat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala,

Q 42:5

Hampir saja langit itu pecah dari sebelah atasnya (karena kebesaran Tuhan) dan malaikat-malaikat bertasbih serta memuji Tuhannya dan memohonkan ampun bagi orang-orang yang ada di bumi. Ingatlah, bahwa sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Muhammad dan pengikutnya diperintahkan untuk memuji-muji Allahnya:
Q 25:58

Dan bertawakallah kepada Allah Yang Hidup (Kekal) Yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa-dosa hamba-hamba-Nya,

Q 110:3

maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima tobat.

Allah bahkan meminta hamba²nya untuk memujinya beberapa kali dalam sehari:
Q 30:18

dan bagi-Nyalah segala puji di langit dan di bumi dan di waktu kamu berada pada petang hari dan di waktu kamu berada di waktu Zuhur.

Q 40:55

Maka bersabarlah kamu, karena sesungguhnya janji Allah itu benar, dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi.

Q 50:39

Maka bersabarlah kamu terhadap apa yang mereka katakan dan bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam (nya).

Terlebih lagi, pujian2 bagi Allah secara langsung berhubungan dengan ibadah bagiNya, seperti membungkukkan badan atau bersujud bagiNya:
Q 1:1-7

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam,
Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, Yang menguasai hari pembalasan.
Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan
Tunjukilah kami jalan yang lurus (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Q 9:112

Mereka itu adalah orang-orang yang bertobat, yang beribadah, yang memuji (Allah), yang melawat, yang rukuk, yang sujud, yang menyuruh berbuat makruf dan mencegah berbuat mungkar dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang mukmin itu.

Q 15:98-99

maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah kamu di antara orang-orang yang bersujud (salat), dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).

Q 32:15

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, adalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat (Kami), mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Tuhannya, sedang mereka tidak menyombongkan diri.

Di bagian awal sudah dibuktikan bahwa literatur Islam (Quran dan hadis) mengatakan bahwa Allah berdoa atau bersholat.
Ayat2 Qur’an di atas menyebutkan bahwa umat Allah harus berdoa dan bersholat! Dengan begitu, Allah dan umat Muslim sama2 berdoa dan bersholat!

Image
Sewaktu Muslim sholat memuji-muji Allah, ternyata Allah di surga pun melakukan sholat juga, memuji-muji Muhammad di hadapan para malaikatNya!!

~~~~~~~~~~ Q 64:1menyatakan semua pujian hanya bagi Allah saja. Lalu mengapa dunk Allah memuji-muji Muhammad dalam sholatNya? :rolleyes: ~~~~~~~~~~

[b]Allah ternyata juga melafalkan Qur’an, sama seperti yang Muslim lakukan dalam doa2 mereka:
:rolling:
Hadis At-Tirmidhi, nomer 660, dari ALIM CD-ROM:

Dikisahkan leh Abu Hurayrah:
Rasul Allah berkata, “Seribu tahun sebelum menciptakan surga dan bumi, Allah MELAFALKAN Ta-Ha dan Ya-Sin, dan ketika para malaikat mendengar pelafalanNya mereka berkata, ‘Berbahagialah orang2 yang menerima ini, berbahagialah pikiran yang mengingat ini, dan berbahagialah lidah2 yang mengucapkannya.” Darimi melaporkan begitu.

Karena Qur’an menjelaskan bahwa Allah berdoa dengan menggunakan kata yang sama artinya dengan memuji, memuja, dan meninggikan, maka ini berarti Allah juga memuji, meninggikan, memuja diriNya sendiri atau orang/makhluk lain.

Perhatikan keterangan dari Ibnu Katsir apa yang sebenarnya Allah lakukan:
Tafsir Ibnu Katsir Q 33:43

Arti kata Salah (sholat)

Allah bersholat berarti Allah memuji hambaNya di hadapan para malaikatNya, seperti yang dicatat Al-Bukhari dari Abu Al-‘Aliyah. Keterangan ini dicatat oleh Abu Ja`far Ar-Razi dari Ar-Rabi` bin Anas dari Anas. Yang lain mengatakan: “Sholatnya Allah berarti pengampunan.” Ada kemungkinan kedua keterangan ini tak bertentangan. Hanya Allah saja yang tahu. Sholat yang dilakukan para malaikat berarti mereka memohon dan mengharapkan pengampunan bagi umatnya, seperti yang dikatakan Allah …

Q 40:7-9

(Malaikat-malaikat) yang memikul Arasy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan): “Ya Tuhan kami, pengampunan dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertobat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala
ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam surga Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak-bapak mereka, dan istri-istri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana,
dan peliharalah mereka dari (balasan) kejahatan. Dan orang-orang yang Engkau pelihara dari (pembalasan) kejahatan pada hari itu, maka sesungguhnya telah Engkau anugerahkan pengampunan kepadanya dan itulah kemenangan yang besar”.
(supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya) berarti, pengampunanNya padamu, PUJIANNYA PADAMU, dan doa para malaikatNya bagimu, Dia membawa kamu keluar dari kegelapan dan kesesatan kepada cahaya pembimbing dan iman tertentu.

Juga ini:
Tafsir Ibnu Katsir Q 33:56

Perintah untuk mengatakan Salah (sholat) pada sang Nabi

Al-Bukhari meriwayatkan, Abul ‘Aliyah berkata: “Sholat Allah adalah pujianNya kepada Nabi di hadapan para malaikat, dan sholat para malaikat adalah doa² dari mereka.” Ibnu Abbas berkata: “Mereka mengirimkan berkat.”

Abu `Isa At-Tirmidhi berkata: “Ini dinyatakan dari Sufyan Ath-Thawri dan para ahli lainnya, yang berkata: Sholat Allah berarti pengampunan, sedangkan Sholat para malaikat berarti mereka meminta pengampunan.”

“Ada Hadis2 Mutawatir yang dinyatakan dari Rasul Allah yang memerintahkan kami untuk mengirim berkat baginya dan bagaimana kami harus bersholat baginya. Kami akan menyebut sebanyak yang kami bisa, jika Allah mengijinkan, dan kepada Allahlah kami minta pertolongan…

Doa2 Allah terdiri dari pujian bagi hambaNya yakni Muhammad di hadapan para malaikat di surga!

Pernyataan Ibnu Katsir menyiratkan bahwa Allah sebenarnya sembahyang pada malaikatNya karena dia berhadapan dengan mereka saat sholat dan menyatakan puji-pujian bagi hamba2Nya!

Dengan demikian, sewaktu muslim memuji-muji dan memuliakan seseorang ketika mereka sholat, Allah juga memuji-muji dan memuliakan seseorang saat Dia sholat! Saat Muslim memuliakan dan memuji-muji Allah, Allah pun sebenarnya memuliakan dan memuji-muji Muhammad dan umatnya! Yang disembah Muslim saat sholat adalah Allah karena mereka menyapaNya langsung saat sholat, sedangkan yang disembah Allah adalah para malaikatNya karena dia menyapa mereka langsung ketika dia memuji-muji para budak2nya! (1)

Menjawab Bantahan Muslim

Kalangan Muslim membantah keterangan di atas dan menyatakan bahwa sholat Allah sebenarnya adalah pengampunanNya yang dicurahkanNya bagi hamba2Nya. Dengan kata lain, ketika Qur’an mengatakan Allah bersholat, hal ini artinya adalah Allah menunjukkan pengampunanNya. Tapi masalah timbul karena literatur kitab suci Islam benar2 membedakan kata “doa/sholat” Allah dan “pengampunan” Allah:

Q 2:157

Upon them shall be prayers from their Lord AND MERCY (salawatun min rabbihim wa-rahmatun), and they are the rightly directed.

Artinya:
Bagi mereka adalah doa2 dari Tuhan mereka dan PENGAMPUNAN/RAHMAT (salawatun min rabbihim wa-rahmatun , dan mereka itulah orang2 yang mendapat petunjuk.

Versi Depag RI:

Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.

Karena itulah penjelasan Muslim tidak masuk akal, seperti yang diakui oleh website Muslim berikut:

Berkat bagi Nabi – menurut kebanyakan ahli Islam, hal ini bermakna pengampunan dari Allah, doa² pengampunan yang diutarakan oleh para malaikat, dan doa yang dipanjatkan umat manusia. Para ahli Islam lainnya – termasuk Abu’l-Aaliyah dari kelompok jaman dulu dan Ibn al-Qayyim dari kelompok jaman lebih lanjut, dan Ibn ‘Uthaymin dari kelompok jaman modern – menganggap bahwa berkat bagi Nabi adalah: pujian baginya dari kelompok makhluk yang lebih tinggi (para malaikat, al-Saffaat 37:8), dan doa2 para malaikat dan Muslim untuk memohon berkat bagi Nabi adalah Nabi dipuji-puji oleh Allah di hadapan kelompok yang lebih tinggi (para malaikat).
Ibn al-Qayyim menulis tentang hal ini dalam bukunya yang berjudul Jala’ al-Afhaam fi Fadl al-Salaati wa’l-Salaam ‘ala Khayr il-Anaam, di mana dia menjelaskan panjang lebar makna berkat bagi Nabi, aturan dan keuntungannya.

Sheikh Muhammad ibn Saalih al-‘Uthaymeen berkata:

Kalimat “berkati Muhammad (salli ‘ala Muhammad)” – berarti berkat dari Allah adalah pengampunan, berkat dari para malaikat berarti doa2 minta ampun, dan berkat dari manusia berarti doa.

Jika dikatakan: “Para malaikat mengirim berkat baginya,” ini berarti mereka berdoa minta pengampunan bagi Nabi.
Jika dikatakan, “Khotib mengirim berkat baginya,” ini berarti dia berdoa agar Nabi diberkati.
Jika dikatakan, “Allah mengirim berkat baginya,” ini berarti Dia memberikan pengampunan bagi Nabi.

Pendapat ini dikenal luas di kalangan ulama Muslim, tapi penjelasan yang sebenarnya tidaklah begitu, karena kata ‘berkat’ (sholat) punya arti berbeda dengan pengampunan. Meskipun umat Muslim semuanya setuju bahwa diperbolehkan untuk berdoa minta ampun bagi setiap Muslim, tapi mereka berbeda pendapat tentang apakah boleh mereka berdoa minta berkat (salah/sholat atau salli ‘ala) bagi siapapun selain Nabi. Jika kata salaah/sholat berarti pengampunan, maka tentunya tiada perbedaan antara makna sholat dan pengampunan. Jika kita bisa berdoa minta ampun bagi seseorang, maka kita pun bisa mengirim berkat bagi orang itu.

Mari simak tafsir Q 2:157 dari Al-Sharh al-Mumti’, 3/163, 164 (Makna kata berkat dan salam bagi Nabi, Fatwa no. 69944)

Allah berkata:
Mereka adalah penerima Salawaat (yakni yang diberkati dan akan diampuni) dari Tuhan mereka, dan (merekalah yang) menerima pengampunanNya, dan merekalah orang yang diberi petunjuk.”
[al-Baqarah 2:157].

Kata rahmat (pengampunan) disebutkan sehubungan dengan kata salawaat (berkat), dan ini berarti terdapat dua makna yang berbeda, jadi arti ayat tersebut adalah jelas. Para ulama menggunakan kata salaah/sholat (berkat) di beberapa tempat dan kata rahmat (pengampunan) di tempat lain, maka salaah bukan berarti pengampunan. Yang paling tepat adalah pernyataan Abu’l-‘Aaliyah:

Salaah (berkat) dari Allah atas Nabi adalah pujianNya bagi Nabi di diantara para makhluk yang lebih tinggi (para malaikat).

Jadi makna Allaahumma salli ‘alayhi (wahai Allah, kirimkan berkat baginya) adalah:
Wahai Allah, pujilah dia diantara makhluk yang lebih tinggi, yakni diantara para malaikat yang dekat dengan Allah.

Jika seseorang berkata bahwa pendapat ini tidak benar jika ditinjau dari sudut pandang linguistik, karena salaah dalam bahasa Arab bermakna doa, dan bukan pujian, maka jawabnya adalah kata salaah juga berhubungan dengan kata silah (pemberian), dan tidak diragukan lagi bahwa pujian bagi Rasul Allah (SAW) diantara para malaikat merupakan pemberian terbesar, karena pujian kadangkala lebih penting bagi seseorang di atas segalanya. Jadi ini juga bisa berarti pemberian yang besar.

Berdasarkan pengertian tersebut, pandangan yang benar akan mengirim berkat (salaah) baginya berarti pujian baginya diantara kelompok yang lebih tinggi (malaikat).(akhir kutipan)

Keterangan Muslim di atas juga menyatakan doa2 Allah sebagai berkat2 Allah yang diberikan kepada hamba2Nya. Pendapat ini juga salah karena kata ‘berkat’ juga digunakan dalam Qur’an, yakni baraka, dan artinya bukanlah berdoa atau bersyalawat:

Q 7:137

Dan Kami wariskan kepada kaum yang telah tertindas itu akan daerah-daerah timur bumi dan daerah-daerah baratnya, yang Kami telah melimpahkan berkat (barakna) padanya dan telah sempurnalah Kalimah Allah (janjiNya) yang baik kepada kaum Bani Israil kerana kesabaran mereka, dan Kami telah hancurkan apa yang telah dibuat oleh Firaun dan kaumnya dan apa yang mereka telah dirikan.

Q 11:73

Malaikat-malaikat itu berkata: Patutkah engkau merasa hairan tentang perkara yang telah ditetapkan oleh Allah? Memanglah rahmat Allah dan berkatNya melimpah-limpah kepada kamu (rahmatu Allahi wa-barakatuhu alaykum), wahai ahli rumah ini. Sesungguhnya Allah Maha Terpuji, lagi Maha Melimpah kebaikan dan kemurahanNya.

Terlebih lagi, hadis2 sebenarnya membedakan makna Sholat (salaah) Allah dan Berkat (baraka) Allah:

Tafsir Ibnu Katsir Q 33:56
Perintah untuk mengucapkan Salah/Sholat pada Nabi

Al-Bukhari meriwayatkan, Abul ‘Aliyah berkata: “Sholat Allah adalah pujianNya kepada Nabi di hadapan para malaikat, dan sholat para malaikat adalah doa2 dari mereka.” Ibnu Abbas berkata: “Mereka mengirimkan berkat.” Abu `Isa At-Tirmidhi berkata: “Ini dinyatakan dari Sufyan Ath-Thawri dan para ahli lainnya, yang berkata: Sholat Allah berarti pengampunan, sedangkan Sholat para malaikat berarti mereka meminta pengampunan.” “Ada Hadis2 Mutawatir yang dinyatakan dari Rasul Allah yang memerintahkan kami untuk mengirim berkat baginya dan bagaimana kami harus bersholat baginya. Kami akan menyebut sebanyak yang kami bisa, jika Allah mengijinkan, dan kepada Allahlah kami minta pertolongan. Dalam tafsir ayat ini, Al-Bukhari mencatat apa yang dikatakan Ka’b bin ‘Ujrah, “Dinyatakan, ‘Wahai Rasul Allah, berhubungan dengan penyampaian Salam bagimu, kami tahu akan hal ini, tapi bagaimana tentang Salah’ Nabi berkata:

<< Katakan: “Wahai Allah, kirimkan SHOLAT-MU pada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Kau mengirim SHOLAT-MU pada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Kau Maha Terpuji, Maha Pemurah. Wahai Allah, kirimkan BERKAT-MU pada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana kau mengirim BERKAT-MU pada keluarga, sesungguhnya Kau Maha Terpuji, Maha Pemurah.>> “Imam Ahmad mencatat bahwa Ibn Abi Layla berkata bahwa Ka’b bin ‘Ujrah bertemu dengannya dan berkata, “Haruskah aku memberimu hadiah? Rasul Allah datang pada kami dan kami berkata, ‘Wahai Rasulullah! Kami tahu bagaiman memberi Salam padamu, tapi bagaimana caranya mengirim Salah?’ Dia berkata…

<< Katakan: “Wahai Allah, kirimkan SHOLAT-MU pada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Kau mengirim SHOLAT-MU pada keluarga Ibrahim, sesungguhnya Kau Maha Terpuji, Maha Pemurah. Wahai Allah, kirimkan BERKAT-MU pada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana kau mengirim BERKAT-MU pada keluarga, sesungguhnya Kau Maha Terpuji, Maha Pemurah.”>> Hadis ini telah dicatat oleh kelompok dalam buku2 mereka dengan berbagai rantai penyampai cerita.

Tafsir At-Thabari Q 33:56 telah mengganti kata Syalawat dengan “melimpahkan karunia”, sedangkan tafsir Ibnu Kathir masih jujur mengungkapkan kata aslinya (bersyalawat / bersholat):

Image
Image
Image
Keterangan dari Ibnu Katsir berikut menjelaskan bahwa Syalawat Allah bukanlah Berkat Allah, sebab baik kata Syalawat dan Berkat digunakan dalam paragraf yang sama, dengan makna yang berbeda. Dengan begitu, hadis berikut membantah keterangan Muslim bahwa Syalawat Allah = Berkat Allah.

Pengertian yang sebenarnya adalah: Syalawat Allah = Sholat / Doa Allah … bagi Muhammad!

Pertanyaan yang lalu timbul adalah: pada siapakah Allah bersholat?

Tentu saja pertanyaan memalukan seperti ini tak ada jawabannya dalam Islam. Yang bisa dilakukan para ulama Muslim hanya tiga:

  1. mengakui Muhammad salah atau ngawur;
  2. mengganti ayat Qur’an;
  3. mengganti makna Syalawat Allah.

Pilihan 1 dan 2 berakibat neraka dan terlalu mengerikan bagi Muslim, sedangkan pilihan 3 bisa dianggap sebagai taqiya di jalan Allah guna menutupi kengawuran Islam. Pilihan nomer 3 adalah pilihan termudah, dan inilah yang lalu dilakukan berbagai ulama Muslim tanpa malu.Image

Image
Image

Tafsir2 Thabari dan Ibnu Katsir, yang gw cantumin di atas merupakan bukti nyata bagaimana para ulama atau ahli Islam begitu jungkir balik mengeluarkan berbagai teori, tafsir dan arti kata baru demi menutupi makna asli dari Syalawat/Sholat yang dilakukan Allah. Para ulama mengatakan: Syalawat Allah = Berkat Allah. Tapi ternyata ada kata khusus untuk berkat dalam bahasa Arab, yakni Baraqa dan kata ini pun digunakan berkali-kali dalam Qur’an, dan artinya adalah ‘berkat’ dan bukan ‘sholat’. Jadi gimana nih? Kata Syalawat yang sama, jika dilakukan oleh Malaikat, bukan berarti ‘berkat’ lagi tapi berarti ‘doa2 yang dipanjatkan para Malaikat’. Mengapa satu kata (Syalawat) yang sama, bisa berbeda artinya jika dilakukan oleh orang/makhluk lain? Ini sama seperti kasus pada kalimat berikut:

Allah buang hajat, malaikat buang hajat.
Jika memakai logika Muslim Q 33:56, maka penjelasannya serupa dengan ini:
Pengertian ‘buang hajat’ pada Allah berubah artinya menjadi memberkati; sedangkan kata ‘buang hajat’ yang dilakukan malaikat berarti bener2 buang hajat.

Read More


Forum Berdiskusi

%d bloggers like this: