Sejarah Islam

Manusia bijak adalah manusia yang mengetahui & belajar dari sejarah

Daily Archives: Juli 9, 2011

Ke 99 nama Allah

Sifat segenap Nama Ilahi terkandung di dalam Kesembilan-Puluh-Sembilan Nama Allah yang Indah, atau Al-Asma ul-Husna. Kita mewarisi yang ke-99 tersebut melalui sebuah hadis Nabi Muhammad saw. yang membeberkannya secara khusus:

AL-ASMA’UL HUSNAA (NAMA-NAMA INDAH DAN AGUNG)

  1. ALLAH – Nama Ilahi yang serba komprehensif. Nama panggilan Ketuhanan yang merupakan asal-usul segenap Nama lain-Nya.
  2. AR-RAHMAN – Yang Maha Pemurah. Ia yang melimpahkan Kemurahannya kepada segenap Makhluk-Nya.
  3. AR-RAHIEM – Yang Maha Penyayang. Ia melimpahkan Kemurahannya kepada semua orang yang beriman.
  4. AL-MALIK – Yang Maha Kuasa dan Merajai. Ia Raja seluruh alam semesta.
  5. AL-QUDDUS – Yang Maha Suci dari Sifat Kekurangan. Atau Yang Maha Kudus.
  6. AS-SALAAM – Yang Maha Sejahtera (memberi keselamatan). Yang Maha Suci dari Sifat Buruk. “Damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal.”
  7. AL-MUKMIN – Yang membenarkan rasul-rasul-Nya dan menepati Janji-Nya; Yang Memberi keamanan kepada Makhluk-Nya. Atau Maha Pelindung Iman, atau Maha Pelindung Mukminin. Dia mengaktifkan Nama ini di dalam diri mukminin sehingga terpelihara imannya.
  8. AL-MUHAIMIN – Yang memperhatikan, menjaga, serta menaungi Hamba-Hamba-Nya dalam segala keadaan. Atau Yang Maha Pelindung, khususnya Pelindung iman.
  9. AL-AZIZ – Yang Maha Kuat dan Mengalahkan segala sesuatu dan tidak dapat dikalahkan oleh apapun. Atau Yang Maha Mulia, atau pun Yang Maha Jaya.
  10. AL-JABBAR – Yang dapat Memaksakan Kehendak-Nya atas semua Makhluk-Nya; Yang Maha Perkasa. Yang Kehendak-Nya tidak terkalahkan atau diingkari.
  11. AL-MUTAKABBIR – Yang patut Dipuja karena Keagungan Sifat-Sifat-Nya; Yang Memiliki Kebesaran. Atau Yang Maha Bangga, atau Yang Maha Agung. Hanya Tuhan, Yang Berkuasa atas segala Hidup, berhak berbangga.
  12. AL-KHALIK – Yang Maha Pencipta. Yang Maha Kuasa Menciptakan segala sesuatu, seluruh alam semesta, dan segala Makhluk di dalamnya.
  13. AL-BARI’ – Yang menjadikan segala sesuatu. Atau Yang Maha Pengembang. Tuhan merencanakan Makhluk-Nya dan menuntunnya melalui tahap-tahap dalam proses perkembangannya.
  14. AL-MUSHAWWIR – Yang Memberi Rupa dan Bentuk kepada segala sesuatu. Secara aktif, Tuhan mencetak segala sesuatu dan membentuknya seraya Ciptaan-Nya menempuh segala tahap dalam proses perkembangannya.
  15. AL-GHAFFAR – Yang Maha Kuasa Menutupi segala kesalahan Hamba-Hamba-Nya dengan mengampuni dosa-dosa mereka. Melalui Kuasa Nama ini, Tuhan mengampuni orang yang berdosa.
  16. AL-QOHHAR – Yang dapat Menaklukkan segala sesuatu; Yang dapat Memaksakan segala yang menjadi Kehendak-Nya. Atau Yang Maha Penekan. Tuhan menaklukan dan mengakhiri segala sesuatu.
  17. AL-WAHHAB – Yang Maha Kuasa Memberi segala sesuatu kepada Makhluk-Nya. Tuhan memberi Kurnia-Nya kepada sesiapa yang dikehendaki-Nya.
  18. AR-ROZZAQ – Yang Memberi Rezeki. Tuhan adalah satu-satunya Pemberi Rezeki.
  19. AL-FATTAH – Yang Maha Kuasa Membuka Perbendaharaan Rahmat-Nya kepada semua Makhluk. Tuhan jualah yang membuka jalan ke arah segala pengembangan.
  20. AL-’ALIEM – Yang Maha Mengetahui. Atau Yang Serba Mengetahui. Tiada suatu pun yang luput dari Pengetahuan-Nya.
  21. AL-QOBIDH – Yang Maha Kuasa Menyempitkan. Dia yang menyempitkan atau menyusutkan sesuatu untuk mempersulit urusan Makhluk-Nya.
  22. AL-BASITH – Yang Maha Kuasa Melapangkan. Dia yang mempermudah segala urusan Makhluk-Nya atau sebaliknya membiarkan mereka berkembang.
  23. AL-KHOFIDH – Yang Maha Kuasa Merendahkan Martabat sesiapa yang dikehendaki-Nya.
  24. AR-ROFI‘ – Yang Maha Kuasa Mengangkat Martabat sesiapa yang dikehendaki-Nya.
  25. AL-MU’IZZ – Yang meninggikan derajat sesiapa yang dikehendaki-Nya.
  26. AL-MUDZILL – Yang menghinakan kedudukan sesiapa yang dikehendaki-Nya. Yang mampu meninggikan martabat juga mampu menurunkannya.
  27. AS-SAMIE’ – Yang Maha Mendengar. Tiada suatu pun yang luput dari Pendengaran-Nya.
  28. AL-BASHIER – Yang Maha Melihat. Tiada suatu pun yang luput dari Pengamatan-Nya.
  29. AL-HAKAM – Yang menetapkan Keputusan-Nya atas segala sesuatu. Tuhan adalah Hakim seluruh umat manusia, terutama pada Hari Kiamat.
  30. AL-’ADLU – Yang Maha Adil. Tuhan adil dalam Keputusan-Nya dan membagikan hukuman dan pahala dengan segala cermat-Nya, sehingga di seluruh alam semesta, termasuk Keputusan-Nya, tidak terdapat ketimpangan atau deviasi yang kecil sekali pun.
  31. AL-LATHIEF – Yang Maha Mengetahui segala rahasia yang samar dan pelik. Yang bersifat santun dan lembut kepada Hamba-Hamba-Nya. Ia yang Maha Pemurah, mengagumkan, dan terlalu halus untuk dilihat dengan mata kepala. (“Tuhan Allah sulit ditebak, tetapi Ia tidak jahat.” Albert Einstein.
  32. AL-KHOBIER – Yang Maha Mengetahui Hakikat segala sesuatu. Karena Ia Maha Mengetahui, Maha Melihat, dan Maha Mendengar, niscaya Tuhan memantau segala kejadian.
  33. AL-HALIEM – Yang tetap dapat menahan amarah. Atau Yang Maha Lemah Lembut. Atau Yang Maha Penyabar. Tuhan baru tega menghukum bila digusarkan terus-menerus.
  34. AL-’ADHIEM – Yang Maha Besar; Yang Maha Luhur; Yang Maha Agung. Ia Raja alam semesta dan Maha Besar dari sudut martabat.
  35. AL-GHAFUR – Yang Maha Pengampun. Dia memaafkan segala dosa yang disesali pelakunya.
  36. ASY-SYAKUR – Yang Maha Mensyukuri Hamba-Hamba-Nya yang taat dengan memberikan pahala atas setiap perbuatan yang baik.. Tuhan menerima syukur mereka yang bersyukur kepada-Nya. Sampai tingkat tertentu, Ia sekali gus pengucap syukur serta perbuatan mengucapkan syukur.
  37. AL-’ALIY – Yang Maha Tinggi Martabat-Nya. Ia Tuhan Yang bertakhta jauh-jauh di atas.
  38. AL-KABIER – Yang Maha Besar. Ia teramat Besar dari sudut ukuran ruang dan waktu.
  39. AL-HAFIEDZ – Yang Memelihara dan Menjaga semua Makhluk-Nya. Ia melindungi segala sesuatu, terutama Sabda-Nya (Alquran), sampai tiba ajalnya, dengan pengertian bahwa Alquran akan bertahan sampai akhir segala zaman.
  40. AL-MUQIET – Yang Menjadikan segala apa yang dibutuhkan oleh Makhluk-Makhluk-Nya., seperti makanan, minuman dan sebagainya. Atau Yang Maha Pemelihara. Di antara ketiga fase hidup (Kreasi, Hidup, dan Pemusnahan), Nama ini bertalian dengan fase kedua.
  41. AL-HASIEB – Yang memberi kecukupan dengan kadar perhitungan yang tepat. Juga berarti Juru Hitung, yang menunjukkan bahwa Tuhan mencipta berdasarkan perhitungan yang amat sangat halus (oleh Al-Muhshi).
  42. AL-JALIEL – Yang memiliki segala Sifat kebenaran dan kebesaran. Juga menyangkut segi Ilahi sebagai Yang Maha Pemurka.
  43. AL-KARIEM – Yang Maha Mulia, yang melimpahkan karunia kepada Makhluk-Makhluk-Nya tanpa diminta sebelumnya. Karena Ia jua yang memberikan kita segala milik yang kita punyai, maka Kemurahan-Nya tak terhingga.
  44. AR-RAQIEB – Yang Selalu Mengawasi dan Memperhatikan segala sesuatu, dan tiada suatu pun yang luput dari Pegawasan-Nya. Ia memantau, menyelia, dan mengontrol. (Banyak di antara penemuan teknologi mutakhir menjelmakan Nama ini.)
  45. AL-MUJIEB – Yang dapat mengabulkan doa Hamba-Hamba-Nya. Atau Yang Maha Pengabul Doa.
  46. AL-WASI’ – Yang Maha Luas Kekayaan-Nya dan Pemberian-Nya kepada Hamba-Hamba-Nya. Yang Maha Besar dari sudut keluasan atau permuaian.
  47. AL-HAKIEM – Yang Maha Bijaksana. Ia Asal-Usul, Pemilik, dan Pembagi segala sifat kearifan.
  48. AL-WADUD – Yang Mencintai dan Mengasihi. Tuhan adalah Cinta Kasih dan Pembagi-nya—Pengasih, Kasih, dan Kekasih.
  49. AL-MAJIED – Yang Maha Mulia dan Maha Besar Kemurahan-Nya kepada Hamba-Hamba-Nya. Ia teramat Ajaib dan patut dipuja, dan oleh karena itu paling patut diagungkan.
  50. AL-BA’ITS – Yang Maha Kuasa Membangkitkan sesiapa yang sudah wafat. Tuhan membangkitkan ahli kubur pada Hari Kiamat. Ia juga menciptakan hidup baru dan menghidupkan kembali segala sesuatu yang hanya dikira mati.
  51. ASY-SYAHIED – Yang menyaksikan segala sesuatu. Karena Ia Yang Serba Sadar dan Yang Maha Pengawas, maka Tuhan adalah Saksi akan segala kejadian sejagat raya, termasuk perbuatan kita yang kecil sekali pun.
  52. AL-HAQ – Yang Haq; Yang Maha Benar; Yang Menunjukkan Kebenaran. Ia inti terdalam seluruh alam dan sama sekali luput dari segala sifat dusta dan kesilapan.
  53. AL-WAKIEL – Yang dapat mengurusi dan menyelesaikan segala urusan Hamba-Hamba-Nya. Melalui Nama ini kita percaya kepada Tuhan, dan melalui Nama ini Ia memberi rezeki asalkan kita telah berusaha sendiri (memenuhi kewajiban dan mengambil tindakan pencegahan seperlunya).
  54. AL-QOWIYU – Yang Maha Kuat lagi Perkasa. AtauYang Tak Terbatas.
  55. AL-MATIEN – Yang Maha Kokoh dan Maha Sempurna Kekuatan-Nya. Ia Yang Bertahan, yang Maha Melawan, atau Yang Maha Pemberani. (Nama ini terwujud dalam bahan adikeras sebangsa intan.)
  56. AL-WALIYU – Yang Maha Melindungi dan Menolong serta membela Hamba-Hamba-Nya. Atau Yang Maha Sahabat lagi Pelindung. Tuhan merupakan Sahabat setia terhadap segenap Sahabat-Nya
  57. AL-HAMIED – Yang Patut dipuja dan dipuji. Segala puja dan puji adalah Milik-Nya jua.
  58. AL-MUHSHI – Dengan Ilmu-Nya yang meliputi segala sesuatu, Dia menghitung dan memelihara segala ada, baik yang besar maupun yang kecil sekali pun, hingga tiada suatu pun yang luput dari Perhitungan dan Pemeliharaan-Nya. Atau Yang Maha Penghitung atau pun Yang Maha Perancang. Ia sumber ilmu matematika, dan oleh sebab itu sumber segala ilmu pengetahuan alam (lihat juga Al-Hasieb). Menurut Leopold Kronecker, seorang ahli matematika tersohor, “Tuhan hanya menciptakan nomor; selain itu, segala sesuatu adalah ciptaan manusia.” Atau, yang lebih tepat, di alam semesta ini Tuhan mewujudkan ilmu matematika-Nya yang tinggi serta Kalkulasi dan Proporsi Ilahi, sehingga tugas manusia ialah hanya menemukan dan meniru Kemuliaan-Nya.
  59. AL-MUBDI’U – Yang menjadikan segala sesuatu dari tiada. Segala apa yang diambil oleh Tuhan dapat dikembalikan-Nya.
  60. AL-MU’IED – Yang mengembalikan lagi segala sesuatu yang telah lenyap. Melalui Kekuatan Nama ini, semua doa kita untuk arwah tercinta yang telah tiada akan dikabulkan oleh-Nya pada Hari Kebangkitan.
  61. AL-MUHYI – Yang Maha Kuasa Menghidupkan segala sesuatu yang sudah mati. Ia memberi hayat kepada segala Makhluk hidup.
  62. AL-MUMIET – Yang Maha Kuasa mematikan apapun yang hidup. Atau Yang Maha Pencipta Maut, atau Yang Maha Pemusnah. Segala sesuatu yang hidup akhirnya ditakdirkan mati oleh-Nya.
  63. AL-HAYYU – Yang Maha Tetap Hidup. Hanya Tuhan jualah yang mempunyai Hidup abadi, karena Ia tidak lahir dan tidak mati pula.
  64. AL-QOYYUM – Yang berdiri sendiri dan tetap mengurusi Makhluk-Makhluk-Nya. Ia untuk selama-lamanya berdiri tegak, siaga, dan awas.
  65. AL-WAAJID – Yang Maha Kaya dengan Penemuan dan dapat melaksanakan segala sesuatu yang dikehendaki. Ia memberi bentuk badani kepada segala sesuatu yang terdapat di dunia ini.
  66. AL-MAAJID – Yang Mempunyai Kemuliaan dan Maha Tinggi dari segala Kekurangan. Satu-satunya Ada yang patut diagungkan.
  67. AL-WAAHID – Yang Maha Tunggal. Atau Yang Maha Tersendiri dalam bentuk dan jenis. Atau Yang Maha Pemersatu. Segala kelipat-gandaan tersatu di dalam Diri-Nya.
  68. AL-AHAD – Yang Maha Esa. Yang Maha Tunggal, tanpa salinan, (maksudnya tidak ditinjau dari sudut urutan angka matematika, tetapi sebagai “Ia Yang tidak diserupai oleh sesama satu pun.”)
  69. ASH-SHOMAD – Yang menjadi tujuan segala makhluk dan tempat meminta sesuatu yang menjadi kebutuhan mereka. Atau Yang Maha Abadi. Segenap Makhluk menyeru-Nya dalam kekurangan, dan Dia, yang bebas dari segala kebutuhan, menyediakan kebutuhan mereka.
  70. AL-QODIR – Yang sanggup melaksanakan semua hal yang dikehendaki. Tuhan Maha Kuasa. (Sezarah dari segala Sifat Nama ini terwujud pada laut lepas, ilmu Ilahi, dan bidang keuangan.)
  71. AL-MUQTADIR – Yang sangat berkuasa. Kekuasaan-Nya menguasai segala yang kuasa.
  72. AL-MUQODDIM – Yang Maha Kuasa Mendahulukan. Atau Yang Maha Pemercepat. Bila dikehendaki-Nya, Tuhan sanggup mempercepat segala urusan.
  73. AL-MU’AKHKHIR – Yang Maha Kuasa Mengakhirkan. Atau Yang Maha Pemerlambat. Sebaliknya, Ia sanggup memperlambat segala urusan.
  74. AL-AWWAL – Yang pertama Ada-Nya sebelum segala sesuatu ada.
  75. AL-AAKHIR – Yang tetap ada setelah segala sesuatu musnah (berakhir).
  76. ADH-DHAHIR – Yang Lahir – Yang dapat dilihat kekuasaan-Nya. Segala sesuatu yang ada di luar.
  77. AL-BATHIN – Yang Batin – Yang tidak dapat dilihat Zat-Nya. Segala sesuatu yang ada di dalam.
  78. AL-WAALI – Yang mengendalikan dan menguasai segala macam urusan Makhluk-Nya. Direktur seluruh alam.
  79. AL-MUTA’AAL – Yang Pencapaian-Nya berada di puncak ketinggian yang amat tinggi dan tidak dapat diatasi atau dilampaui oleh siapa atau apa pun.
  80. AL-BARRU – Yang Maha Baik dan membuat segala macam kebajikan. Sumber segala kebaikan. Segala sesuatu yang baik berasal dari-Nya.
  81. AL-TAUWAAB – Yang menerima tobat dan memberi maaf kepada Makhluk yang berdosa. Setelah menerima tobatnya, Ia mengampuni mereka.
  82. AL-MUNTAQIM – Yang Maha Kuasa Menindak Hamba-Nya yang bersalah dengan menyiksa. Tuhan tidak meridai perbuatan jahat, dan lambat laun mesti membalas dendam-Nya.
  83. AL-AFUWWU – Yang Maha Memberi Maaf, asalkan pendosa bertobat.
  84. AR-RO’UF – Yang Maha Belas Kasih dan Penyayang. Belas Kasih ialah Tanda-Nya.
  85. MALIKUL-MULKI – Yang memiliki segala kekuasaan di alam ini, dan dengan Kekuasaan-Nya melaksanakan segala hal yang dikehendaki. Atau Pemilik Kerajaan. Atau Pemilik Abadi segala Kedaulatan. Atau pun Pemilik Kerajaan Allah.
  86. DZUL JALAALI wal IKROM – Yang memiliki sifat Kebesaran, Keagungan, Kemuliaan, serta Kemurahan. Tuhan Segala Keagungan dan Kemurahan. Dia Lebih Besar, Penuh Rahmah, dan Maha Pemurah.
  87. AL-MUQSITHU – Yang Maha Adil dalam Hukum-Nya. Ilmu ekonomi juga berasal dari Nama ini. Ekonomi Ilahi bersifat adil dan cermat.
  88. AL-JAAMI’U – Yang dapat mengatur dan mengumpulkan segala sesuatu. Tuhan mempersatukan segala sesuatu (yang beraneka segi) di dalam Diri-Nya.
  89. AL-GHONIYYU – Yang tidak membutuhkan sesuatu apapun. Yang Maha Mandiri. Sedemikian agung Kekayaan-Nya sehingga besarnya seluruh alam semesta ibarat kepala peniti saja.
  90. AL-MUGHNI – Yang dapat memberikan segala kebutuhan Makhluk dan Maha Kuasa Memberikan Kekayaan kepada Hamba-Nya. Ia melimpahkannya kepada siapa saja menurut Kehendak-Nya.
  91. AL-MAANI’U – Yang dapat mencegah dan mempertahankan sesuatu. Pada akhirnya, hanya Tuhan jualah yang mampu menahan sesuatu sehingga batal.
  92. ADH-DHAARRU – Yang dapat mendatangkan bahaya dan memberikan kemelaratan. Hanya Tuhan jualah yang mampu mengganggu atau menyusahkan Makhluk-Nya.
  93. ANN-NAAFI’U – Yang dapat memberikan manfaat. Atau Yang Maha Menguntungkan. Hanya Tuhan jualah yang mampu menolong atau menyembuhkan Makhluk-Nya.
  94. AN-NURU – Yang memberi cahaya kepada segala sesuatu. “Allah yang menerangi langit dan bumi.” (Q24.35) Makhluk pertama ialah Nur Ruh Muhammad, yang muncul dari Nur Ilahi Yang Purba. Itu berarti bahwa Rasul adalah Makhluk yang terdekat pada Tuhan, dilihat dari sudut ontologis (hakikat hidup), dan tidak hanya dari sudut temporal (berkenaan dengan waktu).
  95. AL-HAADI – Yang memberi petunjuk. Tuhan dapat menuntun kita sepanjang jalan yang lurus (atau benar).
  96. AL-BADIE’U – Yang menciptakan alam semesta dalam bentuk yang indah yang belum pernah dibuat oleh siapa pun. Atau Yang Tiada Bertara. Ia yang menimbulkan segala sesuatu.
  97. AL-BAQI – Yang Maha Kekal Wujud-Nya. Atau Maha Selamat. Atau Yang Maha Tetap. Meskipun segala sesuatu akan habis, tetapi Ia takkan berkesudahan.
  98. AL-WARITSU – Yang tetap ada setelah segala makhluk tiada. Atau Yang Maha Waris. Pada saat segala sesuatu kembali kepada-Nya, Ia akan berada di tempat untuk menerimanya.
  99. AR-ROSYIEDU – Yang Maha Pandai dan Bijaksana. Atau Yang Maha Penyuluh. Atau Yang Maha Pemandu yang merintis Jalan yang Benar. Nama ini dikaruniakan kepada segenap nabi, rasul, wali Allah, ahli hikmah, dan syekh yang patut dipercaya.
  100. ASH-SHOBURU – Yang Maha Sabar. Tuhan adalah sumber segala Kesabaran. Banyak Nama-Nya, namun Dia telah ridha mengungkapkan yang di atas kepada Hamba-Hamba-Nya sebagai Nama-Nya yang paling berguna baginya.

_________________

Read More

Apakah Nabi Wafat Saat Sedang Ngesex dengan Aisyah

by Adadeh » Thu Apr 30, 2009 6:26 am

Apakah sang Nabi Wafat Saat sedang Bersenggama dengan Aisyah?
Oleh Ayesha Ahmed
25 Apr, 2008
Note: Artikel ini bisa tergolong satir.

Rupanya Allâh memberi Nabi kita, sang juara ngeseks dengan libido 70 pria, kematian terbaik yang bisa dialami seorang pria. Dia ternyata mati saat ngeseks dengan istri yang paling dikasihinya …

Bukti bahwa dia mati saat ngeseks bisa dilihat di sini:
Ibn Hisham, Sirat, hal. 682:

… lalu dia mendengar Aisyah berkata; “Sang Rasul mati di dadaku saat giliranku (ngeseks dengan sang Rasul). Adalah karena kebodohan dan usia mudaku maka sang Rasul mati di dalam pelukan tanganku.

Sahih Bukhari, Volume 7, Book 62, Number 144:
Dikisahkan oleh Aisyah:

… sewaktu mengalami sakit parah, Rasul Allâh bertanya pada istri²nya, “Besok aku harus menggiliri siapa ya? Di mana tempat yang harus kudatangi besok?” Dia sedang menunggu-nunggu giliran mengunjungi Aisyah. Maka semua istrinya mengijinkan dia tinggal di tempat mana yang dia inginkan, dan dia pun tinggal di rumah Aisyah sampai dia mati di sana. Dia mati di hari giliran biasaku (untuk ngeseks) di rumahku. Allâh mengambil nyawanya pada saat kepalanya berada diantara dada dan leherku dan ludahnya bercampur dengan ludahku.

Aisyah menyalahkan usia mudanya dan kebodohannya yang mengakibatkan sang Nabi wafat. Hasrat besar Aisyah ingin menyenangkan sang Nabi mengakibatkan terjadinya foreplay/pemanasan seks yang liar dan lidah² keduanya saling berbelit sambil melakukan hubungan seks yang sangat hot. Karena Aisyah belum banyak pengalaman, dia tidak tahu bahaya yang bisa dihadapi orang tua yang lagi sakit keras kala melakukan seks panas dengan wanita muda. Jika saja ngeseks-nya agak pelan, maka mungkin sang Nabi masih hidup. Sang Nabi mencapai klimaks dengan penuh ledakan tapi hal ini tidak dapat ditanggung oleh jantungnya yang telah tua dan lemah. Aisyah melihat sang Nabi mati dan terkulai di dadanya saat mengalami ejakulasi yang tak terbayang nikmatnya (kasus seperti ini sebenarnya sering terjadi). Inilah sebabnya Aisyah merasa bersalah karena dia secara tidak langsung mengakibatkan kematian sang Nabi.

Sang Nabi Mati tanpa Melafalkan Kalimat Syahadah

Hadis² menunjukkan bahwa pada saat kematiannya, mulut sang Nabi tidak mengucapkan kalimat Syahadah sebagaimana yang harus dilakukan Muslim sewaktu menjelang ajal. Sebaliknya, mulut dan lidah sang Nabi malahan sibuk ber-french-kissing dengan istri mudanya.

Bukti² Nyata

Tubuhnya tentu jadi kaku setelah mati dalam kondisi ejakulasi. Kenyataan bahwa para sahabatnya mencoba membungkusnya dengan tiga lapis kain menunjukkan adanya tonjolan yang memalukan di selangkangan sang Nabi. Para sahabatnya berusaha menutupi tonjolan ini dengan lapisan² kain ekstra. Mereka tidak mau orang² tahu apa yang sedang dilakukan sang Nabi saat mengalami kematian.
Hadis Sahih Abu Daud, Buku 20, nomer 3147:

Dikisahkan oleh Abdullah ibn Abbas:
Rasul Allâh diselubungi tiga buah kain buatan Najran: dua kain dan satu pakaian yang dikenakannya saat mati.

Rupanya ketiga buah kain ini berhasil menenangkan keadaan dan dia pun dikubur di tempatnya bercinta. Sekedar untuk cross check n catetan saya sendiri, berikut ini links yang berhubungan dengan Volume 7, Book 62, Number 144:

http://www.islamreview.com/articles/PRO … ISHA.shtml
http://arabiguitar.blogspot.com/2009/04 … aking.html
http://www.iiu.edu.my/deed/hadith/bukhari/062_sbt.html
http://www.faithfreedom.org/2009/04/25/ … -to-aisha/
http://www.islamreview.com/articles/PRO … ISHA.shtml
http://www.usc.edu/schools/college/crcc … 2.sbt.html

Read More

Sumber Nafkah Muhammad dan Muslim Awal

Pengakuan Muhammad bahwa rejekinya berasal dari bayang² tombaknya:

Image
Bayang² tombak di sini berarti jarahan/rampasan perang (lihat keterangan di SINI).
=========================================

Sudah tak terhitung jumlahnya perdebatan antara Muslim dan kafir tentang Jihad di forum FFI. Muslim Indonesia kebanyakan menentang Jihad serang kafir untuk sebarkan Islam dan mereka tidak hentinya menyangkal pengakuan Muhammad bahwa dia mencari nafkah melalui ujung tombaknya terhadap kafir agar kafir menyerahkan harta bendanya pada Muhammad. (Sahih Al-Jaami’ As-Sagheer No. 2828; Hadis sahih al Bukhari, bab Jihad dan Biografi, perkataan nomer 2913; dan juga Mussnad Al Imam Ahammed, perkataan nomer 5409 dan 4869). Hadis² sahih tentang Sholat mereka terima tanpa ragu, tapi Hadis sahih pengakuan Muhammad dalam mencari nafkah mereka tolak mentah².

Berikut adalah pengakuan jujur Muslim bahwa Muhammad memang mencari nafkah melalui perampasan dan perampokan harta kafir.

Sumber Nafkah Umat Muslim

Negara Islam punya sejarah yang unik karena merupakan satu²ny negara yang tidak memajak umatnya. Bagaimana mungkin? Hal ini karena sumber pendapat negara datang dari:

1.Jizyah ? pajak terhadap kafir Kristen dan Yahudi
2.Kharaaj ? pajak tanah pertanian kafir
3.Ghanima ? harta kafir yang dijarah atau dirampas Muslim
4. ?Fay harta kafir yang dirampas Muslim tanpa peperangan. Para kafir ketakutan dan ngacir lari melarikan diri dari Muslim dan meninggalkan harta bendanya atau mereka menyerah tanpa perlawanan atau mereka bayar Jizyah. Pembagian Fay terserah pada ketetapan Imam (dilaporkan oleh Ahmad dan At-Tabarani. Termasuk hadis sahih. Sahih Al-Jaami’ As-Sagheer, Nomer 2828)

Semua sumber nafkah ini berasal dari Jihad; jadi Pemerintah tidak perlu memajak umat Muslim lagi. Tapi di jaman sekarang umat Muslim tidak lagi melakukan Jihad fe Sabilillah, sehingga negara terpaksa memajak umat Muslim. Sedangkan Rasul Allâh SAW berkata “Pajak itu haram dan siapapun yang punya pekerjaan apapun yang berhubungan dengan pajak akan dikutuk”
Begitulah jalan keluarnya, dan umat Muslim perlu sadar dan membaca hadis singkat ini dan mengikuti pesannya.

Ibn Rajab al-Hanbal (rahimahullah) menyatakan bahwa salah satu Salaf (Muslim awal yang suci) ditanyai ‘Mengapa kau tidak membeli sebuah ladang pertanian bagimu dan keluargamu?’ Dia menjawab ‘Allâh ‘Azza wa Jall telah mengirim aku untuk membunuh petani dan merampas tanah ladangnya.’
Ketika ‘Umar ibn al-Khattab (radiyallahu ‘anhu) mendengar bahwa para sahabat mulai sibuk bertani di ladang yang subur setelah mendapatkan ladang itu sebagai Ghanima (harta jarahan) dari jihad fe Sabilillah di Yordania, dia (‘Umar) menunggu sampai waktu memanen hasil ladang dan lalu memerintahkan semua ladang pertanian dibakar habis. Karenanya beberapa sahabat datang dan mengeluh padanya. Dia (‘Umar) berkata ‘Bertani adalah pekerjaan masyarakat ahli kitab (Yahudi dan Kristen); pekerjaanmu adalah berperang dalam Jihad fe Sabilillah dan menyebarkan agama Allâh.’

SubhanAllâh, kejadian yang serupa juga dinyatakan di hadis berikut:
Sunan Abu Dawud: Book 14, Number 2506

Dikisahkan oleh Abu Ayyub:
Abu Imran berkata: Kami pergi melakukan penyerangan dari Medinah dengan tujuan menyerang Konstantinopel. Abdur Rahman ibn Khalid ibn al-Waleed adalah pemimpin tentara. Pasukan Romawi tetap mempertahankan tembok² kota itu. Seorang (Muslim) tiba² menyerang musuh. Karenanya orang² berkata: Berhenti! Berhenti! Tiada tuhan selain Allâh.” Orang itu membahayakan dirinya sendiri.
Abu Ayyub berkata: Ayat ini diwahyukan bagi kami orang² Ansaar (para pembantu). Ketika Allâh menolong RasulNya (SAW) dan membuat Islam jadi agama dominan, kami berkata (berencana): Marilah! Mari kita tinggal di tanah milik kita ini dan mengolahnya.
Karena itu, Allâh, yang Maha Besar, menurunkan wahyu: “Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.” (Al-Baqarah, ayat 195). Menjatuhkan diri dalam kebinasaan berarti kita tinggal di tempat harta milik kita dan bertekad mengembangkannya, dan tidak melakukan Jihad.
Abu Imran berkata: Abu Ayyub melanjutkan melakukan Jihad fe Sabilillah sampai dia mati dan dikuburkan di Konstantinopel.
? Adadeh: harus diingat bahwa Muhammad dan gerombolan Muslimlah yang terlebih dahulu menyerang Romawi Konstantinopel.

Tinggalkan kegiatan bertani untuk dilakukan oleh masyarakat Ahli Kitab, sedangkan kau (Muslim) pergilah dan sebarkanlah agama Allâh ‘Azza wa Jall. Mereka (para Ahli Kitab) akan bertani dan mereka akan memberimu makan; mereka akan bayar Jizya (pajak uang bagi kafir di bawah Kalifah), mereka akan bayar Kharaaj (Kharaaj adalah pajak hasil ladang pertanian) karena:

Sahih Al-Jaami’ As-Sagheer No. 2828

Rasul Allâh (sallallahu ‘alayhe wassallam) berkata,
“Sumber rezekiku berasal dari bayang² tombakku.”

(Dilaporkan oleh Ahmad dan At-Tabarani. Termasuk hadis sahih.) ? juga terdapat di Hadis sahih al Bukhari, bab Jihad dan Biografi, perkataan nomer 2913; dan juga Mussnad Al Imam Ahammed, perkataan nomer 5409 dan 4869; versi koleksi Hadis Bukhari internet tidak mencantumkan hadis sahih sumber cari nafkah sang Nabi Islam, karena Muslim KTP pada malu mencantumkannya.

Jadi jika rezeki Rasul Allâh (SAW) berasal dari Ghanima (harta rampasan), maka rezeki ini tentunya adalah rezeki yang terbaik dan lebih baik daripada bertani, bisnis, beternak, dan lebih baik dari pekerjaan apapun juga karena Rasul Allâh (SAW) berkata: “Sumber rezekiku berasal dari bayang² tombakku.”

wallahu alam
==============
Catatan dari Adadeh:
Dalam perdebatan, Muslim terus menyangkal dengan menyatakan bahwa Allâh memerintahkan Jihad karena saat itu Muslim sedang dalam keadaan berperang. Tapi perhatikan bahwa peperangan² terhadap kafir itu terjadi karena Muhammad dan gerombolan Muslimnya menyerang pihak kafir terlebih dahulu!! Siapakah yang menyerang Muhammad dan umat Muslim di Medinah? Tidak ada kafir manapun yang terlebih dahulu menyerang Muhammad dan umatnya. Muhammad mengadakan 78 perang (ghazwa and saria ? serang dan sergap) dan semuanya akibat dia terlebih dahulu yang menyerang kafir. Jika Muhammad tidak mengobarkan perang Jihad, maka tentunya tidak ada perang; tapi jika Muhammad tidak berjihad, maka dia tidak akan dapat nafkah atau rejeki! Dia sendiri sudah jelas² mengaku bahwa mata pencahariannya, nafkahnya, rejekinya berasal dari jihad merampas, menjarah, dan merampok harta kafir.

Jika Muslim masih ngotot menyangkal, tanyakan saja pada mereka:
BAGAIMANA MUHAMMAD MENCARI NAFKAH DI MEDINAH SELAMA 10 TAHUN? ? Sewaktu di Mekah sih, dia dinafkahi oleh bini pertamanya si Khadijah yang merupakan orang terkaya di Mekah.
DAPAT SUMBER UANG DAN HARTA DARI MANAKAH DIA UNTUK MENAFKAHI 23 ISTRI² (ini berarti sedikitnya nikah 2 kali setahun) DAN BUDAK² SEKSNYA? BAGAIMANA UMAT MUSLIM CARI NAFKAH DI MEDINAH SEDANGKAN MEREKA HARUS MELAKUKAN 78 PEPERANGAN DALAM WAKTU 10 TAHUN?
Khotbah Imam Anwar al-Awlaki

VI. Jalan Keluar bagi Masalah yang Dihadapi Umat Islam

Kita setuju kita mempunya masalah sekarang. (Adadeh: masalah Muslim yang juga diketahui Muslim: miskin, terbelakang dalam segala bidang, malu²inlah pokoknya) Setiap Muslim mengatakan umat Muslim menderita karena bermasalah tapi kita berbeda-beda dalam mengatasi masalah. Kita tidak seharusnya berbeda pendapat jika kita memiliki Qur’an dan Sunnah. Kita tidak seharusnya berbeda pendapat jika jawaban terdapat dalam Qur’an dan Sunnah. Maka apakah jalan keluar dari masalah kita sekarang? Jalan keluarnya terdapat dalam sebuah hadis tatkala Rasul Allâh berkata:

“Ketika kamu melakukan transaksi dagang, memegang ekor sapi² (beternak), dan merasa senang melakukan pertanian, dan tidak lagi melakukan Jihad fi Sabilillah, Allâh akan mempermalukanmu, dan tidak akan menghentikan mempermalukanmu, sampai kau kembali pada din yang sebenarnya (yakni Islam yang sejati).”

[ref. Dikisahkan oleh ‘Abdullah ibn ‘Umar (radiyallahu ‘anhu). Terdapat di Sunan Abu Dawud: Book 23,
Number 3455 & Saheeh Al-Jaami’ No. 688 & Ahmad Number 4825 & Aboo Umayyah at-Tarsoose in
“Musnad ibn ‘Umar” (no. 22)]

Hadis ini menjelaskan pada kita masalah dan jalan keluarnya. Yang menarik adalah masalah yang diutarakan dalam hadis itu malah dianggap Muslim modern sebagai jalan keluar. Maka apakah masalahnya? Rasul Allâh berkata: ketika kau sibuk dengan bisnis dan tanah ladang dan ternakmu dan kau meninggalkan Jihad fi Sabilillah, kau akan dipermalukan.

Beberapa Muslim mengatakan bahwa jalan keluar satu²nya bagi Umat Muslim untuk bisa menang adalah jika kita mengikuti cara² negara² lain dalam bidang industri, pertanian, perdagangan, sehingga kita bisa jadi seperti mereka dan kita akan menang. Jadi, jika kita ini sukses dalam berbisnis, bertani, berteknologi, dan lain², maka itulah jalan keluar bagi umat Muslim. Akan tetapi Rasul Allâh justru mengatakan hal itu sebagai masalahnya.

Sebagian Muslim menyatakan jalan keluar bagi Umat Muslim adalah menghindari terorisme dan menghabiskan waktu mereka untuk jadi ahli dalam bidang bisnis, teknologi, pertanian, dll; beginilah caranya agar umat Muslim bisa bersaing dengan kafir. Rasul Allâh berkata bahwa pandangan ini salah dan Allâh ‘Azza wa Jall akan mempermalukan Umat Muslim jika mereka melakukannya. Rasul Allâh mengatakan tiada jalan keluar lain sampai Muslim kembali kepada din. Penafsir hadis ini menjelaskan bahwa kembali pada din berarti kembali melakukan Jihad fi Sabilillah terutama karena Rasu Allâh menjelaskan bahwa meninggalkan Jihad berarti meninggalkan din sehingga jalan satu² kembali pada din adalah kembali melakukan Jihad fi Sabilillah; jadi Jihad itu sama artinya dengan agama Islam. Nah, inilah jalan keluarnya; jalan keluar bagi Umat Muslim adalah kembali melakukan Jihad fi Sabilillah.

Ibn Rajab al-Hanbal (rahimahullah) menyatakan bahwa salah satu Salaf (Muslim awal yang suci) ditanyai ‘Mengapa kau tidak membeli sebuah ladang pertanian bagimu dan keluargamu?’ Dia menjawab ‘Allâh ‘Azza wa Jall telah mengirim aku untuk membunuh petani dan merampas tanah ladangnya.’

Ketika ‘Umar ibn al-Khattab (radiyallahu ‘anhu) mendengar bahwa para sahabat mulai sibuk bertani di ladang yang subur setelah mendapatkan ladang itu sebagai Ghanima (harta jarahan) dari jihad fe Sabilillah di Yordania, dia (‘Umar) menunggu sampai waktu memanen hasil ladang dan lalu memerintahkan semua ladang pertanian dibakar habis. Karenanya beberapa sahabat datang dan mengeluh padanya. Dia (‘Umar) berkata ‘Bertani adalah pekerjaan masyarakat ahli kitab (Yahudi dan Kristen); pekerjaanmu adalah berperang dalam Jihad fe Sabilillah dan menyebarkan agama Allâh.’

Tinggalkan kegiatan bertani untuk dilakukan oleh masyarakat Ahli Kitab, sedangkan kau (Muslim) pergilah dan sebarkanlah agama Allâh ‘Azza wa Jall. Mereka (para Ahli Kitab) akan bertani dan mereka akan memberimu makan; mereka akan bayar Jizya (pajak uang bagi kafir di bawah Kalifah), mereka akan bayar Kharaaj (Kharaaj adalah pajak hasil ladang pertanian) karena Rasul Allâh (sallallahu ‘alayhe wassallam) berkata,
“Sumber rezekiku berasal dari bayang² tombakku.”
(Dilaporkan oleh Ahmad dan At-Tabarani. Termasuk hadis sahih. Sahih Al-Jaami’ As-Sagheer No. 2828)

Ada sebuah wawancara dengan seorang juru bicara Al-Jaysh al-Islam fil ‘Irak [ref. dilaporkan oleh Ahmad and At-Tabarani. Termasuk hadis Saheeh. Saheeh Al-Jaami’ As-Sagheer No. 2828] Ketika ditanya ‘Apakah sumber nafkahmu?’, dia menjawab ‘Sumber nafkah kami adalah Ghanima tapi kami tak keberatan jika umat Muslim bersedia memberi sedekah pada kami.’ Mereka tidak akan jadi pengemis, karena mereka menafkahi diri mereka dengan Ghanima (jarahan perang) dari melakukan Jihad fi Sabilillah.

Jadi, jalan keluar bagi Umat Muslim sekarang adalah Jihad fi Sabilillah. Ketika Umat Muslim mulai melakukan ibadah jihad ini, Umat lainnya menganggap Jihad fi Sabilillah sebagai suatu ironi. Mereka malahan lari dari tugas ini karena dianggap akan mengurangi uang dan malah kehilangan nyawa; memang benar bahwa kau bisa kehilangan nyawa dan harta dalam Jihad fi Sabilillah. Tapi sebenarnya jika Umat Muslim berperang Jihad fi Sabilillah, maka Umat menjadi paling kaya dan jika Umat berperang Jihad fi Sabilillah, maka ternyata sangat sedikit Umat yang mati.

Jika kita bikin grafik jumlah Muslim yang mati, kita akan menemukan bahwa hanya sedikit sekali Muslim yang mati ketika Umat Muslim melakukan Jihad fi Sabilillah, sedangkan jika Umat Muslim meninggalkan Jihad fi Sabilillah maka yang mati malahan jutaan. Jika kita menggambar kurfa kekayaan Muslim, maka kau temukan bahwa Umat Muslim punya harta terbanyak saat melakukan Jihad fi Sabilillah dan jadi termiskin saat meninggalkan Jihad fi Sabilillah.

==============
Catatan dari Adadeh:
Dari kasus² di atas, perhatikan baik² apakah Muhammad, ‘Umar ibn al-Khattab, Abu Bakr, Usman pernah menunggu kafir menyerang mereka terlebih dahulu sebelum mereka mengobarkan jihad?
Juga perhatikan seluruh tulisan Imam Anwar al-Awlaki apakah Muslim harus menunggu kafir menyerang terlebih dahulu sebelum Muslim boleh melakukan Jihad fi Sabilillah?
Khotbah Pak Awlaki ini dengan jelas menganjurkan Umat Muslim berpedoman pada perintah dan sunnah Nabi, yang tidak pernah menunggu kafir menyerang terlebih dahulu untuk melancarkan usaha cari nafkahnya berjihad merampoki kafir. Malah lebih dari itu, Pak Awlaki juga menyatakan justru dari Jihad itulah Umat Muslim akan semakin kaya dan makmur. Itu baru pengakuan jujur Muslim, karena yang dilakukannya hanyalah mengutip ucapan dan perintah Muhammad saja.

Juga patut diingat bahwa tiada satu pun ayat Qur’an yang memerintahkan Muslim bekerja keras dalam mencari nafkahnya dengan cara halal (? halal dalam pengertian manusia waras umumnya, yakni: jujur dalam melakukan usaha bisnis, dagang, bertani, beternak, berkarya, berilmu, dll). Harap diingat pula bahwa pengertian halal dalam Islam tidak sama dengan pengertian halal yang dimengerti manusia waras pada umumnya. Manusia waras yang berakhlak mana pernah menghalalkan penjarahan, perampokan, dan perampasan harta orang lain sebagai cara cari nafkah yang diridhoi Tuhan. Karena itu, jika Muslim memberi contoh² hadis palsu yang menyatakan Allâh memerintahkan Muslim kerja keras cari nafkah dengan jujur (tak merampoki kafir), tanyakan pada mereka:
(1) mana contoh Muhammad melakukan perbuatan seperti itu di Medinah; dan
(2) mana pula ayat Qur’an yang menyatakan hal seperti itu.
Tidak ada satupun Muslim FFI yang berani mengakui bahwa mata pencaharian Muhammad berasal dari menjarah/merampas harta kafir. Tapi tidak begitu dengan Muslim² lain yang berani mengakui bahwa memang begitu cara Muhammad cari nafkah, dan bahkan ITULAH CARA CARI NAFKAH YANG TERBAIK. Nah, ini merupakan pengakuan jujur. Berikut masih dari sumber Muslim sendiri:
=============

Alasan² Mengapa Jihad Harus Dilaksanakan Muslim
8 – Untuk Mendapatkan Harta Jarahan

Saheeh al-Jaami’, 2831
Disampaikan oleh Ahmad:
Sang Nabi SAW berkata:
Aku telah dikirim sebelum Waktu dengan pedang agar Allâh saja yang disembah, dan rejekiku berasal dari bayang² tombakku, dan telah diperintahkan untuk menerapkan penghinaan bagi siapapun yang melawan perintahku, dan siapapun yang meniru orang (kafir) merupakan salah satu dari mereka.

Al-Haafiz berkata:
Hadis ini menyatakan bahwa harta jarahan adalah halal bagi umat Muslim, dan bahwa rejeki sang Nabi berasal dari jarahan perang dan tidak dari mata pencaharian lainnya. Karena itu, sebagian ahli Islam menyatakan bahwa inilah mata pencaharian yang terbaik.

Al-Qurtubi berkata:
Allâh telah memberi nafkah pada RasulNya SAW melalui usaha perangnya dan Dia membuat itu sebagai mata pencaharian terbaik yakni cari nafkah melalui pemaksaan dan kekuatan. Sang Nabi melakukan Perang Badr untuk menghadapi kafilah Abu Sufyan.

(Adadeh: nah, ini baru Muslim jujur yang mengaku bahwa Muhammad menyerang kafilah Quraish di Badr untuk cari nafkah!! Beda banget sama Muslim plintat-plintut munafik seperti si Montlir, Gaston, dan banci² lainnya)

Al Qurtubi berkata:
Kenyataan bahwa sang Nabi menemui kafilah ini menunjukkan bahwa diperbolehkan untuk mengambil harta jarahan sebagai sumber mata pencaharian yang halal. Hal ini membantah pendapat Maalik yang menyatakan hadis ini makruh, ketika dia mengatakan bahwa ini merupakan perang untuk mendapatkan harta duniawi.

Al-Shawkaani berkata:
Ibn Abi Jamrah berkata: Para ahli ahadis jika tujuan utama adalah untuk menegakkan firman Allâh, maka tidak mengapa jika hal lain juga dicapai.

(Adadeh ? maksudnya adalah tidak apa² menggunakan cara² kriminal jarah, rampas, rampok harta kafir jika ini bertujuan untuk kebaikan Islam.)

==============
Karena Jihad merupakan cara cari nafkah yang utama, maka Muslim pun harus menyerang dan meneror kafir, tidak peduli kalaupun kafir tidak pernah memusuhi Muslim. Masih dari website yang sama:
==============

Jika kafir tidak berkumpul memerangi Muslim, maka perang bersifat Fard Kifaya dengan persyaratan minimum menunjuk Muslim untuk menjaga daerah perbatasan, dan mengirim sekelompok pasukan SETIDAKNYA SETAHUN SEKALI UNTUK MELAKUKAN TEROR PADA MUSUH ALLÂH. Sudah menjadi kewajiban Imam untuk mengumpulkan dan mengirim sekelompok tentara ke tanah perang (Dar-ul-Harb ? tanah kafir, yang berarti halal untuk diperangi Muslim) SEKALI ATAU DUA KALI SETIAP TAHUN. Terlebih lagi, sudah jadi kewajiban umat Muslim untuk membantu sang Imam, dan jika Imam ini tidak mengirim tentara, maka dia telah berdosa.

Dan sang Ulama telah menjelaskan tipe Jihad ini adalah untuk tetap mendapatkan bayaran Jizya (paksaan bayaran yang harus dibayar kafir pada Muslim). Para ahli Islam tentang prinsip² Islam juga telah berkata:
Jihad itu merupakan Dakwah dengan paksaan, dan sudah jadi kewajiban untuk melakukannya dengan segala kemampuan, sampai semua orang yang ada hanyalah Muslim atau orang² yang tunduk di bawah Islam.
(Hashiyah Ash-Shirwani and Ibn Al-Qasim in Tuhfah Al-Muhtaj Alal Minhaj 9/213)
==============

Catatan dari Adadeh:
Sekali lagi, Muslim ini benar² jujur mengakui bahwa Jihad itu harus selalu dilakukan Muslim sebagai cara cari nafkah Muslim, dan agar duit terus masuk dari kantong kafir ke kantong Muslim lewat pemaksaan, penindasan, penjajahan. Sudah jelas bahwa Islam itu agama perampok dan penjarah. Muhammad sendiri tidak malu² mengakui hal ini, tapi anehnya Muslim² seluruh Indonesia menolak pengakuan Nabinya mentah². Kenapa yaaa?

Kecenderungan aneh tampak di dunia Islam. Muslim yang sangat giat mengulang-ulang hadis pengakuan Muhammad cari nafkah lewat Jihad ternyata adalah Muslim² yang giat berjihad menyebar teror. Contoh nyata tampak di website berikut dari Muslim teroris Chechna bernama Shaykh Said Abu Saad:

PERINGATAN BAGI MUSLIM UNTUK BERJIHAD

Image

kutipan:
Dan Rasul Allâh SAW berkata dalam hadis yang terkenal ini, yang diteruskan pada lebih dari 20 orang sahabatnya:
“Sebenarnya, akan ada sekolompok umat dalam umatku (di hadis lain disebut “sekelompok dalam umatku”, atau di hadis lainnya disebut “sebuah umat dari umatku”), dan mereka akan berperang untuk kebenaran, dan Allâh akan menundukkan hati orang² bagi mereka, dan akan memberi nafkah dari orang² yang dikalahkan.”
Dan karenanya sang Nabi berkata bahwa “Rejekiku, sumber nafkahku diberikan padaku melalui bayang² tombakku”, dan seberapa jauh tombak itu terlontar, sebegitu pula banyaknya nafkah yang diberikan Allâh pada Muslim.

Pesan Muhammad sudah jelas bagi Muslim: Muslim harus berjihad memerangi kafir, dan kafirlah yang harus menafkahi Muslim.
Jika ini bukan agama sesat, maka apa dunk namanya? Muhammad menghendaki Muslim berperang tiada akhir, sampai Islam mendominasi dunia. Jika ini benar² terjadi di dunia nyata sekarang, maka akibatnya umat Muslim seluruh dunia bisa hancur musnah tak berbekas. Muslim jaman sekarang tidak berani melakukan jihad universal / seluruh dunia karena mereka tahu kekuatan militer kafir jauh lebih superior daripada Muslim. Tapi jika kafir lemah, maka Muslim takkan ragu menyerang dan menjajah kafir sama persis seperti yang dulu dilakukan Muhammad, Abu Bakr, Umar, Usman, Ali, kekalifahan Umaya, Abbisid, Ottoman.
Siapa lagi yaaa yang doyan banget mengulang-ulang hadis dari Nabi Muhammad yang mengaku sumber nafkahnya berasal dari ujung atau bayang² tombaknya? Siapa lagi jika bukan Jihadis Osama bin Laden!!

OSAMA BIN LADEN: Text of Fatwah Urging Jihad Against Americans -1998
Published in Al-Quds al-’Arabi on Febuary 23, 1998

kutipan:
Statement signed by Sheikh Usamah Bin-Muhammad Bin-Ladin; Ayman al-Zawahiri, leader of the Jihad Group in Egypt; Abu- Yasir Rifa’i Ahmad Taha, a leader of the Islamic Group; Sheikh Mir Hamzah, secretary of the Jamiat-ul-Ulema-e-Pakistan; and Fazlul Rahman, leader of the Jihad Movement in Bangladesh

Praise be to God, who revealed the Book, controls the clouds, defeats factionalism, and says in His Book “But when the forbidden months are past, then fight and slay the pagans wherever ye find them, seize them, beleaguer them, and lie in wait for them in every stratagem (of war)”; and peace be upon our Prophet, Muhammad Bin-’Abdallah, who said “I have been sent with the sword between my hands to ensure that no one but God is worshipped, God who put my livelihood under the shadow of my spear and who inflicts humiliation and scorn on those who disobey my orders.” The Arabian Peninsula has never–since God made it flat, created its desert, and encircled it with seas–been stormed by any forces like the crusader armies now spreading in it like locusts, consuming its riches and destroying its plantations. All this is happening at a time when nations are attacking Muslims like people fighting over a plate of food. In the light of the grave situation and the lack of support, we and you are obliged to discuss current events, and we should all agree on how to settle the matter.

terjemahan paragraf kedua:
Terpujilah Allâh, yang menurunkan Qur’an, mengatur awan, mengalahkan kepalsuan, dan berkata dalam BukuNya: “Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah di tempat pengintaian”; dan damai bersertamu Nabi kami, Muhammad Bin-’Abdallah, yang mengatakan “Aku telah dikirim dengan pedang diantara kedua tanganku untuk meyakinkan bahwa tiada tuhan yang disembah kecuali Allâh, Allâh memberikan sumber nafkahku dari bayang² tombakku dan menerapkan penghinaan dan penentangan terhadap siapapun yang tidak mentaati perintahku.” Jazirah Arabia – Allâh membuatnya datar, membuat gurun pasir yang dikelilingi lautan – tidak pernah dilanda kekuatan apapun seperti tentara salib yang sekarang menyebar di sana bagaikan belalang, memakan kekayaan dan menghancurkan pertanian. Semua ini terjadi saat negara² menyerang Muslim seperti orang² menyerbu makanan. Di saat genting dan tiada dukungan ini, kami dan kau wajib berdiskusi akan masalah² sekarang, dan kita harus setuju akan jalan keluarnya.

Sudah jelas bahwa Osama ingin dinafkahi musuhnya para kafir Amerika, tapi apa boleh buat, Allâh ternyata tidak meridhoi. Sekarang dia malah harus nyumput ketakutan (takut di-waterboarding), tidak berani nongol sama sekali dan harus dinafkahi saja tuan rumahnya Muslim Taliban di Pakistan. :lol:
Tentunya kurang afdol jika tidak disertakan sumber buku cetaknya. Berikutnya adalah gambar cover depan buku koleksi Sahih Al-Bukhari:

Image

Ini halaman pertamanya:
Image

Ini pengakuan sang Nabi atas mata pencahariannya:
Image

terjemahan:
Bab 88. Apa yang dikatakan berhubungan dengan tombak².
Dikisahkan oleh Ibn ‘Umar bahwa sang Nabi SAW berkata, “Mata pencaharianku berada di bawah bayang² tombakku, (1) dan orang yang tidak taat perintahku akan dihina dengan bayar Jizya.” (2)

(1) “Di bawah bayang² tombakku” berarti “dari jarahan perang”
(2) Jizya ? pungutan uang paksa terhadap kafir Kristen, Yahudi, yang menolak Islam.

Berikut adalah pengakuan sang Nabi bahwa dia dimenangkan melalui teror yang dilakukannya terhadap para kafir:
Image

terjemahan hadis dalam kotak merah:
Pernyataan sang Nabi SAW: Aku telah dimenangkan dalam perjalanan sebulan melalui teror/rasa takut (yang dimasukkan ke dalam hati musuh). Pernyataan Allâh:
‘Kami akan memasukkan teror/rasa takut ke dalam hati para kafir.’ (Q 3:151)

terjemahan hadis dalam kotak ungu:
Dikisahkan oleh Abu Huraira:
Rasul Allâh SAW berkata, “Aku telah dikirim dengan pesan² pendek yang mengandung arti² terbanyak, dan aku telah dimenangkan melalui teror/rasa takut (yang dimasukkan ke dalam hati para musuh), dan ketika aku masih tidur, kunci² harta dunia dibawa kepadaku dan diletakkan ke dalam tanganku.”
Abu Huraira menambahkan: Rasul Allâh SAW telah meninggal dunia dan sekarang kalian, para umat, mendapatkan harta² tersebut (sang Nabi SAW tidak menikmatinya)
(? ya jelas tidak bisa menikmati karena udah mati!)

Nabinya tukang teror kafir dan bahkan hidup dari meneror kafir, Allâhnya juga tak ketinggalan menghalalkan teror terhadap kafir. Hmmm… kok Muslim sakit ati sih jika Islam dikatakan sebagai agama teror, padahal Nabi dan Allâhnya sudah mengaku tuh.

Yang juga jadi pertanyaan adalah: Mengapa Muslim tidak mau mengikutsertakan hadis sahih tentang sumber nafkah sang Nabi SAW di versi Hadis Sahih Bukhari internet? Ada berbagai website Islam yang mencantumkan koleksi Hadis Bukhari di internet, tapi tak satu pun mau mengikutsertakan hadis hebat nafkah Nabi SAW ini. Muslim ternyata malu atas pengakuan Nabinya. Muhammad menyuruh umatnya melakukan Jihad yang dimengerti umat Muslim sebagai perang suci di jalan Allâh, tapi sebenarnya hal ini tidak lain adalah cara sang Nabi mencari nafkah melalui usaha umat Muslim menjarah, merampas, dan merampok kafir. Inilah rahasia paling mendasar dalam Islam yang harus diketahui Muslim dan non-Muslim Indonesia.

Wahai Muslim, pikirkan dan renungkan pengakuan jujur Nabimu tentang caranya cari nafkah.
Muhammad membujuk orang² dengan janji² kekayaan dan kesenangan duniawi dan jasmani. Ajarannya sarat dengan segala isi janji²nya tersebut, dan dia membuka lebar² segala macam pemuasan hasrat seksual, kekayaan, jabatan, kekuasaan, bahkan hasrat melampiaskan kebencian, kekejian, kebuasan terhadap sesama manusia. Dengan demikian, tidak heran jika Muhammad sendiri menjadi budak hawa nafsunya.

Para Muslim FFI jerit² bahwa Muhammad berjihad karena kafir terlebih dahulu menyerang umat Muslim. Jika disodorkan bukti bahwa umat Yahudi, Persia, Romawi, Kristen, pagan Arab, ternyata tidak pernah menyerang Muhammad dan umat Muslim terlebih dahulu, mereka dengan liciknya berubah siasat dan mulai menyemburkan berbagai alasan karangan sendiri, tidak peduli benar atau salah, yang penting perbuatan Muhammad jadi tampak baik dan halal.

Untunglah banyak Muslim lain yang tidak malu² mengakui bahwa Muhammad memang melakukan Jihad menyerang kafir, padahal kafir tidak memeranginya terlebih dahulu.

http://salafiyyah-jadeedah.tripod.com/Q … dition.htm
oleh: Mustafa Salahaddin

Ada dua jenis jihad melawan kafir, yakni:
(1) Jihad Menyerang / Ofensif (Jihad talab)
(2) Jihad Bertahan / Defensif (Jihad daf’)

Jihad Menyerang adalah jihad yang dilakukan terhadap kafir padahal tidak ada kafir yang memerangi Muslim atau mengepung untuk memerangi Muslim. Jihad seperti ini disebut Fard Kifayah, yang berarti jika sebagian Muslim melakukan kewajiban ini, maka umat Muslim lainnya tidak perlu melakukannya. Jika tidak ada Muslim yang melakukan kewajiban ini, maka semua umat Muslim berdosa.

Qur’an, Sura Al-Anfal (8), ayat 39
Allâh berkata:
Wahai umat Muslim, perangi mereka sampai tiada fitnah lagi dan agama Allâh ditegakkan sepenuhnya.

Hadis Sahih Bukhari, vol. 1, no. 24; Hadis Sahih Muslim, vol. 1, no. 29:
Dikisahkan oleh Ibn ‘Umar bahwa Rasul Allâh berkata:
Aku telah diperintahkan untuk memerangi orang² sampai mereka bersaksi tiada tuhan selain Allâh, dan bahwa Muhammad adalah Rasul Allâh, dan melakukan kewajiban sholat, dan bayar zakat. Jika mereka melakukan hal itu, maka darah dan kekayaan mereka akan selamat daripadaku, dan perbuatan mereka akan dipertimbangkan oleh Allâh.

Al-Mughni, 9/163

Ibn Qudaamah berkata:
Jihad adalah kewajiban bagi umat Muslim; jika sebagian orang melakukannya, maka umat Muslim lainnya bebas dari kewajiban itu.” Arti fard kifaayah adalah jika jihad tidak dilakukan oleh cukup banyak Muslim, maka semua Muslim berdosa, tapi jika Muslim yang melakukan cukup banyak, maka sisa umat Muslim lainnya bebas dari dosa itu. Awalnya, perintah Jihad itu bagi semua Muslim, sama seperti kewajiban pribadi (fard ‘ayn), tapi dalam kasus fard kifaayah kewajiban tidak harus dilakukan semua Muslim jika sudah cukup banyak Muslim yang berjihad. Ini tidak sama dengan fard ‘ayn di mana kewajiban tetap harus dilakukan tidak peduli berapa banyak Muslim yang telah melakukannya. Jihad adalah fard kifaayah, menurut ahli² Islam pada umumnya.

Hashiyah Ash-Shirwani and Ibn Al-Qasim in Tuhfah Al-Muhtaj Alal Minhaj 9/213

Para ahli Islam telah berkata bahwa jihad jenis ini adalah untuk TETAP MENDAPATKAN JIZYAH (pajak paksaan yang harus dibayar kafirun yang hidup di tanah Islam). Para ahli juga berkata: “Jihad itu adalah Dakwah dengan menggunakan paksaan, dan ini wajib dilakukan dengan segala kemampuan, sampai semua orang yang tersisa hanyalah Muslim saja atau orang² yang tunduk di bawah Islam.

Majmu’ al-Fatawa 28/249

Shaykh al-Islam Ibn Taymiyyah berkata: “Setiap orang yang mendengar panggilan dari Rasul Allâh untuk memeluk Islam, yang karena itulah dia diutus, dan tidak mau memenuhi panggilannya, maka mereka harus diperangi sampai tiada fitnah lagi dan supaya semua tunduk pada Allâh.

 

Tentang tindakan melakukan Jihad ofensif dengan atau tanpa imam atau pemimpin umat, maka simak penjelasan dari Imam Ash-Shawkani. Nama sebenarnya adalah Imam Ali bin Muhammad bin Abdullah Ash-Shawkanee. Dia hidup tahun 1173-1250 AH (1777-1834 M), dan dia adalah ahli Islam besar yang belajar dari berbagai ahli Islam terkemuka, dan menulis buku terkenal “Nayl Al-Autar.” Di bukunya yang berjudul Irshaad as-Saa’il Ilaa Dalaa’il al-Masaa’il, dia menulis:


“Umat Muslim berbeda pendapat tentang menyerang kafir di tanah kafir (Jihad ofensif), apakah terlebih dahulu harus ada Imam yang memimpin Muslim? Yang benar adalah Jihad merupakan kewajiban setiap Muslim, dan ayat² Qur’an dan kisah² nubuat tidak membatasi harus ada Imam terlebih dahulu.”

(hal. 80, ar-Rasaa’il as-Salafeeyah)

Catatan dari Adadeh:
Jadi Jihad Ofensif harus dilakukan sebagian Muslim sebagai kewajiban agar Jizya tetap terus mengalir ke kantong Muslim. Jika tidak ada yang melakukan Jihad Ofensif menyerang kafir, maka seluruh umat Muslim berdosa karena mengabaikan kewajiban. Jihad Defensif harus dilakukan semua Muslim sebagai kewajiban jika kafir menyerang tanah Islam. Dengan begitu, berdasarkan hukum Islam, halal² saja lahyaw Muhammad memerangi kafir yang tidak pernah menyerang dia terlebih dahulu. Para Muslim kaffah tidak malu² mengakui hal ini, tapi para Muslim KTP yang masih waras otaknya maluu banget mengakuinya sebab memang hal ini tidak masuk diakal. Masakan mukul /nyerang /bunuh orang yang tak bersalah? Begitu umumnya jalan pikir mereka.

Di forum Faithfreedom ini, para Muslim PURA² TIDAK TAHU bahwa Jihad Ofensif memang WAJIB dalam Islam, tapi di forum Islam sendiri para Muslim jelas² mengakui hal itu. Nih tulisan dari Muslim Indonesia Hizbut-Tahrir yang dikutip swaramuslim.com:

JIHAD OFENSIF
(Tafsir QS at-Taubah [9]: 123)
Oleh: Rokhmat S. Labib, M.E.I.

————————————————

Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang ada di sekitar kalian itu, dan hendaklah mereka merasakan kekerasan dari kalian. Ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa. (QS al-Taubah [9]: 123).

Ayat ini terdapat dalam surat at-Taubah. Dalam surat ini, dalam beberapa ayatnya, kaum Muslim diperintahkan untuk memerangi seluruh kaum musyrik. Ayat ini termasuk di antaranya.

Ketika ayat ini diturunkan, perintah memerangi kaum musyrik langsung bisa dijalankan. Pasalnya, saat itu Daulah Islamiyah sudah berdiri kokoh. Surat ini termasuk yang terakhir diturunkan kepada Rasulullah saw. 1

Tafsir Ayat

Allah Swt. berfirman: Yâ ayyuhâ alladzîna âmanu qâtilû al-ladzîna yalûnakum min al-kuffâr
(Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang ada di sekitar kalian itu).
Kata qâtilû merupakan fi’l al-amr dari mashdar kata al-qitâl atau al-muqâtalah. Secara bahasa, kata al-muqâtalah berarti al-muhârabah (peperangan).2 Pengertian peperangan yang dimaksud tentulah perang fisik.[size=85]3 [/size]

Adapun kata yalûna merupakan bentuk mudhâri dari al-waly yang berarti al-qurb wa al-dunuw (dekat).4 Kata yalûnakum pun dapat dimaknai dengan yaqrubûna minkum (yang dekat dari kalian).5 Bertolak dari makna-makna tersebut, ayat ini dapat dipahami sebagai perintah terhadap kaum Mukmin untuk memerangi kaum kafir yang dekat dengan mereka.6

Beberapa ayat dalam QS at-Taubah di atas (yakni ayat 5, 29, dan 36) memang memerintahkan kaum Muslim memerangi kaum kafir secara keseluruhan. Akan tetapi, untuk bisa memerangi mereka dalam waktu bersamaan tentu tidak mungkin. Yang mungkin bisa dilakukan adalah memerangi sekelompok di antara mereka terlebih dulu. Karena harus dipilih, maka kaum yang paling dekat dengan merekalah harus didahulukan.7 Inilah skala prioritas yang ditetapkan ayat ini.

Ar-Razi, az-Zuhayli, dan ash-Shabuni menuturkan, ketika Allah Swt. memerintahkan kaum Mukmin untuk memerangi kaum kafir secara keseluruhan. Dia pun mengajarkan metode yang paling tepat dan cocok untuk ditempuh, yakni mereka harus memulai dari yang dekat-dekat, lalu beralih kepada yang jauh-jauh.8 Dengan metode ini, kewajiban untuk memerangi kaum kafir secara keseluruhan dapat tercapai.9 (? Adadeh: Apakah ada yang masih ragu bahwa Islam memang adalah agama perang? Bahwa Allâh SWT tak lain adalah dewa perang?)

Metode inilah yang ditempuh Rasulullah saw. dan para Sahabat ra. Pada awalnya beliau memerangi kaumnya, lalu bangsa Arab di Hijaz, kemudian Syam.10 Dari Madinah, Syam memang lebih dekat dibandingkan dengan Irak, Persia, atau Mesir. Setelah Syam dapat dikuasai pada masa Sahabat, kaum Muslim baru beralih ke Irak, berikutnya ke wilayah-wilayah lain.11

Selanjutnya Allah Swt. berfirman: Walyajidû fîkum ghilzhah (dan hendaklah mereka merasakan kekerasan dari kalian). Makna ghilzhah adalah dhidd ar-riqqah (lawan dari halus);12 bisa juga berarti syiddah (keras), quwwah (kuat), dan hamiyyah (gagah berani).13 Menurut al-Andalusi dan al-Baqa’i, dalam ayat ini, kata ghildhah digunakan untuk menunjukkan syiddah li al-harb (kerasnya peperangan).14

Menurut lahiriah ayat ini, yang diperintah untuk merasakan sifat ghilzhah adalah kaum kafir. Akan tetapi, perintah itu sebenarnya ditujukan kepada kaum Mukmin. Mereka diperintahkan memiliki sifat-sifat yang disebutkan itu, yakni sifat ghilzhah dengan segala makna yang tercakup di dalamnya.15 Dengan demikian, ayat ini menggunakan musabab untuk menyatakan sebab. Artinya, jika kaum kafir bisa merasakan kerasnya kaum Muslim, hal itu disebabkan oleh kerasnya kaum Muslim terhadap mereka.16

Perintah untuk memiliki segala sifat yang tercakup dalam kata ghilzhah itu amat tepat. Sebab, demikianlah tabiat dan kemaslahatan dalam peperangan.17 Untuk bisa memenangkan peperangan, sifat tersebut harus dimiliki kaum Muslim (Lihat juga: QS at-Taubah [9]: 73).

Ayat ini ditutup dengan firman-Nya: Wa’lamû anna Allâh ma’a al-muttaqîn (Ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa). Di akhir ayat ini Allah Swt. mengingatkan bahwa Dialah Penolong hamba-hamba-Nya yang bertakwa.18

Beberapa Pelajaran

Ada banyak pelajaran yang dapat dipetik dari ayat ini. Di antaranya:

1. Jihad ofensif

Menurut ayat ini, jihad yang diwajibkan terhadap kaum Muslim tidak hanya bersifat difâ’î (defensif, membela diri), namun juga ibtidâ’i (ofensif, memulai perang terlebih dulu). Ayat ini jelas memberikan kesimpulan demikian.

Patut dicatat, jihad ibtidâ’i ini harus dilakukan di bawah komando Daulah Islamiyah. Pasalnya, jihad ini dilancarkan dalam kerangka futûhât, yakni upaya memperluas wilayah kekuasaan Daulah Islamiyah dengan cara menaklukkan wilayah-wilayah lain yang sebelumnya dikuasai penguasa kafir dan sistem kufur. Selanjutnya, wilayah yang telah ditaklukkan tersebut diintegrasikan dengan Daulah Islamiyah. Bertolak dari fakta ini, jihad futûhât tidak bisa dilakukan jika tidak ada Daulah Islamiyah.

Inilah yang dikerjakan Rasulullah saw. dulu. Ketika Rasulullah saw. berhasil mendirikan negara di Madinah, beliau pun mengirim banyak detasemen dan pasukan perang ke wilayah-wilayah lain. Tidak jarang, beliau memimpin langsung pasukan tersebut. Selama Rasulullah saw. hidup, beliau telah memimpin 27 kali peperangan. Adapun jumlah utusan dan ekspedisi militer yang tidak beliau pimpin langsung mencapai 60 kali. 19

Dengan jihad ibtidâ’i inilah wilayah kekuasaan Islam terus mengalami perluasan. Jika di awal berdirinya, luas wilayah Daulah Islamiyah sekitar 274 mil persegi (kota Madinah), maka sepuluh tahun kemudian-ketika Rasulullah saw. menghadap Tuhannya-luas wilayah Daulah mencapai lebih dari 1.000.000 mil persegi.20

Kewajiban jihad ibtidâ’i ini juga tidak terlepas dari konteks dakwah. Disebutkan bahwa tatkala Rasulullah saw. memberangkatkan pasukan perang, beliau menyampaikan beberapa pesan kepada panglimanya. Di antara pesan beliau:

HR Muslim:
Jika kalian bertemu dengan musuh kalian dari kalangan kaum musyrik maka serulah mereka pada tiga pilihan, mana saja di antara ketiganya, selama mereka bersedia memenuhi seruanmu, maka terimalah dan tahanlah dirimu dari menyerang mereka.
(1) Ajaklah mereka memeluk Islam. Jika mereka memenuhi seruan kalian, terimalah dan tahanlah dirimu untuk menyerang mereka….
(2)Jika mereka enggan (memenuhi seruan kalian), mintalah mereka membayar jizyah. Jika mereka memenuhi seruan kalian, terimalah dan tahanlah diri kalian untuk menyerang mereka.
(3) Jika mereka enggan juga, mintalah perlindungan kepada Allah, kemudian perangilah mereka.

2. Keharusan bersungguh-sungguh dalam menjalankan kewajiban jihad.

Dalam ayat ini, kaum Muslim diperintahkan agar memiliki sifat ghilzhah dalam perang menghadapi kaum kafir. Ini berarti, mereka harus menyiapkannya secara sungguh-sungguh sehingga kaum kafir bisa merasakan kerasnya pasukan kaum Muslim dalam pertempuran.

Prinsip ini patut dicamkan dalam diri kaum Muslim. Kendati jihad terkategori tindakan menolong agama-Nya, dan bagi siapapun yang menolong agama-Nya dijanjikan memperoleh pertolongan-Nya (QS Muhammad [47]: 7), kaum Muslim tidak boleh meninggalkan faktor-faktor sababiyyah yang bisa mengantarkan kemenangan. Mereka harus mengerahkan segala kemampuan sehingga menjadi pasukan yang kuat dan handal. (Lihat juga: QS al-Anfal [8]: 60).

Jika kaum Muslim bisa menunjukkan keperkasaan kekuatan militernya, jelas setiap musuh akan merasa gentar menghadapi kaum Muslim. Rasa gentar ini akan menyebar luas kepada musuh-musuh yang nyata maupun yang potensial, sehingga dapat menjadi sarana yang efektif untuk mencegah kemunculan pihak-pihak yang hendak melakukan makar. Pasukan Islam pun tidak perlu menemui banyak perlawanan. Dengan begitu, pertumpahan darah pun dapat dihindari. Inilah yang terjadi pada masa Rasulullah saw. Amat sering pasukan Islam memperoleh kemenangan tanpa mendapatkan perlawanan yang berarti dan tertumpahnya darah. Di antaranya adalah peristiwa dibebaskannya Makkah. Makkah dapat dikuasai pasukan kaum Muslim tanpa harus menumpahkan darah. Demikian juga pada saat Perang Tabuk. Ketika pasukan Islam yang berjumlah 30.000 personel sampai di Tabuk, pasukan Romawi-negara adidaya saat itu-sudah pergi meninggalkan daerah itu. Dalam hal ini Rasulullah saw bersabda:

«???????? ??????????? ??????? ???????? ?????? ?????????? ?????????? ??????»

Aku dimenangkan dengan rasa takut (yang dialami pasukan musuh) sepanjang satu bulan perjalanan. (HR al-Bukhari).

3. Resep memperoleh pertolongan.

Dalam ayat ini ditegaskan, Allah Swt. bersama orang-orang yang bertakwa. Sebagaimana dijelaskan para mufassir, ma’iyyah dalam ayat ini bermakna pertolongan dan perlindungan Allah Swt. Itu berarti, siapapun yang ingin mendapatkan pertolongan Allah Swt., dia harus mengikatkan dirinya dengan semua perintah dan larangan-Nya, termasuk kewajiban jihad dengan segala ketentuannya.

Bertolak dari prinsip tersebut, kaum Muslim tidak perlu takut, cemas, ragu, dan khawatir terhadap kekuatan musuh-musuhnya dalam menjalankan jihad, karena Allah Swt. bersama mereka. Jika Allah Swt. telah menjadi Penolong mereka, tentu tidak ada seorang pun yang dapat mengalahkan mereka. Jadi, masih takutkah kaum Muslim mengibarkan bendera jihad melawan musuh-musuh mereka?

Wallâh a’lam bi ash-shawâb.

Catatan Kaki:
1. Ash-Shabuni, Shofwat al-Tafâsîr, vol. 1 (Beirut: Dar al-Fikr, 1996), 421.
2. Ar-Raghib al-Ashfahani, Mu’jam Mufradât Alfâzh al-Qur’ân (Beirut: Dar al-Fikr, tt), 407.
3. Zahid Ivan Salam, Jihad dan Kabijakan Luar Negeri (terj. Abu Faiz, dkk) (Bogor: Pustaka Thariqul Izzah, 2003), 58.
4. Abd al-Qadir al-Razi, Tartîb Mukhtâr al-Shihah (Beirut: Dar al-Fikr, 1993), 879.
5. Az-Zamakhsyari, al-Kasysyâf, vol. 2 (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1994), 312; al-Nasafi, Madârik al-Tanzîl wa Haqâiq al-Ta’wîl, vol. 1 (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 2001), 525; al-Baqa’i, Nazhm Durar fî Tanâsub al-Ayât wa al-Suwar, vol. 3 (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1995), 403; al-Qasimi, Mahâsin al-Ta’wîl, vol. 5 (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1997), 530.
6. Ath-Thabari, Jâmi’ al-Bayân fî Ta’wîl al-Qur’ân, vol. 6 (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1992), 517; Abu Ali al-Fadhl, Majmû’ al-Bayân fî Tafsîr al-Qurân, vol. 5 (Beirut: Dar al-Ma’rifah, tt), 127; al-Alusi, Rûh al-Ma’ânî, vol. 9 (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1994), 47.
7. Al-Jashash, Ahkâm al-Qur’ân, vol. 3 (Beirut: Dar al-Fikr, 1993), 230.
8. Fakhruddin al-Razi, al-Tafsîr al-Kabîr Aw Mafâtîh al-Ghayb, vol. 15 (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1990), 181; al-Qinuji, Fath al-Bayan, vol. 5, 427; al-Zuhayli, al-Tafsîr al-Munîr, vol. 11, 80; al-Shabuni, Shafwat al-Tafâsîr, vol. 1, 529.
9. Al-Khazin, Lubâb al-Ta’wîl fî Ma’ânî al-Tanzîl, vol. 2 (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1995), 423; Sulaiman al-’Ajili, al-Futuhât al-Ilâhiyyah, vol. 3 (Beirut: Dar al-Fikr, 2003), 239.
10. Al-Zamakhsyari, al-Kasyâf, vol. 2 (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1994), 312.
11. Sulaiman al-’Ajili, al-Futûhât al-Ilâhiyyah, vol. 3, 240.
12. Al-Qasimi, Mahâsin al-Ta’wîl, vol. 5, 531; Fakhruddin al-Razi, al-Tafsîr al-Kabîr, vol. 15, 182; al-Khazin, Lubâb al-Ta’wîl fî Ma’ânî al-Tanzîl, vol. 2 (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1995), 423.
13. Al-Quthubi, al-Jâmi’ li Ahkâm al-Qur’ân, vol. 5 (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1993), 189; al-Shabuni, Shofwat al-Tafâsîr, vol. 1, 529.
14. Abu Hayyan al-Andalusi, Tafsîr al-Bahr al-Muhith, vol. 5 (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1993), 118; al-Baqa’i, Nazham Durar, vol. 3, 403.
15. Al-Qinuji, Fath al-Bayan, vol. 5, 426- 427
16. Sulaiman al-’Ajili, al-Futuhât al-Ilâhiyyah, vol. 3, 240.
17. Al-Zuhayli, al-Tafsîr al-Munîr, vol. 11, 80
18. Abu Ali al-Fadhl, Majmû’ al-Bayân, vol. 5, 127; al-Alusi, Rûh al-Ma’ânî, vol. 9, 47.
19. Abu al-Hasan Ali al-Nadwi, Sirah Nabaiyyah, terj. Muhammad Halabi dkk. (Yogyakarta: Mardiyah Press, 2005), 454.
20. Abu al-Hasan Ali al-Nadwi, Sirah Nabaiyyah, 456.

Sumber : http://hizbut-tahrir.or.id

Catatan dari Adadeh:
Perhatikan pengakuan jujur Muslim Hizbut Tahrir:

Patut dicatat, jihad ibtidâ’i ini harus dilakukan di bawah komando Daulah Islamiyah. Pasalnya, jihad ini dilancarkan dalam kerangka futûhât, yakni upaya memperluas wilayah kekuasaan Daulah Islamiyah dengan cara menaklukkan wilayah-wilayah lain yang sebelumnya dikuasai penguasa kafir dan sistem kufur. Selanjutnya, wilayah yang telah ditaklukkan tersebut diintegrasikan dengan Daulah Islamiyah. Bertolak dari fakta ini, jihad futûhât tidak bisa dilakukan jika tidak ada Daulah Islamiyah.
Inilah yang dikerjakan Rasulullah saw. dulu.

Pengakuan itu persis sama dengan semua keterangan tentang Jihad di Faithfreedom, tapi para Muslim KTP di sini menentangnya habis²nya setiap hari, selama bertahun-tahun. Mereka terus menerus menyangkal keterangan dari literatur Islam sendiri, bahkan sampai² mengarang sejarah Islam sendiri, membuat teori penghalalan sendiri, pokoknya agar Islam tampai damai, Muhammad tampak sebagai sosok lemah lembut yang cinta damai. Mereka bahkan jadi marah jika banyak Muslim yang menyadari hal ini dan lalu murtad. Para Muslim KTP ini jadi giat menentang perintah Allâh mereka sendiri yang mewajibkan mereka melakukan Jihad Ofensif terhadap kafir!

Sesuai pengakuan jujur Muslim Hizbut Tahrir tersebut, maka tak heran jikalau Muslim yang benar² mengikuti perbuatan dan perkataan Muhammad akan berubah jadi monster bengis yang gemar menindas, merampok, dan membunuh kafir. Mereka telah sukses mematikan hati nurani dan nalar mereka, guna mewujudkan pengabdian tertinggi dalam Islam. Nabinya adalah monster, maka para umat sejatinya pun akan jadi monster pula. Jika Islam itu agama damai, maka mengapa hal itu perlu digembar-gemborkan setiap hari oleh umat Muslim? Umat Kristen, Hindu, Budha, Sikh, Shinto, Tao, Kong Hu Cu dll kok tidak perlu tuh melakukan hal itu terhadap agama² mereka.
Paksaan untuk Memeluk Islam:

Hadis Sahih Muslim, Buku 19, Nomer 4294:
It has been reported from Sulaiman b. Buraid through his father that when the Messenger of Allah (may peace be upon him) appointed anyone as leader of an army or detachment he would especially exhort him to fear Allah and to be good to the Muslims who were with him. He would say: Fight in the name of Allah and in the way of Allah. Fight against those who disbelieve in Allah. Make a holy war, do not embezzle the spoils; do not break your pledge; and do not mutilate (the dead) bodies; do not kill the children.
When you meet your enemies who are polytheists, invite them to three courses of action.
If they respond to any one of these, you also accept it and withold yourself from doing them any harm.
(1) Invite them to (accept) Islam; if they respond to you, accept it from them and desist from fighting against them. Then invite them to migrate from their lands to the land of Muhairs and inform them that, if they do so, they shall have all the privileges and obligations of the Muhajirs. If they refuse to migrate, tell them that they will have the status of Bedouin Muilims and will be subjected to the Commands of Allah like other Muslims, but they will not get any share from the spoils of war or Fai’ except when they actually fight with the Muslims (against the disbelievers).
(2) If they refuse to accept Islam, demand from them the Jizya. If they agree to pay, accept it from them and hold off your hands.
(3) If they refuse to pay the tax, seek Allah’s help and fight them. When you lay siege to a fort and the besieged appeal to you for protection in the name of Allah and His Prophet, do not accord to them the guarantee of Allah and His Prophet, but accord to them your own guarantee and the guarantee of your companions for it is a lesser sin that the security given by you or your companions be disregarded than that the security granted in the name of Allah and His Prophet be violated When you besiege a fort and the besieged want you to let them out in accordance with Allah’s Command, do not let them come out in accordance with His Command, but do so at your (own) command, for you do not know whether or not you will be able to carry out Allah’s behest with regard to them.

terjemahan:
Dilaporkan oleh Sulaiman b. Buraid melalui ayahnya bahwa saat Rasul Allâh SAW menunjuk seseorang untuk jadi pemimpin tentara Islam, dia menasehatinya agar dia takut akan Allâh dan bersikap baik terhadap sesama Muslim yang ada bersamanya. Dia akan berkata: Peranglah dalam nama Allâh dan di jalan Allâh. Perangi mereka yang tidak beriman pada Allâh. Lakukan Jihad, jangan mencuri jarahan perang; (? karena jatah 20% harus diberikan terlebih dahulu pada Muhammad, dan Muhammad memilih dulu segala barang atau cewek terbaik sebelum sisanya dibagi-bagi untuk para Jihadis)
jangan langgar sumpahmu (? perjanjian² dengan kafir dilanggar berkali-kali oleh Muhammad, sebab baginya taqiyya itu halal dalam memerangi kafir);
dan jangan potong² mayat; (? ini pun dilanggarnya pula dengan sikapnya yang senang menerima kepala Umm Qirfa (wanita kafir uzur yang dibelah tubuhnya pake 2 onta) dan malah mengarak kepala itu di Medinah)
jangan bunuh anak² (? ini pun dilanggarnya dengan membunuh ratusan anak kafir Yahudi Qurayza; perintah jangan bunuh anak kafir ini adalah karena anak² ini nantinya dijual sebagai budak dan uangnya digunakan untuk nafkah Muslim. Jika semua anak² kafir dibunuhi, maka berkurang pula sumber pendapatan Muslim. Muhammad benci kafir, termasuk anak² kafir).
Ketika kau bertemu dengan musuh yang menyembah berhala, beri mereka tiga pilihan.

(1) Ajak mereka untuk menerima Islam; jika mereka bersedia, maka terimalah mereka dan jangan perangi mereka. Lalu ajak mereka pindah dari tanah mereka ke tanah Muhair dan katakan pada mereka bahwa jika mereka bersedia melakukan itu, maka mereka akan menikmati keuntungan dan kewajiban para Muhajir. Tapi jika mereka menolak, maka katakan pada mereka bahwa mereka akan punya status sebagai Muslim Baduy dan harus tunduk di bawah Perintah Allâh sama seperti Muslim² lainnya, tapi mereka tidak akan dapat jatah rampasan perang atau Fai’ kecuali jika mereka ikut berperang bersama Muslim untuk melawan kafir.
(2) Jika mereka menolak untuk memeluk Islam, maka tuntutlah Jizya dari mereka. (? ingat kata² Hillman: BOLEH KAFIR ASAL BAYAR!!) Jika mereka setuju untuk bayar, terimalah bayaran itu dari mereka dan jangan perangi mereka.
(3) Jika mereka menolak bayar Jizya, mintalah pertolongan dari Allâh dan perangi mereka. Jika kau mengepung benteng mereka, dan mereka lalu perlindungan dalam nama Allâh dan RasulNya, jangan beri mereka jaminan dari Allâh dan RasulNya, tapi jaminan darimu dan tentaramu, karena dosanya lebih sedikit jika jaminan darimu dilanggar daripada jika jaminan dari Allâh dan RasulNya dilanggar. Jika kau mengepung sebuah benteng, dan mereka yang dikepung ingin keluar benteng sesuai dengan perintah Allâh, jangan biarkan mereka keluar dengan perintah Allâh, tapi dengan perintahmu, karena kau tidak tahu apakah kau sanggup melakukan perintah Allâh akan nasib mereka.

Meskipun telah memberi Muslim aturan 3 pilihan dalam memaksakan Islam terhadap kafir, Muhammad sendirit tak segan² melanggar peraturan bikinannya sendiri, tergantung dari berapa banyak duit kafir yang dibutuhkannya. Muhammad menyerang suku Yahudi Bani Al-Mustaliq tanpa memberi peringatan apapun terlebih dahulu, apalagi memberi tiga pilihan segala. Banu Al-Mustaliq tidak pernah menyerang Muhammad dan gerombolan Muslimnya terlebih dahulu.

Hadis Sahih Muslim, Buku 019, Nomer 4292:
Ibn ‘Aun reported:
I wrote to Nafi’ inquiring from him whether it was necessary to extend (to the disbelievers) an invitation to accept (Islam) before meeting them in fight. He wrote (in reply) to me that it was necessary in the early days of Islam. The Messenger of Allah (may peace be upon him) made a raid upon Banu Mustaliq while they were unaware and their cattle were having a drink at the water. He killed those who fought and imprisoned others. On that very day, he captured Juwairiya bint al-Harith. Nafi’ said that this tradition was related to him by Abdullah b. Umar who (himself) was among the raiding troops.

terjemahan:
Dilaporkan oleh Ibn ‘Aun:
Aku menulis pada Nafi’ untuk menanyakan padanya apakah perlu terlebih dahulu meminta kafir memeluk Islam sebelum memerangi mereka. Dia menjawab dengan menulis padaku bahwa hal itu dulu wajib di jaman awal Islam. Rasul Allâh SAW menyerang Banu Mustaliq ketika mereka sedang tidak siap dan ternak² mereka lagi minum air. Dia membunuhi siapapun yang melawannya dan menahan sisanya. Di hari yang sama, dia menangkap Juwairiya bint al-Harith. Nafi’ mengatakan bahwa hadis ini dikatakan padanya oleh Abdullah b. Umar yang ikut dalam tentara Muslim yang melakukan penyerangan.

Agama tuhan kok malah menganjurkan umatnya cari nafkah melalui perbuatan kriminal merampok, menjarah, dan membunuh sesama manusia?
Ini dapat artikel lain di Internet.
Sumber: http://www.nabble.com/Cara-mencari-nafkah-Rasulullah-sungguh-sangat-%22Mulia%22–Bacalah-dilengkapi-bukti…-td9017023.html

Cara mencari nafkah Rasulullah sungguh sangat “Mulia”

Hadis Sahih Bukhari, Vol. IV, bab 88:

Dikisahkan oleh Ibn ?Umar bahwa sang Nabi berkata,?Mata pencaharianku ada di bawah bayangan tombakku, (1) dan dia yang tidak menaati perintahku akan dihinakan dengan membayar Jizya.?Catatan: (1) ?Di bawah bayangan tombakku? berarti ?dari jarahan perang?.

Yah, memang begitulah. Muhammad, sang Rasul Allah, menafkahi dirinya dengan cara merampok, dan Hadis di atas dengan jelas menyatakannya. Juga patut diperhatikan bahwa Hadis ini telah dihilangkan dalam versi Internet Sahih Bukhari. Hadis yang sukar dipercaya ini hanya dapat ditemukan di terjemahan cetak asli ?The Translation of Sahi Bukhari? oleh Dr. Muhammad Muhsin Khan. [Ref: The Translation of the Meanings of Sahih Al-Bukhari, Arabic-English, Vol.IV (page 104) by Dr. Muhammad Muhsin Khan, Islamic University?Al-Medina Al-Munauwara]. Silakan periksa sendiri referensi itu kalau kau tak percaya. Menarik untuk diperhatikan catatan kaki oleh penerjemah yang menerangkan bahwa ?tombak? adalah ?barang jarahan?, sungguh pintar.

Kalau kau pikir ini sukar dipercaya ? bahwa seorang utusan Allah, ciptaan Allah yang terbaik ternyata memakai pedangnya (baca: terorisme) untuk cari nafkah [se-level dengan preman pasar atau preman terminal J] ? maka teruslah baca karena banyak hal lain yang bahkan lebih mengejutkan. Di Hadis Sahih Muslim ditulis jelas tanpa ragu bahwa Muhammad dan pengikutnya memang menggunakan pedang untuk melakukan terorisme (komentar dalam kurung adalah dari penerjemah Hadis ini):

Hadis Sahih Muslim, Book 004, Number 1066:

Abu Huraira melaporkan: Rasul Allah berkata aku telah dibantu teror (dalam hati musuhnya); aku telah menerima firman2 yang pendek tapi jelas artinya, dan ketika aku tidur aku diberikan kunci-kunci harta benda dunia yang diletakkan di tanganku.

Jika Hadis-hadis yang sangat jelas itu belum juga terasa cukup meyakinkan untuk membuktikan Muhammad menggunakan terorisme untuk memperkaya para pengikutnya, ini ada satu lagi:

Hadith from Sahih Bukhari, Volume 4, Book 52, Number 220:

Dikisahkan oleh Abu Huraira:
Rasul Allah berkata,?Aku telah diberi perintah-perintah yang sangat pendek dengan arti yang sangat luas, dan aku telah dibuat menang melalui teror (yang ditaruh di hati musuh), dan ketika aku tidur, kunci-kunci harta benda dunia diberikan padaku dan diletakkan ke dalam tanganku.? Abu Huraira menambahkan: Rasul Allah telah meninggalkan dunia dan sekarang kau, orang-orang, membawa ke luar harta benda itu (yang tidak dinikmati oleh Nabi).

Untuk mewujudkan perkataannya, Muhammad bahkan mengumumkan bahwa barang jarahan atau hasil rampokan adalah halal baginya, dan ini ditegaskan di sini:

Hadis Sahih Bukhari Volume 4, Book 53, Number 351:

Dikisahkan oleh Jabir bin Abdullah: Rasul Allah berkata,?Barang jarahan adalah halal bagiku.?

Hadis berikut menerangkan bahwa Muhammad mendirikan mesjid-mesjid dengan biaya dari hasil rampokan, jarahan dan pungutan pajak paksa Jizya terhadap non-Muslim. Bacalah Hadis ini dengan teliti dan kau akan mengerti mengapa banyak orang tertarik untuk bergabung dengan Muhammad dan Islamnya. Ya, alasannya hanyalah keserakahan dan nafsu akan uang dan kekayaan semata-mata. Muhammad melanggar semua hukum dan aturan masyarakat mapan yang beradab hanya untuk memuaskan keserakahan pengikut-pengikutnya. Ini hadisnya:

Hadith Sahih Bukhari, Volume 4, Book 53, Number 390:

Dikisahkan oleh Jabir bin ‘Abdullah:
Rasul Allah suatu saat berkata padaku,?Jika uang masukan dari Bahrain tiba, aku akan beri kamu segini banyak dan segitu banyak.? Ketika Rasul Allah telah mati, uang dari Bahrain tiba, dan Abu Bakr mengumumkan,?Bagi yang telah dijanjikan oleh Rasul Allah, silakan datang padaku.? Lalu aku menghadap Abu Bakr dan berkata,?Rasul Allah berkata padaku,?Jika uang masukan dari Bahrain tiba, aku akan beri kamu segini banyak dan segitu banyak.? Setelah mendengar itu Abu Bakr berkata padaku, ?Ciduklah (uang) dengan kedua tanganmu.? Aku ciduk uang dengan kedua tanganku dan Abu Bakr memintaku menghitungnya. Aku menghitung dan jumlahnya adalah lima ratus (keping emas). Jumlah seluruhnya yang dia berikan padaku adalah seribu lima ratus (keping emas).

Dikisahkan oleh Anas: Uang dari Bahrain dibawa kepada Nabi. Dia berkata,?Sebarkan uang itu di Mesjid.? Inilah jumlah uang terbesar yang pernah diserahkan kepada Rasul Allah. Saat itu Al-?Abbas datang padanya dan berkata,?O Rasul Allah! Berilah aku uang karena aku memberikan uang tebusan diriku dan Aqil.? Sang Nabi berkata padanya,?Ambillah.? Dia menciduk uang dengan kedua tangannya dan menuangkannya di atas bajunya dan mencoba mengangkatnya tapi tidak bisa dan dia minta pada sang Nabi, ?Maukah kau meminta seseorang untuk menolongku mengangkat ini?? Nabi berkata, ?Tidak.? Lalu Al-?Abbas berkata,?Kalau begitu, maukah kau membantuku mengangkatnya?? Nabi berkata, ?Tidak.? Lalu Al-?Abbas membuang sebagian uang, tapi tetap saja dia tidak kuat mengangkutnya, dan dia sekali lagi meminta pada Nabi,? Maukah kau meminta seseorang untuk menolongku mengangkat ini?? Nabi berkata,?Tidak.? Lalu, Al-?abbas membuang sebagian lagi uang dan memikulnya di pundaknya dan lalu pergi. Sang Nabi
terus melihatnya terpesona akan keserakahannya sampai dia menghilang dari penglihatan. Rasul Allah tidak beranjak dari tempat itu sampai tidak ada satu Dirham pun tersisa dari uang itu.

Sekarang mari kita lihat bagaimana Jihadis Muslim awal memilih korban teror mereka. Setelah cari-cari mangsa, Muhammad mengetahui bahwa dia hanya punya dua pilihn: merampok orang-orang Medina atau merampok kafilah-kafilah orang Mekah yang kaya raya di jalur dagang Mekah ? Medina. Tidak bisa merampok sekutunya sendiri orang Medina (orang Ansar) karena ini sama dengan bunuh diri. Pilihan lain yang sisa adalah merampok orang-orang Yahudi dan musuh bebuyutannya orang-orang Mekah Quraysh yang pada umumnya menolak ajaran agamanya. Dia tidak bisa mengganggu orang-orang Yahudi terlalu awal karena dia telah bikin perjanjian damai dengan mereka. Dia tidak punya alasan sah untuk menyerang dan merampas tanah dan harta benda mereka. Perlu diingat bahwa di kegiatan-kegiatan perampokan awal, Muhammad tidak mau orang-orang Ansar terlibat di dalamnya. Ini karena dia tidak mau mengecewakan orang-orang Medina dengan menampakkan belangnya yang asli. Dia juga takut jika usaha perampokannya
gagal, maka kaum Ansar tidak lagi kagum dan hormat padanya. Karena itu, pada mulanya, dia tidak mengundang kaum Ansar untuk ikut bagian dalam kegiatan terornya. Dia perlu menunjukkan pada tuan tanah tempat tinggalnya bahwa terorisme memang adalah usaha yang menguntungkan!

Karena tidak mungkin untuk menjarah orang-orang Yahudi, maka pilihan satu-satunya yang sisa adalah menyerang dan menjarah kafilah-kafilah Quraysh. Meskipun demikian, saat itu dia hanya punya segelintir prajurit. Dia tidak akan mampu melancarkan serangan telak terhadap tentara Quraysh yang perkasa, dan memang perkiraannya tepat. Sebenarnya karena alasan takut akan tentara Quraysh itulah dia meninggalkan Mekah.

Dia lalu dapat gagasan cemerlang. Rencananya adalah untuk menyergap para pedagang Quraysh pada saat mereka sedang lengah, yakni pada saat mereka sedang sendirian, tidak banyak tentara, atau jauh dari tempat aman di Mekah. Ini berarti menyerang kafilah-kafilah pedagang Quraysh, meneror dan merampok mereka di perjalanan dagang dengan Syria atau saat mau balik ke Mekah. Tapi Muhammad juga penuh perhitungan dan tidak terburu-buru. Dia sabar menunggu kesempatan baik untuk menyerang kafilah-kafilah Quraysh yang sedang lengah. Rencana ini memang sangat cerdik dan licik. Tidak dapat disangkal bahwa dengan penjarahan ini Muhammad dapat mengompori pengikutnya, para Jihadis, untuk membalas dendam pada ?penyiksa? mereka dan di waktu yang sama mereka juga dapat banyak harta jarahan yang sebelumnya tidak dapat disediakan Muhammad pada para Muhajir (pengikut Nabi yang setia yang pindah dari Mekah ke Medina) yang miskin, bodoh, terbelakang dan kelaparan ini.

Dengan pemikiran ini, Muhammad mulai bergerak. Dia mengirim beberapa mata-mata untuk mencari tahu kegiatan-kegiatan kafilah Mekah. Akan tetapi, kafilah Quraysh selalu dilindungi dan dijaga baik-baik oleh para tentara penjaga keamanan untuk mencegah dirampok di jalan. Meskipun begitu, Muhammad tetap mencoba keberuntungannya karena para kafilah Mekah itu penuh dengan harta benda yang sangat berharga. Biografer (penulis kisah hidup) Nabi apologis (= berusaha menutupi kejelekan Islam) seperti Hussein Haykal,[v] tentu mencoba mencari pembenaran dengan mengatakan bahwa para Muhajir dari Mekah rindu pulang kampung dan sedang cari kesempatan untuk balas dendam. Memang merasa rindu kampung halaman sih wajar saja, tapi alasan yang sangat jelas untuk merampok kafilah Quraysh adalah karena ingin menjarah dan merampas harta benda. Sederhana saja dan sudah jelas. Alasan Haykal ini pupus karena setelah Muhammad menaklukkan Mekah, tidak ada satu pun Muhajir yang katanya tadi ?rindu kampung
halaman? yang mau balik pulang ke Mekah.

Mari kita bahas secara singkat penyergapan atau serangan teror atas kafilah Quraysh. Ada pertentangan mana perampokan atas kafilah Quraysh yang pertama dilakukan Muhammad. Ibn Ishak menulis bahwa Muhammad sendiri melaksanakan serangan pertama, dan ini adalah terhadap kafilah di Waddan. Buku Ibn Ishak tidak cukup memberi keterangan kapan hal ini terjadi. Waqidi menulis bahwa serangan pertama dipimipin oleh Hamzah. Para penulis biografi lain setuju dengan versi Waqidi tentang tanggal-tanggal penyerangan-penyerangan Muhammad. Aku juga akan menggunakan keterangan Waqidi.

Read More

DEBAT: A SINA vs MUHAMAD "RASULULLAH"

by ali5196 » Thu Sep 15, 2005 4:07 pm
Posted: Fri Jul 29, 2005 5:42 pm
Post subject:
http://www.faithfreedom.org/debates/Shahzad.htm
Ali Sina vs Muhamad “Rasulallah”
Image

UMAT MANUSIA VS MUHAMAD BIN ABDULLAH
Diterjemahkan bersama2 dengan CHESSMANIAC

Terdiri dari:
PEMBUKAAN/PREAMBLE
Bagian I Pembunuhan
Bagian II Agama & Moralitas
Bagian III Perkosaan 1
Bagian IV Perkosaan 2
Bagian V Perkosaan 3
Bagian VI Pedophil
Bagian VII Tidak santun & tidak bermoral
Bagian VIII Membenci wanita

———————————————————————————–
Inilah sidang pengadilan yang telah lama tertunda mengenai Islam dan dihadiri oleh :

Tertuduh/terdakwa : Muhammad bin Abdallah
Diwakili oleh : Pembela, Raheel Shahzad

Pendakwa : Umat Manusia (dari pihak non-Muslim)
diwakili oleh : Jaksa Penuntut, Ali Sina

Sidang pengadilan : Opini masyarakat umum

Jury/Hakim : Anda sekalian, pembaca FFI.

————————————————————————————

PEMBUKAAN/PREAMBLE
DARI RAHEEL SHAHZAD,
15 November 2003

Yth Mr Sina,
Secara kebetulan saya menemukan alamat website anda kurang lebih 2 bulan yang lalu. Saya sudah membaca sebagian besar artikel di website anda. Dan saya mengakui kagum dengan kemampuan intelektual anda.

Singkat cerita mengenai saya: Saya berumur 33 tahun, keturunan Pakistan, tinggal di USA selama kurang lebih 12 tahun. Sebelumnya, saya tinggal di Timur Tengah selama 20 tahun dan dilahirkan di Karachi, kistan. Dua tiga bulan terakhir, saya mempunyai keinginan untuk mengetahui lebih detail tentang masalah keimanan. Saya menganggap diri saya muslim karena orang tua saya muslim. Saya lulus gelar Masters Degree in Bussiness dan memiliki usaha sendiri. Saya sudah menikah selama 6 tahun dan belum mempunyai anak.

Dua alasan email saya:
1 Untuk memastikan apakah anda sungguh-sungguh dalam menerima jawaban yang berlawanan dengan pandangan anda;
2 Untuk berdebat secara intelek.

Saya mengerti tema umum dalam tulisan anda yang pada dasarnya mengenai :
a) Kenyataan sejarah Islam yang ternodai (berisi kesalahan).
b) Pembela Islam takut memperlihatkan kenyataan sebenarnya.
c) Islam merupakan ideologi penuh kekerasan yang berdasarkan kenyataan iman pada jaman Muhamad.
d) Penguasa/pemerintahan Islam penuh korupsi karena ideologi mereka yang salah.
e) Nabi Muhammad tidak patut dijadikan pendoman karena moralnya jauh dari apa yang diharapkan, hal yang diketahui secara luas oleh para kalangan akademis.
f) Allah (atau Tuhan) hanya imajinasi yang dibuat-buat dan
g) Muslim pada umumnya sudah dijejali kebencian terhadap agama lain berdasarkan ajaran yang salah oleh kalangan akademik islam.

Tujuan saya untuk melakukan debat adalah untuk menghasilkan 3 hal :

A) Untuk membuktikan bahwa pendapat anda tidak berdasarkan nilai intelek.

B) Bukti-bukti yang disampaikan mungkin benar adanya dan mungkin juga agak kabur namun seorang muslim moderat bisa mengerti dan menanggapi dengan semangat yang sama.

C) Memberikan anda kesempatan untuk mempertimbangkan kembali pendapat anda baik yang secara sengaja atau tidak.

Mungkin, setelah berdebat, anda bisa mempertimbangkan kembali keyakinan anda, malah mungkin anda bisa menyalurkan frustasi anda secara lebih berarti mengenai hal iman. Anda tidak perlu menghilangkan website anda.

Saya berharap ini akan merupakan debat yang bermanfaat berdasarkan saling menghormati kemampuan masing-masing untuk menjelaskan apa yang kita sebut dengan “agama”. Karena kita bicara tentang ISLAM secara spesifik, ini yang akan menjadi fokus debat.

Dengan hormat,
R. Shahzad
————————————————————————————-

15 November 2003
DARI ALI SINA

Yth Mr. Shahzad,

Saya sangat sibuk untuk berdebat dengan orang satu persatu. Sebenarnya saya menciptakan forum ini untuk meringankan beban saya. Walaupun demikian, saya menerima tantangan anda. Saya akan terbitkan debat kita ini di bagian debat pada website saya sehingga setiap orang dapat membacanya.

Saya akan sangat berterimakasih jika setiap koresponden anda hanya membahas satu aspek yang anda ingin perdebatkan. Bahasan yang singkat akan mudah untuk dibaca kembali.

Anda mengatakan sudah mengenal tulisan saya. Nah, segera saja anda membantah tuduhan saya bahwa :

1) Islam adalah palsu,
2) dan Muhammad BUKAN rasulullah namun seorang yang terganggu secara mental dan seorang penipu.

Dalam debat ini, saya akan mengambil posisi jaksa dan anda mewakili klien anda, sang terdakwa, Muhamad.

Mari kita mulai dengan :
1) karakter Muhamad.
Dalam pendapat saya, seseorang yang menyatakan diri seorang rasulullah harus memiliki kualitas iman sbg berikut: cinta kasih, kejujuran, pandai menahan-diri dsb. Muhammad tidak mungkin seorang rasulullah karena ia licik, imoral, tidak etis, tidak memiliki kualitas kemanusiaan. Ia seorang pembunuh masal, seorang sex-maniac, pedophile yang tidak kenal malu, seorang pembunuh licik, seorang kepala perampok, schizophrenic narcissist, pembohong menjijikkan dan banyak lagi kekurangannya yang men-diskualifikasi-kanya sebagai seorang manusia baik2, apalagi seorang rasulullah.

Keberatan saya berikut mengenai pernyataan kerasulan Muhammad adalah :
2) absurditas dan ketidakwajaran dalam Quran. Tidak mungkin sang pencipta alam semesta yang luar biasa ini adalah penulis yang menciptakan buku absurd itu. Apakah mungkin Allah begitu bodoh tentang fakta2 simpel dalam sains, nalar, matematik, sejarah dan bahkan tata bahasa seperti dinampakkan oleh penulis sang Quran ?

Mari kita membahas satu masalah satu per satu.

BAGIAN I
Muhamad sebagai pembunuh (assassin).

Saya menuduh Muhammad sebagai pembunuh, seseorang yang harus dicela dan dihukum dan oleh karena itu tidak pantas menyandang julukan rasulullah. Setelah anda membaca cerita2 dibawah ini, saya ingin anda MEMBUKTIKAN bahwa tuduhan saya ini salah.

Daftar kejahatannya panjang. Namun saya tidak meminta anda membaca semuanya. Saya hanya memilih 4 dari cerita2 pembunuhan tersebut. Saya minta anda membaca keempat cerita tersebut, menegaskan kesahihan sumber beritanya dan lalu membela klien anda, Muhammad, dan buktikan ia tidak bersalah.

http://www.answering-islam.org/Muhammad … uafak.html
http://www.answering-islam.org/Muhammad … /asma.html
http://www.faithfreedom.org/Articles/si … ations.htm
http://www.answering-islam.org/Muhammad … allam.html

Sampai jumpa,

Ali Sina.

END OF PREAMBLE
Posted: Fri Jul 29, 2005 6:10 pm Post subject:

http://www.faithfreedom.org/debates/Shahzad1.htm

UMAT MANUSIA vs. MUHAMAD BIN ABDALAH
BAGIAN I, PEMBUNUHAN

Nov. 16, 2003

Terdakwa: Muhammad bin Abdallah
Pembela: Raheel Shahzad
Perkara: Umat Manusia (Dunia non-Muslim)
Jaksa: Ali Sina

Sidang pengadilan: Opini publik
Jury: Anda

————————————–
DARI RAHEEL SHAHZAD
Nov. 16, 2003
Yth A Sina,

Anda menulis:
1) karakter Muhammad.
Dalam pendapat saya, seseorang yang menyatakan diri seorang rasulullah harus memiliki kualitas iman sbg berikut: cinta kasih, kejujuran, pandai menahan-diri dsb. Muhammad tidak mungkin seorang rasulullah karena ia licik, imoral, tidak etis, tidak memiliki kualitas kemanusiaan. Ia seorang pembunuh masal, seorang sex-maniac, pedophile yang tidak kenal malu, seorang pembunuh licik, seorang kepala perampok, schizophrenic narcissist, pembohong menjijikkan dan banyak lagi kekurangannya yang men-diskualifikasi-kanya sebagai seorang manusia baik2, apalagi seorang rasulullah.

Nah, anda melemparkan tuduhan kepada seorang manusia. Ini penting diakui karena kita berdua harus menilai tindak manusia lewat kode moral kita. Jadi nampaknya fair kalau seorang manusia kena tuduhan, maka ia juga harus diukur dari kaca mata manusia. Tidak diragukan bahwa Muhamad seorang manusia. Ia lahir dan mati. Nah, hubungan ketuhanannya inilah yang menjadi pembahasan kita disini.

Mari kita lihat definisi Manusia (HUMAN) dari dictionary.com ;

Of, relating to, or characteristic of humans: the course of human events; the human race.
Having or showing those positive aspects of nature and character regarded as distinguishing humans from other animals: an act of human kindness.
Subject to or indicative of the weaknesses, imperfections, and fragility associated with humans: a mistake that shows he’s only human; human frailty.
Having the form of a human.
Made up of humans: formed a human bridge across the ice.

Mengapa penting membahas definisi manusia (human) disini ? Karena kami dapat mengerti seorang manusia lewat kode moral kita sekarang. Yang interesan adalah definisi ketiga : indicative of the weaknesses or imperfections and fragility. Atau bah Indo: menunjukkan kelemahan, ketidaksempurnaan dan kerapuhan.

Anda menulis: … seseorang yang menyatakan diri seorang rasulullah harus memiliki kualitas iman sbg berikut: cinta kasih, kejujuran, pandai menahan-diri dsb

A) Cinta – Cinta macam apa yang anda maksudkan disini ? Apakah artinya berbeda dari masa ke masa atau konstan ? Apakah ini cinta bagi sesama manusia atau cinta bagi dunia akhirat ? Dan apakah cinta ini termasuk cinta bagi hal2 yagn disepakati manusia cinta atau bagi apa saja yang disukai manusia? Apakah mencakup sex? Dan jika seorang lelaki menyatakan jatuh cinta kepada isteri orang lain, apakah ini dapat diterima secara moral oleh jaman kita ini ?

B) Kejujuran – apakah kejujuran dituntut dalam segala keadaan atau apakah ada pengecualian ?

C) Sikap menahan diri – Menahan diri dari kejahatan guna melakukan tindakan yang diinginkan nurani atau menahan diri dari segala tindakan yang dianggap jelek baik bagi jaman dulu ataupun jaman sekarang ? Atau kedua2nya ?

Alasan pertanyaan saya diatas penting untuk menentukan degnan jelas apa hukum yang berlaku sehingga kami dapat menentukan apa yang dimaksud degnan pelanggaran hukum tersebut. Baru kita dapat menuntut sang terdakwa, baru kita dapat menentukan kesalahan terdakwa.
Namun jika hukum itu sendiri bisa diinterpretasi macam2 maka jury tidak akan pernah bisa menentukan kesalahan sang terdakwa, karena memang tidak ada hukumnya.

Contoh di Amerika, banyak undang2 dibatalkan atau diganti karena dianggap sudah tidak pantas atau terlalu kabur. Banyak orang dibebaskan tanpa tuduhan karena hukumnya sendiri tidak jelas. Jadi, tanpa menetapkan hukumnya, sulit menentukan pelanggarannya.

Anda menulis:
2) absurditas dan ketidakwajaran dalam Quran. Tidak mungkin sang pencipta alam semesta yang luar biasa ini adalah penulis yang menciptakan buku absurd itu. Apakah mungkin Allah begitu bodoh tentang fakta2 simpel dalam sains, nalar, matematik, sejarah dan bahkan tata bahasa seperti dinampakkan oleh penulis sang Quran ?

Nah sekarang kita menyentuh masalah intelektualitas dan pengetahuan. Keberatan anda didasarkan pada pendapat anda bahwa intelektualitas adalah syarat keTuhanan, bahwa manusia harus dapat mengerti keTuhanan dari perspektifnya dan ketuhanan harus dapat dijelaskan sejelas mungkin. Tuhan harus mengikuti nalar setiap manusia dan sanggup menjelaskan sikapNya tanpa menimbulkan keraguan, kalau tidak Ia sebaiknya diam2 saja.

Absurditas dan ketidakwajaran juga harus dijelaskan artinya dalam hubungan dengan intelektualitas. Masalahnya adalah, intelektualitas sendiri artinya relatif. Dan intelektualitas sulit diukur bagi orang yang berbeda pandangan. Contoh, saya pandai dalam hal komputer tetapi tidak mengerti apapun tentang masalah medical science.

Jadi saya rasa maksud anda dengan intelektualitas adalah “nalar”.
Nalar/Logika adalah persepsi yang eksklusif dimana 2 persepsi berbeda memiliki logika berbeda.

Contoh:
1) John dan Mary bepergian ke Bermuda naik perahu
2) Sebuah perahu tidak dapat bergerak kalau ada lebih dari satu orang didalamnya. Nah, terdapat kontradiksi dalam kedua pernyataan tadi karena bertentangan dengan logika. Sehingga kedua pernyataan tadi jika digunakan bersama2 adalah absurd.
Tidak mungkin menghubungkan 1 dan 2 seperti ditulis diatas, tanpa sang penulis menambahkan kalimat atau menggunakan asumsi. jadi berdasarkan diatas, kedua pernyataan menentang nalar jika digunakan bersama.

Jadi, keberatan anda ada dua:
a) Quran sebagai kumpulan kalimat adalah absurd karena menentang nalar dan
b) karena menentang nalar, sang penulis haruslah seorang manusia karena hanya manusia yang mampu menentang nalar. Maka Tuhan harus menuruti nalar setiap manusia, kalau tidak Ia sebaiknya tidak memiliki hak untuk mengatakan apa2.

Mengenai masalah kalimat2 dalam Quran saya akan membahasnya dalam bagian lain. Tetapi yang perlu ditetapkan sekarang adalah apa yang dimaksud dengan pelanggaran intelektualitas dan seperti saya sebutkan pada mulanya, pelanggaran moralitas.

Anda menulis:
Muhammad sebagai pembunuh (assassin).
Saya menuduh Muhammad sebagai pembunuh, seseorang yang harus dicela dan dihukum dan oleh karena itu tidak pantas menyandang julukan rasulullah. Setelah anda membaca cerita2 dibawah ini, saya ingin anda MEMBUKTIKAN bahwa tuduhan saya ini salah.

‘Assassin’, sejauh pengertian saya berasal dari kata “Hashishin” (sekelompok Muslim yang membunuh atas perintah para Sheikh pada abad 17 dan para sheikh memberikan mereka hashish dengan alasan tdiak jelas). Jadi definisi assassination dibuat belum lama ini :

Seseorang yang mengadakan pembunuhan dengan cara mengejutkan (surprise attack), khususnya mereka yang mengadakan rencana untuk membunuh orang penting.

Nah, definisi ini tidak menunjukkan apapun tentang baik buruknya orang yang dibunuh. Alasalan pembunuhan juga tidak disebut apakah guna menjaga keadilan atau lain2. Juga tidak disebutkan kesalahan sang korban (orang yang dibunuh). Jadi, artinya secara singkat adalah pembunuhan. Atau pembunuhan dengan cara surprise. Apakah ini bisa dikatakan salah ? Salah menurut jamannya atau menurut jaman ini ?

Jadi, jika tentara Amerika memasuki rumah seseorang di Iraq dan membunuh penghuni rumah, terlepas dari kejahatan atau kebaikan yang dilakukan para penghuni, apakah para tentara AS itu akan disebut assassins?

Kalau iya, tetapi anda berpendapat bahwa mereka mencapai tujuan AS, maka mengapa orang lain yang juga berjuang untuk membela tujuan mereka disebut dengan assassins ? Jadi tergantung dari siapa yang menginterpretasi.

Dengan logika ini, Muhammad tidak dapat dituduh melakukan assassination karena ia mempunyai tujuan yang dengan jelas disebutkan, terlepas dari anda atau saya setuju dengan tujuannya itu apa tidak.

Anda menulis: Daftar kejahatannya panjang. Namun saya tidak meminta anda membaca semuanya. Saya hanya memilih 4 dari cerita2 pembunuhan tersebut. Saya minta anda membaca keempat cerita tersebut, menegaskan kesahihan sumber beritanya dan lalu membela klien anda, Muhammad, dan buktikan ia tidak bersalah.

Anda meminta saya menegaskan kesahihan sumber2 berita tersebut, yang rasa rasa adalah tuntutan UNFAIR. Ini bukan berarti saya tidak mencoba mencari kebenaran atau menolaknya. Saya hanya mengatakan bahwa anda ingin agara saya menggunakan sumber yang sama untuk membela klien saya, yang sudah pasti akan melemahkan posisi klien saya. Anda ingin membatasi sumber2 pembelaan saya.

Peraturan tentang cara pembuktian ini paling sedikit harus ditetapkan dahulu. Kasus2 masa lalu bagi saya tidak merupakan bukti, mereka hanya kasus yang mungkin tidak lagi dpat diberlakukan jaman sekarang. Pendapat orang juga tidak dapat digunakan sebagai bukti. Pernyataan atau asumsi juga bukan bukti. Jadi kalau kita tidak dapat menentukan cara pembuktian, maka sulit membatasi kasus.

Saya usulkan agar kami membatasi materi yagn memiliki referensi guna menentukan hukumnya dan baru membahas klien saya salah atau tidak.

Saya ingin tegaskan bahwa tugas saya tidak untuk membuktikan klien saya tidak bersalah. Tujuan saya adalah untuk menunjukkan bahwa kesalahannya tidak dapat dibuktikan atau tidak dapat ditetapkan tanpa keraguan (established beyond any doubt). Membuktikan tidak bersalahnya orang tidaklah mungkin mengingat waktu yang sudah berlalu.

Kesimpulan saya :

Tuduhan anda banyak mengandung asumsi;
Standar anda dalam hal norma dan intelektualitas tidak jelas;
Anda menggunakan kata “assassin” namun tidak dapat menjelaskan artinya dan sangat menunjang pihak yang terbunuh;
Sumber2 pembuktian tidak jelas dan harus dibatasi ; dan
“Innocence until proven guilty beyond doubt” (Tidak bersalah sampai terbutki bersalah tanpa keraguan) adalah posisi saya.

Terima kasih.

R Shahzad

——————————————————————————–

JAWABAN A SINA
Nov. 16, 2003

Yth Mr. Shahzad,

Saya menuduh klien anda, Muhammad sebagai assassin dan dari sejumlah kasus yang tersedia, saya hanya memilih empat kasus.

Anda tidak sekalipun membantah tuduhan saya maupun ke-aslian (authenticity) kasus2 yang menjadi sumber tuduhan saya. Kasus2 ini memang sulit dibantah karena mereka dilaporkan dalam semua sumber Islam seperti Sirat Rasulallah-nya Ibn Is-haq, al Waqidi, al Tabari and beberapa hadis sahih.

Karena anda tidak dapat membantah bukti2 tersebut, anda lalu mencoba mendefinisikan istilah manusia (human being) dan pembunuhan (assassination).

Dalam pembelaan anda anda mengatakan bahwa Muhamad seorang manusia biasa dan anda menjelaskan apa artinya “manusia”. Anda menekankan bahwa Muhamad juga memiliki kelemahan, ketidaksempurnaan dan kerapuhan. Saya setuju dengan itu semua. Namun ITU BUKAN ALASAN MENGHALALKAN PEMBUNUHAN.

Semua pelaku kriminal adalah manusia dan merekapun memiliki kelemahan. Tetapi apakah itu alasan untuk membebaskan mereka ?

Saya ragu sebuah jury akan membebaskan seorang pelaku kejahatan karena ia seorang manusia yang memiliki kelemahan. Kami semua manusia dengan berbagai kelemahan, tetapi tidak semua dari kami adalah pembunuh. Mungkin lebih baik anda membela klien anda dengan alasan TIDAK WARAS. Ini pembelaan yang bisa membebaskan klien anda dari segala tuduhan.

Anda kemudian mendefinisikan kembali konsep baik dan buruk dan bahwa definisi saya tentang kebaikan dan keTuhanan adalah subyektif.

Anda mengatakan cinta kasih adalah relatif dan bertanya apakah kalau bicara mengenai cinta, apakah juga menyangkut moralitasnya.

Anda mempertanyakan apakah kejujuran harus diterapkan dalam segala situasi dan apakah ada pengecualian kalau ketidakjujuran bisa membawa keuntungan.

Dan tentang sikap menahan diri anda bertanya:
“Sikap menahan diri – Menahan diri dari kejahatan guna melakukan tindakan yang diinginkan nurani atau menahan diri dari segala tindakan yang dianggap jelek baik bagi jaman dulu ataupun jaman sekarang ? Atau kedua2nya ?”

Pertanyaan2 ini tidak ada hubungannya dengan kasus.

Anda mengatakan alasan pertanyaan anda adalah anda tidak pasti apakah baik-buruk tindakan dianggap sama oleh semua orang. Dengan kata lain, anda mempertanyakan definisi orang tentang “baik dan buruk”. Sampai2 anda mengatakan bahwa pembunuhan/assassination belum tentu buruk. Anda menyimpulkan “tanpa menentukan hukumnya, kita tidak dapat memastikan hukum apa yang dilanggar.”

Saya tidak percaya bahwa baik-buruk begitu relatif sehingga kita tidak dapat menentukan bahwa membunuh seseorang karena ia tidak sependapat dengan kita adalah tindakan baik.

Mungkin baik-buruk bagi manusia adalah relatif. Tetapi intelektualitas kita, terlepas dari ketidaksempurnaannya, adalah satu2nya alat yang ktia gunakan untuk menentukan mana yang baik dan mana yang buruk. Adalah TIDAK MASUK AKAL untuk mengatakan bahwa pembunuhan adalah OK karena kita manusia yang memiliki kelemahan dan tidak mengerti beda antara baik dan buruk.

Cinta kasih juga kualitas manusia. Moralitas adalah topik lain lagi. Point-nya adalah bahwa seorang manusia yang tidak memiliki kualitas kemanusiaan ini tidak patut menyandang gelar manusia. Kami menyebut orang macam itu MONSTER dan bukan manusia.

Pertanyaan anda mengenai kejujuran adalah : kejujuran selalu diinginkan dan ketidakjujuran selalu tidak diinginkan. Tidak ada pengecualian.

Apa yang anda inginkan disini adalah relativitas moral. Dengan kata lain, anda mengatakan kejahatan diperbolehkan kalau kebaikan adalah jalan yang terlalu panjang. Ini absurd, karena ini memperbolehkan orang untuk melakukan kejahatan sesuai dengan standar moralnya.

Saya sama sekali tidak kaget akan filosofi anda. Anda hanya mengekspresikan filofosi Islam. Ini menunjukkan bahwa Islam memang agama yang moralitasnya relatif, yang mengijinkan ketidakjujuran, pembunuhan dan kejatahan lainnya yang sesuai dengan moral para pengikutnya.

Dibawah ini kutipan Iman Ghazali, akademisi Islam paling ternama:

“Kalau mencapai tujuan dapat dimungkinan dengan berbohong, dengan menyembunyikan kebenaran, membohong diijinkan jika tujuannya diijinkan.” (Ref: Ahmad Ibn Naqib al-Misri, The Reliance of the Traveller, translated by Nuh Ha Mim Keller , Amana publications, 1997, section r8.2, page 745).

Berbeda dengan anda, saya tidak setuju dengan relativitas moral. Saya pengikut Prinsip Emas : “Jangan memperlakukan orang sebagaimana anda tidak ingin diperlakukan”.

Saya tidak ingin dibunuh, oleh karena itu saya juga tidak membunuh.

Saya tidak ingin orang menjajah kota saya, merampok harta saya, memperbudak anak2 saya dan meniduri isteri saya. Saya juga tidak melakukan hal ini kepada orang lain.

Saya tidak suka menjadi warga kelas dua, dihina dan diwajibkan membayar pajak (jizyah) karena ingin mempertahankan hak saya untuk mengikuti kepercayaan saya. Saya juga tidak memperlakukan orang lain demikian.

Saya tidak ingin orang memukuli saya kalau saya tidak patuh. Oleh karena itu pula saya tidak memukuli isteri saya.

Saya tidak suka dibohongi, dikibuli. Oleh karena itu saya merasa ketidakjujuran adalah tidak baik dan tidak ada pengecualian yang sah.

Melanjutkan pembahasan relativisme moral anda, anda juga mengatakan bahwa intelektualitas manusia adalah RELATIF sehingga tidak dapat mengerti prinsip2 keTuhanan.

Anda menulis:
“Tuhan harus mengikuti nalar setiap manusia dan sanggup menjelaskan sikapNya tanpa menimbulkan keraguan, kalau tidak Ia sebaiknya diam2 saja.”

Jawaban saya tetap sama. Intelektualitas manusia mungkin tidak sempurna namun merupakan satu2nya alat untuk membedakan baik dari buruk. Kalau tidak, bagaimana membedakan seorang penipu dengan seorang yang benar2 utusan Tuhan ? Ada ribuan orang yang mengaku nabi. Bagaimana kita tahu mana yang benar ? Bagaimana kita tahu bahwa Muhamad-lah benar2 rasulullah ?

Caranya ? Gunakan otak ! Yah, otak yang tidak sempurna itu. Jika kelakuan dan perkataan para “nabi” itu membuat otak kita bertanya2 maka kita tahu bahwa mereka itu tukang ngibul.

Seperti kata Galileo ; JIKA TUHAN TIDAK INGIN KITA MENGGUNAKAN OTAK KITA, MENGAPA IA MEMBERIKANNYA KEPADA KITA ?

Mengukur Quran dan tingkah laku Muhamad dengan otak/human intelligence kita, kita dapat dengan mudah menentukan kualitasnya sebagai pembawa pesan dari Tuhan. KECUALI anda berpendapat bahwa Tuhan memang begitu sinting sampai mengirim seorang bandit psychopath yang suka sex dengan anak kecil untuk mengantar kita semua, umat manusia, ke jalan yang benar.

Anda memberikan definisi tentang ‘assassin’.
Saya rasa anda bingung. Kita disini tidak membahas kebaikan dan kejahatan KORBAN, melainkan SANG PEMBUNUH. Pertanyaannya adalah apakah tindakan pembunuhan adalah tindakan yang PANTAS DILAKUKAN OLEH SEORANG RASULULLAH. Kesalahan seseorang harus ditentukan oleh pengadilan, tidak oleh seseorang yang merasa ia berhak membunuh orang lain karena tuduhan fitnah (misalnya).

Anda memberi contoh tentara AS. Kalau tentara AS masuk rumah orang lain dan membunuhi penghuni, apakah mereka bisa dicap assassin, anda tanya. Jawaban saya ; YA ! Tentara itu akan dituduh dengan ‘war crime’ dan harus diseret ke pengadilan.

Tentara AS tidak memasuki rumah orang dan membunuh secara sembarang. Mereka mungkin memasuki rumah orang untuk mencari senjata atau menangkap musuh. Namun mereka tidak akan menembak sebelum ditembaki terlebih dahulu.

Nah, bedakan dengan ekspedisi pembunuhan/assassination Muhamad. Dari link2 yang saya berikan kami bisa membaca bahwa Muhamad mengirim seseorang untuk membunuh seorang lelaki berusia 120 tahun karena memperingati orang2 Medinah agar menjaga diri terhadap kebohongan Muhamad. Ketika Asma binti Marwan, seorang penyair dan seorang ibu lima anak kecil mengeluh tentang pembunuhan brutal tersebut, Muhamad mengirimkan orang lain untuk membunuh Asma dimalam buta, selagi ia di tempat tidur menyusui bayinya. Mudah2an anda juga pernah membaca kasus Ka’b ibn Ashraf dan Abu Rafi.

Inilah macam kejahatan yang dilakukan oleh Klien anda yang dianggap nabi dan diikuti secara buta oleh satu milyar orang. Dan lihatlah bagaimana ia mengejek siapapun dan bagaimana sang “allah” ciptaannya selalu siap dengan pujaan bagi dirinya:

Q.68:4 : Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.

Q.33:21 : Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) ….

Q.21:107 : Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. (‘rahmatul lil alamin’)

Q.81.19: sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril) …

Kami (FFI) ingin menjelaskan fakta2 ini dan menelanjangi Muhamad, sehingga paling tidak kami dapat menyelamatkan Muslimin, korban utama kebohongan besar Islam ini dan menyelamatkan dunia dari kehancuran. Namun kami hanya bisa menyelamatkan mereka yang mau, mereka yang jiwa dan pemikirannya belum dirusak total oleh Islam. Namun mereka yang Islamnya sudah merasuk tidak lagi dapat kami bantu.

Seseorang yang membenarkan pembunuhan, mempertanyakan apakah kejujuran kadang2 baik dan telah tenggelam kedalam relativisme moral Islam sehingga tidak lagi dapat melihat kenyataan secara obyektif tidak lagi dapat diobati dengan nalar/logika.

Namun saya berterima kasih atas kejujuran anda (walaupun anda merasa ketidakjujuran kadang perlu) dan tidak membantah ke-otentik-an hadis dan sumber2 sejarah lain yang menunjukkan kejahatan yang dilakukan oleh Klien anda, Muhamad.

Anda tidak mengajukan sumber2 sejarah lain dan nampaknya anda cukup puas dengan pembelaan anda bahwa pembunuhan, ketidakjujuran dan tindakan buruk lainnya, “kadang2 bisa menguntungkan” dan kami manusia tidak sanggup membedakan antara satu dengan yang lain. Dan oleh karena itu Muhamad tidak dapat dikenakan tuduhan apapun.

Dengan kata lain, anda mengejek kemampuan manusia untuk berpikir dan menggunakan nalar. Anda menyatakan bahwa karena manusia tidak sanggup mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk dan oleh karena itu setiap kejahatan yang dilakukan Muhamad sebenarnya dapat diartikan sebagai kebaikan.

Bukankah ini cara berpikir seorang pelaku kriminal ? Ataukah Muhamad pengecualiannya ?

Interesan sekali pembelaan anda dengan menggunakan jalur pikir dan nalar/logika untuk menentukan salah atau tidak salahnya Muhamad.

Nalar/Logika macam apa yang anda maksudkan ? Apakah tidak jelas bagi anda bahwa pembunuhan bukan tindakan baik ? Bahwa pedophilia tidak baik ? Bahwa perampokan, pencurian dan pembudakan wanita dan anak2 adalah tidak baik ?

Terakhir, anda mengatakan:
“Saya ingin tegaskan bahwa tugas saya tidak untuk membuktikan Klien saya tidak bersalah. Tujuan saya adalah untuk menunjukkan bahwa kesalahannya tidak dapat dibuktikan atau tidak dapat ditetapkan tanpa keraguan. Membuktikan tidak bersalahnya orang tidaklah mungkin mengingat waktu yang sudah berlalu.”

Saya tidak lagi perlu membuktikan kesalahan karena kesalahan itu sudah diakui. Cukup membaca sejarah dan hadis yang ditulis oleh para pengikut setia Islam guna melihat bagaimana mereka membanggakan diri atas tindakan kriminal yang dilakukan nabi mereka.

Sekarang terserah pada Jury untuk membahas keputusan mereka.

Ali Sina
——————————————————————————-

Untuk sesi pengadilan berikutnya, saya mengundang anda untuk membantah tuduhan saya bahwa Muhamad = gila wanita (a lecherous womanizer). Saya menyatakan bahwa mengingat kurangnya kualtias keimanannya ini, ia BUKAN seorang rasulullah. Ia hanyalah seorang pemimpin cult yang sukses dan brutal yang menipu pengikutnya agar mematuhi ambisi dan nafsunya.

Dalam link2 berikut ini saya menyampaikan bukti2.

Juwayriah: http://www.faithfreedom.org/Articles/si … iriyah.htm

Safiyah: the Jewish wife of Muhammad http://www.faithfreedom.org/Articles/sina/safiyah.htm

Adoption in Islam and Muhammad’s Marriage to Zainab Bint Jahsh
http://www.faithfreedom.org/Articles/SKM/zeinab.htm

Mariyah The Coptic Sex Slave of the Prophet
http://www.faithfreedom.org/Articles/sina/mariyah.htm

END OF PART I
http://www.faithfreedom.org/debates/Shahzad2.htm

BAGIAN II
Umat Manusia vs. Muhammad bin Abdallah
Agama dan Moralitas

Tergugat: Muhamad bin Abdullah
Pembela: Raheel Shahzad

Penggugat: Umat Manusia (Bagian non-muslim)
Penuntut: Ali Sina

Pengadilan: Opini Publik
Juri: Pembaca

————————————————————————————

Dari RAHEEL SHAHZAD :
18 November 2003

Mr. Sina,

Apabila menyelamatkan kemanusiaan merupakan tujuan anda, maka mengutuk atau menjelek2kan sebagian umat manusia meragukan motivasi dan sikap mental anda sesungguhnya. Tentu saja anda dapat mengaku bahwa anda tidak puas dgn Islam karena Islam menyebarkan kebencian, namun bagaimana mungkin membasmi kebencian dengan kebencian yang lebih besar? Apakah ini tidak nampak seperti lingkaran setan; menyatakan perang terhadap sekelompok orang dengan tujuan menyelamatkan mereka?

Bagaimana saya dapat percaya bahwa anda benar-benar ingin menyelamatkan umat manusia? Jika menyelamatkan saya dari cengkraman Islam tidak tercapai secara intelektual, bagaimana saya dapat percaya bahwa anda akan menyelamatkan orang lain dengan pesan anda?

Muslim dimanapun akan menolak sebuah pesan dimana yang membawa pesan memiliki perilaku yang sama dengan orang yang ia tuduh. Untuk dapat menyelamatkan yang kurang intelek, bukankah lebih penting untuk meyakinkan para intelektual dulu?

Katakanlah suatu saat proyek anda ini berhasil, maka pilihan apa yang anda tawarkan bagi sebagian besar umat manusia ini?

Terlalu banyak pertimbangan untuk dapat ditulis di sini, oleh karena itu saya akan menggunakan contoh EFEK DOMINO:
Seandainya pendapat anda mengakibatkan penolakan terhadap Quran, bukankah kita menghadapi dilema moral mengenai buku mana yang akhirnya benar-benar suci ? Bukankah Terdakwa juga dituduh telah berbohong maka hal ini juga akan mengakibatkan semua kitab sebelumnya menjadi tidak sah ?

AKibatnya, seluruh ajaran kemanusiaan secara fisik maupun rohani jadi diragukan dan akhirnya manusia akan tiba pada kesimpulan bahwa tidak ada yang namanya tuhan. Dan jika tuhan sendiri menjadi subjek yang diragukan maka kebaikan dan kejahatan hanya dinilai melalui nilai-nilai moral manusia, sehingga manusia sampai pada RELATIVISME MORAL.

Mereka yang berkuasa akan menjadi sewenang-wenang karena memiliki kuasa atas moral DAN karena tidak ada etika yang nyata dari yang maha kuasa. Manusia dapat berada pada posisi yang lebih rendah daripada hari ini. Karena mereka menyingkirkan pemikiran akan tuhan, atau membiarkan penafsiran terbukan tanpa ada suatu kerangka yang nyata mengakibatkan kerusakan yang lebih besar daripada hari ini. Dan itulah yang menjadi kekhawatiran saya hari ini.

Sebenarnya saya setuju dengan misi anda, namun caranya yang sangat berbeda. Maka dari itu belas kasih terhadap kemanusiaan dan pertimbangan berdasarkan suatu logika tidak boleh dimonopoli oleh mereka yang merasa diri sebagai tuhan. Dan saya pikir kesimpulanmu di bagian 1 tidak memenuhi syarat ini, karena anda tidak mampu menjabarkan tindakan yang harus diambil atau bahaya apa yang harus dihadapi bila mengikuti pola pikir anda tersebut.

Pada suatu titik anda akan terpaksa mengadopsi Relativisme Moral, yang anda tolak sendiri di bagian 1. Karena tanpa relativisme ini, anda tidak memberikan pilihan apapun. Apabila pemimpin suatu misi menolak apa yang seharusnya ada untuk menjamin kelangsungan suatu dunia tanpa tuhan, maka ini adalah penipuan. Pada akhirnya Moralitas Sesaat akan menjadi agama. Dan jaminan apakah yang anda berikan bahwa moral tidak akan ditolak atau berubah juga pada akhirnya? Mereka yang mengikuti pola ketuhanan anda sepantasnya disebut ‘moralis’.

Jika anda memang benar, Mr. Sina dan anda benar-benar mengharapkan orang meninggalkan Ilam, anda harus menyiapkan suatu kode moral bagi orang yang berpihak kepada anda. Dan kode moral itu harus dipergunakan sebagai contoh, mengacu pada perintah sederhana, atau akan sangat sulit diterapkan. Jika anda membiarkan para pengikut anda untuk membela diri sendiri atau mengembangkan kode moral sendiri, apakah anda menjamin Iran tidak akan menerapkan ‘Hijab’ terhadap warganya? Anggaplah mereka benar-benar membiarkan warganya memiliki kebebasan baik pikiran maupun tindakan, apa yang akan terjadi dengan mereka yang membelokkan kode moral anda? Anda tentu akan melarang mereka menolak kode moral yang mereka kembangkan secara bebas itu.

Mungkin anda tidak akan tersinggung, tetapi salah seorang dari anggota kelompok anda bisa tersinggung. Apa yang akan terjadi bila kode moral menjadi sangat bebas sehingga bertukar pasangan untuk semalam menjadi sesuatu yang lazim di suatu bagian dunia, bukan berdasarkan suatu kode moral, tetapi benar-benar suatu kebebasan, apakah hal tersebut wajar di mata anda? Itulah akibatnya bila Islam berhasil dihapuskan, digantikan oleh suatu agama baru yang aneh. Dan anda benar-benar tidak dapat mengharapkan orang-orang yang anda sadarkan untuk menerima ajaran lain selain moral yang menjadi ukuran. Hal ini berarti anda harus benar-benar mempercayai orang-orang tersebut dengan menganggap mereka semua adalah orang baik secara moral dan akal sehat. Lantas mengapa moral mereka dianggap kacau hanya karena mereka menganut islam? Jika islam diganti nama menjadi moralitas, perubahan apa yang anda harapkan akan terjadi dan bagaimana cara menegakkan hal ini?

Oleh karena itu saya menolak konsep anda dengan alasan:
a) kasus anda tidak cukup kuat
b) anda tidak mampu mengarahkan para juri atau penggugat
secara jelas
c) anda tidak menghargai aturan yang anda buat sendiri
d) anda telah menuduh secara sepihak tanpa memberi
kesempatan pembela dan juri mendengar kasusnya secara
Utuh
————————————————————————————

Dari ALI SINA
Yth Mr. Shahzad,

Sebagai Jaksa Penuntut, saya yakin dengan temuan saya dan tuduhan yang saya ajukan pada Klien anda. Jika saya ragu, saya pasti tidak akan mengajukan tuntutan.

Saya hadir untuk menuntut Muhamad dan tugas anda adalah untuk membelanya. Saya harus mendukung semua pernyataan dengan bukti. Terserah anda untuk membantah bukti saya dan mempertanyakan relevansi dan kesahihannya. Tentu saja anda juga harus memback-up pernyataan anda. Jika anda menuduh tentara Amerika melakukan kejahatan perang, dapatkah anda membuktikannya? Dapatkah anda mengajukan bukti dan saksi? Jika dapat, seharusnya anda jangan membuang waktu di depan komputer. Anda seharusnya berada di PBB dan meminta pengadilan internasional untuk mendukung pernyataan anda.

Anda menulis:
Jika menyelamatkan umat manusia menjadi tujuan anda, maka mengejek dan mengutuk sebagian dari umat manusia menggoyahkan motivasi dan tujuan anda.

Pernyataan anda diatas salah. Saya tidak mengutuk sebagian umat manusia. Saya menolak sebuah ideologi yang dianut oleh sebagian umat manusia. Apakah suatu ideologi menjadi benar dan sakral hanya karena banyak orang mempercayainya? Adakah batasan dimana masih boleh melakukan kritik dan batasan dimana kritik menjadi tabu?

Haruskah kita berhenti mengkritik ideologi? Bagaimana dengan neo-Nazisme? Ribuan orang yang menganut ajaran ini dengan setia. Haruskah kita berhenti mengkritik Hitler karena takut menyinggung perasaan orang kulit putih? Ataukah kita hanya boleh mengkritik doktrin yang hanya memiliki sedikit pengikut sedangkan yang pengikutnya banyak tidak boleh dikritik? Apakah ini kriteria yang anda maksud?

Jadi apakah memang boleh mengkritik Islam pada waktu masih baru dan pengikutnya sedikit? Dari sejarah kita lihat bahwa Muhamad mengirimkan pembunuh untuk membungkam para pengkritiknya. Pada saat yang sama ia sendiri mengkritik dan menodai agama kaum Quraisy, Yahudi dan Kristen dengan mengatakan bahwa mereka telah mengubah agama mereka sendiri dan apa yang sekarang mereka percayai bukanlah agama yang masih asli.

Jadi, pada prinsipnya Islam dan anda sendiri mengajarkan bahwa Islam sama sekali tidak boleh dikritik. Itulah intinya ? Boleh mengkritik semua kepercayaan lain, tapi Islam jangan ? Benarkah?

Peraturan ini diterapkan di negara-negara Islam. Siapa saja yang berkata-kata melawan Islam dan Muhamad akan didakwa melakukan pelecehan dan akan diperlakukan secara mengerikan. Namun di FFI kami mengkritik semua ideologi. Kami mempertanyakan semua kepercayaan. Sebagaimana inspirasi sang Budha, kami mencari pencerahan atas keraguan kami.

Jadi, mengkritik Islam tidak sama dengan menyebar kebencian.

Alquran sendiri yang menyebarkan kebencian :

…bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka… (9:5)
… Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali… (3:28)
atau
…sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis… (9:28)

Ayat-ayat itulah ayat penyebar kebencian. Perkataan seperti itulah yang seharusnya dihentikan.

Anda menulis:
Jika menyatakan kejahatan seseorang menjadi motif satu-satunya, maka saya tidak yakin anda telah mempertimbangkan semua dilema yang akan terjadi pada umat manusia secara umum.

Dalam pernyataan di atas anda mengimplikasikan bahwa kebenaran bukanlah menjadi pertimbangan anda. Anda lebih kuatir bagaimana kebenaran akan mempengaruhi umat manusia.

Saya yakin bahwa kebenaran selalu lebih baik. Kebenaran hanya akan menyakiti perasaan kita untuk sementara saja. Orang-orang senang dibohongi demi menghindari rasa sakit dan melepaskan kebohongan seperti ini tidaklah mudah. Saya berhasil melepaskan diri. Tetapi kebohongan benar-benar menghancurkan. Kepercayaan palsu sangatlah berbahaya.

Contohnya paham Nazisme. Paham itu berdasarkan kepercayaan palsu bahwa ras Aria berasal dari benua Atlantis yang hilang dan ras inilah yang memperkenalkan peradaban ke seluruh dunia. Kita melihat bahwa kepercayaan itu tampaknya baik-baik saja namun akibatnya sungguh luar biasa. Bayangkan mimpi buruk dan hilangnya begitu banyak nyawa atas kebohongan superioritas ras Aria.

Hari ini kita menuju kepada suatu kehancuran akibat satu lagi kebohongan. Kebohongan yang dimaksud adalah Islam. Islam mengajarkan bahwa penganutnya lebih baik daripada para kafir. Kafir harus diperangi dan Islam harus menjadi yang terbesar di dunia, bahwa jika 10 muslim menghadapi 100 kafir, muslim akan menang karena Allah akan menolong mereka. Bahwa pada akhirnya seluruh dunia akan menjadi muslim. Bila muslim mati dalam peperangan, mereka akan masuk surga dan mendapat hadiah bidadari yang banyak. Jika sebagian besar umat manusia mempercayai hal ini, ini namanya bom waktu.

Sejujurnya, saya tidak melihat alternatif yang lebih baik selain daripada menjinakkan bom ini. Dan itulah misi dari FFI. Kami mencoba menjangkau muslim sebelum terlambat dan mengatakan kepada mereka bahwa Islam itu palsu.

Gambaran umum
Anda mengajak para juri untuk melihat gambaran umum. Menurut anda menyadarkan orang akan palsunya Islam tidak penting karena ini hanyalah akan meninggalkan dunia tanpa agama. Dengan kata lain, anda pikir lebih baik menganut suatu agama palsu daripada tanpa agama sama sekali. Anda memperkirakan kekacauan dan degradasi moral.

Saya tidak setuju. Kita telah melihat bahwa RELATIVISME MORAL ADALAH CIRI KHAS ISLAM. Islamlah yang menyetujui kejahatan apabila hasilnya menguntungkan Islam dan muslim. Relativisme moral artinya menghalalkan segala cara.

Namun, saya percaya bahwa moral itu relatif, tetapi bukan dari sudut pandang islam. Saya percaya moralitas relatif terhadap sejarah dan budaya. Dalam Islam, moralitas relatif terhadap kepentingan Islam dan keinginan untuk menang dengan segala cara. Islam mengajarkan bahwa seseorang boleh melakukan kejahatan demi kepentingan Islam.

Etika dalam Islam tidak mempedulikan benar atau salah, baik atau buruk tetapi mengacu kepada halal dan haram. Pada kenyataannya etika merupakan omong kosong dalam islam. Islam sama sekali tidak peduli terhadap etika sama sekali. Diskusi mengenai etika tidak dikenal oleh “filsuf” islam.

Etika yang menyetujui pelanggaran hak asasi manusia pasti tidak benar. Tetapi tidak dalam Islam. Islam tidak menghargai hak non-muslim dan karenanya HAK MEREKA TIDAK SAMA dengan hak para muslim. Wanita dalam Islam juga tidak memiliki hak yang sama dengan para pria muslim. Dalam Islam, hukum syariah menjadi acuan benar dan salah.

Etika diturunkan dari kesadaran manusia dan the Golden Rule:
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … c.php?t=25

Orang yang berakal sehat mampu membedakan benar dan salah mempergunakan Golden Rule sebagai parameter. Tetapi tidak dalam Islam. Benar dan salah mengacu kepada ucapan Muhamad. Contohnya, etika mengajarkan bahwa memukul wanita itu salah. Dalam Islam, memukul istri itu halal. Berdasarkan etika, hukuman tidak boleh melebihi kejahatannya. Dalam Islam hukuman bagi pencuri kecil-kecilan adalah potong tangan. Islam juga mementingkan ‘dosa atas pikiran’. Etika tidak mengenal ini.

Individu dalam masyarakat etis memiliki kebebasan bertindak dan berpikir. Anda bebas berpikir, bertindak, dan berkata-kata selama tidak merugikan orang lain. Dalam Islam kebebasan ini tidak ada. Anda dapat dihukum berat dan bahkan dieksekusi karena mengkritik, menolak islam, melakukan hubungan seks di luar nikah, atau berperilaku homoseks.

Dalam Islam, memukuli istri itu halal tetapi wanita diharamkan memperlihatkan rambutnya kepada orang lain. Poligami itu halal tetapi haram bagi wanita. Memiliki budak dihalalkan, namun diharamkan untuk memungut bunga pinjaman. Halal untuk memperawani gadis 9 tahun tetapi haram bagi anak lelaki dan anak perempuan untuk bermain bersama. Dihalalkan untuk memperkosa anak lelaki dan berperilaku pedofil tetapi haram bagi orang yang homoseks untuk berhubungan dengan sesama mereka yang tentu sudah dewasa. Hukum Syariah relatif terhadap apa yang dikatakan Syariah namun tidak relatif terhadap logika dan etika.

Relativitas moral secara historis dan budaya merupakan topik yang berbeda. Diperlukan pemahaman atas setiap kebudayaan dan tahapan sejarah serta setiap peradaban memiliki kode moral sendiri berbeda dengan peradaban lain.

Apa itu moralitas
Manusia beragama percaya bahwa moralitas berasal dari agama dan bila agama kehilangan pengaruhnya, manusia akan menjadi immoral. Apakah moralitas merupakan produk agama? Apakah orang yang tidak beragama juga tidak bermoral?

Anda berkata bahwa tanpa agama orang akan tukar menukar istri. Saya pernah bercakap-cakap dengan seorang muslim muda yang berkeras bahwa jika tanpa agama orang akan melakukan incest dan tidak ada yang akan mampu menahan mereka untuk meniduri ibu mereka sendiri. Saya bertanya apakah dia bergairah terhadap ibunya dan apakah Islam satu-satunya pencegah dia meniduri ibunya? Dia tampak tersinggung.

Bagian terbesar dari moralitas kita adalah naluri kita. Incest tidak dianut oleh peradaban manapun baik agamis maupun tidak. Tentu ada beberapa individu dengan perkembangan mental yang abnormal. Pada kenyataannya, kecuali Simpanse Bonobo di Zaire yang saling menggosokkan alat kelamin mereka untuk melambangkan ikatan sosial, tidak ada jenis kera lain yang berkembang biak melalui incest.

Image
Simpanse Bonobo sedang menggosok2 :wink: …

Biasanya para pejantan mengunjungi kelompok lain untuk mencari pasangan. Singa muda dipaksa meninggalkan kelompoknya untuk mencari pasangan singa betina di kelompok lain.

Menariknya, pernikahan di antara anak-anak yang tumbuh bersama dalam suatu panti asuhan jarang terjadi atau bahkan tidak pernah terjadi, sekalipun anak-anak ini tidak ada yang memiliki hubungan darah.

Namun beberapa isu moral tidak sejelas contoh di atas. Apa yang tergolong moral dan imoral tergantung pada waktu dan budaya. Bahkan bisa berbeda antara orang yang satu dengan yang lain. Apa yang dulu dianggap bermoral misalnya seribu tahun lalu menjadi immoral saat ini, demikian sebaliknya. Begitu pula apa yang dianggap bermoral di satu belahan dunia bisa dianggap sebaliknya di bagian dunia lain.

Contohnya perilaku seks bebas. Banyak kebudayaan menganggap hal tersebut imoral. Tetapi ada juga kebudayaan yang menganggapnya sebagai norma. Bagi kami, ‘yang berkiblat ke Barat’ memiliki beberapa partner secara bersama-sama merupakan hal yang imoral. Namun bagi muslim yang menganut poligami, hal tersebut adalah ‘anugerah Allah’.

Di bagian dunia lain, wanita melakukan poliandri. Dalam suku Inuit, seorang pria akan menawarkan istrinya kepada tamunya untuk dihamili. Perilaku mana yang imoral? Dan siapa yang menentukan hal tersebut?

Image
Lelaki amazon … imoral ?

Apakah memperlihatkan bagian tubuh itu imoral? Di tengah hutan Amazon beberapa suku benar-benar telanjang BULAT. Apakah hal tersebut imoral ? Bagi mereka itulah gaya hidup. Di beberapa negara Islam, wanita diharuskan menutup seluruh bagian tubuhnya spt pocong. Apakah itu moral yang baik? Jika hal demikian menjadi definisi moral, apakah wanita yang berpakaian sopan tanpa hijab termasuk imoral? Bagaimana pula dengan wanita berbikini di pantai? Apakah mereka imoral? Jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan di atas bergantung pada siapa anda dan apa standar moral anda.

Mari kita lihat contoh lain: perbudakan. Apakah perbudakan itu immoral? Perbudakan dilakukan selama berabad-abad bahkan oleh orang yang paling religius. Muhamad bukan hanya memiliki budak tapi dia juga mengambil untung dengan cara memperjualbelikan manusia bebas sebagai budak. Apakah dia immoral? Jika ya, mengapa kita mengikuti seorang yang tidak bermoral dan jika tidak, mengapa sekarang kita mengutuk perbudakan?

Bagaimana dengan perilaku pedophil ? Kita semua tentu menolaknya dan menganggap hal tersebut sebagai suatu tindakan imoral. Tetapi pada waktu Muhamad melakukan hal tersebut terhadap anak perempuan berumur 9 tahun hal ini tidak dianggap imoral. Bahkan ayah Aisyah secara rela menyerahkan anaknya menikah dengan Muhamad sesuai dengan permintaan Muhamad. Pada waktu itu nampaknya tidak ada yang mengerutkan dahi. Pertanyaannya adalah, jika meniduri anak berumur 9 tahun tidak dianggap imoral, apakah berarti hal tersebut benar ? Tidak semua yang dipandang bermoral oleh masyarakat itu benar. Berhubungan seks dengan anak kecil mungkin dianggap wajar 1400 tahun yang lalu di tanah Arab, tetapi dulupun tetap tidak etis.

Moralitas ditentukan oleh situasi, tetapi etika melampaui waktu dan ruang. Etika berakar pada logika. Moralitas dapat berbeda antar kebudayaan, dari waktu ke waktu dan dari orang per orang. Siapa yang berhak menentukan sesuatu itu bermoral atau tidak?

Seorang pria di Pakistan dapat menganggap bahwa pertemuan istrinya dengan sepupu laki-lakinya tanpa kehadiran orang ketiga sebagai tindakan imoral, menodai kehormatannya dan untuk memulihkan kehormatan, sang istri harus dibunuh. Baginya, pertemuan dua saudara adalah tindakan imoral tetapi membunuh dianggap baik-baik saja.

Kita harus membedakan moralitas yang membahayakan masyarakat dengan yang tidak. Apa yang membahayakan harus dianggap tidak etis dan dilarang. Perbudakan contohnya, melanggar kebebasan seorang manusia. Karena itu entah dilarang atau dipraktekkan oleh suatu budaya, hal tersebut tetap tidak etis. 1400 tahun yang lalu memiliki budak bukanlah tindakan immoral. Tetapi secara etika, perbudakan itu salah dan hal tersebut melintasi waktu. Bahkan sang nabipun tahu bahwa perbudakan itu salah. Itulah sebabnya ia menyuruh para pengikutnya untuk membebaskan budak sebagai tindakan amal. Namun ia tetap menambah koleksi budaknya dengan menyerang kota demi kota dan menangkapi orang bebas untuk kemudian dijadikan budak.

Menariknya, atas perkataan nabi, para muslim membebaskan budak ketika budak itu telah tua dan tidak mampu lagi bekerja. Membebaskan budak pada waktu mereka masih muda adalah tindakan amal dan bermoral tetapi membebaskan mereka setelah tua tanpa tunjangan apapun sangat tidak etis. Sang nabi lupa menyatakan hal tersebut dan karenanya para mantan budak yang sudah tua menjadi pengemis di jalan sementara majikan mereka mendapat anugerah allah karena telah membebaskan budak sambil menghindarkan diri merawat budak yang telah tua; sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui.

Hal yang seharusnya dilakukan adalah jangan memperbudak orang lain ! Namun kekayaan Muhamad dan penguasa Islam justru berasal dari penjualan budak.

Sekarang saya akan menjawab kekuatiran anda mengenai tukar menukar istri. Saya menyebut hal tersebut sebagai perzinahan. Sekalipun dilakukan dengan sadar dan sama-sama suka. Pertanyaan anda adalah apa yang akan dilakukan oleh suatu masyarakat yang tidak beragama. Jawaban saya sama dengan jawaban Pierre Trudeau di hadapan parlemen Kanada. Dia berkata, “Negara tidak boleh mencampuri urusan kamar tidur penduduk.” Ia menyampaikan hal tersebut 30 tahun yang lalu. Namun saya tidak pernah melihat orang-orang Kanada menawarkan istri mereka kepada orang lain.

Memang urusan ranjang tetangga saya bukan urusan saya. Seperti yang dikatakan muslim: saya tidak mau terkubur bersama mereka. Lantas mengapa kita membahasnya?

Sekarang mari kita lihat negara Islam dimana pemerintah mengatur kehidupan pribadi penduduknya. Ibu-ibu yang memiliki anak diluar nikah dirajam batu sampai mati dengan cara yang paling sadis. Apakah itu yang disebut bermoral? Orang dicambuk karena meminum bir. Wanita dipukuli sampai berdarah karena selendang mereka tersingkap sehingga rambut mereka terlihat di muka umum. Tolong katakan kepada saya moralitas mana yang lebih baik?

Sebagai penutup, kita harus membedakan antara apa yang imoral dan apa yang tidak etis. Masalah moralitas harus diserahkan kepada individu; masalah etika harus diajarkan di sekolah dan ditegakkan melalui hukum atau kode etik. Apakah berganti-ganti pasangan itu imoral atau tidak etis? Jawaban atas bagian pertama bergantung pada siapa anda. Jika anda berada dalam kelompok ultra liberal negara barat atau penganut Islam, mungkin hal tersebut bukanlah hal imoral. Ini berkaitan dengan selera, budaya dan didikan. Kita tidak boleh terpaku pada sisi moral saja. Apa yang dilakukan oleh orang dewasa di dalam kamarnya bukanlah urusan kita. Pertanyaannya adalah: apakah hal tersebut etis?

Jika berganti-ganti pasangan di-sah-kan misalnya melalui poligami, apakah hal tersebut tetap imoral? Mereka yang melakukannya mungkin tidak terlalu memusingkannya, tetapi hal tersebut tetap saja tidak etis. Pernikahan adalah institusi sosial yang pengaruhnya lebih luas daripada hanya kepada dua orang yang bersumpah setia. Bukan hanya anak-anak tetapi seluruh masyarakat akan ‘dipaksa’ untuk mendukung keluarga yang berubah jadi tidak berfungsi. Masyarakat harus membayar biaya pendidikan anak-anak, makanan mereka, pakaian mereka dan juga menanggung akibat atas sampah masyarakat yang kemungkinan besar akan dihasilkan oleh keluarga yang berantakan tadi. Poligami harus dilarang bukan karena imoral, sesuai dengan uraian kita tadi bahwa hal tersebut adalah masalah individu, tetapi karena poligami itu tidak etis. Hal tersebut membahayakan anak-anak dan masyarakat.

Apa yang disebut moral tidak bisa didefinisikan dengan mudah. Moral religius terlihat tidak etis lagi. Apa yang kita anggap bermoral berlawanan dengan agama. Poligami, perbudakan, pengorbanan hewan, perkawinan dengan anak kecil dan lainnya tidak termasuk hal immoral dalam islam. Tapi wanita yang bepergian sendiri, tidak memakai hijab atau memasuki lift bersama seorang asing disebut immoral.

Karena itu moralitas harus diserahkan kepada masing-masing dan bisa berubah-ubah. Namun masalah etika harus didefinisikan. Nilai-nilai etis berdasarkan logika dan Golden Rule. Keduanya bersifat universal dan tidak akan berubah secara intinya, apa yang melukai orang dan mengganggu hak mereka itu tidak etis. Pada kenyataannya, binatangpun memiliki hak dan suatu masyarakat yang etis harus melindungi dan menghargai binatang.

Moralitas agama adalah moralitas orang jaman dulu. Masyarakat patriarki menerapkan kode moral terhadap wanita yang memberikan kendali kepada para pria atas istri mereka. Moralitas agama tidak berasal dari surga. Hal tersebut hanya menggambarkan rasa takut dan sifat posesif para pria yang menciptakan aturan tersebut. Islam mewajibkan hijab. Apakah hal ini berkaitan dengan ketakutan Muhamad sebagai orang yang mulai tua dalam mengendalikan para istrinya yang masih cantik dan melindungi mereka dari mata pria muda yang dianggapnya sebagai saingan? Dia terus menerus menekankan pentingnya kepatuhan terhadap suami. Apakah ini ada hubungannya dengan kenyataan bahwa sebagian besar istrinya adalah anak remaja yang masih berjiwa pemberontak sehingga harus dikendalikan?

Moralitas adalah sesuatu yang pribadi dan sesuatu yang seharusnya diajarkan oleh para orang tua kepada anak-anaknya. Tetapi moralitas sejati tidak berasal dari doktrin dan kepercayaan kuno. Sangat menyedihkan bahwa ada yang membuat moralitas menjadi tawanan agama. Sangat absurd memaksakan moralitas dari suatu budaya yang telah lalu terhadap masyarakat modern saat ini. Moralitas diperoleh dari kesadaran manusia dan kepekaan rohani. Semakin kita dewasa, tindakan kitapun semakin baik. Kita tidak hidup dalam moralitas demi kerakusan atau ketakutan akan hidup setelah kematian. Kita berlaku moral karena moral meningkatkan kehidupan kita. Moralitas harus menjadi bagian kehidupan kita, sama seperti pengetahuan menjadi bagian dari diri kita. Moralitas sejati tidak pernah bertolak belakang dengan etika.

Etika sangat sedikit dipengaruhi agama. Seperti kata Gandhi, etika adalah persoalan ekonomi. Pertanyaannya adalah dimana kita akan menginvestasikan energi kita untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Jika anda menginvestasikan energi dalam kenikmatan seksual anda akan memperoleh hasil yang sementara. Jika anda menginvestasikannya di dalam hal-hal yang berarti anda akan mendapatkan kepuasan yang lebih besar.

Hidup dalam moral yang baik tidak berarti menghilangkan kenikmatan. Hidup tanpa rasa syukur bukanlah hidup. Semua merupakan pilihan. Apa yang kita pilih sebagai kesenangan kita? Itulah pertanyaan yang penting. Seseorang yang menginvestasikan energinya dalam melayani kemanusiaan mendapat kepuasan yang lebih besar daripada orang yang berkubang dalam pencarian kesenangan duniawi.

Tetapi sekali lagi ini adalah pilihan pribadi, didasarkan pada kematangan dan pemahaman spiritual. Moralitas tidak seharusnya dipaksakan oleh otoritas yang lebih tinggi seperti negara atau agama. Moralitas yang dipaksakan bukanlah moralitas. Seseorang yang menjalani hidup dalam moral karena takut pada neraka bukanlah orang yang bermoral karena ia tidak memilih perilaku tersebut secara bebas. Rasa takut dan kerakusan, merupakan metode dalam agama tradisional, yang dipakai sebagai insentif untuk memaksa orang menerima sistem moral tidak akan membuat suatu masyarakat yang bermoral. Tidak seorangpun dan tidak satu agamapun yang mampu memaksakan moralitas kepada orang lain. Pemaksaan sistem moral tidak etis. Agama yang mengancam pengikutnya dengan api neraka atau memancing mereka dengan janji-janji surga tidak akan menjadikan pengikut yang bermoral. Cemeti dan wortel memang berhasil dalam melatih binatang tetapi tidak dalam mendidik manusia. Hanya orang yang dapat memilih secara bebas dapat disebut sebagai orang yang bermoral.

Seorang yang bermoral memilih untuk hidup baik karena hal tersebut memberinya kepuasan. Orang yang jujur puas dalam perilaku jujurnya. Ia akan memilih disiksa daripada harus berbohong atau menipu. Moralitas kita berhubungan langsung dengan kematangan spiritual. Jika kita bertumbuh secara spiritual; pengetahuan, sumbangan kepada masyarakat dan bekerja untuk perdamaian akan memberikan imbalan yang jauh lebih besar daripada berkubang dalam kepuasan sensual. Tidak ada yang salah dengan kepuasan sensual. Tetapi kita mendapatkan kepuasan lebih dalam melakukan sesuatu kepada masyarakat dibandingkan dengan memuaskan diri kita sendiri.

Agama primitif memperlakukan anda seperti anak kecil (kalau bukan binatang). Mereka ingin memaksakan sistem moral yang sudah kadaluarsa dengan mengancam pengikutnya dengan api neraka dan menyuap anda dengan surga untuk menerima moralitas kuno dan kadang tidak etis. Entah anda hidup bermoral karena rasa takut dan kerakusan ini atau karena anda mendapatkan kepuasan dengan berperilaku moral, tetap saja ditentukan oleh kedewasaan dan kepekaan rohani.

Moralitas keagamaan tidak diturunkan dari langit. Moralitas keagamaan merupakan moralitas orang jaman kuno, cara pandang mereka dan (dalam kasus islam) tipu daya. Kita tidak membutuhkan moralitas orang jaman dulu sama seperti kita tidak membutuhkan teknologi, ilmu, dan pengobatan mereka. Moralitas mereka harus dikubur bersama dengan tulang mereka. Manusia modern harus membentuk moralitas sendiri. Moralitas harus berkembang sama seperti perkembangan pengetahuan dan kesadaran manusia.

Moralitas baru tidak berarti imoral. Artinya keluar dari masa kegelapan ketidakpedulian dan membangkitkan generasi yang lebih bertanggung jawab. Manusia tidak lagi dapat dibelenggu dengan rasa takut dan ancaman di kehidupan setelah kematian. Ilmu pengetahuan telah memberi cahaya terhadap absurditas konsep agama dan menggoncang fondasi dari kepercayaan yang dipegang teguh leluhur kita. Hari ini kita harus mendidik anak-anak kita dengan kesadaran. Mereka harus belajar bahwa umat manusia itu satu. Sama seperti orang tua kita mengajarkan kebohongan agama dan kita mempercayainya. Kita dapat mengajar anak-anak kita kebenaran dan mereka akan percaya.

Kita tidak perlu berbohong dan menakut-nakuti anak kita dengan api neraka untuk mendidik moral, cinta kasih dan perilaku mereka. Metode seperti itu tidak pernah berhasil. Sejarah manusia menjadi saksinya.

Jika kita mencintai anak kita, mereka juga akan belajar mencintai. Jika kita jujur, secara moral dan etika mereka akan belajar jujur. Kita dapat membangun manusia yang lebih baik dengan berperilaku manusiawi sekarang ini. Tetapi pertama-tama kita harus mengajar mereka cinta kasih.

Nah, ini cinta kasih ala Muhamad sehubungan dengan mereka yang non-muslim:

Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman, (9:14)

Seperti yang anda lihat, dasar kepercayaan Islam sangat tidak etis dan immoral. Kita tidak dapat menyembuhkan umat manusia sampai kita membuang kanker-nya. Kanker ini telah mencapai titik berbahaya yang akan membunuh kita. Pilihannya hanya umat manusia atau Islam. Umat manusia tidak akan memiliki masa depan selama penyakit ini tidak diobati. Islam harus dimusnahkan sekarang. Besok akan terlambat.

Bagaimana dengan agama lain:
Saya sadar bahwa banyak orang yang tergantung pada agama dan hidup bagi agama tanpa percaya pada tuhan yang berpribadi dan janji pada kehidupan setelah kematian. Saya ingin menekankan bahwa peperangan saya ini tidak dilakukan terhadap seluruh agama. Saya lihat anda menarik kesimpulan bahwa menolak Islam berarti menolak seluruh agama yang ada, tuhan dan kemudian moralitas. Tidak demikian! Saya bukan seorang yang religius dan tidak membutuhkan satu agama untuk hidup secara etis dan bermakna. Saya percaya hidup saya cukup bermakna dan usaha saya untuk mempersatukan umat manusia serta merintis jalan menuju perdamaian dengan menghancurkan penghalang terbesar menuju perdamaian (islam) adalah pengabdian terbesar yang dapat saya lakukan.

Namun, memang banyak orang yang membutuhkan agama dan saya menghargai itu. Perlawanan saya hanya tertuju kepada Islam. Bukan karena Islam adalah agama, justru karena ISLAM BUKAN AGAMA. Islam adalah politik yang dibungkus dengan kedok agama. Islam merupakan alat dominasi dan penaklukan. Islam memakai agama sebagai topeng untuk menelusup dan menaklukkan.

Jika orang meninggalkan Islam, mereka bisa memilih satu dari berbagai agama yang ada, atau memilih seperti saya yang tidak beragama. Jadi tidak perlu panik. Kekosongan karena meninggalkan Islam akan segera terisi karena ada banyak agama dan filosofi di dunia ini. Banyak muslim yang meninggalkan Islam dan mereka pasti dapat memberi tahu anda bahwa mereka sekarang lebih berbahagia.

Jika Islam mati, doktrin kebencian akan mati pula. Sama seperti membuang sel kanker. Hal ini berarti kebebasan bagi muslim dan suatu kesempatan baru untuk mengasihi seluruh umat manusia. Mereka akan memiliki kebebasan untuk merangkul saudara saudari mereka dalam kemanusiaan dan kasih sayang. Tidak ada lagi muslim lawan kafir. Tidak ada lagi “kita” lawan “mereka”.

Hal ini akan menjadi kelahiran baru bagi umat manusia seutuhnya. Kita akan menjadi satu, berbagi planet yang sama. Planet satu-satunya untuk hidup! Tidak ada lagi selain bumi yang mampu menampung manusia. Planet yang kecil ini, permata biru yang menggantung di tengah semesta yang kelam dan dingin adalah satu-satunya rumah kita. Jangan hancurkan demi suatu kebohongan.

Jika anda harus memiliki sebuah agama, mengapa memilih agama yang isinya kebencian melulu ?

Salam,
Ali Sina

BAGIAN II TAMAT
BAGIAN III
Umat Manusia vs. Muhammad bin Abdallah

http://www.faithfreedom.org/debates/Shahzad3.htm
PEMERKOSAAN-BAGIAN I

Nov 20, 2003

Terdakwa: Muhammad bin Abdallah
Pembela: Raheel Shahzad
Perkara: Umat Manusia (Dunia non-Muslim)
Jaksa: Ali Sina

Sidang pengadilan: Opini publik
Jury: Anda
————————————————————————————-

Dari RAHEEL SHAHRAD

Yth Ali Sina,

Anda menulis:

Untuk kesempatan sidang selanjutnya, saya mengundang anda untuk membantah tuduhan saya bahwa Terdakwa/Muhamad adalah pemimpin bejat (termasuk terlibat dalam tindakan PEMERKOSAAN). Saya menuduh derajat moralnya rendah sehingga ia tidak mungkin seorang nabi yang dikirim dari Atas. Ia hanyalah seorang pemimpin sekte yang kejam, yang memanfaatkan orang-orang bawahannya untuk memenuhi nafsu dan ambisi pribadinya.

Mr Sina, ini hanyalah masalah interpretasi yang sebenarnya merupakan inti kasus ini. Jadi untuk anda sampai pada kesimpulan sebelum menjelaskan kedudukan kasus dengan jelas dan tidak hanya berdasarkan artikel2 simplistik dari sana sini, atau berdasarkan material yang ditolak oleh sebagian besar Muslim, tidaklah bijaksana.

Kita akan membahas tuduhan anda satu-persatu.

Anda menulis:

Dalam link2 berikut ini saya sampaikan tuduhan saya dengan cukup bukti.

Juwayriah http://www.faithfreedom.org/Articles/si … iriyah.htm
Safiyah: isteri Yahudi Muhamad http://www.faithfreedom.org/Articles/sina/safiyah.htm
Adopsi dalam Islam dan perkawinan Muhamad kepada Zainab Bint Jahsh. http://www.faithfreedom.org/Articles/SKM/zeinab.htm
Mariyah, Budak Koptik Muhamad http://www.faithfreedom.org/Articles/sina/mariyah.htm
Propaganda seorang apologist/liberalis: jawaban langsung http://www.faithfreedom.org/Articles/ab … logist.htm

Tolong semuanya dibaca.

Saya sudah baca semuanya. Menikah berkali2 dalam masyarakat jaman ini merupakan problem moral dan banyak Muslim tidak mempraktekkannya. Mereka punya akal sehat untuk membedakan apa yang harus diikuti dan apa yang tidak diterima oleh standar masyarakat kini. Kebanyakan negara Islam yang maju juga tidak memperbolehkan perbudakan.

Amerika mengakhirinya 140 tahun yang lalu, meskipun ini tetap terjadi dan dilakukan oleh kaum kristiani. Akibatnya masih dirasakan oleh kaum Afrika-Amerika sampai saat ini, namun akan makan waktu lebih lama lagi untuk menghilangkan akar2 rasisme. Nilai moral berubah. Begitu pula dalam Islam. Muslim mampu menyadarinya. Maka, daripada saya meminta maaf (seperti yang dilakukan orang pada artikel ke-5), saya benar2 percaya bahwa sang nabi telah menikah 12 kali, mungkin juga lebih, seperti banyak ditemukan dari beberapa sumber yang tak jelas.

Dan diapun menikahi seorang budak, mungkin lebih dari satu. Thomas Jefferson juga mempunyai budak. Saya menduga bahwa semua bapak pendiri Amerika mempunyai budak. Namun sekarang apa yang bisa kita lakukan? Hanya karena Jefferson dan Washington tidak mengaku sebagai nabi, maka Muhamad harus dianggap sebagai orang yang memiliki moral yang lebih tinggi?

Pertanyaan saya adalah, mengapa? Apakah 1400 tahun lalu ada peraturan bahwa menikah beberapak kali adalah tidak bermoral? Mempunyai budak 1400 tahun lalu adalah kejam ? Apakah perbudakan 200 tahun yang lalu di Amerika dianggap immoral? Kata siapa? Praktek tersebut sangat umum dilakukan dan nilai moral masyarakat pada waktu itu pun berbeda.

Maka apakah jika Muhamad menikahi 12 wanita, atau 35, atau 400 wanita sekaligus adalah tindakan yang salah? Muhamad menikahi banyak wanita dan anda bisa memilih jumlah yang anda sukai karena angka tidaklah penting. Ia menunjukkan bahwa waktu itu praktik tersebut memang umum dilakukan. Jadi apa maksudnya menyerang poligami dan kepemilikan budak?

Bahkan jika anda menyampaikan 13.000 artikel mengenai hal ini, apa yang mau anda buktikan? Saya menyatakan tanpa rasa penyesalan bahwa ia menikah beberapa kali dan menikahi budak dengan tetap mengikuti kebudayaan yang normal pada jaman itu. Dan kebanyakan pria muslim tidak berbuat seperti itu karena adanya perubahan nilai moral saat ini tentang kehidupan perkawinan.

Mengikuti Sunnah bukan berarti harus menikahi 12 wanita, malahan pria muslim hanya bisa menikah 4 kali, yang sifatnya lebih untuk menghindari semangat para pria muslim untuk meniru nabi. Maka Sunnah ini sebenarnya tidak bisa dilakukan.

Muslim sering memiliki akal sehat dan wanita saat ini pun tidak akan menerima jika dijadikan isti kesembilan, walau sang pria beralasan mengikuti Sunnah nabi. Banyak wanita muslim seperti di Pakistan akan ngamuk jika suaminya mulai bermain mata dan menyimpan budak.

Tuduhan anda bahwa Muhamad menikahi banyak wanita hanya membuktikan satu hal, bahwa ia memang menikah berkali-kali dan mempunyai budak. Menyamakan nilai moral saat ini padanya adalah perbuatan yang tidak adil, bukan hanya pada Nabi , namun juga pada semua bapak pendiri Amerika.

Pertanyaan saya pada anda:

1. Apakah anda setuju bahwa mempersoalkan masalah poligami di tahun 2003 ini, kemudian memperdebatkan masalah praktek perkawinan pada jaman Arab kuno adalah berlebih-lebihan?
2. Apakah anda setuju bahwa persoalan moral untuk nilai2 perkawinan harus dilihat berdasarkan waktu dan tempatnya dalam sejarah?
3. Apakah anda setuju bahwa penghapusan perbudakan di negara2 maju diakibatkan karena berubahnya nilai moral sejalan dengan berlalunya waktu?
4. Apakah anda setuju perkawinan Nabi tidak melanggar nilai moral pada masanya, dan poligami pada jaman sekarang dilakukan oleh
muslimin di desa-desa tertinggal?
5. Apakah anda setuju bahwa menikahi budak adalah sesuatu yang tidak menyalahi moral pada 1400 tahun yang lalu, namun ada perubahan besar pada prakteknya pada jaman sekarang di negara2 muslim?

JADI, Saya telah berusaha sejujur mungkin menanggapi Mr. Ali dalam isu poligami. Dari pengalaman saya, pernikahan dengan 12 wanita tidak lagi terjadi pada muslim jaman sekarang, dan jikapun ada, itu adalah pengecualian.

Ahl-e-Sunnat sendiri telah membuktikan bahwa mereka tidak hanya mengikuti praktek ini, dan hanya menyetujui bahwa sang nabi mengikuti kebiasaan yang umum pada jamannya. Mengapa kafir terus mempermasalahkan hal ini? Kami para muslim tidak mengikutinya.

Saya rasa dalam setiap bahasan saya hanya bisa mengatakan, “Menang benar (Muhamad berpoligami dan mempunyai budak), memangnya kenapa?” Apakah saya harus menjadi ateis karenanya?

Anda menulis:
Ada lebih dari 1 milyar muslim di dunia ini, mengapa tidak ada satupun dari mereka yang mampu membuktikan bahwa tuduhan saya salah?

Ini hanyalah masalah perspektif.
Mungkin karena anda membuat 2 peraturan dasar tentang perdebatan ini:
1. Saya selalu benar.
2. Jika saya salah, lihat peraturan no 1.

Saya tidak menggunakan prinsip ini, saya ingin menyanggah dan banyak hal yang saya dapat pelajari dan betulkan. Namun dalam salah keyakinan, tidak ada area hitam atau putih, banyak hal yang harus dipertimbangkan. Maka bagi saya, kepercayaan diri dan keras kepala adalah hal yang berbeda.

————————————————————————————-
DARI ALI SINA

Yth Mr. Shahzad,

Nampakya anda tidak membaca artikel yang saya berikan, atau tidak mengerti inti masalahnya. Seluruh argumen anda berkisar pada : muslim sekarang tidak lagi mempraktekkan poligami. Ini tidak relevan ! :evil:

Masalah yang saya persoalkan tidak sekedar memperdebatkan jumlah wanita yang dinikahi Muhamad. Masalahnya adalah : RENDAHNYA MORAL MUHAMAD SAMPAI TERLIBAT PEMERKOSAAN ! Muhamad menyerang rakyat tidak bersalah tanpa peringatan, membunuh semua pria, mengambil wanita tercantik dan menyetubuhinya pada hari yang sama ia membunuh suami, ayah, dan semua orang yang disayanginya. Ini terjadi pada Juwairyah, Rayhanah dan Safiyah. TUGAS ANDA SEBAGAI PEMBELA ADALAH UNTUK MEMBUKTIKAN BAHWA MUHAMAD BUKAN SEORANG PEMERKOSA. Anda ternyata tidak sanggup !

RAYHANAH

Tentang Rayhanah, hanya sedikit data yang tersedia. Kita hanya mengetahui bahwa ia adalah anggota dari suku Yahudi, Bani Qurayza. Muhamad menutup jalur sumber air, mengepung kotanya dan ketika se-isi kota menyerah, ia memerintahkan pemenggalan kepala semua pria, merampas harta mereka, termasuk istri dan anak2 mereka dijual sebagai budak. Rayhanah adalah wanita tercantik di sukunya, dan ia menjadi budak seks Muhamad. Ia menolak menikahi pembunuh rakyatnya, namun harus menerima penghinaan untuk diperkosa penawannya, sang nabi besar Allah.

JUWARIYAH

Dalam sejarah bangsa Arab masa pra-Islam, belum pernah ada
pergolakan dan perang yang luas dan tingkat kedahsyatannya separah yang dilancarkan Muhamad, sang pendiri Islam. Pertempuran sebelumnya hanya merupakan pertempuran lokal yang terbatas pada percekcokan antar suku. Dengan lahirnya Islam, tidak hanya perang tetapi GENOCIDE dan TEROR tidak habis2nya menjadi komponen integral dalam sejarah ekspansionisme Islam.

Pada awal karir Muhamad sebagai nabi, kota asalnya (Mekah) adalah kota yang damai. Dalam 13 tahun ia berkotbah, hanya sekitar 70/80 orang mengikuti ajarannya. Tidak semuanya jago perang. Ini menjelaskan sejarah awal penyebaran Islam yang damai. Muslim belum
mempunyai kekuatan untuk menyerang. Namun setelah Muhamad bermigrasi ke Medinah dan penduduknya menerima ajarannya, ia memulai perampokan karavan pedagang dan penyerbuan kampung-kampung penduduk untuk bertahan hidup, selain menghidupi pengikutnya yang sulit mencari pekerjaan di Medinah.

Tahun ke 5 hijrah di Medinah merupakan tahun menentukan. Ini tahun dimana Muslim berperang melawan penduduk Mekah dan mengepung perkampungan Yahudi, Bani Qaynuqa, yang terkenal dengan penduduknya yang kaya, yang pengrajin emas dan besi. Setelah merebut rumah dan ladang anggur mereka, mereka diusir dari kediaman mereka. Setelah itu ia menyerang kantung Yahudi lainnya, Bani Nadir. Hal yang sama terjadi pada mereka. Muhamad membunuh pemimpin suku dan banyak pemudanya, merampas harta mereka dan kemudian mengusir mereka dari Medinah. Dalam dua penyerbuan tersebut, suku Yahudi tidak memberikan sedikitpun perlawanan. Mereka diserbu secara tiba-tiba, dan mau tidak mau harus menyerah kepada pasukan Muhamad yang lebih kuat.

Mabuk kemenangan atas orang-orang tak berdaya, Muhamad berniat mengulanginya dengan suku Yahudi lain diluar Medina, kali ini giliran Bani al-Mustaliq.

BUKHARI, biografer Muhamad, mengisahkan penyerbuan tersebut dalam hadis;
Diriwayahkan Ibn Aun:

“Saya menulis surat pada Nafi dan Nafi menceritakan bahwa nabi secara tiba-tiba menyerbu Bani Mustaliq ketika mereka lengah, ketika mereka sedang memberi minum ternak mereka. Mereka yang melawan dibunuh. Nabi mendapatkan Juwairiya pada hari itu.”

Volume 3, Book 46, Number 717:

Hadis yang sama ini dicatat kembali dalam Sahih Muslim Buku 019, Nomorr 4292, yang memperkuat otentisitas hadis dan peristiwa tersebut.

Muhamad mencontek agamanya dari paham Yudaisme dan berharap kaum Yahudilah yang pertama menjadi pengikutnya. Namun
mereka sama sekali tidak tertarik pada agama bawaan Muhamad itu. Ia tidak pernah memaafkan mereka karenanya. Begitu marahnya ia pada mereka sehingga ia pun mengubah arah kiblat dari Yerusalem ke Kabah, yang waktu itu hanyalah sebuah kuil pemujaan dewa. Muhamad dalam kemarahannya mengatakan bahwa Allah akan mengutuk Yahudi menjadi monyet dan babi karena menolakNya (Q. 5:60 dan 2:65). Ia pun menjadikan kaum Yahudi kambing hitam sbg alasan untuk mencari pengikut.

Ia jeli menggunakan taktik adu domba (devide et impera) antara kaum Arab Medinah yang miskin dan bodoh, yang bekerja di kebun anggur milik kaum Yahudi, dengan majikan mereka sendiri. Kaum Arab ini adalah imigarn dari Yemen, sementara kaum Yahudi sudah tinggal di Medinah selama 2000 tahun. Dengan merampas harta majikan, menjual majikan mereka kepada perbudakan untuk tambahan harta, para pekerja ini diyakinkan bahwa perbuatan mereka bukan saja “benar” namun diridhoi oleh Allah. Muhamad telah mendapatkan agama yang sangat menguntungkan dan memulai penyebarannya dengan perang.

Muhamad mengirim salah satu pengikutnya, Bareeda bin Haseeb, untuk mematai-matai Bani al-Mustaliq dan memberitahukannya jika
keadaan menguntungkan.

Petikan dari salah satu situs Islam:

Kedatangan pasukan Muslim membuat panik Haris, ia dan pengikutnya melarikan diri. Meskipun begitu penduduk Muraisa mencoba mati-matian mempertahankan diri. Muslim menyerang secara tiba2. Banyak korban jiwa melayang, dan lebih dari 600 orang ditawan. Hasil rampasan mencakup 2000 onta dan 5000 kambing.

Diantara tawanan perang, terdapat Barra, anak dari Haris, yang kemudian dinamai nabi Hazrat Juwairiyah, atau istri nabi yang mulia.

Dalam prakteknya, harta rampasan dan tawanan dibagikan antara pasukan muslim. Hazrat Juwairiyah dimiliki oleh Thabit bin Qais. Karena wanita ini adalah anak pemimpin suku dan terlalu hina untuk menjadi budak seorang prajurit muslim, maka ia meminta untuk dibebaskan dengan tembusan uang.

Thabit menyetujuinya jika ia memunyai 9 keping emas, namun karena Hazrat Juwairiyah tidak punya apa2 (hartanya telah dirampok), ia pergi menghadap Muhamad untuk meminta bantuan agar diselamatkan dari penghinaan ini. “Saya memohon anda agar melakukan satu tindakan berdasarkan belas kasihan dan menyelamatkan saya dari hinaan ini.

HATI NABI MENJADI TERGERAK dan berkata apakah ia ingin hal yang lebih baik. Juwariyah bertanya apa maksudnya. Nabi berkata bahwa ia akan membayar uang tersebut pada Thabit dan meminta Juwairiah menjadi istrinya. Hazrat Juwairiyah kemudian menyetujuinya.”

www.trueteaching.com

Kisah tersebut menceritakan pernikahan nabi dengan Juwariah. Yang menarik, Muhamad membuat Allah berkata bahwa ia ”mempunyai budi pekerti agung ” (Q 68:4).” dan ”sebenarnya nabi adalah contoh sempurna untuk diikuti (Q 33:21).”

Pertanyaannya adalah, benarkah ini?

Pertama, ia menyerang penduduk tanpa peringatan karena mereka sasaran yang mudah dan kaya. Seperti biasa, ia membunuh semua pemuda yang sehat yang tak bersenjata, merampas harta benda dan memperbudak sisanya. Apakah ini perbuatan Nabi Tuhan?
Praktek tawanan perang, perbudakan dan pembagian harta perang antara pasukan muslim ini adalah pola prilaku para Mujahidin Muslim selama sejarah berdarah Islam. Pertanyaan saya tetap sama, inikah prilaku Nabi Tuhan? Allah malah mengatakan bahwa ia adalah ”rahmat bagi alam semesta”. Pemimpin otoriter dan penjahat biadab namun RAHMAT BAGI ALAM SEMESTA ????

Kalau ini memang praktek umum kaum jahiliyah, apakah Nabi Rahmat Alam Semesta ini tidak dapat mengubahnya? Kenapa ia terlibat dengan peristiwa maha biadab ini? Apakah ia hanya mengikuti kebiasaan saat itu atau IA-LAH YANG MEMBERI CONTOH KEPADA PENGIKUTNYA ?

Sangatlah jelas bahwa HATI MUHAMAD TIDAK TERGERAK oleh belas kasihan, namun oleh nafsu birahi. Ia tidak membebaskan Juwariah karena kasihan. Ia mengiginkan Juwariah untuk dirinya. Ini adalah contoh dari pria yang harus diikuti 1,2 milyar pengikutnya.

Cerita selanjutnya tentang Juwariyah penuh dengan campuran isapan jempol dan cerita yang dilebih-lebihkan yang banyak mewarnai Hadis.

Diceritakan bahwa nabi setelah peristiwa penyerbuan itu, bertolak kembali ke Medinah dan menyerahkan Juwairiah dalam pengawasan pengikutnya. Ayahnya menyadari bahwa anaknya ditawan, bergegas membawa tebusan, namun di tengah jalan menyembunyikan 2 untanya di jalan dekat al-Aqia. Ia datang kepada nabi lalu berkata, ”anakku terlalu terhormat untuk dijadikan tawanan, bebaskanlah dia dengan tebusan ini” Nabi berkata, “Bagaimana jika ia kita suruh pilih sendiri?” lalu ia datang menemui anaknya lalu berkata, “Ia menyuruhmu memilih, jangan jatuhkan kehormatan kita”, lalu anaknya menjawab dengan tenang, “Aku memilih nabi”. al-Harith dengan marah berkata, ”Ini suatu penghinaan!.”

Lalu nabi berkata,”dimanakah unta yang kau sembunyikan di jalan ini sebelah ini di dekat al-Aqia?” al-Harith terkejut dan berkata, ”Saya menyatakan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah nabi Allah, tidak ada yang lain yang dapat mengetahui hal ini selain Allah”

Ibn-i-S’ad dalam ‘Tabaqat‘, menceritakan bahwa setelah ayah Juwariyah memberikan tebusan dan membebaskannya, nabi menikahinya, dan semua tawanan dibebaskan oleh prajurit muslim, karena mereka tidak suka melihat anggota keluarga orang dari istri nabi, dijadikan budak.

Sulit menilai kebenaran cerita ini. Di satu sisi diceritakan bahwa Muhamad membayar tebusannya pada Thabit, sedangkan yang lain menceritakan bahwa ayahnyalah yang membayar tebusannya. Juga diceritakan tentang kemampuan Muhamad untuk menebak masa depan, seperti yang terjadi dengan unta yang disembunyikan. Ini membuat sulit dipercaya, karena pada banyak kesempatan lain, Muhamad sering menunjukkan hal sebaliknya. Misalnya, sering ia harus menyiksa seseorang sampai hampir mati dahulu untuk mengetahui dimana harta kota disembunyikan.

Dalam cerita ini pun masyarakat Arab menunjukkan tingkatan moral yang lebih tinggi dari sang nabi dengan secara sukarela membebaskan tawanan mereka setelah mendengar Muhamad menikahi putri kepala sukunya. Muslim pun menyatakan bahwa Juwairiyah menjadi penganut yang taat, dan seringkali menghabiskan waktu seharian untuk bersholat. Penulis dalam Usud-ul-Ghaba menyatakan bahwa ketika nabi mendatangi Juwairiyah sering ia mendapatinya sedang bersholat, dan ketika ia kembali pun Juwairiyah masih bersholat, sampai akhirnya nabi pun berkata, ”Kamu lebih banyak bersholat sehingga membuat timbangan menjadi lebih berat ke satu sisi.”

Mari kita melihat kisah ini secara lebih realistis. Bayangkan anda dalam posisi Juwariah, wanita muda yang jatuh ke tangan pembunuh suami yang juga sepupunya, dan pembunuh massal rakyat sukunya. Tanpa pegangan hidup lain dan tak ada jalan untuk melarikan diri, opsinya hanya menyerah dan menjadi budak seks seseorang yang menjadi pemimpin para penyerangnya. Juwairiah terpaksa memilih opsi ini dan mencoba bertahan. Tak heran ia selalu didapati Muhamad dalam keadaan sibuk bersholat dengan harapan ia akan meninggalkannya sendiri dan mendapat kesenangan dari istrinya yang lain. Namun Muhamad adalah orang tua licik. Dengan menyindirnya ”berat sebelah dalam timbangan”, ia merampas alasan Juwariah untuk menghindari nafsu sex Muhamad.

SAFIYAH

Safiyah Bint Huyeiy Ibn Akhtab adalah wanita Yahudi berumur 17 tahun ketika pasukan Muslim menyerang Khaibar dan membawanya pada nabi sebagai bagiannya dalam harta rampasan. Kisah ini termuat dalam buku TABAQAT dan terdapat juga dalam situs Islam yang terpercaya. http://www.prophetmuhammed.org/
(ketika penulisan ini dibuat banyak situs Islam memuat kisah ini, namun sekarang sudah tidak lagi, walaupun demikian kisah ini cukup mudah dicari dalam hadis).

Safiyah lahir di Medinah, dibesarkan oleh suku Yahudi Banu ‘I-Nadir. Ketika sukunya terusir dari Medinah, A.H. Huyaiy adalah salah seorang yang tinggal bersama-sama di Khaibar dengan Kinana ibn al-Rabi’, pria yang menikahi Safiyah tak lama sebelum Muslim menyerang perkampungan baru tersebut. Ia berumur 17 tahun. Ia sebelumnya adalah istri dari Sallam ibn Mishkam, yang menceraikannya. Satu mil jauhnya dari Khaibar, sang nabi menikahi Safiyah. Ia dipersiapkan dan didandani oleh Umm Sulaim, ibu dari Anas ibn Malik. Disana mereka berdua bermalam.

Abu Ayyub al-Ansari menjaga tenda sang nabi semalaman dan ketika fajar, nabi melihatnya terus berjaga-jaga. Nabi bertanya alasanya dan ia menjawab, ”Saya khawatir tentang wanita ini denganmu. Anda telah membunuh suami, ayah dan banyak kerabatnya dan sampai saat ini ia masih kafir. Saya sangat menghawatirkan pembalasan darinya.”

Safiyah dikatakan meminta agar nabi menunggu untuk menikahinya di lokasi yang lebih jauh dari Khaibar dengan alasan masih banyak Yahudi yang berkeliaran di sekitarnya. Alasan sebenarnya Safiyah menolak sangat jelas. Ia memilih untuk berduka daripada harus naik ranjang pada hari yang sama suami, ayah, dan keluarganya terbunuh oleh orang yang ingin menyetubuhinya.

Sikap nabi Allah, yang berumur 57 tahun ini, yang tak dapat menahan birahi untuk satu hari saja dan mengijinkan gadis muda ini berkabung, menunjukkan cara berpikir dan derajad moralnya.

Sejarawan muslim pun mencatat bahwa perkawinan terjadi satu hari setelah Muhamad menyetubuhinya. Ini bukanlah masalah untuk nabi karena Allah telah mengeluarkan ayat yang memperbolehkan hubungan seksual dengan para budak tanpa perkawinan, meskipun mereka telah menikah.dan semua wanita yang telah menikah (terlarang untukmu) kecuali (budak) yang kamu miliki…(Q. 4:24)

Ayat diatas menunjukkan bahwa nabi mengganggap bahwa budak tidak mempunyai hak se-cuilpun. Bayangkan dirimu sbg seorang wanita yang telah menikah dan berbahagia, namun begitu Muhamad dan para pengikutnya menyerang kotamu, kamu akan kehilangan semua hakmu, sementara suamimu dibunuh atau diperbudak dan anda dihadiahkan kpd Mujahidin yang memperkosamu dengan bebas dengan ridho Allah.

Mari kita lanjutkan kisah Safiyah.

Ketika ia dibawa bersama tawanan lainnya, Nabi berkata,”Safiyah, ayahmu selalu memusuhiku, sampai akhirnya Allah sendiri yang menghukumnya.” Dan Safiyah berkata, “Bukankah Allah tidak akan menghukum seseorang karena kesalahan orang lain?”
“Yakni, bahwa tidak ada pendosa yang dapat dibebani oleh beban dosa pendosa lainnya” Q. 53:38)

Ini tentu saja bertolak belakang dengan perbuatan Muhamad yang menumpas seluruh Bani Qainuqa dengan dalih mereka membunuh seorang muslim. Dan bukannya Allah yang membunuh ayah Safiyah, melainkan pengikut Muhamad. Hitler saja tidak pernah mengklaim bahwa Tuhanlah yang membantai kaum Yahudi dalam PD II.

“Nabi kemudian memberikannya pilihan utk bergabung kembali dgn rakyatnya setelah bebas atau menerima Islam dan mengadakan hubungan perkawinan dgnnya.

(Tabaqat)
(Kita harus ingat bahwa Muhamad membantai kebanyakan rakyatnya dan sisanya diusir dari tanah air mereka. Jadi, PILIHAN MACAM APA yg diberikan kpd Safiyah ????)

“Ia sangat pandai dan lembut dan mengatakan, “Ya rasulullah, saya sudah menanti Islam dan saya sudah mengharapkan (kedatangan) anda, sebelum datangnya undangan anda ini. Kini dgn kehormatan berada dihadapan anda, saya diberikan pilihan antara kafir dan Islam dan saya bersumpah demi Allah, bahwa Allah dan rasulNya lebih dicintai saya daripada kebebasan saya sendiri ataupun bergabung dgn rakyat saya sendiri.”

(Tabaqat).


Apakah pengakuan ini memang jujur ? Apakah ia bebas mengucapkan apa yg ada dlm benaknya ? Ingat bahwa wanita itu DIPERBUDAK oleh lelaki yg MEMBANTAI seluruh keluarganya dan dgn mudah menghabisi jiwanya pula. Jelas ia tidak punya ‘kebebasan.’ Ini jelas menunjukkan bahwa ia tidak bebas. Atau, ia sangat lihai sampai berani berbohong demi menyelamatkan nyawanya.

Ketika Safiyah menikah, ia sangat muda, hampir 17 tahun, sangat cantik. Bukan hanya ia sangat mencintai Muhamad iapun sangat menghormati kenabiannya karena sebelum menikah, ia telah mendengar pembicaraan ayah dan pamannya tentang Muhamad ketika ia baru saja mengungsi ke Medinah. Salah seorang berkata, ”Bagaimana pendapatmu tentang dia?” Jawabnya,”Ia adalah benar nabi yang telah diramalkan oleh kitab kita”, lalu yang lain berkata, ”Lalu apa yang harus dilakukan?” jawabannya adalah : mereka harus menentangnya sekuat tenaga.

(Tabaqat)

Masuk akalkah cerita ini? Bagaimana mungkin dua Yahudi yang mengenali Muhamad sebagai seseorang yang diramalkan dalam kitab mereka (TAURAT) kemudian memutuskan untuk MENENTANGNYA ? LOGISKAH INI ? Bukan hanya itu, DIMANA dalam Taurat disebut tentang Muhamad ? Bagaimanakah caranya paman dan ayah Safiyah dengan mudah menemukan ramalan tersebut dalam kitab mereka sedangkan selama 1400 tahun kaum terpelajar muslim tak mampu menemukannya?

Safiyah kemudian sadar akan kebenaran nabi. Dengan suka rela ia merawat, menyediakan kebutuhan dan menyenangkan nabi dengan berbagai cara. Hal ini jelas terlihat pada saat kedatangannya kehadapan nabi saat jatuhnya Khaibar.

(Tabaqat)

Anda tidak melihat pernyataan2 bertentangan sang penulis muslim ? Tadinya ia mengatakan bahwa Safiyah ditawan dan diserahkan pada Muhamad sebagai tawanan. Itu berarti Safiyah tidak datang dengan suka-rela, melainkan dibawa ke hadapan sang nabi karena dia paling muda dan paling cantik diantara tawanan lainnya.

Bukhari juga mencatat pertemuan Muhamad dengan Safiyah dan pertempuran Khaibar dalam hadis.

Dinarasikan oleh ‘Abdul ‘Aziz:

Kata Anas, ketika nabi menyerbu Khaibar orang2 di kota berseru “Muhamad dan pasukannya datang”. Kami mengalahkan mereka semua, menjadikan mereka tawanan dan harta rampokan dikumpulkan. Nabi membunuh para pria yang melawan, membantai anak-anak keturunan merekan dan mengumpulkan para wanita menjadi tawanan

(Sahih Bukhari V.5 B.59 N.512).

Kemudian Dihya datang menghadap nabi dan berkata,” Oh Nabi Allah! Berikan aku seorang budak perempuan dari para tawanan.” Nabi berkata, “Pergilah dan ambil budak perempuan yang mana saja.” Ia lalu mengambil Safiya bint Huyai. Namun seorang pria datang pada nabi dan berkata,” Oh nabi Allah, kau memberi Safiya bint Huyai pada Dihya, sedangkan ia adalah istri pemimpin suku Quraiza dan An-Nadir, ia seharusnya adalah milikmu.” Maka nabi berkata,” Bawa dia bersamanya.” Maka Dihya pun datang bersama Safiya, dan nabi berkata,“Carilah budak perempuan lain dari antara para tawanan.” Kemdian nabi mengambil dan mengawini dia.

Thabit lalu bertanya pada Anas, “apa mahar yang diberikan sebagai mas kawinnya?” Ia berkata” dirinya sendiri merupakan mahar yang harus dibayar ketika nabi menikahinya. Di perjalanan Um Sulaim mendandaninya untuk upacara pernikahan, dan malamnya ia langsung diantar sebagai pengantin untuk nabi.”

Sahih Bukhari 1.367

Mahar adalah uang yang diterima pengantin wanita dari pengantin pria pada saat pernikahan. Muhamad tidak membayar mahar kaerna ia harus membayarnya pada dirinya sendiri karena menikahi seorang budak. Tentu ironinya adalah ia tidak membeli Safiyah, namun memang memperbudaknya dengan cara menyerbu kota kediamannya. Kisah ini sangat signifikan dalam menilai moral dan etika dari seorang nabi Tuhan.

Kisah macam diatas cukup membuat kita miris kalau terjadi pada jaman sekarang, namun lagi2 Muhamad mengejutkan kita dengan ajarannya bahwa dengan menikahi Safiyah dia akan menerima DUA imbalan:

Pertama, dengan menghindari mahar karena menikahi gadis budak yang diperbudaknya sendiri dengan sengaja.
Kedua, ia dapat menikahi gadis tercantik yang 40 tahun lebih muda darinya.

Abu Musa pun melaporkan bahwa menurut Muhamad barangsiapa yang membebaskan seorang budak dan menikahinya, ia akan diberi 2 imbalan.

>>>Sdr Pembela, anda mengajukan berbagai pertanyaan. [/color]
1. Apakah anda setuju bahwa mempersoalkan masalah poligami di tahun 2003 ini, kemudian memperdebatkan masalah praktek perkawinan pada jaman Arab kuno adalah terlalu berlebih-lebihan?

Saya setuju bahwa standar moral kaum Arab jaman dulu tidak bisa dibandingkan dengan standar saat ini.

2. Apakah anda setuju bahwa persoalan moral untuk nilai2 perkawinan harus dilihat berdasarkan waktu dan tempatnya dalam sejarah?

Saya menyetujui bahwa tingginya nilai moral seseorang dinilai berdasarkan masanya dan oleh orang-orang disekitarnya.

3. Apakah anda setuju bahwa penghapusan nilai2 perbudakan di negara2 maju karena berubahnya nilai moral sejalan dengan berlalunya waktu?

Saya setuju bahwa nilai moral berubah seperti yang telah dikatakan pada bagian 2, juga relatif berdasarkan waktu dan tempat.

4. Apakah anda setuju perkawinan Nabi tidak melanggar nilai moral pada masanya, dan poligami pada jaman sekarang dilakukan adalah sesuatu yang hanya dilakukan muslim di desa-desa tertinggal?

Saya tidak mengatakan bahwa tindakan Muhamad menikahi banyak wanita melanggar nilai etika pada jamannya. Dan memang benar, poligami saat ini tidaklah dipraktekkan oleh sebagian besar muslim.

5. Apakah anda setuju bahwa menikahi budak adalah sesuatu yang tidak menyalahi moral pada 1400 tahun yang lalu, namun ada perubahan besar pada prakteknya pada jaman sekarang di negara2 muslim?

Pada akhirnya saya pun mengerti bahwa meniduri gadis budak 1400 thun yang lalu di Arabia tidak dianggap imoral. Dan memang benar banyak Negara muslim tidak memperbolehkannya pada saat ini.

Seperti anda lihat, saya menyetujui seluruh poin anda diatas. Namun saya tidak menyetujui bahwa argumen anda membebaskan sang nabi dari tuduhan PEMERKOSAAN.

Inti permasalahan yang anda lewati adalah bahwa Muhamad mengklaim diri sebagai nabi Tuhan untuk segala zaman dan semua bangsa. Ia memperkenalkan diri sebagai Nabi Terakhir dan Yang Terbaik dari Semuanya. Ia bersikeras bahwa ia mempunyai ”budi pekerti agung” 68:4, “contoh yang harus diikuti” 33:21, ” rahmat bagi semesta alam” 21:107 dan ”Nabi yg paling terhormat” 81.19.

Namun berdasarkan apa yang telah kita telusuri, ternyata tidak begitu adanya.

Apakah contoh yang diberikan Muhamad dalam kisah Juwairiyah dan Safiyah sepatutnya diikuti oleh para muslim?

Jika anda bilang YA, maka Muslim sah2 saja menyerang rumah-rumah non-muslim, membunuh mereka dan memperkosa istri2 mereka.
Jika anda bilang TIDAK dan tindakan Muhamad pada jaman tersebut tidak dapat diterapkan pada peradaban sekarang, maka semua ayat yang mengatakan bahwa kita harus mengikuti contoh Muhammad menjadi tidak berarti.

Yang menjadi masalah adalah bahwa Muslim tidak konsisten. Apakah kita harus mengikuti contohnya apa tidak? Apakah ia memberi contoh yang baik untuk kemanusiaan untuk diikuti atau tidak?

Image
George Washington

Muhamad bukan hanya figur sejarah. Washington mungkin meniduri budaknya. Pada jaman tersebut mungkin tindakan itu dianggap biasa, namun tidak ada satu orangpun yang mengatakan bahwa tindakannya merupakan contoh yang harus diikuti UNTUK SEGALA JAMAN DAN UNTUK SEMUA BANGSA !

————————————————————————————-

KESIMPULAN JAKSA
Pertama, Muhamad BUKAN contoh baik yang harus diikuti. Kedua; ayat Quran yang menyatakan contohnya harus diikuti atau ia nabi segala
jaman adalah palsu. Oleh karena itu, ini menyebabkan seluruh isi Quran tidak dapat diandalkan keasliannya dan oleh sebab itu tidak mungkin berasal dari Tuhan (!!!).

Kenapa kebanyakan muslim tidak mengikuti contoh yang diberikan Muhamad walaupun ia menyuruh begitu? Apakah sekarang standar moral muslim lebih tinggi dari Muhamad? Mengapa kita harus mengikuti orang yang standar moralnya lebih rendah dari kita?

Syukurlah kebanyakan muslim tidak mengikuti contoh Muhamad, walaupun memang ada yang benar2 mengikutinya. Osama bin Laden adalah contohnya, bayangkan apa yang terjadi jika lebih banyak lagi muslim sepertinya dan menjadi muslim yang sebenarnya.

Muslim yang tidak mengikuti contoh Muhamad adalah muslim yang tidak taat. Muslim yang taat berbuat banyak hal yang membawa bencana dan perbuatan setan lainnya. Semakin seorang muslim megikuti Quran, semakin berbahaya tidakannya terhadap kemanusiaan. Bukankah ini membuktikan bahwa Islam itu ajaran SETAN :twisted: ?

Jika ajaran agama saya menyuruh untuk memerangi tetangga, membunuh, memperbudak, memperkosa, memukul istrinya atau
sebanyak mungkin tawanan … mengapa saya tidak boleh melakukannya ? Mengapa anda kemudian mengatakan agar kita menggunakan akal kita sendiri dalam menentukan perbuatan yang kita anggap baik untuk diikuti. Apakah Tuhan mempermainkan kita?

Saya menyerahkan pada pembaca untuk menilainya.

KESIMPULAN AKHIR

Kegiatan seksual yang tak diinginkan sama saja dengan PEMERKOSAAN. Dapatkah anda menjelaskan bagaimana caranya budak tahanan wanita yang kebebasannya telah direnggut secara paksa DAPAT MENOLAK HUBUNGAN SEKSUAL ?

Jaksa mohon diri untuk sementara.

Ali Sina

END OF PART III
BAGIAN IV

http://www.faithfreedom.org/debates/Shahzad4.htm
BAGIAN IV, PEMERKOSAAN 2

———————————————————————————-
DARI PEMBELA, RAHEEL SJAHZAD

Kepada para Jury,
Jawaban atas bagian III dan permintaan atas pembatalan tuduhan Jaksa.

Pembela meminta pembatalan terhadap kasus dengan dasar bahwa tuduhan Mr. Sina sendiri memberatkan dan menyesatkannya. Pembela juga menuntut untuk mengetahui maksud sebenarnya Jaksa Penuntut.

Dasar tuntutan saya adalah 2 pernyataan Jaksa Penuntut;

1)
Jaksa menyatakan bahwa ” Bukhari, biografer terkemuka Muhamad, menuliskan kisah tentang penyerbuan terhadap Bani al-Mustaliq yang dipaparkan dalam hadis.” Pernyataan ini membuktikan ketergantungan
Penuntut pada biogafer ini dan melandaskan semua tuntutannya berdasarkan hadisnya.

Namun kemudian Jaksa mengatakan dalam bahasannya pada kasus Juwairiah bahwa “Semua kisah tentang Juwairiyah bercampur antara fakta kebenaran dan hiperbola, yang selalu terdapat dalam semua kisah dalam hadis.”

Pertentangan kedua pernyataan ini memperlihatkan bawha Penuntut menggunakan hadis semau2nya. Disatu pihak ia mengutip dari Hadis, dilain pihak ia menganggap hadis bercampur antara fakta dan hiperbola.

Sekarang Pembela akan memberikan versi yang lebih akurat tentang kisah tersebut, walau Jaksa telah mengatakan bahwa sumber ini penuh dengan campuran anatara kebenaran dan hiperbola. Pembaca dapat menilai sendiri karena ini adalah versi hadis yang lengkap.

Volume 3, Book 46, Number 717 (Bukhari)
dan Book 019, Number 4292: (Muslim)

Pada peperangan 1400 tahun yang lalu, dalam suatu perang, banyak musuh dikalahkan, keluarga mereka ditawan dan salah satunya dijadikan istri Terdakwa. Berdasarkan kisah tersebut, tebusan bagi Juwairiya dibayar dan ia dibawa untuk dinikahkan.

Pembela tidak akan membahas lebih jauh tuduhan Jaksa karena sangat subyektif dan tidak berdasarkan bukti2 yang kuat. Tentu saja cerita yang tidak akurat dan dihiperbolakan dapat mengandung banyak pengertian. Maka Pembela ingin menunjuk sekali lagi bahwa kasus poligami adalah tidak relevan.

2)
Mr. Sina menulis:
“ Saya menyetujui bahwa nilai moral seseorang harus berdasarkan nilai moral yang berlaku saat itu pendapat masyarakat sekitarnya”
dan
“Akhirnya, saya pun menyetujui bahwa meniduri budak bukanlah pelanggaran moral di masy. Arab 1400 tahun yang lalu dan memang benar kebanyakan Negara muslim tidak mempraktekkannya lagi.”

Karena pernyataan ini maka saya tidak mengerti mengapa akhirnya Penuntut masih mempermasalahkan poligami.

Oleh karena perbedaan sikap Jaksa ini, Pembela menginginkan ditutupnya kasus ini.

Terima kasih,
R. Shahzad

————————————————————————————-

DARI A SINA KEPADA RAHEEL SHAHZAD

Pembela menyiapkan mosi untuk membatalkan kasus ini atas dasar, apa yang dianggapnya, “ke-tidakakurat-an bukti2 yang disampaikan Jaksa”.Oleh karena itu, katanya, maka seluruh kasus ini harus dibubarkan dan Terdakwa dinyatakan tidak bersalah.

Jika bukti2 ini ditulis oleh musuh2 Terdakwa, Pembela bisa saja benar. Ketidak-akuratan penyataan dapat saja djadikan dasar untuk membubarkan kasus ini, khususnya jika bukti tersebut adalah campuran fiksi- fakta dan hiperbola.

Namun kisah historis yang dipaparkan sebagi bukti ini bukanlah ditulis oleh musuh Muhamad. Ini merupakan pengakuan dari para pengikut setianya. Tidak ada alasan bagi mereka untuk menuduh pemimpin yang mereka cintai melakukan perilaku kriminal seperti pemerkosaan, pembantaian suatu suku bangsa, penyiksaan, pelecehan anak secara seksual, perbuatan cabul, atau pembunuhan terencana. Yang biasa dilakukan pengikut suatu aliran agama adalah turut membesar-besarkan kemampuan pemimpin mereka sebagai manusia yang superior, seperti nabi dari Allah misalnya. Apalagi jika ia sendiri yang mempengaruhi mereka dengan mengatakan bahwa ia memiliki moral yang paling luhur sekaligus rahmat bagi segenap ciptaan Allah.

Penuntut menganggap Bukhari sebagai penulis biografi Muhamad terkemuka karena memang begitulah kebanyakan para muslim menilainya. Bukunya merupakan sumber Sunnah dan merupakan tulang punggung Syariah. Buku2 tersebut juga merupakan sumber sejarah berharga tentang pribadi Muhamad. Buku2 tersebut dibaca dan diikuti oleh sebagian besar pengikut Islam selama 1400 tahun. Tanpa adanya buku tersebut, praktek Syariah dan pemahaman yang tepat terhadap Quran mustahil dilakukan. Ritual sholat, puasa, dan naik haji yang merupakan pilar Islam digambarkan dalam Hadis2 tersebut. Tanpa hadis, mempraktekkan Islam adalah suatu yang mustahil. Faktanya adalah, tanpa Hadis, maka keberadaan historis Mumamad sangatlah diragukan.

Buku2 Bukhari dan Muslim mengandung banyak inkonsistensi, hiperbola dan campuran antara fakta dan dusta. Hal tersebut adalah karena kecintaan mendalam terhadap pemimpin mereka. Muhamad menganggap dirinya sbg pusat alam semesta, penghubung satu-satunya antara manusia dengan Tuhan dan, (menurut hadis dari Iran) merupakan satu2nya alasan Tuhan menciptakan alam semesta ini. Konsep yang sama dapat ditemui dalam Quran dan hadis ketika ia sendiri berkata,
”Nabi lebih dekat pada para pengikutnya dibandingkan kedekatan mereka dengan diri mereka sendiri dan istri2 nabi adalah ibu mereka.” (33:6)

Memang sudah biasa jika pengikut agama berbohong untuk mem-besar2kan status pemimpin mereka dan membuat kisah2 luar biasa untuk lebih menggambarkan kharismanya. JADI tidaklah mungkin jika mereka membuat kisah untuk menyerang nabi tercinta mereka. Jika memang cerita2 yang memberatkan Muhamad memang ada, tidak masuk akal untuk meragukannya. Meskipun detailnya berbeda-beda, namun fakta bahwa banyak orang menarasikan kisah-kisah tersebut merupakan bukti kuat akan kebenarannya.

Pembela tidak sanggup menangkis semua tuduhan tersebut, namun malah meminta ditolaknya bukti2 ini karena saya, Jaksa, dianggap meragukan kebenaran Hadis. Bukankah Hadis2 ini telah dikatagorikan Sahih? Jika ternyata memang tidak benar, mengapa selama 1400 tahun tidak ada yang menyanggahnya? Mengapa kisah2 ini ternyata terus berulang dalam sumber2 yang berbeda? Hadis mengandung banyak sekali nama orang2 dan tak mudah untuk dikategorikan palsu. Dan akhirnya, mengapa pengikutnya harus menulis kisah2 yang mempermalukan nabi yang sangat mereka cintai?

Kami mempunyai bukti yang cukup dari Quran maupun Hadis untuk menuduh Terdakwa dan menyatakannya bersalah terhadap semua dakwaan, termasuk kasus PEMERKOSAAN yang telah memberatkannya di BAGIAN III persidangan ini.

____—-****O****—-____

Pembela juga nampaknya bingung dalam menanggapi pertanyaan Jaksa :

a. Muhamad menyatakan bahwa ia bermoral luhur dan memberi contoh yang baik untuk diikuti.

b. Muhamad mengikuti contoh masyarakat pada masanya, yang dia sendiri mencap sbg JAHILIYAH. Bukannya ia memberikan contoh yang lebih baik tetapi ia malahan mengikuti kebiasaan2 buruk orang2 yang semestinya harus dia bimbing.

c. Hasilnya; pengikutnya menjadi bingung dan mempercayainya dalam segala hal (a.), dan mereka mengikuti contohnya dalam (b.). Karena itu, timbullah praktek2 jahiliyah yang sekarang diikuti oleh milyaran orang yang tertipu karena Muhamad sendiri mengatakan bahwa ia adalah contoh yang baik untuk diikuti. Muhamad bukanlah pembaharu dan contoh yang baik untuk diikuti, ia hanyalah pengikut dan pelaksana dari suatu budaya barbar yang telah ada.

Berdasarkan bukti2 ini, Terdakwa harus pula dinyatakan bersalah melakukan pembohongan luas, memberi contoh yang buruk, dan menyesatkan para pengikutnya. Alasan yang menyatakan bahwa ia hanya orang yang mengikuti budaya pada jamannya adalah alasan yang tak dapat diterima. Ia adalah orang pada jaman tersebut yang turut mengikuti perbuatan jahiliah orang2 pada masanya, namun malah mengaku mempunyai standar moral yang lebih tinggi dan merupakan suatu contoh yang harus diikuti sepanjang masa. Oleh karena itulah ia telah menyesatkan pengikutnya, dan menipu mereka.

Ini tentunya adalah tuduhan tambahan, berbeda dari tuduhan PEMERKOSAAN yang sedang dibahas dan pasti ditolak oleh Pembela yang sibuk menghalang-halangi pengesahan bukti2 dan pengakuan dari pengikut setia Muhmmad sendiri.

Jaksa selesai dan menghimbau juri untuk menyatakan Muhamad bersalah atas tuduhan PEMERKOSAAN dan atas tuduhan MEMBOHONG bahwa ia adalah wakil umat manusia (atas klaimnya sebagai contoh yang baik dan bermoral luhur).

Jika pembela setuju, maka kita dapat menutup kasus ini dan berlanjut kepada topik lain.

END OF PART IV
Diterjemahkan oleh Barabaig

http://www.faithfreedom.org/debates/Shahzad5.htm

BAGIAN V: PEMERKOSAAN 3

Tertuduh/terdakwa : Muhammad bin Abdallah
Pembela : Raheel Shahzad

Pendakwa : Umat Manusia
Penuntut : Ali Sina

Pengadilan : Opini masyarakat umum
Jury/Hakim : Anda sekalian.

—————————————
DARI RAHEEL SHAHZAD

Yth A SIna,

Penuntut menuduh, almarhum Tertuduh melakukan perkosaan. Hal ini harus berdasarkan bukti. Tidak pernah ada tuduhan langsung yang dibuat oleh korban terhadap Tertuduh. Lagipula Quran menuliskan bahwa kasus perkosaan membutuhkan 4 saksi mata (Quran tidak digunakan untuk membela, hanya menyatakan persyaratan).

Jika Penuntut mempergunakan tulisan biografi Bukhari dan Muslim, maka dia harus menerima secara keseluruhan atau menolak mereka sama sekali. Tidak bisa mempergunakan mereka sambil meragukan mereka sebagai saksi. Karena itu Pembela meminta ketegasan dari Penuntut.

Dengan demikian kasus ini hanyalah masalah opini pribadi, yang tidak disertai dengan bukti-bukti pemerkosaan. Jika tuduhan pemerkosaan diajukan maka wanita tersebut harus membuat tuduhan. Jika tidak, keputusan yang dibuat atas tuduhan ini tanpa kehadiran korban. Jika Safiyah “diperkosa”, Pembela meminta bukti sejarah atas kejadian ini. Jika acuan yang digunakan dari Bukhari dan Muslim, Pembela ingin menyaksikan buktinya. Jika acuan lain yang digunakan 1400 -1200 tahun yang lalu, Pembela ingin menyaksikannya pula.

Jika proses peradilan ini tidak dapat menunjukkan sumber dimana, digunakan kata “perkosaan” atau sumber lain yang menunjukkan kata synonim dengan “perkosaan” dalam kurun waktu seribu tahun yang lalu atau pengakuan dari Safiyah tentang kejadian perkosaan, maka Pembela akan meneruskan pembelaan.

Jika Ali Sina diperbolehkan oleh sidang untuk menggunakan sumber dari Bukhari dan Muslim, sumber yang sama akan digunakan juga oleh Pembela. Dengan kesimpulan bahwa kejadian ini lebih mengarah pada campur tangan dari Tuhan. Dengan demikian jaksa pembela menyimpulkan seperti yang tercatat dalam Bukhari dan Muslim, kasus urusan pribadi dengan Juwairiya didalam tenda, tidak menyangkut hubungan sex.

Seperti halnya Penuntut diperbolehkan untuk membuat tuduhan, maka dengan ini Pembela mengajukan pembelaan terhadap apa yang mungkin terjadi:

Sumber Bukhari dan Muslim tidak menuliskan kata-kata “sex”, hubungan badan, menggerayangi tubuh atau teriakan histeris. Hanya satu hal yang ditulis yaitu Tertuduh menginginkan ketenangan, dan Safiyah adalah tawanan perang dan Tertuduh sudah membayar tebusan terhadapnya kepada ayahnya. Status “tawanan” sebagai wanita bebas, yang diberikan oleh ayahnya setelah menerima tebusan dan dia sendiri telah meminta untuk pindah ke tempat yang lebih aman, dan Tertuduh khawatir kalau wanita jelita tsb (seperti yang digambarkan oleh Penuntut) akan mendapat celaka jika dibiarkan tanpa perlindungan pada masa yang penuh dengan kekerasan.

Dan kemudian Tertuduh menjelaskan duduk permasalahanya, bahwa tertuduh ingin melindungi Safiyah karena kecantikannya dapat membawa kemalangan baginya. Yang mana juga dijelaskan tentang ideologi Islam dan campur tangan dari Tuhan atas kejadian tsb. Setelah beberapa jam kemudian “tawanan” yang sudah dibebaskan ini dapat tidur dengan tenang tanpa ada perlawanan. Pagi harinya, ketika Tertuduh keluar dari tenda, dia melihat penjaga tenda dan bertanya apa yang telah dilakukan.

Penjaga ini menjelaskan bahwa perlunya untuk memberi keamanan kepada Tertuduh dengan istri barunya. Tertuduh menghaturkan terimakasih kepada penjaga tsb, dan kemudian memindahkan ketempat yang lebih aman.

Hari berikutnya “walima”, pesta pernikahan diadakan dan dihadiri oleh banyak orang. Tertuduh mencintai istrinya ini, Safiyah, meskipun dia yang berasal dari kaum Yahudi ini dan mengatakan bahwa Safiyah memiliki hal yang sama dengan istri-istri lainnya, yang mana membuat mereka cemburu. Sembilan bulan kemudian Juwairiya tidak melahirkan seorang bayi, yang mana memperkuat bukti bahwa hubungan sex tidak pernah terjadi.

Ketika masa perang telah berlalu, Safiyah dihormati oleh masyarakat sekitarnya sebagai seorang istri Tertuduh, dia kemudian menjalani hidup pernikahan yang normal. Dia tidak pernah menyatakan cerita perkosaan, dan dengan demikian tidak seorangpun beralasan untuk membuat tuduhan yang demikian. Tidak ada sumber dari Islam, Yahudi atau Kriten yang mengacuh pada tuduhan ini.

Tertuduh menjadikannya istri sampai Muhamad meninggal dan sampai pada hari tuanya, Safiyah tidak pernah menyatkan bahwa dia pernah dipermalukan secara sexual dan diabaikan sebagai istri. Safiyah meninggal dengan tenang, dan sampai saat ini dia termasuk sahabat setia Nabi, karena pengabdiannya. Safiyah tidak melahirkan seorang anakpun dengan tertuduh. Jiwanya telah kembali dengan tenang meskipun telah pernah mengalami tragedy yang mengerikan semasa hidupnya dengan kehilangan orang-orang yang dicintainya pada masa perang.

Dalam standar kehidupan sekarang, dunia penuh dengan pertentangan kekuasaan dan tidak ada alasan untuk mempercayai bahwa komunitas 1400 tahun yang lalu hidup penuh ketentraman dan seragam. Seperti halnya sekarang ini, jaman itu telah ada pertentangan pendapat, perbedaan kepecayaan dalam banyak hal. Semoga Safiyah mendapat ketenangan abadi. Amen.

Dengan ini Pembela meringkas penolakan kasus pemerkosaan yang dituduhkan, berdasarkan praduga “urusan pribadi di dalam tenda”. Pembela telah selesai mengajukan pembelaan, selanjut tergantung process peradilan untuk membuktikan jika pembelaan ini tidak benar adanya. Jika pembelaan ini ditolak, hal tsb berarti juga menolak tuduhan dari Penuntut. Terserah pada “hakim kemanusiaan” untuk memutuskan perkara.

Untuk diketahui selanjutnya, bahwa Pembela menyikapi tulisan di-website ini tentang pernikahan, perbudakan, dan istri-istri Tertuduh, bahwa motivasi dari Tertuduh adalah untuk melindungi para wanita dalam kejadian peperangan. Sedangkan sikap dari Penuntut berdasarkan “birahi”, terjadinya hubungan badan (sex) dalam perkara ini. Pembela sudah mengatakan bahwa hubungan badan (sex) tidak terjadi, kecuali dapat dibuktikan dengan bukti baru dalam bentuk gambar ( yang mana pembela sudah mengetahui bahwa hal itu tidak ada). Dengan ini sebenarnya, Penuntut telah memperlihatkan kebencian terhadap organisasi agama Islam. Pembela tidak melihat alasan hakim untuk berpihak kepada Penuntut.

Terimakasih
R Shahzad

————————————————————————————

DARI A SINA,

Yth Mr Shahzad,

KESAKSIAN KORBAN
Pembela menyatakan : karena tidak adanya korban perkosaan yang memperkarakan tuduhan kepada Tertuduh, karena tidak ada saksi perkosaan, maka kita tidak akan mendapatkan kesalahan pada almarhum Tertuduh.

Tujuan pengadilan ini bukanlah untuk menentukan kesalahan Tertuduh untuk kemudian dihukum. Bagaimana mungkin ? Tertuduh sudah mati! Tujuannya bersifat akademis, kita akan memberikan bukti-bukti bahwa Tertuduh tidaklah sesuci seperti yang diakui olehnya sendiri, dan dengan demikian tidak pantas untuk mengemban tugas yang diakuinya.

Membuktikan kesalahan Tertuduh dalam kasus perkosaan dan kasus lainnya tidak hanya mempunyai nilai sejarah, tapi juga akan memberi pengaruh sangat besar pada cara berpikir dan kelakuan berjuta-juta orang saat ini. Hal ini sangat penting karena kepercayaan Tertuduh menjadi sebab pertumpahan darah, kemiskinan dan kekacauan.
Saat terungkapnya kebenaran tentang Tertuduh, kepercayaan kepadanya dan kepada kekerasan ajarannya akan menghilang dan dunia akan menjadi tempat yang damai untuk semua manusia.

Tertuduh mengaku sebagai utusan Tuhan, sangat bermoral dan patut dicontoh. Dalam pandangan Penuntut, pengakuan tsb adalah tipuan belaka. Proses peradilan ini berharap untuk mengemukan alasan keraguan terhadap Tertuduh, dan membuktikan bahwa ia, Muhammad, bukan orang baik-baik, tetapi seorang penjahat.

Pembela memberi alasan:
Dalam kasus perkosaan diperlukan seorang korban yang membuat pernyataan “Saya diperkosa”. Belum pernah ada tuduhan macam ini terhadap Tertuduh.

Pembela jelas tidak benar. Sudah jelas korban tidak lagi hidup untuk bersaksi. Peran dari Penuntut adalah memberikan bukti-bukti yang masuk akal terhadap tindakan kriminal ini. Bukti kejahatan ini ditemukan dari PERNYATAAN TERTUDUH SENDIRI. Peradilan ini menyadari bahwa banyak pernyataan itu juga tidak benar. Penuntut berusaha untuk memisahkan / mencari kebenaran dari sedemikian banyak kebohongan dari pernyataan-pernyataan tsb. Dengan mengenali kontradiksi dari pernyataan Tertuduh, kebenaran akan terkuakkan.

HADIS BUKHARI DAN MUSLIM
Keberatan Pembela:
“Jika Penuntut menerima Bukhari dan Muslim sebagai dua penulis biografi terkenal, seharusnya dia menerima sepenuhnya atau menolak sepenuhnya hadis2 mereka. Tidaklah masuk akal untuk menggunakan dua orang tsb untuk menjelaskan perkara ini sambil menuduh motivasi kedua orang tsb. “

Penuntut menolak keberatan tsb. Penuntut mengetahui Bukhari dan Muslim sebagai pengikut Muhamad yang setia, karena itu sikap mereka
tidak selalu objektif. Kedua sejarawan ini mengumpulkan cerita2 yang keluar dari mulut pengikut2 Muhamad.

Mereka berusaha membuktikan kebenaran cerita tsb sebatas kemampuan mereka dan mengelompokkannya sebagai 1)Sahih (asli), 2)Hasan (mungkin), 3)Dha’if (lemah) 4)Dha’if Jiddan (sangat lemah)
5)Maudhu (palsu). Mereka hanya memilih Hadis yang Sahih(asli) dan menolak selebihnya. Hidup mereka didedikasikan untuk mengumpulkan hadis2 tsb.

Kepercayaan dan pengabdian pada orang yang mereka percayai sebagai nabi tidak diragukan disini. Mereka mungkin sangat mempercayai cerita yang dibuat-buat (palsu) tentang mukjijat nabi tercinta dan melebih2kannya. Sangat masuk akal. Mereka JUGA memerinci tindakan kriminal Muhamad dengan sangat detail. Tanpa adanya tindakan kriminal Muhamad, mereka juga tidak akan menuliskannya. Karena itu, sangat masuk akal untuk mempercayai cerita kriminal yang dilakukan Muhamad dan mengabaikan cerita2 tentang kemampuannya melakukan mukjijat luar biasa.

Kenyataanya, mukjijat yang dilakukan oleh Muhammad bertentangan dengan Al Quran. Menurut Al Quran, ketika dia ditanya oleh orang-orang yang tidak percaya padanya untuk melakukan mujijat ia menjawab:

Dan mereka berkata: “Kami sekali-kali tidak percaya kepadamu hingga kamu memancarkan mata air dari bumi untuk kami.” Q. 17:90

Katakanlah: “Maha Suci Tuhanku, bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul?” Q. 17:93

Karena itu pengikutnya bisa saja membuat-buat keajaiban dan mengakuinya sebagai perbuatan nabi yang mereka cintai; mereka memalsu hadis memuliakan nabi. Tetapi mereka tidak memiliki
asalan untuk memalsukan cerita tentang perbuatan kriminal nabi mereka.

SAFIYAH
Mr. Shahzad bercerita tentang SAFIYAH. Shahzad mengakui : bahwa setelah nabi membantai habis semua anggota keluarga Safiyah dan orang-orang yang dicintainya, nabi melihat betapa cantiknya Safiyah dan memutuskan untuk melindunginya dari kekerasan. Muhammad dalam tendanya menenangkan Safiyah dan menjelaskan bahwa adanya campur tangan Allah dalam kejadian ini.

Mr. Shahzad menjelaskan mereka tidur bersama dengan tenang dan tidak ada kejadian apa-apa. Tapi Mr Shahzad tidak menjelaskan mengapa seorang yang mengaku Rasul Allah yang mempunyai moral sempurna perlu tidur dengan wanita cantik didalam tenda tsb.

Mungkin malam pertama tidak terjadi apa-apa, tapi ini bukan berarti bahwa Muhamad tidak berusaha memaksakan kehendak kepada wanita yang sedang ditimpa kemalangan ini. Cerita berikutnya menjelaskan Safiyah menunjukkan upaya Tertuduh untuk memaksakan kehendaknya namun ditolak.

“Nabi tidak begitu senang dengan Safiyah, karena dia menolak ketika Rasul menginginkan untuk berdua dengannya dalam satu kesempatan”

Pembela mengatakan bahwa tidak ada hubungan sex dengan Safiyah karena dia tidak melahirkan anak Muhammad. Pada kenyataannya tidak semua hubungan sex selalu berakhir dengan kehamilan. Jawabannya disini adalah Muhamad sudah tua dan mungkin saja dia impotent. Dia termasuk orang yang gila sex dan paling suka bermain sex (dengan meraba-raba) dengan wanita cantik. Namun sekian banyak isteri dan gundiknya (pengecualian Mariah) tidak memberinya keturunan.

Hadis berikut ini memperlihatkan kalau tertuduh gila sex:
Bukhari Jilid 7 Buku 62 Nomer 6

Dikatakan oleh Anas: Biasanya nabi berkeliling (untuk bermain sex) dengan para istrinya dalam satu malam, dan ia mempunyai 9 istri.

Meskipun demikian ini bukan berarti Muhammad bisa melayani istri-istri mudanya. Dia hanya menelanjangi mereka dan bermain sex (meraba-raba saja).

Bukhari Jilid 1 buku 6 Nomer 299

Aisah berkata: Jika Rasul Allah ingin bermain sex (meraba-raba) seorang dari kita selama masa menstruasi, biasanya dia memerintahkan kita untuk mengenakan Izar (pakaian dalam yang dikenakan dari pinggang ke bawah) dan mulailah dia bermain sex (fondling) dengannya.” Aisha menambahkan “ Tidak ada dari kamu yang dapat menahan birahi seperti Rasul”.

Seorang laki-laki yang bisa menahan nafsu birahinya tidak perlu berkeliling untuk bermain sex. Mungkin saja itu yang dikatakannya kepada para istri mudanya, bahwa sebenarnya Muhamad impoten. Muhamad menikmati permainan sex dengan meraba-raba wanita telanjang dan berkhayal sedang bercinta dengan mereka.

Jilid 7 Buku 71 Mumber 660
Cerita Aisyah:

Nabi Allah, Muhammad, terkena sihir sehingga ia biasanya berpikir bahwa ia telah berhubungan sex dengan para istrinya padahal tidak demikian (Sufyan mengatakan: Itu merupakan sihir yang sangat ampuh kekuatannya)

Mungkinkah penglihatan Muhamad akan Jibril merupakan halunasi juga? Sudah cukup bukti untuk meragukan kewarasan Muhammad. Kasus ini kita akan bicarakan dalam lain kesempatan.

Quran ayat 4:24 dan ayat 23:1-7 : Muhamad menganjurkan para pengikutnya untuk memperkosa para tahanan perang. Adakah manusia normal yang menganggap perkosaan terhadap tawanan perang sbg hal yang wajar ? Wanita macam apa yang menginginkan hubungan sex dengan para pembunuh suaminya, ayahnya, saudaranya atau orang yang dicintainya?

Bukti bahwa Muhammad telah melakukan pemerkosaan dari cerita Rayhanah, Safiyah dan Juwairiah dan kenyataannya Muhamad telah mengijinkan untuk memperkosa wanita tahanan, sangat jelas diterangkan di Al Quran:

Ayat 4:24
Juga dilarang bagimu adalah wanita yang telah menikah, kecuali mereka yang dimiliki tangan kananmu.

Ayat 23:1-7 … Kecuali mereka yang dipersatukan dengan pernikahan, atau (tawanan) yang dimiliki tangan kananmu, dalam hal ini, kamu tidak dapat disalahkan. [tidak dapat disalahkan melakukan hubungan sex

Kepemilikan tangan kanan adalah para wanita tawanan perang. Dari ayat diatas jelaslah terbukti Muhamad menganjurkan perkosaan terhadap tahanan perang.

Pembela menyatakan Tertuduh menikah dengan Safiyah dan wanita
tawanan perang lainnya karena alasan untuk melindungi mereka dari kekerasan. Ini alasan yang memalukan dan mencoreng keadilan.

Jika Tertuduh benar mempunyai ketulusan untuk melindungi wanita tsb, dia tidak akan membunuh suami-suami mereka. Peperangan dimulai oleh Muhamad. Muhamad seorang agresor. Dia menyerang kelompok masyarakat (sipil) tanpa adanya peringatan, membantai mereka, membumi-hanguskan tempat tinggal mereka, merampas harta dan kebebasan mereka serta menculik istri-istri mereka.

Jika Muhamad mempunyai perasaan terhadap para wanita, tentu ia tidak akan membunuh para suami mereka dan orang-orang yang mereka
cintai, dia tidak akan memperbudak wanita, dia tidak akan membagi-bagikan wanita tawanan pada pengikutnya, dia tidak mengijinkan tindakan perkosaan, ia tidak akan memilih yang paling cantik untuk dirinya, dia tidak akan memerintahkan wanita untuk bertelanjang sehingga ia bisa meraba-raba wanita tsb dan dia tidak punya khayalan sex dengan mereka.

Penuntut berkesimpulan tidak pantas Muhamad diberi sebutan sebagai orang yang memiliki belas kasih. Penuntut mempelajari seluruh perjalanan hidup Tertuduh. Ia adalah seorang yang menghancurkan nilai kemanusiaan, mengabaikan welas asih, dan tidak memiliki nilai etika.

Namun Penuntut setuju dengan Pembela untuk menutup kasus ini dan meneruskannya dengan kasus selanjutnya.

END OF PART V
http://www.faithfreedom.org/debates/Shahzad6.htm

BAGIAN VI:
PEDOFILIA
Umat Manusia vs. Muhamad bin Abdallah
Nov 28, 2003

———————————————————————————
RAHEEL SHAHZAD/PEMBELA;

Disini saya meneruskan Bagian III. Disitu saya menjelaskan bahwa perkawinan ganda tidak perlu dipermasalahkan, karena anda menampilkan bukti2 utk mendukung perkawinan ganda Tertuduh, tapi kemudian anda menerapkan moralitas dan nilai2 masyarakat modern th 2003 sekarang (khususnya masyarakat barat), dan menyatakan Tertuduh bersalah atas polygami. Seperti saya katakan sebelumnya, baopak2 pendiri Amerika juga memiliki budak, tetapi mereka tidak pernah dituntut karena rendahnya moral mereka.

Pembela oleh karena itu menganjurkan agar praktek poligami 1400 tahun yg lalu dinilai sesuai dgn jaman itu dan tidak dapat dihakimi dgn nilai2 jaman sekarang Tertuduh dinyatakan tidak bersalah.

Berikut mengenai tuduhan pedofilia. Dgn menikahi gadis ‘tidak matang’ (demikian menurut pihak Penuntut) berusia 9 thn, Tertuduh dianggap mempraktekkan pedofilia. Moralitas lelaki berusia 53 thn yg menikahi gadis 9 thn juga dipertanyakan Penuntut.

Utk menanggapi tuduhan ini, saya ingin mencuplik sebuah artikel spt yg tertera dibawah ini :

“Inilah masalahnya dengan koleksi sumber2 hadis, yang memang tidak berasal dari Tuhan dan memang tidak dianggap demikian oleh kaum muslim. Hadis2 ini hanyalah saksi sejarah yang dimaksudkan untuk membimbing orang sekarang, yang juga memiliki otoritas kolektif untuk memutuskan relevansinya sekarang. Dan kalau ada masyarakat Islam yang memilih jalan garis keras, maka ini juga akan menjadi masalah bagi masyarakat yang menerimanya.”

[Sumber2 yg dikutip: Volume 5, Book 58, Number 236:
Diriwayahkan ayah Hisham:
Khadijah wafat 3 tahun sebelum Nabi hijrah ke Medinah. Disana ia tinggal selama kira2 dua tahun dan kemudian ia menikahi ‘Aisha ketika ia seorang gadis berusia ENAM tahun, dan ia memenuhi perkawinannya ketika ia berusia SEMBILAN tahun.]

Kira2 dua tahun tambah 6 = 9?

Karena perihal umur ini tidak konklusif, maka Muslim hanya bisa menyimpulkan bahwa ia seorang gadis yg sangat muda.

[Book 008, Number 3311:
‘A’isha melaporkan bahwa Rasulullah (saw) menikahinya ketika ia
berusia TUJUH tahun, dan ia dibawa kerumahnya ketika ia berusia SEMBILAN, dan boneka2nya berada bersamanya; dan ketika ia (rasulullah) wafat, ia berusia 18 thn.]

Aisha diperkirakan berusia 9 ketika mengadakan hubungan perkawinan, Tertuduh 53. Tertuduh wafat pada usia 63, dan Aisya 9+10=19, namun sumber2 mengatakan 18. Tidak konklusif. Oleh karena itu, haruslah diterapkan logika masy jaman sekarang. Sumber2nya (hadisnya) tidak perlu dicampakkan, namun harus diartikan bahwa Aisya menikah pada usia muda. Lalu, usia 7 thn mengkontradiksi hadis sahih sebelumnya, dgn demikian kedua hadis saling kontradiksi, dan oleh karena itu perlu dipertanyakan keakuratan usia (Aisya) yg ditampilkan Penuntut.

[Ia menikahi ‘Aisha di Mekah ketika ia seorang anak berusia TUJUH dan tinggal dgnnya di Medinah ketika ia berusia SEMBILAN atau SEPULUH. Ia satu2nya perawan yg dikawininya (rasul). Ayahnya, Abu Bakr, mengawininya (Aisya) kpdnya (Muhamad) dan rasul memberinya 400 dirham. (Ref. 3, page 792)]

Pembela kini memiliki semakin banyak alasan utk meragukan sumber sbg amat sangat tidak konklusif. Tidak konklusif dan tidak benar adalah dua hal berbeda. Oleh karena itu Pembela tidak menolak hadisnya, namun menerapkan logika: usia persisnya Aisya tidak jelas, diperdebatkan. Kalau kita memilih (usia) 9 atau 10, maka 10 atau 11 atau 12 bisa dianggap diluar konteks.

Pembela kini akan menyimpulkan bagi Juri bahwa Aisya bisa digambarkan sbg gadis muda, yg umurnya bisa dimasukkan dlm kategori tertentu. Jika Penuntut memilih usia yg paling rendah, maka Pembela juga dapat memilih usia yg paling tinggi. Pembela akan mengacu kpd Aisya sbg ‘gadis muda’ berusia 12, hal yg bisa diterima para pakar, tanpa menolak hadis secara keseluruhan. (Malah ada pakar yg menganggap ia berumur 14)

Jika Penuntut bersikeras pada usia 9 tahun, maka ia harus menyampaikan bukti2 sbb:

1- Laporan medis dan sertifikat kelahiran dari rumah sakit tempat ia dilahirkan

2- Sertifikat perkawinan dan tanggal yg jelas

3- Keberadaan fisiknya sbg gadis yg belum mencapai pubertas

4- Sumber pasti yg menyatakan bahwa ia belum menstruasi pada saat ‘pemenuhan’ perkawinan

5- Sumber sejarah yg tidak terbantahkan bahwa ia tidak sehat mental, tidak mampu menolak sex dan tidak memiliki kemampuan menjadi seorang istri pantas bagi lelaki dari berbagai usia.

6- Sumber2 tidak terbantahkan bahwa ayahnya, ibunya, masyarakatnya sangat tidak menerima perkawinan itu.

Kalau Penuntut tidak dapat menyampaikan bukti2 diatas, maka setiap teks 1000 tahun yg lalu, yg mengacu kpd usia Aisya lebih oleh karena itu harus dikesampingkan, juga oleh Pembela. Tuduhan yg diajukan jaman sekarang dibawah konstitusi tertentu terhdp seorang Tergugat yg wafat sudah lama 1400 thn lalu, oleh Pembela dianggap sangat rancu. Kecuali semua sumber bisa menyampaikan penanggalan pasti, maka Pembela berpendapat bahwa Penuntut menggunakan informasi selektif utk menyampaikan sudut pandangnya, dan oleh karena itu tidak menyampaikan kasus dgn tegas dan jelas.

Terlebih lagi, “pemenuhan perkawinan/consummation” dianggap berarti “hubungan seksual”, definisi yg juga dipaksakan terhdp Juri. Pembela tidak membantah bahwa “consummation” tidak berarti hubungan seksual, tetapi Penuntut tidak menyampaikan bukti bahwa “consummation” terhdp anak usia 12 tahun sebenarnya berarti hubungan seksual.

Disatu pihak Penuntut menganggap bahwa gadis muda adalah tidak matang dan bermain dgn boneka yg dianggapnya mencerminkan seorang anak secara mental dan fisik. Dilain pihak, ia (Aisya) dipercaya Penuntut utk menyampaikan arti “consummation”, terlepas dari variasi usia (Aisya) yg tertera dlm Hadis. “Consummation” berarti hubungan seksual menurut logika orang normal dan Pembela setuju, namun Penuntut tidak menyampaikan sumber manapun sbg bukti bahwa hubungan seksual ini memang spt apa yg dikatakannya (Aisya).

“Consummation” secara logika berarti perbuatan antara suami dan istri. Namun Penuntut menyebutnya pedoflia.

Pembela kini akan menyampaikan aspek2 pedofilia dan menunjukkan bahwa aspek2 ini disalahartikan dan Tergugat tidak mempraktekkannya :

Pedofilia adalah sebuah praktek yg tidak dianggap pantas oleh sebuah masyarakat dimana seorang individu mencari kenikmatan tidak sah dgn melakukan “sex” dgn “anak2”

Definisi itupun perlu sejumlah elemen, dan kalau elemen2 itu tidak ada maka Tergugat tidak dapat dianggap bersalah. Jika Penuntut memiliki definisinya sendiri, silahkan ia memaparkannya shg mudah bagi Pembela utk membantahnya. Karena Penuntut tidak menyampaikan definisi pedofilia apapun dari sumber atau perspektif sejarah manapun, penggunaan kata “pedofil” hanya didasarkan pada definisi pribadinya yg tidak jelas dan memihak, tanpa penjelasan apa yg dimaksudkan dgn “anak” 1400 thn yg lalu.

Definisi dan elemen2 pedofilia:

Aspek pertama adalah penerimaan secara sosial (‘social acceptability’), dan bukan social acceptability secara universal.
Makanan dan cuaca serta faktor2 lain mendikte pertumbuhan manusia, dan masyarkat itu juga memiliki hak dan kemampuan utk mengartikan apa yg dianggap logis dan apa yg tidak.

Kedua, penerimaan sebuah praktek secara universal belum tentu pantas bagi sebuah masyarkat independen tertentu. Jika wanita ingin hidup tanpa busana di hutan Amazon, ini tidak dianggap tidak pantas di hutan Amazon.

Elemen ketiga, adalah “sifat” kepantasan atau ketidak-etisan tsb. Praktek dlm sebuah masy yg dianggap etis dan sah dan dalam batas2 logis masy tsb, dan tidak sangat kontras dgn masy2 lain dijaman sekarang atau dimasa depan, lalu harus diperhitungkan.

Elemen keempat adalah kenikmatan seksual, sbg satu2nya tujuan bagi seseorang yg membayangkan ataupun terlibat dlm pedofilia. Kalau semua elemen ini tidak terpenuhi, maka definisi pedofilia tidak bisa diterapkan.

Penerimaan Sosial Universal/Universal Social Acceptability:
Penuntut menganggap bahwa relativitas moral/moral relativity sbg filosofi tidak berguna, tapi itu tidak secara otomatis membuatnya batal. Jika sebuah masyarakat menerima sejumlah kelakuan dlm batas2 logika, dan tidak melanggar hak azasi manusia, maka masyarakat itu bebas membiarkan anggota2nya mempraktekkannya.

Ini adalah prinsip2 dasar Amerika yg memberikan banyak kebebasan. Kanibalisme, misalnya, dihentikan, jika dianggap tidak pantas oleh masyarakat2 dijaman itu.

Etika, oleh karena itu, adalah milik masyarakat tsb. Karena perkawinan nabi tidak dibarengi dgn kritik dari sumber meyakinkan oleh para pakar 1400 thn yg lalu, atau 1200 thn yg lalu, maka harus diterima bahwa perkawinan dgn gadis muda adalah sebuah tindakan yg dapat diterima dan tidak merusak moralitas jaman itu.

A Sina oleh karena itu harus menyampaikan bukti2 jelas yg tidak dapat dibantah dari sumber manapun bahwa kelakuan Tergugat 1400 thn yg lalu mengakibatkan shock, olokan atau tantangan terhdp perkawinan dgn Aisya. Jika Tertuduh ingin menciptakan masyarakat bayangannya dan lalu menempatkan Tertuduh didalamnya, ini jelas salah. Kalau Penuntut menuduh pedofilia atas dasar definisinya karangannya sendiri dari sebuah masyarakat “universal”, maka Juri secara sengaja dibawa ke jalur yg salah.

Tidak etis atau tidak sah: penerimaan masyarakat atas perkawinan antara seorang lelaki dan perempuan telah dipenuhi oleh Tergugat, dan tidak dibantah oleh Penuntut.

Aspek seksual bukan bagian dari elemen ini. Kalau dijaman sekarang, seorang lelaki menikahi gadis berusia 3 tahun (dan ini MEMANG dilakukan dibagian2 tertentu di India), namun aspek seksual tidak terpenuhi oleh pasangan sebelum gadis itu mencapai usia dimana sex bisa terpenuhi, maka perkawinan dgn anak usia 3 thn tidak dapat dianggap tidak etis atau tidak sah.

Kalau hal yg tidak mengagetkan 1400 thn yg lalu, dijaman sekarang sampai mengundang shock, atau meminta masyarakat utk menganggap tidak pantas nilai2 1400 tahun lalu, sama saja dgn meminta sebuah hal yg tidak mungkin..

Kenikmatan Seksual: Ini tidak pernah ditantang oleh masyarakat manapun. Dlm masyarakat manapun, perkawinan adalah ijin sahl bagi sex, dan dibeberapa masyarakat bahkan menerimanya tanpa ikatan perkawinan. Namun pedofilia adalah praktek tidak etis karena melibatkan “anak”. Namun pandangan “anak” itu juga dianggap hal yg penting. Sang “anak”, tidak pernah memiliki arti universal dlm masyarakat manapun. Seorang “anak” di AS, misalnya, dianggap belum mencapai batas usia 18 thn secara hukum. Namun secara biologis ini tidak memiliki dasar apapun. Betapa aneh bahwa seseorang yg berumur 17 tahun & 354 hari masih dianggap sbg anak, dan satu hari kemudian ia dianggap orang dewasa. Jadi kita harus menyetujui bahwa perbedaan antara “anak” dan “orang dewasa” adalah karena persyaratan jaman sekarang. Setiap negara memiliki batas usia minimumnya sendiri bagi kepemilikan Surat Ijin Mengendarai/SIM. Jadi utk menetapkan kriteria anak, 1400 thn yg lalu dgn kriteria usia 16 atau 16 atau 14 pada jaman sekarang, tidak benar.

Mungkin bagi anak2 perempuan, dewasa bisa datang dng mulainya menstruasi, dan bagi anak2 lelaki dgn kemampuan mereproduksi atau bagi keduanya, dgn tumbuhnya jembut. Oleh karena itu hadis sering merujuk pada menses (menstruasi).
Ada gadis yg memulai menstruasi pada usia 8, dan ada yg memulainya pada usia 12. Bahkan di AS sekarang, anda dapat menemukan anak2 berusai 10 thn dgn karakteristik fisik sbg wanita.

… dst dst Pembela mengulang2 ttg perbedaan definisi anak perempuan atau wanita 1400 tahun yg lalu dgn jaman sekarang.

….

————————————————————————————-
ALI SINA KEPADA RAHEEL SHAHZAD

1)
Pembela memulai sidang dengan menunjuk bahwa moralitas masyarakat jaman dulu tidak boleh diterapkan pada moralitas jaman sekarang.

Argumen ini sudah didiskusikan sebelumnya dan kita tidak perlu lagi memperpanjang masalah ini. Namun perlu saya tambahkan disini bahwa para bapak pendiri Amerika, walaupun memiliki budak, mereka tidak pernah terlibat tindak kriminal seperti Tergugat. Mereka tidak pernah terlibat pemerkosaan, pembunuhan masal, pembunuhan terencana, genocide, perampokan, penipuan dan mengumpulkan kekayaan lewat perbudakan dst dst.

Bapak2 pendiri Amerika tidak pernah mengaku sebagai “wakil Allah di bumi” atau “contoh baik” untuk diikuti rakyat atau “memiliki moral mulia/ tinggi” seperti yang diakui Tergugat. Bapak2 pendiri Amerika itu adalah orang2 jujur yang lahir pada suatu masa dimana pemikiran humanisme masih dalam tahap awal. Mereka berupaya sekeras mungkin bagi tercapainya masyarakat yang lebih baik, lebih adil berdasarkan hukum.

Tergugat dilain pihak, mengikuti contoh orang2 yang dianggapnya jahiliyah, memberi contoh yang lebih jelek dari pada orang manapun dalam masanya dan membenarkan tindak kriminal yang paling biadab. Ia menciptakan sebuah masyarakat yang penuh dengan kekerasan, anti demokrasi, terbelakang, picik dan mengabadikan kesengsaraan bagi mereka.

Para bapak pendiri Amerika membuka pintu bagi kebebasan rakyat mereka dan membantu rakyat mencapai kebahagiaan dan kesejahteraan yang melebihi bangsa2 manapun didunia. Sementara pengikut Muhamad terbelenggu dalam kebodohan, fanatisme, kepercayaan buta dan semakin jauh dari kebahagiaan dan kesejahteraan dengan tujuan mencapai sebuah surga yang notabene palsu.

Hasilnya kelihatan sekali : Dalam hanya dua abad, Amerika menjadi superpower dunia yang tidak tersaingi tanpa perlu memperbudak atau menginjak2 negara2 lain. Namun 14 abad kemudian, para pengikut Muhamad masih terbelenggu kemiskinan dan tenggelam dalam kesengsaraan yang menjerat mereka dari segala penjuru.

Yang disebut dengan “the Golden Age of Islam” (Jaman Keemasan Islam) dicapai hanya karena Muslim merampas kekayaan finansial dan intelektual negara2 lain. Muslim menginvasi, merebut, meninggalkan jejak2 pertumpahan darah dan puing2 kehancuran. Dan begitu kekayaan itu mereka habiskan, dunia Islam kembali tenggelam dalam kemiskinan karena memang mereka terbukti tidak mampu maju ataupun mengikuti perubahan jaman.

2)
Pihak Pembela mencoba meragukan otoritas Hadis dan mengatakan:

“Inilah masalahnya dengan koleksi sumber2 hadis, yang memang tidak berasal dari Tuhan dan memang tidak dianggap demikian oleh kaum muslim. Hadis2 ini hanyalah saksi sejarah yang dimaksudkan untuk membimbing orang sekarang, yang juga memiliki otoritas kolektif untuk memutuskan relevansinya sekarang. Dan kalau ada masyarakat Islam yang memilih jalan garis keras, maka ini juga akan menjadi masalah bagi masyarakat yang menerimanya.”

Saya ingin bertanya kepada Pembela; bagaimana sebuah masyarakat Islam atau seseorang tahu MANA HADIS YANG PERLU DIIKUTI DAN MANA YANG TIDAK ???

Apa yang akan kau katakan pada Muslim yang berpendapat bahwa perempuan memiliki intelektualitas yang defisien (kurang dari lelaki) atau bahwa anjing hitam harus dibunuh karena IA MEMBACANYA DALAM HADIS ??? Apakah anda akan mengatakan bahwa ia salah dan hadis2 itu tidak lagi berlaku ? Dapatkah anda pula jelaskan mengapa ia harus percaya pada anda ?? Siapakah anda sampai merasa memiliki otoritas untuk menentukan mana hadis yang berlaku dan mana yang ketinggalan jaman ?? Apakah anda akan menentukan sirat dan sunah Nabi dengan STANDAR SEKULER ANDA ATAU STANDAR NEGARA KAFIR ?

Kita dihadapkan pada dilema. Quran tanpa Hadis membuat kita bingung. Hadis-lah yang memberikan penjelasan tentang arti Quran. Lalu datanglah Mr Shahzad yang mengatakan bahwa Hadis sebenarnya problematik. Ia mengatakan bahwa masyarakat secara kolektif bisa menentukan mana hadis yang ingin diikuti dan mana yang tidak. Saya ingin bertanya kepadanya, MEKANISME APA YANG DIGUNAKAN SATU MILYAR ORANG ISLAM UNTUK MENENTUKAN MANA HADIS YANG BERLAKU DAN MANA HARUS DIBUANG ?

Faktanya adalah, tidak ada mekanisme macam itu dan mengganti hadis atau Quran TIDAKLAH MUNGKIN. Orang bisa memilih untuk tidak mengikuti bagian tertentu dari hadis, tetapi tidak ada otoritas dalam Islam yang dapat menentukannya. Apakah kita memiliki hak untuk menghentikan para mullah atau teroris Muslim kalau mereka memilih untuk mengikuti ajaran kekerasan Quran ? WONG, mereka cuma mengikuti agama mereka ! Bukankah Islam pecah kedalam ratusan sekte, yang satu menganggap yang lainnya murtad, khususnya karena setiap orang memilih dan menolak hadis dan menafsirkan Quran semaunya, sesuai dgn keinginan masing ?

3)
Mengenai kasus PEDOFILIA, Pembela berputar2 bahwa Aisha dibeberapa hadis dikatakan berumur 6 dan di hadis lain berumur 7 dan lalu berkesimpulan bahwa karena teks tentang umur Aisha berbeda2 maka mereka “tidak konklusif” dan tidak boleh dipercaya sama sekali.Oleh karena itu ia mengatakan bahwa Aisha bisa jadi lebih tua ketika ia menikahi Tergugat.

Pembela menulis:[color]
Jika 9 atau 10 bisa disimpulkan darinya maka 10 atau 11 atau 12 juga dimungkinkan … beberapa pakar malah menyimpulkan usianya ketika nikah adalah 14.

Pembela menuntut agar Jaksa menunjukkan surat2 medis Aisha, sertifikat perkawinan dan sertifikat pembuktian bahwa Aisha beklum mencapai pubertas atau belum menstruasi pada saat menikah dengan Tergugat dan berbagai tuntutan tidak masuk akal lainnya.

Namun saya sbg Jaksa angkat topi pada Pembela karena ia jelas menganggap pernikahan dengan anak umur 9 tidak etis dan oleh karena itu mencoba membuktikan bahw Aisha sebenarnya lebih tua dari yang dikatakan hadis. Namun, upayanya ini tidak berhasil. Tidak dapat dipungkiri bahwa banyak hadis yang mengatakan dengan JELAS bahwa usia Aisha ketika dicalonkan kepada Muhamad adalah ENAM dan SEMBILAN tahun ketika hubungan perkawinan dimulai.

Sahih Muslim Book 008, Number 3310:
‘A’isha mengatakan: rasulullah (saw) menikahi saya ketika saya berusia ENAM TAHUN dan saya masuk rumahnya ketika saya SEMBILAN TAHUN.

Sahih Bukhari Volume 7, Book 62, Number 64
Diriwayahkan ‘Aisha:

…]bahwa nabi menikahi saya ketika saya berumur ENAM dan ia melaksanakan perkawinan itu saat saya SEMBILAN TAHUN, dan kemudian ia tinggal bersama nabi selama sembilan tahun (yi sampai kematiannya).

Sahih Bukhari Volume 7, Book 62, Number 65
Diriwayahkan ‘Aisha:

bahwa nabi menikahinya saat ia ENAM TAHUN dan ia melaksanakan perkawinan saat ia SEMBILAN TAHUN. Hisham mengatakan : Saya diberitahu bahwa ‘Aisha tinggal bersama nabi selama 9 tahun …’

Sahih Bukhari Volume 7, Book 62, Number 88
Diriwayahkan ‘Ursa:

Nabi menulis kontrak perkawinan dgn ‘Aisha saat ia ENAM TAHUN dan melangsungkan perkawinan dgnnya saat ia SEMBILAN TAHUN dan ia tinggal dgn nabi selama 9 tahun …

Ada muslim yang bersikeras bahwa Abu Bakr yang mendatangi Muhamad dan memintanya mengawini puterinya. Ini jelas tidak benar dan ini buktinya.

Sahih Bukhari 7.18
Diriwayahkan ‘Ursa:

Nabi meminta Abu Bakr bagi ijin perkawinan dgn ‘Aisha. Abu Bakr mengatakan “TETAPI SAYA SAUDARAMU.” Nabi mengatakan, “KAU SAUDARA SAYA SE-UKUWIYAH, TETAPI IA (Aisha) HALAL BAGI SAYA utk saya kawini.”

Lihatlah bagaimana Muhamad melanggar semua adat/peraturan kaum Arab setiap kali dianggapnya menghalanginya mencapai keinginnanya.  Abu Bakr (ayah Aisha) dan Muhamad terikat janji persaudaraan. Jadi menurut adat, Aisha seperti sepupu Muhamad. Namun itu tidak menghalanginya untuk dijodohkan pada Muhamad saat ia berumur ENAM tahun. ANEHNYA, nabi penganut relativisme moral ini menggunakan alasan yangs ama untuk menolak wanita yang dianggapnya kurang muda atau kurang cantik baginya.

Sahih Bukhari V.7, B62, N. 37
Narrated Ibn ‘Abbas:

Dikatakan kpd Nabi, “Mengapa kau tidak menikahi puteri Hamzah “? Ia menjawab, “[/color]Ia adalah sepupu angkat saya (puteri kakak saya)).”

Hamza dan Abu Bakr keduanya seperti saudara terhadap Muhamad. Namun Aisha pasti lebih sedap di mata Nabi dan tidak ada salahnya Nabi melanggar kode ektik dan adat masyarakatnya itu.

Dalam hadis berikut, Muhamad mengatakan pada Aisha bahwa ia mendapatkan mimpi tentangnya sebelum meminta ayahnya untuk mengawinkannya. Ini benar mimpi atau cuma dalih untuk membohongi anak kecil ?

Sahih Bukhari 9.140
Narrated ‘Aisha:

Rasulullah mengatakan kpd saya, “Kau dipertunjukkan dua kali kpd saya (dlm mimpi) sebelum saya menikahimu. Saya melihat bidaradari menggendongmu dlm selendang sutera dan saya mengatakan kpdnya, ‘Tunjukkanlah ia,’ dan lihatlah, ternyata itu kau.

Saya katakan pada diri saya sendiri, ‘Jika ini dari Allah maka terjadilah.’ “”

Ini hadis yang secara eksplisit menunjukkan umur Aisha pada saat perkawinannya.

Sahih Bukhari 5.236.
Diriwayatkan ayah Hisham:

Khadijah wafat 3 tahun sebelum nabi berangkat ke Medinah. Ia tinggal disana selama 2 tahun dan ia menikahi ‘Aisha ketika ia gadis ENAM TAHUN dan ia melangsungkan perkawinan ketika ia SEMBILAN TAHUN.

Sahih Bukhari 5.234
Diriwayahkan Aisha:

Nabi bertunangan dgn saya ketika saya gadis berusia ENAM TAHUN. Kami pergi ke Medinah dan tinggal di rumah Bani-al-Harith bin Khazraj. Lalu saya jatuh sakit dan rambut saya rontok. Kemudian rambut saya tumbuh kembali dan ibu saya, Umm Ruman, datang kpd saya selagi saya bermain di ayunandgn teman2 perempuan saya. Ia memanggil saya dan saya mendatanginya, tidak tahu apa yg diinginkannya dari saya. Ia memegang tangan saya dan membuat saya berdiri di pintu rumah. Saya tidak dapat bernafas dan setelah pernafasan saya normal kembali, ia mengambil air dan menggosok muka saya dgn air. Lalu ia membawa saya masuk rumah. Didalam rumah saya melihat beberapa wanita Ansar yg mengatakan, “Selamat dan rahmat Allah besertamu …” Lalu ibu mempercayai saya kpd mereka dan mereka mempersiapkan saya (bagi perkawinan).

Tidak disangka, Rasulullah datang siang hari itu dan ibu saya menyerahkan saya kepadanya dan pada saat itu saya berusia SEMBILAN.

HANYA DALAM SATU HADIS UMURNYA DIKATAKAN “TUJUH ATAU ENAM”.

Sunan Abu-Dawud Book 41, Nomor 4915
Diriwayahkan Aisha, Ummul Mu’minin:

Rasulullah (saw) menikahi saya saat saya tujuh atau enam. Ketika ia tiba di Medinah, datanglah beberapa wanita. Menurut versi Bishr: Umm Ruman datang kpd saya saat saya bermain di ayunan. Mereka membawa saya, mempersiapkan dan mendandani saya. Saya lalu dibawa ke Rasulullah (saw) dan ia tinggal bersama saya ketika saya SEMBILAN ….

Dalam hadis diatas kami membaca bahwa Aisha bermain dalam ayunan. Itu bukan mainan perempuan dewasa. Hadis diatas menyebut Tergugat “hidup bersama” dengan Aisha pada saat ia berusia 9. Dan usia nikah disini disebut 6 atau 7.

Usia 6 atau 7 tidak beda jauh. Biasanya orang tidak pernah mengingat usia persisnya pada peristiwa2 penting. Jadi mengatakan 6 atau 7 tidak sama dengan 10 atau 12 atau malah 14, seperti yang dipaksakan Pembela.

Hadis berikutnya menunjukkan Aisha sedang bermain dengan boneka2nya.

Sahih Bukhari Volume 8, Book 73, Number 151
Narrated ‘Aisha:

Saya biasanya main dgn boneka dihadapan nabi, dan teman2 perempuan saya juga sering bermain dgn saya. Ketika Rasuloullah memasuki rumah kami, mereka biasanya menyembunyikan diri, tetapi nabi biasanya memanggi mereka utk bergabung dan bermain dgn saya.

Menurut adat Arab, bermain dengan boneka atau benda2 yang mirip orang dilarang, tetapi tidak bagi Aisha karena ia masih anak kecil, belum mencapai pubertas. Fateh-al-Bari page 143, Vol.13

Saya, Jaksa, oleh karena itu menyampaikan hadis diatas ketimbang tuntutan aneh Pembela berupa sertifikat kelahiran. Aisha masih anak2 saat ia bermain dengan boneka dan ayunan dan belum meraih pubertas. Surat medis atau sertifikat tidak diperlukan jika kita memiliki bukti diatas.

Sahih Muslim Book 008, Number 3311

‘A’isha melaporkan bahwa rasulullah (saw) menikahinya saat ia TUJUH TAHUN, dan ia dibawa kerumahnya sbg pengantin sbg pengantin ketika ia berusia SEMBILAN, dan boneka2nya bersamanya, dan ketika ia (nabi) wafat, Aisha berusia DELAPAN BELAS tahun.

Khadija adalah isteri pertama Muhamad yang meninggal bulan Desember, 619. Pada saat itu, Muhamad yang lahir tahun 570 AD berumur 49 (hampir 50) tahun. DUA BULAN setelah kematian Khadija, MUHAMAD MENIKAHI SAWDA DAN PADA SAAT YANG BERSAMAAN DIJODOHKAN PADA AISHA. 3 tahun kemudian ia melangusngkan perkawinannya dnegan Aisha YANG KETIKA ITU MASIH BERUMUR 9 TAHUN.

Sahih Bukhari Volume 8, Book 73, Number 33
Diriwayahkan ‘Aisha:

Saya belum pernah iri terhdp wanita selain terhdp Khadijah, walau ia wafat TIGA tahunsebelum nabi menikahi saya.

Dalam bagian lainnya, Aisha mengatakan bahwa sejauh ingatannya, orang tuanya selalu Muslim.

Sahih Bukhari Volume 5, Book 58, Number 245
Narrated ‘Aisha:

Saya tidak pernah mengingat orang tua saya mempercayai agama selain Islam,

Ini juga bukti bahwa Aisha dilahirkan dari Abu Bakr dan isterinya setelah mereka masuk Islam. Oleh karena itu ia tidak bisa lebih dari 9 atau 10 ketika ia menikah dgn Tergugat.

4)
Tergugat lalu menanyakan arti “hubungan” perkawinan (consummation of marriage) dan menyatakan bahwa Jaksa memaksakan kepada Jury pengertiannya sendiri.

Jaksa tidak sedikitpun berusaha memaksakan definisnya kepada arti sebuah kata. Ini hanya menunjukkan kesediaan Pembela untuk memaksakan pemikirannya guna membantah fakta dan kebenaran. Pembela mengatakan bahwa hubungan perkawinan bisa berarti hal2 lain dan bisa jadi Aisha menganggap “hubungan perkawinan” bukan hubungan seksual.

Saudara2, hubungan perkawinan hanya berarti satu hal. Pembela jelas memberikan arti lain. Bahkan kalau ia menganggap hubungan perkawinan hanya sebatas pada “me-raba2″ (karena Aisha sering melaporkan bahiwa Muhamad meraba2 isteri2nya), MERABA2 ANAK DIBAWAH UMUR ADALAH PEDOFILIA ! INI MENJIJIKKAN, MEMUAKKAN DAN HARUS DIKUTUK.

Terlepas apakah Abu Bakr atau masyarakat jahiliyah ketika itu menyetujui “hubungan perkawainan” tsb, INI TIDAK MELOLOSKAN TERGUGAT DARI KEJAHATAN PEDOFILIA. Ia seharusnya memberi CONTOH YANG LEBIH BAIK !

Pembela lalu memberikan definisinya sendiri tentang pedofilia dan menetapkan 4 kriteria dan berdasarkan kriteria tersebut Tergugat bukan Pedofil.

Jaksa tidak akan mengupakan definisinya sendiri namun memanggil kesaksian para pakar. Menurut (kamus bahasa) Dictionary.com PEDOFILIA adalah:
TINDAKAN ATAU KHAYALAN ORANG DEWASA SEHUBUNGAN DGN AKTIVITAS SEKSUAL DENGAN ANAK ATAU ANAK2.

Menurut Paul A. Gore, Ph.D. dari University of Missouri-Kansas City, PEDOFILIA MELIBATKAN RANGSANGAN SEKSUAL DAN KEINGINAN ATAU KHAYALAN YANG MELIBATKAN IMPULS SEKSUAL TERHADAP ANAK2 DIBAWAH UMUR. SANG PEDOFIL HARUS BERADA DIATAS USIA 16 DAN ATRAKSI SEKSUAL HARUS MELIBATKAN ANAK BERUMUR 13 ATAU LEBIH MUDA YANG PALING SEDIKIT 5 TAHUN LEBIH MUDA DARI ORANG DEWASA TSB.

SANG PEDOFIL BERTINDAK UNTUK MEMUASKAN IMPULS SEKSUAL ATAU FANTASI DAN/ATAU RANGSANGAN SEKSUAL YANG MENGGANGU INDIVIDU TSB. SANG PEDOFIL TERANGSANG SECARA SEKSUAL KARENA KORBANNYA SEORANG ANAK, TERLEPAS DARI JENIS KELAMIN ANAK ATAU PEDOFIL TSB.

Oleh karena itu orang tidak perlu mengadakan hubungan seksual untuk memenuhi persyaratan seroang pedofil. Bahkan memiliki khayalan seksual saja dnegan anak dibawah usia 13 sudah termasuk definis pedofilia.

MUHAMAD BERUMUR 54 saat ia mengadakan SEX DENGAN AISHA yang
HANYA BERUSIA 9 TAHUN. Definisi manapun dan kapanpun menganggap ini P E D O F I L I A. Penetrasi aktual tidak penting terjadi untuk membuktikan Tergugat seorang PEDOFIL. Kemakluman masyarakat juga
bukan alasan kuat. Masyarakat jaman dulu memang jahiliyah dan biadab.
Malah ada masyarakat yang menganggap korban manusia normal dan bahkan mempraktekkan kanibalisme. Ini bukan alasan untuk percaya bahwa tindakan ini benar di jaman manapun APALAGI SEORANG NABI masyarakat tersebut yang mempraktekkan tindakan biadab itu TIDAK MUNGKIN SEORANG NABI.

Muhamad menganggap diri pembawa pesan Pencipta Alam Semesta (Rahmatul Alamin). Ia menganggap diri penunjuk jalan umat manusia. Katanya sendiri, ia memberikan contoh bagi seluruh umat manusia. Bahkan jika PEDOFILIA berlangsung dalam masyarakatnya jaman itu, ia seharusnya TIDAK melakukannya.

Kami disini tidak saja untuk mengutuk Muhamad namun membebaskan orang2 dari kepercayaan yang diciptakannya. Saya harap Muslimin dimanapun akan mencari kebenaran dan menyadari bahwa mereka dibohongi oleh seorang tukang tipu jahanam. Mengikuti kepercayaan ciptaan orang macam itu tidak akan mengantar siapapun ke surga. KECUALI ALLAH ITU SETAN, TIDAK ADA TUHAN YANG AKAN MENGUTUS ORANG DENGAN MORAL YANG SEDEMIKIAN RENDAH ITU UNTUK MENJADI PENUNJUK JALAN UMAT MANUSIA.

Pembela melanjutkan :
“Karena 1400 tahun lalu tidak ada pakar atau penulis yang menganggap pernikahan dengan seorang gadis dibawah usia pubertas itu salah, maka harus diterima bahwa perkawianan macam itu adalah KELAKUAN YHHANG BISA DITERIMA DAN TIDAK MENGHANCURKAN MORALITAS MASY JAMAN ITU.”

Walau saya tidak memiliki sertifikat pernikahan untuk membuktikan usia Aisha 9 tahun, sejauh yang saya tahu tidak ada satupun dokumen sejarah yang menyatakan bahwa perkawinan dgn anak2 dibawah umur DIANGGAP NORMAL. Rakyat beradab seperti Persia (saya sendiri orang Persia) tidak pernah mempraktekkan hal itu.

Sekarang ini di Iran, banyak gadis dibawah umur dan negara2 Islam lainnya menjadi korban sunnah ini. Khomeini menurunkan batas perkawinan menjadi 9 ketika ia memegang tampuk pimpinan. INI merupakan PEDOFILIA SECARA MASAL ! DAN INI TERJADI DI KEBANYAKAN NEGARA ISLAM. Dan orang hanya mengangguk2 sambil mengatakan “ALLAHu AKBAR” !

Untuk itu saya memohon pada Jury, baik Muslim maupun non-Muslim, untujk secara bulat mengutuk TERGUGAT, MUHAMAD BIN ABDULAH, karena memberi contoh burukk bagi umat manusia dan menyatakannya bersalah atas tuduhan PEDOFILIA.

Kepada rekan2 muslim saya, saya minta untuk membayangkan puteri/adik/saudara anda yang berumur 9 tahun digagahi atau diraba2 oleh seorang lelaki berumur 54 tahun. Bahkan jika kau mencintai Muhamad kau harus mengutuk tidnakan ini ! Kalau tidak, bagaimana kau bisa mengaca dan tidak merasa malu akan bebalnya hatimu ?

TAMAT BAGIAN VI
http://www.faithfreedom.org/debates/Shahzad7.htm

BAGIAN VII :

Kelakuan seks tidak senonoh, tidak bermoral, tidak pantas dan hubungan seks diluar perkawinan/Lewdness, Immorality , indecency and promiscuity

Umat Manusia vs. Muhammad bin Abdallah
Dec. 03, 2003

Terdakwa : Muhammad bin Abdallah
Diwakili oleh Pembela : Raheel Shahzad

Jaksa : Ali Sina a/n Umat Manusia (Dunia non-Muslim)

Sidang Pengadilan : Opini Publik
Jury : Pembaca FFI

————————————————————– ——————–

DARI RAHEEL SHAHZAD/PEMBELA:

Pihak Pembela sekarang akan menangani masalah orientasi seksual Terdakwa mengingat jumlah perkawinannya. Keberatan atas usia salah satu isterinya sudah dibahas diatas sehingga Aisha kini dicakupkan kedalam istilah isteri sah Terdakwa, sederajat dengan isteri2 lainnya. Menurut banyak sumber, Terdakwa menikahi sejumlah 13 wanita.

Mr Sina, mengapa anda tidak dapat menerima Terdakwa sebagai seorang lelaki dengan nafsu seksual seperti layaknya lelaki jaman sekarang ?Apakah seorang nabi tidak boleh menikmati sex ? Atau ini hanya tuntutan anda bahwa ia tidak boleh menikmati sex dengan isterinya ? Apakah anda hanya bersedia menerima mereka2 yang tidak memiliki nafsu maupun melakukan kegiatan seksual apapun ?

Bahkan lelaki yang paling berakhlak-pun dapat menikmati tubuh isterinya dalam kenyamanan rumah mereka dan bahkan sang isteri juga berhak menikmati suaminya selama sang isteri tidak dipaksa. Mengadakan hubungan sex berkali2 tidak membuat sesuatu perkawinan didasarkan atas nafsu. Bahkan keinginan untuk megnadakan hubungan sex dengan beberapa wanita tidak otomatis membuat seorang tidak bermoral. Pandangan seseorang atas sex bahkan dapat menganggap setiap tindakan sex orang lain sebagai tindakan atas dasar nafsu. Lagipula, mengapa kita harus mempersoalkan nafsu seorang suami terhadap isterinya ?

Lagipula bukankah setiap perkawinan melibatkan hubungan seksual ?
Perkawinan bukan sebuah “marriage of convenience” (kawin demi keuntungan) bagi masyarakat tersebut, kecuali demi mencapai tujuan baik. Jika anda menikahi seorang wanita, apakah anda wajib melakukan sex 90 kali sehari ? Apakah anda sebagai Jaksa memiliki bukti absolut bahwa Terdakwa menikah hanya karena alasan seksual dan tidak ada alasan lain ?

Saya tidak dapat membuktikan bahwa ia tidak melakukannya, namun andapun tidak dapat membuktikan bahwa ia melakukannya. Anda mungkin akan menyampaikan sumber2 yang menggambarkan daya seksualnya sebesar sekian banyak lelaki dan bahwa ia mengunjungi setiap rumah setiap malam, namun apakah anda memiliki FOTO2 kegiatan seksual tersebut ? Bagaimana dengan para akademisi muslim ? Anda memiliki bukti mendetail bahwa setiap perkawinannya merupakan pelampiasan nafsu seksualnya ? Apakah anda tidak memungkinkan adanya alasan lain, seperti perlindungan sang wanita ?

Anda memberi segala macam teori dan menunjukkan sejumlah buku dan sumber dan mengatakan bahwa saya hanya memaklumi, padahal tidak.
Saya meminta anda menunjukkan bukti bahwa kesemua 13 perkawinan itu tidak memiliki alasan sosial lain kecuali alasan yang anda sebutkan diatas. Bahkan jika 300 akademisi-pun mengatakannya, mereka masih belum dapat meyakinkan saya bahwa sex terlibat dalam setiap perkawinan.

Karena tidak adanya foto album dan video 1400 tahun lalu, saya dianggap sebodoh itu menyimpulkan bahwa 13 perkawinan pasti menghasilkan 13 ejakulasi dalam 8 jam. Jika anda membaca kesemua teks dan menyimpulkan adanya nafsu seksual, anda boleh2 saja. Namun saya juga bisa membaca sumber yang sama dan menyimpulkan bahwa ada berbagai macam cara pandang terhadap hal ini.

Point saya adalah bahwa urusan tempat tidur jarang diungkapkan. Dan sebuah perkawinan tidak otomatis memiliki elemen2 yagn anda sebutkan itu. Saya membaca referensi tentang perkawinan Terdakwa dan dengan menggunakan kata2 yang sama saya bisa mengambil kesimpulan lain dalam batas2 logika.

Namun jika anda bersikeras bahwa Terdakwa gila sex, maka jawaban saya adalah:

Lihatlah jaman sekarang di AS; jutaan lelaki meniduri 8 sampai 10 wanita. Banyak anak muda memulai kegiatan seksual pada usia 15 atau 16, dan pada saat mereka berusia 60, sudah pasti meniduri banyak perempuan. Di AS ini tidak lagi dianggap aneh atau tidak bermoral.
Bahkan para politisi yagn memegang posisi tinggi sekarang dan kode moral mereka tidak dipertanyakan, kalaupun mereka pernah tidur dengan 30 wanita sepanjang hidup mereka. Bahkan Bll CLinton terjerat dalam nafsu, tetapi itu tidak menghalangi orang untuk tetap memilihnya sebagai presiden.

Bahkan presiden2 lain juga tidak memiliki kesulitan memisahkan maslah wanita dengan urusan negara. Lihatlah kelakuan JFK yang tidak pernah disembunyikan namun ia tokoh yang paling dihormati sampai sekarang.

Anda juga mengajukan keberatan atas perkawinannya pada usia tinggi
(khususnya menyangkut Aisha) dalam konteks itu pula. Pihak Pembela menganggap hal ini sangat aneh, mengingat kebebasan seksual dan kemajuan medis negara2 barat. Pembela mengajukan “Viagra” sebagai salah satu bukti, yagn dipakai sekarang untuk memperpanjang siklus seksual lelaki2 berusia. Jadi kalau Terdakwa ingin menikmati sex pada usia diatas 50’s, mengapa ia sampai diseret ke pengadilan ?

Jadi menurut Mr. Sina, siapapun diatas 50 tahun yn ingin mengadakan sex dalam perkawinan adalah tidak bermoral ? Perbedaan usia antara suami dan isteri bukan ditetapkan oleh pihak Jaksa, namun oleh Jury.

Jika Jaksa menganggap jijik perkawinan seorang lelaki berumur 50 tahun dgn perempuan berumur 20, maka Pembela berhak meminta Jaksa agar mengeluarkan sebuah deklarasi untuk menyatakan sikapnya ini. Jika suatu saat Jaksa ingin menunjukkan kesalahan Terdakwa, maka Pembela dapat menggunakan deklarasi Jaksa ini sebagai bahan pembelaan:

“Saya, Ali Sina, dengan ini menyatakan bahwa adalah tidak pantas untuk seorang lelaki berumur 50 tahun-lebih mengadakan hubungan sex atau memiliki rasa cinta bagi seorang wanita, tua ataupun muda, kapanpun. Dan jika lelaki itu terbukti melakukan poligami atau menikah lebih dari sekali atau memiliki nafsu seksual macam apapun bagi siapapun, lelaki atau perempuan, maka ia dinyatakan “defisien” dalam segala hal lain, akibat menunjukkan keinginan normal untuk melakukan hubungan sex tsb.

Saya juga menyatakan bahwa adalah melanggar norma apapun dan kapanpun bagi seorang lelaki berusia lanjut untuk menikmati tubuh isterinya dalam rumahnya. Jika orang macam itu terbukti melakukan hal diatas maka ia saya anggap tidak mampu memimpin bangsa, perusahaan atau sekelompok orang, karena memiliki kode moral defisien, tidak pantas diberi perhatian atau memang tidak waras.

Pernyataan ini akan berlaku kepadan setiap orang, bangsa, kapanpun dan bagi siapapun yang menganggap diri nabi. Saya juga menyatakan bahwa setiap presiden AS, kapanpun, kalau terbukti melakukan hubungan sex dalam usia lanjut akan di-impeach oleh Kongres dan dinyatakan tidak waras.

Jika sex dilakukan dengan seorang budak yang usianya tidak akan saya sebutkan, karena masyarakat tidak memiliki definisi kedewasaan, maka orang ini akan dianggap tidak pantas secara moral.

Sebagai pemimpin missi ini, saya juga mendeklarasikan bahwa siapapun yang setuju dengan missi saya ini dan berusia lebih dari 50 tahun dan
mengadakan sex dengan isteri atau isteri2nya tidak lagi dianggap bagian dari missi ini atas dasar tidak bermoral. Jika orang berusia diatas 50 tahun itu menikah lebih dari 3 kali, oleh FFI ia akan dinyatakan tidak waras. Mengingat missi ini adalah untuk menghukum seseorang yang hidup 1400 tahun lalu karena menikahi banyak wanita dan aktif secara seksual setelah usia 50, maka tidak akan ada missionary FFi yang akan menunjukkan sikap moral yang serupa.”

Tentu sekarang anda akan mengatakan bahwa seorang nabi diatas ini dan harus memiliki kekuatan moral dengan menolak sex atas nama tuhan. Namun, saya tanya kembali MENGAPA ? Apa hubungan orientasi seksual orang atau nafsu seksualnya atau keinginannya memiliki bebagai wanita dengan kemampuannya sebagai pemimpin ?

Apa yang membuat anda meragukan kemampuan kepemimpinan Terdakwa karena alasan kepemilikian 13 isteri ?

Apakah anda tidak melakukan double standard ? Seorang pempimpin sekarang boleh memiliki hubungan diluar perkawinan namun seorang pemimpin 1400 tahun lalu tidak boleh menikmati sex ?

Oleh karena itu Pembela menyerahkan kasus kepada Jury.

Saya meminta Jaksa agar memandang kasus ini secara obyektif. Namun jika anda dari mula sudah menetapkan sikap terhadap Klien saya, dan tidak ada logika yang dapat menyadari anda, maka saya sudah melakukan tugas saya. Saya bahkan tidak menggunakan sumber2 dari Quran atau Hadis atau akademisi lain. Saya hanya menyampaikan analisa sepenuhnya berdasarkan common sense (logika). Jika anda ingin mengejek Terdakwa dan kini ingin mendakwa Klien saya, maka commonsense kami tidak pernah akan ketemu.

Oleh karena itu saya akan meminta Jury mengambil keputusan yang adil, obyektif sehubungan degnan tuduhan polygamy, pedophilia dan aktivitas seksual yagn dinyatakan Pembela sebagai sikap normal yang terdapat dalam kebanyakan pria di kebanyakan negara. Jika mengingat alasan saya diatas anda masih juga tidak sanggup, maka saya rasa kita harus setuju untuk tidak setuju.

Ketahuilah bahwa saya tidak meminta anda untuk menerima ideologi Terdakwa. Jika anda menganggap Terdakwa bersalah, melanggar kode moral, maka anda juga bertanggung jawab. Oleh karena itu pembaca diminta untuk memandang hal sesuai dengan perspektif.

Seperti kata pepatah: “Kalau anda tidak setuju dengan isi pesan, jangan tembak sang pemberi pesan” (“If you do not agree with the message, don’t shoot the messenger” )

Terima kasih.
R Shahzad
——————————————————————– ————

DARI A SINA
Yth Mr. Shahzad,

Anda ternyata tidak juga mengerti masalah yang dibahas dalam pengadilan ini. Saya TIDAK menuduh Klien anda karena ia mahluk seksual. Semua umat manusia adalah mahluk seksual sebagaimana kita juga mahluk intelek dan spiritual. Sex memang salah satu fungsi manusia. Sex menjamin kelangsungan species. Sex juga merupakan hubungan erat antara lelaki dan perempuan yang bersama2 bertanggung jawab atas generasi berikutnya.

Saya menuduh Klien anda karena KELAKUAN SEKS TIDAK SENONOH, TIDAK BERMORAL, TIDAK PATUT DAN melakukan HUBUNGAN SEKS SERAMPANGAN DILUAR PERKAWINAN.

CONTOH !!!

1) SEX DGN PEMBANTU

Mariah adalah pembantu Hafsa. Hafsa adalah puteri Omar dan salah satu isteri Muhamad.

Suatu hari Muhamad mengunjungi rumah Hafsa dan setelah melihat Mariah, pembantunya, ia langsung nafsu dan disitu juga ia memutuskan untuk menidurinya. Ia menyutuh Hafsa pergi ke rumah Omar dgn dalih (baca: nabi membohong) bahwa ayah Hafsa memanggilnya. Pada saat Hafsa keluar rumah, Muhamad mengajak Mariah ke tempat tidur dan mengadakan hubungan sex. Sementara itu Hafsa, yang kecewa karena ayahnya tidak memanggilnya, sampai di rumahnya dan memergoki suaminya di pelaminan dengan pembantunya.

Muhamad, ketika kepergok main dgn pembantu …
Hafsa menjadi histeris, melupakan status suaminya dan berteriak2 sampai mengundang perhatian orang lain. Sang nabi memohon agar ia tenang, agar tidak membeberkan rahasia ini kepada siapapun dan berjanji tidak lagi akan meniduri Mariah.

Hafsa tidak dapat menahan diri, menceritakan semuanya kepada Aisha yang akhirnya juga menentang sang nabi dan bersama isteri2 lainnya membuatnya pusing kepala.

Sehingga akhirnya sang nabi memutuskan untuk menghukumi mereka semua dengan tidak meniduri siapapun diantara mereka selama satu bulan. Menahan sex dari isteri adalah tahap kedua hukuman dalam Quran. Langkah pertama adalah menegur/memperingatkan mereka. Langkah ketiga adalah PUKULI mereka. Q.4:34.

Namun tidak melakukan hubungan sex dengan semua isterinya juga merugikan sang nabi. Bagaimana mengatasi hal ini ? Nah, datanglah “Allah”, teman setianya itu dengan wahyuNya (Surah Tahrim), membebaskan Muhamad dari kesengsaraan harus hidup tanpa sex selama sebulan :

Inilah teks surah yang konyol tersebut:Q. 66:1-5.

http://www.pesantrenvirtual.com/index.p … &surano=66
66. 1. Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah halalkan bagimu; kamu mencari kesenangan hati isteri-isterimu?

66. 2. Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepadamu sekalian membebaskan diri dari sumpahmu [1487] dan Allah adalah Pelindungmu dan Dia Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

66. 3. Dan ingatlah ketika Nabi membicarakan secara rahasia kepada salah seorang isterinya (Hafsah) suatu peristiwa. Maka tatkala (Hafsah) menceritakan peristiwa itu (kepada Aisyah) dan Allah memberitahukan hal itu (pembicaraan Hafsah dan Aisyah) kepada Muhammad … Maka tatkala (Muhammad) memberitahukan pembicaraan (antara Hafsah dan Aisyah) lalu (Hafsah) bertanya: “Siapakah yang telah memberitahukan hal ini kepadamu?” Nabi menjawab: “Telah diberitahukan kepadaku oleh Allah yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

66. 4. … dan jika kamu berdua bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka sesungguhnya Allah adalah Pelindungnya …

66. 5. Jika Nabi menceraikan kamu, boleh jadi Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan isteri yang lebih baik daripada kamu, yang patuh, yang beriman, yang ta’at, yang bertaubat, yang mengerjakan ibadat, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan.

Komentar:
Walaupun Muhamad berjanji pada Hafsa agar tidak melakukan hubungan sex dengan pembantunya, ia tidak dapat menahan godaan nafsu. Apalagi setelah ia bersumpah tidak akan tidur dengan semua isterinya selama sebulan. Situasi memang benar2 sulit, namun tidak ada yang IMPOSSIBLE jika anda seorang rasulallah.

Dalam Surah Tahrim, Allah mengijinkan nabi kesayangannya itu untuk melanjutkan hubungan seksualnya dan mengacuhkan isteri2nya. Memang enak jadi rasulallah. :evil: Allah begitu mempedulikan kepuasan seksual Muhamad sampai Ia mengijinkan SEMUA LELAKI agar melupakan janji/sumpah mereka. Subhanillah ! Allah benar2 AKBAR !

Perlu diperhatikan disini bahwa setelah Muhamad mengetahui dari Aisha bahwa Hafsa membongkar rahasianya kepada Aisha, Muhamad jgua membohongi Aisha dengan mengatakan bahwa Allah yang memberitahu Muhamad akan kelakuan Hafsa (membuka rahasia) itu. Padahal Aisha yang memberitahukannya kepada Muhamad. Luar biasa !

Aisha, yang muda, cantik, lagi pintar itu, bereaksi terhadap surah diatas. Ia dilaporkan sebagai mengatakan kepada Muhamad,

“Allahmu memang selalu segera datang membantumu!

Menjelaskan Surah Tahrim (66) diatas itu, Omar dilaporkan sebagai mengatakan:

Bukhari Volume 3, Book 43, Number 648:

Rasulullah tidak mendatangi isteri2nya karena rahasia yang diberitahu Hafsa kepada Aisha, dan ia mengatakan tidak akan mendatangi isteri2nya selama satu bulan karena ia marah pada mereka ketika Allah menegurnya.

Cerita ini pasti memalukan bagi pengikut Muhamad sehingga mereka mebuat hadis2 lain untuk menjelaskan surah yang sudah dijelaskan oleh Omar.

Sahih Muslim Book 009, Number 3496 & 3497:

Aisha meriwayatkan bahwa Rasulullah (saw) menghabiskan waktu dengan Zainab dari Jahsh dan meminum madu dirumahnya. Aisha kemudian mengatakan: ‘Saya dan Hafsa setuju bahwa siapapun diantara kami yang dikunjungi Rasululah terlebih dahulu akan mengatakan kepadanya : mengapa kami mencium bau Maghafir (cairan pohon mimosa) dari tubuh anda.’

Ketika Rasulullah mengunjungi salah satu dari mereka sang isteripun menanyakan hal tsb. Rasulullah menjawab : ‘Saya mencicipi madu dirumah Zainab bint Jahsh dan tidak akan melakukannya lagi. ”

Jadi maksud Sahih Muslim ini ; bukannya SEKS yang dimaksudkan Allah dalam wahyu Surah 66:1(“Apa yang Allah halalkan bagimu“) melainkan MADU !

Eksistensi hadis2 diatas dan perbedaannya dengan riwayah Omar jelas menunjukkan fakta bahwa pengikut Muhamad siap berbohong (seperti banyak Muslim sekarang) demi menyelamatkan nama baik nabi. Sangat bodoh kalau kami menerima alasan meminum madu untuk membenarkan surah2 diatas. Madu tidak meninggalkan bau tidak enak. Juga aneh jika insiden kecil menyangkut bau madu sampai mengakibatkan keributan dalam rumah tangga nabi sampai ia tega mengancam menceraikan isteri2nya atau menghukum mereka dengan no-sex selama sebulan.

Dan apakah insiden kecil dengan madu sampai harus menyusahkan sang Pencipta Alam Semesta sampai harus campur aduk dalam keributan perkawinan nabinya dan mengancam isteri2nya dengan perceraian ? Bukankah lebih pantas jika madu yang dimaksudkan adalah madu diantara paha Mariah ?

2) KEPINGIN SEX DGN WANITA DARI BANI JAUN

Rendahnya standar moral dan etika Terdakwa bisa dibuktikan lagi dari cerita2 hidupnya. Seperti yang berikut ini : :

Bukhari Volume 7, Book 63, Number 182:
Diriwayahkan Abu Usaid:

Kami pergi dengan nabi ke sebuah taman yagn disebut dengan
Ash-Shaut …. nabi memasuki taman tersebut. Wanita dari Bani Jaun sedang menginap dalam rumah milik Umaima bint An-Nu’man bin Sharahil di taman tersebut. Ketika nabi memasuki rumahnya ia mengatakan kepadanya “Serahkan dirimu kepada saya sebagai hadiah“, katanya. Sang wanita mengatakan “Apakah seorang puteri raja dapat memberikan dirinya kepada orang biasa ?”

Nabi mengangkat tangannya dan menyentuhnya guna menenangkannya. Sang wanita mengatakan “Saya meminta Allah perlindungan dari dirimu.” Kata nabi, “Kau telah mencari perlindungan kepada Ia yang memberikan perlindungan.”

Lalu nabi datang kepada kami dan mengatakan, “O Abu Usaid! Berikan dirinya 2 gaun putih dan biarkan ia kembali kepada keluarganya.”

Apakah Muhamad belum juga cukup wanita ? Apakah ia harus MENGGENJOTI setiap wanita cantik yang ia temui ?

Perhatikan juga sifatnya. Suatu saat ia termakan nafsu dengan meminta pemilik rumah agar “menyerahkan dirinya sebagai hadiah“, dan ketika ditolak ia menjadi kasar dan mengangkat tangannya utnuk memukulinya. Dan setelah mengadu ke Allah, sang nabi gadungan itu sadar, merasa bersalah atas kelakuannya itu dan memberi kompensasi kepada korbannya dengan cara menyuapnya dengan hadiah.

Inikah profil seseorang yang STABIL SECARA MENTAL ?

SAYA TEGASKAN SEKALI LAGI KEPADA PIHAK PEMBELA :
Saya tidak menuduh Terdakwa karena menyukai wanita, saya menuduh Terdakwa karena melampiaskan nafsunya pada wanita menikah secara paksa, tidak patut dan tidak senonoh. Saya menuduh Terdakwa karena kesediaannya melakukan apapun demi pelampiasan nafsunya.

3. NAFSU KPD ZAINAB

Satu lagi cerita skandal tentang nafsu dan imoralitas Muhamad seperti dilaporkan dalam Kitab al Tabaqat.

Diriwayatkan Muhammad Ibn Yahya Ibn Hayyan,

“Rasulullah mendatangi rumah Zaid … Zainab Binti Jahsh menghampirinya, mengenakan gaun rumah tipis, namun Rasulullah memalingkan muka darinya. Zainab mengatakan, ‘Ia tidak disini, Rasulullah, tapi silahkan masuk …” Rasulullah menolak.

Ketika Zaid pulang, Zainab melaporkan kedatangan Rasulullah. Zaid bertanya, ‘Kau mengijinkanya masuk, bukan?’ Zainab menjawab, ‘Saya tawari namun ia menolak. Ia mengatakan, ‘Ia tidak mengatakan apa2 ?’ Zainab mengatakan, `Ketika ia pergi ia mengatakan sesuatu namun bagi saya kurang jelas. Katanya, “Terpujilah Allah yang mengarahkan hati manusia.”

‘Zaid pergi menemui Rasulullah dan mengatakan, ‘O Rasulullah, saya mendengar anda pergi ke rumah saya. Mengapa anda tidak masuk ? Mungkin anda menyukai Zainab. Saya bisa meninggalkannya.’
Rasulullah mengatakan, ‘Pertahankanlah isterimu.’
Zaid mengatakan, ‘O Rasulullah, saya akan meninggalkannya.’
Rasulullah mengatakan, ‘Tetaplah bersama isterimu.’
Ketika Zaid meninggalkan Zainab, Zainab mengucilkan diri dan menghabiskan masa Iddah-nya.

Sementara Rasulullah duduk dan bicara dengan A´isha, ia kesurupan (kemasukan wahyu) dan ketika sembuh ia tersenyum dan mengatakan, ‘Siapa akan pergi ke Zainab dan memberikannya kabar baik bahwa Allah menikahkannya kepada saya di surga ?’”
(Tabaqat, 8:101-102).

Saudara sekalian, pada saat itu Muhamad SUDAH memiliki 4 isteri: Sawda, Aisha, Hafsa dan Umma Salama. Namun dengan meningkatnya kekuasaannya ia semakin yakin dan lihai mencuci otak pengikutnya agar menerima segala kelakuannya yang tidak patut sekalipun sehingga ia tidak lagi merasa harus mengendalikan diri. Namun tetap saja banyak orang Arab, termasuk pengikutnya, kaget dan mempertanyakan kelakuannya. Maududi menjelaskan:

“Begitu perkawinan disetujui, terjadi propaganda besar2an melawan Rasulullah. …Mereka menggunakan alasan perkawinan ini sebagai cara untuk mengakhiri superioritas moral nabi yang sebenarnya kunci kuasa dan kesuksesannya. Karena itu, dibuatlah cerita2 bahwa Muhamad jatuh cinta kepada isteri puteranya dan ketika puteranya tahu, ia menceraikan isterinya dan ayahnya kemudian menikahi bekas isterinya.”

Seperti dapat dilihat oleh Jury, Muhamad BAHKAN MENARUH NAFSU PADA ISTERI PUTERANYA SENDIRI. Ia berpura2 mendapat wahyu dari Allah bahwa Ia sudah menikahkan mereka di surga, sehingga ia menguasai Zainab dalam sekejap. Riwayah ini menunjukkan bahwa motifnya tidak lain selain NAFSU.

Aisha mengatakan, “Saya mendengar banyak tentang kecantikannya dan bagaimana Allah menikahkannya dengan di surga. Dan saya katakan, ‘Sudah pasti ia akan menyombongkan dirinya pada kita.”( Tabaqat, 8:101-102).

Nah, pada saat inilah surah yang terkenal dengan nama Tabir diturunkan. Q33:53

Diriwayahkan oleh Sulaiman Ibn Harb, mengutip Hammad Ibn Zaid, mengutip Ayyub Ibn Abi Qulaba bahwa Anas mrngatakan, “Saya paling tahu surah tabir ini. Pada malam Zainab diberikan kepada Rasulullah, ia mengadakan jamuan dan mengundang orang. Nabi ingin agar orang segera pulang karena pikirannya ada pada sang pengantin. Ia berdiri untuk memberi tahu mereka, sehingga beberapa orang pergi. Sekali lagi ia berdiri, namun beberapa tetap duduk. Ia berdiri untuk ketiga kalinya, dan baru kesemuanya pergi. Jadi ia memasuki rumahnya [dimana pengantin menunggu] dan Anas mengikutinya, namun nabi menghalanginya dengan menurunkan tabir dan mengatakan,

Hai kaum beriman ! Jangan memasuki rumah2 nabi, kecuali diijinkan … : namun jika kalian diundang, masuk dan setelah mendapatkan makan, segera pergi tanpa basa basi. Kelakuan ini membuat jengkel Nabi: ia malu mengusir adna namun Allah tidak malu mengatakan kebenaran. dan jika kalian meminta sesuatu dari wanita2 nabi, mintalah dari balik tabir: itu menjaga kebersihan hatimu dan hati mereka. Tidak pantas kalian membuat jengkel Rasulullah atau kalian menikahi janda2nya kapanpun setelah kematiannya. Sesungguhnya hal itu dimata Allah adalah dosa besar.

Para tamu kemudian beranjak pergi dan ia menurunkan tabir.

Lihat al-Simt al-thamin, p.110; al-Isti`ab, 40:1851; al-Isaba, 9:83.

Saya, Jaksa, mengajukan Surah 33.53 seperti dikutip diatas sebagai bukti bagaimana Terdakwa memanfaatkan Allah bagi kepuasan nafsunya dan keinginan egoistiknya.

Betapa bodohnya orang untuk percaya bahwa sang Pencipta Alam Semesta ini begitu khawatir tentang nabinya sampai menurunkan wahyu agar orang jangan memasuki rumahnya tanpa undangan atau agar orang segera meninggalkan rumahnya setelah menikmati santapan dan jangan sampai anda membuat jengkel nabi Saya karena SAYA, Pencipta Alam Semesta, mengatakan kepadamu bahwa nabi Saya malu2 ?

Sosok Terdakwa ini tukang tipu jitu. Ia menciptakan sebuah cult untuk membohongi orang. Namun ia bukan saja pembohong melainkan MONSTER. Dalam sejarah dunia sulit menemukan seseorang sebejat dirinya. Oleh karena itu saya memohon Jury agar menyatakan Terdakwa bersalah karena KELAKUAN SEKS TIDAK SENONOH, TIDAK BERMORAL, TIDAK PATUT DAN melakukan HUBUNGAN SEKS SERAMPANGAN DILUAR PERKAWINAN.

Saya memohon agar saudara2 Muslim saya membuka mata mereka. Terdakwa BUKAN Rasulullah. Ia bohong. Bukti2 sangat kuat. Sangat bodoh bagi kita untuk percaya bahwa orang2 berkuasa tidak perlu mematuhi hukum. Mereka malah yang pertama yang harus mematuhi aturan moral dan etika. Tuhan tidak sebegitu sadis sampai mengirimkan orang dengan moralitas yang sedemikian rendah sebagai rasulNya.
Terdakwa Muhamad tidak menunjukkan contoh baik. Ia bukan orang yagn patut dihormati. Ia tidak memiliki moral ketuhanan.

Saya mendesak anda untuk mengutuk Mohamad, mengambil alih jiwa dan raga anda dari cengkramannya.

Jika Tuhan dan Setan memang ada, maka Allah tidak lain dari Setan dan Muhamad rasulnya. Tuhan asli tidak mungkin bersikap seperti Setan. Selamatkan ragamu kawan, dan sebarkan pesan ini keseluruh dunia sebelum Setan dan rasulnya, Muhamad, menghancurkannya.

END OF PART VII
http://www.faithfreedom.org/debates/Shahzad8.htm

BAGIAN VIII
Misogyny : Kebencian terhadap wanita
Umat manusia vs. Muhammad bin Abdallah
Dec. 7, 2003

Terdakwa : Muhammad bin Abdallah
Diwakili oleh Pembela : Raheel Shahzad

Pendakwa: Umat Manusia (Dunia non-Muslim)
Jaksa : Ali Sina

Jury: Pembaca FFI

—————————————————————– —————

Pihak Pembela sayangnya tidak memberi bantahan atas tuduhan Jaksa dalam bagian ini.

Jaksa : Ali Sina

Dalam sesi ini tuduhan Jaksa terhadap Terdakwa adalah misogyny.
Jaksa menyatakan bahwa Terdakwa:

- merendahkan derajat wanita,

- dan bahwa kaum wanita, sebelum kekuasaan Terdakwa di tanah Arab dan di negara manapun yang jatuh dibawah kekuasaan Islam, menikmati jauh lebih banyak kebebasan dan hak daripada dalam masyarakat ciptaan Terdakwa.

-Tuduhan saya BUKAN bahwa Mr. Muhammad bin Abdallah (almarhum) tidak memberikan cukup banyak hak kepada wanita, namun bahwa ia MERAMPAS segala hak yang dimiliki wanita dan menjadikan mereka warga kelas dua, yang tergantung dan berada dibawah kekuasaan lelaki.

-Ia memberlakukan perbudakaan berdasarkan jenis kelamin dan merendahkan status mereka sejajar dengan harta benda dan binatang. Tidak ada satu masyarakatpun dalam sejarah bangsa apapun, wanita begitu terhina dan direndahkan seperti dalam sejarah Islam.
Islam adalah agama misogynist par excellence.

1) Status Wanita Arab SEBELUM Islam lebih tinggi

Sayangnya kaum muslim tidak meninggalkan jejak literatur Arab masa pra-Islam. Mereka menganggap era ini sebagai era Jahilyah (era kegelapan) dan oleh karena itu membakar, menghancurkan setiap bukti sejarah. Oleh karena kami hanya tergantung dari sumber2 Islam. Namun dari sumber2 yang memberikan gambaran se-cuil-pun tentang era tsb kita sudah bisa menyimpulkan bahwa wanita sebelum Islam memiliki jauh lebih banyak hak.

Mari kita mulai dengan Khadijah isteri pertama Muhamad. Wanita ini janda, tidak memiliki suami namun tetap dikenal sebagai wanita kaya dan memiliki bisnis sukses dan bahkan mempekerjakan lelaki, termasuk Terdakwa. Ini saja menunjukkan bahwa pada jaman itu wanita memiliki bisnis sendiri dan kaum lelaki Quraysh tidak menganggap seorang boss wanita merendahkan kaum lelaki. Seperti dilaporkan hadis, adalah Khadijah yang melamar Muhammad.

Ini satu lagi bukti tingkat kebebasan yang dinikmati wanita Arab dalam masa pra-islam. Bedakan dengan masyarakat Islam sekarang, perempuan melamar lelaki dianggap taboo.

Contoh lain lagi : Hind , isteri Abu Sufyan, saudara dan musuh bebuyutan Muhammad. Dilaporkan bahwa dalam Pertempuran Uhud, Hind memimpin wanita Quraysh dengan membakar semangat kaum lelaki agar berjuang dan menghentikan agresi Muslim.

Pada saat menghangatnya pertempuran, para wanita Quraysh, dibawah pimpinan Hind, beramai2 menabuh gendang untuk mendukung para tentara. Salah satu anak buah Muhammad, Abu Dujanaj, mengatakan, “Saya melihat seseorang mendukung musuh dengan berteriak2 keras. Saya mendekatinya dan saat mengangkat pedang untuk membunuhnya, sekali lagi ia berteriak2 keras dan saya melihat bahwa ia seorang wanita; saya menghormati pedang Rasululah dan merasa mubazir untuk menggunakannya melawan wanita.” Wanita itu adalah Hind. [1]

Contoh lain wanita memimpin lelaki dalam pertempuran adalah Aisha isteri termuda Muhammad yang setelah kematian Muhamad memimpin tentara muslim melawan Ali dalam pertempuran yang dikenal sebagai pertempuran Jamal (Camel).

Ada juga contoh Asma bt. Marwan, wanita Yahudi penulis sajak dari Medinah yang atas suruhan Terdakwa dibunuh karena menulis sajak2 menentang Terdakwa. Kenyataan bahwa Terdakwa khawatir akan pengaruh tulisan Asma kalau2 sampai menghancurkan karir Terdakwa sebagai rasulullah adalah satu lagi bukti bahwa dalam budaya pra-Islam, kaum Arab menghormati, mendengarkan nasehat dan membiarkan diri mereka dipengaruhi oleh wanita. Wanita saat itu tidak dianggap bodoh atau kurang tingkat intelektualnya (deficient in intelligence) seperti kemudian ditetapkan Quran.

Contoh paling nyata akan status tinggi wanita sebelum Islam adalah fakta bahwa pada jaman Muhamad, bahkan ada wanita yang menyatakan diri sebagai nabi dan memiliki banyak pengikut. Sekarang, jangankan nabi, bahkan menjadi Imam-pun tidak mungkin bagi wanita. Tetapi anehnya justeru wanita Islam-lah yang merupakan apologis/pemaklum terbesar status rendah mereka dan sepenuhnya menerima penghinaan mereka oleh Islam.

Sebagai bukti (A) Jaksa menyampaikan hadis dimana disebutkan bawha teman dekat Terdakwa, Muhammad Umar b. Khattab yang akhirnya menjadi khalif kedua, mengeluh bahwa perempuan Muslim mempelajari “kebiasaan buruk” emansipasi dan kebebasan dari kaum wanita Medinah dan bahwa Rasululah harus melakukan sesuatu.

Cerita ini terjadi pada saat Terdakwa sedang menjalani affairnya dengan Mariah, yang juga pembantu isterinya, Hafsa. Terdakwa ribut dengan semua isterinya karena mereka mengeluh akan kelakuannya yang tidur sana-sini dan Terdakwa mengancam akan menceraikan mereka semua.

Terdakwa sedang duduk dirumahnya ketika Umar mengunjunginya. Umar kemudian meriwayahkan:

“Kami, rakyat Quraish, dulunya memiliki kekuasaan atas wanita, namun setelah kami hidup dengan kaum Ansar [Muslimin dari Medina], kami melihat bahwa wanita Ansar memiliki kuasa atas kaum lelaki, sehingga wanita kami mulai mengikuti contoh mereka. Suatu hari saya berteriak kepada isteri saya dan ia malah membalas dengan membayar saya dengan uang logam dan saya tidak suka bahwa ia menyahuti saya. Isteri saya mengatakan, ‘Mengapa kau tersinggung jika saya menegurmu ? Demi Allah, para isteri Nabi menegurnya, dan akibatnya mereka bahkan tidak boleh berbicara padanya sehari penuh sampai malam.’

Apa yang dikatakannya, membuat saya takut dan saya mengatakan, ‘Siapapun dari mereka yang berbbuat demikian akan mengalami rugi besar.’ Lalu saya pergi ke Hafsa dan bertanya, ‘Apakah kalian membuat marah Rasulullah sepanjang hari sampai malam ?’ Ia menjawab iya. Saya mengatakan, ‘Kau adalah orang yang kalah dan hancur (dan tidak pernah akan mendapat sukses) ! Apakah kau tidak takut bahwa Allah akan membalas kemarahan rasulNya dan akibatnya kau akan dihancurkan ? Jangan meminta terlalu banyak dari Rasulullah, dan jangan menegurnya ataupun mengacuhkannya. … jangan tergoda untuk mengikuti contoh tetanggamu (Aisha) karena ia (Aisha) lebih cantik darimu dan lebih dicintai Rasulullah ….”

“AKhirnya, saya menghampiri nabi dan melihatnya berbaring diatas tikar … Saya menyalaminya dan sambil berdiri mengatakan “Apakah anda menceraikan isteri2 anda ?’ Ia menjawab tidak. Saya kemudian berkata: “Dengarkanlah Hai Rasulullah! Kami, rakyat Quraish dulu memiliki kuasa atas wanita kami, dan setelah kami tinggal diantara mereka yang membiarkan wanita mereka menguasai mereka …”

‘Umar menceritakan seluruhnya tentang isterinya. “Kemudian Nabi tersenyum.” ‘Kata Umar kemudian, “Saya lalu mengatakan, ‘Saya menemui Hafsa dan mengatakan kepadanya: Jangan mengikuti contoh temanmu (‘Aisha) karena ia lebih cantik dan lebih dicintai Nabi.’ Rasulullah tersenyum kembali.” [2]

Hadis diatas cukup jelas. Rakyat Mekah lebih picik dari orang2 Arab lainnya. Sering orang dalam komunitas agama lebih ekstrimis dan misoginis dari rakyat yang hidup di kota2 besar yang kurang religius.
Namun nampaknya Umar dan Muhamad ini lebih picik dari orang Mekah pada umumnya. Dengan kata lain, mereka yang paling picik (maha picik) dari yang picik. Sementara kebanyakan orang Mekah tidak pusing mendengarkan ocehan wanita atau menerima otoritas boss wanita, kedua orang ini menganggap emansipasi wanita sebagai hal tidak pantas dan harus dihancurkan.

2) Jilbab diusulkan Umar dan diterima Allah

Terdakwa yang berusia lanjut–takut kalau2 lelaki muda lain menaksir isteri2nya yang muda dan cantik dan “menyentuh” mereka– memerintahkan agar isteri2nya menutupi tubuh dan wajah mereka. Tentu dengan pertolongan wahyu berikut ini :

[Q 33:59] Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.

Umar menjelaskan bagaiman surah diatas “turun” karena permintaannya.

“Allah setuju dengan saya (‘Umar) dalam 3 hal … (2) dan mengenai penutupan tubuh wanita, saya mengatakan ‘Wahai Rasululllah ! Saya ingin anda memerintahkan isteri2 anda agar menutupi diri dari lelaki karena orang baik maupun buruk berbicara kepada mereka .’ Akhirnya diturunkan surat tudung bagi wanita diturunkan.” [3]

Tidakkah aneh bahwa Pencipta Alam Semesta menunggu usul salah satu ciptaanNya untuk menurunkan peraturan bagi manusia ? Umar dengan lugu menyombongkan diri bahwa Allah setuju dengannya. Namun, tidak semua teman Terdakwa sebodoh Umar. Abdullah ibn Sarh lebih pintar dari Muhamad. Ia meninggalkan Muhamad dan Islam setelah ia melihat bahwa Allah sering mengganti2 wahyuNya dan terus mengupayakan perbaikan surah. Namun ini topik lain. Yang penting bagi kita disini adalah fakta bahwa kaum wanita jaman pra-Islam tidak mengenakan tutup tubuh dan wajah seperti dipaksakan kepada
wanita Islam sekarang. Tutup tubuh wanita ini timbul karena perasaan rendah diri Muhamad, karena sebagai orang berusia lanjut ia takut kalau2 haremnya, wanita2 cantik dan muda, dicuri lelaki lain.

Ketakutan orang tua ini tercermin dalam surat2 yang “katanya” datang dari mulut Allah.

[Q 33:30] Hai istri-istri Nabi, siapa-siapa di antaramu yang mengerjakan perbuatan keji yang nyata, niscaya akan dilipat gandakan siksaan kepada mereka dua kali lipat. Dan adalah yang demikian itu mudah bagi Allah.

[Q 33:31] Dan barang siapa di antara kamu sekalian (istri-istri Nabi) tetap taat pada Allah dan Rasul-Nya dan mengerjakan amal yang saleh, niscaya Kami memberikan kepadanya pahala dua kali lipat dan Kami sediakan baginya rezeki yang mulia.
http://www.kuran.gen.tr/?x=s_main&y=s_m … =21&sid=33

Muhamad sering memperingatkan isteri2nya agar tidak menarik perhatian lelaki lain dan menutupi tubuh dan wajah mereka agar tidak menjadikan diri mereka obyek nafsu lelaki.

[Q 33:32] Hai istri-istri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik…

[Q 33:33] … dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.

Disini terlihat jelas bahwa wanita jaman pra-Islam dapat keluar rumah tanpa tutup tubuh atau wajah dan memamerkan diri. Sekarang, wanita Muslim—menunjukkan rambut atau lengan dari dalam mobilnya sendiri bisa diseret keluar dan dihajar polisi moral Islam di negara2 seperti Iran dan Saudi Arabia seperti juga di Afghanistannya Taleban. Hanya sedikit negara2 Islam yang mengijinkan wanita keluar rumah, apalagi dengan “berhias dan bertingkah laku spt Jahiliyah”.

3) Lelaki adalah Pemelihara Wanita dan lebih Superior dari Wanita.

Terdakwa tidak hanya merampas kebebasan wanita untuk berpakaian namun ia menaklukkan mereka dibawah lelaki dan tergantung lelaki. Ini katanya :

[Q 4:34] Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). …

Surah/surat diatas merendahkan wanita sejajar dengan binatang piaraan, memberikan lelaki kuasa untuk memeliharanya bak onta atau keledai.
Anehnya, Terdakwa TIDAK SADAR, ketika ia masih miskin dulu, ADALAH ISTERINYA, SANG BUSINESS-WOMAN KHADIJAH, yang memeliharanya ! Terdakwa juga lupa bahwa dulu ia hidup dari kocek Khadijah.

Dalam surah ini Muhamad secara tegas menunjukkan bahwa lelaki memiliki derajat kemampuan lebih tinggi dari wanita.

[Q2:228] Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang makruf. Akan tetapi para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada istrinya.

Terdakwa berupaya sekeras mungkin agar membuat wanita takluk pada suami. Menurutnya, wanita yang tidak mematuhi suami akan ke neraka.

Terdakwa mengatakan:
“Saya juga melihat Api Neraka dan saya tidak pernah melihat pandangan mengerikan macam itu. Saya melihat kebanyakan penduduknya adalah wanita.” Orang2 bertanya, “Ya rasul ! Mengapa ?” Nabi mengatakan,
“Karena mereka tidak tahu rasa terima kasih.” Ditanya apakah mereka tidak tahu rasa terima kasih terhdp Allah. Nabi menjawab, “Mereka tidak berterima kasih kpd pasangan hidup (suami2) dan tidak berterima kasih pada kelakuan baik. Kalau kalian baik terhdp salah satu dari mereka selama hidupmu dan jika ia (wanita) melihat sesuatu yg tidak disukainya dalam dirimu, ia (wanita) akan mengatakan, ‘Saya tidak pernah mendapatkan sesuatu yg baik darimu.’ ” [8]

4) Suami bisa MEMUKUL Isteri2

Terdakwa juga memerintahkan para suami agar memukuli isteri jika tidak patuh.

[Q 4:34]Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya.

Diriyawahkan Mishkat al-Masabih :

“Surah diatas diturunkah sehubungan dengan seorang wanita yang mengeluh kepada Muhamad karena suaminya menamparinya di mukanya (yang masih ada bekas tamparannya). Pada mulanya, nabi mengatakan: ‘Balaslah suamimu’, namun kemudian menambahkan, ‘TUNGGU! Saya mau berpkir dulu.’ Setelah surah diatas diwahyukan, nabi mengatakan: ‘Kami ingin satu hal namun Allah menginginkan lain, dan apa yang diinginkan Allah adalah yang terbaik.’” [10]

Mungkin sang nabi tadinya kasihan pada wanita tersebut tetapi meningat isteri2nya sendiri yang suka mbalelo ia kemudian membuat Allah-nya mengumumkan surah yang tidak berperikemanusiaan ini, memberi lelaki hak untuk memukuli isterinya kalau membandel.

Jelas dari surah diatas, syarat seorang isteri dipukul, tidak perlu menunggu sampai si isteri tidak mematuhi suaminya. Cukup dengan adanya KEKHAWATIRAN/KECURIGAAN suami bahwa isterinya tidak patuh, tangannya berhak melayang ke tubuh isteri.

Seperti dikatakan muslimah dan penulis Canada, Irshad Manji, dalam bukunya “The trouble with Islam (hal. 34 mengenai Q4:34) :
“To deserve a beating, a woman doesn’t have to disobey anybody, a man merely has to fear her disobedience. His insecurity becomes her problem”.

(Utk memukul, tidak perlu menunggu sampai sang wanita tidak patuh. Cukup sang lelaki khawatir/curiga kalau dia tidak patuh. Jadi, rasa curiganya itu menjadi problema sang wanita)

5) Wanita baik2 tidak mengeluh jika suami memukuli mereka:

Book 11, Number 2141:
Diriwayahkan:

Iyas ibn Abdullah ibn AbuDhubab melaporkan Rasulullah (saw) sebagai megnatakan : jangan memukuli wanita2 Allah, namun ketika Umar datang pada Rasulullah (saw) dan megnatakan : Perempuan menjadi lebih berani terhadap suami mereka, IA (RASULULLAH) MEMBERIKAN IJIN UNTUK MEMUKULI MEREKA. Lalu banyak wanita datang kepada keluarga Rasulullah mengeluh tentang suami mereka. Akhirnya Rasulullah mengatakan : Banyak wanita datang kepada keluarga saya mengeluh tentang suami mereka. Mereka bukanlah yang terbaik diantara kalian.

Sang suami bahkan tidak perlu menjelaskan alasan mengapa memukuli isterinya.

Book 11, Number 2142:
Diriwayahkan Umar ibn al-Khattab:

Rasulullah (saw) mengatakan: Seorang lelaki tidak akan ditanya megnapa ia memukuli isterinya.

Terdakwa malah menuntut bahwa isteri bersujud dihadapan suaminya :

”Kalau ada orang yang saya perintahkan untuk bersujud maka saya akan memerintahkan WANITA untuk bersujud kepada suami mereka, karena hak khusus yang diberikan Allah kepada para suami. ” [11]

Muhamad sendiri memukuli isterinya.

Dalam sebuah hadis, Aisha meriwayahkan bahwa suatu malam Muhamad meninggalkan rumah mereka setelah ia menyangka Aisha sudah tidur. Diam2 ia mengikuti Muhamad dan ketika Muhamad kembali ke rumah ia menemui Aisha kehabisan nafas. Muhamad curiga dan meminta pengakuan dari Aisha dengan mengatakan jika ia menyembunyikan sesuatu para hantu akan memberitahunya. Aisha mengatakan bahwa setelah ia mengaku, “Ia memukuli saya di dada saya shg mengakibatkan sakit …” [Muslim 4.2127 ]

6) Kekurangan Wanita

Sebuah hadis melaporkan pertemuan Terdakwa dengan para wanita dimana ia menyebut mereka “deficient in intelligence and religion/kurang dalam hal intelektualitas dan agama”:

”Suatu saat Rasulullah pergi ke Musolah ‘Id-al-Adha atau Al-Fitr. Lalu ia melewati wanita2 itu dan mengatakan, “Wahai wanita ! Berikan zakat
karena saya melihat mayoritas penduduk Api Neraka adalah kalian (wanita).” Mereka tanya, “Mengapa, Rasulullah ?” Jawabnya, “Kalian sering mengutuk dan tidak berterima kasih pada suami2 kalain. Saya BELUM PERNAH MELIHAT SIAPAPUN YG LEBIH DEFISIEN DALAM INTELEK DAN AGAMA SPT KALIAN. Lelaki baik2 & waras bisa disesatkan oleh sebagian dari kalian.” Wanita2 itu bertanya, “Ya Rasulullah ! Apa arti defisien dlm intelek kami dan agama ?” Katanya, “Bukankah bukti dua wnaita sama dgn seorang lelaki ?” Mereka menjawab ya. Katanya,
“Itulah defisiensi dlm intelektualitasnya. Bukankah benar bahwa wanita tidak dapat solat atau puasa selama menses ?” Mereka menjawab ya.
Katanya, “Itulah defisiensi dlm agamanya.” [12]

Kasus diatas tersebut menunjukkan misogyny (kebencian terhadap wanita) dimana Terdakwa pertama2 merampas hak perempuan dan lalu mengutuk mereka karena tidak memiliki hak2 tersebut. Tidak puas dengan mengakibatkan sakit badan, Terdakwa juga menghina wanita dengan menyalahkan korban. Hadis diatas ini dilaporkan oleh berbagai narator dan juga dicatat dalam Sahih Muslim, hadis yang paling otoritatif tentang Terdakwa/Muhamad.

7) Perempuan diciptakan UNTUK Lelaki

Dalam surah berikutnya Terdakwa mengatakan :

[Q 30:21] “dan Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya … ”

Bahasa Arabnya menegaskan bahwa “untukmu” menunjuk pada jenis kelamin lelaki dan “kepadanya” pada jenis kelamin wanita. Kenyataannya Allah dalam Quran tidak pernah berbicara langsung kepada perempuan. IA selalu berbicara kepada nabi atau para pengikut lelakiNya dan yang dimaksud dengan surah ini adalah : wanita diciptakan UNTUK lelaki, demi kesenangan lelaki.

Razi dalam At-Tafsir al-Kabir, mengomentari Q. 30:21 :

“Pernyataan ‘diciptakan untukmu’ adalah contoh bahwa wanita diciptakan seperti binatang dan tanaman, seperti juga Sang Pencipta mengatakan ‘Ia menciptakan untukmu apa yang ada di bumi’ dan ini membuat wanita TIDAK diciptakan bagi ibadah ataupun menyampaikan perintah2 Ilahi. Dia ‘menciptakan wanita’ adalah salah satu karunia yang diberikan kepada kami dan juga hak atas perintah Ilahi … karena wanita tidak diberikan hak memerintah seperti lelaki, karena PEREMPUAN LEMAH, DUNGU, SEPERTI ANAK KECIL dan hak memerintah tidak diberikan kepada anak kecil, namun kepada lelaki. Wanita harus diberi tanggung jawab agar mereka takut kepada siksaan hukuman dan mengikuti suaminya dan menjauhi apa yang dilarang, kalau tidak kesesatan menjalar.”

Hadi Sabzevari, seorang pemikir Islam ternama, dalam komentarnya terhadap seorang pemikir Islam ternama lainnya, Sadr al-Mote’alihin, menulis :

Bahwa Sadr ad-Deen Shirazi mengklasifikasikan wanita sebagai binatang adalah penunjukkan halus kepada kenyataan bahwa wanita, mengingat kekurangan mereka dalam hal intelektualitas dan pengertian mengenai hal2 mendetail, dan mengingat kesenangan mereka atas perhiasan materi, memang tepat dan adil disejajarkan kepada binatang [al-haywanti al-sa^mita].

Mereka memiliki sifat binatang [ad-dawwa^b], namun mereka diberikan bentuk badan manusia sehingga lelaki tidak akan malu/jijik/enggan untuk berbicara kepada mereka dan mengadakan hubungan sex dengan mereka. Oleh karena itulah hukum sempurna kami [shar'ina al-mutahhar] berpihak kepada lelaki dan memberi mereka superioritas dalam segala hal termasuk perceraian, “nushuz,” etc. [14]

Para pemikir diatas tidak membuat2 pernyataan merendahkan perempuan ini. Mereka MENGINTERPRETASIKAN perkataan Muhamad,
yang menurut mereka adalah rasul terhebat Allah yang contohnya harus diikuti.

Malahan pernyataan “naqisatan ‘aqlan wa dinan” (defisien dalam intelektualitas dan agama), sering digunakan orang2 Arab dan merupakan acuan kepada wanita dan berasal dari perkataan Muhamad.

Wanita yang menolak Sex akan Dikutuk Malaikat

Hadis berikut ini menjelaskan bahwa wanita diciptakan bagi lelaki, bagi kepuasan lelaki.

”Rasulullah mengatakan, “Jika seorang suami memanggil isteri ke tempat tidur dan ia menolak dan mengakibatkannya tidur selagi marah, para malaikat akan mengutuknya sampai keesokan hari.” [15]

Membaca hadis diatas tersebut akan membuat orang terheran2, apakah Allah tidak memiliki urusan lain selain menyibukkan diri dengan kenikmatan seksual lelaki muslim ?

Adalah tidak masuk akal bahwa Allah akan mengirimkan pasukan malaikatnya untuk nongkrong semalam suntuk dan mengutuk wanita yang enggan menghibur suami secara seksual. Mengutuk berarti mengundang dendam Ilahi. Mengapa Allah memerlukan begitu banyak malaikat kalau Ia sendiri cukup mampu menghukum para wanita itu ?

Ternyata the Divine House of Allah itu mengandung banyak kekurangan dan mismanagement. Seperti presiden sebuah negara yang mengirimkan stafnya untuk me-lobby rencana2 yang akan dilakukannya. Ini tidak masuk akal. Lebih banyak lagi hadis menyentuh topik ini :

“Abu Huraira melaporkan Rasulullah sebagai mengatakan : … jika seorang lelaki memanggil isterinya ke tempat tidur dan ia tidak menanggapi maka Sang Pencipta di Surga tidak akan suka dengannya kecuali suaminya kembali suka kepadanya.” [16]

Dan

“Nabi mengatakan, “Jika seorang wanita melewatkan malam mengacuhkan tempat tidur suaminya, maka malaikat akan mengutuknya sampai ia kembali ke suaminya.” [17]

Sulit mencari alasan mengapa Terdakwa begitu mempersoalkan kebutuhan sex lelaki. Apakah Terdakwa hanya ingin menakut-nakuti isteri2nya yang masih remaja agar tidak menolak tuntutan seksualnya ? Mungkin Terdakwa dalam usia lanjutnya bergigi keropos, bernafas tidak sedap dan mungkin juga impoten ? Atau mungkin Allah pekerjaannya sebagai GIGOLO ?

Menurut nabi egois ini, nafsu seksual lelaki begitu darurat sampai
sang wanita harus mengorbankan makanan dalam kompor.

“Rasulullah mengatakan : Kalau seorang suami memanggil isterinya untuk memuaskan nafsunya, ia harus datang padanya walaupun ia sibuk didepan kompor.” [18]

9) Wanita adalah Pudenda?!!

Muhamad tidak puas menghina wanita malah membandingkan mereka sebagai pudenda.

“Ali melaporkan kata2 Rasulullah: ‘Wanita memiliki 10 (‘aurat). Jika ia menikah, suaminya menutupi satu, dan jika ia meninggal, kuburan akan menutupi ke 10.”[19]

Apa yang dimaksud dengan AURAT? The Encyclopedia of Islam mendefinisikan ‘aurat sebagai pudendum, yaitu “alat kelamin external, khususnya perempuan”. [Arti "pudendum" dalam bahasa Latin adalah : hal yang memalukan, a thing to be ashamed of]” [20]

Dan menurut hadis berikut, wanita tidak hanya memliki 10 aurat, sang wanita itu sendiri dianggap aurat:

“Wanita adalah aurat. Kalau ia beranjak keluar rumah, setan akan menyambutnya.” [21]

Hadis berikut menunjukkan bahwa wanita tidak didorong untuk beranjak ke luar rumah, bahkan sembahyang di mesjid.

“Wanita paling dekat dengan wajah Allah jika ia ditemukan di rumah. Dan ibadah wanita di rumah lebih baik daripada ibadahnya di mesjid.”[22]

Ini jauh dari keadaan ketika kaum Arab menghormati wanita sebagai businesswoman (Khadijah), mengikuti perintah wanita sebagai pemimpin perang (Aisha), mendengarkan pemikiran wanita (Asma bt. Marwan), menerima dukungan dari mereka (Hind) dan mengikuti nabi wanita mereka. Secara bertahap, generasi baru diindoktrinasi dengan ajaran Muhamad, menjadi benci terhadap wanita dan pada akhirnya wanita Islam kehilangan hak dan kehormatan mereka.

10) Wanita kehilangan hak2 hukum

“Defisiensi wanita” dalam hal intelektualitas juga mempengaruhi hak mereka dalam hukum.

[Q 2:282]“Dan panggilallah para saksi, dua saksi kalau lelaki; atau jika keduanya bukan lelaki, maka satu lelaki dan 2 wanita, jika salah satu wanita keliru maka yang lainnya akan memperingatinya.

Dengan kata lain, bukan hanya seorang wanita tidak bisa memberikan kesaksian, namun kalau tidak ada kehadiran saksi lelaki, maka kesaksian wanita itu tidak ada artinya.

Jadi kalau seorang wanita diperkosa dan ia tidak dapat membawa saksi lelaki ia TIDAK dapat memberikan kesaksian melawan sang pemerkosa. Namun, kesaksiannya itu malah dianggap sebagai pengakuan seks tidak senonoh dan bisa digunakan untuk menghukum SANG WANITA ! Apalagi jika sang korban perkosaan menjadi hamil, bukti hasil perkosaan, ia dapat dituduh dan dihukum rajam sampai mati.

Jury mudah2an masih mengingat kasus AMINA LAWAL yang oleh pengadilan syariah Nigeria dikenakan hukuman rajam pada saat bayinya
tidak lagi perlu susu ibu.

11) Hak Waris Wanita lebih kecil
Muslim apologists mengatakan bahwa sebelum Islam, wanita tidak memiliki hak sama sekali dan tidak menerima waris. Ini jelas tidak terbukti. KHADIJAH MENERIMA KEKAYAANNYA LEWAT WARIS. Ketika Muhamad memutuskan bahwa hak waris wanita setengah dari hak waris saudara lelaki mereka, wanita tidak menerima ini dengan tangan terbuka.

[Q 4.11] Allah memberikan hak (waris) kepada anak2mu : kepada lelaki, jumlah bagian yang sama dengan 2 perempuan.

Malah salah satu isterinya mengeluh bahwa peraturan ini tidak adil bagi wanita.

Umma Salmah mengatakan: “Wahai Rasulullah ! Lelaki dapat melakukan Jihad, mengumpulkan hasil perang, sementara kami tidak dan menerima setengah dari warisan.” (i.e. saudara lelaki menerima dua kali jumlah yang diterima saudara perempuan). Setelah itu surah “Dan kau tidak boleh iri …. 4.32.” diturunkan.” [23]

[Q 4:32] Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian daripada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan …

Ini menunjukkan bahwa wanita sebelum Islam memiliki hak waris lebh banyak dari yang diberikan dalam masa Islam.

12) Pandangan Muhamad tentang Wanita

Terdakwa begitu rendah pandangannya terhadap wanita sampai ia membandingkan mereka dengan ladang perkebunan dan lelaki dapat memasukinya dari manapaun (ana she’tom).

[Q 2.223] Isteri2 mu adalah ladang bagimu: jadi dekatilah ladangmu ini kapan dan bagaimanapun kau inginkan … (sering terjemahan dihaluskan/disanitasi.)

Memang tidak pantas untuk lebih deskriptif, namun jelas bahwa kata arab bagi ladang, “ana she’tom” berarti lobang perempuan manapun yang bagi lelaki diijinkan untuk dimasuki ! Ini tidak lain menganggap wanita tidak lebih dari sekedar alat permainan yang diciptakan untuk kepuasan lelaki.

“‘Umar pernah berbicara ketika isterinya memotong kalimatnya, jadi ia mengatakan kepadanya: ‘Kamu adalah mainan, jika kau diperlukan kami akan memanggilmu.’”[24]

Pemikir Islam ternama, Ghazali, mengatakan :

“Berada diantara wanita, memandangi mereka dan bermain dengan mereka, jiwa kembali segar, hati beristirahat dan ibadah kepada Allah diperkuat … itulah mengapa Allah mengatakan : … dan daripadanya Dia menciptakan istrinya, agar dia merasa senang kepadanya (Q. 7:189)” [25]

Surah yang dimaksudkan Ghazali adalah:

[Q 7.189] Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan daripadanya Dia menciptakan istrinya, agar dia merasa senang kepadanya …

Jelas bahwa Muhamad tidak memiliki hormat bagi wanita.

Rasulullah mengatakan, “Setelah saya, tidak ada orang yang mengakibatkan penderitaan yang lebih besar terhadap perempuan ketimbang lelaki.” [26]

The Prophet said, “After me I have not left any affliction more harmful to men than women.”

Terdakwa juga membandingkan wanita dengan tulang rusuk bengkok.

“Wanita seperti tulang rusuk. Kalau kau mencoba meluruskannya, kau akan mematahkannya. Jika kau mendiamkannya kau akan mendapatkan manfaat dan kebengkokannya akan tetap berada didalamnya.” [27]

Hadis ini diklasifikasikan sebagai “disetujui bersama” karena dilaporkan oleh kolektor hadis lainnya.

Dalam hadis lain ia mengatakan :

“Wanita datang dan pergi dalam bentuk setan, jadi jika kau melihat wantia, kau harus segera kembali ke isterimu, sehingga dapat mengusir perasaan yagn ada didalammu”. [28]

11) Wanita dalam posisi tinggi

Sebelum Islam, dalam negara2 non-Arab, seperti di Persia dan Byzantine, wanita memiliki lebih banyak hak dari negara2 Arab. Malah, di Iran, perempuan bisa menjadi Ratu dan pemimpin negara. Apa komentar Muhamad mengenai hal ini ?

‘Ketika Nabi mendengar berita bahwa rakyat Persia membuat puteri Khosrau Ratu (pemimpin) mereka, ia mengatakan, “Tidak pernah sebuah bangsa akan sukses jika menjadikan wanita sebagai pemimpin.“’ [29]

Pernah saya ditanya mengapa negara2 Islam seperti Bangladesh dan Pakistan memiliki perdana menteri wanita ? Jawabannya adalah bahwa banyak muslim tidak tahu agama mereka dan secara tidak sadar mengikuti adat Jahiliyah pra-Islam. Jahiliah berarti kebodohan dan Muslimin sering melakukan hal2 yang tidak menuruti Islam. Tetapi Taliban, di lain pihak mengerti betul Islam. Semakin Islami sebuah negara, semakin sempurna syariah yang diberlakukan, semakin berkurang hak wanita.

12) Penguburan hidup2 bayi perempuan

Sering Muslimin memberi bukti bahwa Muhamad membebaskan wanita dengan perintah Quran yang melarang penguburan hidup2 bayi perempuan. Mereka ingin agar kau percaya bahwa ini praktek umum bangsa Arab yang hanya dihentikan setelah Islam. Namun dongeng ini bisa dibantah dengan mudah. Jika praktek ini begitu umum, bagaimana kaum Arab memiliki begitu banyak isteri dan bagaimana bangsa Arab bisa melanjutkan keturunan ?

Penguburan bayi perempuan hidup2 sekarang bahkan masih dipraktekkan di Cina dan India. Ini dilakukan oleh golongan yang paling rendah pendidikannya dan paling miskin. Praktek ini namun demikian dianggap melanggar hukum dan para pelakunya, jika ketahuan, akan dihukum. Tidak ada alasan bahwa hal ini berbeda di negara2 Arab. Sudah jelas orang Arab tidak menyukai tindakan ini karena melanggar kemanusiaan. Ketika Muhamad melarangnya, ia sekedar mengungkapkan perasaan mayoritas. Seperti pemimpin jaman sekarang yang melarang orang mengendarai mobil dibawah pengaruh alkohol. Namun apakah keputusan macam ini dianggap sebagai sesuatu yang lain daripada lain ?

Seperti saudara Juri bisa menyimak, wanita di masa Islam kehilangan segala hak, termasuk hak untuk bepergian sendirian. [30]

13) Allah memiliki puteri ? Alangkah merendahkan bagi Allah !

Pandangan Muhamad terhadap wanita begitu rendah sampai ia merasa tidak pantas bagi Allah untuk memiliki puteri jika lelaki biasa saja bisa mebanggakan putera2nya.

Dalam Q 53.19-22, setelah membantah pernyataan bahwa Allah memiliki puteri2 seperti dulunya anggapan suku Quraysh, ia mengatakan :
dan Manah yang ketiga, yang paling terkemudian (sebagai anak perempuan Allah)? Apakah (patut) untuk kamu (anak) laki-laki dan untuk Allah (anak) perempuan? Yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang TIDAK ADIL !”

Seandainya Allah hanya memiliki puteri dan bukan putera: mengapa memangnya keadaan ini dianggap begitu tidak adil ? Apakah Allah malu tidak memiliki putera ? IRONISNYA MALAH MUHAMAD YANG KETIBAN NASIB INI : semua puteranya mati ketika masih bayi dan ia hanya ditinggali anak2 perempuan. BETAPA MALUNYA IA ! Seseorang dengan ego kolosal tersebut HANYA memiliki anak perempuan, yang ia anggap sangat “TIDAK ADIL”.

Kenyataan bahwa kaum Arab memiliki dewi2 adalah bukti bahwa mereka cukup menghormati perempuan sampai memberikan mereka status dewi.
Menurut Muhamad, semua anggota Rumah Allah, termasuk malaikat adalah lelaki. Satu2nya kaum wanita yang ada di surga adalah para
“houris”, WTS surgawi yagn diciptakan khusus bagi kenikmatan lelaki/martir muslim. Malahan, tidak banyak wanita yang diijinkan masuk Surga. Seperti dikatakan Muhamad sendiri, kebanyakan dari mereka akan berakhir di NERAKA!

14) Komentar Terdakwa lainnya yang merendahkan Wanita

Dalam sebuah hadis Muhamad menyamakan wanita dengan anjing dan keledai:

“Ibadah lelaki akan diputus dengan lewatnya keledai, wanita dan anjing hitam.” [31]

Dalam hadis lainnya ia mengartikan mimpinya tentang seorang wanita hitam sebagai “epidemi”. [32]

Ia juga mengatakan bahwa wanita mengakibatkan penderitaan yang paling besar kepada lelaki:

“Setelah saya, tidak ada yang mengakibatkan penderitaan yang lebih besar terhadap lelaki ketimbang wanita. ” [33]

15) Isteri yang baik
Satu2nya kewajiban suami adalah untuk memilihara isteri. Ia harus menyediakan makanan, rumah dan pakaian. Namun kebutuhan emosional, psikologis maupun sexual ia tidak perlu ambil pusing. Menurut Islam, kebutuhan ini tidak ada karena perempuan bukanlah manusia.
Muhamad bukan saja memiliki segudang perempuan dalam haremnya ketika berusia lanjut dan mugnkin juga impoten, ia malah melarang isteri2nya yang muda itu untuk menikah kembali setelah ia mati.
Terdakwa begitu posesif sampai tidak sudi isterinya disentuh lelaki lain, bahkan setelah kematiannya.

Ia mensahkan poligami dan mengijinkan lelaki menikahi 4 isteri (Q.4:3) dan budak2 perempuan sesukanya. Bahkan ada yang percaya bahwa surah ini tidak membatasi jumlah isteri namun surah, namn bahwa seorang lelaki bisa menikahi sejumlah isteri, 2, tiga, dst.

Oleh karena itu lelaki boleh memiliki nafsu seksual terhadap wanita lain bahkan setelah menikahpun namun:

“Wanita saleh, adalah wanita yang jika suaminya memintanya, ia menurut; jika suaminya memandanginya, isteri menyenangkannya; jika suami bersumpah; isteri memenuhinya, dan jika suami absen, isteri akan menjaga diri dan harta bendanya.”[35]

Bukankah ini cara menggambarkan anjing setia ?

Nah, apa lagi yang harus dimiliki seorang perempuan saleh ?

“Wanita paling baik adalah mereka yang memiliki wajah paling cantik DAN EMAS KAWIN PALING RENDAH.”[36]

Satu lagi kualitas isteri baik :

“Isteri yang baik adalah yang membantu suami memikirkan dunia akhirat. Ia melakukannya dengan melakukan kewajibannya di rumahnya(membebaskan suami dari urusan rumah tangga), dan dengan memuaskan suaminya sebcarai seksual sehingga melindunginya dari godaan seksual.” [37]

Jika seorang nabi begitu membenci wantia, begitu merendahkan kepercayaan mereka, begitu menghina intelektualitas mereka, merampas hak2 mereka, apa yang dapat kita harapkan dari pengikutnya ?
Wanita muslim tidak pernah akan mencapai emansipasi, selama mereka menganggap Muhamad sebagai pemimpin spiritual mereka.

Jika muslimin tidak percaya saya, percayalah nabi mereka yang mengatakan:

“Rasulullah mengatakan, “banyak dari antara lelaki mencapai kesempurnaan namun tidak ada diantara para wanita kecuali Asia, isteri Faraoh, dan Maria, puteri ‘Imran.” [38]

KESIMPULAN:

Jaksa telah memberikan bukti berlimpah akan kejahatan Terdakwa untuk menyatakannya bersalah dalam hal MISOGYNY, pelecehan hak wanita dan merendahkan setengah jumlah umat manusia. [39]

Karena kejahatannya ini (misogyny), hak wanita Muslim dilecehkan dan mereka tidak dapat mengembangkan potensi penuh mereka. Sebaliknya mereka menjadi obyek hinaan, diskriminasi, perkosaan, honor killing dan macam2 pelecehan fisik, emosional dan sexual tanpa diberi hak untuk membela diri ataupun menuntut hak mereka. Hasilnya, seluruh dunia Muslim tertinggal dari penduduk dunia lain karena setengah jumlah penduduknya sendiri dihalangi dari emansipasi.

Wanita dihalangi dari pendidikan karena dianggap tidak perlu. Perempuan tidak berpendidikan ini menjadi terbelakang dan tidak memiliki percaya diri. Wanita2 macam inilah kemudian membesarkan anak2 lelaki dan mencerminkan kekurangan mereka terhadap anak2 mereka. Putera2 mereka ini mewarisi harga-diri rendah (low self-esteem) ibu mereka dan
“membangun” dunia Islam secara tidak memadai, tanpa kemampuan untuk mengatasi kekurangan2 didalam diri mereka: rasa takut, rasa terhina dan kebanggaan yang terluka. Pada akhirnya seluruh dunia Islam terjun dalam kegelapan, kebodohan dan kediktatoran.

Dr. Mahathir, mantan PM Malaysia, pada pertemuan puncak ke-10 Organization of Islamic Conference, memberi gambaran tepat :

“Kami semua Muslim. Kami semua tertekan. Kami semua dihina.”

Ini gambaran tepat tentang perasaan Muslimin pada umumnya. Dan perasaan inferioritas ini bukan karena kekuatan Zionis yang memiliki pengaruh atas Muslimin melalui alat pencet tombol jauh (remote control), kata Dr. Mahathir, namun akibat pelecehan hak wanita di semua negara2 Islam.

Ternyata ada juga orang dengan rasa kurang percaya diri yang sanggup mencapai puncak kekuasaan seperti Sadam Husein, Osama Bin Laden atau Hasan Sabbah. Namun merekapun memiliki inferiority-complex yang merusak jiwa mereka dan akibatnya mereka bertindak secara diktatorial, terlepas dari tinggi rendahnya status mereka dalam masyarakat. Lelaki muslim macam ini haus akan kuasa, perlu menunjukkan dirinya dan perlu membuktikan kepada dunia bahwa ia seseorang yang patut diperhitungkan. Ia haus akan pengakuan dan takut diacuhkan. Ia merasa diacuhkan, dihina, dikecilkan dan oleh karena itu mencari pelampiasan dendam. Ini juga disuarakan Dr. Mahathir yang menyerukan kepada Muslimin agar mendapatkan “guns and rockets, bombs and warplanes, tanks and warships” untuk merampas kembali hak mereka dari “detractors and enemies” mereka.

Mahathir memang betul ! Lelaki Muslim tertekan dan terhina. Namun faktanya adalah, penghinaan mereka tidak ada hubungannya dengan Yahudi. Ini karena cara mereka dibesarkan oleh ibu mereka dan cara Islam memperlakukan wanita. Wanita yang tidak memiliki self-esteem (rendah harga dirinya) tidak dapat membesarkan putera2 dengan harga diri tinggi. Hasilnya adalah lelaki dengan ego terluka, yang mencari kekuasaan dan pengakuan untuk mengatasi inferiority complex mereka itu.

Tidaklah aneh bahwa ibu Osama bin Laden adalah isteri yang paling tidak disukai ayahnya yang memiliki lebih dari 10 isteri ? Osama dibesarkan oleh seorang ibu yang rendah harga dirinya dan ia mewarisi sifat inferior sang ibu. Kini Osama berperang melawan dirinya sendiri itu dengan menjadi pahlawan muslimin yang mendukung tindakan terornya.

Lelaki dengan harga diri rendah sangat berbahaya. Lee Harvey Oswald membunuh J.F. Kennedy tanpa alasan lain selain membuktikan diri sendiri, untuk menunjukkan bahwa ia penting dan sanggup melakukan hal besar. Semua lelaki terhina ini ingin membuktikan diri, bahkan sebagai pembunuh atau teroris. Mereka yang bertanggung jawab atas pembunuhan masal 9/11 dsb guna menjadi martyr, menderita karena diri yang direndahkan. Ide untuk menjadi pahlawan, pemaparan foto mereka diseluruh dunia adalah sangat menarik bagi lelaki yang merasa hidup
mereka tidak berguna.

Nabi gadungan dari tanah Arab ini tidak pernah dapat membayangkan bahwa obsesinya mengontrol isteri2nya satu hari dapat membawa dunia kepada kehancuran.

Oleh karena itu Jaksa menuntut pengutukan total terhadap MUHAMAD BIN ABDULLAH karena merampas hak wanita, merendahkan mereka pada derajat binatang piaraan dan oleh karena itu melahirkan bangsa sakit yang terdiri dari lelaki yang luka secara emosional dengan ego luar biasa, tanpa kemampuan berfungsi dalam dunia yang menuntut persamaan hak. Mereka tidak sanggup menjadi bahagia, positif dan puas. Mereka gagal dalam hubungan mereka dengan isteri dan anak mereka kecuali sifatnya patriarchal. Mereka gagal dalam masyarakat kecuali masy itu diktatorial.

Mereka mengulangi lingkaran pelecehan, penghinaan dan kediktatoran AD INFINITUM (tanpa akhir). Lelaki tidak berarti yang luka jiwanya
karena keperluan emosi mereka tidak dipenuhi oleh ibu2 mereka yang sama2 bodoh, picik dan kurang puas secara emosional, mengenakan topeng pengingkaran/denial dan grandiositas, menyembunyikan
diri dibelakang ego mereka yang cepat tersinggung. Mereka merupakan bahaya bagi diri sendiri dan orang lain, bahkan seluruh dunia.

Dari semua kejahatan yang dilakukan Terdakwa ; pembunuhan, perampokan, pemerkosaan dan pedophilia, perbudakan dan genocide, ini yang paling parah. Misogyny paling menghancurkan bagi muslimin. Walaupun target misogyny adalah wanita, kerusakan yang diakibatkan dirasakan oleh setiap pengikut Muhammad. Sebuah masyarakat sakit dikembangkan oleh lelaki yang memiliki mental korban namun sombong dan egosentris, menyukai kekerasan, penyebar kebencian dan perang.

Saya menyerukan Jury agar mengutuk Terdakwa dengan suara bulat dan menyatakannya bersalah atas misogyny. Ini merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan !

——————————-
Referensi:

[1] http://anwary-islam.com/battle/ghazwah_uhud.htm
[2] Bukhari Volume 3, Book 43, Number 648:
[3] Bukhari, v1, bk 8, sunnah 395.

[8] Bukhari Volume 2, Book 18, Number 161

[10] Razi, At-tafsir al-Kabir, on Q. 4:34.
[11] Muslim Book 11, Number 2135)
[12] Bukhari Volume 1, Book 6, Number 301

[13] Quran: 30.21

[15] (Quoted in Soroush, Abdolkarim, _Farbehtar az ideoloji_, Sera^t, Tehran, 1373 A.H.S.). [A.H.S. = After the Hegira, in Solar years].

[14] Bukhari Volume 4, Book 54, Number 460.

[16] Sahih Muslim Book 008, Number 3367:

[17] Bukhari Volume 7, Book 62, Number 122
[18] Mishkat al-Masabih, English translation, Book I, Section ‘Duties of husband and wife’, Hadith No. 61.
[19] Kanz-el-’Ummal, Vol. 22, Hadith No. 858. See also Ihy’a

[20] The World Book Dictionary

‘Uloum ed-Din by Ghazali, Dar al-Kotob al-’Elmeyah, Beirut, Vol II, Kitab Adab al-Nikah, p. 65.

[21] Ihy’a ‘Uloum ed-Din by Ghazali, Dar al-Kotob al-’Elmeyah, Beirut, Vol II, Kitab Adab al-Nikah, p. 65. Reported by Tirmizi as a true and good Ahadith.

[22] Ihy’a ‘Uloum ed-Din by Ghazali, Dar al-Kotob al-’Elmeyah, Beirut, Vol II, Kitab Adab al-Nikah, p. 65. Reported by Tirmizi as a true and good Ahadith.

[23] (Ibn Katheer vl.1, pg.498)

[24] Al-Musanaf by Abu Bakr Ahmad Ibn ‘Abd Allah Ibn Mousa Al-Kanadi who lived 557H., Vol. 1 Part 2, p. 263. See also Ihy’a ‘Uloum ed-Din by Ghazali, Dar al- Kotob al-’Elmeyah, Beirut, Vol II, Kitab Adab al-Nikah, p. 52.

[25] Ihy’a ‘Uloum ed-Din by Ghazali, Dar al-Kotob al-’Elmeyah, Beirut, Vol II, Kitab Adab al-Nikah, p. 34.
[26] Bukhari Volume 7, Book 62, Number 33
[27] Sahih Muslim Book 008, Number 3466
[28] Book 008, Number 3240
[29] Volume 9, Book 88, Number 219
[30] (Sahih Bukhari 2.194)
[31] Muslim Book 004, Number 1032
[32] Bukhari Volume 9, Book 87, Number 163
[33] Bukhari Volume 7, Book 62, Number 33
[34] Razi, At-tafsir al-kabir, commenting on Q. 4:3
[35] Mishkat al-Masabih, Book 1, duty towards children Hadith No. 43.

[36] Ihya’ ‘Uloum ed-Din by Ghazali, Dar al-Kotob al-’Elmeyah, Beirut, vol. II, Kitab Adab al-Nikah, p. 45.

[37] Ibid., p. 35

[38] Bukhari Volume 4, Book 55, Number 623

[39] For further studies, read Abul Kasem’s book on women available online and an excellent essay written by M. Rafiqul-Haqq and P. Newton called The Place of Women in Pure Islam also available online.

————————————————————– ——————
END OF CASE (PART VIII)
Read More

KUMPULAN CERITA2 DONGENG DALAM QURAN/ISLAM

PENDAHULUAN

Quran oleh Muslim diyakuni sebagai wahyu dari Allah yang didiktekan langsung pada Muhammad. Salah satu argument bahwa Quran adalah sungguh-sungguh wahyu Tuhan, adalah independensinya terhadap kitab-kitab terdahulu saperti Taurat dan Injil. Meskipun Quran menyanjikan cerita tentang tokoh-tokoh yang sama, tapi isi cerita ternyata banyak yang tidak sama yang membuktikan keaslian Quran sebagai “karya Tuhan”. Tapi apakah benar demikian ?

Ayat Quran dibawah ini mengakui, bahwa masyarakat sekeliling Muhammad sudah mengetahui bahwa yang diucapkan Muhammad adalah dongeng kuno.

[5] Dan mereka berkata: “Dongengan-dongengan orang-orang dahulu, dimintanya supaya dituliskan, maka dibacakanlah dongengan itu kepadanya setiap pagi dan petang.” [6] Katakanlah: “Al Qur’an itu diturunkan oleh (Allah) yang mengetahui rahasia di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Sura al-Furqan 25:5,6).

Beberapa Intelektual Muslim berusaha membantahnya (mis: situs Islamic Awareness) dengan argument dan data yang kelihatan meyakinkan, tapi sebenarnya mereka memanipulasi data dan sedang menjalankan al Taqiyya (berbohong demi Islam).

Uraian Dibawah adalah kumpulan dari berbagai cerita dalam Quran yang kelihatannya tidak asli dari Tuhan seperti yang Muslim yakini, kerena cerita-cerita dalam Quran ternyata diambil dari dongeng-dongeng Yahudi dan Kristen, yang tidak terdapat dalam kitab resmi, tetapi berasal dari tradisi-tradisi oral serta kitab-kitab yang tidak sah. Sumber cerita-cerita dalam Quran itu diambil dari 3 sumber yaitu sumber Yahudi, Kristen (gnostik) dan sumber Pagan Arab serta secara tidak langsung Persia dan Hindu.

Sumber Yahudi terdiri dari :

Talmud, hukum-hukum Yahudi (sipil dan agama) hasil rumusan para rabbi yang didasarkan pada Torah, termasuk juga komentar dan penjelasan Torah. Talmud awalnya tradisi oral tapi kemudian dibukukan pada abad ke 3 Masehi .

Midrash, penjelasan dan interprestasi dari para rabbi terhadap Tanakh (Bibel Pernjanjian lama termasuk Torah). Midrash paling awal berasal dari th 100 Sebelum Masehi. Di dalam Midrash termasuk juga Haggada yang isinya dongeng-dongeng Yahudi.

Targum, terjemahan dan interpretasi dari beberapa bagian Tanakh ke dalam bahasa Aram. Biasanya terjemahannya bersifat bebas supaya dapat dimengerti.

Kitab Apokrip & Pseudopigrapha Yahudi.
Tulisan yang tidak sah dan tidak diakui sebagai Kitab Suci, misal Testamen Abraham, testament Salomo, Kitab Enoch, dsb. Meskipun demikian kadang sering dikutip dan dijadikan sumber cerita. Kitab Apokrip Yahudi umumnya berasal dari jaman tahun 3 Masehi-100 Sebelum Masehi.

Sumber Kristen.

Ketika Kristen menjadi agama Negara Roma, golongan bidaah yang tidak sesuai dengan ajaran mainstream (umum /katholik), segera dilarang temasuk. Diantaranya adalah aliran Manicheism (& Gnostik), dan Kristen Assyria (yang dianggap Netorian). Berbagai aliran tsb. kemudian mencari tempat berkembangnya yang bebas dari tekanan Persia atau Byzantium, dan tentu saja yang paling nyaman adalah wilayah Arabia. Ini menjelaskan kenapa Muhammad banyak mengutip cerita Injil Gnostik dan Kitab Apokrip Kristen, yang tidak dikenal dalam Injil Resmi. Kitab Apokrip Kristen berasal dari abad ke 2 sampai abad ke 7 Masehi.

Kristen Gnostik adalah aliran Kristen dengan kepercayaan Dualisme. Menurut Gnostic, Tuhan adalah sumber kebaikan, oleh kerena itu tidak mungkin menghasilkan kerusakan dan penghukuman. Kerusakan dan penghukuman berasal dari Kegelapan. Yahweh (bisa diterapkan juga pada Allah SWT ) dalam Bibel Pernjajian Lama berasal dari kuasa Kegelapan. Sementara manusia sendiri bersifat ilahi yang kesadaran ilahainya perlu dicerahkan lewat pengetahuan rahasia dari Yesus yang adalah manusia sejati dengan kelihahian penuh. Kristen Gnostic sendiri sebagian besar sudah lenyap pada awal abad ke 4. Tetapi lewat Manichean yang menggabungkan Gnostik dengan Zoroaster dan Buddhist Kristen Gnostic berkembang sampai ke China pada abad ke 6-8 Masehi. Tentu saja Muhammad yang tidak terpelajar kesulitan menangkap falsafah dibelakang aliran Gnostik, ia lebih tertarik dengan dongengnya.

I. MALAIKAT, JINN, DAN IBLIS.

1. Malaikat.

Malaikat berasal dari kata Ibrani Malak yang berarti pembawa pesan. Dalam Bibel Perjanjian Lama, Malaikat Tuhan adalah pewujudan Tuhan sendiri, seperti yang dilihat Ibrahim dan Musa. Malaikat Tuhan seringkali tampil dalam wujud manusia biasa (tanpa sayap), atau seperti nyala api disemak duri (seperti yang dilihat Musa). Dalam Kitab Para Nabi, malaikat digambarkan dengan berbagai bentuk, misalnya seperti manusia bersayap. Penggambaran malaikat bersayap sepertinya pengaruh dari Zoroastersm. Menurut Pernjanjian Baru (Kristen), malaikat adalah roh dan tidak kawin atau mengawinkan dan tidak terlihat, meskipun kadang menampakkan diri dalam bentuk manusia.

Dalam perkembangan selanjutnya, menurut interpretasi para rabbi dan kitab-kitab non canonical / dongeng Yahudi (mis: kitab Enoch), malaikat diciptakan dari api sama seperti Iblis. Menurut Kitab-Kitab Enoch berbagai malaikat mempunyai tugas masing-masing, diantaranya mengatur peredaran benda-benda langit.Malaikat juga digambarkan mempunyai sayap, dan berterbangan seperti laron di 7 langit. Dalam tradisi para rabbi, ada 7 malaikat utama (archangels). Tujuh malaikat utama yang bersayap dalam tradisi para rabbi jelas pengaruh dari Zoroastersm.

Gambaran malaikat dalam Islam, kelihatannya banyak dipengaruhi oleh dongeng-dongeng Yahudi diatas. Dalam hayalannya waktu peristiwa Isra Miraj, Muhammad melihat jibril dengan banyak sayap. Dan ini juga ditegaskan dalam Quran 35.1 :

[1] Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Sebagian besar nama malaikat dalam Islam di ambil dari tradisi Judaism :

- Jibril berasal dari Gabriel atau Gavri el artinya Elohim kekuatanku.
- Mikail berasal dari Micha el artinya yang seperti Elohim.
- Israfil berasal dari Rapha el artinya Elohim menyembuhkan.
- Azrail berasal dari Azra el salah satu malaikat maut.
- Malik (Q 43:77) berasal Malach ha-Mavet(?)atau Malaikat el Maut.

Beberapa malaikat dalam Islam mungkin namanya berasal dari Zoroasterian, yaitu :
Harut dan Marut (Q 2:102) berasal dari Haruvatāt dan Ameretāt. Tapi ceritanya mirip dongeng Yahudi mengenai malaikat yang jatuh bernama : Shemazaī, Uzza, dan Azazel.
Selain itu ada juga malaikat yang bernama Munkar dan Nankir, yang baik terhadap muslim soleh, tapi bengis terhadap yang kafir…. (para kafir hati-hati…)

Tapi berbeda dengan Judaism, menurut Islam malaikat diciptakan dari cahaya (nur) dan tidak mempunyai kehendak bebas seperti manusia (dan Jin). Kepercayaan bahwa malaikat dibuat dari cahaya mungkin berasal dari ajaran Kristen Gnostik / Manicheism. Dalam Manicheism (dan Gnostik) ada 12 Aeon (malaikat utama) yang disebut “Para Kekasih Cahaya”. Menurut manicheism (dan Gnostic), kekuatan Jahat (berasal dari Pangeran Kegelapan) tidak mungkin berasal dari kekuatan baik, jadi setan tidak mungkin berasal dari malaikat.

Link Kitab-kitab Enoch : http://www.pseudepigrapha.com/

2.Jin (English : Genie)

Jin, Arab : (العربيه) , Ibrani : עברית, berasal dari kata Persia hantu yang kemudian menjadi kepercayaan Arab pre Islam (juga Mesopotamia dan Mesir ).Menurut Islam Jin sejenis makhluk roh di antara malaikat dan Setan. Sementara setan adalah Jin yang memberontak (termasuk Iblis) yang turun ke bumi mengganggu manusia. Jin diciptakan dari api. Jin biasa merasuki para Kahin di Kabah (pre Islam), memberikan inspirasi dan dimanfaatkan untuk menulis puisi dan meminta berkah. Pola inspirasi dan jin ini sepertinya sama dengan pewahyuan “Jibril” kepada Muhammad..

Dalam Q72:1-15 Jin ada yang masuk Islam setelah mendengarkan ayat Quran. Jin Islam adalah Jin baik, sementara yang lainnya kayu baker api neraka. Tapi dalam Q26:212, Jin dijauhkan dari mendengar ayat Quran (?).

Istilah Genie dikenal oleh masyarakat Barat berasal dari cerita 1001 malam. Cerita 1001 malam sendiri bukan murni berasal dari Islam, tapi merupakan karya bajakan dari cerita-cerita rakyat Assyria (Mesopotamia). Menurut Islam , Raja Salomo (“nabi” Sulaiman) adalah penakluk Jin dan Setan.

Q27.17 :
[17] Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan).

Dongeng Raja Salomo berbicara dan menaklukkan Jin adalah pengaruh mistik Yahudi dan dapat dibaca di buku pseudogripa “Testament Salomo”. Jin mempunyai jenis kelamin. Jin perempuan disebut “Jinniah” (Jeanny ?) dan bisa beranak pinak…….

Tastamen Solomen ayat 5b berbunyi :
…………………………………dan berkata kepadaku : “Ambil, O Solomon, raja, anak Daud,hadiah yang Tuhan Allah kirimkan pada engkau, Sabaoth yang tertinggi. Dengan ini engkau mengurung semua hantu-hantu di bumi, pria dan wanita; dan dengan pertolongan mereka engkau akan membangun Yerusalem. Tetapi engkau harus memakai lambang Allah ini. Dan ukiran lambang cincin itu adalah sebuah Pentalpha”. (pentagram symbol magic ?)

Jin dalam Hadis Bukhari:
Bukhari vol 4 no 533 –Di malam Jin mencuri segala sesuatu dan membakar rumah… (Jin berkacamata hitam ?), Bukhari vol 5 no 200 –Jin makan tulang dan kotoran…………….

The Testament of Solomo ( awal abad 3 masehi)
http://www.earlyjewishwritings.com/testsolomon.html

3. Iblis.

Menurut kepercayaan Yahudi dan Kristen, Iblis (berasal dari kata Yunani : Diaobolos) adalah malaikat yang jatuh. Disebut juga Satan atau dalam Islam Shaitan. Berbeda dengan kepercayaan Yahudi Kristen, dalam Islam Iblis adalah Jin (bukan malaikat)yang menjadi jahat. Jadi Iblis dan Jin adalah mahluk yang sama, yaitu yang diciptakan dari api. Meskipun demikian dalam Quran, kisah pemberontakan Iblis jelas diambil alih dari dongeng-dongeng Yahudi dan Kristen.

Dalam Quran surah 15, dikatakan Iblis menentang Allah :

[30] Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama, [31] kecuali iblis. Ia enggan ikut bersama-sama (malaikat) yang sujud itu. [32] Allah berfirman: “Hai iblis, apa sebabnya kamu tidak (ikut sujud) bersama-sama mereka yang sujud itu?” [33] Berkata Iblis: “Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk”. [34] Allah berfirman: “Keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu terkutuk, [35] dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari kiamat”. [36] Berkata iblis: “Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan”.

Kutipan Injil Bartolomeus (dibuat pada abad ke 3) :
http://www.pseudepigrapha.com/LostBooks/bartholomew.htm
Tetapi Iblis berkata :
………………………… Dan ketika aku datang dari ujung dunia, Michael berkata padaku: ‘Sembahlah Gambar Allah yang dibuat menurut rupaNya. Tetapi aku berkata: ”Aku adalah api dari api, aku adalah malaikat pertama yang dibentuk, dan akankah aku menyembah tanah liat dan materi? Dan malaikat Michael berkata padaku: ‘Sujudlah, kalau-kalau nanti Allah marah padamu.’ Aku menjawab: ‘Allah tidak akan marah padaku; tetapi Aku akan menaikan tahtaku di atas tahta Nya. Kemudian Allah marah kepadaku dan melemparku ke bawah, …….”
(Gospel of Bartholomew, p352)

Cerita di atas tidak ada dalam Bibel resmi, itu adalah rekaan para rabbi Yahudi dengan maksud melengkapi Bibel supaya mudah dipahami. Penulis Injil Apokrip Bartholomew jelas mengutip kisah tsb. dari dongeng Yahudi, demikian juga Quran.

Dalam Kitab Enoch salah satu malaikat jatuh yang bernama Azaziel (Enoch 8.1) mengajar manusia memakai pisau, pedang dan perisai. Azaziel termasuk kelompok malaikat pemberontak. Menurut Apocalypse of Abraham, Azazil dihubungkan dengan neraka (14:5-6). Dalam Islam Azaiel disebut Azazil, bosnya para Setan, bapaknya para Jin.

Kerena Jin mempunyai jenis kelamin, maka Setanpun mempunyai jenis kelamin. Dalam Kitab Kejadian, diceritakan mengenai anak-anak Tuhan yang turun ke bumi lalu mengawini anak-anak manusia. Para Rabbi kemudian menginterprestasikan cerita ini dengan menganggap anak-anak Tuhan itu sebagai malaikat yang jatuh atau Setan, sehingga muncul kepercayaan bahwa setan laki-laki (Incubus) tertarik pada wanita demikian juga sebaliknya. Iblis wanita dalam dongeng Yahudi disebut Lilith atau Lil Devil. Dongeng Yahudi itu bertentangan dengan Injil sendiri, kerena menurut Injil malaikat atau Iblis mahluk supernatural yang tidak kawin atau mengawinkan.

4. Muhammad dan Setan.

Dalam Testemen Solomo ayat 10 ada satu mahluk demon yang bernama Ornias , yang bernafsu pada gadis-gadis polos, suka mencekik manusia, bisa berubah bentuk menjadi wanita cantik dan bermain dengan manusia (yang sedang terangsang /ngelamun jorok ?) dalam tidurnya. Jadi menurut dongeng-dongeng Yahudi, setan bisa mencekik dan menangkap (menindih ?) manusia. Maka dapat dipahami kenapa Muhammad ketakutan dan lari terbirit-birit ketika mendapat “wahyu” di gua Hira, dimana mahluk gaib menindihnya. Dan kemudian Khadijah berpose telanjang didepan Muhammad yang lagi kesurupan, untuk mengetes yang datang Jin atau malaikat….
Diskusi : http://indonesian.knowislam.info/forum/ … .php?t=492

Dalam Testamen Solomon ayat 4, setan mengambil makanan dan datang pada saat matahari terbenam : Tetapi si anak berkata pada raja : “ Aku memohon engkau, O Raja. Dengar mengenai apa yang menimpa seluruh anak tuan. Sesudah kami semua bebas dari pekerjaan kami di Kuil Allah, sesudah matahari terbenam, ketika aku berbaring istirahat, satu dari hantu jahat datang mengambil dariku setengah dari upahku dan setengah makananku. Dan juga menangkap tangan kananku dan menghisap jariku. Dan lihatlah, jiwaku ditekan, dan tubuhku bertambah besar tiap hari.”

Dan menurut Testamen Solomon Setan juga bisa tinggal dalam bagian-bagian tubuh manusia dan menyebabkan sakit. Misal setan bernama Alath dapat mengakibatkan batuk dan sesak nafas pada anak kecil , Naôth yang tinggal dilutut manusia, Atrax menyebabkan demam dsb.

Testamen Solomon ayat 17 :
Dan ketika dia datang, aku berkata kepadanya : “Katakan siapa engkau? Tetapi dia berkata padaku: “Aku dipanggil Onoskelis, roh ……………….Pada suatu waktu aku mencekik orang dengan jerat; dilain waktu, aku merangkak dari sekeliling ke tangan. Tetapi paling sering tinggal ditebing, gua (juga gua HIRA ?), lembah……………………

Bandingkan dengan hadis-hadis dibawah ini :

Bukhari vol 4 book54 no 5343
“Muhammad mengajarkan, ‘Tutup alat-alat pertukangan, ikat tempat airmu, tutup pintumu, dan jaga anakmu dimalam hari, kerena jin bergentayangan di waktu itu dan mengambil apa saja. …”
Bukhari vol 4 book 54 no 509.
“Nabi berkata, ‘Menguap berasal dari Setan dan bila sesorang darimu menguap, dia harus menahan nguapnya sebisa mungkin, dan bila seseorang darimu selama menguap berkata :”Ha”, Setan akan tertawa dengannya.’”
Bukhari vol 4 book 54 no 516
Nabi berkata : “Jika sesorang bangun pagi dan melakukan wudhu, harus memcuci hidungnya kerena setan tinggal di bagaian atas hidung semalaman.”
Bukhari vol 2 book 21 no 194
Sesorang yang tidur dan telat solat subuh. Nabi berkata : “Setan mengencingi telinganya.”
Bukhari vol 4 book 54 no 506
“Pada saat bayi lahir, setan menyentuh kedua sisi tubuhnya dengan 2 jari. Itulah sebabnya bayi menangis.”
Bukhari volume 4 book 54 no 484
“Aku mendengar nabi berkata :’ Demam berasal dari api neraka,……………’.”
Bukhari volume 6 book 61 no 530
“Rasul Allah memerintahkan ku untuk menjaga hasil Zakat. Kemudian sesorang datang dan mulai mencuri makanan. Aku menangkapnya dan berkata, ‘Aku akan membawamu ke Rasul Allah!’ Dia menjawab, ‘Tolong jangan bawa aku padanya. Bila engkau meluluskan permintaanku aku akan mengatakan padamu kata-kata yang mana Allah akan menguntungkanmu.’ Maka kemudian ia berkata, ‘Ketika engkau pergi ke pembaringan dan mengucapkan ayat Kursi, seorang penjaga dari Allah akan melindungimu dari Setan.’ Ketika nabi mendengar cerita ini dia berkata, ‘Dia yang datang padamu semalam mengatakan kebenaran, meskipun ia adalah pembohong, kerena ia adalah Setan..’”

II. KISAH SULAIMAN BERBICARA DENGAN BINATANG.

Q 27. 17-dst

[17] Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan). [18] Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari”; [19] maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”. [19] maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”. [20] Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata: “Mengapa aku tidak melihat h ud-hud, apakah dia termasuk yang tidak hadir. [21] Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan azab yang keras, atau benar-benar menyembelihnya kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang”. [22] Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata: “Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini……………………….dst

Targum Esther 2 :

“Solomo memberi perintah ‘ Aku akan mengirim raja dan balatentara melawan engkau dari Genii (jin) binatang-binatang darat para burung di udara.’ Hanya kemudian burung Ayam Merah, yang sedang bersenang-senang, tidak ditemukan; Raja Solomo berkata bahwa mereka akan menangkapnya dan membawanya dengan paksa, dan tentu saja ia mencari untuk membunuhnya. Tetapi kemudian, sang ayam nampak dihadapan sang raja dan berkata, ‘ aku telah melihat seluruh dunia dan mengetahui kota dan kerajaan Sheba yang tidak tunduk, tuanku raja. Mereka dipimpin oleh seorang wanita yang dipanggil Ratu Sheba. Kemudian aku menemukan kota yang berkubu di tanah-tanah Timur yang jalan-jalannya dipenuhi bebatuan emas dan perak.’ Pada suatu kesempatan ketika Ratu Sheba keluar di pagi hari untuk menyembah laut, para juru tulis Salomo mempersiapkan sebuah surat, yang diletakkan di bawah sayap burung, dan membiarkannya terbang, sehingga mencapai benteng Sheba. Melihat surat yang dibawa burung itu, sang ratu membuka dan membacanya. ‘Raja Salomo mengirim salamnya. Sekarang bila engakau bersedia untuk datang dan berbincang tentang kesejahteraan, aku akan meninggikan engkau di atas semuanya. Tetapi bila tidak bersedia, aku akan mengirim raja-raja dan balatentara melawan engkau.’ Ratu Sheba mendengar ini, dia menyobek pakaiannya, dan meminta advis para petingginya . Mereka tidak mengetahui Solomon, tapi menyarankannya untuk mengirim kendaraan-kendaraan dekat laut, penuh dengan hiasan indah dan permata, juga mengirim surat kepada Salomo. Ketika akhirnya Sang Ratu datang, Solomon mengirim seorang utusan untuk menemui sang Ratu. …………..dst.

Barangkali Muhammad tidak langsung mendapatkan cerita dari Targum Esther 2, tapi medapatkan dari sumber lain. Namun Targum Esther 2 sendiri berasal dari jaman sebelum Muhammad bahkan disebut oleh sejarahwan Josephus, oleh kerena itu cerita Sulaiman dan ratu Sheba itu pasti sudah ada sebelum Muhammad. Dan Muhammad membajaknya tanpa tahu bahwa cerita itu bukan kisah Kitab Suci Yahudi, tapi hanya dongeng atau fable yang mungkin mirip cerita si Kancil yang Cerdik…

Lihat juga Link :
http://www.answering-islam.org/Response … /sheba.htm
http://www.prophetofdoom.net/sm.html
Targum (Ibrani) : http://cal1.cn.huc.edu/targumbrowse.html

III. IBRAHIM MENGHANCURKAN BERHALA.

Q 21.51-65.

[51] Dan sesungguhnya telah Kami anugerahkan kepada Ibrahim hidayah kebenaran sebelum (Musa dan Harun), dan adalah Kami mengetahui (keadaan) nya. [52] (Ingatlah), ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: “Patung-patung apakah ini yang kamu tekun beribadah kepadanya?” [53] Mereka menjawab: “Kami mendapati bapak-bapak kami menyembahnya”. [54] Ibrahim berkata: “Sesungguhnya kamu dan bapak-bapakmu berada dalam kesesatan yang nyata”. [55] Mereka menjawab: “Apakah kamu datang kepada kami dengan sungguh-sungguh ataukah kamu termasuk orang-orang yang bermain-main?” [56] Ibrahim berkata: “Sebenarnya Tuhan kamu ialah Tuhan langit dan bumi yang telah menciptakannya; dan aku termasuk orang-orang yang dapat memberikan bukti atas yang demikian itu”. [57] Demi Allah, sesungguhnya aku akan melakukan tipu daya terhadap berhala-berhalamu sesudah kamu pergi meninggalkannya. [58] Maka Ibrahim membuat berhala-berhala itu hancur berpotong-potong, kecuali yang terbesar (induk) dari patung-patung yang lain; agar mereka kembali (untuk bertanya) kepadanya. [59] Mereka berkata: “Siapakah yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang lalim”. [60] Mereka berkata: “Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim”. [61] Mereka berkata: “(Kalau demikian) bawalah dia dengan cara yang dapat dilihat orang banyak, agar mereka menyaksikan”. [62] Mereka bertanya: “Apakah kamu, yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, hai Ibrahim?” [63] Ibrahim menjawab: “Sebenarnya patung yang besar itulah yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada berhala itu, jika mereka dapat berbicara”. [64] Maka mereka telah kembali kepada kesadaran mereka dan lalu berkata: “Sesungguhnya kamu sekalian adalah orang-orang yang menganiaya (diri sendiri)”, [65] kemudian kepala mereka jadi tertunduk (lalu berkata): “Sesungguhnya kamu (hai Ibrahim) telah mengetahui bahwa berhala-berhala itu tidak dapat berbicara”

Sumber Midrash : Gennesis Rabbah.

Terah, bapak Abraham dan Haran, adalah seorang pedagang berhala sekaligus penyembahnya. Suatu ketika dia pergi, dia memberi Abraham persediaan ukiran berhala untuk dijual selama ia tidak ada.….. Seorang wanita datang dengan segenggam penuh tepung yang bagus untuk dipersembahkan kepada berhala Terah yang sekarang dalam tanggung jawab Abraham. Abraham mengambil tongkat dan memecahkan semua berhala kecuali yang paling besar, dengan tongkat ditangan dihancurkannya semua barang dagangan. Ketika ayahnya kembali, dan melihat kerusakan besar pada dewa-dewanya dan miliknya, dia menuntut penjelasan dari anaknya siapa yang melakukannya. Abraham dengan mengejek menjelaskan ketika suatu persembahan tepung yang bagus di bawa kepada para berhala, mereka berkelahi satu sama lain saling berebut, ketika akhirnya yang terbesar dari mereka marah atas perselisihan ini , mengambil tongkat untuk menghukum para pengacau dan menghancurkan mereka semua. Terah sangat tidak puas dengan penjelasan ini. Ia tahu ini hanya olok-olok……

Gennesis Rabbah, berasal dari abad ke 6 Masehi. Dalam Gennesis Rabbah, cerita terlihat jalan cerita yang lebih jelas. Sementara Q 21 sepertinya cerita “lupa=lupa inget”.

Link Gennesis Rabbah : http://www.sacred-texts.com/jud/mhl/mhl05.htm
Lihat juga : http://www.answering-islam.org/Quran/So … raham.html
Lihat juga :pembahasan di : http://www.geocities.com/freethoughtmec … llaah.html
Mengenai Midrash Rabba : http://en.wikipedia.org/wiki/Midrash

IV. KISAH DZUL QARNAEN.

Dalam Quran DzulQarnaen digambarkan sebagai seorang muslim yang soleh.Di masa lalu tradisi Islam memang menyamakan Dzulqarnaen dengan Alexander Agung. Ini dapat dilihat banyak Muslim memakai nama Iskandar.
Yusuf Ali mengindentifikasi Dzul-Qarnain sebagai Alexander Agung :
“Secara pribadi, tidak menyangsikan bahwa Dzul-Qarnain adalah Alexander Agung, Alexander yang historis, dan bukan legenda…………………..”
Tetapi kenyataan sejarah berbeda dengan pernyataan Quran, kerena Alexander Agung ternyata adalah penyembah berhala. Muslimpun mulai menolak dan mencari figure lain untuk DzulQarnaen misal raja Cyrus dari Persia ??

Meskipun demikian, sebetulnya secara histories, DzulQarnaen cenderung merujuk ke Iskandar Agang. Menurut Ibnu Kathir : penduduk Mekkah pergi ke Ahli Kitab, dan bertanya pertanyaan apa yang harus diberikan kepada Muhammad untuk mengetesnya, dan dijawab oleh ahli kitab untuk menanyakan 3 hal yang salah satunya mengenai Dzul-Qarnaen .Pertanyaan mengenai ZulQarnaen dijawab oleh Muhammad seperti pada ayat Q18:89-90 dan seterusnya.

Kisah ini membuktikan bahwa nama Dzul-Qarnaen sudah dikenal dikalangan Yahudi dan Nasrani . Kedua kelompok orang tsb. tentu saja tidak akan bercerita tentang raja Persia, kerena tidak ada hubungannya (disamping itu Persia juga menindas mereka).

Tapi kenapa Quran yang dipercaya sebagai dari “Allah” , bisa demikian fatal mengatakan Alexander Agung sebagai mukmin ? Apa hubungannya dengan Yahudi dan Nasrani ? Lagi-lagi Kisah Yahudi penyebabnya :

Dalam Midrash Alexander, konon ketika balatentara Alexander Agung hendak memasuki Yudea dan Yerusalem, Imam besar mendapat peringatan melalui mimpi, melihat dirinya sendiri memakai jubah ungu, topi, dan plat emas bertuliskan nama Tuhan.

Ketika Alexander hendak memasuki Yerusalem, ia disambut dengan pakaian kebesaran imam tsb. Alexander tercengang, kerena orang yang perpakaian seperti imam besar tsb. pernah datang melalui mimpinya, dan memintanya untuk tidak menunda menyerang Asia. Setelah mimpi itu Alexander, selalu dapat kemenangan dengan mudah dan mengalahkan Darius (Persia).

Alexander pun takjub dan menghormati Yahweh, serta memberikan hak istimewa dan kebebasan menjalankan ibadah pada kaum Yahudi. Dengan membebaskan kaum Yahudi dari cengkeraman Darius (Persia), Alexander dianggap pembebas, meskipun pada kenyataannya ia adalah pagan dan sama saja dengan Fir’aun. Cerita-cerita Alexander Agung, dan mengenai perjalanannya ke Timur dan Barat menjadi popular dikalangan Yahudi dan Kristen. Salah satu sumber cerita itu adalah tulisan yang didasarkan pada karangan Pseudo-Callisthenes (200BC) .

Jadi kelihatannya kerena Yahudi menghormati Alexander Agung sebagai pembebas, maka Muhammadpun menganggapnya sebagai Mukmin yang soleh. Dan secara fatal fakta sejarah yang salah itu tercantum dalam Quran.

Link midrash Alexander :
http://www.sacred-texts.com/jud/tmm/tmm03.htm
http://www.jewishencyclopedia.com/view. … 0&letter=A
Link lain :
http://www.wsu.edu:8080/~dee/MESO/PERSIANS.HTM
http://debate.domini.org/newton/alex.html

V. KISAH MAYAT ABEL DAN BURUNG GAGAK.

Q5.31-32 berbunyi :

[31] Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Kabil) bagaimana dia seharusnya menguburkan mayit saudaranya. Berkata Kabil: “Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayit saudaraku ini?” Karena itu jadilah dia seorang di antara orang-orang yang menyesal. [32] Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israel, bahwa: barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak di antara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan di muka bumi.

Kisah dari Targum Jonathan :

Adam dan Hawa duduk dekat mayat, menangis tidak tahu apa yang harus dilakukan, kerena mereka tidak tahu cara penguburan. Seekor burung gagak datang, mengambil mayat sesamanya, menggaruk-garuk tanah dan menguburkan mayat itu di depan mata mereka. Adan berkata :’ Mari ikuti cara burung gagak’, maka diambilnya mayat Abel, dan menguburkannya seketika.

Cerita ini sedikit berbeda, mengenai siapa yang mengubur. Namun intinya cerita burung gagak sendiri adalah hanya legenda. Dan Allah mengambil legenda itu sebagai cerita nyata…………………….

Selanjutnya ayat 32 diambil dari Misnah Sanhendrin pasal IV 37 a :

Kita temukan seperti dalam kasus Kain yang membunuh saudaranya, dan tertulis demikian : ‘Darah (bloods) dari saudaramu berteriak kepada Ku’. Bukan darah (tunggal/blood) dari saudaramu, tapi darah (jamak/bloods) dari saudaramu, dikatakan – yaitu, darahnya dan darah dari para keturunanya (potensial). Oleh sebab ini manusia diciptakan sorang diri, untuk mengajarkan kamu bahwa siapun menghancurkan satu jiwa dari Israel, kitab suci menuntut (bersalah) padanya seolah-olah dia menghancurkan seluruh dunia, dan barang siapa memelihara satu jiwa dari Israel, kitab suci menganggap seolah-olah ia memelihara seluruh dunia.

Dari Misnah Sanhendrin jelaslah interpretasi dan ucapan para Rabbi dijadikan seolah-olah itu adalah Firman Tuhan. Ini sekali lagi menunjukan ketidak tahuan Allah mana yang Firman Tuhan menurut Yahudi, dan mana yang bukan.

Link :
Misnah Sanhedrin (dari Talmud ) : http://come-and-hear.com/sanhedrin/sanhedrin_37.html
Targum (Ibrani) : http://cal1.cn.huc.edu/targumbrowse.html
Lihat juga : http://answering-islam.org/Responses/Sa … -abel2.htm

VI. DONGENG-DONGENG YANG BERASAL DARI INJIL APOKRIP (GNOSTIC).

Kelihatannya Muhammad hendak mengkoreksi Injil. Namun sayang yang dikoreksi adalah kisah-kisah dari karangan palsu yang tidak diakui oleh Kristen resmi. Sehingga ketahuan belangnya bahwa Allah maha tahu tidak tahu apa-apa mengenai Injil yang dipakai secara resmi.

1. Masalah penyaliban Isa .

Q4.157-158
[157] dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. [158] Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Ayat Quran diatas bercerita tentang perselisihan mengenai pembunuhan Isa (barangkali antara Yahudi dan Kristen). Tetapi cerita sebenarnya aneh, dan dikalangan Muslim sendiri tidak sepakat, kenapa Tuhan harus “menyamarkan “ Isa, dan mengelabui banyak orang, tujuannya apa??? Tapi mungkin saja Muhammad dapat pengetahuan dari kaum Gnostik. Meski aliran Gnostik sendiri hampir semuanya lenyap pada awal abad ke 4, tapi masih ada sisa-sisa pengajaran terutama melalui Manicheism.
Link : http://en.wikipedia.org/wiki/Manichaeism

Beberapa kutipan dari kitab-kitab Gnostik :

Dalam ‘Second Treatise of the Great Seth’, tertulis demikian :
http://www.gnosis.org/naghamm/2seth.html
Yesus berkata, ‘ Aku tidak mati pada kenyataannya tetapi hanya kelihatannya,,,Mereka yang salah dan buta melihat aku; mereka menghukum aku. Adalah orang lain, ayah mereka, yang minum cuka dan empedu, bukan aku. Mereka menyerang aku dengan buluh ; itu adalah orang lain, Simon, yang memanggul salib di pundaknya. Aku bergembira dalam ketinggian diatas semuanya. Dan Aku tertawa atas kebodohan mereka.

Dan menurut Wahyu kepada Petrus (100-200 M):
http://www.earlychristianwritings.com/a … peter.html
‘Dia yang engkau lihat di atas pohon sedang bergembira dan tertawa, adalah Yesus yang hidup. Tetapi seseorang yang tangan dan kaki mereka paku adalah bagian dari daging yang adalah pengganti untuk dipermalukan, satu orang yang mirip dengannya..

Menurut Kristen Gnostik, Yesus sebenarnya tidak disalibkan, mati dan menderita, tetapi telah disamarkan. Ini adalah penyesuaian dengan konsep Gnostik, bahwa Yesus yang ilahi (satu aeon yang berasal Bapa /cahaya) tidak mungkin menderita, kerena penderitaan berasal dari kegelapan dan Yesus tidak tercampur dan tercemar dengan kegelapan, oleh kerena itu tidak mungkin menderita. Tapi ketika teori ini dimasukkan dalam Quran menjadi aneh dan membingungkan…?

2. Maria (Siti maryam) dan pohon Kurma.

Surah Maryam (Q19)……………………………………..
[23] Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, ia berkata: “Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan”.
[24] Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: “Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu.
[25] Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu.
[26] Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: “Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang Manusia pun pada
hari ini”.

Sumber Kristen : Gospel of the Birth of Mary (abad ke 6)
http://www.comparative-religion.com/chr … ha/5/3.php
Pasal 20 :
Mereka berjalan lewat 3 hari, sementara berjalan Maria merasa lelah oleh teriknya matahari gurun; dan melihat sebuah pohon Kurma. Maria mengajak Yusuf beristirahat dibawah pohon. Yusuf membimbingnya Maria duduk. Maria melihat ke daun korma, dan dilihatnya penuh dengan buah-buah. Yusuf berkata bahwa pohonnya tinggi. Melihat itu bayi Yesus segera memerintahkan pohon korma itu melengkung…………Setelah diambil buahnya, pohon itu siperintahkan lagi untuk tegak. Yesus juga memerintahkan pangkal pohon kurma terangkat, sehingga keluar mata air……..

3. Isa berbicara waktu diayunan.

Surah Maryam ……………………………………………
[29] maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: “Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?”
[30] Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberikuAl Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi.

Sumber Kristen abad ke 5-6 :The Arabic Gospel of The Infancy of The Saviour .
http://wesley.nnu.edu/biblical_studies/ … nfarab.htm
1. Kami temukan (1) apa yang disebut dalam buku Jusuf sang Imam Besar, yang hidup sejaman kristus. Beberapa mengatakan bahwa dia adalah Kayafas.
(2) Dia berkata bahwa Jesus berbicara, dan , sungguh, ketika Ia sedang berbaring di ayunan dan berkata kepada Maria ibuNya : Aku Jesus, Anak Allah dan Firmannya (KalimatNya), yang engkau lahirkan, seperti yang diumumkan malaikat Jibril pada engkau; dan Bapak Ku mengirimKu untuk keselamatan dunia……………………………..

4. Kanak-kanak Yesus membuat burung hidup dari tanah liat!!

Al-Maaidah 5:110

(Ingatlah), ketika Allah mengatakan:”Hai ‘Isa putera Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada Ibumu diwaktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia diwaktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) diwaktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) diwaktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan izin-Ku, kemudian kamu meniup padanya, lalu bentuk itu menjadiburung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) diwaktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) dikala kamumengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir diantara mereka berkata:”Ini tidak lain sihir yang nyata”.

Sumber Kristen : The Arabic Gospel of The Infancy of The Saviour
http://wesley.nnu.edu/biblical_studies/ … nfarab.htm
46. Kembali, pada suatu hari, Tuhan Yesus dengan kawan-kawannya pada sebuah aliran air, dan mereka kembali membuat danau-danau ikan kecil. Dan Tuhan Yesus membuat 12 burung pipit (sparrows), dan ia mengatur mereka di sekitar kolam ikanNya, tiga dimasing-masing sisi. Dan ini adalah hari Sabat. Oleh sebab itu seorang Yahudi, anak Hanan, muncul , dan melihat sedemikan sibuk, berkata dengan marah dan sangat geram : Kamu membuat bentuk dari tanah liat pada hari Sabat ? Dan dia berlari cepat, dan menghancurkan kolam-kolam bereka. Tetapi ketika Yesus menepukkan tanganNya diatas burung-burung yang Ia buat, mereka semua terbang dan berkicau………

Kisah ini juga terdapat dalam Injil Thomas masa kanak-kanak Yesus (abad ke 2) :
http://www.earlychristianwritings.com/i … homas.html

VII. KISAH PEMUDA-PEMUDA DALAM GUA

Muhammad di tantang penduduk Mekkah, mengenai jumlah sekelompok orang di dalam gua, yang jumlahnya diperdebatkan. Lalu turun surah 18 yang cukup panjang.

Q18.9-24
[9] Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan? [10] (Ingatlah) tatkala pemuda-pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa: “Wahai Tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)”. [11] Maka Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu, [12] kemudian Kami bangunkan mereka, agar Kami mengetahui manakah di antara kedua golongan itu yang lebih tepat dalam menghitung berapa lamanya mereka tinggal (dalam gua itu). [13] Kami ceritakan kisah mereka kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk; [14] dan Kami telah meneguhkan hati mereka di waktu mereka berdiri lalu mereka berkata: “Tuhan kami adalah Tuhan langit dan bumi; kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran”. [15] Kaum kami ini telah menjadikan selain Dia sebagai tuhan-tuhan (untuk di sembah). Mengapa mereka tidak mengemukakan alasan yang terang (tentang kepercayaan mereka?) Siapakah yang lebih lalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah? 16] Dan apabila kamu meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusan kamu. [17] Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari itu terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu. Itu adalah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barang siapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tak akan mendapatkan seorang pemimpin pun yang dapat memberi petunjuk kepadanya. [18] Dan kamu mengira mereka itu bangun padahal mereka tidur; dan Kami balik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka mengunjurkan kedua lengannya di muka pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan (diri) dan tentulah (hati) kamu akan dipenuhi dengan ketakutan terhadap mereka. 19] Dan demikianlah Kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya di antara mereka sendiri. Berkatalah salah seorang di antara mereka: “Sudah berapa lamakah kamu berada (di sini?)”. Mereka menjawab: “Kita berada (di sini) sehari atau setengah hari”. Berkata (yang lain lagi): “Tuhan kamu lebih mengetahui berapa lamanya kamu berada (di sini). Maka suruhlah salah seorang di antara kamu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah dia membawa makanan itu untukmu, dan hendaklah dia berlaku lemah lembut dan janganlah sekali-kali menceritakan halmu kepada seseorang pun. [20] Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui tempatmu, niscaya mereka akan melempar kamu dengan batu, atau memaksamu kembali kepada agama mereka, dan jika demikian niscaya kamu tidak akan beruntung selama-lamanya”. [20] Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui tempatmu, niscaya mereka akan melempar kamu dengan batu, atau memaksamu kembali kepada agama mereka, dan jika demikian niscaya kamu tidak akan beruntung selama-lamanya”. [21] Dan demikian (pula) Kami mempertemukan (manusia) dengan mereka, agar manusia itu mengetahui, bahwa janji Allah itu benar, dan bahwa kedatangan hari kiamat tidak ada keraguan padanya. Ketika orang-orang itu berselisih tentang urusan mereka, orang-orang itu berkata: “Dirikanlah sebuah bangunan di atas (gua) mereka, Tuhan mereka lebih mengetahui tentang mereka”. Orang-orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata: “Sesungguhnya kami akan mendirikan sebuah rumah peribadatan di atasnya”. [22] Nanti (ada orang yang akan) mengatakan (jumlah mereka) adalah tiga orang yang keempat adalah anjingnya, dan (yang lain) mengatakan: “(Jumlah mereka) adalah lima orang yang keenam adalah anjingnya”, sebagai terkaan terhadap barang yang gaib; dan (yang lain lagi) mengatakan: “(Jumlah mereka) tujuh orang, yang kedelapan adalah anjingnya”. Katakanlah: “Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka; tidak ada orang yang mengetahui (bilangan) mereka kecuali sedikit”. Karena itu janganlah kamu (Muhammad) bertengkar tentang hal mereka, kecuali pertengkaran lahir saja dan jangan kamu menanyakan tentang mereka (pemuda-pemuda itu) kepada seorang pun di antara mereka. [22] Nanti (ada orang yang akan) mengatakan (jumlah mereka) adalah tiga orang yang keempat adalah anjingnya, dan (yang lain) mengatakan: “(Jumlah mereka) adalah lima orang yang keenam adalah anjingnya”, sebagai terkaan terhadap barang yang gaib; dan (yang lain lagi) mengatakan: “(Jumlah mereka) tujuh orang, yang kedelapan adalah anjingnya”. Katakanlah: “Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka; tidak ada orang yang mengetahui (bilangan) mereka kecuali sedikit”. Karena itu janganlah kamu (Muhammad) bertengkar tentang hal mereka, kecuali pertengkaran lahir saja dan jangan kamu menanyakan tentang mereka (pemuda-pemuda itu) kepada seorang pun di antara mereka. [23] Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan terhadap sesuatu: “Sesungguhnya aku akan mengerjakan itu besok pagi, [24] kecuali (dengan menyebut): “Insya-Allah”. Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan katakanlah: “Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini”. [25] Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi)

Kalau di baca maka ayat yang sangat panjang diatas lebih mirip omongan orang yang sedang stress. Kalau tidak tahu konteksnya maka ayat di atas sangat susuah dimengerti. Kata-katanya diulang-ulang yang sebenarnya kalo mau bisa diringkas menjadi beberapa kalimat saja. Tapi yang lebih parah, kelihatannya Allah manganggap legenda popular dijaman Muhammad ini sebagai fakta sejarah. Urban legend itu kelihatannya tidak lain cerita Seven Sleeper of Ephesus yang berasal dari abad ke 6 dan merupakan dongeng popular dikalangan Kristen Syria (Orthodox Syria) sampai sekarang.

Bandingkan dengan cerita asli Kisah Seven Sleeper :

Pada jaman rejim Decius (Roma -201-251 Masehi) di kota Efesus, kuil-kuil berhala dibangun. Para penduduk berbondong-bondong mempersembahkan korban di kuil itu, dan meninggalkan imannya. Tujuh orang Kristen keturunan bangsawan (menurut versi Barat bernama : Maximian, Malchus, Marcian, John, Denis, Serapion, and Constantine; versi Timur bernama : Maximilian, Jamblichus, Martin, John, Dionysius, Antonius, and Constantine) yang mengurung g ri dalam rumah kemudian ditangkap dan dibawa ke kaisar. Kaisar Decius hendak keluar kota untuk sesuatu hal, maka kaisar menangguhkan hukuman sampai ia kembali. Ke tujuh orang itu memberikan seluruh hartanya kepada orang miskin dan melarikan diri ke gua di bukir Celion. Tiap hari salah satu dari ke 7 orang itu kembali ke kota membeli makanan. Suatu hari salah satunya mengetahui bahwa mereka sedang diburu. Kembali ke gua ia menceritakan semuanya pada yang lainnya, dan merekapun menangis dan berdoa. Kemudian Tuhan membuat mereka tertidur. Ketika kaisar mengetahui tempat persembunyian mereka, segera menembok lubang gua itu. Waktu berlalu dan ketika kaisar Theodosius II (408–450) yang Kristen berkuasa, ia berkabung kerena ia dan rakyatnya telah tidak percaya lagi akan kebangkitan orang mati. Kemudian penduduk Efesus mendapat ide untuk membangun semacam tempat mengurung diri di bukit Celion. Ketka didapati gua di tembok, penduduk segera membongkar tembok itu dan mendengar suara gaduh, ketujuh orang yang sedang tidurpun bangun…………….! Mengikuti penanggalan dari cerita ini, pemuda itu tertidur selama kira-kira 200 tahun………..Sementara jumlahnya ada 2 versi yaitu 7 orang atau 8 orang.

Seven Sleeper reference : Encyclopedia Britanica 2006 /Catholic Encyclopedia.
Perayaannya menurut Orthodox tgl 23 Oktober dan 27 July menurut Katholik Roma.

-mm-
BERSAMBUNG.
VIII. ALLAH MENAUNGI ORANG ISARAEL DENGAN BUKIT/GUNUNG

Dalam Quran ada cerita aneh mengenai bukit yang terangkat menaungi orang Isreal.

Q7.170-172
[170] Dan orang-orang yang berpegang teguh dengan Al Kitab (Taurat) serta mendirikan salat, (akan diberi pahala) karena sesungguhnya Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengadakan perbaikan. [171] Dan (ingatlah), ketika Kami mengangkat bukit ke atas mereka seakan-akan bukit itu naungan awan dan mereka yakin bahwa bukit itu akan jatuh menimpa mereka. (Dan Kami katakan kepada mereka): “Peganglah dengan teguh apa yang telah Kami berikan kepadamu, serta ingatlah selalu (amalkanlah) apa yang tersebut di dalamnya supaya kamu menjadi orang-orang yang bertakwa”.

Ini juga tidak ada dalam Bibel Perjanjian Lama, tapi ada dalam komentar di Talmud :

Sumber Talmud Babylonia: Tract ‘Abodah Zarah bab I 2b bagian akhir.

Ini, kemudian, akan menjadi alasan mereka :’Tuhan Semesta Alam, tidakkah Engkau menggantungkan gunung di atas kami seperti kubah (bejana) seperti yang engkau lakukan pada Israel dan akankah kami masih menolak untuk menerima ini?’…………………………
R. Dimi b. Hama berkata : Ini mengajarkan kita bahwa yang Maha Kudus, di kuduskan Dia, menggantung gunung atas Israel seperti kubah, dan berkata pada mereka :’Bila engkau menerima Torah, ini akan menjadi baik dengan mu, tapi bila tida, di sana akan ditemukan kuburan bagimu.’

Link Abodah Zarah : http://come-and-hear.com/zarah/zarah_2.html#chapter_i

IX. HARTANYA KARUN.

Istilah harta Karun mungkin berasal dari dongeng tentang Korah (Karun), yang kunci-kuncinya sangat berat :

Q28.76
[76] Sesungguhnya Karun adalah termasuk kaum Musa, maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: “Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri”.

Dalam Bibel Perjanjian Lama, Korah anak Yizhar, memberontak melawan Musa dan Harun (Bilangan16 :1-6). Tetapi cerita tentang kunci-kunci harta Korah, tidak ada dalam PL. Kunci harta Korah yang sangat berat muncul dalam perbincangan para Rabbi di Talmud.

Sumber Talmud Babylonia : Tract Sanhendrin 110 a

Resh Lakish berkata : Ini menunjuk pada harta Korah (Karun). Dan seluruh isinya itu ada pada kaki mereka. Eleazer berkata : Ini menunjuk pada harta seorang manusia, yang menolongnya keluar. R.Levi berkata : Kunci-kunci rumah harta “karun” Korah adalah beban untuk 300 keledai putih, meskipun kunci-kunci dan gembok-gembok dari kulit.

Link : http://come-and-hear.com/sanhedrin/sanhedrin_110.html

BERSAMBUNG .
X. JAHANNAM

Jahannam berasal dari kata Ibrani Gehinnom (Yunani : Gehenna), yaitu nama sebuah lembah di Barat Selatan Jerusalem . Ge Hinnom (Lembah Hinnom), sampai sekarang namanya masih sama, jadi kalo anda mau ke neraka pergi aja ke Jerusalem… :roll: Ge Hinnom dulunya tempat pengorbanan anak-anak bani Ammon. Pada jaman Yesus, tempat itu dijadikan pembakaran sampah dan mayat. Tentu saja baunya bau dan menyengat, jorok dan apinya tiap hari nyala. Tempat itu kemudian digunakan untuk illustrasi tempat tujuan orang-orang yang jahat.

Dalam Bibel sendiri kata Gehenna (dibandingkan dengan jumlah halaman) relatip sangat jarang disebut Orang-orang Kristen dikemudian hari mengambil penggambaran keadaan neraka lebih mendetail dengan mengutip kitab-kitab Apokrip (mis Wahyu pada Petrus), yang kelihatannya kemudian diambil oleh Quran dan menggambarkannya dengan lebih menggebu-gebu.

Qur’an 78:21

[21] Sesungguhnya neraka Jahanam itu (padanya) ada tempat pengintai, [22] lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas, [23] mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya, [24] mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman, [25] selain air yang mendidih dan nanah, [26] sebagai pembalasan yang setimpal. [27] Sesungguhnya mereka tidak takut kepada hisab, [28] dan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dengan sesungguh-sungguhnya, [29] dan segala sesuatu telah Kami catat dalam suatu kitab. [30] Karena itu rasakanlah. Dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu selain daripada azab. [31] Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenanga

Kutipan Wahyu kepada Petrus (THE AKHMIM FRAGMENT) ayat 21 -22 :
Link : http://www.earlychristianwritings.com/t … james.html

Dan aku juga melihat tempat lain berlawanan dengan yang satu, sangat kotor; dan ini adalah tempat penghukuman, dan mereka yang dihukum dan malaikat-malaikat (malaikat maut ?) yang menghukum mereka berpakaian gelap, sesuai dengan suasana tempat itu.

Ayat 23 -24:
Dan di sana ada sebuah danau besar penuh dengan limpur (cairan) menyala, di dalam mana adalah orang-orang tertentu berbalik dari kebenaran; dan malaikat-malaikat; para algojo, disediakan untuk mereka. Dan di sana juga yang lainnya , wanita, digantung pada rambut mereka di atas lumpur mendidih, yaitu mereka yang berzinah.

Ayat 31 :
Dan dalam danau besar yang lain yang penuh dengan nanah dan darah dan Lumpur mendidih, berdiri pria dan wanita dengan lutut mereka. Dan mereka adalah orang-orang yang menarik riba.

Dalam Islam, sesorang akan mencapai Firdaus setelah melewati jembatan Sirotol Mustaqiim. Barang siapa yang dosanya banyak akan terpeleset oleh beban dosanya. Gambaran itu jelas bukan berasal dari tradisi Judaism, kerena menurut Judaism, Neraka ada dibawah lapisan bumi yang paling bawah, sementara surga ada di langit. Ini adalah pengaruh Zoroasther. Menurut kitab Yasna, roh orang jahat akan sampai ke Jembatan Chinwad.

Pada abad ke 3 sorang imam tinggi Zoroasther, mendapatkan penglihatan akan sorga dan neraka, dimana bila ia menuju sorga, harus melewati jembatan yang dibawahnya adalah jurang yang sangat dalam.

Link Kitab Zorasther.
Arda Viraf (mimpi tentang Sorga & Neraka) : http://www.avesta.org/mp/viraf.html

Dalam Viraf 24.1-4 tertulis demikian :
Aku juga melihat roh seorang wanita yang digantung, pada kedua buah dadanya, ke neraka; dan binatang berbisa (khrafstars) menangkap seluruh badannya. Aku kemudian berkata : ‘Dosa apa yang dilakukan olehnya ?’ Dijawab kerena perzinahan.

Bandingkan dengan cerita di bawah ini :
Ishaq:185
“ Di neraka aku melihat wanita di gantung di kedua buah dada mereka. Mereka menjadi orang tua anak haram .”

Kalo cerita itu betul, Muhammad betul-betul tukang jiplak……………….

Link mengenai buku Arda Viraf :
http://en.wikipedia.org/wiki/Book_of_Arda_Viraf

XI. FIRDAUS.

Firdaus (dari Persia artinya Taman), menurut islam adalah tujuan akhir yang paling didambakan, yaitu kenikmatan ala hedonis tanpa akhir (tidak bosan ?).

Penggambaran Firdaus (Yun: Paradeiso) menurut Muhammad :

[Surah 56]
[12] Berada dalam surga (taman) kenikmatan.
[15] Mereka berada di atas dipan yang bertahtakan emas dan permata,
[16] seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan.
[17] Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda,
[18] dengan membawa gelas, cerek dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir,
[19] mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk,
[20] dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih,
[21] dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.
[22] Dan (di dalam surga/taman itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli,
[23] laksana mutiara yang tersimpan baik.
[24] Sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan.
[25] Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa,
[26] akan tetapi mereka mendengar ucapan salam.
[28] Berada di antara pohon bidara yang tidak berduri,
[29] dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya),
[30] dan naungan yang terbentang luas,
[31] dan air yang tercurah,
[32] dan buah-buahan yang banyak,
[33] yang tidak berhenti (buahnya) dan tidak terlarang mengambilnya,
[34] dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk.
[35] Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung,
[36] dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan,
[37] penuh cinta lagi sebaya umurnya,
[38] (Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan,
[39] Di sisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya dan jelita matanya,
[40] seakan-akan mereka adalah telur (burung unta) yang tersimpan dengan baik.
[41] Lalu sebahagian mereka menghadap kepada sebahagian yang lain sambil bercakap-cakap.

Dalam Bibel Firdaus mengacu ke Taman Eden pada kisah penciptaan. Menurut ajaran Kristen, Firdaus adalah tempat orang-orang percaya mengalami kehadiran Tuhan ( Dalam Injil Lukas kata Yunani “Paradeiso”, diucapkan oleh Yesus dikayu salib, menggambarkan suatu kondisi, bukan tempat).Tapi gambaran itu akhirnya melenceng pada kenikmatan hedonis. Seperti kutipan Firdaus dari Kitab Wahyu Petrus(THE ETHIOPIC TEXT).

Kutipan Kitab Wahyu Petrus(THE ETHIOPIC TEXT).
http://www.earlychristianwritings.com/t … james.html

…………….Dan dia memperlihatkan padaku sebuah Taman yang Agung, terbuka, penuh dengan pohon-pohon yang beraneka warna dan buah-buah yang membangkitkan selera dan bau wewangian. Keharumannya menyenangkan dan datang dengan lembut pada kami. Dan daripadanya [terpotong] aku melihat banyak buah. Dan Tuhanku dan Allah Yesus kristus berkata padaku : Tidakkah kamu melihat kerabat dari ayah-ayahmu ?

Tentu saja dalam kepercayan Kristen, tidak terlihat Peri (kata Persia untuk Fairy, nymph,sprite )atau Houriyah/Houri (whore ?). Kerena menurut kepercayaan Kristen di surga orang hidup tanpa jenis kelamin. Tapi bagi Muhammad itu kurang afdol / menyenangkan, oleh kerena itu ia memasukkan unsur-unsur dongeng Persia, yaitu Peri. Dengan tambahan cerita tentang sungai di Firdaus (dari Bibel) dan Bidadara (homo ?), khamir, maka lengkaplah kenikmatan hedonis tanpa akhir dari Firdaus untuk membuat seorang pemuda ***** rela mati sahid…………………..

Peri di Sorga berasal dari dongeng Persia, tapi bukan ajaran Zoroasther resmi. Dalam dongeng Persia Peri ada yang lelaki (bidadara?)

XII. TUJUH LAPIS LANGIT (DAN BUMI?)

Tujuh lapis langit ditemukan di Quran berulang-ulang :

Q71.15-16
[15] Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat? [16] Dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita?

Q65.12
[12] Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah, ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.

Langit lapis tujuh tidak ditamukan dalam Bibel resmi, tapi disebut dalam karangan pseudigripha, misal kitab Rahasia Henokh atau Apocalypse Abraham, Midrash dan Apokrip Kristen.

Sebenarnya langit lapis tujuh dikenal juga dalam Hindu, Yunani, Mesopotamia. Dalam Hindu, langit lapis 7 dibahas dalam kitab Purana. Tapi kelihatannya Muhammad menyontek dari Yahudi.

Kutipan Midrash Genesis Rabbah (abad ke 6 Masehi).
http://www.sacred-texts.com/jud/mhl/mhl05.htm

Kemuliaan dari Shechinah tinggal di sini di antara manusia. Kejatuhan Adam menyebabkannya terhalau dari bumi ke langit lapis pertama. Kain menghalaunya, oleh perbuatan jahatnya lebih jauh ke lapis ke dua, generasi Enos lebih jauh lagi, dan generasi air bah kembali (menghalaunya) ke lapis ke empat. Generasi Menara (Babil), orang-orang Sodom dan Mesir pada masa Abraham akhirnya menghalau Shechinah ke langit ke tujuh.

Wahyu (Miraj) Paulus (150-300 Masehi):
Paulus di bawa oleh Roh Kudus sampai langit ke 7.
http://www.earlychristianwritings.com/n … epaul.html

Apocalypse of Abraham (awal abad ke 2).
http://www.pseudepigrapha.com/pseudepig … raham.html

(pasal 19).
Dan sementara dia masih berbicara, lihatlah, permukaan yang luas di bawahku, langit, terbuka dan aku melihat di atas lapis langit ke 7 di mana aku berdiri sebuah api merambat dan sebuah cahaya dan embun dan sejumlah banyak malaikat-malaikat …………………………

BERSAMBUNG.
LANJUTAN TUJUH LANGIT LAPIS ……………………..

Kutipan dari Talmud Tract Hagiga :
http://www.sacred-texts.com/jud/t03/hgg03.htm
……………………………………………
Resh Lakish berkata, mereka (langit) ada tujuh, yaitu : Vilon, Rakhia, Shchakim, Zbul, Maon, Makhon, Araboth. Vilon tidak ada kegunaan apapun selain ini , ia muncul di pagi hari dan pergi di petang hari, dan memperbaharui setiap hari karya penciptaan. Rakia adalah yang tempat kedudukan matahari dan bulan, bintang-bintang dan gugus bintang. Shchakim adalah tempat baru gerinda berdiri dan menggerinda manna (makanan surgawi) untuk orang-orang kudus. Zbul adalah tempat dimana Jerusalem Surgawai dan Kuil, altar dibangun di sana, dan malaikat Michael pangeran agung berdiri dan menawarkan atas suatu tawaran. Maon adalah tempat kelompok malaikat-malaikat yang melayani Allah, yang melantunkan nyanyian Nya di malam hari dan diam di siang hari demi kemuliaan Israel…… Makhon adalah tempat d perbendaharaan salju,………………………..dst.

Menurut para Rabbi, kalau malam langit ditutup(seperti jendela & gorden).Pagi hari sampai petang lapisan vilon muncul. Tiap hari seluruh ciptaan diperbaharui oleh vilon, dan menjelang malam langit diselubungi oleh selubung malam (the veil of darkness), silih berganti siang malam berkejaran…………….

Perhatikan ayat Quran di bawah ini :

Q7.54 :
[54] Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas Arasy. Dia menutupkan malam ((the veil of the night )kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.

Surah Luqman: 29
[29]“Tidakkah engkau memerhatikan bahawa Allah SWT memasukkan malam pada siang dan memasukkan siang pada malam (silih berganti).”

Q91.1-5
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
[1] Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, [2] dan bulan apabila mengiringinya, [3] dan siang apabila menampakkannya, [4] dan malam apabila menutupinya, [5] dan langit serta pembinaannya, [6] dan bumi serta penghamparannya,

Q92.1-2
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
[1] Demi malam apabila menutupi (cahaya siang), [2] dan siang apabila terang benderang, …

Q67.5
[5] Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala.

Lapisan-lapisan 7 langit ini diuraikan secara mendetail ddalam mistik Yahudi yaitu kaballah keperti yang tertulis Zohar dan Sepher ha-Razim.

XIII PENCIPTAAN LANGIT DAN BUMI.

Q 21:30
Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?

Q 41:11
Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”.

Kisah penciptaan di atas, jelas berasal dari Judaism, meskipun pemisahan langit dan bumi dikenal oleh Hindu,Mesopotamia dan Mesir:

Menurut Bibel, pada mulanya Tuhan menciptakan langit dan bumi, bumi belum berbentuk dan kosong (Kej 1:1). Dalam perbincangan para Rabbi di Tract Hagiga, para rabbi menyimpulkan bahwa langit dan bumi diciptakan pada hari pertama, secara bersamaan (meskipun ada yang berpendapat langit dulu atau bumi dulu tapi dalam hari yang sama).

R. Jehudah dalam nama Rabh berkata : Sepuluh hal yang diciptakan pada hari pertama, yaitu : LANGIT dan bumi; chaos dan ketandusan; cahaya dan kegelapan; angin dan air; dst………………………..

Link Tract Hagigah : http://www.sacred-texts.com/jud/t03/hgg03.htm

Ini sesuai dengan pendapat ahli filsafat Yahudi Philo (15BC-45AD} bahwa segala sesuatu diciptakan pada hari pertama tapi belum berbentuk (raw material), Tuhan kemudian mengarasemennya dalam 5 hari.

Kemudian (Kej 1:6) pada hari yang KEDUA Tuhan membuat cakrawala (firmament/Rakia) untuk memisahkan air dari air. Rakia seperti tertulis Tract Hagiga adalah lapisan langit (tempat beredarnya matahari dan bulan). Maka dapat dikatakan, pekerjaan Tuhan pada hari yang kedua adalah memisahkan langit dengan bumi seperti yang dimaksud oleh Quran.

Sesudah firmament dibentuk, maka Tuhan mengatur air di bumi (memisahkan air asin dan tawar). Dalam Kej 2:9, kehidupan muncul sesudah Tuhan menurunkan hujan (tawar). Jadi air memunculkan kehidupan (seperti juga pendapat Philo), yang kemudian dikutip oleh Muhammad menjadi :”Dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup…………”

Menurut Philo, yang dimaksud dengan 6 hari penciptaan, bukanlah benar-benar rentang waktu yang dibutuhkan Tuhan, kerena Tuhan yang Maha Kuasa bisa menciptakan dalam sekejap “jadilah”; tapi kerena ciptaan memerlukan aransemen (harmony), dan bilangan enam adalah bilangan produktip. Jadi apa itu dibilang 6 hari, 6 masa, atau 6 periode tidak masalah.
Link : http://www.earlyjewishwritings.com/text … book1.html

Dan para rabbi Yahudi juga mengatakan langit adalah “the place where there is water” dan merupakan campuran antara air dan api, yang awalnya tanpa bentuk. Air tanpa bentuk dapat digambarkan sebagai kabut (fog) atau asap, seperti yang dikatakan Quran.

Pengaruh Zoroastrian pada dongeng penciptaaan Quran.

Q41
[9] Katakanlah: “Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (Yang bersifat) demikian itulah Tuhan semesta alam”. [10] Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni) nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya. [11] Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”.Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

Di bawah ini urutan penciptaaan gaya Zoroasteriansm seperti yang terekam dalam Kitab Bundahishn :

Periode pertama Ohrmazd (Pencipta) menciptakan langit dengan cahaya siang .
Periode kedua air diciptakan , angin, hujan dan kilat.
Periode ketiga diciptakan bumi yang bundar (round)yang datar dengan jalan-jalan. Kemudian mengisi bumi itu dengan gunung-gunung, serta berbagai hal seperti besi, limstone dsb.
Periode keempat diciptakan tumbuh-tumbuhan dan penunjangnya
Periode kelima diciptakan binatang-binatang.
Periode keenam diciptakan manusia.

Sesudah selesai Ohrmazd kemudian menciptakan cakrawala tempat bintang-bintang , matahari dan bulan sebagai cahaya penerang.
XIV PERJALANAN MALAM MUHAMMAD KE LANGIT (ISRA MIRAJ)

Q17:1
Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Q53:13-18
Dan sesungguhnya dia (Muhammad) telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, di Sidratul Muntaha. Di dekat (Sidratul Muntaha) ada surga tempat tinggal. (Dia melihat Jibril) ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh suatu selubung. Penglihatannya tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.

Diriwayatkan oleh Anas dan Malik (diringkas) :

Jibril datang melalui atap, kemudian membuka dan membasuh dada Nabi dan memcucinya dengan air zam-zam, lalu dimasukan kebijaksanaan dan keyakinan ke dada nabi.

Kemudian dengan mengendarai Buraq yang dibawa Jibril, Muhammad dibawa ke Ba’it Al-Maqdis, dan setelah menambatkan Buraq, nabi masuk ke dalamnya lalu shalat 2 rakaat. Ketika keluar Jibril menawarkan dua bejana berisi susu dan anggur, Muhammad memilih susu, Jibril berkata:”engkau meimilih yang fitrah”.

Kemudian Muhammad di bawa ke langit pertama, pada pos penjagaan pertama terjadi dialog (mirip Area 51 aja):
“Siapakah engaku?”
Dijawabnya, “Jibril.”
“Siapakah yang bersama dirimu?”
“Muhammad”, jawab Jibril
Kemudian ditanya lagi, “Apakah tugas mulianya sudah dimulai?”
“Tugas mulianya telah dimulai”, jawab Jibril. Setelah itu surga dibuka untuk Nabi dan Jibril. Di sana Nabi bertemu dengan Adam, yang menyambut dan berdoa untuk kebaikan Nabi.

Hal serupa diulang dari langit yang pertama sampai langit yang ketujuh, dimana pada tiap-tipa lapis langit Muhammad di sambut oleh nabi-nabi terdahulu. Di surga terakhir disambut Nabi Ibrahim. Sesudah itu Muhammad dibawa ke Sidrat al Muntaha, yang dibatasi oleh pohon-pohon raksasa yang daunnya dan buahnya sangat besar…………..disebut pohon Khuldi. Di sini Muhammad bernegosiasi mengenai shalat.Selama Miraj, Muhammad juga melihat berbagai hal seperti malaikat dan neraka. Mimpikah Muhammad ?

Mimpi atau bukan mimpi, biarlah jadi perdebatan para Muslim sendiri. Yang jelas kisah Muhammad ini bukan barang baru, tetapi ditemukan hampir di perbagai agama.

Dalam Mandean (Sabiin dalam Quran) ada kisah mengenai orang bijaksana Dana Nuk, yang secara ajaib mendapatkan berbagai buku yang memberikan jalan berbeda. Setelah mengambil buku yang terakhir, Dana Nuk meyakini buku terakhir sebagai jalan yang benar. Dalam keadaan tidur, roh Dana Nuk di angkat melewati lapisan-lapisan langit sampai pada ke langit yang ke tujuh. Di langit ke tujuh Dana Nuk memasuki Firdaus dan bercakap-cakap dengan Tuhan. Asal cerita ini tidak diketahui kerena cerita ini (seperti pada kebanyakan tradisi Sabean) adalah cerita oral.

Cerita seperti itu dalam tradisi Judaism/Kristen dan Zoraster sudah lama ada, jadi bukanlah ide baru, dan Muhammad mungkin terobsesi sehingga termimpi-mimpi. Atau mungkin malah merekayasa cerita :

Sumber pseudepigrapha Yahudi :

The Testament of Abraham :
http://www.pseudepigrapha.com/pseudepigrapha/1007.htm
Dalam cerita dongeng ini pohon-pohon bisa bernyanyi. Konon Abraham dijemput malaikat Michael dengan kereta Cherubim. Cherubim dalam PL adalah mahluk surgawi bersayap yang terlihat seperti setengah binatang dan setengah manusia, diumpamakan sebagai kendaraan Surgawi (misal Mazm 18:11 ). Barangkali ide Buraq berasal dari salah pengertian Muhammad mengenai Cherubim (Kerub), dan menggabungkannya dengan gambaran Persia mengenai binatang bersayap (dengan muka wanita cantik ?). Dalam perjalanan menuju Surga, Abraham melihat berbagai hal yang baik dan yang buruk. Di gerbang pertama, Abraham menihat Adam yang tertawa dan menangis. Abraham kemudian meninggal tidak lama setelah dikembalikan oleh Michael ke bumi.

Apocalypse of Abraham :
http://www.pseudepigrapha.com/pseudepig … raham.html
Meskipun bercerita tentang tokoh yang sama, kisah ini berbeda dengan Testament of Abraham, kerena dalam kisah ini Abraham dianggkat waktu masih muda (ketika bermasalah dengan ayahnya Terah, berkatian dengan berhala ). Sama seperti kisah sebelumnya Abram dijemput dengan malaikat, dan naik ke surga mengendarai burung perkutut ! Abraham di bawa ke langit ke 7 untuk melihat berbagai hal di bawahnya.

Kitab Rahasia Enoch (150-80 SM) :
http://www.pseudepigrapha.com/pseudepig … nochs2.htm
Enoch atau dalam Quran disebut nabi Idris, juga merupakan nabi bagi oeang-orang Mandean/Sabean (Sabiin). Isinya sbb :
Pada pasal 1-21 Enoch di bawa oleh malaikat berpergian dari langit pertama samapai langit ke 7. Pasal 22 – 38 Enoch menerima rahasia dari Allah. Pasal 39-68 Enoch memberi wejangan kepada anaknya sebelum ia diangkat kembali ke Surga (menurut tradisi PL dan Quran Enoch (Idris) adalah salah satu nabi yang diangkat ke surga dengan badannya).

Sumber Apokrifa Kristen :

Apocalypse of Paulus :
http://www.earlychristianwritings.com/n … epaul.html
Dalam Bibel, Paulus pernah menyinggung pengalaman mistiknya secara sekilas ketika diangkat ke langit ke tiga. Paulus sendiri tidak yakin mengenai pengalaman itu (diluar tubuh atau di dalam tubuh). Orang Kristen tertentu (Gnostik ?) kemudian melengkapinya melewati langit ke 7 secara rinci. Di langit ke 7 Paulus bertemu muka dengan “orang tua” (gambaran Allah Bapa dalam tradisi Kristen). Paulus juga melihat malaikat dan neraka. Kelihatannya yang ini menyontek kisah Rahasia Enoch.

Sumber Zoroasther :

http://www.avesta.org/mp/viraf.html

Berasal dari pengalaman mimpi (akibat mabuk) seorang imam Zoroasther bernama Arda Viraf. Viraf melihat malaikat, orang suci dan neraka. Beberapa penglihatannya mengenai neraka mirip cerita dalam Islam.

Dari uraian di atas, jelas sekali pengalaman miraj bukan monopoli Muhammad atau Islam. Dan kelihatannya cerita yang satu mempengaruhi cerita yang lain.

Sebenarnya untuk apa orang membuat cerita seperti itu ? Barangkali untuk menarik hati orang-orang yang kurang kritis, atau barangkali pengalaman itu memang terjadi meski sifatnya subeyektip kerena hanya mimpi atau NDEs (Near Death Experiences) yang bisa dialami oleh semua orang, termasuk yang mengalami gangguan jiwa.

XV. SUKA CITA DAN DUKA CITA ADAM DI SURGA.

Kutipan dari dari buku Tisdall :
http://www.answering-islam.org/Books/Ti … /chap4.htm

Dalam SURAH 17, Al Asra’ ayat 1, kita membaca sebuah pesan ringkas cerita perjalanan mistik Muhammad ke surga, yang menduduki tempat yang sangat meluas dalam tradisi Muslim:

[1] Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidilharam ke Al Masjidilaksa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

Selanjutnya dalam Mishkatu’l Masabih diceritakan sebuah pemandangan yang ia lihat ketika memasuki langit (sorga) yang terbawah dari 7 langit :

“Dan ketika dia membukakan untuk kami langit terbawah, lihatlah ! seorang manusia duduk : di tangan kanannya sosok-sosok hitam, dan di tangan kirinya sosok-sosok hitam. Ketika dia melirik ke arah sisi kanannya dia tertawa, dan ketika dia melirik ke arah ke sisi kirinya , dia menangis,…..Aku berkata pada Jibril, ‘Siapakan dia ?’ Dia berkata, ini adalah Adam, dan sosok-sosok hitam pada tangan kanan dan pada tangan kirinya adalah jiwa-jiwa dari anak-anaknya; dan mereka yang ada dikanan adalah para penghuni Firdaus, dan sosok-sosok hitam yang ada di tangan kirinya adalah penghuni Neraka. Oleh kerena itu ketika ia melihat ke kanan ia tertawa, dan ketika ia melihat ke kiri ia menangis.’”

Tradisi ini dapat dilacak kembali ke buku Apokrip yang berjudul “Testament of Abraham ”, seperti yang dikutip di bawah ini :

Michael memutar Kereta dan membawa Abraham ke arah Timur, pada gerbang Surga pertama. Dan Abraham melihat dua jalan ; satu jalan lurus dan sempit dan yang lain lebar dan luas; dan di sana ia melihat 2 gerbang, satu gerbang lebar, sesuai dengan jalan lebar, dan satunya lagi sesuai dengan jalan yang sempit. Dan di luar 2 gerbang itu aku melihat seorang manusia di atas sebuah tahta diselumuti emas, dan penampilan orang itu sangat angker bagaikan Tuhan. Dan aku melihat banyak jiwa dihalau oleh malaikat-malaikat dan digiring lewat jalan yang lebar; dan aku lihat jiwa-jiwa yang lain, beberapa , dan mereka di angkat oleh para malaikat melewati gerbang aempit. Dan ketika orang laki-laki yang sangat menakjubkan yang duduk di tahta melihat sedikit yang memasuki gerbang sempit tetapi banyak yang masuk melalui gerbang lebar, tiba-tiba orang menakjubkan itu memegang setengah rambut kepalanya dan sebelah jenggotnya dan melemparkan dirinya dari tahta ke tanah,menangis dan meratap. Dan ketika dia melihat banyak jiwa masuk lewat gerbang sempit, maka dia akan bangkit dari tanah dan duduk di atas tahta dalam kegirangan yang besar, gembira dan bersuka ria. Abraham bertanya pada tetua utama (malaikat Michael), “Tuanku tetua utama, siapakah sesungguhnya orang menakjubkan yang dihiasi dengan begitu mulia, dan siapa pada satu saat menangis dan meratap, tapi dilain waktu gembira dan senang?’ Yang tanpa tubuh menjawab,’Itu adalah Adam, orang yang diciptakan pertama kali, yang dalam kemuliaan, dan dia melihat dunia, sejak semuanya berasal dari dia; dan ketika dia melihat banyak jiwa masuk ke gerbang sempit, maka dia naik dan duduk di tahtanya, senang dan bersuka ria dalam kegembiraan, kerena gerbang sempit adalah yang membimbimg pada hidup, dan siapa yang masuk lewat gerbang ini menuju Firdaus: ………………Dan ketika ia melihat banyak orang melewati gerbang lebar maka ia akan mernggut rambut kepalanya dan melemparkan diri ke tanah. Kerena gerbang yang lebar disediakan untuk pada pendosa, yang akan membimbing pada kehancuran dan hukuman kekal.’”

Testament of Abraham juga dapat dilihat di sini :
http://www.pseudepigrapha.com/pseudepigrapha/1007.htm

BERSAMBUNG
XVI. YA’JUJ wa MAKJUJ

Lihat juga Kisah Dzul Qarnaen.

Q18.92-95
[92] Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi). [93] Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan. [94] Mereka berkata: “Hai Zulkarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Makjuj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?” [95] Zulkarnain berkata: “Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka,………………..

Ya’juj dan Makjuj, dalam Bibel disebut Gog dan Magog. Dalam Bibel Gog dan Magog ditemukan dalam Kitab Kejadian 10:1-2 dan Yehezkiel 38. Dalam Yehezkiel 38 Gog adalah nama orang dan Magog adalah tempat asalnya. Tapi dalam Yehezkiel 38:5-9, Gog direpresentasikan sebagai kekuatan Persia yang kemudian menjajah Israel. Namun kemudian dalam tulisan-tulisan pseudogripha Gog dan Magog menjadi representasi sepasang kekuatan jahat yang berasal dari Iblis. Dalam Kitab wahyu (Yohannes), Gog dan Magog disebut sebagai kekuatan jahat yang akan muncul di hari Kiamat sesudah Iblis dilepaskan dari penjara 1000 tahun. Demikian juga dalam tafsiran Muslim :

Q21.96-97
[96] Hingga apabila dibukakan (tembok) Yakjuj dan Makjuj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. [97] Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir. (Mereka berkata): “Aduhai, celakalah kami, sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang lalim”

Lalu, apa hubungannya Gog dan Magog dengan cerita Aleksander ? Cerita Aleksander dengan Gog dan Magog berasal dari dongeng-dongeng (Kristen) rakyat Syria, yang kemudian disatukan dan dihimpun dengan berbagai cerita lainnya dalam sebuah buku yang bernama Romance Alexander. Kemungkinan cerita itu sampai pada Muhammad dari Kristen Syria, (mis. sermon & homili Mar Jacob Serug pada abad ke 6), yang kemudian muncul dalam Quran sebagai “wahyu Tuhan”.

Kutipan Encyclopedia Britannica 2006 -offline, mengenai Romance Alexander :

Sumber utama dari seluruh literarure Roman Aleksander adalah epik rakyat yang ditulis dalam bahasa Yunani oleh orang Mesir hellenis selama abad ke 2 Masehi.Terjemahan-tercemahan dan salinan-salinan yang selamat memungkinkan dibuat rekonstruksi. Ini adalah gambaran Aleksander sebagai pahlawan messianic nasional, anak seorang raja sihir Mesir dengan istri Philip II dari Makedonia. Sihir dan keajaiban menjadi bagian mewarnai epik, sebagai contoh, pertemuannya dengan para Amazon di India. Dalam kisah-kisah kemudian, bagaimanapun, keajaiban dan anekdot-anekdot aneh mendominasi dan secara bertahap mengaburkan ciri-ciri historisnya. Episode-episode tambahan dimasukan pada versi asli, seringkali melalui “surat-surat” yang tampaknya seperti ditulis oleh atau untuk Aleksander, dan sebuah legenda tersendiri mengenai tangkapannya akan penduduk liar Gog dan Magog disatukan dari beberapa versi bahasa daerah. Sebuah cerita legenda Aleksander terdapat dalam sebuah terjemahan Inggris abad 9 sejarah dunia Orosiud . ……………………………………………………………………Dongeng-dongeng Aleksander versi Timur mengenai Gog dan Magog termaktub dalam Quran.

Kutipan manuskrip cerita Alexander versi Syria (abad ke 6 AD):

Aleksander berkata pada mereka, “Berapa jauh gunung dlturuni dari arah itu?’ Mereka menjawab, ‘Gunung ini menyambung tanpa sebuah celah, melewati laut Beth-Katraye, dan berlanjut sampai ujung luar Persia dekan India..’ Aleksander berkata. ‘Gunung ini lebih tinggi dan menakutkan dari semua gunung yang pernah kulihat.’ Sang orang tua, penduduk setempat, berkata pada raja,’Ya, yang Mulia. Tuanku Raja, tidak ada seorangpun baik kami, moyang kami, yang dapat malaluinya, kerena ini adalah batas yang Tuhan buat antara bangsa kami dan bangsa di baliknya.’ Aleksander berkata, ’Siapakah bangsa itu?.’ Penduduk setempat berkata,’Itu adalah bangsa Hun,’ Dia berkata pada mereka,’Siapakah rajanya?’ Si orang tua menjawab, ‘Gog dan Magog dan Nawal raja-raja dari anak-anak Japhet……Lihat Bibel Kej 10: 1-2.

Selanjutnya dikisahkan Aleksander membuat pintu gerbang raksasa dari tembaga di celah antara 2 gunung dan ditutupnya, supaya orang-orang Hun tidak menyerbu dan membuat kerusakan……………..

BERSAMBUNG
Takhyul dalam Islam:
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … php?t=2074
Yah…. ketik aja terus.
Yang jelas, seluruh kitab seperti Zabur, Taurat, Injil dan al-Qur’an seluruhnya bersumber dari Allah. Jadi enggak heran dong kalau ada kesamaan dibeberapa tempat.

kalau boleh saya jelaskan dengan logika sekarang,
1. kitab Zabur diturunkan karena pada saat itu tingkat pemikiran masyarakatnya masih setingkat dengan SD.
2. Kitab Taurat untuk masyarakat yang sudah duduk di tingkat SLTP
3. Injil untuk anak SMA, dan kalau mau ngelanjut kuliah…. lhu harus belajar Al-qur’an.

richdad3000 wrote:Yah…. ketik aja terus.
Yang jelas, seluruh kitab seperti Zabur, Taurat, Injil dan al-Qur’an seluruhnya bersumber dari Allah. Jadi enggak heran dong kalau ada kesamaan dibeberapa tempat.

kalau boleh saya jelaskan dengan logika sekarang,
1. kitab Zabur diturunkan karena pada saat itu tingkat pemikiran masyarakatnya masih setingkat dengan SD.
2. Kitab Taurat untuk masyarakat yang sudah duduk di tingkat SLTP
3. Injil untuk anak SMA, dan kalau mau ngelanjut kuliah…. lhu harus belajar Al-qur’an.

Salah! quran utk anak Playgroup!
Untuk Anak SLB yg pasnya
XVII AL LAWH AL MAHFUZ

Menurut Islam Quran (juga Injil, Mazmur/Zabur dan Taurat ) adalah foto copy kitab surgawi yang tertulis pada tablet-tablet batu (lawh/Loh).

Q85.21-22
[21] Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al Qur’an yang mulia,
[22] yang (tersimpan) dalam Lawhmahfuz (guarded tablet).

Q15.9
Kami, tanpa keraguan, menurunkan Wahyu, dan kami dengan sungguh-sungguh menjaganya . .

Menurut kepercayaan Muslim, Lempengan Surgawi /Yang Terpelihara (al-lawh-al-mahfuz) berjumlah 104 bagian :
-100 yang ditarik kembali : 10 kepada Adam. 50 kepada Seth, 30 kepada Idris, 10 kepada Ibrahim
- 1 kepada Musa (Taurat)
- 1 kepada Daud (Zabur/Mazmur)
- 1 kepada Isa (Injil)
- 1 kepada Muhammad (Al Quran)

Taurat, Zabur, dan Injil sudah “dipalsukan”. Meskipun demikian tidak ditarik kembali sebab mempunyai fungsi memprediksi (?) kedatangan Muhammad. (as-Saff 61:6 )

Dalam surah Al Anbiya, 105 Tuhan juga menulis di Zabur (Mazmur) yang referencenya adalah Mazm 37 : 11, 29 .Mazmur 37 adalah kidung yang ditulis oleh Daud, tapi secara aneh diklaim Quran sebagai sebagai tulisan tangan Tuhan di atas lempengan batu seperti 10 perintah Tuhan.

Penjelasan rinci mengenai tablet ada dalam Qisasu’l Anbiya (pp3,4) :
Di bawah tahtanya Tuhan menciptakan mutiara, dan dari mutiara diciptakan tablet, tinggi 700 tahun perjalanan dan lebar 300 tahun perjalanan. Disekelilingnya dihiasai batu ruby, melalui kekuatan Allah yang maha tinggi. Kemudian datang pada Kalam perintah ,’Menulislah engkau pengetahuanKu dalam ciptaanKu, dan yang segala yang ada sampai hari Kebangkitan’. ………………..

Ide mengenai Lempengan Surgawi berasal dari Yahudi. Dalam Bibel dikatakan Musa mendapatkan 10 Perintah Tuhan yang ditulis pada sepasang tablet (lempengan ) batu, dan memerintahkan Musa untuk menjaganya dalam Tabut kayu.

Ulangan 10.1 :
Ba`et hahiy’ ‘amar Yahweh ‘elay, Pcal- lkashney- luwchot ‘baniym kari’shoniym wa`aleh ‘elayhaharah. W`asiyta lka ‘rown `ets.

Pada waktu itu berfirmanlah Yahweh kepadku :’Pahatlah dua loh batu yang serupa dengan yang mula-mula, nailah ke atas gunung kepada ku dan buatlah sebuah tabut dari kayu.

Perhatikan kata tablet di sini adalah luwch itu sama /mirip dengan lawh (al-lawh) atau Loh dalam bahasa Arab.

Dikemudian hari berkembang dalam pemikiran Yahudi, tidak hanya 10 perintah saja tapi seluruh isi literature Judaism berasal dari lempengan batu, yang tentu saja aslinya ada di Surga. Dan pemikiran para rabbi Yahudi inilah yang kemudian di adopsi oleh Muhammad, sehingga Injil. Mazmur, Taurat, Quran bahkan suhuf-suhuf Ibrahim (Testement Abraham ?) berasal dari tulisan ilahi diatas lempengan surgawi.

Untuk mengetahui lebih mendetail, dalam pemikiran orang Yahudi mengenai tablet Musa itu, kita dapat melihat ke Tract Berakhoth folio 5 a :
R Simeon b Laqish berkata,’ Apa arti dari ayat ini, “Dan aku akan memberimu lempengan-lempengan batu, dan hukum dan perintah yang Aku tuliskan ; yang akan engkau ajarkan pada mereka ?” (Keluaran 24:12)
‘Lempengan-lempengan batu’ : adalah sepuluh perintah;
’hukum’: kelima kitab Musa ;
‘perintah’ : yang adalah Misnah
‘yang Aku tulis’ : adalah Nabi-nabi dan Kitab-kitab:
‘yang engkau ajarkan pada mereka’ : adalah Gemara.
Ajaran ini semua yang mereka terima dari Musa digunung Sinai.

Pada masa kini, tidak ada seorang Yahudi pun yang terpelajar yang mempercayai hal itu, kerena semua tahu Misnah dan Gemara di susun pada abad ke 3 dan ke 5 Masehi. Tapi bagi Muslim hal itu tidak boleh diregukan kerena tertulis di Quran, padahal tidak ada yang namanya Kitab Injil maupun Zabur yang seperti digambatkan Quran (ditulis oleh Allah sendiri)…

Sebenarnya hukum yang tertulis pada batu (stella) sebenarnya merupakan kebiasaan dari orang-orang pada jaman dulu, seperti juga hukum Hammurabi yang juga tertulis pada batu stela , masa Allah yang menciptakan segala sesuatu itu demikian primitip menulis hukum, pada stela batu?

Link Tract Berakhoth : http://www.come-and-hear.com/berakoth/berakoth_5.html

Bahan pustaka : http://www.answering-islam.org/Books/Ti … /chap3.htm
XVIII ANAK LEMBU EMAS YANG BERSUARA (MELENGUH).

Q20.88
[88] kemudian Samiri mengeluarkan untuk mereka (dari lubang itu) anak lembu yang bertubuh dan bersuara, maka mereka berkata: “Inilah Tuhanmu dan Tuhan Musa, tetapi Musa telah lupa”. Maka apakah mereka tidak memperhatikan bahwa patung anak lembu itu tidak dapat memberi jawaban kepada mereka, dan tidak dapat memberi kemudaratan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan?

Q7.88
[147] Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan mendustakan akan menemui akhirat, sia-sialah perbuatan mereka. Mereka tidak diberi balasan selain dari apa yang telah mereka kerjakan. [148] Dan kaum Musa, setelah kepergian Musa ke gunung Thur membuat dari perhiasan-perhiasan (emas) mereka anak lembu yang bertubuh dan bersuara. Apakah mereka tidak mengetahui bahwa anak lembu itu tidak dapat berbicara dengan mereka dan tidak dapat (pula) menunjukkan jalan kepada mereka? Mereka menjadikannya (sebagai sembahan) dan mereka adalah orang-orang yang lalim.

Dalam ayat surah 7 dan diulangi dalam surah 20 (sebagaimana kebiasaan Quran menulang-ulang cerita), dikatakan bahwa anak sapi itu dapat melenguh (say moo) tapi tidak bisa bicara. Jadi Quran setuju bahwa anak sapi emas (sebagimana juga anak sapi benaran) bisa melenguh tapi tidak bisa berbicara….! Tapi meskipun cuman melenguh, bagaimana itu bisa terjadi ? Seperti cerita Pinokio aja.

Sumber legenda itu sebenarnya mungkin berasal dari Yahudi, seperti yang tertulis dalam Pirqey Rabbi Elizer 45, “ Dan anak sapi ini melenguh, dan seluruh Israel melihatnya. Rabbi Yehudah berkata bahwa Sammael (dalam Quran dikelirukan dengan Samiri atau orang Samaritan yang belum ada pada jaman Musa )bersembunyi dalam ruangan dalamnya, dan melenguh supaya dapat menipu orang Israel.”

Dalam sumber Yahudi itu, anak sapi bisa melenguh, kerena Sammael bersembunyi dalam ruang dalamnya, tapi Muhammad menafsirkan cerita itu secara harfiah, sehingga munculah cerita anak sapi bisa melenguh tapi tidak bisa bicara…

Sumber : http://www.answering-islam.org/Books/Ti … /chap3.htm

Pirqey (chapters) Rabbi Elizer adalah koleksi Haggadic (dongeng) yang disusun pada awal abad ke 9 Masehi, oleh penulis yang tidak dikenal yang menganggapnya berasal dari Rabbi Eliezer ben Hyrcanus awal abad ke 2 Masehi. Sebagaimana diketahui dongeng-dongeng Yahudi banyak yang berasal dari tradisi oral, yang kemudian dibukukan. Tapi muslim biasanya menyanggah masalah contekan Quran ini dengan menunjukan tanggal kompilasi Pirkey Rabbi Elizer yaitu abad ke 9 sementara Quran ditulis sebelumnya; bahkan malah membalikkan cerita dengan teori Yahudi “mencontek” Quran.

Tapi bagaimanapun cerita anak sapi bisa melenguh (meskipun tidak bisa bicara) adalah isapan jempol Quran, yang lebih mungkin lebih masuk akal bila berasal dari salah interpretasi Muhammad (sebagaiman seringkali terjadi) mengenai suatu dongeng Yahudi yang didengarnya, dan diartikannya secara harfiah.

Link Pirqey Rabbi Elizer (belum ada terjemahan Inggris).
http://www.usc.edu/dept/huc-la/pre-proj … e0445a.jpg

BERSAMBUNG

XIX AL-MASIH AD-DAJJAL.

Islam’s final ‘jihad’
http://edition.cnn.com/SPECIALS/1999/at … index.html

For Muslims, the world is destined to witness a great final battle between a demonic being called the Dajjal (Arabic for “the Deceiver”), similar to the Christian Antichrist, and the Mahdi, a descendant of Mohammed. The Mahdi’s victory will usher in a millennium of peace, followed by final judgment.

Islamic fundamentalists today often associate the Dajjal with Israel or the United States, countries perceived to be enemies of Islam. Consequently, extremists such as Osama bin Laden, who has declared a holy war against these nations, are considered by some Muslims as candidates for the Mahdi, the Muslim messianic figure.

Islamic moderates, on the other hand, tend to associate the Mahdi with mainstream leaders such as Jordan’s King Abdullah, according to Landes of the Center for Millennial Studies.

DAJJAL, meskipun tidak disebut dalam Quran, tetapi merupakan sebutan yang populer dikalangan muslim. Biasanya menunjuk ke Iblis seperti yang diriwayatkan dalam hadis-hadis. Salah satu alasan muslim berkeinginan menyerang seluruh kafir kerena mereka percaya bahwa kafir (terutama Barat dan Israel) digerakan oleh Dajjal untuk menekan dunia Islam, Dajjal inilah yang kemudian katanya akan muncul di akhir jaman.

Al-Masih berarti Mesias atau Kristus (yang diurapi), sementara Dajjal berarti penipu atau pembohong/pemalsu. Jadi Al-Masih Ad-Dajjal artinya Mesias Palsu. Penyusun Qanus berkata bahwa paling sedikit ada limapuluh pertimbangan yang menunjuk kenapa dipanggil Al-masih. Beberapa berkata kerena ia matanya akan disentuh (masah) dan dibutakan, yang lain berpendapat kata itu berasal dari masikh, artinya seorang “monster”.

Tapi kelihatannya Muhammad mengambil alih istilah itu dari Kristen Syriac dan barangkali secara tidak langsung dari Zoroastrianism . Kristen Syriac menyebut Iblis sebagai “dajal” yaitu penipu (Liar) dan akan muncul di hari kiamat. Istilah itu didasarkan pada Bibel Perjanjian Baru mengenai akan munculnya Mesias-Mesias palsu di hari kiamat. Dalam agama Pesia (Zorroaster) Ahariman (kekuatan gelap) juga disebut DRUJ (Pembohong) yang akan berperang melawan Ahura Madza (the wise Lord) dihari akhir.

Perhatikan kutipan hadis di bawah ini :

Kutipan Hadis sahih Bukhari 4 no 553 :
Diriwayatkan Ibn Umar :
Suatu kali rasulullah berdiri di antara orang-orang, memuliakan dan memuji Allah sebagamana ia layak menerimanya dan kemudian menyebutkan Dajjal dan berkata, “ Aku mengingatkan engkau melawannya (Dajjal) dan tidak ada nabi kecuali memperingatkan bangsanya melawan dia. Tidak dapat disangkal, Nuh memperingatkan bangsanya melawan dia tetapi aku berkata kepadamu tentang sesuatu dimana tidak ada nabi menceritakan kepada bangsanya sebelum aku. Engkau perlu tahu bahwa ia (Dajjal) BERMATA SATU, dan ALLAH TIDAK BERMATA SATU.”

Kutipan Hadis sahih Bukhari 40 no 6931 :
Diceritakan Hudhayfah ibn Usayd Ghifari :
Rasulullah mendadak datang kepada kami saat sedang berdiskusi. Ia berkata : Apa yang sedang engkau perbincangkan ? Para sahabat berkata : kami sedang memperbincangkan tentang akhir jaman.
Setelah itu ia berkata : Itu tidak akan datang sampai engkau melihat sepuluh tanda sebelumnya dan ia membuat sebuah petunjuk mengenai asap, Dajjal, binatang buas, TERBITNYA MATAHARI DARI BARAT, turunnya Isa anak Maryam, Gog dan Magog, runtuhnya bumi dalam tiga tempat, satu di Timur, satu di Barat dan satu di Arabia yang terakhir dimana api akan membakar keluar dari Yemen, dan akan menggiring manusia ke tempat berkumpulnya mereka.

Sahih Muslim 40 no 7034 :
Diriwayatkan Anas ibn Malik :
Rasulullah berkata : Dajjal akan diikuti oleh tujuh puluh ribu Yahudi Isfhan yang mengenakan syal Persia.

Sunan Abu Da’ud 37 no 4306 :
Rasulullah berkata : Aku telah menceritakan begitu banyak tentang Dajjal yang aku takut engkau tidak mengerti. Dajjal itu PENDEK, berambut seperti wool, berceker ayam, BERMATA SATU, SEBUAH MATANYA BUTA, tidak menonjol maupun melesak. Bila engkau dibingungkan tentang dia, ketahuilah bahwa TUHANMU TIDAK BERMATA SATU.

Dari kutipan hadis di atas, dapat disempulkan bahwa Muhammad mengartikan Dajjal sebagai penjelmaan Iblis yang berwujud menyeramkan : Pendek, Keriting, bermata satu sementara Tuhan (juga berwujud manusia) bermata langkap (dan ganteng ?).

Dalam beberapa riwayat dan hadist(mis: Muslim 40.6924) disebutkan bahwa pada akhir jaman Muslim akan menyerang Konstantinopel dan Roma dalam perang besar (Al-Malhamah Al-Kubrah) selama 6 bulan dan pada bulan yang ketujuh Dajjal akan muncul. Juga dalam Hadis sahih Bukhari (vol 3 no 106) disebutkan bahwa Dajjal bisa menghidupkan orang yang mati dan dilarang memasuki Medinah. Isa/Jesus juga disebutkan sebagai yang akan membunuh Dajjal dan akan menjadi Mahdinya Muslim melawan pengikutnya sendiri termasuk kegiatan anehnya membunuh babi !!.

Kisah mengenai Antichrist (Dajjal) sebenarnya berawal dari tiga sumber Yahudi : Ketuvim (mis Kitab Ezekiel), Midrash plus pengaruh mitos Persia dan Babylonia, yang bercerita mengenai munculnya kekuatan jahat di hari akhir melawan Israel yang direpresentasikan oleh Gog pangeran tanah Magog yang akan muncul di atas Zion.

Pada masa Makabean, orang-orang Yahudi yang merasa ada jurang antara Judaism dan filsafat kafir memunculkan ide mengenai keselamatan yang bersifat universal dan tidak hanya untuk Yahudi, dimana dunia yang korup digantikan dengan kerajaan Allah. Konsep ini juga merupakan salah satu tema dalam kekristenan. Istilah-istilah Mesiah palsu, Gog dan Magog, binatang buas, Roma, disebut dalam kitab-kitab perjanjian baru (mis Kitab Wahyu) dan sangat akrab di telinga orang-orang Nasrani.

Pada masa-masa kemudian pemahaman Antichrist lebih literal dan berfokus pada pengertian Antichrist sebagai “superhuman” yang merupakan pewujudan Setan, (seperti cerita-cerita dalam film fiksi horror) dengan sebutan beragam seperti Belial, Ahariman (Persia), Armilus(kata Aram untuk Romulus), Satan, Iblis, yang bertanduk dan bertuliskan huruf 666 dijidatnya (Muhammad menggambarkannya dengan mata satu dan tulisan Dajjal di keningnya !)

Meskipun kisah-kisah kemunculan itu mirip cerita Nasrani tapi jalan cerita sudah dipermak sedemikian rupa oleh Muhammad, sehingga muslim menjadi jagoannya sementara non muslim (termasuk Yahudi dan Nasrani) sebagai banditnya dan kota Jerusalem diganti dengan Mekkah dan Medinah. Meski kisah-kisah itu tidak tercantum dalam Quran(dimana sebenarnya muslim tidak bisa mengklaim sebagai wahyu Tuhan) melainkan hanya cerita fiksi horror dari mulut Muhammad , namun muslim sangat percaya sehingga mengilhami mereka untuk melakukan terror melawan kekuatan Dajjal.

———————————————————————–
Cuplikan tulisan Aramic st Ephraim the Syrian (306 to 373) :

6. Saat akhir jaman datang, sang pembinasa dan PENDUSTA, yang mengerikan akan lahir dari suku Dan (salah satu suku Yahudi). Dia akan dikandung dari benih seorang pria dan seorang perawan yang paling hina, bergaul dengan roh jahat yang hina.
7……………….Oleh kerena itu ketika ia medapatkan kerajaan, ia memerintahkan kuil Tuhan dibangun kembali untuk dirinya sendiri, di Jerusalem ; yang sesudah masuk kedalamnya, dia akan duduk sebagai Tuhan dan memerintahkan untuk disembah oleh segala bangsa………………

———————————————————————–
Dalam apokalips Persia, Iran akan dikuasai oleh kekuatan gelap Ahariman yang akan merenggut kemerdekaannya. ……..yaang berasal dari ras Kemarahan ?

Zand-i Vohuman Yasht 2.36 :
36. ‘Dan dalam jaman kekacauan (membingungkan), O Zartosht the Spitaman!— rejim Kemarahan dengan tombak kegeraman dan Iblis dengan rambut yang amburadul dari ras Kemarahan,——
http://www.avesta.org/mp/vohuman3.html

Penggambaran Dajjal dengan fisik menyeramkan barangkali pengaruh dari Hinduism yang kemudiaan menjadi tradisi Arab. Asura dalam Hindu adalah musuh Dewa-Dewa. Dalam kitab Ramayana setan-setan digambarkan dalam berbagai bentuk seperti tubuh kecil dan tangan-tangannya yang panjang, atau bermata satu atau bermata tiga, dsb. Dalam Mahabharata Vartika digambarkan mempunyai satu sayap, satu mata, dan satu kaki.

Link yang berkaitan :
http://www.jewishencyclopedia.com/view. … 7&letter=A
Kitab Wahyu kepada Yohannes:
http://www.sabda.org/sabdaweb/bible/chapter/?b=66
Dictionary :
http://answering-islam.org.uk/Books/Hughes/index.htm


XX KISAH SITI MARYAM dan ZAKARIYA.

Dalam kisah ini secara eksplisit Quran mengatakan Muhammad mendapatkannya dari “berita gaib”. Oleh kerena itu perlu diuji apakah memang berasal dari berita gaib.

Q3.33-37
[33] Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing),
[34] (sebagai) satu keturunan yang sebagiannya (keturunan) dari yang lain. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
[35] (Ingatlah), ketika istri Imran berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitulmakdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.
[36] Maka tatkala istri Imran melahirkan anaknya, dia pun berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada setan yang terkutuk.”
[37] Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakaria pemeliharanya. Setiap Zakaria masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakaria berkata: “Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?” Maryam menjawab: “Makanan itu dari sisi Allah”. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab

Cerita ini kelihatannya bersumber pada Injil apokrip Protevangelium of James . Dalam tulisan itu diceritakan mengenai Yoakhim (tapi dalam Quran bernama Imran bapaknya Harun dan Musa) yang pergi ke padang gurun berpuasa kerena tidak punya keturunan. Lalu Anna istrinya terus meratap dan berdoa, sehingga akhirnya Tuhan mendengar doanya. Dan Annapun menazarkan anak yang akan lahir itu kepada Tuhan. Ketika akhirnya Maryam lahir, pada umur 2 tahun mereka membawanya ke kuil Yerusalem. Dalam Kuil Maryam mendapat makanan dari malaikat.

Kutipan Protevangelium of Jamaes :

PJ 4.1
1. Dan lihatlah seorang malaikat Tuhan datang, berkata kepadanya : Anna, Anna, Tuhan telah mendengar doa mu, dan engkau akan mengandung dan melahirkan, dan benih mu akan dibicarakan di seluruh dunia. Dan Anna berkata : Dalam Tuhan Allah ku yang hidup, bila aku melahirkan baik lelaki maupun perempuan, aku akan membawanya sebagai nazar untuk Tuhan Allahku. Dan ia akan malayani Tuhan (di kuil ) seumur hidupnya.

PJ 8.1b
1.b. Dan Maria di dalam kuil Tuhan bagaikan merpati yang dipelihara :dan dia menerima makanan dari tangan seorang malaikat.

Q3.38-41
[38]. Di sanalah Zakariya berdo’a kepada Tuhannya seraya berkata: “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar do’a”.
[39]. Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab (katanya): “Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh”.
[40]. Zakariya berkata: “Ya Tuhanku, bagaimana aku bisa mendapat anak sedang aku telah sangat tua dan isteriku pun seorang yang mandul?”. Berfirman Allah: “Demikianlah, Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya”.
[41]. Berkata Zakariya: “Berilah aku suatu tanda (bahwa isteriku telah mengandung)”. Allah berfirman: “Tandanya bagimu, kamu tidak dapat berkata-kata dengan manusia selama tiga hari, kecuali dengan isyarat. Dan sebutlah (nama) Tuhanmu sebanyak-banyaknya serta bertasbihlah di waktu petang dan pagi hari”.

Cerita kemudian melompat pada kisah Zakariya. Terlihat bahwa susunan cerita dalam ayat ini kacau. Nama Zakaria tahu-tahu muncul dan menjadi pemelihara Maryam.Dalam Quran kelihatannya Maryam masih kecil ketika Yahya lahir, padahal dalam Injil Lukas ketika istri Zakharia mengandung, Maryam juga sedang mengandung. Dalam versi Quran Zakariya hanya bisu selama 3 hari, dan sepertinya Muhammad dikacaukan dengan cerita butanya Saul selama 3 hari.

Quran kemudian menyebut cerita Maryam dan Zacharia itu sebagai “berita Gaib” menyebutkan tentang peristiwa buang undi untuk menentukan siapa yang memlihara Maryam.

Q3.44
[44] Yang demikian itu adalah sebagian dari berita-berita gaib yang Kami wahyukan kepada kamu (ya Muhammad); padahal kamu tidak hadir beserta mereka, ketika mereka melemparkan anak-anak panah mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan kamu tidak hadir di sisi mereka ketika mereka bersengketa.

Kutipan Protevangelium of Jamaes 8.1-3 dan 9.1 :

PJ 8.2-3
2 Dan ketika di berumur 12 tahun, disana ada majelis imam, berkata : Lihatlah Maria berumur 12 tahun dalam Kuil Tuhan. Apa yang akan kita lakukan dengannya ? Kalau-kalau ia mengotori altar Tuhan. Dan mereka berkata pada imam besar : Engkau menghadap altar Tuhan. Masuk dan berdoa mengenainya : Dan apapun yang Tuhan wahyukan padamu akan kami ikuti.
3. Dan imam besar mengambil jubahnya kebesarannya dengan duabelas lonceng dan masuk ke ruang maha kudus dan berdoa mengenainya (Maria). Dan lihatlah, seorang malaikat tampil dan berkata padanya : Zacharias pergilah dan kumpulkan para duda , dan biarkan mereka membawa tiap orangnya sebuah tongkat (rod) , dan kepada siapa Tuhan memberi tanda, ia akan menjadi istrinya. Dan para pewarta pergi keseluruh negeri Judea, dan terompet Tuhan dibunyikan, dan orang-orang berlarian ke tempat itu.

PJ 9.1
1. Dan Yusuf melemparkan kapaknya dan lari untuk bergabung dengan mereka, dan ketika mereka dikumpulkan bersama ke imam besar dan membawa tongkat-tongkat mereka. Dan ia mengambil tongkat-tongkat mereka semua dan masuk ke kuil berdoa. Dan ketika ia selesai berdoa dia mengambil tongkat-tongkat itu dan keluar dan mengembalikannya kepada mereka : tetapi tidak ada tanda atas mereka. Tetapi Yusuf menerima tongkat yang terakhir: dan lihatlah, seekor burung merpati turun ke tongkatdan terbang diatas manik-manik Yusuf. Dan imam berkata pada Yusuf : Kepada mu jatuh pilihan untuk membawa perawan Tuhan dan menjaganya demi dirimu.

Pada bagian akhir PJ 9.1 disebutkan tugas Yusuf sebagai suami menjaga Maryam.

Protevangelium of Jamaes adalah kitab apokrip Kristen yang berasal dari abad ke 2 M. Penulis PJ banyak melakukan kesalahan yang berkaitan dengan prosedur di Kuil Yerusalem. Juga kesalahan sejarah dengan menyebut Zakharia sebagai Imam Besar. Disamping itu isinya dipenuhi peristiwa-peristiwa ajaib yang berlebihan dan dalam kisah ini Mayam terlihat sebagai orang penting, padahal kenyataannya Yahudi menyebut Maryam sebagai penzinah.

Namun Quran lebih kacau lagi kerena tidak saja buta terhadap keadaan Kuil Yerusalam , tetapi juga ceritanya tanpa kronologis dan melompat-lompat. Quran juga mengacaukan Zakharia ayah Yahya Pembatis dengan nabi Zakharia yang hidup 5 abad sebelumnya serta menyamakan nama ayah Maryam dengan ayah Musa yang juga saudara Miryam (nabiyah) yaitu Amran.?? Serta memasukkan ibadah jahillyah di kabah yaitu mengundi dengan menggunakan anak panah (di depan berhala Hubal) . Jadi ini berita gaib atau berita jadi-jadian ?

Link Protevangelium of Jamaes :
http://www.earlychristianwritings.com/infancyjames.html

BERSAMBUNG

XXI TUJUH GERBANG NERAKA.

Q15 : 34-45
[44] Jahanam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka.

Pembagian neraka menurut Islam kemudian berdasarkan Quran sbb :
1. Jahannam, api pencucian untuk Muslim.
2. Laza, untuk memanggang orang-orang Nasrani.
3. Al Hutamah, untuk orang Yahudi.
4. Sa’ir (Q4.11) untuk orang Sabiin
6. Saqar untuk Zoroasterian
6. Al-Jahim (Q2.113), untuk penyembah berhala.
7. Hawiyah, lubang tanpa dasar untuk mundfiqun (bermuka dua).

Neraka terdiri dari 7 area dengan tujuh gerbang terdapat dalam tulisan apocalypse of Moses, salah satu literature judaism yang menceritakan kisah isapan jempol mengenai Miraj Musa ke 7 lapis langit. Juga terdapat dalam Zohar maupun Midrash.

Contoh kutipan dari : http://www.sacred-texts.com/journals/jras/1893-15.htm

Neraka.
(Baraita de Massechet Gehinom: in Hesed le-Abraham of Abr. Azulai in: Yalkut-ha-roim, Warsaw, 1858, f. 85, sqq. Cf. Midrash Kônen, l.c. f. 3b-4a. Shebet Mussar, ch. 26, f. 84a.)

1. Kami baca dalam Baraita Ciptaan : “ Di bawah bumi adalah Tehom dibawah tehom adalah Bohu, dibawah Bohu adalah Yam, di bawah Yam adalah Mayim, dibawah Mayim adalah Arka, dan di sana, Sheol, Abadon, Beer Shadat, Tit-hayven, Shaare Mavet, Sharee Tzalmavet, dan Gehinom. Di sini para pendosa dan malaikat-malaikat penghancur menguasai mereka. Di sana kegelapan tebal seperti dinding kota, dan penghukuman yang sangat berat dan pahit untuk para pendosa ditetapkan., dan dikatakan : “ Si Jahat akan ditempatkan pada kesunyian dalam kegelapan.”

2. Lapisan yang paling teratas adalah Sheol. Tingginya 300 tahun perjalanan; lebar 300 tahun perjalanan; dan panjang 300 tahun perjalanan. Bagian ke dua adalah eer Shahat, sama tinggi, lebar dan panjang. Ketiga adalah Tit-Hayaven dengan ukuran yang sama. Ke empat adalah Shaare Mavet dengan ukuran yang sama. Ke lima Abadon dengan ukuran yang sama. Ke enam Shaare Tzalmavet dengan ukuran yang sama. Ke tujuh Gehinom dengan ukuran yang sama. Itu membuat seluruhnya panjang neraka 6300 tahun perjalanan.”

Tujuh gerbang neraka di kenal juga dalam mithos Sumeria mengenai perjalanan Dewi Ishtar menuju Alam Kubur.

When the seventh gate he had made her enter,
He stripped and took away the breechcloth round her body.
“Why, O gatekeeper, didst thou take the breechcloth round my body?”
“Enter, my lady, thus are the rules of the Mistress of the Underworld.”

As soon as Ishtar had descended to the Land of No Return,
Ereshkigal saw her and burst out at her presence.
Ishtar, unreflecting, flew at her.
Ereshkigal opened her mouth to speak,

XXII MUHAMMAD DAN SARANG LABAH-LABAH.

Meskipun dongeng ini bukan dongeng Quran, tapi kisah ini popular dikalangan Muslim. Bahkan sebagian Muslim percaya peristiwa itu terjadi, dan menjadikannya salah satu bukti mukjizat Muhammad.

Ketika Muhammad hendak menuju Medinah dan menghindari kejaran penduduk Mekkah, mereka (Muhammad dan Abu Bakr), memananjat lereng karang ke gua dekat Mekkah. Mereka penuh debu lelah dan haus. Abu Bakr, berganti-ganti marah dan takut. Dia tidak percaya Rasulullah akan bersembunyi seperti ini. Dia meminta pertolongan Allah, Muhammad menjamin Allah akan mendengar.

Menjelang senja, mereka mencapai gua, tetapi mereka mendengar bunyi sepatu kuda musuh-musuh mereka dibelakang. Apa yang dapat mereka lakukan ? Abu Bakr mulai putus asa. “Apa yang harus kita lakukan?” katanya, “kita cuman berdua ?” Muhammad mendorong dia ke dalam gua. “Engkau salah,” dia berkata. “Kita bertiga.”

Langkah kaki terdengar di mulut gua. Kemudian sebuah suara terdengar.” Mereka tidak di sini. Lubang gua ini ditutupi oleh sarang laba-laba . Tidak ada seorangpun di sini sejak Muhammad lahir.” Mereka mendengar suara orang pergi menjauh, suara sepatu kudapun terdengar makin samar.

Ketika mereka membuka matanya, gua tidak sama seperti semula. Seluruh lubang masuk ditutupi sarang laba-laba yang indah dan sebuah cabang pohon rendah dengan seekor merpati bersarang . Apa yang terjadi kata Abu Bakr, Muhammadpun tersenyum..

Dongeng yang serupa sebenarnya terdapat juga dalam dongeng-dongeng Yahudi, seperti kisah dibawah ini :

Ketika Raja Daud masih kanak-kanak, ia sedang mengembalakan domba-domba ayahnya, dia selalu menemukan sarang labah-labah merentang diantara cabang-cabang pohon dan gemerlap oleh cahaya matahari. Daud bertanya kepada Tuhan : ” Mengapa, O Pencipta alam semesta engkau membuat laba-laba ? Engkau bahkan tidak dapat menggunakan sarangnya sebagai pakaian ! “ Ruhanpun menjawab Daud, “ Suatu hari akan datang ketika engkau membutuhkan karya ciptaan ini ? Maka engkau akan berterima kasih padaku.”

Sesudah dewasa, dikisahkan pada suatu kesempatan ketika dikejar-kejar tentara Saul, Daud menjelang petang menyembunyikan dirinya dalam gua Adullam, dan sesudah dia memasuki gua tiba-tiba seekor laba-laba memintal sarang diseluruh lubang gua. Para pemburunya melawatinya, tetapi berpikir bahwa tidak ada orang yang dapat memasuki gua dengan sarang laba-laba tanpa merusakkannya, merekapun meneruskan perjalanannya. Maka kerena seekor laba-laba Daud berhasil selamat. Daud pun mengerti bahwa Tuhan bijaksana dan berterima kasih kerena menciptakan semua ciptaan, yang pasti ada manfaatnya.

Kisah itu terdapat dalam Midrash AlphaBeth Ben Sira, yang dibukukan pada pertengahan abad ke 8 Masehi, tapi kisahnya dalam tradisi oral mungkin sudah ada jauh sebelum dibukukan.

Beberapa kisah lainnya mengenai serangga dan raja Daud bisa dilihat :
http://www.sacred-texts.com/jud/pol/pol44.htm


XXIII ABRAHAM DILEMPAR KE API OLEH NAMRUD.
(Lanjutan kisah IBRAHIM MENGHANCURKAN BERHALA)

Kisah ini merupakan lanjutan dari kisah Ibrahim menghancurkan berhala, yaitu Q12.65 dan sebelumnya.

Q21.66-71
[66] Ibrahim berkata: “Maka mengapakah kamu menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikit pun dan tidak (pula) memberi mudarat kepada kamu?”
[67] Ah (celakalah) kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah. Maka apakah kamu tidak memahami?
[68] Mereka berkata: “Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kamu, jika kamu benar-benar hendak bertindak”.
[69] Kami berfirman: “Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim”.
[70] mereka hendak berbuat makar terhadap Ibrahim, maka Kami menjadikan mereka itu orang-orang yang paling merugi. [71] Dan Kami selamatkan Ibrahim dan Lut ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia.

Q37.97-98
[97] Mereka berkata: “Dirikanlah suatu bangunan untuk (membakar) Ibrahim; lalu lemparkanlah dia ke dalam api yang menyala-nyala itu”.
[98] Mereka hendak melakukan tipu muslihat kepadanya, maka Kami jadikan mereka orang-orang yang hina.
[99] Dan Ibrahim berkata: “Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Tuhanku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku.

Q2.258
[258] Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendebat (Namrud) Ibrahim tentang Tuhannya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). Ketika Ibrahim mengatakan: “Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan,” orang itu berkata: “Saya dapat menghidupkan dan mematikan”. Ibrahim berkata: “Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat,” lalu heran terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim

Genesis Rabbah :

Dan Haran meninggal di depan Ayahnya Terah. R Hiyya berkata : Terah adalah pembuat berhala. Dia sutau ketika pergi ke suatu tempat dan meninggalkan Ibrahim untuk menjual berhala itu di tempatnya. Seorang laki-laki datang dan ingin membeli satu. ‘Berapa umurmu ?’ Ibrahim bertanya padanya.’Lima puluh tahun’ jawabnya ‘Celaka orang itu’. ‘Engkau berumur 50 tahun dan ingin menyembah benda berumur sehari !’ Saati itu dia menjadi malu dan pergi.

Pada lain kesempatan seorang wanita datang dengan spiring penuh tepung dan meminta kepadanya, “ Ambil ini dan tawarkan kepada mereka.’ Maka dia mengambil sebuah tongkat dan memecahkan mereka dan menaruh tonkat di tangan yang paling besar. Ketika ayahnya kembali. ‘Apa yang engkau lakukan terhadap mereka?’ ‘Aku tidak menyembunyikan ini darimu’ di menjawab. “Seorang wanita datang dengan sepiring penuh tepung yang bagus dan memintaku menawarkan kepada mereka (behala). Salah satu menuntut ‘Aku harus makan lebih dahulu’ sementara yang lain menuntut ‘ Aku harus makan yang pertama’. Setelah itu yang oaling besar bangkit, mengambil tongkat, dan memcahkan mereka.” ‘ Mengapa engkau mengolok-ngolok aku’ dia berteriak, ‘apakah mereka mempunyai pengetahuan !’ ‘ Mestinya telingamu tidak mendengar apa yang mulutmu katakan; dia menjawabketus. Setelah itu dia menangkapnya den membawanya ke Nimrod.

‘ Mari kita memuja api ‘ dia (Nimrod) mengusulkan. ‘Mari kita menyembah air,’ yang memadamkan api’ jawabnya. ‘Kemudian mari kita menyembah awan-awan !’ ‘ Mari kita menyembah angin yang membubarkan awan’ ‘Mari kita menyembah angin !’ ‘ Kami tidak menyembah apapun selain api. Lihat, aku akan melemparmu ke dalamnya, dan biar Tuhan yang engkau sembah menolongmu.

Sekarang Haran berdiri ragu-ragu. Bila Abram menang , (ia berpikir), aku akan berkata bahwa aku akan mengikuti keprecayaan Abram, sementara bila Nimrod menang aku akan berkata bahwa aku akan di sisi Nimrod. Ketika Abraham turun ke dalam tungku perapian dan selamat, dia (Nimrod) berkata padanya, ‘ Ikut kepercayaan siapa engkau ?’ ‘ Abram’ dia menjawab. Setelah itu dia menangkap dan melemparkan dia ke dalam api; dia di dalam hangus dan dia mati di depan ayahnya.

Genesis Rabbah (Bereshith).
http://www.sacred-texts.com/jud/mhl/mhl05.htm (untuk versi terjemahan ini : Gen Rabbah p.60)

Penjelasan:

Menurut tradisi Islam, Ibrahim dan Namrud (Nimrod) hidup sejaman. Padahal Bibel Perjanjian Lama secara jelas menyebut Namrud anak Kush, anak Ham, anak Nuh (Gen 10:6,8 ). Sementara Ibrahim pada generasi ke 9 sesudah Nuh. (Gen 11:10-27 ). Namun dalam Quran sendiri nama Namrud tidak disebut.

Kesalahan Islam menempatkan Namrud sejaman dengan Ibrahim, kerena Muhammad mengikuti kisah-kisah Rabbi Yahudi di Talmud yang sering keliru tapi merupakan kisah popular di jamannya, ketimbang Bibel.

Dalam Gen. 15:7 ditulis Aku Tuhan yang membawamu keluar dari Ur Kaldean (Kasdim). Ur adalah bahasa Babylonia yang artinya kota. Namun beberapa rabbi Yahudi keliru menyamakan ur dengan “uwr” (nur) yang artinya (dalam bahasa Ibrani) cahaya atau nyala api sehingga ayat itu di terjemahkan menjadi “Aku Tuhan yang membawamu keluar dari tungku perapian.”

Perhatikan kutipan lanjutan Genesis Rabba (p 61 ):

………..Ketika dia (Haran) melihat yang belakangan diselamatkan dia menyatakan dirinya disisi Allah Abraham, berpikir bahwa dia juga akan diselamatkan dengan mukjizat yang sama bila sekarang menjadi seorang pengikut Allah itu. Tetapi ketika imannya tidak sungguh-sungguh, tetapi tergantung dari sebuah mukjizat, dia binasa dalam API, dimana seperti Abraham di dilempar oleh Nimrod. Ini disebut dalam kata-kata (Gen 11.28 ) : “Wayaamaat Haaraan `al- pneey Terach ‘aabiyw b’erets mowladtowb-‘UWR kasdiym (And died – Haran – before – the face of – Terah – his father – in the land of – his birth, – in UR -of the Chaldeans).”

In Ur of the Chaldeans berarti di Kota orang Kaldean (Kasdim) , tapi kerena uwr dalam bahasa Ibrani berarti nyala api, maka kalimat itu menjadi “dalam NYALA API orang KALDEAN”. Perkataan babylonia ur (kota) ditemukan dalam berbagai tulisan pada penggalian archaeology di Irak Sehingga ketidak mengertian Rabbi Yahudi itu menjadikan mereka terlihat bodoh, sebodoh Allahnya Muhammad yang maen contek saja.

BERSAMBUNG.
Thanks MuridMurtad,
anda sangat menguasai materi.
Bagaimana kalau anda tulis buku ttng itu semua? pasti akan lbh banyak lagi orang yang diselamatkan.

saya tunggu balasannya dari muslims.
kalau anda (muslims) mau reply, tolong dikupas kata demi kata and kalimat demi kalimat dari apa yang MuridMurtad tulis. Disertakan juga bukti ayat2 Quran. ok?

Ditunggu sambungannya MuridMurtad.
GBU.
with thanks to vivaldi:

http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … php?t=6137

Legenda the Seven Sleepers dlm Quran (QS 18 : 19- 26)

Al-qur’an dalam surah Al-Kahfi menceritakan tentang kisah para pemuda yang melarikan diri dari penindasan penguasa. Para pemuda itu memasuki sebuah gua dan kemudian Allah membuat membuat mereka tertidur selama bertahun-tahun. Kisah ini merupakan salah satu kisah yang memukau dalam Al-Qur’an dimana Allah memberi daya tahan hidup pada manusia di luar hukum kebiasaan. Namun bagi non muslim, kisah ini sebetulunya tidak lebih daripada kisah legenda belaka dan membuktikan bahwa Al-Qur’an benar-benar berisikan dongengan dan legenda dahulu kala. Satu tuduhan yang telah ada semasa Muhammad SAW hidup.

V. KESIMPULAN

Dari uraian diatas dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. The Seven Sleepers of Ephesus tidak lebih adalah kisah legenda yang diciptakan untuk menarik peziarah datang ke Efesus. Kisah ini tidak pernah masuk dalam kitab suci Yahudi maupun kitab suci Kristen karena mereka tahu betul bahwa kisah ini hanyalah sebuah legenda.

2. Kisah ini sudah ada dalam versi Syria setidaknya 90 tahun sebelum Muhammad SAW memulai dakwahnya dan Muhammad SAW sendiri pernah melakukan perjalanan dagang hingga ke Syria.

3. Karena kisah ini tidak lebih adalah cerita belaka makanya jumlah pemuda (7 atau 8 orang) dan lamanya mereka tertidur (145, 300, 362 atau 372 tahun) berbeda beda antara satu dengan yang lainnya.

4. Kisah ini masuk dalam Al-Qur’an karena Aulloh SWT dan Muhamamd SAW terjebak dengan pertanyaan rabi Yahudi. Mereka berdua mengira karena kisah ini ditanyakan oleh rabi Yahudi maka pasti merupakan kisah yang benar dan bernilai teologis.

5. Kalaupun kisah dalam Al-Qur’an benar maka ini justru membuktikan bahwa Kristen post Nicea adalah Kristen yang benar (Alhamdulillah).

6. Kisah ini membuktikan adanya tambal sulam dalam penyusunan Al-Qur’an.

Sekian.
thanks to Hunter :
QURAN ATAU DONGENGKAH INI?
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … hp?t=11701

ADA – ADA SAJA DONGENG TAK MASUK AKAL DARI ISLAM INI. MEREKA MENGATAKAN AULOH MAHA PENCIPTA DAN BISA MENCIPTAKAN APAPUN HANYA DENGAN KATA “JADILAH” MAKA JADILAH.

Tapi ternyata menurut dongen islam berikut ini AULOH itu menciptakan manusia pun butuh waktu cukup lama dengan cerita yang sangat lucu dan aneh – aneh. Terus terang ana bacanya juga malu gitu loooo. Beginilah kalau agama yang di dasari oleh KEBODOHAN. IHHHHHHH

========================================
Sumber : http://ms.wikipedia.org/wiki/Penciptaan_Adam

SIAPKAN IMAN KALIAN DAN JANGAN TERTAWA
HAHAHAHAHAHAHAHA SELAMAT MEMBACA AJA LAH

Penciptaan Adam diriwayatkan sebagai satu daripada ciptaan Allah yang paling kontroversi atau paling disebut-sebut oleh makhluk Allah yang lain. Peristiwa tersebut disebut dalam al-Qur’an apabila para malaikat mempersoalkan kejadian (manusia) sebagai khalifah atau pengganti di bumi.

“Ketika Allah berfirman kepada malaikat: Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi. Mereka bertanya (tentang hikmat ketetapan Tuhan itu dengan berkata): Adakah Engkau (Ya Tuhan kami) hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat bencana dan menumpahkan darah, padahal kami sentiasa bertasbih dengan memujiMu dan mensucikanMu?. Tuhan berfirman: Sesungguhnya Aku mengetahui akan apa yang kamu tidak mengetahuinya.” (2: 30)

Ciptaan dari tanah
Allah telah memerintahkan Malaikat Jibril turun ke bumi untuk mengambil sebahagian tanah sebagai bahan untuk menjadikan Adam. Walau bagaimanapun, bumi enggan membenarkan tanahnya diambil malah bersumpah dengan nama Allah yang dia tidak rela untuk menyerahkannya kerana kebimbangannya seperti yang dibimbangkan oleh para malaikat.

Jibril kembali setelah mendengar sumpah tersebut lalu Allah mengutuskan pula Malaikat Mikail dan kemudiannya Malaikat Israfil tetapi kedua-duanya juga tidak berdaya hendak berbuat apa-apa akibat sumpah yang dibuat oleh bumi. Maka, Allah memerintahkan Malaikat Izrail untuk melakukan tugas tersebut dan menggesa agar tidak berundur walaupun bumi bersumpah kerana tugas tersebut dijalankan atas perintah dan nama Tuhan.

Maka, Izrail turun ke bumi dan mengatakan yang kedatangannya adalah atas perintah Allah dan memberi amaran kepada bumi untuk tidak membantah yang memungkinkan bumi menderhaka kepada Allah. Menurut Ibnu Abbas, tanah bumi dan syurga digunakan untuk dijadikan bahan mencipta Adam. Tanah tersebut adalah:

Tanah Baitulmuqaddis – kepala sebagai tempat kemuliaan untuk diletakkan otak dan akal.
Tanah Bukit Tursina (Mesir) – telinga sebagai tempat mendengar dan menerima nasihat.
Tanah Iraq – dahi sebagai tempat sujud kepada Allah.
Tanah Aden (Yaman) – muka sebagai temat berhias dan kecantikan.
Tanah telaga Al-Kautsar – mata sebagai tempat menarik perhatian.
Tanah Al-Kautsar – gigi sebagai tempat memanis-manis.
Tanah Kaabah(Makkah) – tangan kanan sebagai tempat mencari nafkah dan bekerjasama.
Tanah Paris (Perancis) – tangan kiri sebagai anggota untuk melakukan istinjak.
Tanah Khurasan (Iran) – perut sebagai tempat berlapar.
Tanah Babylon (Iraq) – kelamin sebagai organ seks dan tempat bernafsu serta godaan syaitan.
Tanah Tursina (Mesir) – tulang sebagai peneguh manusia.
Tanah India – kaki sebagai anggota berdiri dan berjalan.
Tanah Firdaus (Syurga) – hati sebagai tempat keyakinan, keimanan, dan kemahuan.
Tanah Taif (Arab Saudi) – lidah sebagai tempat untuk mengucapkan syahadah, syukur dan doa.

Penyempurnaan
Tubuh Adam mempunyai sembilan rongga atau liang. Tujuh liang di kepala dan dua di bawah badan iaitu dua mata, dua telinga, dua hidung, satu mulut, satu dubur dan satu uretra. Lima pancaindera dilengkapkan dengan anggota tertentu seperti mata untuk penglihatan, telinga untuk pendengaran, hidung untuk pengesanan bauan, lidah untuk perasa seperti masam, masin, manis dan pahit dan kulit untuk sentuhan bagi panas, sejuk, tekanan, kelikatan dan sakit.

Ketika Allah menjadikan tubuh Adam, tanah dicampurkan dengan air tawar, masin dan hanyir beserta api dan angin. Kemudian Allah resapkan Nur ke dalam tubuh Adan dengan pelbagai “sifat”. Lalu tubuh Adam digenggam dengan genggaman Jabarut dan diletakkan di dalam Alam Malakut. Tanah itu dicampurkan lagi dengan istilah wangian dan ramuan dari Nur-Sifat Allah dan dirasmi dengan “Bahrul Uluhiyah”. Kemudian, tubuh tersebut dibenam dalam “Kudral ‘Izzah” iaitu sifat “Jalan dan Jammal” lalu disempurnakan tubuh tersebut.

Waktu kejadian manusia tidak disebut berapa lama walaupun melalui apa cara perhitungan sekalipun seperti dalam al-Quran: “Bukankah telah berlalu kepada manusia satu ketika dari masa (yang beredar), sedang dia (masih belum wujud lagi dan) tidak menjadi sesuatu benda yang disebut-sebut…” (76:1)

Menurut keterangan ulama, tubuh Adam diselubungi dalam tempoh 120 tahun, 40 tahun di tanah yang kering, 40 tahun di tanah yang basah dan 40 tahun di tanah yang hitam dan berbau. Dari situ, Allah ubah tubuh Adam dengan rupa kemuliaan dan tertutuplah dari rupa hakikatnya. Kerana proses kejadian itu yang melalui peringkat yang “kotor”, tidak hairan Malaikat dan Iblis memandang rendah akan kejadian manusia yang dicipta dari tanah.

Kemasukan roh
Roh diperintah Allah untuk memasuki jasad Adam tetapi seperti makhluk lain, roh juga enggan, malas dan segan kerana jasad yang seperti batu. Dikatakan ruh berlegar-legar mengelilingi jasad Adam sambil disaksikan malaikat. Kemudian, Allah memerintahkan Malaikat Izrail memaksa ruh memassuki tubuh tersebut masuk ke dalam tubuh Adam. Ia memasukkannya ke dalam tubuh dan roh secara perlahan-lahan masuk hingga ke kepalanya yang mengambil masa 200 tahun. Setelah meresapi ke kepala Adam, maka berfungsilah otak dan tersusunlah urat saraf dengan sempurna. Lalu, terjadilah mata dan terus terbuka melihat tubuhnya yang masih keras dan malaikat di sekelilingnya. Telinga mulai berfungsi dan didengarnya kalimah tasbih para malaikat. Apabila roh tiba ke hidung, lalu ia bersin dan mulutnya juga terbuka. Allah mengajarkan kalimah “Alhamdulillah” yang merupakan kalimah pertama diucapkan Adam dan Allah sendiri yang membalasnya.

Kemudian, roh tiba ke dadanya lalu Adam berkeinginan untuk bangun padahal tubuhnya yang bawah masih keras membatu. Ketika itu ditunjukkan sifat manusia yang terburu-buru. Ketika roh sampai di perut, maka organ dalam dan perut tersusun sempurna dan saat itu Adam mula merasakan lapar. Akhirnya, roh meresap ke seluruh tubuh Adam, tangan dan kaki dan berfungsilah dengan sempurna segala darah daging, tulang, urat saraf dan kulit. Menurut riwayat, kulit Adam amat baik ketika itu berbanding kulit manusia di kini dan warnanya masih dapat dilihat di kuku sebagai peringatan kepada keturunan manusia.

Dengan itu, sempurnalah sudah kejadian manusia pertama dan Adam digelar sebagai “Abul Basyar” iaitu Bapa Manusia. Walau bagaimanapun, hanya Nabi Muhammad s.a.w. mendapat gelaran “Abul Ruh” atau “Abul Arwah” iaitu Bapa segala Roh.

==============================================

Dan lucunya cerita ini di dukung penuh oleh bung penciptabible di masjid.co.nr

http://masjid.forumportal.us/viewtopic. … ays=0&post order=asc&highlight=&sid=572397a30aab2934c43e6c5a22696c74

WAHAHAHAHAHAH GGRGRGJEGJG HGAHHAHAHHA KKJKJAKJKAKJAKJ
OUAGH.. PRTREET

Kalau boleh saya tambahkan di copy paste dari http://www.sarapanpagi.org
mengenai sumber ajaran Islam:

Dikutip dari : KEBENARAN DIUNGKAPKAN Dr. Anis Shorrosh Kelompok Kerja PHILIA Jakarta, Desember 1994, hal 150-166. Rujukan Utama : http://answering-islam.org.uk/Quran/Sources/index.html SUMBER ISLAM YANG SEBENARNYA 1. HABIL DAN QABIL Al Maa-idah 5:27-32 (27) Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain(Qabil). Ia berkata (Qabil):”Aku pasti membunuhmu!”. Berkata Habil:”Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertaqwa”. (28) Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akanmenggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Rabb seru sekalian alam”. (29) Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan (membawa) dosa (membunuh) ku dan dosamu sendiri, maka kamu akan menjadi penghuni nereka, dan yang demikian itulah pembalasan bagi orang-orang yang zalim”. (30) Maka hawa nafsu Qabil menjadikannya menganggap mudah membunuh saudaranya, sebab itu dibunuhnyalah, maka jadilah ia seorang diantara orang-orang yang merugi. (31) Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana dia seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Berkata Qabil:”Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini” Karena itu jadilah dia seorang di antara orang-orang yang menyesal. (32) Oleh karena itu kami tetapkan (suatu hukum) bagi bani israel, bahwa: barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, ataubukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh seluruhnya. Dan barang siapa yang memelihara kehidupan menusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (keterangan-keterangan) yang jelas, kemudian banyak di antara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan di muka bumi. Baris di atas merefleksikan sumbernya dari tradisi kuno Yahudi (150-200 Masihi) yang ditulis oleh Pirke Rabbi Eleazer:
Adam dan Hawa duduk dekat mayat Habel, menangis dan tidak mengetahui apa yang harus diperbuat, mereka tidak mengerti (berpengetahuan) tentang penguburan. Seekor burung gagak hinggap, mengambil tubuh yang mati dari binatang jenisnya, dan setelah menggali-gali di bumi, dia menguburnya di depan mata mereka. Adam berkata: “Mari kita meniru petunjuk gagak itu”, dan mengambil mayat Habel serta menguburnya dengan segera. Ayat Al-Quran ini juga merefleksikan sumbernya dari Jewish Mishnah Sandhedrin 4:5 yang ditulis pada abad ke-2: Kami menjumpai tulisan dalam kasus Kain yang membunuh adiknya, bahwa suara darah adiknya berteriak (Kejadian 4:10). Darah di sini disebut dalam bentuk jamak, bukan tunggal, yaitu darahnya sendiri dan darah keturunannya. Manusia diciptakan tunggal, untuk menunjukkan bahwa orang yang membunuh seorang peribadi (seorang manusia), kepadanya diperhitungkan bahwa dia telah membunuh suatu bangsa; dan orang yang menyelamatkan hidup seorang peribadi, kepadanya diperhitungkan bahwa dia telah menyelamatkan suatu bangsa.
2. CERITA RAKYAT YAHUDI Targum II Ester yang ditulis dua abad sebelum Masihi, adalah pasti merupakan sumber Surat An Naml 27:17-44. Pertama kita melihat catatan Al-Quran: (17) Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan). (18) Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut:”Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari”; (19) maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu.Dan dia berdo’a:”Ya Rabbku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”. (20) Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata:”Mengapa aku tidak melihat burung hud-hud, apakah dia termasuk yang tidak hadir. (21) Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan keras, atau benar-benar menyembelihnya kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang”. (22) Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata:”Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini. (23) Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar. (24) Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan syaitan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk,
(25) agar mereka tidak menyembah Allah Yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi dan Yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. (26) Allah, tiada Ilah Yang disembah kecuali Dia, Rabb Yang mempunyai’Arsy yang besar”. (27) Berkata Sulaiman:”Akan kami lihat, apa kamu benar, ataukah kamu termasuk orang-orang yang berdusta. (28) Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu jatuhkanlah kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan”. (29) Berkatalah ia (Balqis):”Hai pembesar-pembesar, sesungguhnya telah dijatuhkan kepadaku sebuah surat yang mulia. (30) Sesungguhnya surat itu, dari Sulaiman dan sesungguhnya (isi)nya:”Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (31) Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri”. (32) Berkatalah dia (Balqis):”Hai para pembesar berilah aku pertimbangan dalam urusanku (ini) aku tidak pernah memutuskan sesuatu persoalan sebelum kamu berada dalam majelis(ku)”. (33) Mereka menjawab:”Kita adalah orang-orang yang memiliki kekuatan dan (juga) memiliki keberanian yang sangat (dalam peperangan), dan keputusan berada di tanganmu; maka pertimbangkanlah apa yang akan kamu perintahkan”. (34) Dia berkata:”Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina; dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat. (35) Dan sesungguhnya aku akan mengirim utusan kepada mereka dengan (membawa) hadiah, dan (aku akan) menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh utusan-utusan itu”. (36) Maka tatkala utusan itu sampai kepada Sulaiman, Sulaiman berkata:”Apakah (patut) kamu menolong aku dengan harta Maka apa yang diberikan Allah kepadaku lebih baik daripada apa yang diberikan-Nya kepadamu; tetapi kamu merasa bangga dengan hadiahmu. (37) Kembalilah kepada mereka sungguh Kami akan mendatangi mereka dengan balatentara yang mereka tidak kuasa melawannya, dan pasti kami akan mengusir mereka dari negeri itu (Saba) dengan terhina dan mereka menjadi (tawanan-tawanan) yang hina dina”. (38) Berkata Sulaiman:”Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri”. (39) Berkata ‘Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin:”Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat membawanya lagi dapat dipercaya”. (40) Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al-Kitab:”Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”.Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata:”Ini termasuk kurnia Rabbku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya).Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya
sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Rabbku Maha Kaya lagi Maha Mulia”. (41) Dia berkata:”Robahlah baginya singgasananya; maka kita akan melihat apakah dia mengenal ataukah dia termasuk orang-orang yang tidak mengenal(nya)”. (42) Dan ketika Balqis datang, ditanyakanlah kepadanya:”Serupa inikah singgasanamu” Dia menjawab:”Seakan-akan singgasana ini singgasanaku, kami telah diberi pengetahuan sebelumnya dan kami adalah orang-orang yang berserah diri”. (43) Dan apa yang disembahnya selama ini selain Allah, mencegahnya (untuk melahirkan keislamannya), karena sesungguhnya dia dahulunya termasuk orang-orang yang kafir. (44) Dikatakan kepadanya:”Masuklah ke dalam istana”.Maka tatkala dia melihat lantai istana itu, dikiranya kolam air yang besar, dan disingkapkannya kedua betisnya.Berkatalah Sulaiman:”Sesungguhnya ia adalah istana licin terbuat dari kaca”.Berkatalah Balqis:”Ya Rabbku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Rabb semesta alam”. Targum II Ester: Solomon memberikan perintah…dia akan mengirim raja dan bala tentera melawan engkau…yang terdiri dari jenis binatang-binatang darat dan burung-burung di udara. Kemudian sesudah itu, seekor ayam jantan merah (seekor burung) pergi dengan sesuka hatinya dan entah ke mana. Raja Solomon memberi perintah untuk menangkapnya, membawanya dengan paksa dan dia memang bermaksud akan membunuhnya. Tetapi kemudian ayam jantan itu muncul di hadapan raja dan berkata,: “Aku telah melihat-lihat seluruh bumi dan menyaksikan sebuah kota dan kerajaan (Sheba) yang belum tunduk kepadamu, Tuanku Raja. Mereka diperintah oleh seorang ratu bernama Sheba. Kemudian aku menemukan kota yang dibentengi di Eastland dan sekelilingnya dihiasi batu-batu emas dan perak, yang mengalasi jalan-jalan. Secara kebetulan, Ratu Sheba keluar pagi-pagi untuk menyembah laut. Juru tulis Solomon mempersiapkan sepucuk surat, dimasukkannya di bawah sayap seekor burung yang membawanya terbang dan tiba di benteng Sheba. Melihat surat di bawah sayapnya (Sheba) membuka dan membacanya: “Raja Solomon mengirim salam. Bila berkenan, datanglah engkau untuk menanyakan kesihatanku, dan aku akan menempatkan engkau tinggi di atas segala-galanya. Jika tidak berkenan, aku akan mengirim raja-raja dan bala tentera melawan engkau.” Membaca demikian, ratu Sheba merobek pakaiannya serta memanggil kaum bangsawan untuk meminta nasihat. Mereka belum pernah mengenal Solomon, tetapi menasihatkan dia untuk mengirim kapal-kapal melalui laut, penuh dengan perhiasan-perhiasan dan batu-batu yang indah…dan juga sepucuk surat kepadanya. Sheba akhirnya datang, Solomon mengirimkan utusan untuk menjemput dia, dan ketika ia tiba, Solomon bangkit dan duduk di dalam istana gelas. Ketika Ratu Sheba melihat itu,
dia berfikir lantai gelas itu adalah air, dan ketika menyeberanginya, dia mengangkat pakaiannya. Solomon melihat bulu kakinya dan (dia) berseru kepadanya…
3. APOKRIPA Surat Ali Imran 3:35-37 sangat mirip dengan (dan kelihatannya mengikuti) ajaran palsu The Protevangelion’s James The Lesser. Dongeng Kristian palsu yang muncul pada abad kedua Masehi ini menceritakan kisah Zakaria, isterinya dan Yohanes Pembaptis yang terefleksikan dalam ayat Al-Quran ini: (35) (Ingatlah), ketika isteri ‘Imran berkata:”Ya Rabbku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu daripadaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (36) Maka tatkala isteri ‘Imran melahirkan anaknya, diapun berkata:”Ya Rabbku, sesungguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk”. (37) Maka Rabbnya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakariya pemeliharanya. Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakariya berkata:”Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini” Maryam menjawab:”Makanan itu dari sisi Allah”. Sesungguhnya Allah memberi rezki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab. Buku The Protevangelion’s James The Lesser 4:4, 5:9 dan 7:4 menjelaskan sebagai berikut: Dan Anna (isteri Joakim) menjawab: “Sebab Tuhan Allahku hidup, apapun juga yang saya lahirkan: apakah laki-laki atau perempuan, akan saya persembahkan kepada Allah, Tuhanku dan Dia akan mengajarkan kepadanya hal-hal yang suci selama hidupnya dan dia akan diberi nama Maryam…Dan pendeta tinggi itu menerima dia, memberkati dia, dan berkata, “Maryam, Tuhan Allah membesarkan namamu ke semua keturunan dan hingga ke hujung zaman oleh engkau Tuhan menunjukkan penebusannya atas anak-anak Israel. Tetapi Maryam tetap di dalam bait sebab seekor merpati mengajar dia di sana dan menerima makanannya dari tangan seorang malaikat. Kemudian pendeta tinggi (Zakariya) masuk ke dalam tempat kudus dari yang Kudus, dan membawa bersama dia perisai pengadilan, berdoa tentang dia.
4. ABRAHAM Al Anbiyaa’ 21:58-69: (58) Maka Ibrahim membuat berhala-berhala itu hancur berpotong-potong, kecuali yang terbesar (induk) dari patung-patung yang lain; agar mereka kembali (untuk bertanya) kepadanya. (59) Mereka berkata:”Siapakah yang melakukan perbuatan ini terhadap ilah-ilah kami, sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang zalim”. (60) Mereka berkata:”Kami dengar ada seorang prmuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim”. (61) Mereka berkata:”(Kalau demikian) bawalah dia dengan cara yang dapat dilihat orang banyak, agar mereka menyaksikan”. (62) Mereka bertanya:”Apakah kamu, yang melakuakan perbuatan ini terhadap ilah-ilah kami, hai Ibrahim?” (63) Ibrahim menjawab:”Sebenarnya patung yang besar itu yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada berhala itu, jika mereka dapat berbicara” (64) Maka mereka telah kembali kepada kesadaran mereka dan lalu berkata:”Sesungguhnya kamu sekalian adalah orang-orang yang menganiaya(diri sendiri)”, (65) kemudian kepala mereka jadi tertunduk (lalu berkata):”Sesungguhnya kamu(hai Ibrahim) telah mengetahui bahwa berhala-berhala itu tidak dapat berbicara”. (66) Ibrahim berkata:”Maka mengapakah kamu menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat memberi manfa’at sedikitpun dan tidak(pula) memberi mudharat kepada kamu” (67) Ah (celakalah) kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah. Maka apakah kamu tidak memahami (68) Mereka berkata:”Bakarlah dia dan bantulah ilah-ilah kamu, jika kamu benar-benar hendak bertindak”. (69) Kami berfirman:”Hai api menjadi dinginlah, dan menjaddi keselamatanlah bagi Ibrahim”, Catatan seperti itu tak ada dalam Alkitab namun cerita itu sama dengan cerita rakyat Yahudi abad ke-2 Masehi yang dikarang oleh Midrash Rabbah hampir empat abad sebelum Al-Quran: Terah (ayah Abraham) biasa membuat patung-patung (berhala). Seorang perempuan yang membawa semangkuk tepung terigu di tangannya, berkata (kepada Abraham), tempatkanlah makanan ini di depan patung-patung itu…,seorang berkata saya akan memakannya dulu, dan yang lain berkata saya akan memakannya lebih dulu. Abraham bangkit, dengan tongkat di tangan, menghancurkan berhala-berhala itu…kemudian menaruh tongkat itu di tangan sebuah berhala yang terbesar. Ayahnya tiba dan berkata: “Siapa yang melakukan ini?” Abraham berkata…patung yang terbesar itu, dengan tongkat itulah ia menghancurkan patung-patung lain, berkeping-keping. Ayahnya berkata: “Mengapa engkau mengarang cerita bodoh seperti itu? Apakah berhala-berhala ini mengerti sesuatu?
Nimrod berkata: “Jika engkau meributkan sesuatu yang saya tak mampu memujanya selain dari api, engkau akan saya lemparkan ke dalamnya. Biarlah dewa yang kau puja itu membebaskan engkau dari situ.” Kemudian Abraham masuk ke dalam nyala api itu dan tinggal di sana selamat tanpa cedera.
5. YESUS Surat Maryam 19:29-30 (29) Maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: “Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih di dalam ayunan?” (30) Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah. Dia memberiku Alkitab (Injil) dan dia menjadi aku seorang nabi.” Sumber ayat di atas diambil dari buku apokripa Mesir abad ke-2 yang berjudul: “First Gospel of the Infancy of Jesus Christ” (Kitab pertama tentang masa kanak-kanak Yesus Kristus), seperti berikut: …Yesus berbicara walaupun ketika dia di dalam ayunan dan berkata kepada ibunya: “Maria, saya Yesus, Anak Allah, Firman yang engkau lahirkan menurut pernyataan malaikat itu… Berikut kita mengutip cerita tentang Yesus menghembuskan nafas hidup kepada burung yang diperbuat dari tanah liat. Menurut Surat Ali Imran 3:49: (49) Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israel (yang berkata kepada mereka): “Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah sebagai bentuk burung, kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah…” Sumber fiksi Al-Quran ini berasal dari buku apokripa/dongeng abad ke-2 yang berjudul “Thomas’ Gospel of The Infancy of Jesus Christ” (Buku Thomas tentang masa kanak-kanak Yesus Kristus): Maka diambilnyalah sedikit tanah lembut dari pematang sungai itu dan membentuk 12 ekor burung pipit…Kemudian Yesus menepukkan telapak tangan-Nya serta berseru kepada burung-burung itu, sambil katanya: “Pergi, terbanglah jauh.” Tidak ada satupun dari kutipan di atas ataupun sumber-sumbernya yang diakui oleh ahli-ahli Alkitab, ahli-ahli sejarah atau ahli-ahli theologi sebagai peristiwa benar dalam hidup Kristus.

Read More

LAPORAN PBB : Muslim rendah prestasi

Postby ali5196 » Fri Nov 25, 2005 4:01 pm

http://www.faithfreedom.org/oped/Thierr … o51125.htm
Why do Moslems Underachieve? Mengapa Muslim rendah prestasi ?
Thierry Gattuso
2005/11/24

Jumlah Muslim sedunia mencapai 22% jumlah penduduk dunia, tapi menurut United Nations’ Arab Human Development Report (Laporan Perkembangan Arab PBB):

“Setengah jumlah wanita Arab BUTA HURUF;
satu dari 5 Arab hidup dibawah US$2 per hari;
hanya 1% penduduk Arab memiliki komputer pribadi,
dan setengah dari 1% menggunakan internet;
15% penduduk usia kerja Arab menganggur;
60% Muslim BUTA HURUF”.

Image
http://middle-east-info.org/gateway/womenchildabuse/

Hanya 2 muslim pernah memenangkan hadiah Nobel di bidang sains:
Dr. Abdus Salam th 1979 utk fisika dan Dr. Ahmed Zewail th 1992 utk Kimia. Dr Salam adalah pengikut Ahmadiyah asal Pakistan, shg tidak dianggap sbg Muslim dinegaranya.

Hanya 600 universitas melayani penduduk Muslim sebanyak 1.2 milyar di 57 negara. Setengahnya hanya terfokus pada pengajaran pendidikan dan sains Islam.

India saja memiliki 8.407 universitas bagi ke- 1 milyar penduduknya
dan AS 5.758 univ bagi 280 juta penduduknya.

Jumlah total GDP (Pendapatan Kotor Domestik) tahunan dari ke-57
negara Muslim berada dibawah $2 trillion.
AS memproduksi barang dan jasa senilai $10.4 trillion;
Cina $5.7 trillion
Japan $3.5 trillion
India $3 trillion
Jerman $2.1 trillion

Sementara negara2 kaya minyak, Saudi, Arab Emirat , Kuwait dan Qatar
secara keseluruhan memproduksi barang dan jasa sebanyak
$430 billion (milyar?) . Thailand saja memproduksi barang dan jasa senilai $429 billion.

Rendahnya prestasi Muslim ini akut di ke 57 negara2 Islam. Muslim mengatakan sedang merampungkan diri setelah periode lama kolonisasi dan de-kolonisasi dan efek2 pemindahan orang2 Palestina dari tanah
Arab. Tapi bagaimana dengan prestasi Muslim yagn tinggal dan bekerja di barat ? Faktanya, mereka juga tidak lebih baik dari saudara2 mereka di negara2 Muslim.

Di UK, sensus th 2001 utk pertama kalinya melihat latar belakang agama negara itu. Menurut sensus, Muslim berjumlah 2.8% dari penduduk total UK, Hindu 1%, Sikhs 0.6, Buddhists dan Yahudi cuma 0.5%.

Tapi : 31% Muslim usia kerja tidak memiliki kualifikasi, ini angka tertinggi dari semua kelompok agama lainnya. Spt di di banyak negara, memiliki rumah sendiri adalah prestasi besar dan tanggung jawab finansial.
82% Sikh diikuti oleh 78% of Yahudi memiliki rumah sendiri di UK. Hanya 52% Muslim memiliki rumah sendiri, yang terendah dari semua kelompok agama lainnya. 14% Muslim menganggur, dibanding dgn 8% Sikh dan 6% Hindu.

Rendahnya prestasi Muslim lebih parah melihat asal usul para pendatang Muslim, Hindu, Sikh dan Buddhist di UK. 75% Muslim, 97% Hindu, 98 % Sikh dan 69% Buddis berada di UK, datang dari atau memiliki hubungan dengan Asia Selatan. Oleh karena itu faktor2 budaya bisa dihapus saat membedakan prestasi kelompok2 agama ini.

TAPI hanya Muslimlah yg mengeluh :cry: bahwa mereka harus menghadapi halangan bahasa dan menghadapi diskriminasi di UK dan menganggap ini sgb faktor rendahnya prestasi. Kaum Buddhis, Hindu dan Sikh juga menghadapi halangan yang persis sama TAPI prestasi mereka jauh lebih baik dari Muslim. :P

Rendahnya prestasi ini tidak mengherankan bagi mereka yang mengenal sifat Islam sebenarnya. Semua yang perlu diketahui Muslim ada dalam Quran, Hadis atau Sunnah. Muslim tidak didorong untuk mencari pengetahuan dan memperbaiki diri sendiri. Muslim adalah anti kemajuan, modernitas dan sains. Mereka yang mengontrol Islam tidak ingin melihat Muslim terdidik karena muslim terdidik akan menerapkan logika dan jalur pikir terhadap Quran dan melihat dgn mata kepala sendiri bahwa isinya cuma koleksi cerita2 rancu dari Taurat & Injil dan jalan pikir seorang Bedouin bandit abad ke 7.//

http://www.faithfreedom.org/oped/sina51126.htm
Will Muslims Ever wake up? Kapan Muslim mau bangun ?
By Ali Sina
2005/11/26

Dalam artikel berjudul “What went wrong?” (Apa yang salah ?) Dr Farrukh Saleem, penulis freelance dari Islamabad memberikan gambaran dunia Islam yg mengenaskan dgn menunjukkan bahwa negara2 Muslim adalah yang paling miskin, paling buta huruf dan paling terbelakang di dunia. Ditulisnya:

Total GDP/tahun dari 57 negara2 Muslim masih dibawah US$2 trillion.

AS sendiri memproduksi barang dan jasa senilai $10.4 trillion;
China $5.7 trillion
Japan $3.5 trillion
Jerman $2.1 trillion.
Bahkan GDP India saja diperkirakan lebih dari $3 trillion.

Negara2 kaya seperti Saudi Arabia, UAE, Kuwait dan Qatar secara kolektif memproduksi barang & jasa (minyak) senilai $430 billion; BELANDA saja masih memiliki GDP tahunan yang lebih besar, sementara Thailand memproduksi barang dan jasa senilai $429 billion.

Muslim bertotal 22 % dari penduduk dunia tapi memproduksi kurang dari 5% dari GDP dunia. Yang lebih menyedihkan adalah bahwa GDP negara2 muslim sedara menyeluruh semakin menurun. Orang Arab, khususnya, yang paling menyedihkan.

Menurut Arab Development Report PBB:

“Setengah jumlah wanita Arab buta huruf;
satu dari 5 Arab menerima kurang dari $2/hari;
hanya 1% dari penduduk Arab memiliki computer;
dan hanya 1% yang memiliki komputer memiliki akses Internet;
15% usia kerja Arab menganggur dan jumlah ini bis berlipat ganda pada tahun 2010;
pertumbuhan rata2 penghasilan per capita dalam 20 tahun terakhir dunia Arab hanya 1/2 % per annum, lebih buruk dari negara di sub-Sahara Africa.”

Negara2 paling miskin di planet ini adalah Ethiopia, Sierra Leone, Afghanistan, Cambodia, Somalia, Sudan, Nigeria, Pakistan & Mozambik. (Jangan lupa ALBANIA = mayoritas Muslim ! red) Paling sedikitnya 7 dari negara paling miskin itu adalah negara2 dengan mayoritas muslim.

Kesimpulan: Muslim adalah yang paling miskin dari jajaran negara miskin.

57 negara mayoritas muslim masing2 hanya memiliki rata2 10 universitas dari jumlah total kurang dari 600 universitas bagi
1.4 milyar Muslim; India saja memiliki 8.407 universitas, AS 5.758.

Dari 1.4 milyar Muslim hanya 2 orang : Abdus Salam dan Ahmed Zewail yang menang hadiah Nobel Prize dlm Kimia dan Fisika. Salam melakukan penelitiannya di ITALIA DAN UK, sementara Zewail di California Institute of Technology. Dr Salam bahkan di negaranya tidak dianggap muslim.

Selama 105 tahun, 1.4 milyar Muslim hanya mampu menghasilkan 8 Nobel Laureat, sementara 14 JUTA YAHUDI menghasilkan 167 Nobel Laureat. Dari ke 1.4 milyar Muslim, kurang dari 300.000 dikualifikasikan sebagai ‘ilmuwan’, dan itu dikonversi ke dalam rasio 230 ilmuwan utk setiap 1 juta Muslim. AS memiliki 1.1 juta ilmuwan (4.099 ilmuwan per 1 juta orang); Jepang memiliki 700.000 (5.095 ilmuwan per 1 juta orang).

Fakta : dari 1.4 milyar Muslim 800 juta buta huruf (6 dari 10 Muslim tidak dapat membaca). Di negara2 Kristen, tingkat melek huruf adalah 78 %.

Muslim dgn 22% total penduduk dunia, hanya 1% dari mereka berhasil memenangkan hadiah Nobel. Sementara Yahudi hanya berjumlah
0.23% dari penduduk dunia, tapi 22 % dari mereka mendapatkan Hadiah Nobel.

Apa yang salah ? Muslims miskin, buta huruf dan lemah. Mengapa bisa ?
Penting mencapai diagnosis yagn tepat guna mendapatkan obat yang tepat.

Jadi, apa diagnosis Dr. Salim ?

Diagnosis 1: Muslim miskin, buta huruf dan lemah karena mereka telah
“meninggalkan warisan ilahi Islam’. Obat: Kami harus kembali ke masa lalu kita.

Diagnosis 2: Muslim miskin, buta huruf dan lemah karena kami menolak maju sesuai jaman.

Yah, silahkan, maju sesuai jaman — sesuai Quran. //
http://www.economist.com/displaystory.c … id=1213392
Arab development : Self-doomed to failure (Perkembangan Arab : Mengutuk diri sendiri kedlm Kegagalan)
Jul 4th 2002
The Economist

Satu lagi laporan dari para pakar Arab menjelaskan mengapa kawasan mereka begitu terbelakang !

APA sih yg tidak beres dgn dunia Arab ? Mengapa mereka begitu ketinggalan jaman ? Mereka punya minyak yang bisa membuat kawasan itu kaya raya, maju dan makmur. Tapi nyatanya ?

Pemerintahan mereka otokratik, pemilu mereka sebuah lelucon besar, setengah penduduknya BUTA HURUF, pengangguran, kebodohan dan ajaran konservatif picik merajalela. Malah kebanyakan anak muda Timur Tengah memiliki impian utk satu hari bisa dapat visa tinggal di Barat. Kenapa oh kenapa ??

Dimeja makan dari Maroko sampai ke Mesir, tidak henti2nya para pakar Arab saling bertanya, mengapa oh mengapa kita jadi begini ??? Mereka akhirnya menerbitkan diagnose mereka dalam “The Arab Human Development Report 2002”, yg diterbitkan minggu ini oleh UNDP.

Dunia Arab mencakup ke 22 anggota Liga Arab, yg mewakili 280 juta orang, hampir sama dgn penduduk Amerika Serikat. Dari 68 juta orang di Mesir, sampai 565.000 orang di Qatar. Kawasan itu memiliki proporsi anak muda yg paling tinggi didunia—38% orang Arab berada dibawah usia 14—dan diperkirakan, jumlah penduduk akan meningkat sampai 400 juta dlm 20 thn mendatang.

Jadi betapa anehnya bahwa total GDP seluruh dunia Arab adalah US$531 billion yg berada DIBAWAH SPANYOL.

Satu dari 5 Arab hidup dgn $2/hari. Dlm 20 thn belakangan ini, pertumbuhan pemasukan per kepala per tahun adalah 0.5%. Ini adalah angka yg paling rendah didunia, dan hanya bisa disejajarkan dgn Afrika sub-Sahara. Dgn tingkat rata2 ini, kata laporan itu, diperlukan 140 tahun bagi rata2 orang Arab utk melipatgandakan pemasukannya, sementara di bagian dunia lain, ini bisa dicapai dlm 10 thn.

Pertumbuhan stagnan, bersamaan dgn populasi yg meningkat pesat berarti hilangnya kesempatan kerja. Sekitar 12juta orang, atau 15% dari jumlah buruh sudah menganggur, dan dgn trend spt sekarang ini, angka pengangguran bisa meningkat menjadi 25 juta di thn 2010.

Halangan bagi prestasi, menurut laporan ini, bukan kekurangan sumber, melainkan tiga esensi : kebebasan, pengetahun dan tenaga wanita. Jika “defisit2” ini tidak diberi kesempatan utk mencapai potensi mereka, maka akan timbul kombinasi membahayakan antara kekayaan dan kepicikan !

Kebebasan.
Defisit ini, menurut interpretasi UNDP, adalah AKAR dari segala mala petaka dlm dunia Arab : kelanjutan otokrasi2 absolut; pemilu2 yg curang; percampuran antara bidang eksekutif dan legislatif (karena dlm bahasa Arab keduanya memiliki kata serupa); tekanan atas media dan masyarakat; serta sebuah patriarkhi yg tidak toleran dan kadang suasana sosial yg menyesakkan.

Kawasan ini penuh dgn penampilan luar sebuah ‘demokrasi.’ Pemilu sering dilakukan dan bahkan konvensi2 hak azasi manusia ditandatangani. Namun, arus besar demokratisasi yg menyapu bagian2 dunia lain rupanya tidak menyentuh orang Arab sedikitpun. Demokrasi hanyalah ditawarkan sbg konsesi, bukan sbg hak.

“Peralihan kekuasaan lewat kotak pemilu bukan sebuah fenomena lazim dlm dunia Arab,” kata laporan itu. Lebih lagi, para pejabat, mulai dari menteri kebawah, ditunjuk HANYA karena koneksi. Ini mengakibatkan otoritas yg tidak responsif dan jajaran administrasi negara yg tidak kompeten.

Kebebasan berekspresi dan berserikat juga sangat dibatasi dgn tajam. Tidak ada negara Arab yg memiliki pers bebas, dan hanya tiga negara memiliki pers yg ‘sebagian bebas.’ Selebihnya hanyalah moncong suara pemerintah.

Pengetahuan.
Orang Arab menghabiskan persentase lebih tinggi dari GDP pada bidang pendidikan ketimbang kawasan berkembang lainnya. TAPI ini nampaknya percuma saja. Kualitas pendidikan sangat merosot dan ada petimpangan antara lapangan pekerjaan dgn sistim pendidikan. 65 juta orang dewasa= buta huruf, 2/3 adalah wanita. 10 juta anak2 tidak pernah merasakan bangku sekolah sama sekali.

Dunia Arab semakin terbelakang dlm riset sains dan information technology. Investasi dlm riset & pembangunan = kurang dari 1/7 rata2 dunia. Hanya 0.6% penduduk menggunakan Internet dan 1.2% memiliki computer.

Kreativitas mati total. Dlm 1000 thn sejak berkuasanya Kalif Mamoun, kata laporan ini, dunia Arab menerjemahkan buku sebanyak buku yg diterjemahkan Spanyol dlm 10 thn !

•Status Wanita.
Islam menghormati wanita ? Think again ! Laporan ini mengkonfirmasikan apa yg selalu dikatakan kafir : dunia Arab tidak memperlakukan wanita mereka sbg warga penuh dgn hak2 yg jauh lebih sedikit ketimbang lelaki. Hanya satu dari dua wanita Arab buta huruf total. Partisipasi mereka dlm kehidupan ekonomi dan politik negara mereka adalah YG PALING RENDAH DI DUNIA.

Menurut ukuran “gender-empowerment measure” UNDP, Arab menduduki tingkat terendah, sedikit diatas Africa sub Sahara.

Jangan tanya !

Laporan ini ditulis oleh orang Arab sendiri shg mereka dgn jitu menghindari topik PERAN ISLAM !

Memang dari usia sekolah, orang Arab sudah dijejali ancaman agar jangan sekali2 membantah tradisi, otoritas dan Quran. Phobia mereka akan fawda (chaos) dan fitnah berakar kuat. “Peran pemikiran”, tulis seorang ilmuwan Syria “adalah utk menjelaskan dan mentransmisi… dan bukan utk mencari dan bertanya !”

Jadi kini dgn barisan Arab2 muda yg menganggur, tanpa keahlian dan penuh kebencian terhdp masy mereka sendiri, paling tidak mereka menemukan sedikit harga diri dlm Islam. Dgn semua pintu tertutup, beberapa dari mereka mengarahkan kemarahan bahaya mereka itu kpd dunia Barat. :twisted:
Tragedi dunia ARAB
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … highlight=

Sudah menikmati cipratan rejeki dari minyak (yg notabene perlu bantuan kafir utk menggali, memproses, mendistribusi, menjual & membeli :lol: :lol: ), keadaan dunia tetap saja dibawah rata2 !

* Tidak ada satupun produk buatan Arab yg memiliki kualitas tinggi utk dijual di pasaran dunia. Karpet Iran ? Ingat Iran BUKAN Arab !

* Produktivitas Arab adalah yg paling rendah di dunia.

* Tidak ada satupun universitas kelas dunia.

* Tradisi ‘sains’ Arab (itu juga contek sains Yunani) hanya menampilkan sejumlah kecil program riset dlm bidang perang kimia dan biologis.

* Tidak ada negara Arab yg merupakan demokrasi tulen.

* Tidak ada negara Arab yg menghormati HAM.

* Tidak ada negara Arab yg memiliki media independen.

* Tidak ada satupun masy Arab yg menghormati hak2 wanita dan minoritas secara penuh.

* Tidak ada satupun pemerintah Arab yg pernah menerima tanggung jawab atas kegagalannya sendiri.
Muslim = Terbelakang. KENAPA ???
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … .php?t=855
Mari kita bandingkan orang2 terkaya didunia di th 2007 (yg kaya karena kerja keras, bukan karena warisan orang tua) :

http://www.quickonlinetips.com/archives … the-world/
Image
Mukesh Ambani (HINDU INDIA) kini orang terkaya didunia. Lebih kaya dari Bill Gates ! Kekayaan bersihnya : $63.2 billion

Image
Bill Gates, YAHUDI AS, computer giant, jumlah kekayaan : US$ 62,29 billion

Image
Pangeran Alwalid Bin Talal Alsaud, Saudi, teman baik Michael Jackson ! Jumlah kekayaan CUMA : US$ 20 bil KASIMAaaaannnnn …
http://www.forbes.com/lists/2006/10/0RD0.html

Image
Sheikh mohammed bin rashid al maktoum, kaya minyak dan real estate Dubai, jumlah kekayaan ; US$ 14 milyar ! http://en.wikipedia.org/wiki/Mohammed_b … al-Maktoum

Nah, bedakan saja ! Udah punya minyak, orang tua kaya raya, ternyata si Sheikh masih juga lebih miskin dari Hindu musyrikun dan Yahudi yg kesemuanya datang dari keluarga kafir pas2an.

Lihat sendiri daftar orang paling kaya didunia dari daftar Forbes 2006, dan hitung, berapa dari mereka dari negara Muslim ! :lol: :lol:
http://www.forbes.com/home/lists/2006/0 … _land.html

TOP TEN 2006 :
William Gates
Warren Buffett
Carlos Slim Helú
Ingvar Kamprad
Lakshmi Mittal
Paul Allen
Bernard Arnault
Prince Alwalid
Kenneth Thomson
Li Ka-shing

Lihatlah orang2 lain dari keluarga pas2an yg sukses di negara2 Barat :

Image
JK Rowling, wanita Inggris, 38 thn, penulis buku2 Harry Potter.
Jumlah kekayaan : US$ 1 milyar. Ia merupakan satu2nya milyarder yg kaya karena menulis buku anak2.

Image
Oprah Winfrey, wanita AS, wanita serba bisa.
Jumlah kekayaan : US$ 1.1 milyar.

Mungkinkah perempuan2 ini mampu mendapatkan prestasi ini kalau mereka dilahirkan di negara Arab ? I don’t think so ! :wink:

Ya Aulooooohhhh … mana kemakmuran yg Kau janjikan itu … ya aullooooohhhhh …. dimana kau Aulooooooooooccchhhhhhhhh … kok pemuja berhala dan kafir sesat bisa lebih kaya ya Aulooooooooooooooooooooooooooo …. :prayer: :prayer:
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … .php?t=855

Laporan Nature baru-baru ini cukup menyentak. Jurnal ilmiah sangat bergengsi di dunia itu memuat ulasan tentang prestasi ilmiah negara-negara Islam yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI). Laporan itu menunjukkan bahwa performa ilmiah negara-negara OKI di tingkat dunia masih sangat jauh terbelakang.

Salah satu indikator utama yang sering dijadikan penilaian terhadap kualitas sains di suatu negara adalah jumlah artikel ilmiah yang dipublikasikan di jurnal-jurnal internasional.

Science Citation Index dan Social Sciences Citation Index terbaru mencatat jumlah rata-rata publikasi ilmiah 47 negara-negara OKI yang disurvei hanya 13 per satu juta penduduk. Rata-rata dunia untuk indeks ini ialah 137. Bahkan, tak satupun dari 47 negara tersebut yang angkanya mencapai 107. Seakan lebih memperparah keadaan, dari 28 negara dengan produktivitas artikel ilmiah terendah, separuhnya adalah negara-negara OKI.
ya ambonnn!!! sebegitukah muslim dan islam??
SURGA ISLAM Hanya bagi Mslm Buta Huruf, Miskin, Terbelakang
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … hp?t=27156

PRESTASI MUSLIM

GDP total semua negara Arab thn 1999 hanya mencapai $ 531.2 billion (milyar), masih kurang dari SATU negara EU saja (Spanyol – $595.5 milyar). Menurut World Bank, th 2000 pemasukan rata2 negara2 Muslim dari Maroko – Bangladesh = 1/2 dari rata2 dunia (Lewis, 2003, p. 99, 100).

Tapi tentunya Muslim selalu akan mengaku bahwa ini SAMA SEKALI BUKAN SALAH MUSLIM. Ini semua salah Amerika, Yahudi, Kristen, Kristenisasi, Hinduisasi, Indomiesasi, tsunami,sasi jalan beceklah, kurang tidurlah dsb dsb.

Dr. Kenneth David, ekonomis ternama yg menyiapkan World Bank
Survey 1980, ttg status edukatif dan ekonomis masy2 religius di dunia, menerbitkan buku berjudul “The Cultural Environment of International Business/Lingkungan Budaya Bisnis Internasional”.

UNDP th 1996 juga menyampaikan laporan panjang lebar ttg negara2 anggota PBB. Dokumen2 maha penting ini mengungkapkan kondisi hidup semua masy religius spt Christians, Budhis, Jews, Hindus, agama2 animis, Muslim dan masy komunis. Ini kesimpulannya (cited Farooqi, 2005); masy KRISTEN adalah yg paling maju dlm hal edukasi, kesehatan dan kekayaan ekonomi, sementara Muslim adalah yg paling terbelakang dlm semua bidang yg disebutkan tadi.

Tingkat melek huruf dlm negara Kristen th 1980 saja mencapai 90% dan sekitar 15 negara memiliki tingkat melek huruf 100%. Sementara rata2 tingkat melek huruf dlm negara2 Muslim = kurang dari 40% dan TIDAK ADA SATUPUN YG MENCAPAI MELEK HURUF 100% !!!

Situasi ini terus berlanjut sampai thn 2001 saat UNDP melaporkan tingkat melek huruf rata2 60 % dlm negara2 Islam dan antara 95 – 100% dlm negara2 Barat/Kristen.

Diantara kaum melek huruf dlm dunia Kristen, kurang dari 2% penduduk tidak menyelesaikan sekolah, sementara 50% Muslim tidak pernah menghadiri sekolah2 modern. Di masy Kristen, tingkat melek huruf menandakan paling tidak kemampuan membaca tingkat SD, sementara dlm masy Muslim, seseorang yg mampu baca tulis dianggap melek huruf.

Sekitar 40% penduduk mendapat pendidikan tinggi yg berspesialisasi dlm berbagai disiplin sains. Di negara Muslim ini kurang dari 2%. Bahkan standar pendidikan tinggi dari yg 2% ini masih jauh lebih tinggi dari dunia Kristen. Oleh karena itu, banyak Muslim2 terdidik memperdalam pengetahuan spesialis dlm bidang sains, engineering dan medisin dari negara2 Barat.

Keberhasilan ilmiah dlm masy Muslim bisa dikatakan NON-EKSISTEN. dari total 260.000 artikel yg diterbitkan setiap tahun ttg riset sains, hanya 1% diterbitkan di negara2 Muslim.

Jumlah total diploma S3 atau Ph.D. yg dihasilkan 450 Universitas Muslim setiap tahun adalah < dari 500, sementara di UK saja, jumlahnya adalah 3000.

Jumlah total Engineer dan Saintis dlm dunia Muslim (1.3 milyar itu tuh ) malah KURANG dari jumlah saintis dan engineer yg bekerja di Perancis doang (dgn penduduk 60 juta).

Kurang dari 16% penduduk Muslim terlibat dlm produksi industrial, sementara penduduk Kristen = 60%.

Dari setiap 1 juta penduduk, jumlah saintis di
- AS = 4000
- Jepang = 5000
- Dunia Muslim = 230.

Dari setiap 1 juta penduduk, jumlah asisten riset di dunia Barat = 1000 namun di dunia Muslim = 50.

Total jumlah universitas:
- AS = 5758
- India = 8407
- di 57 negara Muslim = 500.

Tidak perlu dikatakan bahwa dari daftar universitas top, tidak satupun dari dunia Muslim, bahkan tidak juga dari kota2 Muslim modern spt Dubai, Qatar, Kuala Lumpur. :wink:

Dunia Barat = 98% orang lulus SD & 40% masuk universitas,
Dunia Muslim = 50% lulus SD dan 2% masuk universitas.

Utk setiap 1 juta orang/thn, penerbitan buku berjumlah:
- di UK = 2000 buku
- di Mesir = 20.

Jumlah Doktorat di India saja lebih dari total jumlah doktorat DISELURUH DUNIA Muslim.

Sejak 1982, utk setiap 1 juta penduduk per tahun :
- dunia Arab menghasilkan 40 judul
- jumlah buku rata2 yg diterbitkan dunia = 162 judul (Eickelman & Piscatori, 1997, p. 40).

Setiap tahun dunia Arab menerjemahkan 330 buku, 1/5 jumlah yg diterjemahkan dlm bhs Yunani saja (cited Lewis, 2003, p. 99).

Menurut UNDP ARAB (cited Gattuso, 2005), 1/2 dari wanita Arab = buta huruf. Total : 60% Arab Muslim = buta huruf. Hampir 1/2 dari universitas berkonsentrasi pada pendidikan dan sains Islam. 15% penduduk layak kerja = menganggur. Hanya 1% penduduk Arab memiliki komputer dan hanya 0.5% memiliki Internet.

Sensus India 2001 (cited Goswami & Malik, 2006. p. 34-40) melaporkan jurang tingkat pendidikan antara Muslim & non-Muslim sbg:

Penduduk Muslim jarang berprestasi dlm pendidikan dibanding dgn penduduk non-Muslim DISETIAP negara bagian India dan pada semua tahap pendidikan. Muslimah perkotaan lebih parah tingkat pendidikan darp Muslim perkotaan.

Tingkat melek huruf Muslim India (55%), lelaki non-Muslim (64.5%);
Muslimah (40.6%) dan wanita non-Muslim (45.9%).

Tingkat melek huruf Muslim India di perkotaan (64.2%), lelaki non-
Muslim (77.3%), Muslimah (52.8%), dan wanita non-Muslim (65.5%)

Kurang dari 44% siswa Muslim lulus SMA, dibanding dgn non-Muslim.
Hanya satu dari 101 Muslimah adalah lulusan SMA, dibanding dgn satu dari 37 wanita non-Muslim.

Tambahan 31 juta Muslim harus dididik sampai thn 2011 utk menyaingi tingkat melek huruf non-Muslim.

Pendapatan rata2 keluarga Muslim < dari non-Muslim. Lebih dari 60% Muslim tinggal di daerah2 kumuh/miskin.

Jarang ada NGO, pekerja sosial dan aktivis Muslim ketimbang dengan  non-Muslim.

PRESTASI ABAD 19 Muslim di India

Upaya utk menganalisasi keterbelakangan Muslim sudah dimulai di India di abad 19. Salah satu alasan adalah sebagian besar Muslim tidak peduli pada pendidikan kecuali Qu’ran. Mereka juga tidak interes pada pendidikan Inggris. Berbeda dgn HIndu dan Kristen yg mengakui keuntungan mempelajari bhs Inggris dibawah kekuasaan Inggris, sementara Muslim duduk terpisah, ngedumel terbelunggu tradisi mereka dan konservatifisme Islam (Ahmed, 1981. p. 133).

Bahkan menurut sensus India 2001, keluarga2 Muslim lebih suka mengirim anak2 mereka ke madrasah, belajar bhs Arab, Persia, Urdu, ketimbang Inggris dan pendidikan barat lainnya. Anak2 ini setelah belajar bertahun2, tidak mampu menulis surat atau akuntansi dan lebih suka makan2 ketmbang bekerja (cited Eraly, 1977, p 692).

Upaya pemerintah India thn 1870-71 utk mengurangi jurang perbedaan pendidikan antara Muslim dan non-Muslim adalah dgn memperkenalkan sains dlm madrasah2 TAPI ini sangat ditantang para Mullah & Maulvi yg sangat anti pendidikan Barat.

Mereka menafisrikan pendidikan sbg ‘Din-i-Ilm’, yi, pendidikan religius selain literatur dan prinsip2 Islam sbg tidak relevan dan menghujad. Kalau ‘Din-i-Ilm’ diabaikan, kata mereka, itu tanda datangnya hari Kiamat (Sattar, 1877, p. 26).

Saat ini hanya 36% Muslim India hidup di perkotaan, tapi karena kondisi ekonomi mereka begitu rendah, kebanyakan mereka penduduk kota2 kumuh.

Bahkan seorang menteri Muslim terkenal, Dr. Rafik Zakaria mengatakan, “Muslim India masih memisahkan diri dari Hindu, yg memiliki goodwill yg esensial bagi kebangikan ekonomi dan kemajuan pendidikan mereka”.

Zakaria juga mengeluhkan bahwa Muslim India dikelabui guru2 agama mereka dan keadaan menyedihkan mereka ini diakibatkan karena mereka memisahkan diri dari masy (kafir) Hindu dan budaya (kafir) Hindu. (Brahmachari, 2000, p. 190).

Dr. M. I. H. Farooqi , Sekjen Urdu Scientific Society (Scientist and Deputy Director, National Botanical Research Institute, Lucknow, India) mengeluh : “Belajar dan bertanya bukan prinsip Muslim shg sekarang mereka mencapai posisi terendah dlm tangga dunia. Mereka terbelakang secara sains & ekonomi. Inilah kondisi seluruh Umat Islam.” (Farooqi, 2005)

Bahkan tokoh Islam fundamentalis India, Maulana Abul Kalam Azad, mengatakan dlm sebuah seminar Muslim (cited Farooqi, 2005), “Demi Allah, bangun dan lihatlah betapa tingginya matahari dan betapa majunya non-Muslim dari kalian”.

MUSLIM persis KERA & BABI ! Jago beranak doang !

Muslim yg sering dgn angkuh dan yakin mengutuk Yahudi sbg anak2 kera dan babi sebaiknya membaca perbedaan statistik antara Israel dgn sejumlah negara Muslim (Nelson & Chowdhury, 1997 and Britannica book of the year 1998) :

Tingkat melek huruf wanita :
Israel (83%),
Bangladesh (21.8%)
Sudan (4%),
Egypt (29 %)
Turkey (43%)
Maroko (22%)
Pakistan (24.4%)
Afghanistan (15%).

TIngkat melek huruf lelaki :
Israel (93%)
Bangladesh (36.1%)
Sudan (25%)
Mesir (57%)
Turki (77%)
Maroko (49%)
Pakistan (50%)
Afghanistan (47.2%).

Angka kelahiran setiap seribu orang:
Israel (23)
Bangladesh (32)
Sudan (45)
Egypt (36)
Turkey (28)
Morocco (31)
Pakistan (36.4)
Afghanistan (43)
Algeria (28.5)
Libya (40)
Iran (33.7)
Iraq (34.1)
Syria (40).

Angka mortalitas per 100.000 kelahiran:
Israel (5)
Bangladesh (600)
Sudan (660)
Mesir (80)
Turki (210)
Morocco (300).

Angka mortalitas per 1000 kelahiran :
Israel (14)
Bangladesh (114)
Sudan (107)
Egypt (88)
Turkey (74)
Maroko (58)
Pakistan (75)
Afghanistan (146.7)
Algeria (48.7)
Libya (56)
Iran (52.7)
Iraq (91.9)
Syria (29.6).

Mortalitas anak2 dibawah usia 5 (per 1000 bayi):
Israel (16)
Bangladesh (180)
Sudan (181)
Egypt (131)
Turkey (93)
Morocco (76).

Tingkat usia lelaki/perempuan :
Israel (77 / 73.6)
Bangladesh (55.4 / 56.4)
Sudan (51/ 48.6)
Egypt (59.5 / 56.8)
Turkey (65.2 / 62.5)
Morocco (62.5 / 59.1)
Pakistan (65 / 63)
Afghanistan (45.2 / 46.4)
Algeria (69.5 / 67.2)
Libya (67.5 / 63.9),
Iran (68.7 / 66.1)
Iraq (60.4/ 57.3)
Syria (71.3/ 68.4) .

GNP per kapita (dlm US$):
Israel (10300)
Bangladesh (180)
Sudan (300)
Egypt (610)
Turkey (1080)
Morocco (960).

Rata2 jumlah keluarga:
Israel (3.6)
Bangladesh (5.3)
Sudan (5.1)
Egypt (5.2)
Turkey (4.7)Morocco (4.2).

JELAS dlm segala bidang, negara mungil Israel JAUH tinggi prestasinya ketimbang negara2 Islam. Dibanding dgn tetangga2 Muslim mereka, yahudi lebih kecil tapi lebih berpendidikan, produktif, kaya dan damai.

Dari 1.3 milyar Muslim (20% penduduk dunia atau 2 dari setiap 10 orang) sejauh ini hanya ada ENAM pemenang hadiah Nobel bagi perdamaian, termasuk Yasser Arafat, seorang teroris tulen yg sampai akhri hayatnya mencari permusuhan dgn israel. Dari cuma 12 juta Yahudi (0.2% dari penduduk dunia – 2 dari setiap 1.000 orang) ada 165 nama Yahudi dlm daftar hadiah Nobel (Jewish Magazine, 2006).

Bahkan Muslim yg tinggal dan kerja di BaratPUN masih ketinggalan dgn non-Muslim. Dari sensus UK 2001 (cited Gattuso, 2005), Muslim = 2.8%, Hindu = 1%, Sikh = 0.6 %, Budhis & Yahudi cuma 0.5% penduduk UK, tapi sedihnya :

31% Muslim usia kerja tidak memiliki kualifikasi, angka tertinggi dari kelompok religius manapun. 82% Sikh disusul dgn 78% Yahudi memiliki rumah sendiri di UK. Semetnara hanya 52% Muslim memiliki rumah sendiri. Sisanya hidup dari rumah gratis pinjaman negara, alias menebeng, mengemis atau menyewa. 14% Muslim = nganggur, dibanding dng 8% Sikh & 6% Hindu.

Read More

MENGAPA MUSLIM TIDAK PERNAH MENENTANG PERBUDAKAN?


Postby  pod-rock » Fri Oct 19, 2007 6:30 pm

MENGAPA MUSLIM TIDAK PERNAH MENENTANG PERBUDAKAN?
lanjutan dari:
PERBUDAKAN DALAM ISLAM – Fakta Sejarah
http://www.christianaction.org.za/artic … lavery.htm

Orang2 Arab mengadakan Perbudakan di Afrika

Begitu kencangnya kebutuhan muslim akan budak hingga mereka sering melancarkan perang besar melawan suku2 Afrika, mengakibatkan kematian dan kehancuran luas. Setelah ditangkap, budak2 itu dirantai bersama dan dibawa berjalan melintasi gurun pasir Sahara ke pasar budak.

Image
Karena haus, lapar, penyakit, kelelahan dan serangan bandit, kebanyakan tawanan tewas dlm perjalanan ini. Untuk setiap budak yang selamat, tiga atau empat orang telah mati dijalan.

Rute jalur budak yang diambil bertebaran dengan tulang belulang manusia. Setelah sampai dipasar budak, para calo budak mempraktekkan sebuah bentuk kekejaman yang tidak pernah dikenal dunia perbudakan barat : mengebiri para budak.

TIDAK ADANYA GERAKAN PENGHAPUSAN BUDAK DARI DUNIA ARAB

Image
William Wilberforce

William Wilberforce memimpin kampanye menentang perbudakan selama 59 tahun. Saat reforman Kristen ini sibuk memelopori gerakan anti perbudakan di Eropa dan Amerika Utara, dan sementara Inggris memobilisasi angkatan lautnya selama hampir abad 19 utk menangkap kapal2 budak dan membebaskan tawanan2nya, tidak ada satupun gerakan penentang perbudakan yang serupa terjadi didunia muslim.

Bahkan setelah Inggris melarang perdagangan budak ditahun 1807 dan Eropa menghilangkan perdagangan Budak ditahun 1815, para calo budak muslim masih juga sibuk memperbudak lebih dari 2 juta orang Afrika. Walau angkatan laut Inggris berhasil membatasi perdagangan budak oleh orang islam, tetap saja dengan perhitungan jumlah korban di abad ke 14, islam memperdagangkan sekitar 180 juta budak.

Hampir 100 tahun setelah Presiden Abraham Lincoln mengeluarkan Proklamasi Emansipasi Amerika dan 130 tahun setelah semua budak dalam kerajaan inggris dibebaskan oleh UU parlemen, Saudi Arabia dan Yemen, ditahun 1962, dan Mauritania di tahun 1980, dengan berat hati menghilangkan perdagangan budak legal dari perundang2an mereka. Dan ini terjadi hanya setelah ada tekanan internasional yang hebat. Namun sampai sekarangpun masih banyak terdapat bukti yg dikumpulkan organisasi2 internasional bahwa perbudakan masih juga berlangsung dinegara2 muslim, dengan istilah yang lebih baru lagi.

Santo Patrick, misionaris Inggris untuk Irlandia di abad ke 5M, pernah menjadi budak. Ia diculik dari rumahnya dan digiring ke Irlandia. Patrick bicara keras menentang perbudakan. Dia menulis: “Diantara para budak para budak wanitalah yang paling banyak menderita.” http://en.wikipedia.org/wiki/Saint_Patrick

Akar2 Kristen bagi Pembebasan Budak

Dari awal mula sejarah gererja Kristen, mereka sudah aktif membebaskan perbudakan. Selama abad kedua dan ketiga, puluhan ribu budak dibebaskan oleh pengikut. Santa Melania, di abad 4 diceritakan telah membebaskan 8.000 budak. Santo Ovidius membebaskan 5.000, Chromatius 1.400 dan Hermes 1.200 budak. Banyak para petinggi kristen di Hippo dibawah Santo Agustin (juga di abad 4M) “membebaskan budak2 mereka atas dasar belas kasih/pemenuhan agama.” Di tahun 315M, dua tahun setelah Kaisar Konstantin mengeluarkan Edict of Milan yang melegalkan agama Kristen, ia menerapkan hukuman mati bagi mereka yang menculik anak2 utk dijadikan budak.

Kaisar Justinian mengakhiri semua undang2 yang mencegah pembebasan budak. Santo Agustin (354-430) melihat perbudakan sebagai produk dosa dan bertentangan dengan rencana Tuhan. Santo Chrysostom di abad ke-4, mengajarkan bahwa Kristus datang dan menghilangkan perbudakan. Dia menyatakan “Dalam Yesus Kristus tidak ada perbudakan, dg demikian kalian tidak perlu memiliki, membeli budak dan bebaskanlah budak setelah mereka dibekali keahlian yang bisa membuat mereka hidup mandiri.”

Sepanjang abad pertengahan, uskup dan dewan gereja mengusulkan uang tebusan bagi budak yang ditawan, dan selama lima abad rahib2 Trinitarian membebaskan budak2 dari kaum Moor (Muslim).

Ditahun 1102M, Dewan Gereja London menyatakan perbudakan dan perdagangan budak sebagai melanggar hukum. Pada abad 12 budak2 di Eropa jadi barang langka, dan pada abad 14 perbudakan hampir tidak dikenal dibenua Eropa.

Perdagangan Budak ala Islam

Penyerangan yang dilakukan Arab terhadap Afrika Timur di tahun 1888. Jumlah kematian dari jangka waktu 14 abad perdagangan budak Islam di Afrika diperkirakan melebihi 112 juta jiwa.

Tapi dengan lahirnya islam, muncul pula kelahiran kembali perdagangan budak. Seperti ditulis Ronald Segal dalam dokumennya “Budak2 Hitam Islam”:

“Ketika Islam menaklukan Kekaisaran Sassanid Persia dan hampir seluruh kekaisaran Byzantin, termasuk Syria dan Mesir diabad 7, mereka membutuhkan banyak emas. Mereka merampok dari gereja2 dan biara2, memungut pajak langsung maupun tidak langsung yang dibayar dengan emas, memaksakan para pengikutnya utk menjarah emas dari pekuburan2, para ulama petinggi islam mendorong pencarian emas dan mengancam mereka yang menyembunyikannya, dengan imbalan seperlima dari temuan emas tersebut.”

Segal mencatat: “budak wanita dibutuhkan dalam jumlah besar sbg pemusik, penyanyi dan penari, lebih banyak lagi dibeli dari penduduk setempat, dan jauh lebih banyak lagi dibutuhkan sebagai obyek pemuas nafsu ataupun selir. Harem2 para penguasa sangat banyak penghuninya. Harem milik Abdal Rahman III (912-961) di Kordoba, Spanyol, berisi 6.000 selir!! Dan yang ada di Istana Fatimid di Kairo malah dua kali lebih banyak.”

Jumlah kematian budak dari operasi serangan dan penculikan budak oleh Muslim di Afrika dari abad ke-14 diperkirakan lebih dari 112 juta orang.

Budak2 kulit hitam milik orang islam juga mengungkapkan bahwa pengebirian budak lelaki adalah hal yang biasa terjadi. “Kalifah di Bagdad pada awal abad ke 10 punya 7.000 budak kebiri kulit hitam dan 4.000 budak kebiri kulit putih diistananya.” Ditulis bahwa hubungan homoseksual menyebar diantara mereka juga. Budak kulit hitam milik Muslim mencatat bahwa ulama2 islam sepanjang abad secara konsisten mempertahankan perbudakan: “karena harus ada sistem Tuan dan Budak.” Yang lain mencatat bahwa orang kulit hitam “kurang kontrol diri dan ketetapan pikiran mereka sering berubah2, bodoh dan tak mau tahu. Begitulah budak2 kulit hitam yang hidup dalam kesengsaraan di tanah2 Ethiopia, Nubia, Zanj dan sekitarnya.”

Ibn Khaldun (1332-1406) sejarawan islam abad pertengahan dan seorang pemikir sosial menulis: “Negara2 negro sesuai peraturan tunduk dibawah perbudakan karena mereka punya ciri khas yang hampir mirip dengan binatang bodoh.”

Pada abad pertengahan, kata Arab utk “abid” secara umum dipakai utk [warna hitam ataupun] budak kulit hitam, sementara kata “mamluk” mengacu pada budak kulit putih. Bahkan sampai akhir abad 19, tercatat di Mekah “ada beberapa keluarga yang katanya tidak mempunyai budak tapi mereka semua punya selir2 yang setara dengan istri2 sah mereka.”

Budak kulit hitam dikebiri “berdasarkan asumsi bahwa orang2 kulit hitam punya hasrat seksual yang tidak bisa diatur.”

Ketika Fatimid berkuasa mereka membantai puluhan ribu budak militer kulit hitam dan membuat tentara yang baru dari budak2 lain. Beberapa dari budak ini masuk tentara pada umur 10 th. Dari Persia hingga Mesir sampai Ke Maroko, tentara2 budak berjumlah 30.000 sampai 250.000 dianggap hal lumrah.

Bahkan Ronald Segal, yang bisa disebut paling pro-Islam dalam tulisan2nya dan jelas2 berprasangka terhadap Kristen, mengakui bahwa lebih dari 30 juta kulit hitam Afrika mati ditangan para pedagang budak muslim.

Sebuah dhow, kapal favorit para calo2 budak dari Arab utk membawa budak. Pedagang Arab memukuli budak mereka utk[i] menjinakkan mereka dlm perjalanan dari pantai Afrika hingga ke Zanzibar.[/i]

Perdagangan budak islami terjadi disepanjang Gurun Sahara, dari pantai Laut Merah, dan Afrika Timur kesepanjang Laut India. Perdagangan Trans Sahara dilakukan disepanjang enam rute utama perbudakan.

Image

Pencatatan akurat di abad 19, menunjukkan 1.2 juta budak dibawa melintasi gurun Sahara ke Timur Tengah, 450.000 ke Laut Merah dan 442.000 dari pantai Afrika timur. Total 2 juta budak kulit hitam – itu hanya diabad 1900. Setidaknya 8 juta lebih dihitung telah mati sebelum mencapai pasar budak muslim.

Rekor Islam dlm Perbudakan orang Afrika

Image
Pasar budak

Di tahun 1570, seorang Perancis yang mengunjungi Mesir menemukan ribuan orang kulit hitam dijual di pasar budak Kairo.
Ditahun 1665, Antonio Gonzali, seorang pengelana orang Spanyol/Belgia melaporkan sekitar 800-1000 budak dijual dipasar Kairo dalam sehari.
Ditahun 1796, seorang pengelana inggris melaporkan iring-iringan karavan berisi sekitar 5.000 budak berangkat dari Darfur.
Ditahun 1838, diperkirakan 10.000 hingga 12.000 budak sampai ke Kairo tiap tahun.
Di perkebunan Arab saja, dipantai Timur Afrika, di pulau Zanzibar dan Pemba, terdapat 769.000 budak kulit hitam.
Pasar budak di Zanzibar menjual rata-rata 300 budak setiap hari.
Diabad 19, perdagangan budak kulit hitam Afrika Timur mencatat 347.000 budak dikirim ke Arab Saudi, Persia dan India; 95.000 budak dikirim ke perkebunan arab di pulau Mascareme.

Segal mencatat: “tingkat kematian tinggi dan kelahiran rendah diantara budak2 kulit hitam di Timur Tengah dan herannya tingkat kelahiran rendah itu terjadi diantara budak wanita kulit hitam di Afrika Utara dan Timur Tengah.

“Peradaban islam sangat tertinggal dibandingkan Barat dalam menjaga kesehatan umum. Perhitungan jumlah budak kulit hitam milik orang islam harus memperhitungkan mereka yg mati (lelaki, wanita dan anak2) kala penangkapan, penyekapan dan pengiriman. Penjualan seorang budak bisa dianggap mewakili sepuluh budak yang mati saat dusunnya dijarah. Kematian wanita dan anak2 dari penyakit dan mati alami tidak bisa dibandingkan dengan kematian yang disebabkan para penangkap budak atau yang terbunuh disepanjang jalan.”

Seorang penjelajah Inggris menemukan lebih dari 100 tengkorak manusia dari karavan2 budak dlm perjalanan ke Tripoli. Orang ini, Heinrich Barth, mencatat bahwa pernah satu karavan kehilangan sekitar 40 budak karena meninggal dalam satu malam di Benghazi.

Penjelajah lainnya, Richard Lander, bertemu sebuah kelompok yang terdiri dari 30 budak di Afrika Barat, semuanya terkena campak, semuanya diikat dari leher ke leher dan ditinggalkan begitu saja.

Satu rombongan karavan berisi 3.000 budak yg berangkat dari pantai timur Afrika kehilangan 2/3 dari budaknya karena kelaparan, penyakit dan penyiksaan.

Digurun Nubia, satu rombongan karavan berisi 2000 budak bisa dikatakan hilang, karena seluruh budak2nya mati.

LAPORAN2 SAKSI MATA

Ditahun 1818, Kapten Lyon dari Royal Navy melaporkan bahwa Al-Mukani di Tripoli “mengumumkan perang pada negara2 tetangganya yang lemah dan secara berkala membawa 4.000 sampai 5.000 budak, sebuah hal yang sangat menyedihkan!

Para budak ini karena tertekan, banyak yang karena lelah hampir tidak bisa berjalan, betis dan kaki mereka bengkak, dan tubuh mereka sangat lemah, apalagi anak2 kecil, semuanya seperti tengkorak hidup, sementara tuan2 mereka berjalan-jalan dengan cambuk di pinggang, semua pedagang budak ini membicarakan para budak seakan mereka hanyalah hewan belaka.

Negara2 kulit hitam lemah didaerah selatan adalah godaan yang sulit dilawan, sebuah kekuatan akhirnya dikirim utk menjarah orang2 tak berdaya ini, dan dibawa sebagai budak, kota2 mereka dibakar, anak kecil dan bayi dibakar, kebun mereka dijarah dan dihancurkan. Semuanya dijadikan budak utk waktu yang tidak terhitung lamanya, tak seorangpun dari para pedagang itu yang bergerak tanpa cambuk mereka – yang selalu mereka pergunakan. Meminum air terlalu banyak, membawa kayu terlalu sedikit atau tertidur ketika bekerja, dianggap kejahatan besar, dan sia-sia saja budak2 itu membela diri dengan kata-kata dengan alasan lelah. Tidak ada satupun yang bisa menahan cambukan. Tidak ada budak yang berani sakit atau tidak bisa berjalan, tapi ketika orang2 malang ini meninggal, para pedagang/tuan2 itu menyangka pasti ada sesuatu yang salah didalam tubuh orang itu atau pura2, dan biasanya mereka memberi obat mereka, yaitu dengan menempelkan besi panas keperut2 budak tsb.”

Catatan dari Maroko tahun 1876 menunjukkan harga pasar utk budak bervariasi antara £10 s/d £30 ($40 sampai $140). Budak wanita lebih banyak mengisi penjualan dengan tawaran “perawan menarik” bisa mendapat harga £40 sampai £80 ($180-$386). Dilaporkan bahwa “rata-rata mayoritas budak yang melintas sahara ditakdirkan menjadi selir di Afrika Utara, timur tengah dan sekitarnya.”

Budak Kristen – Tuan Muslim

Segal juga mengamati bahwa: “Budak2 kulit putih dari orang kristen Spanyol, Eropa tengah dan timur duga dikirim ke Timur Tengah dan jadi pelayan di istana2 penguasa dan para orang kaya.” Dia mencatat bahwa: “semua orang kebiri slavic dikebiri didaerah tsb dan operasinya dilakukan oleh para pedagang yahudi.”

Sejarawan Robert Davis dalam bukunya “Budak Kristen, Majikan Muslim – Perbudakan kulit putih di Mediterania, Pantai Barbary dan Italy”, memperkirakan bahwa para muslim pembajak di Afrika utara menculik dan memperbudak lebih dari 1 juta orang Eropa antara 1530 sampai 1780. Orang2 kristen kulit putih ini ditangkap dalam serangkaian perampokan yang melanda kota2 pinggir laut dari Sisilia hingga Cornwall. Ribuan Kristen kulit putih di area perairan ditangkap hampir tiap tahun utk bekerja sebagai budak galley (kapal dayung), pekerja dan selir bagi tuan2 orang muslim ditempat yang sekarang dikenal sebagai Maroko, Tunisia, Algeria dan Libya. Dusun2 dan kota2 disepanjang pantai Itali, Spanyol, Portugal dan Perancis adalah yang paling sulit diserang, tapi para muslim perampok juga menangkapi orang2 utk dijadikan budak hingga sejauh Inggris, Irlandia dan Islandia. Mereka bahkan menangkap 130 pelaut Amerika dari kapal yang mereka bajak dilaut Atlantik antara tahun 1785 hingga 1793.

Menurut satu laporan, 7.000 orang Inggris diculik antara tahun 1622 hingga 1644, banyak dari mereka adalah kru kapal dan penumpang. Tapi muslim perampok itu juga mendarat di pantai2 yang tidak dijaga, sering dimalam hari, utk menculik orang2 yang tak siap. Hampir semua penghuni dusun di Baltimore, Irlandia, ditangkap tahun 1631, dan ada juga perampokan lain di Devon dan Cornwall. Banyak dari orang2 kulit putih ini, budak2 kristen dipekerjakan di pertambangan, bangunan2 dan kapal2 dan mengalami malnutrisi, penyakit dan siksaan ditangan muslim tuan mereka. Banyak dari mereka dipakai utk pelayanan umum seperti dipelabuhan2.

Budak wanita biasanya disiksa secara seksual di istana harem dan yang lainnya disandera dan diminta uang tebusan pada keluarganya. “Yang paling sial diculik dan ditinggalkan digurun pasir, atau dijual dikota2 seperti Suez, atau kapal2 dayung Sultan Turki, dimana para budak itu mendayung sampai mati tanpa pernah menginjakan kaki ketanah.” Professor Davis memperkirakan lebih dari 1.25 juta orang eropa diperbudak oleh muslim perampok antara tahun 1500 sampai 1800.

Hukum Sharia dan Perbudakan

Budak kulit hitam milik orang islam mencatat: “Qur’an menyatakan bahwa budak wanita berhak dinikmati oleh tuannya.” Muhammad sendiri punya banyak budak, ada diantaranya yang ditangkap dari peperangan dan ada yang dia beli. Nama2 dari 40 budak yang dimiliki Muhammad ada tercatat dalam hadis. Hukum Sharia berisi aturan perbudakan. Seorang budak tidak punya suara dipengadilan (kesaksiannya tidak sah), budak tidak punya hak milik, bisa menikah hanya dengan ijin tuannya, dan dianggap sebagai barang bergerak dari tuan pemiliknya. Muslim pemilik budak secara spesifik memakai hukum Shariah utk mengeksploitasi budak2 mereka secara seksual, termasuk menyewakan mereka sebagai pelacur2.

Satu alasan kenapa sangat sedikit catatan mengenai keterlibatan Arab dalam anti perbudakan adalah bahwa budaya tradisional Islam memang membolehkan perbudakan. Shariah, hukum islam yang didasarkan atas ajaran dan perbuatan Muhamad, berisi aturan yang jelas tentang perbudakan. Satu dari prinsip utama Islam adalah mengikuti sunnah Nabi. Apapun yang dilakukan Muhamad, harus ditiru, apa yang dia larang, harus kita jauhi. Apa yang dia tidak larang, kita juga tidak dilarang. Karena Muhamad sendiri berdagang budak dan memiliki budak, mengumpulkan banyak istri dan selir bahkan menikahi bocah perempuan ingusan umur enam tahun, – perbudakan dan eksploitasi sex wanita terukir dalam tradisi islam dgn sangat sangat dalam. Muslim memiliki pengalaman menjadi calo budak selama lebih dari 600 tahun, JAUH sebelum Eropa terlibat dalam perdagangan budak Trans-Atlantik.

Perbudakan Saat Ini

Hampir 200 tahun setelah Inggris melarang perdagangan budak dan perbudakan ditahun 1807, perampokan2 disertai penculikan dan perdagangan budak dipasar2 muslim masih berlanjut dinegara2 seperti Sudan. Perdagangan budak masih legal di Saudi Arabia hingga tahun 1962, ketika tekanan internasional mulai membuat Saudi malu. Tapi, laporan masih berlanjut ttg perbudakan di Saudi Arabia, bahkan perbudakan dari Sudan juga selalu berakhir di Saudi Arabia.

“Slave: My True Story” karangan Mende Nazer.
Baru-baru ini, seorang bekas budak dari Gunung Nuba, Sudan, Mende Nazer, mengeluarkan otobiografinya: “Slave: My True Story”. Mende ditangkap tahun 1992, dia (wanita) pertamanya dijadikan budak pada keluarga kaya Arab di Khartoum, lalu ditahun 2002 kepada diplomat Sudan di London, dimana dia lalu kabur dan mencari suaka politik.

Read More

Adadeh vs Malcolm X: Islam & Perbudakan

by Adadeh » Sun Oct 21, 2007 8:20 am

Malcolm-X wrote:
Malcolm X adalah tokoh Muslim dari kaum Afrika-Amerika yang berjuang menghapus segala macam diskriminasi lebih-lebih yang menimpa kaum Afrika-Amerika yang sering dikonotasikan dengan kaum negro yang terdiskriminasikan.

Begitu kira-kira.. lanjuuutt..

Tidak tahukah Malcom X bahwa Muhammad punya banyak budak2 negro?
Sahih Bukhari, Volume 2, Book 15, Number 103:
Narrated ‘Urwa on the authority of ‘Aisha:
On the days of Mina, (11th, 12th, and 13th of Dhul-Hijjah) Abu Bakr came to her while two young girls were beating the tambourine and the Prophet was lying covered with his clothes. Abu Bakr scolded them and the Prophet uncovered his face and said to Abu Bakr, “Leave them, for these days are the days of ‘Id and the days of Mina.” ‘Aisha further said, “Once the Prophet was screening me and I was watching the display of black slaves in the Mosque and (‘Umar) scolded them. The Prophet said, ‘Leave them. O Bani Arfida! (carry on), you are safe (protected)’.”

terjemahan:
Dikisahkan oleh ‘Urwa atas izin dari ‘Aisha:
Di hari2 Mina, (11th, 12th, and 13th of Dhul-Hijjah) Abu Bakr datang pada Aisha pada waktu dua orang gadis muda memukul tambur dan sang Nabi sedang berbaring ditutupi pakaiannya. Abu Bakar membentak mereka dan sang Nabi membuka penutup wajahnya dan berkata pada Abu Bakr, “Biarkan mereka, karena inilah hari2 ‘Id dan hari2 Mina.” ‘Aisha lalu berkata, “Suatu waktu sang Nabi mencadari mukaku dan aku melihat barisan budak2 hitam di Mesjid dan (‘Umar) membentak mereka. San Nabi berkata, ‘Biarkan mereka. O Bani Arfida! (teruskan), kau selamat (dilindungi)’.”

Sahih Bukhari, Volume 8, Book 73, Number 182:
Narrated Anas bin Malik:
Allah’s Apostle was on a journey and he had a black slave called Anjasha, and he was driving the camels (very fast, and there were women riding on those camels). Allah’s Apostle said, “Waihaka (May Allah be merciful to you), O Anjasha! Drive slowly (the camels) with the glass vessels (women)!”

Sahih Bukhari, Volume 9, Book 91, Number 368:
Narrated ‘Umar:
I came and behold, Allah’s Apostle was staying on a Mashroba (attic room) and a black slave of Allah’s Apostle was at the top if its stairs. I said to him, “(Tell the Prophet) that here is ‘Umar bin Al-Khattab (asking for permission to enter).” Then he admitted me.
… (cf. Bukhari 3.648, 6.435, 7.119)

Malik’s Muwatta, Book 21, Number 21.13.25:
Yahya related to me from Malik from Thawr ibn Zayd ad-Dili from Abu’l-Ghayth Salim, the mawla of ibn Muti that Abu Hurayra said, “We went out with the Messenger of Allah, may Allah bless him and grant him peace, in the yearof Khaybar. We did not capture any gold or silver except for personal effects, clothes, and baggage. Rifaa ibn Zayd presented a black slave boy to the Messenger of Allah, may Allah bless him and grant him peace, whose name was Midam. The Messenger of Allah, may Allah bless him and grant him peace, made for Wadi’l-Qura, and when he arrived there, Midam was unsaddling the camel of the Messenger of Allah, may Allah bless him and grant him peace, when a stray arrow struck and killed him. The people said, ‘Good luck to him! The Garden!’ The Messenger of Allah said, ‘No! By He in whose hand my self is! The cloak which he took from the spoils on the Day of Khaybar before they were distributed will blaze with fire on him.’ When the people heard that, a man brought a sandal-strap or two sandal-straps to the Messenger of Allah, may Allah bless him and grant him peace. The Messenger of Allah, may Allah bless him and grant him peace, said, ‘A sandal-strap or two sandal-straps of fire!’ ”

Tidakkah Malcom X tahu bahwa Muslim Arab gemar menyerang suku2 kafir Afrika dan memperbudak mereka bagaikan ternak: Pedagang budak Arab sedang menggembalakan budak2 negronya.

Image
Penyerangan Muslim Arab terhadap Afrika Timur di tahun 1888. Jumlah kematian karena perdagangan budak Islam di Afrika selama 14 abad mencapai lebih dari 112 juta jiwa.

Lihat nih artikel:
MENGAPA ISLAM TIDAK PERNAH MENENTANG PERBUDAKAN?

Malcolm X adalah tokoh Muslim dari kaum Afrika-Amerika yang berjuang menghapus segala macam diskriminasi lebih-lebih yang menimpa kaum Afrika-Amerika yang sering dikonotasikan dengan kaum negro yang terdiskriminasikan.

BETAPA BODOHNYA MALCOLM X YANG MENGIKUTI AJARAN DAN PERBUATAN MUHAMMAD YANG NYATA2 TIDAK SAJA MENDISKRIMINASI NEGRO TAPI BAHKAN MEMPERBUDAK NEGRO!!

Justru karena namamu itulah, aku jadi ingin tahu. Sekarang ajukan pertanyaan ini pada dirimu:
APAKAH KAU MENENTANG PERBUDAKAN ANTAR SESAMA MANUSIA?
Kalau jawabannya adalah IYA, maka pertanyaan berikut:
MAUKAH KAU MENGIKUTI AJARAN SESAT MENGHALALKAN PERBUDAKAN SESAMA MANUSIA?
Kalau jawabannya adalah: IYA, maka tak heran pula diriku sebab memang begitulah ajaran nabimu. Jangan sok nentang2 perbudakan tapi membela Islam, ya? Itu namanya menipu diri sendiri dan menentang ajaran Allah SWT di Qur’an.

Nah, ini dia lagi masalahnya. Mengapa menyerang terlebih dahulu suku2 yang tidak memerangi Islam? Mengapa memperbudak pria, wanita, dan anak2 yang merdeka, berdaulat, dan bermartabat hanya karena hal itu dihalalkan Allah?
Mengapa Muslim butuh untuk memiliki tawanan perang dan lalu memperbudak mereka segala?
Maukah Muslim diperangi dan diperbudak kafir?
Tentu saja tidak. Karena itu pula, dalam lubuk sanubarimu dan dari tulisanmu sendiri kau jelas telah mengakui bahwa perbudakan adalah perbuatan biadab dan tidak seharusnya dilakukan siapapun, apalagi yang mengaku sebagai Rasul Allah.

Sebenarnya Islam tidak mengakui perbudakan. Atau tepatnya tidak menyetujui perbudakan.

Pengertianmu itu berdasarkan hati nuranimu, dan bukan berdasarkan apa yang diucapkan dan dilakukan Muhammad. Sebaliknya, Islam membudayakan perbudakan. Muhammad mulai mengambil budak2 ketika dia pindah ke Medina dan punya kekuasaan. Islam mengijinkan untuk mengambil budak sebagai “jarahan perang” atau upah berperang. Ini mengakibatkan terjadinya banyak perang2 “jihad” yang dilakukan negara2 dan suku2 Islam untuk menyerang kelompok2 non-Muslim dan menjadikan mereka budak2.

Perbudakan sudah menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan umat manusia.

Demikian juga minuman yang memabukkan, tapi Muhammad mampu melarang Muslim minum khamar yang memabukkan (padahal dia sendiri sering meminumnya). Melarang minum khamar mampu, tapi Muhammad/Allah yang maha kuasa ternyata tidak mampu melarang perbudakan. Hal ini karena Muhammad sendiri butuh budak2 untuk hadiah bagi para Muslim dan bagi dirinya sendiri.

Pada abad ke 7 dari ujung Eropa, seluruh Afrika, hingga India dan China, tak satupun yang bebas budak. Semua umat manusia telah menerapkan sistem perbudakan. Bukan hanya dalam tatanan sosial, melainkan juga terkait dengan masalah moneter.

Sepanjang sejarah, muncul berbagai pemimpin bangsa yang menolak perbudakan, memperjuangkan hak azasi manusia, kesetaraan derajat manusia, seperti contohnya William Wilberforce, Clarkson, Abraham Lincoln, tapi tidak ada satu pun tokoh Muslim yang menentang perbudakan. Hal ini karena menentang perbudakan dalam Islam berarti menentang firman Allah dalam Qur’an.

Pada saat itulah Islam datang dan secara sistematis melakukan menghilangkan perbudakan melalui syariat Islam.

Hampir 100 tahun setelah Presiden Abraham Lincoln mengeluarkan Proklamasi Emansipasi Amerika dan 130 tahun setelah semua budak dalam kerajaan inggris dibebaskan oleh UU parlemen, Saudi Arabia dan Yemen, ditahun 1962, dan Mauritania di tahun 1980, dengan berat hati menghilangkan perdagangan budak legal dari perundang2an mereka. Dan ini terjadi hanya setelah ada tekanan internasional yang hebat. Namun sampai sekarangpun masih banyak terdapat bukti yg dikumpulkan organisasi2 internasional bahwa perbudakan masih juga berlangsung dinegara2 muslim, dengan istilah yang lebih baru lagi. Hal ini bisa dibaca di saksi mata langsung perbudakan dalam Islam yang ditulis di buku2
“Slavery and Muslim Society in Africa”, by Allan Fisher dan “The Slave Trade Today” by Sean O’Callaghan. Para pengarang ini melihat sendiri perdagangan budak2 negro di pasar2 budak di negara pusat Islam yakni Saudi Arabia.

Di dalam Al-Quran kita menemukan beberapa ayat yang menjelaskan hukuman atas pelanggaran tertentu dan bentuknya adalah membebaskan budak.
“maka bayarlah diat yang diserahkan kepada keluarganya serta MERDEKAKAN BUDAK yang beriman” (QS. An-Nisa : 92)

Q 2:92 yang lengkap berbunyi:
Dan tidak layak bagi seorang mukmin membunuh seorang mukmin (yang lain), kecuali karena tersalah (tidak sengaja), dan barang siapa membunuh seorang mukmin karena tersalah (hendaklah) ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) bersedekah. Jika ia (si terbunuh) dari kaum yang memusuhimu, padahal ia mukmin, maka (hendaklah si pembunuh) memerdekakan hamba-sahaya yang mukmin. Dan jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang mukmin. Barang siapa yang tidak memperolehnya, maka hendaklah ia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut sebagai cara tobat kepada Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Apa kau tidak merasa hal yang janggal dari aturan Allah SWT ini? Mengapa musti menunggu sampai ada kejadian Muslim bunuh Muslim terlebih dahulu agar bisa membebaskan budak? Dalam ayat ini budak dianggap sebagai keping2 uang penghapus dosa yang harus dibayar pada Allah. Aneh sekali, bukan? Kalau memang niatnya adalah untuk menghapus perbudakan, ya jangan menyerang suku kafir dan memperbudak tawanan perang, dong. Kan sebenarnya mudah kalau memang punya niat baik untuk menerapkan penghapusan perbudakan?

Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud , tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kaffarat sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau MEMERDEKAKAN SEORANG BUDAK. (QS. Al-Maidah : 89)

Ayat di atas pun sama masalahnya dengan isi Q 2:92 dan Q 58:3 yang menganggap budak hanyalah gundi2 atau keping2 uang yang harus dibayarkan pada Allah untuk menyogok Allah agar dosa Muslim bisa dihapus. Aturan Illahi kok kayak begini?

Orang-orang yang menzhihar isteri mereka, kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan, maka MEMERDEKAKAN SEORANG BUDAK sebelum kedua suami isteri itu bercampur. Demikianlah yang diajarkan kepada kamu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Mujadilah : 3)

Bagaimana jika Muslim2 tersebut ternyata miskin yang tidak punya budak? Bagaimana bisa melaksanakan Q 58:3 jikalau tidak punya budak, padahal ketentuan ini wajib? Apa musti buka pasar budak terlebih dahulu? Bagaimana Q 58:3 ini bisa diterapkan di Indonesia yang tidak mengakui perbudakan sama sekali (beda dengan Islam)?
Orang-orang yang menzihar istri mereka, kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan, maka (wajib atasnya) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami istri itu bercampur. Demikianlah yang diajarkan kepada kamu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Biasanya dalam sistem hukum buatan manusia, kalau ada pelanggaran maka hukumannya adalah penjara yang hakikatnya adalah pengekangan kebebasan. Sebaliknya, pelanggaran dalam Islam justru hukumannya adalah pembebasan seseorang dari perbudakan. Maka tidak ada yang dizalimi, pelaku pelanggaran tidak hilang kemerdekaannya dan budakpun mendapatkan kemerdekaannya.

Kalau begitu sudah jelas bahwa hukum ini dibuat bagi Muslim2 kaya yang punya budak. Muslim miskin yang tidak mampu punya budak, tidak akan sanggup menyogok Allah dengan keping2 uang (budak) agar dosanya diampuni. Yang kaya bisa enak2an saja bikin dosa terus2an karena setiap kali bikin dosa, dia tinggal memerdekakan seorang budak untuk menghapus dosanya. Malah hal ini juga membuat perbudakan semakin subur, karena Muslim kayaraya butuh budak2 itu untuk menghapus dosa.

Hal yang serupa juga terjadi saat ini dengan Muslim2 yang melakukan korupsi besar2an di Indonesia, tapi memakai uangnya untuk naik haji dengan harapan dosanya dihapus semua oleh Allah. Bukankah ini sungguh absurd? Memperbudak saja sudah merupakan pelanggaran hak azasi manusia. Lalu setelah itu menggunakan perbudakan sebagai alat penghapus dosa. Ini jelas lingkaran setan:
1. Islam menghalalkan Muslim memperbudak kafir,
2. Muslim yang melanggar aturan Islam dapat menghapus dosa dengan memerdekakan budak
3. Jika budak sudah habis tapi dosa masih banyak, maka:
Kembali lagi ke nomer 1. Jadi kafir adalah alat bagi Muslim untuk bisa menghapus dosa.

Semua pintu ke arah perbudakan telah ditutup rapat-rapat oleh syariat Islam.

Pintu perbudakan dalam Islam tidak akan pernah tertutup selama ayat2 ini masih berlaku:

Q 33:50
Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu isteri-isterimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba2 wanita yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu.

Q 23:5,6
dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak2 wanita yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.

Ternyata pada kenyataannya, perbudakan dalam Islam di jaman modern masih berkembang pesat, terutama di Afrika. Muhammad sendiri membeli, menjual, memperdagangkan budak. Hal ini pulalah yang ditiru Muslim2 jaman modern seperti ini:
http://en.wikipedia.org/wiki/Slavery_in_Sudan
According to the American Anti-Slavery Group, black Africans in southern Sudan have been abducted for centuries in the Arabian slave trade, but the slave raids by militia armed by the federal government of Sudan increased significantly after the 1989 military coup led by Field Marshal Omar Hassan Ahmad al-Bashir, who is the current president of Sudan.
terjemahan:
Menurut American Anti-Slavery Group, orang2 negro di Selatan Sudan telah diculiki selama berabad-abad untuk perdagangan budak Arabia, tapi penyerangan2 untuk mengambil budak oleh kelompok milisia yang dipersenjatai oleh Pemerintah Sudan meningkat pesat setelah tahun kudeta militer di tahun1989 oleh Omar Hassan Ahmad al-Bashir yang adalah Presiden Sudan saat ini.

Lihat tuh. Apakah yang dilakukan milisia Arab Muslim dan Presiden Sudan itu bertentangan dengan hukum Islam? Bukankah yang mereka lakukan itu persis dengan yang dilakukan Muhammad?

http://www.danielpipes.org/article/2687
Image
Si Homaidan Ali Al-Turki ini mengimport TKW Indonesia dan memperkosa dan memperbudaknya.
kutipan:
Last week, however, the FBI accused the couple of enslaving an Indonesian woman who is in her early 20s. For four years, reads the indictment, they created “a climate of fear and intimidation through rape and other means.” The slave woman cooked, cleaned, took care of the children, and performed other tasks for little or no pay, fearing that if she did not obey, “she would suffer serious harm.”
terjemahan:
Minggu lalu, FBI menuduh pasangan tersebut memperbudak seorang wanita Indonesia yang berusia awal 20 tahunan. Selama empat tahun, seperti yang tertulis dalam laporan, mereka menciptakan “suasanan ketakutan dan ancaman melalui pemerkosaan dan tindakan2 lainnya.” Budak wanita ini harus memasak, membersihkan, mengurus anak2, dan melakukan hal2 lain dengan bayaran rendah atau tidak dibayar sama sekali, dan dia takut jika dia tidak tunduk maka “dia akan sangat disakiti.”

Apakah yang dilakukan si Homa ini dosa menurut Islam? Apakah salah jika dia memperkosa budaknya? Bukankah Qur’an sendiri menghalalkan perkosaan terhadap budak2 wanita?
Q 23:5,6
dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak2 wanita yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.
Muslim tidak perlu menjaga kemaluannya terhadap budak2 wanita yang dia miliki. Si TKW memang tidak mengira dia bakal diperbudak, sebab perbudakan tidak ada di Indonesia yang masyarakatnya lebih berakhlak daripada badui Arab. Tapi si Homa berasal dari masyarakat badui Arab yang barbar, pengikut Muhammad sejati, sehingga dengan leluasa dia menerapkan haknya yang tertulis jelas di Q 23:5,6. Sunnah nabi, lhoo..

PERBUDAKAN DI AFRIKA MODERN:

Sudan
Image
Francis Bok, authorand escaped former Sudanese slave. At the age of seven, he was captured and enslaved during a raid in Southern Sudan. For ten years he was slave to a family that called him “abeed” (black slave). In that time he states that he was neglected and abused, given an Arab name and forced to perform Islamic prayers. (Courtesy Unitarian Universalist Association/Jeanette Leardi)
terjemahan:
Francis Bok, pengarang buku dan dia berhasil melarikan diri dari perbudakan di Sudan. Di usia 7 tahun, dia ditangkap dan diperbudak dalam penyerangan yang terjadi di Sudan Selatan. Selama 10 tahun dia jadi budak di sebuah keluarga yang memanggilnya dengan julukan “abeed” (budak hitam). Di saat itu dia tidak diurus dan ditindas, diberi nama Arab dan dipaksa melakukan sholat.

There has been a recrudescence of jihad slavery since 1983 in the Sudan.
Slavery in the Sudan predates Islam, but continued under Islamic rulers and has never completely died out in Sudan. According to CBS news, slaves have been sold for $50 apiece. [1] In 2001 CNN reported the Bush administration was under pressure from Congress, including conservative Christians concerned about religious oppression and slavery, to address issues involved in the Sudanese conflict.[4] CNN has also quoted the U.S. State Department’s allegations: “The [Sudanese] government’s support of slavery and its continued military action which has resulted in numerous deaths are due in part to the victims’ religious beliefs.”

Setiap budak dijual dengan harga $50 per jiwa. Sungguh murah harga budak di pasar budak Islam modern. Ini jauh lebih murah dibandingkan yang tertulis di Hadis Muslim. Saat itu budak berharga 4.000 dinnar.

Chad
IRIN (Integrated Regional Information Networks) of the UN Office for the Coordination of Humanitarian Affairs reports children being sold to Arab herdsmen in Chad. As part of a new identity imposed on them the herdsman “…change their name, forbid them to speak in their native dialect, ban them from conversing with people from their own ethnic group and make them adopt Islam as their religion.”
terjemahan:
IRIN yang adalah bagian dari Badan Hak Azasi Manusia PBB melaporkan anak2 dijual kepada orang2 Arab di Chad. Sebagai bagian pemberian identitas baru, majikan2 Arab “… merubah nama mereka, melarang mereka bicara dalam bahasa asli, melarang mereka bicara dengan orang2 sesama suku asal dan memaksa mereka masuk Islam.”

Mauritania:
Main article: Slavery in Mauritania
A system exists now by which Arab Muslims — the bidanes — own black slaves, the haratines.[12] An estimated 90,000 black Mauritanians remain essentially enslaved to Arab/Berber owners.[13] The ruling bidanes (the name means literally white-skinned people) are descendants of the Sanhaja Berbers and Beni Hassan Arab tribes who emigrated to northwest Africa and present-day Western Sahara and Mauritania during the Middle Ages.[14] According to some estimates, up to 600,000 black Mauritanians, or 20% of the population, are still enslaved, many of them used as bonded labour.[15] Slavery in Mauritania was finally criminalized in August 2007.[16] Malouma Messoud, a former muslim slave has explained her enslavement to a religious leader:
“We didn’t learn this history in school; we simply grew up within this social hierarchy and lived it. Slaves believe that if they do not obey their masters, they will not go to paradise. They are raised in a social and religious system that everyday reinforces this idea.”
In Mauritania, despite slave ownership having been banned by law in 1981, hereditary slavery continues. Moreover, according to Amnesty International:
“Not only has the government denied the existence of slavery and failed to respond to cases brought to its attention, it has hampered the activities of organisations which are working on the issue, including by refusing to grant them official recognition”. Imam El Hassan Ould Benyamin of Tayarat in 1997 expressed his views about earlier proclamations ending slavery in his country as follows:
“[it] is contrary to the teachings of the fundamental text of Islamic law, the Quran … [and] amounts to the expropriation from muslims of their goods; goods that were acquired legally. The state, if it is Islamic, does not have the right to seize my house, my wife or my slave.”

terjemahan:
Sistem perbudakan sekarang menunjukkan orang2 Arab Muslim (kaum bidan) memiliki budak2 negro yang disebut haratin. Diperkirakan 90.000 negro Mauritania saat ini diperbudak majikan2 Arab/Berber. Penguasa bidan (yang artinya adalah orang2 berkulit putih) adalah keturunan dari Berber Sanhaja dan suku2 Arab Beni Hassan yang datang ke Afrika barat daya dan saat ini Sahara selatan dan Mauritania di jaman Abad Pertengahan. Menurut perkiraan, sekitar 600.000 negro2 Mauritania, atau 20% dari populasi, masih diperbudak, banyak dari mereka yang dipergunakan sebagai pekerja yang bayarannya adalah bagian untuk membeli kemerdekaannya. Perbudakan di Mauritania dilarang di bulan Agustus 2007. Malouma Messoud, bekas budak Muslim menjelaskan perbudakannya berdasarkan pengertian agama Islamnya:
“Kami tidak belajar sejarah di sekolah; kami hanya dibesarkan dalam hirarki sosial ini dan hidup dengan cara itu. Budak2 percaya bahwa jika mereka tidak mentaati majikan2 mereka, maka mereka tidak akan masuk surga. Mereka dibesarkan dalam sistem sosial dan agama Islam dan setiap hari terus-menerus diingatkan akan hal ini.”

Meskipun perbudakan telah dilarang UU di tahun 1981 di Mauritania, warisan budaya perbudakan terus saja berlangsung. Menurut Amnesty International:
“Tidak hanya Pemerintah membantah adanya perbudakaan dan tidak menanggapi masalah ini, tapi mereka juga melawan organisasi2 yang memperjuangkan anti perbudakan, misalnya dengan cara tidak mengakui laporan mereka.
Imam El Hassan Ould Benyamin dari Tayarat di tahun 1997 menyatakan pendapatnya tentang pelarangan perbudakan di negaranya sebagai berikut:
“Hal ini bertentangan dengan ajaran dasar hukum Islam yakni Qur’an… dan jumlah
“[it] is contrary to the teachings of the fundamental text of Islamic law, the Quran … dan pengurangan kekayaan yang dimiliki Muslim, kekayaan yang halal untuk dimiliki. Negara Islam tidak punya hak untuk merampas rumahku, istriku, atau budakku.

Child slave trade
The trading of children has been reported in modern Nigeria and Benin.[21] The children are kidnapped or purchased for $20 – $70 each by slavers in poorer states, such as Benin and Togo, and sold into slavery in sex dens or as unpaid domestic servants for $350.00 each in wealthier oil-rich states, such as Nigeria and Gabon.
terjemahan:
Perdagangan Budak Anak2
Perdagangan budak anak2 dilaporkan terjadi di Nigeria dan Benin. Anak2 diculik atau dijual dengan harga $20 sampai $70 per orang oleh pedagang2 budak di negara2 miskin seperti Benin dan Togo. Mereka dijual sebagai budak di tempat2 pelacuran atau sebagai budak rumah tangga yang berharga $350 per orang di negara2 kaya minyak seperti Nigeria dan Gabon.

Ethiopia
Mahider Bitew, Children’s Rights and Protection expert at the Ministry of Women’s Affairs, says that some isolated studies conducted in Diredawa, Shashemene, Awassa and three other towns of the country indicate that the problem of child trafficking is very serious. According to a 2003 study about one thousand children were trafficked via Dire Dawa to countries of the Middle East. The majority of those children were girls, most of whom were forced to be sex workers after leaving the country. The International Labor Organization (ILO) has identified prostitution as the Worst Form of Child Labor.
In Ethiopia, children are trafficked into prostitution, to provide cheap or unpaid labor and to work as domestic servants or beggars. The ages of these children are usually between 10 and 18 and their trafficking is from the country to urban centers and from cities to the country. Boys are often expected to work in activities such as herding cattle in rural areas and in the weaving industry in Addis Ababa, and other major towns. Girls are expected to take responsibilities for domestic chores, childcare and looking after the sick and to work as prostitutes.

terjemahan:
Mahider Bitew, ahli Hak Azasi dan Perlindungan Anak2 dari Badan Permasalahan Wanita, mengatakan bahwa penelitian2 yang dilakukan di in Diredawa, Shashemene, Awassa dan tiga kota lain di negara itu menunjukkan masalah perdagangan anak sangatlah serius. Menurut penelitian di tahun 2003, sekitar seribu anak2 diperdagangkan melalui Dire Dawa ke negera2 Timur Tengah. Kebanyakan anak2 ini adalah anak2 perempuan, dan sebagian besar dipaksa jadi budak seks setelah meninggalkan negaranya. Badan Buruh PBB (ILO) menetapkan pelacuran sebagai bentuk perburuhan anak2 yang paling keji. Di Ethiopia, anak2 diperdagangkan dalam pelacuran, untuk jadi tenaga kerja gratisan atau bekerja sebagai pembantu atau pengemis.

Niger
In Niger, where the practice of slavery was outlawed in 2003, a study found that almost 8% of the population are still slaves. Slavery dates back for centuries in Niger and was finally criminalised in 2003, after five years of lobbying by Anti-Slavery International and Nigerian human-rights group, Timidria.
Descent-based slavery, where generations of the same family are born into bondage, is traditionally practised by at least four of Niger’s eight ethnic groups. The slave masters are mostly from the nomadic tribes — the Tuareg, Fulani, Toubou and Arabs. It is especially rife among the warlike Tuareg, in the wild deserts of north and west Niger, who roam near the borders with Mali and Algeria. In the region of Say on the right bank of the river Niger, it is estimated that three-quarters of the population around 1904-1905 was composed of slaves.
Historically, the Tuareg swelled the ranks of their slaves during war raids into other peoples’ lands. War was then the main source of supply of slaves, although many were bought at slave markets, run mostly by indigenous peoples.

Sahih Bukhari Volume 4, Buku 63, Nomer 261:
“Delapan orang dari suku ‘Ukil datang kepada sang Nabi dan mereka merasa udara Medina tidak cocok bagi mereka. Karena itu mereka berkata,”O Rasul Allah! Tolong berikan kami susu.” Rasul Allah berkata, ”Aku anjurkan kalian untuk bergabung dengan kelompok unta2.” Maka mereka pergi dan minum air kencing dan susu unta2 (sebagai obat) sampai mereka sehat dan gemuk. Lalu mereka membunuh gembala unta dan melarikan unta2 itu, dan mereka meninggalkan agamanya setelah tadinya mereka adalah Muslim. Pada saat sang Nabi diberitahu hal ini oleh orang yang minta tolong padanya, ia menyuruh beberapa orang untuk memburu para pencuri unta itu, dan sebelum matahari bertambah tinggi, pencuri2 itu dibawa kepada Nabi, dan Nabi memotong tangan2 dan kaki2 mereka. Ia meminta paku2, yang dipanaskan dan ditusukkan ke dalam mata2 para pencuri, dan mereka diterlantarkan di Harra (daerah berbatu di Medinah). Mereka minta air, dan tidak ada seorang pun yang memberi mereka air sampai mereka mati.”

Read More

Agama Islam Mengijikan SEX dgn Budak/tawanan perang


Postby  ali5196 »  Tue Oct 09, 2007 4:21 am

Quran 33:50
Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu isteri- isterimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu …

Post-Coitus, Budak KHUMUS Diapain?
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … hp?t=16665

1. Muhammad Tidak Melarang TINDAKAN COITUS terhadap BUDAK!

MUSLIM, Book 008, Number 3388:
Jabir (Allah be pleased with him) reported: We used to practise ‘azl during the lifetime of Allah’s Messenger (saw). This (the news of this practise) reached Allah’s Apostle (saw), and he did not forbid us.

2. Muhammad Bahkan Mengijinkan dan Menyetujui Tindakan Ali (menantu muhammad) MENG-Coitus Budak dari Khumus (harta rampasan perang hak milik muhammad)

BUKHARI, Volume 5, Book 59, Number 637:
Narrated Buraida:
The Prophet sent ‘Ali to Khalid to bring the Khumus (of the booty) and I hated Ali, and ‘Ali had taken a bath (after a sexual act with a slave-girl from the Khumus). I said to Khalid, “Don’t you see this (i.e. Ali)?” When we reached the Prophet I mentioned that to him. He said, “O Buraida! Do you hate Ali?” I said, “Yes.” He said, “Do you hate him, for he deserves more than that from the Khumus.”
[Hadis] Coitus Interuptus dgn Tawanan Perang
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … hp?t=10480
Dari roman yg disadur dari kisah2 nyata :

Image
Ilustrasi : Tentara Turki siap menjemput wanita2 tahanan perang yg akan dijadikan anggota harem http://www.haremgirlreview.com/pages/chapter19.htm

Image
Pasar Perlelangan Budak di Afrika ! http://www.haremgirlreview.com/pages/ch … laveMarket

Image
Pasar budak : baik lelaki maupun perempuan bisa dijadikan budak seks. Inilah keadilan dlm Islam. Islam tidak membedakan jenis kelamin. :wink:

Image
Pasar lelang budak di Zanzibar paling terkenal dgn budak2 putihnya ! http://www.haremgirlreview.com/white_slave.htm

Image
Tanda Permanen sbg Budak : Lelaki Turki Menandai tubuh Gadis2 Yahudi yg mereka Perbudak http://www.haremgirlreview.com/pages/ch … dingSlaves

Image
Satu Lagi Macam Tanda Budak (sori, bukan om ali mau jorok. Tapi kenyataannya Islam memang membuat Muslim jorok!)

Image
Selamat nak ! Kau naik pangkat, dari tahanan menjadi anggota harem :wink:

Image
Image
Menunggu hukuman ala Islam bagi budak yg melawan majikan
http://www.haremgirlreview.com/pages/ch … Punishment

Atau langsung ditikam saja. Nggak perlu revot !
http://www.illustration-house.com/curre … 2_016.html
Allah Mencela Jika Budak Wanita Tidak Disetubuhi
http://www.indonesia.faithfreedom.org/f … hp?t=23442

aktivis-kuwait-islam-sahkan-budak-sex-so-kuwait-juga-dong-t44971/

Sang mufti mengatakan, “Hukum tentang budak sex syaratnya ada dua: harus ada negara Kristen atau negara yang tidak beragama Islam yang berperang melawan suatu bangsa Muslim. Dan juga harus ada tahanan perang.”

“Ini tidak dilarang Islam?,” saya tanya.

SAMA SEKALI TIDAK. Budak sex TIDAK dilarang Islam!

syeik-mesir-beli-budak-sex-sah-dlm-islam-t44964/

Begitu dibangunnya sebuah pasar budak, yaitu pasar yagn menjual budak dan budak sex, yang di Qur’an disebut milk al-yamin, “yagn dimiliki tangan kananmu” [Qur'an 4:24]. Ayat Qur’an ini masih berlaku dan tidak diabrogasi. Kaum milk al-yamin adalah para BUDAK SEX. Kau pergi ke pasar, melihat budak sex dan membelinya. Ia menjadi istrimu tapi ia tidak perlu kontrak nikah atau sebuah perceraian seperti seorang wanita bebas, iapun tidak perlu wali. SEMUA ahi setuju atas point ini — tidak ada cekcok diantara mereka

Read More

Orang-Orang Afrika Penentang Perbudakan Arab-Muslim

Postby ali5196 » Fri Mar 20, 2009 12:31 am

http://www.geocities.com/nubiancush/sudan.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Josephine_Bakhita

Image
SANTA JOSEPHINE BAKHITA (1869 – February 8, 1947)

Bakhita lahir dari sebuah keluarga petinggi di Olgossa, sebuah desa di DARFUR, Sudan barat. Ayahnya adalah kakak seorang kepala suku. Pada usia 7 ia diculik pedagang2 budak Arab Muslim dan selama 8 thn dijualbelikan 5 kali di pasar2 budak El Obeid dan Khartoum. Trauma penculikannya sampai mengakibatkannya melupakan namanya sendiri dan namanya sekarang adalah nama yg diberikan para pedagang budak (bakhita, kata Arab bagi rejeki). Ia dipaksa masuk Islam.

Bakhita menderita brutalitas amat sangat selama masa perbudakannya. Pada suatu saat, putera majikannya memukulinya sedemikian parah sampai ia tidak bisa bergerak di tempat tidurnya yg terbuat dari rumput. Tapi penyiksaan yg paling berat adalah ketika majikan keempatnya, seorang pejabat militer Ottoman, yg memperlakukannya spt hewan ternak dgn menandakan tubuhnya dgn tatto dan luka2 silet. Dlm otobiografinya dlm bhs Italia, ia mengingat bgm sebuah piring berisi tepung, piring berisi garam dan silet dibawah oleh seorang wanita yg menyilet kulitnya begitu dalam serta mengisi luka2 itu dgn garam dan tepung agar luka2nya permanen. Lebih dari 60 luka2 silet terdapat pada dada, perut dan lengannya.

Pemilik terakhirnya adalah seorang diplomat Italia, Callisto Legnani. Ia diperlakukan dgn baik dan dipekerjakan sbg pengasuh anak temannya, Mimmina Michelis. Th 1888, Bakhita & Mimmina ditititpkan pada biara Canossia di Venezia, sementara keluarga Michielis pindah ke Laut Merah utk urusan dagang. Th 1890 ia dibaptis.

Ketika Michielis kembali utk menjemput mereka, Bakhita ingin tinggal di biara. Signora Michieli memaksanya utk kembali tetapi sekolah Bakhita mengatakan bahwa mengingat pengadilan Italia telah MENGHAPUS PERBUDAKAN jauh sebelum Bakhita lahir (berbeda dgn Muslim yg sampai sekarangpun, abad 21, OGAH menghapus perbudakan), Bakhita tidak bisa dianggap sbg budak di mata negara dan oleh karena itu ia boleh memilih sendiri dimana ia ingin menetap. Bakhita, utk pertama kalinya, bisa menentukan nasibnya sendiri. Ia memilih utk tinggal di biara Canossia. Di biara, ia membantu para biarawati utk menjadi misionaris di Afrika.

Dlm hari2 terakhirnya, ia mengingat2 kembali masa2 pahitnya sbg budak. Ketika tidak sadarkan diri, ia sering berteriak “Ampun … ampun tuan … longgarkan rantai berat ini … beraaaattt …” Josephine wafat February 8, 1947. Ribuan orang datang utk memberinya penghormatan terakhir.

October 1, 2000, ia diangkat menjadi SANTA Josephine Bakhita. Ia dipuji sbg santa Afrika dijaman modern ini, yg menentang perbudakan dan penindasan.
viewtopic.php?f=56&t=31694&p=461619#p461619

Image

Novelis kontroversial Sudan, KOLA BOOF (Foto), terlahir “Naima Bint Harith” di Omdurman, ibu Afrika, ayah ARab Mesir. Orang tuanya di-eksekusi karena menentang perbudakan orang hitam oleh Arab ketika Naima masih kecil. Sbg penulis, Kola Boof mengungkapkan kebencian terhdp Arab dan menolak ISLAM. http://www.geocities.com/nubiancush/sudan.html

Mengomentari perintah Mahkamah INternasional bagi penangkapan presiden Sudan, Al-Bashir, Kola Boof, mengatakan kpd wartawan Pravda:

“SAYA MALU MENJADI ORANG AFRIKA DI THN 2009 ini. FAKTA BAHWA PEMIMPIN2 UNI AFRIKA, 1000 TAHUN KEMUDIAN, MASIH JUGA TERUS MENDUKUNG PERBUDAKAN DAN GENOCIDE, dan fakta bahwa lelaki2 kulit hitam diseluruh dunia TEGA MEMBUNUH IBU2 MEREKA SENDIRI–WANITA2 HITAM PRIBUMI–UTK MENJADI MULATTO, yi ARAB DAN MUSLIM, ADALAH BUKTI BAHWA BANGSA KULIT HITAM TIDAK AKAN PERNAH LAGI MENDAPAT RAHMAT TUHAN. Pengkhianatan kami yg merendahkan nenek moyang kami menunjukkan ludesnya integritas bangsa kami. [...] Pemerintah Khartoum harus ditumbangkan dan pada akhirnya, mau tidak mau, bangsa kulit hitam HARUS MEMUTUSKAN SEMUA HUBUNGAN DGN KALIFAT IMPERIALIS ARAB MUSLIM.”
http://www.islam-watch.org/Jacob/Slaver … -World.htm
Image

Penulis SENEGAL, Tidiane N’Diaye, menerbitkan bukunya dlm bhs Perancis, LE GENOCIDE VOILÉ, Januari 2008. Karyanya ini menanggapi “Genosida Terselubung,” yi perbudakan bangsa Negro oleh Arab-Muslim dari abad 7 sampai 20.

Ini beberapa kutipan:

“Perdagangan budak atas bangsa Negro spt yg dipraktekkan oleh bangsa2 kulit putih diketahui secara lUASSSsss sekali. TAPI, kejahatan terhdp manusia ini sebenarnya adalah CIPTAAN DUNIA ARAB-MUSLIM. Orang2 Arab, Berber, Turki & Persia, memulai praktek biadab ini JAUH sebelum bangsa Eropa memulai perdagangan budak dari Afrika. Selama SERIBU TAHUN, Muslim dagang budak Afrika, dari abad 7 sampai abad 16. Praktek ini bahkan berlanjut sampai ke abad2 19 – 20, lama setelah bangsa2 Barat menghapuskan perdagangan ini.

“Stagnasi demografik, kesengsaraan, kemiskinan, kurangnya kemajuan di benua Afrika, hanya sebagian dari konsekwensi perdagangan biadab ini. Bahkan, perdagangan budak Muslim di Afrika merupakan sebuah RENCANA GENOSIDA terhdp kaum negro. Iini sebuah program ‘pembasmian etnis lewat pengebirian (pemotongan alat kelamin).’ Jadi, mayoritas ke 17 juta oragn Afrika yg dibawa ke dunia Arab-Muslim dijadikan eunuch (jongos2 yg dikebiri) dan menghilang tanpa jejak, tanpa meninggalkan keturunan.

“Kami ingin menegasjab bagian sejarah ini, agar amnesia sukarela manapun tidak akan pernah bisa menyembunyikan fakta historis ttg ‘Genosida Terselubung’ ini.”

Image
Tidiane N’Diaye
http://www.islam-watch.org/Jacob/Slaver … -World.htm

Februari 2009, situs Al-Awan mulai menerbitkan serial artikel berjudul “The Invisible Walls: Racism directed against
Blacks” (Tembok2 Tidak Nampak : Rasisme terhdp bangsa Hitam)
.

7 Maret ; 20 artikel oleh penulis2 ARAB mulai muncul. Salah satunya adalah artikel nomor 17 yg berjudul : “Does Slavery in the Lands of Islam, Originate from within Islam?” (Apakah Perbudakan yg Eksis di Darul Islam, bermuasal dari dalam Islam?) yg dikutip dibawah ini :

الجدران اللامرئية: العنصرية ضدّ السّود(17) هل يتغذّى الرقّ في أرض الإسلام، من الإسلام؟
“Studi ttg perbudakan dlm Islam selalu dianggap sbg tabu; bahkan kaum Orientalis Barat lebih suka menghindari subyek ini. Louis Massignon (1883-1962), Orientalis Perancis terkenal, misalnya, tidak terlalu peduli dgn topik ini. Ia hanya berkutat dgn pemikiran Islam abstrak ketmbang dgn skandal rasisme ala Islam yg masih eksis sampai sekarang !“Ada juga pemikir2 Barat yg mengangkat topik ini spt Robert C. Davis, dgn bukunya berjudul, “Esclaves chrétiens, maîtres musulmans. L’esclavage blanc en Méditerranée (1500-1800)” di th 2006. Karyanya ini khususnya membahas sejarah perdagangan budak Muslim terhdp KRISTEN2 EROPA dari thn 1500 to 1800 oleh majikan2 Muslim mereka.

“Walau ada upaya Muslim utk menutupi fakta historis ini, kelihatannya, penulis2 MUSLIM sekarangpun sudah berani mengangkat subyek ini. Contoh, penulis Perancis-Aljazair, Malek Chebel, menulis ttg Perbudakan dlm darul Islam. Juga penulis Maroko, Mohammed Ennaji dgn bukunya, Le sujet et le mamelouk: esclavage, pouvoir et religion dans le monde arabe. Menurutnya, perbudakan bukan hanya bagian dari warisan kuno, tapi telah mengINFILTRASI sampai ke bagian2 utama sebuah negara Islami dan menguasai cara berpikirnya. Dunia Arab masih terkekang dlm sebuah dunia yg belum menolak perbudakan. Segala macam hubungan selalu dipandang dari sudut konteks majikan – budak.”

Read More

%d blogger menyukai ini: