Sejarah Islam

Manusia bijak adalah manusia yang mengetahui & belajar dari sejarah

Q 2:193 PERANGI KAFIR SAMPAI TIADA FITNAH/SYRIK

Muslim mengatakan bahwa Islam itu penuh toleransi berdasarkan Q 2:256. Tapi keterangan dari tafsir Thabari mengungkapkan bahwa Q 2:256 hanyalah TOLERANSI berdasarkan DUIT, artinya jika KAFIR TAK BAYAR DUIT, MAKA TAK ADA TOLERANSI bagi mereka. Andaikata sekalipun Muslim menganggap bahwa Q 2:256 adalah ayat toleransi Islam, maka mengapa di sura yang sama (Sura 2, yakni Sura Al-Baqarah) terdapat ayat keras seperti Q 2:193 yang mengharuskan Muslim memerangi kafir sampai tiada fitnah lagi. Yang manakah yang harus dipilih Muslim: Q 2:256 atau Q 2:193?

Q 2:193 berbunyi:
Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang lalim.

Pertanyaan2 yang paling utama mengenai ayat tersebut adalah:
(1) Apakah arti “FITNAH” di Q 2:193?
(2) Siapakah kafir lalim yang dianggap Muhammad memerangi Islam?
(3) Apakah betul kafirlah yang terlebih dahulu memerangi Muhammad/Islam?
(4) Apakah yang sebenarnya dimaksud dengan “berhenti memusuhi Muslim”?
(5) Apakah berdamai saja sudah cukup untuk tidak diperangi Muslim lagi?

Untuk bisa menjawab pertanyaan2 di atas, pertama-tama mari kita telaah tafsir Thabar Q 2:193.
Image
Image
Image
Image
Image
Berdasarkan tafsir Thabari di atas, akan saya ajukan jawaban2 pertanyaan di awal thread:

(1) Apakah arti “FITNAH” di Q 2:193?
Sudah jelas bahwa arti “FITNAH” di Q 2:193 adalah “SYIRIK” yang artinya menduakan Allâh SWT, atau tidak mengakui keesaan Allah SWT, atau menentang ke-tauhid-an Allah SWT. Syirik ini merupakan dosa terbesar dalam Islam.

(2) Siapakah kafir lalim yang dianggap Muhammad memerangi Islam?
Kafir yang dianggap memerangi Islam terlebih dahulu, dengan melakukan Syrik, tidak mau mengucapkan Laa Ilaaha illallah.
Image

(3) Apakah betul kafirlah yang terlebih dahulu memerangi Muhammad/Islam?
Tidak. Q 2:193 ini turun dua bulan sebelum Muhammad hijrah ke Mekah. Saat itu tak ada masyarakat Mekah yang mencoba membunuhnya atau menyerangnya. Buktinya tampak jelas di Al Sirat Al Nabawwiyah dari Ibn Hisyam. Muslimlah yang terlebih dahulu suka mendzolimi kafir dan Muslimlah yang terlebih dulu MENGUCURKAN DARAH PERTAMA KALI (shed the FIRST BLOOD).

Image

Sirat Rasul Allah, hal. 118 dari Ibn Ishaq:
Image

Juga dari Sirat Nabawiyah, hal. 219:
Permulaan Pergulatan di Makkah dengan Orang-orang Musyrikin
Ibnu Ishaq berkata, “Ketika itu, jika sahabat-sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam ingin melakukan shalat, mereka pergi ke syi’b (jalan di antara dua gunung) dan merahasiakan shalatnya dari penglihatan kaumnya. Ketika Sa’ad bin Abu Waqqash bersama beberapa orang dari sahabat-sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sedang shalat di salah satu syi’b, tiba-tiba beberapa orang dari kaum musyrikin muncul ke tempat mereka. Orang-orang Quraisy tersebut mengecam tindakan kaum Muslimin, dan mencela apa yang mereka perbuat, hingga terjadilah perkelahian di antara mereka. Dalam perkelahian tersebut, Sa’ad bin Abu Waqqash memukul salah seorang dari orang-orang musyrikin dengan tulang rahang unta hingga terluka. Itulah darah yang pertama kali ditumpahkan dalam Islam.”

Udah disediain pula gambarnya sama mbah adadeh:
Image

Muhammad-lah yang TERLEBIH DAHULU mendzolimi kafir dengan menghina tuhan2 dan agama kafir:

Sirat Nabawiyah, Halaman 220:
Permusuhan Orang-orang Quraisy dan Perlindungan Abu Thalib
Ibnu Ishaq berkata, “Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam memperlihatkan Islam dengan terang-terangan kepada kaumnya, dan menampakkan perintah Allah kepadanya dengan terbuka, ketika itu orang-orang Quraisy tidak mengutuk beliau dan tidak memberi reaksi–seperti disampaikan kepadaku–, hingga suatu saat beliau menyebut tuhan-tuhan mereka dan menghinanya. Ketika beliau melakukan hal tersebut, kontan mereka memandang besar permasalahan beliau, menentangnya, dan sepakat menentangnya kecuali orang-orang yang dijaga Allah di antaranya meraka dengan Islam, namun mereka tidak banyak. Paman Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, Abu Thalib menaruh simpati kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, melindungi beliau, dan berdiri di pihak beliau. Sedang Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tetap tegar terhadap perintah Allah dan memperlihatkan perintah-Nya tanpa bisa dicegah oleh sesuatu apa pun.

Ketika orang-orang Quraisy melihat bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tidak menggubris kecaman mereka kepada beliau dan melihat pamannya, Abu Thalib, menaruh simpati kepada beliau, melindungi beliau, dan tidak akan menyerahkan beliau kepada mereka, maka beberpa tokoh…

Sirat Nabawiyah, hal. 21:
Utusan Quraisy Mengecam Abu Thalib
Ibnu Ishaq berkata, “Serta orang-orang Quraisy lainnya menemui Abu Thalib. Mereka berkata, ‘Hai Abu Thalib, sesungguhnya keponakanmu telah menghina tuhan-tuhan kita, mecaci-maki agama kita, membodoh-bodohkan mimpi-mimpi kita, dan menuduh sesat nenek moyang kita. Engkau larang dia meneruskan tindakannya terhadap kami atau engkau melepas persoalan kami dengannya. Sungguh engkau juga menentangnya seperti kami. Jadi kami merasa cukup denganmu.’ Abu Thalib berkata kepada mereka dengan perkataan yang lembut dan menjawab permintaan mereka dengan jawaban yang baik. Kemudian mereka pamit pulang.”

Keterangan di atas itu berasal dari sumber literatur Islam tertua dan dengan jelas menunjukkan bahwa Muhammad-lah yang TERLEBIH DAHULU mencaci-maki kaum pagan beserta budaya, agama, tuhan2, dan nenek moyang mereka. Muhammad memerintahkan Muslim untuk membunuh siapapun yang berani menghina dirinya, tapi dia sendiri seenaknya saja menghina kaum kafir, tidak peduli sekalipun mereka adalah sukunya sendiri.

Selain itu, Nabi pun tak lupa mengancam bunuh masyarakat pagan Quraish:
Sirat Rasul Allah, oleh Ibn Ishaq:
Image
terjemahan Kotak nomer 1:
Sewaktu mereka (masyarakat pagan Quraish) tengah membicarakan dia (Muhammad), Rasul Allâh datang ke arah mereka dan mencium batu hitam, lalu melalui mereka dan berjalan mengelilingi Ka’bah. Sewaktu dia melewati mereka, mereka mengatakan hal yang menghina dia. Aku bisa melihat expresi wajahnya (Muhammad). Muhammad terus berjalan dan dia melewati mereka untuk kedua kalinya, dan mereka pun menghinanya lagi. Muhammad berhenti dan berkata:
“Dengarkan aku wahai orang² Quraish. Demi Dia yang tanganNya menggegam nyawaku, aku akan mendatangkan pembantaian bagimu.”

Kaum pagan Mekah tidak pernah mengusir Muhammad dan umat Muslim. Paman Muhammad yang kafir Al-Abbas sekalipun menerangkan pada kaum Anshar bahwa Muhammad dilindungi sukunya:
BAB 85 – BAIAT AL-AQABAH KEDUA
Ia berkata, ‘Hai orang-orang Al-Khazraj–orang-orang Arab menamakan perkampungan Anshar dengan nama Al-Khazraj; baik Al-Khazraj sendiri atau Al-Aus–, sesungguhnya Muhammad adalah bagian dari kami seperti kalian ketahui. Kami telah melindunginya dari kaum kami dari orang-orang yang pendiriannya seperti saya. Ia berada dalam perlindungan dari kaumnya dan jaminan keamanan di negerinya. Jika kalian yakin bahwa kalian mampu memenuhi apa yang ia serukan kepada kalian dan kalian melindunginya dari orang-orang yang menentangnya, kalian berhak melakukannya dan menanggungnya. Jika kalian yakin…

(4) Apakah yang sebenarnya dimaksud dengan “berhenti memusuhi Muslim”?
“Berhenti memusuhi Muslim” itu artinya kafir tunduk di bawah hukum Islam.
Image

(5) Apakah berdamai saja sudah cukup untuk tidak diperangi Muslim lagi?
Tidak cukup jika berdamai berdasarkan hukum kafir; cukup jika berdamai berdasarkan hukum Syariah Islam. Syariah Islam menetapkan kafir pagan punya dua pilihan (1) Masuk Islam; (2) Diperangi sampai mati. Sedangkan para Ahli Kitab punya tiga pilihan: (1) Masuk Islam; (2) Bayar Jizyah; (3) Diperangi sampai mati.
Berdasarkan keterangan Sirat Rasul Allah oleh Ibn Ishaq dan Sirat Nabawiyah oleh Ibn Hisyam, ternyata Muhammad-lah yang TERLEBIH DAHULU mencaci-maki agama, budaya, kakek/nenek moyang kaum pagan Quraish. Apakah yang dikatakan Allah terdahap orang yang terlebih dahulu mencaci?

Image
Allah BALAS mencaci siapapun yang mencaci terlebih dahulu. Jadi salahkah kafir Quraish membalas cacian Muhammad terhadap agama dan tuhan2 mereka?

Berdasarkan keterangan Sirat Rasul Allah oleh Ibn Ishaq dan Sirat Nabawiyah oleh Ibn Hisyam, ternyata umat Muslim-lah yang terlebih dahulu MENGUCURKAN DARAH kafir dengan menghajar mampus kafir pake rahang onta. Apakah yang dikatakan Allah terhadap orang2 yang terlebih dahulu mendzolimi?

Image
Pernyataan Islam di atas menyatakan bahwa kaum yang didzolimi dan lalu membalas, tidak dianggap sebagai pelaku dzolim. Jadi dengan demikian, berdasarkan hukum Islam, kafir Quraish yang membalas dzolim umat Muslim tidak dianggap bersalah!!

Allah menetapkan bahwa jika Sandalmu dicuri, maka kau pun berhak mencuri Sandal orang lain. “Sandal ganti Sandal,” kata Allah/Muhammad.
Image

Tapi Sandal apa yang dicolong kafir Quraish sehingga Muhammad merasa berhak merampoki dan bahkan membunuhi para pedagang Quraish yang melakukan perjalanan dagang dari Mekah ke Syria?
Aku dah lama penasaran tentang SIFAT awlloh yang mirip para maniak bola kaki ini

Image

Tafsir At-Thabari bahasa Indonesia itu sudah diakui kebenarannya oleh MUI, dan sudah dimasukkan dalam Perpustakaan Nasional Indonesia. Kamu itu apa sih dibandingkan MUI? Bahasa Arabmu itu seberapa sih dibandingkan si Misbah, penerjemah resmi At-Thabari? Apakah ada bukumu yang termasuk dalam Perpus Nasional Indonesia? Malu tuh.

Image

Read More


Forum Berdiskusi

Comments are closed.

%d bloggers like this: